Anda di halaman 1dari 32

PENGEMBANGAN PROSES PEMBELAJARAN KIMIA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS XII


SIFAT KOLIGATIF LARUTAN

KELOMPOK : 11

ANGGOTA :

1. HERMALIZA SARAH (A1C115008)


2. TUTUT RAHAYU (A1C115013)
3. WELA JULIA (A1C115017)

DOSEN PENGAMPU :
MUHAMMAD HARIS EFFENDI S.Pd.,M.Si.,Ph.D

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2017

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Sekolah : SMA XII
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XII/I
Materi Pokok : Sifat Koligatif Larutan
Alokasi Waktu : 2 x 2 Jam Pelajaran (1 JP = 45 menit)
A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun,responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan,kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri
serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


Kompetensi Dasar Indikator
3.1 Menganalisis penyebab adanya fenomena 3.1.1 Menjelaskan informasi tentang
sifat koligatif larutan pada penurunan penggunaan garam untuk mencairkan
tekanan uap, kenaikan titik didih, salju.
3.1.2 Membuat rancangan percobaan
penurunan titik beku dan tekanan
kenaikan titik didih dan penurunan
osmosis.
titik beku larutan NaCl dan gula pada
konsentrasi yang sama
3.2 Membedakan sifat koligatif larutan 3.2.1 Melakukan percobaan dan
elektrolit dan larutan nonelektrolit. menyelidiki perbedaan kenaikan titik
didih larutan dan perbedaan
penururnan titik beku larutan pada
konsentrasi yang sama serta
menganalisis hasilnya
3.2.2 Menyimpulkan perbedaan sifat
koligatif larutan elektrolit dan
nonelektrolit pada konsentrasi sama
3.2.3 Menghitung penurunan titik beku dan
kenaikan titik didih, penurunan
tekanan uap dan tekanan osmosis
larutan non elektrolit
3.2.4 Menghitung persamaan Vant Hoff
3.2.5 Menghubungkan persamaan Vant
Hoff dengan penurunan titik beku,
kenaikan titik didih , penurunan
tekanan uap dan tekanan osmosis
4.1 Menyajikan kegunaan prinsip 4.1.1 Memaparkan terapan sifat koligatif
sifat koligatif larutan dalam kehidupan dalam kehidupan sehari-hari misalnya
sehari-hari membuat es krim, pemakaian garam
dapur, penggunaan larutan infus dan
mencegah pembekuan air radiator
4.2 Melakukan percobaan untuk 4.2.1 Melakukan percobaan untuk
menentukan derajat pengionan menentukan derajat pengionan

C. Tujuan
Melalui model pembelajaran Discovery Learning dengan menggunakan informasi dari
berbagai sumber belajar dan mengolah informasi tersebut diharapkan siswa terlibat aktif
selama proses belajar mengajar berlangsung, memiliki sikap ingin tahu, teliti dan
bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran
dan kritik, serta berfikir kritis dalam menerapkan konsep sifat koligatif larutan elektrolit dan
non elektrolit serta menganalisis data hasil percobaan dan mengkomunikasikan diskusi
kelompok.

D. Materi Pembelajaran
1. Sifat Koligatif Larutan Non Elektrolit
2. Sifat Koligatif larutan Elektrolit
E. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Scientific
Model Pembelajaran : Discovery Learning
Metode : diskusi, eksperimen, latihan dan penugasan

F. Media/Alat dan Bahan


1. PPT
2. Alat dan Bahan penunjang praktikum

G. Sumber Belajar
Internet (webpage / webblog), Lembar Kerja Siswa (LKS), Lembar Percobaan, Buku-Buku
Kimia SMA Kelas XII
H. Kegiatan Pembelajaran
PERTEMUAN 1 : 2JP
Kegiatan Langkah Deskripsi Kegiatan Alokasi
Guru Siswa
Pembelajaran Waktu
pendahulua Stimulation Mengucapkan Membalas salam 2 Menit
n (pemberian salam untuk dan mempersiapkan
rangsangan) mengawali buku-buku yang
pembelajaran akan digunakan
Mengecek serta memfokuskan
kehadiran siswa pikiran untuk
Meminta siswa
mengikuti
untuk
pembelajaran
mempersiapkan
buku-buku yang
dijadikan sumber
belajar
Guru memberikan Siswa menjawab 2 menit
apersepsi awal pertanyaan dengan
kepada siswa menceritakan
tentang materi pengalaman
yang akan mengenai es putar
diajarkan. dan kaitannya
Contoh : Guru dengan penambahan
memberikan contoh garam pada es
fenomena yang ada di dengan sopan,
sekitar kita kepada proaktif dan
siswa. Contohnya komunikatif
adalah pembuatan es
putar atau es goyang.
Meminta siswa yang
mempunyai
pengalaman seputar es
tersebut untuk
menceritakannya.
Intinya adalah tentang
penambahan garam
pada es sebagai
pendingin es putar.
Mengapa zat yang
ditambahkan di es
adalah garam,megapa
tidak zat lain, seperti
gula, pasir, dsb.

