Anda di halaman 1dari 5

POTENSI TANAMAN RUMPUT PASPALUM

NOTATUM SEBAGAI AGEN FITOREMEDIASI TANAH YANG


TERKONTAMINASI LIMBAH MINYA BUMI

Putra Maulana
Univesitas Negeri Semarang
e-mail: putra5213415062genap@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian fitoremediasi tanah tercemar minyak bumi menggunakan beberapa metode yaitu RAL,
Rancangan Acak Kelompok (Randomized Block Design), dan juga dengan penambahan air salin. pada
tanah tercemar minyak bumi. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan vegetative tanaman rumput
yang terdiri dari biomasa kering, tinggi tanaman, jumlah anakan, dan panjang akar setelah 4 bulan
tanam. Selain itu juga dilakukan analisis kadar TPH pada tanah yang telah ditanami rumput-rumputan
selama 4; 9; dan 12 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis tanaman rumput yang
diteliti adalah efektif untuk digunakan sebagai tanaman fitoremediasi tanah tercemar minyak bumi. P.
notatum dapat direkomendasikan sebagai agensia pada fitoremediasi lahan yang tercemar minyak bumi
hingga 4%. Untuk tanah tergenang (lahan basah) yang tercemar minyak, S. grossus dapat dianjurkan
digunakan.

Kata kunci: Tanah tercemar minyak bumi, fitoremediasi, rumput-rumputan, total petroleum hydrocarbon

