Anda di halaman 1dari 109

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL LINGKAR LUAR BOGOR (BORR)


SEKSI IIB

(Pekerjaan Erection Box Girder dengan Launching Gantry)

Oleh :

MUHAMAD BASTIAN

147011098

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI SILIWANGI

TASIKMALAYA

2017
LEMBAR PENGESAHAN

PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL LINGKAR LUAR BOGOR


(BORR) SEKSI IIB

(Pekerjaan Erection Box Girder dengan Launching Gantry)

Oleh :

MUHAMAD BASTIAN

147011098

Mengetahui, Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Sipil Pembimbing

HERIANTO, MT PENGKI IRAWAN, S.TP.,M.Si.


NIDN. 04129077002 NIP. 19861116 201504 1 001

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang mana atas rahmat
dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Kerja Praktek ini. Penulis
juga mengucapkan banyak terimakasih kepada :

1. Orang tua dan keluarga tercinta yang telah memberikan doa dan dorongan
semangat yang berarti bagi penulis dalam menyusun laporan ini.
2. Bapak H. Herianto, S.T., M.T. selaku ketua Program Studi Teknik Sipil
Universitas Siliwangi.
3. Bapak Pengki Irawan S. TP., M.Si. sebagai Dosen pembimbing dalam
penulisan Kerja Praktek.
4. Bapak Izzet Hekmatyar, S.T, Bapak Ariful dan Bapak Raga selaku
Pembimbing Kerja Praktek dan Pelaksana yang telah memberikan pengetahuan
tentang dilapangan.
5. Teman-teman seperjuangan di proyek pembangunan Jalan Tol BORR seksi
IIB, dan Rekan rekan mahasiswa sipil yang senantiasa mendukung
terwujudnya tulisan ini.
6. Semua pihak yang terkait baik langsung maupun tidak langsung yang tidak
dapat disebutkan satu per satu.

Akhir kata penulis menyadari bahwa Laporan Kerja Praktek ini masih jauh
dari sempurna. Untuk itu kritik dan saran dari para pembaca sangat diharapkan demi
penyempurnaan laporan di masa yang akan datang. Semoga Laporan Kerja Praktek
ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya.

Tasikmalaya, September 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI

iii
DAFTAR GAMBAR

iv
DAFTAR TABEL

v
DAFTAR LAMPIRAN

vi
PENDAHULUAN

1 PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kota Bogor dan Kabupaten Bogor yang merupakan bagian dari wilayah
JABODETABEK (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi) telah menjadi
penyangga Ibukota Negara Republik Indonesia yaitu Jakarta. Hal ini
mengakibatkan pertumbuhan wilayah yang sangat cepat. Kota Bogor dan
Kabupaten Bogor difungsikan sebagai wilayah pengembangan yang akan mampu
menampung berbagai jenis kegiatan yaitu perumahan, industri, pertanian,
pariwisata dan lain-lain. Salah satu permasalahan yang dihadapi Kota Bogor dan
Kabupaten Bogor adalah masalah lalu lintas. Permasalahan lalu lintas di Kota
Bogor terutama saat ini adalah kemacetan lalu lintas di beberapa simpul rawan
macet yang diakibatkan oleh tundaan arus lalu lintas. Beberapa penyebabnya antara
lain. kegiatan bisnis, Banyaknya perlintasan kereta api (waktu perlintasan setiap 9
menit), Jumlah angkutan kota yang terlalu banyak, Banyaknya jumlah pekerja di
Jakarta tetapi bertempat tinggal di Kota Bogor yang menggunakan kendaraan
pribadi, Kurangnya interchange atau jalan tembus berkualifikasi arteri sekunder
/kolektor primer.

Menurut Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Bogor, solusi dari
permasalahan lalu lintas yang diharapkan antara lain Pembangunan fly over
terutama pada daerah perlintasan kereta api di pusat kota merupakan konsekuensi
yang harus ditempuh, meskipun dengan biaya yang relatif mahal, sehingga perlu
investor. Diharapkan akses baru tersebut dapat memberikan tingkat pelayanan yang
lebih baik bagi masyarakat Bogor untuk dapat masuk ke Jagorawi maupun untuk
perjalanan di dalam Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Salah satu alternatif yang
diharapkan dapat memberikan solusi adalah dengan membangun Jalan Toll Bogor
Outer Ring Road. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bogor No. 1 Tahun 2001
tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bogor, rencana trase Jalan Toll Bogor
Outer Ring Road termasuk dalam sistem jaringan jalan arterisekunder, sedangkan
berdasarkan Peraturan Daerah No. 17 Tahun 2000 tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Kabupaten Bogor, trase Jalan Toll Bogor Outer Ring Road yang berada di
Kabupaten Bogor termasuk dalam sistem jaringan jalan kolektor primer.

1-1 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PENDAHULUAN

Pembangunan Jalan Toll Bogor Outer Ring Road merupakan kegiatan yang
sesuai dengan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Bina Marga tahun 2005-2009.
Salah satu Rencana Strategis Direktorat Jenderal Bina Marga adalah terbangunnya
jalan tol sepanjang 1.697 km di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi, diantaranya adalah
Pembangunan Jalan Tol Bogor Outer Ring Road.

Pembangunan jalan Toll BORR ini dikerjakan oleh PT Wijaya Karya


(Persero) Tbk sebagai Kontraktor Pelaksana. Kontraktor ini berjalann di bidang jasa
konstruksi dengan jenis BUMN/Publik, alasan saya melaksanakan Kerja Praktek di
PT Wijaya Karya Tbk, karena saya ingin melakukan Kerja Praktek di Proyek yang
cukup besar agar mendapatkan ilmu yang belum pernah saya dapat dan melihat
penerapan materi-materi yang di dapat di perkuliahan terhadap pekerjaan yang
sedang dilakukan. Perusahan ini merupakan perusahaan pemerintah dan memiliki
banyak proyek yang cukup besar, Jalan Toll BORR berjenis jalan layang yang
memebuat saya semakin tertarik untuk mengerjakan Kerja Praktek di PT Wijaya
Karya Tbk.

Maksud dan Tujuan

1.2.1 Maksud dan Tujuan Kerja Praktek

Salah satu tujuan pendidikan Program Studi Sarjana Teknik Sipil Fakultas
Teknik Universitas Siliwangi Tasikmalaya adalah mencetak tenaga kerja yang
profesional. Untuk mencapai tujuan tersebut tidaklah cukup jika mahasiswa hanya
menerima pendidikan di bangku kuliah yang berupa teori saja, untuk itu dalam
upaya untuk memperluas pengetahuan pada mahasiswa dan menambah
pengalaman, diadakan suatu program yaitu Kerja Praktek.

Adapun maksud dan tujuan dari Kerja Praktek, antara lain:

1. Mengembangkan penguasaan ilmu dan teknologi didunia luar kampus


yang akan memberikan bekal pengalaman, keterampilan komprehensif
bagi mahasiswa didunia kerja, serta dapat mengetahui kebutuhan dunia
luar.
2. Mempelajari proses pelaksanaan kontruksi struktur terutama pada metode
pelaksanaan Erection Box Girder dengan mengguanakan Launching
Gantry.

1-2 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PENDAHULUAN

3. Mengamati pelaksanaan pekerjaan dari Pile Cap hingga Box Girder

1.2.2 Maksud dan tujuan Proyek

Jalan TOLL merupakan jalan bebas hambatan yang di khususkan untuk


kendaraan yang bersumbu lebih dari dua (mobil,truk,bus) dan bertujuan untuk
mempersingkat waktu dari satu tempat ke tempat lain.

Adapun maksud dan tujuan dibangun proyek Jalan Toll BORR :

1. Meminimalisir kemacetan dan memperlancar lalu lintas di kota Bogor.


2. Meningkatkan pemerataan hasil pembangunan dan keadilan.
3. Meningkatkan pelayanan distribusi barang dan jasa guna menunjang
pertumbuhan ekonomi.
4. Meringankan beban dana pemerintah melalui partisipasi pengguna jalan.
5. Meningkatkan mobilitas dan aksebilitas manusia dan barang.

Ruang Lingkup Proyek

Kerja Praktek (KP) yang dilaksanakan di Proyek Pembangunan Jalan Toll


BORR Seksi IIB yaitu berlangsung selama 90 hari kalender terhitung mulai tanggal
17 Juli 2017 sampai dengan 17 Oktober 2017, berdasarkan Surat Tugas Kerja
Praktek No : 0128/UN58.04/AK/2017 atas nama Dekan Fakultas Teknik
Universitas Siliwangi. Karena keterbatasan waktu, maka kerja praktek yang
dilaksanakan tidak dapat melakukan pengamatan pelaksanaan pekerjaan secara
menyeluruh. Oleh karena itu membatasi masalah-masalah yang akan dibahas,
terbatas pada bagian-bagian pekerjaan yang berlangsung selama kurun waktu kerja
praktek saja, antara lain :

1. Tinjauan Umum

Mengenai gambaran umum Proyek Pembangunan Jalan Toll BORR Seksi IIB

2. Tinjauan Khusus

Mengamati proyek pembangunan selama masa kerja praktek yaitu Pekerjaan


Pile Cap, Pier (Kolom), Pier Head, Dan di titik beratkan terhadap Pekerjaan
Erection Box Girder menggunakan Launching Gantry.