Guru memberikan Siswa menyimak 2 menit


gambaran dan menghargai
manfaat penyampaian
mempelajari guru
materi yang akan
diajarkan.
Contoh : setelah
selesai mempelajari
materi ini kalian akan
tahu rahasia dari
penjual es putar
mengapa
menambahkan garam
dalam es dan dapat
membedakan
kenaikan titik didih
da penurunan titik
beku larutan
elektrolit dan
nonelektrolit
Kegiatan Problem Mengamati Siswa mengamati 4 menit
Inti statemen (Observing) dengan teliti data
(Identifikasi Guru memberikan hasil percobaan
Masalah) data hasil titik didih dan
percobaan titik titik beku larutan
didih dan titik elektrolit dan
beku larutan nonelektrolit dan
elektrolit dan terus
nonelektrolit. mendengarkan
instruksi guru
Menanya
Guru menjawab (Questioning)
pertanyaan siswa Berbagai pertanyaan
yang mungkin diajukan
siswa, misalnya:
1. Mengapa titik
didih larutan
elektrolit lebih
tinggi dari pada
titik didih
larutan
nonelektrolit?
2. Mengapa titik
beku larutan
elektrolit lebih
rendah dari pada
titik beku
larutan
nonelektrolit?
Data Mengumpulkan Data Siswa menerima 30 menit
Collection (Experimenting) dengan santun
(Pengumpulan Guru LKS dan Lembar
Data) membagikan LKS Percobaan yang
kepada siswa dan diberikan guru
Siswa
Lembar
berkelompok
Percobaan
Guru dengan tertib
Siswa
mengarahkan
bertanggung
siswa untuk
jawab mengamati
membuat
dan mengukur
kelompok yang
perubahan suhu
melakukan
yang terjadi dan
percobaan
siswa berdiskusi
kenaikan titik
dengan proaktif,
didih dan
santun, cinta
kelompok yang
damai dan kritis
melakukan
Siswa
percobaankpenur
bertanggung
unan titik beku
jawab menulis
larutan NaCl dan
data hasil
gula pada
pengamatan
konsentrasi yang Siswa
sama yaitu 0,1m bertanggung
dan 0,2m jawab mencari
Guru
literatur tentang
mengarahkan
sifat koligatif
siswa untuk
larutan elektrolit
mengamati dan
dan nonelektrolit
mengukur
perubahan suhu
yang terjadi pada
larutan garam dan
gula dengan
konsentrasi sama
pada masing-
masing percobaan
dan membuat
data hasil
percobaan
Guru
mempersilahkan
siswa mencari
literatur tentang
sifat koligatif
larutan elektrolit
dan nonelektrolit
Data Mengolah Data Siswa mengamati 40 menit
Processing (Associating) dengan teliti dan
(Pengolahan Guru seksama data
Data) mengarahkan hasil pengamatan
Siswa
siswa untuk
bertanggung
mengamati data
jawab dalam :
hasil pengamatan
1. mengelompokkan
Guru
larutan sampel
mengarahkan
berdasarkan sifat
siswa untuk :
1. mengelompokkan larutan elektrolit
larutan sampel dan larutan
berdasarkan sifat nonelektrolit
2. Membandingkan
larutan elektrolit
perbedaan
dan larutan
kenaikan titik
nonelektrolit.
2. Membandingkan didih larutan
perbedaan NaCl 0,1m
kenaikan titik dengan gula
didih larutan NaCl 0,1m.
0,1m dengan gula 3. Membandingkan
0,1m. perbedaan
3. Membandingkan
kenaikan titik
perbedaan
didih larutan
kenaikan titik
NaCl 0,2m
didih larutan NaCl
dengan gula
0,2m dengan gula
0,2m.
0,2m. 4. Menyimpulkan
4. Menyimpulkan
perbedaan titik
perbedaan titik
didih larutan
didih larutan
elektrolit dan
elektrolit dan
nonelektrolit dari
nonelektrolit dari
data hasil
data hasil
percobaan.
percobaan. 5. Membandingkan
5. Membandingkan
perbedaan
perbedaan
penurunan titik
penurunan titik
beku larutan
beku larutan NaCl
NaCl 0,1m
0,1m dengan gula
dengan gula
0,1m.
0,1m.
6. Membandingkan
6. Membandingkan
perbedaan
perbedaan
penurunan titik
penurunan titik
beku larutan NaCl
beku larutan
0,2m dengan gula
NaCl 0,2m
0,2m.
dengan gula
0,2m.
Verification Guru Siswa
(Pembuktian) mengarahkan menghubungkan
siswa untuk konsentrasi
menghubungkan (fraksi mol,
konsentrasi (fraksi molalitas, dan
mol, molalitas, molaritas) dengan
dan molaritas) sifat koligatif
dengan sifat larutan) elektrolit
koligatif larutan) dan nonelektrolit
elektrolit dan dengan melihat
nonelektrolit literatur.
dengan melihat
literatur
Mengkomunikasikan Siswa
(Communiting) bertanggung
Guru jawab
mengarahkan mempresentasika
siswa untuk n hasil percobaan
membuat laporan di depan kelas dan
hasil percobaan bertanggung
dan menunjuk jawab dalam
beberapa membuat
kelompok secara rangkuman
acak untuk tentang poin-poin
mempresentasikan pembelajaran yang
nya ke depan kelas sudah diperoleh.
dan membuat
rangkuman
tentang poin-poin
pembelajaran yang
sudah diperoleh.
Kegiatan Generalization Guru menuntun siswa Siswa menyimak 10 menit
Penutup (Menarik untuk dapat dan menghargai
Simpulan) menyimpulkan hasil penjelasan guru
yang diperoleh dari
hasil pembelajaran hari
ini.