PENDAHULUAN beracun dalam tanah atau air dengan


menggunakan bantuan tanaman. Pada roses
Indonesia merupakan negara kepulauan fitoremediasi tumbuhan, dapat dilakukan
yang mempunyai kekayaan sumberdaya melalui beberapa mekanisme antara lain:
alam yang melimpah. Salah satunya yaitu fitoekstraksi, rizofiltrasi, fitodegradasi,
indonesia mempunyai sumber minyak bumi fitostabilisasi, fitovolatilisasi (Priyanto &
yang tersebar di berbagai wilayah mulai dari Prayitno 2000: 1).
wilayah Sumatra hingga ujung Papua. Faktor-faktor yang mempengaruhi
Dalam pemanfaattannya minyak bumi di keberhasilan fitoremediasi yaitu kemampuan
ambil dengan cara pengeboran(drilling). daya akumulasi berbagai jenis tanaman
Kebutuhan akan minyak bumi yang terus untuk berbagai jenis polutan dan
meningkat turut menyebabkan meningkatnya konsentrasi; sifat kimia dan fisika, serta sifat
kegiatan produksi minyak bumi. Selain fisiologi tanaman; jumlah zat kimia
menghasilkan produk minyak mentah (crude berbahaya; mekanisme akumulasi dan
oil), produksi minyak bumi juga hiperakumulasi ditinjau secara fisiologi,
menghasilkan limbah minyak bumi. biokimia, dan molekular; serta penggunaan
Limbah minyak bumi yang mencemari konsentrasi limbah yang tepat sangat
lingkungan dapat mengganggu kesehatan menentukan keberhasilan pada proses
manusia serta mahluk hidup lainnya. Maka fitoremediasi (Kurniawan 2008: 2).
dari itu harus ada penanganan terhadap tanah Seleksi jenis tanaman yang dapat
yang terkontaminasi minyak bumi. Oleh digunakan untuk fitoremediasi suatu bahan
karena itu diperlukan metode pengolahan pencemar merupakan suatu tahapan yang
limbah yang bisa digunakan secara efisien sangat penting. Menurut Jones dkk. (2004),.
dan ramah lingkungan. Salah satu metode
alternatif pengolahan limbah tersebut adalah
fitoremediasi. Fitoremediasi didefinisikan
teknologi pembersihan, penghilangan atau
pengurangan polutan berbahaya, seperti
logam berat, pestisida, dan senyawa organik
Fitoremediasi merupakan fungsi dari kyllingia Endl., Eleusine indica (L.)
Gaertn., dan Fimbristylis acuminata Vahl
akar (root function), sehingga fitoremedian dalam fitoremediasi karena diduga
yang digunakan harus mempunyai sistem tumbuhan ini mampu mengurangi
perakaran yang kuat dan sebaran perakaran pencemaran hidrokarbon pada tanah. Hal
ini berdasarkan penelitian Aprill & Sims
yang baik. (1990 dalam Alexander 1994: 335)
Berbagai macam tanaman telah Digunakannya metode RAL dalam
diketahui memiliki potensi untuk digunakan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
sebagai fitoremediasi senyawa hidrokarbon. kemampuan beberapa jenis rumput dalam
Kelompok tanaman seperti rumput-rumputan fitoremediasi limbah minyak bumi pada
berpotensi sangat besar dibandingkan berbagai konsentrasi, yang akan dikaji
dengan tanaman lainnya. Rumput-rumputan berdasarkan nilai penurunan TPH (total
mempunyai kemampuan yang tinggi sebagai petroleum hidrokarbon), berat basah
fitoremedian karena sistem perakarannya tanaman, dan karakter pertumbuhan
yang sangat banyak, kuat, dan menyebar tanaman.
dalam tanah. Sistem perakaran rumput Dari metode RA, dapat disimpulkan
mempunyai luas permukaan maksimum (per bahwa Rumput F. acuminata, C. kyllingia,
m2 tanah) daripada tanaman lainnya serta C. dactylon dan E. indica mempunyai
mampu menembus ke dalam tanah sampai 3 kemampuan fitoremediasi yang sama
m (Aprill & Sims, 1990). dalam penurunan TPH. Konsentrasi
Perlakuan limbah minyak bumi yang
HASIL DAN PEMBAHASAN berbeda-beda mempengaruhi penurunan
TPH dan pertumbuhan rumput.Rumput F.
Dari beberapa referensi jurnal, acuminata dan C. kyllingia masih dapat
didapatkan tujuan dari beberapa penelitian tumbuh dengan baik pada konsentrasi
yang sudah dilakukan yaitu untuk limbah 2,5%; rumput C. dactylon pada
mengetahui faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi keberhasilan fitoremidiasi. konsentrasi 5% dan E. indica pada
Kelayakan suatu tanaman untuk dapat konsentrasi 7,5%. Rumput E. indica pada
dijadikan agen fitoremidiasi dapat ditinjau konsentrasi 7,5% mempunyai berat basah
dari jenis tanaman dan kemampuan daya
akumulasi tanaman untuk berbagai jenis tertinggi yaitu 125,1 g dengan penurunan
polutan yang di timbulkan dari limbah TPH 6,19%. Karakter morfologi rumput
minyak bumi .