1-3 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PENDAHULUAN

Metode Pengumpulan Data

Dalam penyusunan laporan kerja praktek ini mahasiswa diharuskan


mengumpulkan data-data dengan lengkap dari awal persiapan proyek hingga
berjalannya sebuah proyek itu.

Adapun data yang diperoleh sebagai berikut :

1. Observasi, yaitu dengan cara pengamatan secara langsung atas objek


penelitian.
2. Pengumpulan Data, pengumpulan data ini dilakukan dengan konsultasi
langsung dengan pembimbing dari bagian tempat pekerjaan dengan alat
bantu soft drawing , white board, data perencanaan, dan juga gambar atau
foto-foto di lapangan.
3. Wawancara (interview), yaitu mengadakan wawancara atau tanya jawab
langsung kepada beberapa bagian yang terkait dengan penyususan laporan
ini.
4. Studi Pustaka, Yaitu pengumpulan data secara teoritis denagn bantuan
bermancam macam buku yang berhubungan dengan proses pengerjaan
proyek ini.

Sistematika laporan kerja praktek

BAB I : Pendahuluan

Pada BAB ini di bahas tentang Latar Belakang Proyek,


Maksud dan Tujuan Kerja Praktek, Ruang Lingkup Kerja
Praktek, Metode Pengumpulan Data, dan Sistematika
penulisan

BAB II : Gambaran Umum Proyek

Pada Bab ini dijelaskan mengenai Gambaran umum proyek,


Deskripsi Proyek yang berisi tentang Paparan identifikasi
Proyek, Persiapan, Organisasi Proyek, Nilai Proyek serta
Rencana Pelaksanaan dan Pembiayaan Proyek.

BAB III : Tinjauan Khusus Kerja Praktek

1-4 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PENDAHULUAN

Pada bab ini di jelaskan tentang Pekerjaan Erection Box


Girder dengan Launching Gantry hingga Prosses Stressing
(Prategang)

BAB IV : Pelaksanaan dan Pengawasan Pekerjaan Pada bab ini di


bahas mengenai pelaksanaan dan pengawasan Proyek,
bahan, alat dan Sumber daya Manusia

BAB V : Kesimpulan dan Saran

Pada bab ini penyusun mencoba memberikan kesimpulan


dan saran yang seobjektif mungkin. Juga disertakan daftar
pustaka, lampiran-lampiran untuk memudahkan pembaca
dalam menelaah isi laporan Kerja Praktek

1-5 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

2 GAMBARAN UMUM PROYEK

Deskripsi Proyek

Proyek yang di selenggarakan oleh PT.MARGA SARANA JABAR ini


merupakan kelanjutan dari seksi I,II A, rute jalan dari sentul selatan hingga kedung
badak. Meninjau dari lokasi proyek ini memang merupakan sebuah lokasi yang
cukup ramai dengan penduduk, karena merupakan pusat pembelanjaan, bisnis lokal
hingga internasional.

Dengan dibangunya proyek ini di harapkanakan membantu mengurangi


tingkat kemacetan di daerah kota bogor dan memudahkan beberapa koneksi antar
kota-kota besar. Seperti, Jakarta,Bogor,dan Depok.

Lokasi pekerjaan adalah di Kota Bogor, tepatnya pada jalan KH. Soleh
Iskandar dalam ruas Kedung Badak sampai dengan Yasmin. Jalur yang merupakan
jalanan tempat aktifitas warga sekitar melaksanakan kegiatan berbisnis dan
aktifitas lainya.

Data Umum Proyek

2.2.1 Data Teknis Proyek

Data- data teknis proyek secara umum adalah sebagai berikut :

Nama Proyek : Proyek Pembangunan Jalan Toll Bogor


Outer Ring Road Seksi IIB

Alamat : Jalan KH Soleh Iskandar, Kota Bogor

Jenis Proyek : Jalan Infrastruktur

Waktu Pelaksanaan : 510 Hari Kalender atau 17 Bulan

Masa Pemeliharaan : 365 Hari

Masa Performa : 730 Hari

Jenis Kontrak : Kontrak Lump Sump

Nilai Kontrak : Rp. 852.650.153.600,00

Pemilik Proyek ( owner ) : PT. Marga Sarana Jabar

2-5 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

Konsultan MK ( Pengawas ) : PT. Purnajasa KSO

PT. Wira Nusantara Bumi

Konsultan PMI : PT. Perenjtana Djaja

Kontraktor Pelaksana : PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Luas total bangunan : 2,66 KM

Dalam pembagunan jalann Toll BORR ini yang di laksanakan oleh


Kontraktor Pt.Wijaya Karya (Ruas Kedung Badak Simpang Yasmin) Sta 5+236
Sta 7+896 terbagi dalam beberapa item pekerjaan, seperti pekerjaan struktur
bawah dimulai dari Bore pile dan Pile Cap, dan di bagian struktur atas dimulai dari
Pier,Pier Head, dan Erection Box Girder. Dalam laporan ini penulis hanya menitik
beratkan pada pekerjaan Pile Cap, Pier,Pier Head dan Erection Box Girder dengan
Gantry.

Panjang paket seksoal yang dikerjakan oleh Pt. Wijaya Karya (Persero) pada
proyek jalan Tol BORR seksi IIB ini sepanjang 2660 dengan rincian pekerjaan
sebagai berikut :

1. Bore pile

Bored pile adalah suatu jenis pondasi tiang yang memiliki syarat kedalaman
tertentu. Pekerjaan Bored pile yang direncanakan dalam proyek ini adalah 1,2 m
di Main Road, dan 0,8 m di On ramp & Off ramp, dengan kedalaman yang
bervarisai pada setiap titiknya. Pekerjaan di Main Road dimulai dari titik P 31
sampai dengan titik P 86 terdapat 400 titik Bored pile dengan 1,2 m. untuk di
Off ramp dan On Ramp terdapat 138 titik bore 0.8m dan 16 titik Bore 1,2m.
untuk keseluruh titik Bored Pile pada Prroyek Jalan Tol BORR seksi IIB terdapat
554 titik Bored Pile dengan dua jenis diameter Bored Pile yaitu 1,2 & 0,8 m.
Dimensi Bored Pile di Main Road, On Ramp & Off ramp tercantum pada table 2-1
sampai dengan 2-3.

2-5 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
Gambar 2- 1 Lokasi Proyek Jalan Toll BORR Seksi II B

2-6 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
Gambar 2- 2 Layout Pekerjaan Proyek Jalan Toll BORR Seksi II

2-7 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

a. Dimensi Bored Pile Main Road :

Tabel 2- 1 Dimensi Bored Pile Main Road

Diameter Tiang Bor Kedalaman Tiang


No Pier Jumlah Tiang Bor
(mm) Bor (M)
P31 D1200 8 25
P32 D1200 6 25
P33 D1200 8 37
P34EJ D1200 8 36
P35 D1200 8 35
P36 D1200 8 26
P37 D1200 8 25
P38EJ D1200 8 25
P39 D1200 6 35
P40 D1200 8 25
P41 D1200 8 30
P42EJ D1200 8 45
P43 D1200 8 36
P44 D1200 8 36
P45 D1200 8 38
P46EJ D1200 8 38
P47 D1200 6 30
P48 D1200 6 30
P49 D1200 6 30
P50EJ D1200 6 32
P51 D1200 6 32
P52 D1200 6 30
P53 D1200 6 30
P54EJ D1200 6 32
P55 D1200 6 32
P56 D1200 6 28
P57 D1200 6 28
P58EJ D1200 8 50
P59 D1200 8 36
P60 D1200 6 37
P61 D1200 8 37
P62EJ D1200 8 30
P63 D1200 8 25
P64 D1200 6 35
P65 D1200 6 35
P66EJ D1200 8 40
P67 D1200 6 40
P68 D1200 6 40
P69 D1200 6 25
P70EJ D1200 8 25
P71 D1200 8 35

2-8 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

P72 D1200 6 40
P73 D1200 8 27
P74EJ D1200 8 48
P75 D1200 8 38
P76 D1200 6 25
P77 D1200 6 25
P78EJ D1200 8 35
P79 D1200 6 36
P80 D1200 6 31
P81 D1200 8 31
P82EJ D1200 8 32
P83 D1200 8 30
P84 D1200 8 25
P85 D1200 8 25
P86EJ D1200 8 25

b. Bored pile On dan Off Ramp

Tabel 2- 2 Dimensi Bore Pile Off Ramp

Diameter Tiang Jumlah Tiang Kedalaman


No. Pier
Bor (mm) Bor Tiang Bor (M)
A1 D1200 8 40
R1 D800 4 20
R2 D800 4 20
R3 D800 4 25
R4 D800 4 25
R5 D800 4 25
R6 D800 4 25
R7 D800 4 27
R8 D800 4 27
R9 D800 4 27
R10 D800 4 27
R11 D800 4 27
R12 D800 4 27
R13 D800 4 27
R14 D800 4 27
R15 D800 4 27
R16 D800 4 27
R17 D800 4 27
R18 D800 4 27
Tabel 2- 3 Dimensi Bored Pile On Ramp