Contoh:
Apa yang dapat kita
simpulkan dari
pembelajaran yang
telah dilakukan
pada hari ini? (guru
meminta beberapa
siswa yang bersedia
menyebutkan
kesimpulan):
Titik didih larutan
elektrolit ternyata
lebih tinggi
daripada titik didih
larutan
nonelektrolit, hali
ini dilihat dari data
percobaan bahwa
larutan NaCl lebih
tinggi titik didihnya
daripada larutan
gula dengan
konsentrasi yang
sama.
Titik beku larutan
elektrolit ternyata
lebih rendah
daripada titik didih
larutan
nonelektrolit, hali
ini dilihat dari data
percobaan bahwa
larutan NaCl lebih
rendah titik
bekunya daripada
larutan gula dengan
konsentrasi yang
sama.
Memberikan tugas
tindak lanjut dengan
kegiatan membaca
materi selanjutnya.
Menginformasikan
rencana kegiatan
pembelajaran
selanjutnya.
Guru menutup
dengan salam

PERTEMUAN KEDUA : 2JP


Kegiatan Langkah Deskripsi Kegiatan Alokasi
Guru Siswa
Pembelajaran Waktu
pendahulua Stimulation Mengucapkan salam Membalas salam 2 Menit
n (pemberian untuk mengawali dan mempersiapkan
rangsangan) pembelajaran buku-buku yang
Mengecek kehadiran akan digunakan
siswa serta memfokuskan
Meminta siswa
pikiran untuk
untuk
mengikuti
mempersiapkan
pembelajaran
buku-buku yang
dijadikan sumber
belajar
Menanyakan, siapa Menjawab 5 menit
yang masih ingat pertanyaan guru
tentang hasil dengan sopan,
pengamatan penuh percaya diri
kemarin? dan proaktif :
Menanyakan pada konsentrasi
kembali siapa yang yang sama titik
tahu alasan Siswa didih larutan
menjawab pada elektrolit lebih
konsentrasi yang tinggi daripada
sama titik didih larutan nonelektrolit
larutan elektrolit dan titik beku
lebih tinggi larutan elektrolit
daripada larutan lebih rendah
nonelektrolit dan daripada larutan
titik beku larutan nonelektrolit.
lebih Siswa menyimak
elektrolit
dan menghargai
rendah daripada
penyampaian guru
larutan
nonelektrolit.
Guru
menyampaikan
tujuan pembelajaran
Kegiatan Problem Menampilkan Mengamati 3 menit
Inti statemen gambar (Observing)
(Identifikasi submikroskopis Siswa mengamati
Masalah) larutan elektrolit dan gambar yang
nonelektrolit. ditampilkan guru
dengan seksama
Guru Menanya 5 menit
mempersilahkan (Questioning)
siswa untuk Berbagai pertanyaan
bertanya yang mungkin
Guru menjawab diajukan siswa,
pertanyaan siswa misalnya:
dengan singkat dan Mengapa partikel
jelas larutan elektrolit
lebih banyak
daripada larutan
nonelektrolit?
Adakah pengaruh
jumlah partikel
terhadap sifat
koligatif larutan?
Data Guru membagi Mengumpulkan data 15 menit
Collection siswa dalam (Experimenting)
(Pengumpulan kelompok Mencari literatur
Guru menyuruh
Data) tentang sifat
siswa mencari
koligatif larutan
literatur tentang sifat
elektrolit dan
koligatif larutan
nonelektrolit secara
elektrolit dan
aktif dan
nonelektrolit.
bertanggung jawab
Guru membagikan
dalam kelompok
LKS kepada siswa
Menerima LKS
Guru memantau
yang diberikan guru
siswa dalam
dengan sopan dan
mengerjakan soal-
santun
soal yang terdapat di
Menghitung
LKS
banyaknya partikel
pada gambar
submikroskopis
larutan elektrolit dan
nonelektrolit.
Mengamati contoh
macam-macam
larutan elektrolit dan
nonelektrolit.
Menuliskan reaksi
ionisasi berbagai
larutan elektrolit.
NaCl Na+ + Cl-
KCl K+ + Cl-
MgCl2 Mg2+ +
2Cl-
BaCl2 Ba2+ + 2Cl-
CH3COOH
CH3COO- + H+
Data Guru mengarahkan Mengolah Data 40 menit
Processing dan memfasilitasi (Associating)
(Pengolahan siswa selama Menghitung
Data) mengolah data banyaknya partikel
Guru menjawab
pada masing-masing
pertanyaan yang
sampel.
dilontarkan siswa Menuliskan
selama mengolah persamaan reaksi
data kesetimbangan asam
lemah AxBy.
Menentukan jumlah
zat dalam keadaan
mula-mula, terurai,
dan setimbang.
Menentukan
persamaan molalitas
total partikel
Menuliskan
persamaan rumus
vant Hoff
i = 1 + (n-1)
Menghitung jumlah
partikel (n) larutan
elektrolit
menentukan harga i
larutan elektrolit
menghubungkan
nilai n terhadap
harga
imenghubungkan
nilai terhadap
harga i
Menghubungkan
harga i larutan
elektrolit kuat
dengan penurunan
tekanan uap (P)
Menghubungkan
harga i larutan
elektrolit kuat
dengan kenaikan
titik didih (Tb)
Menghubungkan
harga i larutan
elektrolit kuat
dengan penurunan
titik beku (Tf)
Menghubungkan
harga i larutan
elektrolit kuat
dengan tekanan
osmosis ()
Menuliskan rumus-
rumus sifat koligatif
larutan elektrolit dan
nonelektrolit yang
nantinya siswa akan
menuliskan seperti
berikut ini:
Menghitung sifat
koligatif (penurunan
tekanan uap,
kenaikan titik didih,
penurunan titik beku
dan tekanan
osmosis) larutan
elektrolit dan
nonelektrolit pada
konsentrasi sama.
Membandingkan
hasilnya.

