Anda di halaman 1dari 15

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan praktikum Kartografi Dasar, Program Studi Pendidikan Geografi,


Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan Dan Ilmu
Pendidikan, menerima dan mengesahkan Modul IISkala Peta yang telah
dipertanggung jawabkan oleh:

Nama : ADRI

Stambuk : A 351 16 008

Kelompok : II

Kelas :A

Pada Tanggal ................. Desember 2016 menerima dan mengesahkan:

Dosen Pengampu Mata Kuliah Koordinator Praktikum

Iwan Alim Saputra, S.pd, M.sc Rahmawati, S.si, M.sc

NIP. 19830206 200812 1 003 NIP. 19850803 201504 2 001

Ketua Lab. Studio

Dr. Lilik Prihadi Utomo M.si

NIP. 19560724198703 1 001


PRAKTIKUM III

PERHITUNGAN LUAS& PANJANG SUNGAI

3.1 Tujuan

Tujuan dari kegiatan praktikum ini adalah untuk melatih praktikan dalam
menghitung luas area dengan menggunakan beberapa metode, yaitu Square
Method (metode segi empat), Stripped Method (metode jalur), dan Triangle
Method (metode segitiga). Dan juga untuk menghitung panjang sungai.

3.2 Alat dan Bahan

Dalam proses perhitungan luas area dan panjang sungai, praktikan


mempersiapkan alat-alat sebagai berikut:

1. Alat tulis

2. Mistar ukur

3. Drawing pen (0,3)

4. Kertas millimeter block

5. Kertas kalkir

6. Kertas Patron A4

7. Peta Acuan

8. Lampu

9. Mistar sablon

10. Peta RBI

11. Benang

3.3 Dasar Teori

Peta merupakan penyajian grafis dari bentuk ruang dan hubungan


keruangan antara berbagai perwujudan yang diwakili. Peta mengandung arti
komunikasi, artinya merupakan suatu signal atau saluran antara pengirim pesan
(pembuat peta) dengan penerima pesan (pembaca peta), dengan demikian peta
digunakan untuk mengirim pesan, yang berupa informasi tentang realita dalam
wujud berupa gambar. Agar pesan (gambar) tersebut dapat dimengerti maka harus
ada bahasa yang sama antara pembuat peta dan pembaca peta (Widyastuti
&Arianingsih, 2011: 6)

Peta digunakan untuk visualisasi data keruangan (geospatial), yaitu data


yang berkenaan dengan lokasi atau atribut dari suatu obyek atau fenomena di
permukaan bumi. Dari peta, informasi tentang jarak, arah dan luasan dapat
diperoleh, diketahui pola dan hubungannya, serta dapat diketahui ukurannya
(Menno-jan & Ferjan, 2007:1).

Peta merupakan penyajian muka bumi dalam bentuk yang lebih kecil dari
daerah yang dipetakan, dengan persyaratan bahwa besaran suatu jarak dibuat
sebanding dengan besaran jarak yang disajikan di peta; perbandingan jarak di peta
dengan jarak sebenarnya dilapangan disebut sebagai skala peta (Hadwi Seondjojo
&Akhmad Riqqi, 2012: 65)

Pada peta selain dapat digunakan untuk menghitung jarak, juga dapat
digunakan untuk menghitung luas atau volume suatu obyek tertentu. Apabila kita
melihat suatu benda bangunan atau obyek tertentu, obyek tersebut dapat dihitung
luas dan volume atau isinya. Misalnya luas persawahan, bangunan pabrik, hutan,
volume waduk, dan sebagainya. Apabila bentuk bangun dari luasan yang akan
diukur itu teratur misalnya bentuk segitiga, segi empat, trapesium, atau bujur
sangkar maka tinggal mengukur panjang sisi-sisi obyek yang bersangkutan dan
dimasukkan ke dalam rumus luas tertentu. (Dewi Liesnoor dkk, 2014: 115).

Apabila bentuk obyek yang akan diukur luasnya tersebut tidak beraturan,
maka dapat diukur dengan menggunakan 4 cara yaitu: metode kotak-kotak
(Square Methods), metode garis-garis (Stripped Methods), metode pembuatan
bangun segitiga (Triangular Methods); atau dengan menggunakan alat pengukur
luas planimeter.
a. Metode kotak-kotak (square methods)