Diameter Tiang Jumlah Tiang Kedalaman


No. Pier
Bor (mm) Bor Tiang Bor (M)
A1 D1200 8 40

2-9 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

R1 D800 4 20
R2 D800 4 20
R3 D800 4 25
R4 D800 4 25
R5 D800 4 25
R6 D800 4 25
R7 D800 4 27
R8 D800 4 27
R9 D800 4 27
R10 D800 4 27
R11 D800 4 27
R12 D800 4 27
R13 D800 4 27
R14 D800 4 27
R15 D800 4 27
R16 D800 4 27

c. Pier atau Kolom

Tabel 2- 4 Dimensi Pier (Kolom)

No. Pier H1 H2 H3
P31 10,6 4,0 6,6
P32 11,1 4,0 7,1
P33 11,2 4,0 7,2
P34EJ 11,8 4,3 7,5
P35 12,0 4,0 8
P36 11,9 4,0 7,9
P37 12,0 4,0 8
P38EJ 12,1 4,3 7,8
P39 12,1 4,0 8,1
P40 12,3 4,0 8,3
P41 12,0 4,0 8
P42EJ 11,8 4,3 7,5
P43 11,7 4,0 7,7
P44 12,3 4,0 8,3
P45 11,8 4,0 7,8
P46EJ 11,9 4,3 7,6
P47 11,8 4,0 7,8
P48 11,7 4,0 7,7
P49 11,7 4,0 7,7
P50EJ 12,3 4,3 8
P51 12,4 4,0 8,4
P52 12,7 4,0 8,7
P53 12,5 4,0 8,5
P54EJ 12,5 4,3 8,2

2-10 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

P55 12,6 4,0 8,6


P56 12,1 4,0 8,1
P57 11,9 4,0 7,9
P58EJ 12,3 4,3 8
P59 12,2 4,0 8,2
P60 11,9 4,0 7,9
P61 11,8 4,0 7,8
P62EJ 11,8 4,3 7,5
P63 11,7 4,0 7,7
P64 11,9 4,0 7,9
P65 12,1 4,0 8,1
P66EJ 12,6 4,3 8,3
P67 12,2 4,0 8,2
P68 12,2 4,0 8,2
P69 12,0 4,0 8
P70EJ 11,8 4,3 7,5
P71 11,8 4,0 7,8
P72 11,6 4,0 7,6
P73 11,3 4,0 7,3
P74EJ 12,0 4,3 7,7
P75 12,7 4,0 8,7
P76 12,3 4,0 8,3
P77 12,1 4,0 8,1
P78EJ 11,8 4,3 7,5
P79 11,8 4,0 7,8
P80 11,7 4,0 7,7
P81 12,1 4,0 8,1
P82EJ 12,1 4,3 7,8
P83 12,1 4,0 8,1
P84 12,1 4,0 8,1
P85 12,1 4,0 8,1
P86EJ 12,1 4,3 7,8

2.2.2 Persiapan Proyek

Sebelum melakukan sebuah proyek sangat dibutuhkan adanya persiapan


proyek, dalam semua proyek seperti proyek Jalan Raya, Jalan Toll, Bandara,
Bendungan, Konstruksi Bangunan,dan lain sebagainya.

Karena sebuah proyek harus dengan rencana yang matang, maka dari itu
harus di butuhkan beberapa persiapan yang matang untuk beranjak ke suatu
pelaksanaan proyek. Bahkan persiapan harus sudah dilakukan disaat tender dan
penawaran tender dilakukan. beberapa persiapan harus dilakukan untuk

2-11 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

menghasilkan perencanaan yang efisien, namun mampu mencapai semua pekerjaan


yang di laksanakan.

Adapun pekerjaan persiapan yang harus dilakukan dalam pelaksanaan proyek


konstruksi, antara lain :

Perencanaan Site Plan


Perhitungan Kebutuhan Sumber Daya
Pembuatan Shop Drawing
Pengadaan Material untuk Pekerjaan Persiapan
Mobilisasi Peralatan
Pelaksanaan di Lapangan

Pelelangan

Pelelangan (tender) adalah suatu proses kegiatan penawaran pekerjaan yang


ditawarkan oleh pemilik proyek (owner) kepada kontraktor, yang bertujuan untuk
memilih salah satu pelaksana pekerjaan yang memenuhi syarat.

Penggunaan tender pada suatu proyek merupakan salah satu proses untuk
pengadaan kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan. Pelelangan dapat dilaksanakan
setelah semua persiapan pembuatan rencana kerja telah selesai dikerjakan.

Dalam kegiatan ini owner dapat mencari kontraktor terbaik dengan melihat
harga termurah dengan kulitas yang yang sangat baik, namun tidak merugikan
kedua belah pihak antara owner dan kontraktor.

Dalam tender terdapat dua pihak terkait, yaitu :

1. Pihak Owner sebagai pihak yang melelangkan


2. Kontraktor sebagai pihak yang mengikuti pelelangan.

Pelelangan berdasarkan keputusan Presiden No.54 Tahun 2010, dibagi


menjadi beberapa cara, antara lain :

2-12 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

1. Pelelangan Umum

Pelelangan Umum adalah metode pemilihan Penyedia Barang / Pekerjaan,


Konstruksi / Jasa Lainnya untuk semua pekerjaan yang dapat diikuti oleh semua
Penyedia Barang / Pekerjaan Konstruksi / Jasa Lainnya yang memenuhi syarat.

2. Pelelangan Terbatas

Pelelangan terbatas adalah metode pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstruksi


untuk Pekerjaan Konstruksi dengan jumlah Penyedia yang mampu melaksanakan
diyakini terbatas dan untuk pekerjaan yang kompleks.

3. Pelelangan Sederhana

Pelelangan Sederhana adalah metode pemilihan Penyedia Barang / Jasa


Lainnya untuk pekerjaan yang bernilai paling tinggi Rp. 200.000.000,00 (dua ratus
juta rupiah).

4. Pemilihan Langsung

Pemilihan Langsung adalah metode pemilihan Penyedia Pekerjaan


Konstruksi untuk pekerjaan yang bernilai paling tinggi Rp.200.000.000,00 (dua
ratus juta rupiah).

5. Penunjukan Langsung

Penunjukan Langsung adalah metode pemilihan Penyedia Barang/Jasa


dengan cara menunjuk langsung 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa.

6. Pengadaan langsung

Pengadaan Langsung adalah metode pemilihan Penyedia Barang / Jasa


langsung kepada Penyedia Barang / Jasa, tanpa melalui pelelangan / Seleksi /
Penunjukan Langsung. Pengadaan langsung dapat dilakukan bertahap terhadap
Penyedia Barang / Pekerjaan Konstruksi / Jasa Lainnya yang bernilai paling tinggi
Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah), dengan ketentuan sebagai berikut:

Merupakan kebutuhan operasinal Kementrian / Lembaga / Satuan


Kerja Perangkat Daerah / Instansi Lainnya
Teknologi Sederhana
Resiko kecil

2-13 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

Dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa Usaha orang-perseorangan


dan/atau badan usaha kecil serta koperasi kecil, kecuali untuk paket
pekerjaan yang menuntut kompetensi teknis yang tidak dapat dipenuhi
oleh Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Kecil.

Adapun prosedur pelelangan yaitu :

1. Pengumuman dari pemberi tugas pada rekanan untuk ikut prakualifikasi.


Pengumuman tersebut berisi antara lain nama, lokasi dan jenis proyek serta
jadwal prakualifikasi melalui surat kabar nasional atau di tempat-tempat
penting yang biasa diketahui khalayak ramai.
2. Perusahaan yang berminat mendaftarkan diri dan melakukan permohonan
untuk mendapatkan dokumen prakualifikasi yang berisi antara lain struktur
organisasi rekanan, pengalaman, sarana yang dimiliki, keadaan keuangan
dan lain-lain.
3. Bila dokumen prakualifikasi sudah diisi oleh rekanan dan dikembalikan
pada pemberi tugas, kemudian dianalisis oleh pemberi tugas dan ditentukan
rekanan yang lulus prakualifikasi dan diadakan pengumuman pada rekanan
yang lulus prakualifikasi.
4. Perusahaan yang dinyatakan lulus pada proses prakualifikasi memberikan
Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) yang berisi surat undangan
lelang, syarat-syarat mengikuti pelelangan, syarat-syarat umum kontrak,
spesifikasi, jadwal, informasi tambahan, gambar-gambar rencana, daftar
volume pekerjaan, daftar isian tender dan lain-lain.
5. Penjelasan pekerjaan berupa rapat penjelasan dan peninjauan lapangan.
6. Pemasukan penawaran diikuti pelelangan pada hari dan jam yang telah
ditetapkan.
7. Evaluasi atas penawaran yang dimasukan oleh penawar dan keputusan atas
penawar yang paling meyakinkan keputusan tersebut diumumkan ke
seluruh penawar yang turut serta dalam proses pelelangan.
8. Setelah didapat satu pemenang tersebut diberikan Surat Perintah Kerja
(SPK) dan Surat Pelaksanaan Lapangan (SPL).

2-14 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

2.3.1 Prosedur Pelelangan Toll Bogor Ring Road (BORR) Seksi IIB

Prosedur Pelelangan pada pembangunan Jalan Toll Bogor Ring Road Seksi
IIB Kota Bogor bersifat pelelangan umum, Dari hasil pelelangan tersebut,
berdasarkan kriteria kecakapan, kemampuan teknis, dan segi keuangan yang paling
menguntungkan, maka PT. Marga Sarana JABAR selaku pemilik proyek ini
memutuskan PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. Sebagai Kontraktor Pelaksana
Proyek Struktur, PT. Purnajasa KSO & PT. Wira Nusantara Bumi, sebagai
Konsultan Pengawas, PT. Perenjtana Djaja sebagai konsultan PMI.