Verification Guru meminta Mengomunikasikan 10 menit


(Pembuktian) perwakilan (Networking)
kelompok untuk Siswa bertanggung
mempresentasikan jawab
hasil diskusinya di mempresentasikan
depan kelas hasil diskusinya di
Guru mengarahkan
depan kelas
siswa membuat Membuat
rangkuman rangkuman tentang
pembelajaran poin-poin
pembelajaran yang
sudah diperoleh.
Kegiatan Generalization Menyimpulkan Siswa menyimak 10 menit
Penutup (Menarik perbedaan sifat dan menghargai
Simpulan) koligatif larutan penjelasan guru
Siswa bertanggung
elektrolit dan
jawab memberikan
nonelektrolit
pendapat mengenai
Contoh:
kesimpulan
Apa yang dapat kita
pembelajaran
simpulkan dari
Siswa membalas
pembelajaran yang
salam guru
telah dilakukan pada
hari ini? (guru
meminta beberapa
siswa yang bersedia
menyebutkan
kesimpulan):
Sifat koligatif
larutan elektrolit
lebih besar daripada
larutan nonlektrolit,
hal ini akibat
dipengaruhi oleh
jumlah partikel
larutan elektrolit
yang lebih banyak
karena terurai
menjadi ion-ionnya
yang nilainya
ditentukan dengan
faktor vant Hoff.
Memberikan tugas
mengerjakan latihan
soal dan tugas
membaca materi
selanjutnya.
Menginformasikan
rencana kegiatan
pembelajaran
selanjutnya.
Menutup pertemuan
dengan salam

I. Lampiran
1. Materi
Sifat koligatif larutan adalah sifat yang bergantung hanya pada jumlah partikel (atom,
molekul, ion) zat terlarut dalam larutan dan tidak bergantung pada jenis zat pelarut.
a) Sifat koligatif larutan nonelektrolit
1. Penurunan Tekanan Uap Larutan
Penurunan tekanan uap jenuh yaitu tekanan uap jenuh pelarut murni dikurangi tekanan
uap jenuh larutan. Jika zat sukar menguap, maka tekanan uap jenuh larutan > tekanan uap
jenuh pelarut murni (air). Dirumuskan sebagai berikut:
P = P - P
Keterangan:
P = penurunan tekanan uap jenuh
Po = tekanan uap jenuh pelarut murni
P = tekanan uap jenuh larutan
Fraksi mol dirumuskan sebagai berikut:
Fraksi mol zat pelarut:
nA
XA =
nA+nB
Fraksi mol zat terlarut:
nB
XB =
nB+n A
Keterangan:
nA = mol zat pelarut
nB = mol zat terlarut
XA + XB = 1
Zat terlarut semakin banyak = penurunan uap makin besar. Francois M. Raoult merumuskan
besarnya penurunan tekanan uap (P) sebagai berikut:
P = XA . Po
P = X B . Po
Keterangan:
P = penurunan tekanan uap jenuh
P0 = tekanan uap jenuh pelarut murni
P = tekanan uap jenuh larutan
XA = fraksi mol zat pelarut
XB = fraksi mol zat terlarut

2. Kenaikan Titik Didih (Tb)


Pendidihan terjadi karena panas meningkatkan gerakan atau energi kinetik, dari molekul
yang menyebabkan cairan beradapada titik di mana cairan itu menguap, tidak peduli berada
di permukaan teratas atau di bagian terdalam cairan tersebut. Titik didih cairan berhubungan
dengan tekanan uap. Bagaimana hubungannya? Coba perhatikan penjelasan berikut ini..
Apabila sebuah larutan mempunyai tekanan uap yang tinggi pada suhu tertentu, maka
molekul-molekul yang berada dalamlarutan tersebut mudah untuk melepaskan diri dari
permukaan larutan. Atau dapat dikatakan pada suhu yang sama sebuah larutan mempunyai
tekanan uap yang rendah, maka molekulmolekul dalam larutan tersebut tidak dapat dengan
mudah melepaskan diri dari larutan. Jadi larutan dengan tekanan uap yang lebih tinggi
pada suhu tertentu akan memiliki titik didih yang lebih rendah. Cairan akan mendidih ketika
tekanan uapnya menjadi sama dengan tekanan udara luar. Titik didih cairan pada tekanan
udara760 mmHg disebut titik didih standar atau titik didih normal. Jadi yang dimaksud
dengan titik didih adalah suhu pada saat tekanan uap jenuh cairan itu sama dengan tekanan
udara luar (tekanan pada permukaan cairan). Telah dijelaskan di depan bahwa tekanan
uap larutan lebihrendah dari tekanan uap pelarutnya. Hal ini disebabkan karena zat terlarut
itu mengurangi bagian atau fraksi dari pelarutsehingga kecepatan penguapan berkurang
Selisih titik didih larutan dengan titik didih pelarut disebut kenaikan titik didih (Tb).
Tb = titik didih larutan titik didih pelarut)
Menurut hukum Raoult, besarnya kenaikan titik didih larutan sebanding dengan hasil kali
dari molalitas larutan (m) dengan kenaikan titik didih molal (Kb). Oleh karena itu, kenaikan
titik didih dapat dirumuskan seperti berikut.
Tb = Kb m
Keterangan:
Tb = kenaikan titik didih molal
Kb = tetapan kenaikan titik didih molal
m = molalitas larutan