Maka dari itu dilakukan penelitian akibat perlakuan limbah minyak bumi
dengan untuk dapat menyeleksi tanaman- adalah : daun mengalami klorosis, tepi
tanaman yang paling efektif dan efesien dan pucuk daun mengkerut dan terjadi
serta cocok untuk digunakan
fitoremidiasi.penentuan tanaman yang akan reduksi panjang akar.
dijadikan agen fitoremediasi menjadi sangat Kemudian metode lainnya yang juga
penting karena kualitas rizodeposisi(faktor dijadikan penelitian untuk menyeleksi
yang mendorong kehadiran mikroba ke
rizosfer) bergantung pada jenis tumbuhan beberapa jenis rumput yaitu Rancangan
Selain itu, kualitas rizodeposisi ini Acak Kelompok (Randomized Block
menentukan jenis mikroba pendegradasi
minyak yang dapat berasosiasi dengan Design). Dengan menggunakan empat
tumbuhan tersebut. jenis tanaman rumput, yakni Eleusine
Kemudian dalam fitoremediasi ini
bagian dari suatu tumbuhan yang sangat indica (EI),Paspalum notatum (PN),
penting adalah bagian akar, karena dibagian Setaria splendida (SS), dan Stenotaphrum
akar akan berlangsung aktivitas enzimatis secundatum (SD). Dari metode ini tujuan
dan juga terdapat populasi mikroba yang
nantinya berperan untuk mendegradasi utamanya untuk mengetahui efektifitas
minyak didalam tanah yang ditanami empat tanaman rumput-rumputan tersebut
tumbuhan tersebut. Komponen toksik yang
berada dalam minyak seperti senyawa fenol sebagai tanaman fitoremediasi tanah
dan PAH akan didegradasi oleh mikroba tercemar minyak bumi.
yang berada pada akar tumbuhan. Karena itu Dari metode rancangan acak kelompok
diperlukan tanaman yang memiliki sitem
perakaran banyak,kuat, dan menyebar didapatkan hasil Setelah 12 bulan tanam,
didalam tanah. Kelompok tanaman seperti keempat jenis tanaman rumput yang
rumput-rumputan memiliki potensi yang
besar dibanding tanaman yang lain. Karena terdiri Eleusine indica, Paspalum
rumput memiliki sistem perakaran yang notatum, Setaria splendida, dan
banyak dan menyebar kedalam tanah. Ada Stenotaphrum secundatum dapat berperan
beberapa jenis tanaman yang uji coba
dengan beberapa metode. Dari berbagai dalam proses remediasi tanah tercemar
metode yang digunakan salah satunya minyak bumi yang mengandung TPH
metode RAL dengan Pemanfaatan rumput
Cynodon dactylon (L.) Pers., Cyperus rata-rata 3,42%. Persen penurunan kadar
Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) jenis rumput yang paling efektif dan
tertinggi diperoleh dari tanah yang ditanami efesien serta paling cocok untuk dijadikan
rumput Paspalum notatum yaitu 38,81%, fitoremedian.
kemudian diikuti oleh rumput Eleusine Dengan menggunakan metode yang
indica 38,69%, rumput Setaria splendida sama Percobaan ini bertujuan melihat
36,34%, dan rumput Stenotaphrum pengaruh penambahan minyak mentah
secundatum 29,32%. segar terhadap pertumbuhan P. notatum
Kemudian dalam penelitian lain juga di dan S. grossus serta degradasi minyak
digunakan beberapa jenis rumput yang sama total dari sistem. Toleransi rumput
hanya saja dengan metode percobaan yang terhadap minyak dinilai dari komponen
berbeda yaitu dengan penambahan air salin. pertumbuhan vegetatif dan kapasitas
Sehingga Dalam percobaan ini akan degradasi minyak dinilai dari sisa minyak
dilihat pengaruh penambahan air salin yang ada dalam tanah pada akhir
terhadap pertumbuhan rumput dan degradasi inkubasi.
minyak. Toleransi rumput terhadap minyak Dari percobaan yang sudah dilakukan
dinilai dari komponen pertumbuhan didapatkan hasil bawah cekaman minyak
vegetatif dan kapasitas degradasi minyak mentah segar, P. notatum cenderung
dinilai dari sisa minyak yang ada dalam menurunkan alokasi biomassa terutama
tanah pada akhir inkubasi. untuk tunas, sehingga nisbah tunas
Hasil yang dapat disimpulkan dari terhadap akar menurun.
percobaan ini yaitu rumput mempunyai P. notatum merupakan jenis rumput
kemampuan untuk menghilangkan
yang mendorong terjadinya tingkat
minyak dari tanah antara 32% hingga
50% dalam waktu 12 minggu.Dari sisi degradasi minyak tertinggi, yaitu hingga
morfologi, sifat perakaran, dan toleransi 45,12%.
terhadap salinitas, P. notatum adalah
terbaik, diikuti oleh S. grossus, S.
splendida, E. indica, dan B.
humidicola.Dari sisi kapasitas
mendegradasi minyak, jenis rumput
Paspalum notatum dan Scirpus grossus
dapat dianjurkan untuk diteliti lebih
lanjut.