Sistem Kontrak yaitu sistem kontrak biaya menyeluruh ( lumpsum fixed Price
) dan Kontrak Terima Jadi ( Turnkey ), dimana penyelesaian seluruh pekerjaan
dengan jangka waktu tertentu mempunyai jumlah harga yang pasti dan tetap, serta
semua resiko dalam penyelesaian pekerjaan ini ditanggung sepenuhnya oleh PT.
Wijaya Karya (Persero) Tbk. Sebagai Kontraktor Pelaksana Proyek Struktur dan
PT. Purnajasa KSO & PT. Wira Nusantara Bumi sebagai konsultan Pengawas
Manajemen Kontruksi.

Sistem Pembayaran yang disepakati yaitu system pembayaran Sesuai


Kemajuan Pekerjaan, dimana PT. Marga Sarana JABAR selaku owner membayar
kepada kontraktor berdasarkan kemajuan pekerjaan fisik sampai pekerjaan fisik
sukses 100%.

2.3.2 Sistem Kontrak dan Pembayaran

Elemen yang paling penting dalam suatu proses kerjasama antara berbagai
pihak untuk mewujudkan suatu sistem tertentu yang telah disepakati adalah
kontrak.

Kontrak kerja konstruksi dibuat secara terpisah sesuai tahapan dalam


pekerjaan yang terdiri dari kontrak kerja konstruksi untuk pekerjaan perencanaan,
kontrak kerja konstruksi untuk pekerjaan pelaksanaan dan kontrak kerja konstruksi
untuk pekerjaan pengawasan.

Pemilihan kontrak yang sesuai untuk suatu proyek konstruksi lebih


didasarkan dari karakteristik dan kondisi proyek itu sendiri. Ditinjau dari sudut

2-15 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

pandang pemilik proyek (owner), hal ini erat kaitannya dengan antisipasi dan
penanganan resiko yang ada pada proyek tersebut.

1. Kontrak Harga Satuan (Unit Price Contract)

Merupakan kontrak jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam jangka


waktu tertentu berdasarkan harga satuan yang pasti dan tetap untuk setiap satuan
pekerjaan dengan spesifikasi tertentu, dengan volume pekerjaan didasarkan pada
hasil pengukuran yang benar benar telah dilaksanakan. Penentuan harga satuan
ini harus mengakomodasi semua biaya yang mungkin terjadi seperti biaya
overhead, keuntungan, biaya biaya tak terduga dan biaya mengantisipasi resiko.

2. Kontrak Biaya plus Jasa ( Cost Plus Fee Contract )

Merupakan kontrak jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam jangka


waktu tertentu, dimana jenis jenis pekerjaan dan volumenya belum diketahui
dengan pasti. Pembayaran dilakukan berdasarkan pengeluaran biaya yang
meliputipembelian barang, sewa peralatan, upah pekerja dan lain-lain, ditambah
imbalan jasa yang telah disepakati oleh kedua pihak.

3. Kontrak Biaya Menyeluruh ( Lumpsum Fixed Price )

Merupakan kontrak jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam jangka


waktu tertentu dengan jumlah harga yang pasti dan tetap serta semua resiko dalam
penyelesaian pekerjaan sepenuhnya ditanggung oleh penyedia jasa sepanjang
gambar dan spesifikasi tidak berubah.

Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi adalah setiap standar dokumen


pengadaan yang resmi dikeluarkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) melalui Peraturan Kepala (Perka) LKPP Nomor
15 dan 18 Tahun 2012 pada Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK), Bagian A, 1,
Klausul 1.24 telah disebutkan bahwa Masa Kontrak adalah jangka waktu
berlakunya kontrak ini terhitung sejak tanggal kontrak ditandatangani sampai
dengan masa pemeliharaan berakhir. Hal ini jelas bahwa masa kontrak tidak
sekedar masa pelaksanaan pekerjaan. Masa pelaksanaan pekerjaan merupakan
bagian dari masa kontrak.

Ada dua jenis jangka waktu pelaksanaan pekerjaan konstruksi :

2-16 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

1. Tahun Tunggal

Tahun tanggal adalah Pekerjaan dan pendanaan pelaksanaanya direncanakan


selesai dalam 1 tahun

2. Tahun Jamak

Tahun jamak adalah pekerjaan yang pendanaan dan pelaksanaanya


direncanakan lebih dari 1 tahun.

Cara pembayaran hasil pekerjaan antara lain:

1. Sesuai Kemajuan Pekerjaan

Pembayaran hasil kerja dengan cara ini banyak diterapkan dalam proyek
besar dimana pengukuran hasil pekerjaan berdasarkan kemajuan hasil pekerjaan
selain dilakukan dalam beberapa tahap kemajuan pekerjaan, bisa juga dilakukan
secara sekaligus pada saaat pekerjaan fisik selesai 100%.

2. Secara Berkala

Pengukuran hasil kerja secara berkala pada umumnya dilakukan secara


bulanan pada setiap akhir bulan.

Organisasi Proyek

Pengertian organisasi pada umumnya adalah sekelompok orang yang


melakukan kegiatan dalam wadah dan cara tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.
Dalam kaitannya dengan pelaksanaan proyek juga bisa diartikan bahwa organisasi
proyek merupakan sekelompok orang dari berbagai latar belakang ilmu, yang
terorganisir dan terkoordinir dalam wadah tertentu yang melaksanakan tugas
dengan cara tertentu untuk mencapai tujuan bersama.

Tugas yang dimaksud disini adalah mengelola pelaksanaan proyek dengan


harapan pekerjaan bisa berlangsung dengan lancar dan dapat mencapai tujuan atau
sasaran yang ditetapkan berupa keuntungan bagi perusahaan dan kepuasan
pelanggan sebagai pengguna jasa.

2-17 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

Struktur Organisasi Proyek

Gambar 2- 3 Struktur Organisasi

2.4.1 Pemilik Proyek (Owner)

Owner atau pemilik proyek biasanya mereka akan memilih atau mengadakan
lelang proyek, untuk memilih kontraktor pelaksana yang ahli dalam bidangnya, dan
mampu melakukan pekerjaan dengan biaya yang minim dengan kualitas yang sama,
biasanya kegiatan ini diserahkan pada ahlinya yaitu dengan memilih konsultan.

Pemilik proyek adalah lembaga yang memiliki dana untuk membangun


sebuah proyek. Proyek pembangunan Jalan Tol BORR seksi IIB ini pemilik proyek
(owner) nya yaitu PT.MARGA SARANA JABAR. Dalam pelaksanaan proyek ini
owner akan membuat panitia pembangunan seperti, perencana, pengawas, dan
pelaksana.

Pemilik proyek mempunyai kewajiban antara lain :

1. Menyediakan lahan tempat pelaksanaan pekerjaan, mengesahkan pekerjaan


oleh penyedia jasa bila sesuai dengan kehendak, dan memberikan sarana
dan prasarana untuk kelancaran pekerjaan.
2. Menyediakan biaya, memberikan tugas kepada kontraktor dan meminta
pertanggung jawaban kepada konsultan pengawas atau Manajemen
Konstruksi (MK).

2-18 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

Pemilik proyek mempunyai hak antara lain :

1. Menunjuk penyedia jasa (konsultan dan kontraktor), meminta laporan


berkala, mengawasi jalannya pekerjaan dan mengesahkan perubahan yang
terjadi.
2. Memberitahukan hasil lelang kepada masing-masing kontraktor,
mengambil alih atau memutuskan hubungan kerja secara sepihak jika tidak
sesuai dengan perjanjian.

Struktur Organisasi Pemilik Proyek (Owner)

Gambar 2- 4 Struktur Organisasi Pemili Proyek (Owner)

2.4.2 Konsultan Perencana

Konsultan Perencana adalah badan usaha yang terlibat dalam perencanaan


struktur bangunan di bidang struktur, arsitektur, plumbing, mechanical, elektrikal,
dan geoteknik. Dalam proyek pembangunan Jalan Toll BORR Seksi IIB PT.
MARGA SARANA JABAR menunjuk PT. Perendjana Djaja sebagai Konsultan
Perencana Struktur.

Konsultan Perencana mempunya kewajiban antara lain :

1. Memberikan penjelasan mengenai gambar dan rencana yang kurang jelas,


merevisi gambar, dan menghadiri rapat koordinasi pengelolaan proyek.

2-19 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

2. Menyesuaikan keadaan lapangan dengan keinginan owner, membuat


gambar rencana kerja dan syarat-syarat pelaksana bangunan (RKS),
merealisasikan ide pemilik dalam desain bangunan, dan melakukan
perubahan desain bila terjadi penyimpangan dan mempertanggungjawabkan
desain apabila terjadi kegagalan Konstruksi.

2.4.3 Konsultan Pengawas

Konsultan pengawas adalah suatu badan usaha atau perseorangan yang


ditunjuk oleh pemilik proyek untuk membantu mengelola pelaksana pembangunan
dari awal pelaksanaan proyek hingga selesai.

Dalam proyek pembangunan Jalan Toll Bogor Ring Road Seksi IIB Kota
Bogor, PT. Purnajasa KSO dengan PT. Wira Nusantara Bumi sebagai Konsultan
Pengawas.