Contoh :
Natrium hidroksida 1,6 gram dilarutkan dalam 500 gram air. Hitung titik didih larutan
tersebut! (Kb air = 0,52 Cm-1, Ar Na =23, Ar O = 16, Ar H = 1)
Penyelesaian:
Diketahui : m = 1,6 gram p = 500 gram Kb = 0,52 Cm-1
Ditanya : Tb ?
Jawab :
Tb = m Kb
massa 1000
= x x Kb
Mr p( gr pelarut )
= 0,04 2 0,52 C
Tb = 0,0416 C
Td = 100 C + Tb
= 100 C + 0,0416 C
= 100,0416 C
Jadi, titik didih larutan NaOH adalah 100,0416 C.
3. Penurunan Titik Beku(Tf)
Penurunan titik beku pada konsepnya sama dengan kenaikan titik didih. Larutan
mempunyai titik beku yang lebih rendah dibandingkan dengan pelarut murni.
Selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan dinamakan penurunan titik
beku larutan ( Tf = freezing point).
Tf = Titik beku pelarut titik beku larutan
Menurut hukum Raoult penurunan titik beku larutan dirumuskan seperti berikut.
Tf = m Kf
Keterangan:
f T = penurunan titik beku, m = molalitas larutan, Kf = tetapan penurunan titik beku molal
Soal -soaL Latihan Penurunan Titik Beku (C)
1) Untuk menaikkan titik didih 250 mL air menjadi 100,1 C ditambahkan gula. Jika
tekanan udara luar 1 atm (Kb = 0,5Cm-1), hitung jumlah zat gula yang harus
ditambahkan.
2) Larutan urea 0,1 molal dalam air mendidih pada suhu 100,05 C. Pada volume yang
sama, larutan glukosa 0,1 molal dan sukrosa 0,3 molal dicampurkan. Hitung titik
didih campuran tersebut!
3) Campuran sebanyak 12,42 gram terdiri dari glukosa dan sukrosa dilarutkan dalam 100
gr air. Campuran tersebut mendidih pada suhu 100,312 C (Kb air = 0,52 Cm-1).
Tentukan massa masing-masing zat dalam campuran jika tekanan udara pada saat itu
1 atm!
4) Hitung titik beku suatu larutan yang mengandung 1,19 gram CHI3 (Mr CHI3 = 119)
yang dilarutkan dalam 50 gram benzena dengan Kf benzena = 4,9!
5) Dalam 900 gram air terlarut 30 gram suatu zat X (Mr = 40). Larutan ini membeku
pada suhu -5,56 C. Berapa gram zat X harus dilarutkan ke dalam 1,2 kilogram air
agar diperoleh larutan dengan penurunan titik beku yang sama?
Adanya zat terlarut pada suatu larutan tidak hanya memengaruhi tekanan uap saja, tetapi
juga memengaruhi titik didih dan titik beku. Pada larutan dengan pelarut air, kita dapat
memahami hal tersebut dengan mempelajari diagram fase air pada Gambar berikut.
Gambar 2. Diagram fase air
Adanya zat terlarut pada suatu larutan menyebabkan penurunan tekanan uap yang
mengakibatkan terjadinya penurunan garis kesetimbangan antarfase sehingga terjadi kenaikan
titik didih dan penurunan titik beku.
4. Tekanan Osmosis
Adakalanya seorang pasien di rumah sakit harus diberi cairan infus. Sebenarnya apakah
cairan infus tersebut? Larutan yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien melalui pembuluh
darah haruslah memiliki tekanan yang sama dengan tekanan sel-sel darah. Apabila tekanan
cairan infus lebih tinggi maka cairan infus akan keluar dari sel darah. Prinsip kerja infus ini
pada dasarnya adalah tekanan osmotik. Tekanan di sini adalah tekanan yang harus
diberikan pada suatu larutan untuk mencegah masuknya molekul-molekul solut melalui
membran yang semipermiabel dari pelarut murni ke larutan. Sebenarnya apakah osmosis itu?
Cairan murni atau larutan encer akan bergerak menembus membran atau rintangan untuk
mencapai larutan yang lebih pekat. Inilah yang dinamakan osmosis. Membran atau rintangan
ini disebut membran semipermiabel. Tekanan osmotik termasuk dalam sifat-sifat koligatif
karena besarnya hanya tergantung pada jumlah partikel zat terlarut.
J.H. Vant Hoff menemukan hubungan antara tekanan osmotik larutan-larutan encer dengan
persamaan gas ideal, yang dituliskan seperti berikut:
V = nRT
Keterangan:
= tekanan osmotik,
V = volume larutan (L),
n = jumlah mol zat terlarut,
R = tetapan gas (0,082 L atm mol-1K-1)
T = suhu mutlak (K)

Persamaan dapat juga dituliskan seperti berikut.