Suatu obyek yang tidak beraturan bentuknya dapat diukur


luasannya menggunakan metode kotak-kotak (square methods). Langkah
kerja metode ini diawali dengan membuat kotak-kotak (persegi atau sama
sisi) pada obyek yang akan diukur luasnya, misalnya 1 cm2. Selanjutnya
dihitung jumlah kotak yang terdapat pada obyek tersebut, dengan
ketentuan setiap luasan yang berisi satu kotak penuh atau lebih dari
setengah kotak dihitung satu kotak, sedangkan batas-batas tepi kotak yang
luasnya lebih dari setengah petak dihilangkan. Kemudian dihitung ada
berapa kotak dan dikalikan dengan skala peta yang bersangkutan. Apabila
diketahui skala peta 1 : 50.000, maka luas satu kotak dengan satuan 1 cm2
= 50.000 cm 50.000 cm = 2.500.000.000 cm2 = 0,25 km2 dipermukaan
bumi.(Dewi Liesnoor dkk, 2014: 115).

b. Metode garis-garis (striped methods)

Langkah kerja yang akan digunakan untuk menghitung luas


wilayah/ obyek yang tidak beraturan bentuknya dengan metode garis-garis
(striped methods), diawali dengan membuat garis-garis horizontal sejajar
pada jarak sama pada obyek yang akan diukur luasnya. Pada bagian tepi
ditarik garis tegak sejajar disebut garis keseimbangan. Luas wilayah =
jumlah luas segi empat panjang dikalikan dengan skala peta S(Dewi
Liesnoor dkk, 2014: 115)

c. Metode segitiga (triangular methods)

Prinsip utama metode ini adalah membuat segitiga-segitiga pada


suatu wilayah/obyek yang akan diukur luasnya, semakin banyak segitiga
yang dibuat dan menutup seluruh wilayah/obyek maka akan diperoleh
hasil yang semakin teliti. Selanjutnya diukur luas masing-masing segitiga,
luas wilayah/obyek sama dengan jumlah luas seluruh segitiga yang ada
pada bangun tidak beraturan tersebut dan dikalikan dengan skala peta
(Dewi Liesnoor dkk, 2014: 115).
Sungai didefinisikan sebagai aliran terbuka dengan ukuran geometrik
(tampak lintang, profil memanjang dan kemiringan lembah) berubah seiring
waktu, tergantung pda debit, material besar dan tebing, serta dan jenis sedimen
yang tersangkut oleh air. Sungai akan selalu menyesuaikan dirinya dengan
perubahan yang terjadi. Adapun proses yang dilakukan oleh sungai dalam upaya
menyesuaikan diri adalah pengikisan (erotion), pengangkutan (transportation),
dan pengendapan. (Ady Syaf Putra, 2014:604)

3.4 Cara Kerja

Cara kerja dalam praktikan ini adalah sebagai berikut :


1. Meletakkan guade map(peta acuan) pada bidang yang kuat dan
dilekatkan agar tidak berubah posisi
2. Meletakan kertas kalkirdan dan milimeter blok kemudian menyalin
peta dengan teliti dan memperhatikan ukuran drawing Pen.
3. Menghitung luas yang ditentukan berdasarkan kontur tertentu dengan
menggunakan metode bujur sangkar/square, jalur strip dan segitiga.
4. Mengukur panjang sungai pada peta RBI dengan menggunakan
benang kemudian diukur dengan menggunakan mistar ukur.
5. Hasil penggambaran disertai dengan judul praktikum, sumber yang
disalin, nama dan nomor stambuk.

3.5 Hasil

Adapun hasil yang didapat dalam praktikum ini adalah hasil menggambar
peta dan menghitung luas peta dengan menggunakan metode square, metode
strip, dan metode segitiga. Dan juga menghitung panjang suangai pada peta RBI
(Terlampir)

3.6 Pembahasan

Praktikum ketiga ini adalah perhitungan luas dan menghitung panjang


sungai. Dalam praktikum perhitungan luas praktikan menggunakan skala acuan
1:16.000, dan menghitungan panjang suangi menggunakan skala 1:100.000. ada
tiga cara yang dapat digunakan dalam perhitungan luas suatu darah pada suatu
peta yaitu :

a. Metode square

Diketahui :

Jumlah kotak = 399

skala peta = 1 : 24.000 cm

Ditanya : berapa luas peta dengan menggunakan metode

square ?

Penyelesaian :

Skala peta = 1 : 24.000 cm

Luas kotak = skala x skala

= 16.000 x 16.000

= 256.000.000 cm2

Luas area = jumlah kota x skala

= 397 x 256.000.000 cm2

101.888.000.000
=
10.000.000.000

= 10,1632

= 10,2 km2

Jadi, luas peta dengan menggunakan metode square adalah 10,2 km2

b. Metode strip

Ditanya :

skala peta = 1 : 16.000

Jumlah persegi = 24

Ditanya: lluas persegi ?