Adapun yang menjadi tugas dan wewenang konsultan pengawas antara lain :

1. Melakukan pengamatan serta pengawasan pekerjaan untuk menjaga agar


pelaksanaan pekerjaan tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang
diatur didalam kontrak dan sesuai dengan kewenangan.
2. Melakukan pengujian terhadap setiap bahan terutama material yang akan
dipakai dan melakukan pengawasan terhadap kualitas pekerjaan yang
dilakukan oleh kontraktor. Material dan kualitas harus sesuai dengan
ketentuan-ketentuan spesifikasi yang ditetapkan.
3. Memberikan rekomendasi persetujuan kepada Pelaksana untuk menerima
atau menolak suatu pekerjaan.
4. Membantu Pelaksana dalam hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaaan
proyek.
5. Memeriksa laporan harian dari Pelaksana termasuk peralatan Pelaksana, dan
mencatat cuaca.
6. Memeriksa progres pekerjaan yang diajukan Pelaksana.
7. Membuat laporan bulanan.

2-20 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

Struktur Organisasi Konsultan Perencana

Gambar 2- 5 Struktur Organisasi Konsultan Perencana

2.4.4 Kontraktor Pelaksana

Kontraktor Pelaksana adalah suatu badan usaha atau perorangan yang


melaksanakan pekerjaan sesuai dengan biaya, peraturan, syarat-syarat dan gambar
rencana yang tealh ditetapkan.

Dalam Proyek Pembangunan Jalan Toll Bogor Ring Road Seksi IIB Kota
Bogor ini yang menjadi kontraktor utama adalah PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk.
yang telah ditunjuk dan diberi tanggung jawab. Fungsi dan wewenang dari
kontraktor adalah sebagai pelaksana pekerjaan dan bertanggung jawab sepenuhnya
kepada owner.

Adapun yang menjadi tugas dan wewenang kontraktor atau pelaksana antara
lain :

Pelaksana/panitia pembangunan wajib meneliti rencana proyek. Apabila terdapat


perbedaan yang dapat menimbulkan akibat terhadap segi kontruksi arsitektual,
fungsi teknis baik yang menyangkut segi kemudahan pelaksanaan pelayanan

2-21 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

maupun perawatan atau pembiayaan kepada pengawas pelaksanaan yang akan


mempertimbangkan kebijaksanaan yang harus diambil dan disetujui owner.

1. Pelaksana/panitia pembangunan wajib melaksanakan tugasnya dalam


pelaksanaan pekerjaan pembangunan dengan mempergunakan segala
pengetahuan dan keahliannya, sesuai dengan dokumen kontrak.
2. Menyediakan dan bertanggung jawab atas semua masalah tenaga kerja yang
akan dipekerjakan.
3. Bertanggung jawab menyediakan semua bahan dan peralatan yang akan
digunakan di lapangan.
4. Pelaksana/panitia pembangunan wajib memelihara kesejahteraan pekerja
dan menyediakan perlengkapan P3K.
5. Pelaksana/panitia pembangunan harus melakukan perbaikan atas akibat
kelalaian selama pekerjaan dan semua biaya perbaikan ditanggung oleh
kontraktor.

Pelaksanaan proyek akan berjalan lancar sesuai dengan yang direncanakan


bila terjalin koordinasi kerja terpadu dari semua pihak yang terlibat dalam proyek
tersebut sehingga tidak terjadi tugas dan tanggung jawab yang dilakukan secara
bersamaan.

Dalam melaksanakan pekerjaannya semua pihak memiliki hubungan kerja


antar satu sama lain yang tergambar pada satu struktur organisasi. Konsep yang
digunakan biaya mutu dan waktu juga diterapkan pada manajemen konstruksi yang
bertujuan meningkatkan efisiensi yang terlihat pada menurunnya biaya dan waktu
pekerjaan konstruki tanpa mengurangi kualitas pekerjaan itu.

2-22 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

Struktur Organisasi Kontraktor Pelaksana

Gambar 2- 6 Struktur Organisasi Kontraktor Pelaksana

2-23 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

2.4.5 Tugas dan Kewajiban Unsur-unsur Pelaksana Proyek

Setiap pihak yang terlibat dalam Proyek pembangunan jalan Tol BORR seksi
IIB memiliki tugas dan wewenang masing-masing, yaitu sebagai berikut :

1. Owner /developer atau Pemilik

Owner/developer (pemilik proyek) merupakan badan atau perseorangan baik


itu pemerintah maupun swasta yang di berikan pekerjaan tersebut. Pada proyek ini
PT. Marga Sarana JABAR selaku owner/developer memiliki tugas dan wewenang
sebagai berikut :

1. Memilih Konsultan Perencana baik Struktur, Arsitektur, Mekanikal &


Elektrikal dan Kontraktor.
2. Membiayai semua pengeluran untuk keperluan pembangunan proyek.
3. Menyetujui atau menolak mengenai perubahan pekerjaan.
4. Memnita pertanggung jawaban kepada para pelaksana proyek atas hasil
pekerjaan konstruksi .
2. Project Director

Tugas dan wewenang Project Director di lokasi Proyek Toll BORR seksi IIB
:

1. Mengidentifikasi dan menyelesaikan potensi masalah yang akan timbul agar


dapat diantisipasi secara dini.
2. Melakukan koordinasi kedalam (team proyek, manajemen, dll) dan keluar
3. Dibantu semua koordinator menyiapkan rencana kerja operasi proyek,
meliputi aspek teknis, waktu, administrasi dan keuangan proyek
4. Melaksanakan dan mengontrol operasional proyek sehingga operasi proyek
dapat berjalan sesuai dengan rencana (on track)
5. Mengkomunikasikan dalam bentuk lisan dan tertulis (Laporan Kemajuan
Pekerjaan).
6. Seorang Project Manager harus mengontrol proyek yang ditanganinya.
Proyek harus selesai sesuai dengan budget, sesuai dengan spesifikasi, dan
waktu.

2-24 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

7. Proyek yang ditangani harus mempunyai return yang nyata terhadap


organisasi. Taat kepada setiap kebijakan yang di keluarkan organisasi, harus
mengambil keputusan dengan wewenang yang terbatas dari organisasi.
3. Project Manager

Tugas dan wewenang Project Manager di lokasi Proyek Toll BORR seksi IIB
:

1. Bertanggung jawab terhadap proyek yang dipimpinnya.


2. Mengontrol proyek yang di tanganinya.
3. Memimpin tim dalam poyek.
4. Membuat rencana pelaksana proyek.
5. Mengatur dan mengontrol Rencana Anggaran Biaya.
6. Memprakasai, mengawasi, dan memeriksa efektifitas pelaksanaan,
perbaikan dan pencegahan.
4. Adminstrasi Proyek

Tugas Adminstrasi Proyek yaiu :

1. Bertanggung jawab atas penyelengaraan administrasi di lapangan.


2. Membuat laporan keuangan mengenai seluruh pengeluaran proyek.
3. Membuat secara rinci pembekuan keuangan proyek.
4. Memeriksa pembukuab arsip-arsip selama pelaksanaan proyek
5. Adminstrasi dan Sekertaris.

Sebuah proyek konstruksi akan berjalan dengan baik jika didukung oleh
seoranng administrasi dan sekertaris. Tugas administrasi proyek ini dimulai sejak
persiapan pelaksanaan pembangunan sampai dengan pemeliharaan pembangunan
secara umum. Berikut merupakan tugas-tugas dari administrasi dan sekertaris
proyek.

1. Meleksanakan administrasi proyek dari awal hingga akhir.


2. Membantu manajer proyek dalam membuat dokumen manejemen proyek.
3. Mendokumentasikan arsip-arsip yang berkaitan dengan administrasi
proyek.

2-25 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

5. Site Manager

Tugas dan wewenang Site Manager di lokasi Proyek Toll BORR seksi IIB :

1. Mewakili perusahaan mengenai semua hal yang berhubungan dengan


proyek dan berada di proyek.
2. Memimpin dan mengendalikan proyek sesuai kebijakan yang di tetapkan
Project Manager.
3. Membuat detail schedule pelasksanaan
6. Site Engineer

Tugas dan wewenang Site Engineer di lokasi Proyek Toll BORR seksi IIB :

1. Memberikan petunjuk kepada tim, dalam melaksanakan pekerjaan


pengawasan teknis segera setelah kontrak fisik ditandatangani.
2. Memberikan petunjuk kepada tim dalam melaksanakan pekerjaan, untuk
menyiapkan rekomendasi secara terinci atas usulan desain, termasuk data
pendukung yang diperlukan.
3. Menjamin bahwa semua isi dari kerangka acuan pekerjaan ini akan dipenuhi
dengan baik yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan major serta
pemeliharaan jalan.
4. Bekerjasama dengan pihak pemberi tugas sehubungan dengan pekerjaan
5. Menjamin semua pelaksanaan detail teknis untuk pekerjaan major tidak
akan terlambat selama masa mobilisasi untuk masing-masing paket kontrak
dalam menentukanlokasi, tingkat serta jumlah dari jenis-jenis pekerjaan
yang secara khusus disebutkan dalam dokumen kontrak.
6. Membantu tim di lapangan dalam mengendalikankegiatan-kegiatan
kontraktor, termasuk pengendalian pemenuhan waktu pelaksanaan
pekerjaan.
7. Membantu dan memberikan petunjuk kepada tim di lapangan dalam
mencari pemecahan-pemecahan atas permasalahan yang timbul baik
sehubungan dengan teknis maupun permasalahan kontrak.
8. Mengendalikan semua personil yang terlibat dalam pekerjaan penyelidikan
bahan/material baik di lapangan maupun laboratorium serta menyusun
rencana kerjanya.