nRT
=
V
Ingat bahwa n/V merupakan kemolaran larutan (M), sehingga persamaan dapat diubah
menjadi :
= MRT
Contoh :
Seorang pasien memerlukan larutan infus glukosa. Bilakemolaran cairan tersebut 0,3 molar
pada suhu tubuh 37 C, tentukan tekanan osmotiknya! (R = 0,082 L atm mol-1K-1)
Penyelesaian:
Diketahui : M = 0,3 mol L1
T = 37 C + 273 = 310 K
R = 0,082 L atm mol-1K-1
Ditanya : ?
Jawab :
= 0,3 mol L-1 0,082 L atm mol-1K-1 310 K
= 7,626 L
b) Sifat Koligatif Larutan Elektrolit
Tahukah kamu bahwa larutan terdiri dari larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit.
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Sifat koligatif
larutan nonelektrolit telah kita pelajari di depan, bagaimana dengan sifat koligatif dari
larutan elektrolit?Larutan elektrolit memiliki sifat koligatif yang lebih besar daripada
nonelektrolit.
Perbandingan harga sifat koligatif larutan elektrolit dengan larutan nonelektrolit
dinamakan dengan faktor Vant Hoff dan dilambangkan dengan i. sehingga untuk larutan
elektrolit berlaku rumus:
1. P = XA P i
2. Tb = K m i
3. f Tf = K m i
4. = M RT i
Keterangan :
i = faktor van,t hoff = 1 + (n 1)
n = jumlah ion,
= derajat ionisasi

Contoh soal;
Pada suhu 37 C ke dalam air dilarutkan 1,71 gram Ba(OH)2 Sehingga volume 100 mL (Mr
Ba(OH)2 = 171). Hitung besar tekanan osmotiknya! (R = 0,082 L atm mol-1K-1)
Penyelesaian:
Diketahui : m = 1,71 gram
V = 100 mL = 0,1 L
Mr Ba(OH)2 = 171
R = 0,082 L atm mol-1K-1
T = 37 C = 310 K
Ditanya : ?
Jawab : Ba(OH)2 merupakan elektrolit.
Ba(OH)2 Ba2+ + 2 OH, n = 3
mol Ba(OH)2 = gram/Mr =1,71 gram/171 = 0,01 mol
M = n/V
= 0,01 mol/0,1 L
= 0,1 mol L-1
=MRTi
= 0,1 mol L-1 0,082 L atm mol-1K-1 310 K (1 + (3 1)1)
= 7,626 atm

2. Lembar percobaan
LEMBAR PERCOBAAN

1. Judul :Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku

2. Tujuan : Mengamati pengaruh penambahan zat terlarut pada kenaikan titik didih dan
penurunan titik beku

3. Alat dan Bahan :

3.1 Alat
a. Gelas kimia

b. Gelas ukur

c. Lampu spiritus

d. Termometer

e. Pengaduk

f. Tabung reaksi

3.2 Bahan

a. Aquades

b. Gula

c. NaCl

d. Es batu

4. Cara Kerja :

4.1 Kenaikan titik didih

a. Masukkan 50ml aquades ke dalam gelas kimia

b. Didihkan gelas kimia yang berisi aquades ke atas pembakar bunsen

c. Catat perubahan suhu yang terjadi setiap 30 detik sampai suhu tetap

d. Setelah selesai menentukan titik pelarut (aquades), buat larutan gula 0.1 m di dalam
gelas kimia

e. Didihkan di atas pembakar bunsen dan catat perubahan suhunya sampai diperoleh
suhu tetap

f. Ulangi langkah d-e dengan mengganti gula menjadi NaCl 0.1 m

4.2 penurunan titik beku

a. Isi gelas kimia dengan es batu kemudian tambahkan garam dapur

b. Masukkan aquades ke dalam reaksi yang berisi aquades ke dalam gelas kimia yang
berisi es

c. Masukkan tabung reaksi yang berisi aquades ke dalam gelas kimia yang berisi es

d. Dinginkan tabung reaksi ke dalam gelas kimia dan catat suhunya tiap 30 detik sampai
suhu tetap
e. Ulangi langkah b-d dengan mengganti aquades dengan larutan gula 0.1 m dan larutan
NaCl 0.1 m

5. Hasil pengamatan

No. Larutan titik didih kenaikan titik beku penuruna


Zat terlarut Kemolalan titik didih n titik
beku

3. Instrumen penilaian
A. Instrumen Penilaian Sikap
1. Lembar Observasi Sikap

a. Sikap pada kegiatan Praktikum

Lembar Penilaian pada Kegiatan Praktikum

Mata Pelajaran : Kimia


Kelas/Semester: XII/1
Topik: Sifat Koligatif Larutan
Judul Praktikum: Mengamati Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku Larutan
Indikator: Peserta didikmenunjukkan perilaku ilmiah disiplin, tanggung jawab, kerjasama, teliti kreatif dan
peduli lingkungan dalam melakukan percobaan kimia

Peduli Nilai
Kerjasa
Disiplin Tanggung Teliti Kreatif Lingku Jumlah
No Nama Siswa ma
jawab ngan Skor

1. .....................
2.
......