Penyelesaian :

LA=2 LI=19 LQ=27

L B=3 L J=20 R =27


L

LC=6 L K=21 S=28


L

L D=2 L L=23 L T =28

LE=7 L M=23 U=23


L

L F=4 L N=24 L V =17

LG=8 L O=25 W=12


L

L H=17 L P=25 L X=6


Jumlah persegi panjang=2+3+6+2+7+4+8+17+19+2

0+21+23+23+24+25+25+27+

27+28+28+23+17+12+6

= 397

Luas persegi = jumlah kotak (jalur) x skala

= 397 x 256.000.000

= 101.632.000.000

101.632.000.000
=
10.000.000.000

= 10,1632

= 10,2 km2
Jadi, luas peta dengan menggunakan metode strip adalah 10,2 km2

c. Metode segitiga

Diketahui :

skala peta = 1: 16.000

Skala2 = 16.000 x 16.000

= 256.000.000

Jumlah segitiga = 18

Jumlah offset = 17

Ditanya : menghitung luas wilayah denan metode segitiga ?

Penyelesaian :
1 1
L1 = 2 (a x t) L10 =2 (a x t)

1 1
=2 (14,3 x 17,1) =2 (1,6 x 3,4)

= 126,555 = 2,72

1 1
L2 = 2 (a x t) L11 =2 (a x t)

1 1
=2 (13 x 17,1) =2 (1,1 x 1,1)

= 114,05 = 0,605

1 1
L3 = 2 (a x t) L12 =2 (a x t)

1 1
=2 (5,3 x 28,3) =2 (0,9 x 2,2)

= 74,995 = 0,99
1 1
L4 =2 (a x t) L13 =2 (a x t)

1 1
=2 (0,6 x 5,3) =2(9,1 x 12,3)

= 1,59 = 55,965
1 1
L5 =2 (a x t) L14 =2 (a x t)

1 1
=2 (1,6 x 3,3) =2 (1 x 1,9)

=2,64 = 0,95
1 1
L6 =2 (a x t) L15 =2 (a x t)

1 1
=2 (1,6 x 3,3) =2 (1,9 x 3,4)

= 2,64 = 3,23

1 1
L7 =2 (a x t) L16 =2 (a x t)

1 1
=2 (0,8 x 1 ) =2 (1,4 x 2)

= 0,4 = 1,4

1 1
L8 =2 (a x t) L17 =2 (a x t)

1 1
=2 (0,8 x 1 ) =2 (0,7 x 1 )

= 0,4 = 0,35

1 1
L9 =2 (a x t) L18 =2 (a x t)

1 1
=2 (1,2 x 2,5) =2 (0,5 x 0,7)