Sehingga dari berbagai metode dalam


penelitian yang sudah dilakukan dan
diujicobakan ada 2 jenis rumput yang sangat
berpotensi dijadikan fitoremedian yaitu jenis
rumput Paspalum notatum dan Scirpus
grossus.
Kemudia diadakan percobaan lagi dari 2
jenis tumput tersebut untuk mendapatkan 1
KESIMPULAN
Sulistyono, Suntoro, Dan Masyukri M.. 2012.Kajian
Dampak Tumpahan Minyak Dari Kegiatan Operasi
Pada keseluruhan P. notatum Kilang Minyak Terhadap Kualitas Air Dan
merupakan jenis rumput yang Tanah(Studi Kasus Kilang Minyak Pusdiklat Migas
Cepu).Jurnal EKOSAINS Universitas Sebelas Maret.
mendorong terjadinya tingkat degradasi Surakarta
minyak tertinggi, yaitu hingga 45,12%. Salim Fadliah Dan Suryati Tuti. 2014. Firoremediasi
Tanah Terccemar Minyak Bumi Menggunakan Empat
Maka dari itu P. notatum sangat Jenis Rumput.Jurnal Riset Industri. Balai Teknologi
direkomendasikan untuk fitoremediasi. Lingkungan, Bppt
Jones R, W Sun, CS Tang, FM Robert. 2004.
Dan S. Grossus juga bisa sebagai Phytoremediation Of Petroleum Hydrocarbons In
Tropical Coastal Soils.
alternatif apabila lahan yang tercemar II. Microbial Response To Plant Roots And
basah dan tergenang air Contaminant. Environ Sci Pollut Research
11:340-346.
Ristiati Ni Putu Dan Mulyadiharjo Sanusi. 2014.
Pengembangan Briket Jerami Padi(Oryza Sativa)
Yang Mengadung Isolat Bakteri Pendegradasi
SARAN Minyak Bumi Sebagai Upaya Mengatasi Pencemaran
Diperairan Laut.Jurnal Sains Dan Teknologi.
Jika menggunakan fitoremediasi Undhiksa Singaraja
pada lahan yang tercemar mintak bumi Merkl N, R Schultze- Kraft, C Infante, 2005.
hingga 4% sebaiknya menggunakan . Assessment Of Tropical Grasses And Legumes
P. Notatum. Kemudian apabila lahan yg For Phytoremediation Of Petroleum Contami-
Nated Soils. Water Air Soil Pollut. 165:195-209.
tercemar basah dan tergenang air maka, Kurniawan Hasan Fuad. 2014. Bioremidiasi Pencemaran
S. grossus dapat dianjurkan digunakan. Minyak Di Sedimen Pantai Balongan, Indramayu.
Jurnal Teknik Sipil Dan Lingkungan
Safitiani, Thontowi Ahmad, Yetti Elvi, Suryani Dan
Yopi. 2016. Pertumbuhan Optimal Bakteri Laut
DAFTAR PUSTAKA
Pseudomonas Aeruginosa LBF-1-0132 Dalam
Senyawa Piren.Jurnaln Biologi Indonesia. IPB, Bogor
Priyanto, B. 2012. Toleransi Lima Jenis Rumput Yulianti, R., 2009, Uji Kemampuan Beberapa Jenis
Terhadap Minyak Dan Kapasitas Degradasinya Rumput Dalam Fitoremediasi Limbah Minyak
Dalam Sistem Fitoremediasi. J Teknol Bumi PT. Pertamina UBEP Limau Prabumulih
Lingkungan. 13: Sumatera Selatan, Skripsi, Fakultas Matematika
Nugroho, A, 2006, Biodegradasi Sludge Minyak Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
Bumi Dalam Skala Mik-Rokosmos, Jurnal Makara Sriwijaya, 48 Hlm
Nashikin Roksun Dan Shovitri Maya. 2013. Isolasi
Teknolo-Gi, Vol. 1 No. 2, Nopember 2006,
Dan Karakterisasi Bakteri Pendegradasi Solar Dan
Jakarta Bensin Dari Perairan Pelabuhan Gresik. Jurnal
Nuryatini Dan Edi Iswanto Wiloso, 2010, Uji Metode SAINS Dan SENI POMITS. ITS. Surabaya
Analisis Minyak Terdispersi Dalam Air, Jurnal
Teknologi Indonesia, No. 262/AU/
P2MBI/05/2010
Marsaoli, M., 2004, P 116-122, Kandun-Gan Bahan
Organik N-Alkana, Aromatik Dan Total
Hidrokarbon Dalam Sedimen Di Perairan Raha
Kab, Muna, Sulawesi Tenggara, Jurnal Makara
Saints, Vol 8 No.3, Desember, Ternate
Plebon M.J., 2008, TORR The Next Gen-Eration At
Hidrocarbon Extraction From Water, Journal Of
Canadian Petroleum Tecnology 43,9, 1-
Razikin R. K, A. Mudjiharjati, Dan T. C. Setiawati.
2015. Uji Tanaman Bayam (Amaranthus Tricolor)
Dan Rumput Gajah (Pennisetun Purpureum)
Sebagai Agen Fitoremediasi Pada Tanah Tercemar
Logam Pb Dan Cd . Berkala Ilmiah Pertanian 1