Rubrik Penilaian Nilai observasi pada saat praktikum


Skor 4 = sangat baik
Skor 3 = baik Jumlah Skor
Skor 2 = cukup Nilai= x 100
24
Skor 1 = kurang

b. Sikap pada saat Diskusi

Lembar Penilaian pada Kegiatan Diskusi


Mata Pelajaran: Kimia
Kelas/Semester: XII / 1
Topik: Sifat Koligatif Larutan
Judul Praktikum: Mengamati Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku Larutan Elektrolit dan
Nonelektrolit
Indikator : Peserta didik menunjukkan perilaku kerjasama, rasa ingin tahu, santun, dan komunikatif sebagai
wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.

Jumlah
Rasa ingin
No Nama Siswa Kerja sama Santun Komunikatif Skor Nilai
tahu
1. ................
2. ................
...
.

Rubrik Penilaian Nilai observasi pada saat diskusi


Skor 4 = sangat baik
Skor 3 = baik Jumlah Skor
Skor 2 = cukup Nilai= x 100
16
Skor 1 = kurang

2. Lembar Penilaian Diri

a. Penilaian diri setelah peserta didik belajar Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan
Nonelektrolit

Penilaian Diri
Topik:...................... Nama: ................
Kelas: ...................
Setelah mempelajari materi Sel elektrolisis, Anda dapat melakukan penilaian diri dengan cara memberikan
tanda Vpada kolom yang tersedia sesuai dengan kemampuan.

N Pernyataan Sudah memahami Belum memahami


o

1. Memahami konsep sifat koligatif larutan


2. Memahami hubungan konsentrasi zat dengan sifat koligatif
larutan
3. Menentukan titik didih larutan elektrolit dan nonelektrolit
4. Menentukan titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolit
5 Membedakan titik beku dan titik dididh larutan elektrolit
dan nonelektrolit pada konsentrasi yang sama

b. Penilaian diri setelah melaksanakan tugas proyek Praktik Penyepuhan Logam.

Penilaian Diri
Tugas:............................ Nama:..........................
Kelas:..............................

Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda V pada kolom yang sesuai dengan keadaan
dirimu yang sebenarnya.
No Pernyataan YA TIDAK
1 Selama melakukan tugas kelompok saya bekerjasama dengan
teman satu kelompok
2 Saya melakukan tugan sesuai jadwal
3 Saya mencatat data dengan teliti dan sesuai dengan fakta
4 Saya melakukan tugas sesuai dengan jadwal yang telah dirancang
5 Sebelum melakukantugas terlebih dahulu saya membaca literatur
yang mendukung tugas
Rubrik Penilaian Nilai
Jika menjawab Ya, Skor= 2 Jumlah skor
Jika menjawab Tidak, Skor= 1 Nilai= x 100
2 x jumlah pernyataan

3. Format penilaian antar peserta didik

Penilaian antar Peserta Didik

Topik: Sel Elekrolisis. Nama Teman yang dinilai: Amanda


Tanggal Penilaian: .30 -08 -2015 Nama Penilai:Bayu

- Amati perilaku temanmu dengan cermat selamat mengikuti pembelajaran Kimia


- Berikan tanda v pada kolom yang disediakan berdasarkan hasil pengamatannu.

N Dilakukan/muncul
Perilaku
o YA TIDAK
1. Mau menerima pendapat teman
2. Memaksa teman untuk menerima pendapatnya
3. Memberi solusi terhadap pendapat yang bertentangan
4. Mau bekerjasama dengan semua teman
5. Disiplin pada saat belajar

4. Format Jurnal

JURNAL
B. Aspek yang diamati: . I
Nama Peserta Didik:
Kejadian : . . n
Tanggal: . Nomor peserta Didik: s
. t
r
Catatan Pengamatan Guru:
............................................................................................................................ u
.................................................................................................................. m
.................................................................................................... e
n
Penilaian Pengetahuan
a. Soal Pilihan Ganda .
Soal Pilihan Ganda

Topik: Sifat Koligatif Larutan Nama : ........................


Tanggal Kuis: ........... Kelas : ...........................

Pilihlah jawaban dengan memberikan tanda silang pada yang benar

Indikator Soal 1: Disajikan rumus molekul beberapa senyawa dengan konsentrasi


sama, peserta didik dapat menentukan zat yang memiliki titik didih paling tinggi secara
tepat.

1. Di antara kelima larutan berikut ini, larutan yang memiliki titik didih paling
tinggi adalah...
A. C12H22O11 0.1 m
B. Mg(NO3)2 0,1 m
C. Al2(SO4)3 0,1 m
D. NaCl 0,1 m
E. C6H5OH 0,1 m

Indikator Soal 2: disajikan rumus molekul beberapa senyawa dengan konsentrasi sama,
peserta didik dapat menentukan menentukan larutan yang memiliki titik beku paling
rendah

2. Larutan yang mempunyai titik beku paling rendah (diketahui molalitas larutan
sama = 0,10 molal) adalah .
A. C12H22O11
B. CuSO4
C. C6H12O6
D. NiCl2
E. NH4NO3
Indikator Soal 3 : diketahui beberapa senyawa elektrolit dan nonelektrolit dengan
dengan konsentrasinya, peserta didik dapat menentukan dengan tepat larutan mana yang
memiliki titik didih sama.
3. Diketahui beberapa senyawa berikut :
I. NaCl 0,2 m
II. CO(NH2)2 0,3 m
III. C12H22O11 0,1m
IV. H2SO4 0,1 m
V. Al2(SO4)3 0,1 m
Di atara kelima larutan tersebut, larutan manakah yang memiliki titik didih
sama? (Kb air = 0,52 )
A. I dan II
B. I dan III
C. II dan IV
D. III dan IV
E. III dan V
Indikator Soal 4 : diketahui beberapa senyawa elektrolit dan nonelektrolit dengan
dengan konsentrasinya, peserta didik dapat memilih dengan tepat larutan mana yang
memiliki titik beku paling rendah?
4. Di atara kelima larutan tersebut, larutan manakah yang memiliki titik beku
paling tinggi? (Kf air 1,86 m/0C)
A. C6H5OH 0,03 m
B. Mg(NO3)2 0,02 m
C. NaCl 0,02 m
D. Na3PO4 0,03 m
E. AlCl3 0,015 m