2-26 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

9. Memeriksa hasil laporan pengujian serta analisanya.


10. Bertanggung jawab atas pengujian dan penyelidikan material/bahan di
lapangan.Membantu Chief Supervision Engineer dalam melaksanakan
tugas.
11. Membantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dalam penyelesaian
12. administrasi kemajuan proyek.
7. HSE

Tugas dan wewenang HSE di lokasi Proyek Toll BORR seksi IIB :

1. Menerapkan dan mempromosikan program HSE.


2. Melakukan inspeksi situs keamanan rutin dan tindak lanjut.
3. Membantu penyelidikan insiden.
4. Melakukan dan menyajikan temuan keselamatan bulanan.
5. Melakukan Diklat keamanan rutin, briefing, dll.
6. Melaksanakan penilaian risiko dan kontrol pada kegiatan situs.
8. Mekanikal Elektrikal

Tugas dan wewenang Mekanikal Elektrikal di lokasi Proyek Toll BORR seksi
IIB :

1. Mempelajari dokumen teknis kontrak pelaksanaan proyek sesuai bidangnya


2. Mempelajari gambar kerja (shop drawing)
3. Memberi masukan untuk membuat rencana pelaksanaan pekerjaan
4. Melakukan persiapan pelaksanaan pekerjaan
5. Mengatur pelaksanaan pekerjaan
6. Mengawasi memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pekerjaan sub
kontraktor
7. Koordinasi dengan bidang terkait (struktur dan arsitektur)
8. Mengendalikan pelaksanaan pekerjaan dilapangan agar berjalan efisien dan
efektif
9. Memeriksa hasil pelaksanaan pekerjaan pada bidangnya sesuai shop
drawing spesifikasi teknis yang dipersyaratkan dan manajemen mutu yang
diharapkan

2-27 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

10. Mengukur hasil pekerjaan dilapangan meliputi kualitas, kuantitas dan waktu
testing
11. Menyiapkan data untuk pembuatan gambar yang telah dilaksanakan (as
built drawing)
12. Membuat laporan pelaksanaan pekerjaan secara berkala
13. Menyiapkan bahan pedoman operasi dan pemeliharaan berikut
9. Plumbing

Tugas dan wewenang Plumbing di lokasi Proyek Toll BORR seksi IIB :

1. Menerima pekerjaan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan


plambing dengan memahami gambar rencana, spesifikasi teknik dan
persyaratan lainya.
2. Menyiapkan Gambar kerja (shop drawing)
3. Menyiapkan dan mengatur penggunaan bahan, peralatan serta perlengkapan
pekerjaan plumbing
4. Menyiapkan dan mengatur tenaga kerja dalam melaksanakan pekerjaan
plambing (merakit, memasang alat plambing dan perlengkapannya,
memotong dan menyambung berbagai jenis pipa serta memasang pompa)
5. Memeriksa kualitas pekerjaan, menguji sistem plumbing, desinfeksi dan
kegiatan lain yang berhubungan dengan itu
6. Mengadakan pemeriksaan dan pengukuran hasil pekerjaan dilapangan
Dilapangan.
7. Merawat alat kerja serta menjaga ketertiban, keselamatan dan kesehatan
kerja.
8. Menyiapkan Gambar Terpasang (as Built Drawing).
10. Surveyor
1. Membantu Kegiatan survey dan pengukuran diantaranya pengukuran
topografi lapangan dan melakukan penyusunan dan penggambaran data-
data lapangan.
2. Mencatat dan mengevaluasi hasil pengukuran yang telah dilakukan
sehingga dapat meminimalisir kesalahan.

2-28 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

3. Mengawasi survey lapangan yang dilakukan kontraktor untuk memastikan


pengukuran dilaksanakan dengan akurat telah mewakili kuantitas untuk
pembayaran sertifikat bulanan untuk pembayaran terakhir.
4. Mengawasi survei lapangan yang dilakukan kontraktor untuk memastikan
pengukuran dilaksanakan dengan prosedur yang benar dan menjamin data
yang diperoleh akurat sesuai dengan kondisi lapangan untuk keperluan
peninjauan desain atau detail
5. Mengawasi pelaksanaan staking out, penetapan elevasi sesuai dengan
gambar rencana.
6. Melakukan pelaksanaan survei lapangan dan penyelidikan Dan pengukuran
tempat-tempat lokasi yang akan dikerjakan terutama untuk pekerjaan
7. Melaporkan dan bertanggung jawab hasil pekerjaan ke kepala proyek.

Rencana Pelaksanaan

2.5.1 Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Untuk menentukan biaya yang diperlukan pada suatu proyek perlu


mengetahui komponen komponen pembentuk biaya tersebut yang terdiri atas :

1. Biaya Material/Bahan

Material adalah seluruh bahan yang digunakan dalam proyek yang pada
akhirnya merupakan bagian dari akhir proyek. Biaya material diperoleh
berdasarkan harga satuan yang dikalikan dengan besarnya volume pekerjaan. Bila
data kuantitas diperoleh dari gambar, maka data kualitas diperoleh dari spesifikasi.
Umumnya harga tersebut berasal dari produsen maupun distributor.

2. Biaya Upah

Biaya upah buruh terdiri dari upah langsung dan upah tidak langsung. Upah
langsung merupakan upah yang dibayarkan kepada buruh pada tiap periode
tertentu. Upah tidak langsung meliputi asuransi dan berbagai macam tunjangan.
Untuk menentukan upah buruh dapat dihitung dengan menentukan banyak pekerja
berdasarkan volume pekerjaan dan produktivitas buruh. Upah buruh dapat
ditentukan berdasarkan pengalaman/proyek terdahulu dengan berbagai
penyesuaian, sehingga bisa dihitung total biaya upah.

2-29 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

3. Biaya Peralatan

Penentuan jumlah dan jenis alat disesuaikan dengan volume pekerjaan dan
kondisi lapangan. Biaya dapat berupa biaya kepemilikan, biaya bahan bakar, dan
biaya perawatan. Harga pada umumnya berbeda sesuai dengan jenis dan mutunya
(termasuk sumber daya manusia). Selain itu, dipengaruhi oleh keadaan
perekonomian nasional serta kebijaksanaan pemerintah. Dari sisi ekonomi harga
dapat berfluktuasi sesuai dengan supply dan demand. Yang perlu diperhatikan
adalah kemungkinan kenaikkan biaya pada saat konstruksi. Untuk mengetahui
rekapitulasi biaya proyek pembangunan jalan Toll Bogor Ring Road dapat dilihat
pada tabel 2-5.

2.5.1 Jadwal Pelaksanaan (Time Schedule)

Jadwal pelaksanaan ( Time Schedule ) adalah suatu alat pengendalian prestasi


pelaksanaan proyek secara menyeluruh agar pelaksanaan proyek tersebut berjalan
dengan lancar.

Fungsi dari time schedule ini adalah :

1. Sebagai pedoman kontraktor untuk melaksanakan suatu pekerjaan dan


sebagai pedoman direksi untuk mengontrol apakah suatu pekerjaan
berlangsung sesuai jadwal atau tidak.
2. Sebagai pedoman untuk mengevaluasi suatu pekerjaan yang telah
diselesaikan.
3. Sebagai pedoman untuk mengatur kecepatan suatu pekerjaan.
4. Untuk menentukan tahap-tahap pekerjaan sesuai dengan urutan waktu
pelaksanaan.
5. Untuk memperkirakan biaya yang harus disediakan dalam jangka waktu
tertentu, serta untuk memperkirakan jumlah tenaga kerja, jumlah dan
macam peralatan, serta material yang digunakan. Pembuatan jadwal
pelaksanaan (Time Schedule) harus memperhatikan beberapa faktor :
1. Kondisi / keadaan lapangan
2. Macam dan volume pekerjaan
3. Metode pelaksanaan dan peralatan yang digunakan
4. Jumlah dan kualitas sumber daya yang tersedia

2-30 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
GAMBARAN UMUM PROYEK

5. Perkiraan iklim dan cuaca

2.5.2 Volume Pekerjaan

Macam atau jenis alat pekerjaan ditentukan oleh konsultan perencana pada
tahap perancangan. Macam pekerjaan diuraikan dengan berpedoman dari
spesifikasi gambar rencana, dalam spesifikasi dijelaskan tentang metoda
pelaksanaan dan mutu material yang digunakan, serta syarat-syarat yang harus
dipenuhi.

Volume pekerjaan ditentukan berdasarkan informasi yang tersedia dalam


gambar rencana. Dari gambar tersebut diperoleh informasi mengenai dimensi fisik
bangunan seperti bored pile, pile cap, kolom/pier, pier head dan box girder, yang
diperlukan dalam proses penentuan volume pekerjaan.