= 1,5 = 0,175
Luas total segitiga = L1 + L2+L3+L4+L5+L6+

L7+L8+L9+L10+L11+L12+

L13+L14+L15+L16+L17+

L18

= 126,555+115,05+74,995+1,59+2,64+2,64

+0,4+0,4+1,5+2,72+0,605+0,99+55,965

+0,95+3,23+1,4+0,35+0,175

= 392,155

Jadi, luas total segitiga adalah 392,155 cm2

Perhitungan luas offset


Rumus =

0,2+0,3+0,3+0,1+0,1+0,2+0,3+,4+0,4+0,3+0,2+0,1+0,1+0,1
LOA = = 0,22
14

0,4+0,4+0,4+0,3+0,3+0,3+0,3+0,2+0,2+0,2+0,1+0,1+0,1+0,1
LOB = = 3,307
14

0,3+0,2
LOC = = 0,4
2

0,2+0,2+0,2+0,2+0,2+0,3+0,3+0,2
LOD = = 1,625
8

0,2+0,3
LOE = = 0,4
2
0,1+0,2+0,3+0,2+0,1
LOF = = 0,82
5

0,2+0,2+0,2+0,2+0,2
LOG = = 0,84
5

0,1+0,1+0,2
LOH = = 0,266
3

0,1+0,2+0,2+0,2+0,3+0,3+0,2+0,1
LOI = = 1,5125
8

0,2+0,2+0,1
LOJ = = 0,433
3

0,1
LOK = 1 = 0,

0,1+0,2+0,2+0,2+0,2+0,2+0,2+0,2+0,3+0,4+0,3+0,2+0,2
LOL= = 2,715
13

0,1+0,2+0,3+0,3+0,2+0,2+0,2+0,2+0,2+0,1
LOM = = 1,91
10

0,1+0,1
LON = = 0,15
2

0,2+0,3+0,3+0,3+0,2
LOO = = 1,4
5
0,1+0,1
LOP = = 0,15
2

0,1+0,2+0,2+0,3+0,3+0,3+0,3
LOQ = = 1,442
7

Total jumlah offset = LOA +LOB + LOC + LOD + LOE + LOF + LOG +

LOH+LOI + LOJ + LOK + LOL + LOM + LON +

LOO + LOP + LOQ

= 0,22+3,307+0,4+1,625+0,82+0,84+0,266

+1,5125+0,433+0,1+2,715+1,91+0,15+

1,4+0,15+1,442

= 17,6906

Jadi, luas total offset adalah 17,6906

Luas total area = (luas total segitiga + luas total offset) x skala

= (392,155 + 17,6906) x 256.000.000

= 409,8455 x 256.000.000

= 104.920.448.000
104.920.448.000
= 10.000.000.000

= 10,4920448

= 10,5 km2

d. Panjang sungai

Diketahu :

panjang sungai Batang Sinamar dari Patamas Medan

= 6,5 cm
Skala = 1 : 100.000

Ditanya : panjan sungai sebenarnya ?

Penyelesaian :

Panjang sungai sebenarnya = panjang sunagi pada peta x skala

= 6,5 x 100.000

= 650.000
650.000
= 100.000

= 6,5 km

Jadi, panjang sungai sebenarnya adalah 6,5 km

Kesulitan dalam praktikum ini adalah sulitnya menghitung luas wilayah


pada metode segitiga dengan jumlah offset yang terlalu banyak memnyebabkan
praktikan mengalami kesulitan karena perhitungannya dilakukan dengan cara
manual dan juga tidak tersedianya alat pengukuran luas sehingga masih
menggunakan alat sederhana. Kemudian pada penggambaran metode segitiga
untuk mencari dan menarik segitiga sangat sulit. Kita
jugaharusmengulangilagidanlagi agar mendapatkanhasil yang
mendekatihasildarimetodestripdansquare.
Karenaperbedaanselisihnilainyamaksimal hanya 3.

Kemudahan-kemudahan yang kita dapatkan dalam praktikum ini adalah


penggambaran peta pada kertas kalkir dan milimeter blok karena peta yang disalin
sangat sederhana. Kemudian kemudahannya lainnya adalah praktikan dapat
mementukan luas pada metode strip dan squarekarena kedua metode tersebut
hanya menjumlahkan semua kotak dan dkalikan dengan skala.

Manfaat dari praktikum perhitungan luas dan panjang sungai adalah


praktikan dapat mengetahui bagaiman cara menghitung luas suatu daerah
menggunakan metode strip, square, dan segitiga.
3.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dalam praktikum ini yaitu:

1. Perhitungan luas dengan metode squre adalah perhitungan luas


dengan menghitung jumlah kotaknya.

2. Perhitungan luas dengan metode strip adalah perhitungan luas dengan


menggunakan garis-garis jalur sebagai media pembantu perhitungan.

3. Perhitungan metode stirp lebih mudah karena hanya menggunakan


rumus luas bujur sangkar namun metode ini banyak daerah yang tidak
dihitung luasnya karena tidak masuk dalam kategori yang harus
dihitung luasnya.

4. Perhitungan luas dengan metode segitiga adalah perhitungan luas


dengan menggunakan bidang segitiga sebagai bidang pembantu
perhitungan.

5. Perhitungan metode segitiga lebih akurat karena menjumlahkan


seluruh luas segitiga ditambah luas offset yang memungkinkan
praktikan harus lebih teliti dalam mencari luasnya.

6. Menghitung panjang sungai pada suatu peta dapat dilakukan dengan


cara yang sederhan. Yaitu dengan mengukur sungai pada peta dengan
menggunakan benang kemudian diukur dengan mistar. Selanjutnya di
hitung dengan menggunakan rumus (penjang sungai pada peta x
skala).
DAFTAR PUSTAKA

Kraak, Menno-jan dan Ormeling Ferjan.(2007). Kartografi Visualisasi Data


Geospasial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Liesnoor, Dewi S, dkk. (2014). Kartografi Dasar. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Soendjojo, Hadwi&Riqqi, Akhmad. (2012). Kartografi. Bandung: ITB

Syaf, Ady Putra (2014). Analisis Distribusi Kecepatan Aliran Sungai Musi (Ruas
Sungai ; Pulau Kumaro Sampai Dengan Muara Sungai Komering).
Jurnal Teknik Sipil Dan Lingkungan. Vol.2, No.3, September 2014

Widyastuti dan Ida Arianingsih. (2011). Buku Ajar Kartografi Dasar. Palu: FKIP
Universitas Tadulako