Indikator Soal 5 : diketahui beberapa senyawa dengan konsentrasi sama, peserta didik
dapat menentukan dengan tepat larutan mana yang memiliki tekanan osmotik paling
besar
5. Di antara larutan 0,01 M berikut ini, larutan yang mempunyai tekanan osmotik
paling besar adalah ....
A. NaCl
B. CO(NH2)2
C. C12H22O11
D. H2SO4
E. Al2(SO4)3

Indikator Soal 6 : diberikan contoh suatu larutan nonelektrolit berikut konsentrasinya,


peserta didik dapat menentukan larutan mana yang isotonik dengan larutan pada contoh.
6. Larutan manakah di bawah ini yang akan isotonik dengan larutan C12H22O11 0,6
M.
A. NaNO3 0,6 M
B. CO(NH2)2 0,2 M
C.K2SO4 0,3 M
D. AlCl3 0,15 M
E. Al2(SO4)3 0,1 M

Indikator soal 7 : disajikan diagram fasa dua jenis larutan dengan konsentrasi berbeda
dan pelarut murni. Peserta didik dapat menentukan titik didih larutan dengan
konsentrasi yang lebih besar.

7. Gambar di bawah adalah diagram PT air, larutan urea 0,1 m dan 0,2 m.
Manakah berikut ini yang menyatakan titik beku larutan urea 0,2 m?

P (mmHg)
A D P
R
F
C

Q
E
B
B
Suhu (0C)

A. E
B. D
C. P
D. R
E. A

Indikator soal 8 : diberikan salah satu contoh larutan elektrolit dilengkapi dengan
konsentrasinya, peserta didik dapat menentukan dengan tepat larutan mana yang
memiliki tekanan osmotik sama.

8. Larutan 5,8% NaCl dalam air akan memiliki tekanan osmotik sama dengan .
A. larutan sukrosa 5,8% dalam air
B. larutan 5,8% glukosa dalam air
C. larutan 0,2 molal sukrosa
D. larutan 1 molal glukosa
E. larutan 4 molal glukosa
Kunci Jawaban
Soal Pilihan Ganda:

No 1 2 3 4 5 6 7 8
Jawaban C D C D E D E C

Bobot soal masing-masing 1


Jumlah Skor
Nilai= x 100
6
C. Instrumen Penilaian Kompetensi Keterampilan

Instrumen Penilaian Praktik

Topik : SIFAT KOLIGATIF LARUTAN


KI: Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta
bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan.

KD:
Indikator : Merangkai alat Praktikum Sifat Koligatif Larutan dan Melakukan Percobaan dengan Benar

Lembar Pengamatan

Topik: Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

Kelas: xii

Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Akhir Jumlah


No Nama
Percobaan Percobaan Percobaan Skor

1.
2.

Rubrik

Keterampilan
No Skor Rubrik
yang dinilai
1 Persiapan 30 - Alat-alat sudah tersedia, tertata rapih sesuai dengan keperluannya
Percobaan(Menyia - Bahan-bahan/larutan untuk percobaan sudah disiapkan di meja
pkan alat Bahan) praktikum
- Lembar kegiatan praktikum tersedia
- Menggunakan jas laboratorium
20 Ada 3 aspek yang terpenuhi
10 Ada 2 aspek yang terpenuhi
2 Pelaksanaan 30 - Membersihkan alat praktikum sebelum digunakan
Percobaan - Menuangkan larutan pada wadah yang disediakan dengan jumlah
tepat
- Memanaskan larutan untuk mengukur titik didih dengan benar
- Mendinginkan larutan untuk mengukur titik beku dengan benar
- Menggunakan termometer dengan tepat

20 Ada 4 aspek yang tersedia


10 Ada 2 aspek tang tersedia
3 Kegiatan akhir 30 - Membuang larutan atau sampah ketempatnya
praktikum - Membersihkan alat dengan baik
- Membersihkan meja praktikum
- Mengembalikan alat ke tempat semula
20 Ada 3 aspek yang tersedia
10 Ada 2 aspek tang tersedia

Instrumen Penilaian Proyek

Mata Pelajaran: Kimia Guru Pembimbing:


Nama Proyek:Praktik Sifat Koligatif Nama Peserta didik:
Larutan Kelas:XII B
Alokasi Waktu: satu minggu

No. ASPEK SKOR (1 - 5)


1 PERENCANAAN :
a. Rancangan Alat
- Alat dan bahan
- Gambar
b. Uraian cara menggunakan alat
2 PELAKSANAAN :
a. Keakuratan Sumber Data / Informasi
b. Kuantitas Sumber Data
c. Analisis Data
d. Penarikan Kesimpulan
3 LAPORAN PROYEK :
a. Sistematika Laporan
b. Performans
c. Presentasi
TOTAL SKOR