2-31 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
REKAPITULASI BIAYA PEMBANGUNAN JALAN TOLL BOGOR OUTER RING ROAD SEKSI IIB

Proyek : JALAN TOLL BOGOR OUTER RING ROAD SEKSI I

Lokasi Proyek : JL. KH SOLEH ISKANDAR KOTA BOGOR

Paket Pekerjaan : JALAN INFRASTRUKTUR

Kontraktor : PT. WIJAYA KARYA (PERSERO).TBK

Pemberi Tugas : PT. MARGA SARANA JABAR

DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA PEMBANGUNAN JALAN TOLL BOGOR OUTER RING ROAD SEKSI IIB ( KEDUNG
BADAK SIMPANG YASMIN )

Tabel 2- 5 REKAPITULASI BIAYA PEMBANGUNAN

Harga Satuan Jumlah Harga


Uraian Satuan Kuantitas
(Rupiah) (Rupiah)

B c d e f=dxe

UMUM
Pemeliharaan dan Perlindungan Lalu
Ls 1.00 12,832,840,238.00 12,832,840,238.00
Lintas
Laboratorium Ls 1.00 951,000,000.00 951,000,000.00

2-32 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
Mobilisasi Ls 1.00 2,633,200,000.00 2,633,200,000.00

Total Harga Penawaran 16,417,040,238.00

PEMBERSIHAN TEMPAT KERJA


Pembersihan Tempat Kerja m2 35,380.00 33,840.00 1,197,259,200.00
Pemotongan Pohon dia > 15 cm Bh 543.00 3,792,360.00 2,059,251,480.00

Total Harga Penawaran 3,256,510,680.00

PEMBONGKARAN
Pembongkaran Pasangan Batu atau
m3 720.00 853,720.00 614,678,400.00
Struktur Beton
Pembongkaran Kerb M 7,922.00 44,100.00 349,360,200.00
Pembongkaran Perkerasan Jalan Aspal
m2 4,312.00 318,200.00 1,372,078,400.00
atau Beton
Pembongaran Rambu-rambu Lalu Lintas Buah 18.00 3,334,580.00 60,022,440.00
Pembongkaran dan Pemasangan kembali
Buah 39.00 1,089,830.00 42,503,370.00
Lampu PJU

Total Harga Penawaran 2,438,642,810.00

2-33 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PEKERJAAN TANAH
Borrow Material m3 6,464.00 167,780.00 1,084,529,920.00
Urugan Material Berbutir (Granular
m3 450.00 311,410.00 140,134,500.00
Backfill)

Total Harga Penawaran 1,224,664,420.00

GALIAN STRUKTUR
Penggalian Struktur sampai kedalaman
m3 8,912.68 87,180.00 777,007,442.40
tidak lebih dari 2 m
Penggalian Struktur sampai kedalaman
m3 7,340.48 158,780.00 1,165,521,414.40
lebih dari 2 m, tapi tidak lebih dari 4 m

Total Harga Penawaran 1,942,528,856.80

DRAINASE
Joint Box Buah 91.00 1,993,790.00 181,434,890.00
Manhole DH-1 Buah 1.00 2,728,560.00 2,728,560.00
Manhole DH-2 Buah 1.00 3,658,530.00 3,658,530.00

2-34 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
Manhole DH-3 Buah 2.00 4,713,390.00 9,426,780.00
Manhole DH-4 Buah 1.00 5,977,560.00 5,977,560.00
Perpanjangan Box Culvert m3 48.72 2,504,380.00 122,013,393.60
Pipa Drainase, 20 cm dengan
perlengkapan sambungan
m 9,444.20 559,920.00 5,287,996,464.00
dan penyangga

Inlet side drain beserta asessorisnya Buah 3,342.00 510,000.00 1,704,420,000.00


Saluran, Box culvert DM1 m 55.90 1,317,420.00 73,643,778.00
Saluran, Box culvert DM2 m 564.00 2,275,130.00 1,283,173,320.00
Saluran, Box culvert DM3 m 150.00 2,710,760.00 406,614,000.00
Saluran, U'Ditch DS1 m 155.70 1,425,780.00 221,993,946.00
Saluran, U'Ditch DS2 m 581.80 1,667,090.00 969,912,962.00
Saluran, U'Ditch DS3 m 3,073.01 1,939,020.00 5,958,620,491.35
Saluran, U'Ditch DS4 m 2,117.10 1,974,420.00 4,180,044,582.00
Saluran, U'Ditch DS5 m 963.00 3,266,030.00 3,145,186,890.00

Total Harga Penawaran 23,556,846,146.95

SUBGRADE
Persiapan Tanah Dasar m2 24,300.00 7,080.00 172,044,000.00

2-35 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
Total Harga Penawaran 172,044,000.00

PERKERASAN
Perkerasan Main Road
Bitumen Lapis Pengikat (Tack Coat ) Kg 25,270.00 23,620.00 596,877,400.00
Asphalt Concrete Wearing Course Ton 6,422.70 978,010.00 6,281,464,827.00
Semen Aspal Ton 346.83 9,071,390.00 3,146,230,193.70
Perkerasan Ramp On & Ramp Off
Bitumen Lapis Pengikat (Tack Coat ) Kg 4,300.00 23,620.00 101,566,000.00
Asphalt Concrete Wearing Course Ton 1,215.17 978,010.00 1,188,448,411.70
Semen Aspal Ton 65.62 9,071,390.00 595,264,611.80
Perkerasan Beton (t=31 cm) m2 2,154.60 534,660.00 1,151,978,436.00
Lean Concrete (t=10cm) m2 2,154.60 99,410.00 214,188,786.00
Perkerasan Pada Frontage & Pelebaran Jalan
Perkerasan Beton (t=27 cm) m2 23,057.94 488,960.00 11,274,410,342.40
Lean Concrete (t=10cm) m2 23,057.94 99,410.00 2,292,189,815.40

Total Harga Penawaran 26,842,618,824.00

STRUKTUR BETON
Struktur Beton Main Road

2-36 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
Beton Kelas A-1
Box Precast Span ujung
Box Precast lebar 2950 Unit Rate Only- 91,697,690.00
Box Precast lebar 2900 Unit Rate Only- 103,796,660.00
Box Precast lebar 2850 Unit Rate Only- 101,988,050.00
Box Precast lebar 2800 Unit 35.00 88,579,390.00 3,100,278,650.00
Box Precast lebar 2750 Unit 415.00 98,433,190.00 40,849,773,850.00
Box Precast lebar 2700 Unit 278.00 96,686,950.00 26,878,972,100.00
Deviator 1100 Unit 56.00 107,289,140.00 6,008,191,840.00
Deviator 800 Unit 56.00 102,798,800.00 5,756,732,800.00
Diafragma 1200 Unit Rate Only- 149,198,980.00
Diafragma 1300 Unit Rate Only- 150,820,490.00
Diafragma 2500 Unit 56.00 288,524,320.00 16,157,361,920.00
Box Precast Span tengah
Box Precast lebar 2950 Unit 15.00 91,686,470.00 1,375,297,050.00
Box Precast lebar 2900 Unit 535.00 91,686,470.00 49,052,261,450.00
Box Precast lebar 2850 Unit 260.00 91,374,640.00 23,757,406,400.00
Box Precast lebar 2800 Unit 30.00 88,568,180.00 2,657,045,400.00
Box Precast lebar 2750 Unit Rate Only- 87,009,040.00
Box Precast lebar 2700 Unit Rate Only- 85,449,900.00
Deviator 1100 Unit 56.00 107,277,920.00 6,007,563,520.00
Deviator 800 Unit 56.00 102,787,580.00 5,756,104,480.00
Diafragma 1200 Unit Rate Only- 149,187,760.00
Diafragma 1300 Unit Rate Only- 150,809,270.00
Beton Kelas A-1 pada Closure cast in situ m3 235.97 8,970,190.00 2,116,683,176.03
Beton Kelas A-2 pada Pier m3 2,861.50 2,941,780.00 8,417,903,470.00
Beton Kelas A-1 pada Pier head m3 10,318.77 3,174,610.00 32,758,070,429.70

2-37 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
Beton Kelas B-1 m3 7,412.04 2,053,250.00 15,218,771,130.00
Beton Kelas C-1 m3 636.29 1,798,110.00 1,144,121,659.54
Beton Kelas B-1 pada Parapet m3 5,369.19 2,686,130.00 14,422,342,334.70
Beton Kelas E m3 375.14 1,260,820.00 472,977,710.70
Batang Baja Tulangan Ulir Kg 6,485,631.85 11,800.00 76,530,455,830.00
Tiang bor beton cast in-place, dia. 120 cm m' 12,986.00 4,668,110.00 60,620,076,460.00
Tes Pembebanan (Lateral Loading Test)
Titik 10.00 188,987,320.00 1,889,873,200.00
Tiang bor beton
Tes PDA (PDA Test) Tiang Bor Beton
cast-in-place, dia. Buah 56.00 27,718,140.00 1,552,215,840.00
120 cm
Axial Loading Test (Static Load Test) dgn
Titik 1.00 1,259,915,470.00 1,259,915,470.00
metoda o-cell
Modular Joint m' 576.80 30,257,500.00 17,452,526,000.00
Pemasangan Expansion Joint m' 576.80 2,405,000.00 1,387,204,000.00
Bearing OD Buah 56.00 26,837,500.00 1,502,900,000.00
Bearing MD Buah 56.00 56,104,280.00 3,141,839,680.00
Pemasangan Bearing Buah 112.00 5,153,580.00 577,200,960.00
Pengadaan Strand Kg 1,265,980.80 13,700.00 17,343,936,960.00
Pemasangan Strand Kg 1,265,980.80 23,370.00 29,585,971,296.00
Struktu Beton Ramp On & Ramp Off
Beton Kelas A - 1 pada Box cast in situ m3 4,269.20 2,579,970.00 11,014,407,924.00
Beton Kelas A - 2 pada Pier m3 1,753.22 2,941,780.00 5,157,587,531.60
Beton Kelas B 1 m3 883.39 2,053,250.00 1,813,824,624.00
Beton Kelas E m3 923.24 1,260,820.00 1,164,044,500.08
Batang Baja Tulangan Ulir Kg 1,581,996.00 11,800.00 18,667,552,800.00
Tiang bor beton cast in-place, dia. 120 cm m' 640.00 4,668,110.00 2,987,590,400.00

2-38 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
Tiang bor beton cast in-place, dia. 80 cm m' 3,604.00 2,516,050.00 9,067,844,200.00
Tes PDA (PDA Test) Tiang Bor Beton
cast-in-place, dia. Buah 19.00 27,718,140.00 526,644,660.00
120 cm
Modular Joint m' 99.00 30,257,500.00 2,995,492,500.00
Pemasangan Expansion Joint m' 99.00 2,405,000.00 238,095,000.00
Bearing OD Buah 35.00 26,837,500.00 939,312,500.00
Bearing MD Buah 42.00 56,104,280.00 2,356,379,760.00
Bearing FX Buah 7.00 73,450,000.00 514,150,000.00
Pemasangan Bearing Buah 84.00 5,153,580.00 432,900,720.00
Pengadaan Strand Kg 147,743.40 13,700.00 2,024,084,580.00
Pemasangan Strand Kg 147,743.40 23,370.00 3,452,763,258.00
Pengadaan Turap Beton (Sheet Pile) m' 640.00 1,197,900.00 766,656,000.00
Pemasangan Turap Beton (Sheet Pile) m' 448.00 492,850.00 220,796,800.00

Total Harga Penawaran 539,092,102,824.35

PEKERJAAN LAIN LAIN


Pasangan Batu Kali untuk Retaining Wall m3 64.23 1,880,690.00 120,796,718.70
Rambu Perintah, Petunjuk dan Peringatan,
Buah 13.00 2,267,850.00 29,482,050.00
Tipe A 1
Rambu Perintah, Petunjuk dan Peringatan,
Buah 11.00 2,699,120.00 29,690,320.00
Tipe A 2
Rambu Perintah, Petunjuk dan Peringatan,
Buah 11.00 3,264,110.00 35,905,210.00
Tipe A 3
Rambu Petunjuk, Peringatan dan
Buah 4.00 5,946,800.00 23,787,200.00
Larangan, Tipe B

2-39 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
Rambu Petunjuk, Peringatan dan
Buah 12.00 3,748,250.00 44,979,000.00
Larangan, Tipe C
Rambu Petunjuk, Tipe I Buah 8.00 90,000,000.00 720,000,000.00
Rambu Petunjuk, Tipe II Buah 2.00 110,000,000.00 220,000,000.00
Traffic Light Buah 6.00 7,559,490.00 45,356,940.00
Marka Jalan m2 5,095.68 245,680.00 1,251,906,662.40
Guide Post, Tipe A Buah 511.60 461,580.00 236,144,328.00
Kilometer Post Buah 26.00 2,052,650.00 53,368,900.00
Flashing Lamp Buah 2.00 4,724,680.00 9,449,360.00
Kerb Beton, Tipe A m 15,378.40 157,490.00 2,421,944,216.00
Kerb Beton, Tipe B m 981.60 188,990.00 185,512,584.00
Jalan Trotoar m2 6,080.00 267,730.00 1,627,798,400.00
Blok Beton Perlindungan lereng/talud m2 672.00 2,271,000.00 1,526,112,000.00
Bronjong m3 924.00 845,690.00 781,417,560.00

Total Harga Penawaran 9,363,651,449.10

PENCAHAYAAN LAMPU LALU LINTAS DAN PEKERJAAN LISTRIK


LED Road Lighting 2X150 Watt set 64.00 31,835,540.00 2,037,474,560.00
Flood Light Symetric Beam 80W set 223.00 6,929,540.00 1,545,287,420.00
Titik Instalasi Penerangan set 311.00 944,940.00 293,876,340.00
LED Road Lighting 150 Watt on-off ramp set 20.00 20,345,750.00 406,915,000.00
NYFGbY 4x 70mm2 meter 100.00 705,550.00 70,555,000.00
NYFGbY 4x 50mm2 meter 2,490.00 503,970.00 1,254,885,300.00
NYFGbY 4x 35mm2 meter 3,600.00 379,990.00 1,367,964,000.00
NYFGbY 4x 25mm2 meter 3,780.00 289,780.00 1,095,368,400.00
Galian, Urugan dan Perapihan Kembali meter 3,170.00 67,720.00 214,672,400.00

2-40 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
1 Unit Panel LP-OL.1 unit 20.00 16,882,870.00 337,657,400.00
1 Unit Panel SDP-MR unit 1.00 26,836,200.00 26,836,200.00
1 Unit Panel SDP-ARTERI unit 1.00 65,893,580.00 65,893,580.00
Dudukan dan Pelindung Panel unit 20.00 944,940.00 18,898,800.00
Biaya Penyambungan KVA 66.00 1,511,900.00 99,785,400.00
Uang Jaminan Langganan KVA 66.00 692,950.00 45,734,700.00
Grounding Panel LP-OL.1 (10 mm2) m 440.00 598,460.00 263,322,400.00
Grounding Panel SDP-MR (70 mm2) m 20.00 598,460.00 11,969,200.00
Grounding Panel SDP-ARTERI (70 mm2) m 20.00 598,460.00 11,969,200.00
Sparing pipa PVC dia. 3" m 250.00 72,680.00 18,170,000.00
Sparing pipa GIP dia. 3" m 80.00 216,580.00 17,326,400.00
Pipa PVC dia. 2" di barrier m 2,710.00 36,540.00 99,023,400.00
Pipa PVC dia. 4" di barrier m 2,710.00 40,950.00 110,974,500.00

Total Harga Penawaran 9,414,559,600.00

PLAZA TOLL
Pekerjaan Perkerasan
Pembongkaran Perkerasan Jalan Aspal
m2 160.00 318,200.00 50,912,000.00
atau Beton
Borrow Material m3 2,800.00 167,780.00 469,784,000.00
Lapis Agregat Kelas A m3 200.00 266,800.00 53,360,000.00
Lapis Resap Pengikat (Prime Coat ) Kg 320.00 23,620.00 7,558,400.00
Asphalt Treated Base (ATB) Ton 1,920.00 941,790.00 1,808,236,800.00
Semen Aspal Kg 90.24 9,071,390.00 818,602,233.60
Perkerasan Beton (t=31 cm) doule wire
m2 160.00 698,950.00 111,832,000.00
mesh

2-41 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
Perkerasan Beton (t=31 cm) single wire
m2 1,240.00 605,720.00 751,092,800.00
mesh
Lean Concrete (t=10 cm) m2 1,400.00 99,410.00 139,174,000.00
Marka Jalan m2 150.00 245,680.00 36,852,000.00
Rumble Strip m3 30.00 692,950.00 20,788,500.00
Pekerjaan Pulau Gerbang (2 unit)
Beton Kelas B 1 m3 56.00 2,053,250.00 114,982,000.00
Batang Baja Tulangan Ulir Kg 940.00 11,800.00 11,092,000.00
Kerb m 120.00 157,490.00 18,898,800.00
Pekerjaan Gardu Toll dan Asesories
Pasang Gardu Toll Unit 2.00 192,515,080.00 385,030,160.00
Pengadaan dan Pemasangan Peralatan
Unit 2.00 707,540,000.00 1,415,080,000.00
Toll
Upgrade Gardu Reguler menjadi GTO Unit 2.00 275,165,540.00 550,331,080.00
Portal Lajur Gardu Khusus Kendaraan
Ls 1.00 37,797,460.00 37,797,460.00
Kecil Gol. 1

Total Harga Penawaran 6,801,404,233.60

PEKERJAAN FASILITAS TOLL DAN KANTOR GERBANG TOLL


Pekerjaan Perkerasan
Borrow Material m3 1,600.00 167,780.00 268,448,000.00
Perkerasan Beton (t=27 cm) m2 240.00 488,960.00 117,350,400.00
2
Lean Concrete (t=10 cm) m 240.00 99,410.00 23,858,400.00
Pekerjaan Kantor PJR
Kantor PJR 2 Lantai (80m2) Lengkap
Ls 1.00 664,605,410.00 664,605,410.00
(Furnished)

2-42 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
Total Harga Penawaran 1,074,262,210.00

PEKERJAAN ERECTION
Pekerjaan Erection Box Girder di main
Span 112.00 951,246,670.00 106,539,627,040.00
road

Total Harga Penawaran 106,539,627,040.00

Relokasi Utilitas (Telkom, CCTV+Fiber


Ls 1.00 27,000,000,000.00 27,000,000,000.00
Optik, PLN, PDAM,

Total Harga Penawaran 27,000,000,000.00

Total Harga Penawaran (keseluruhan) 775,136,503,332.80

2-43 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

3 PEKERJAAN ERECTION BOX GIRDER DENGAN LAUNCHING


GANTRY

Umum

3.1.1 Pengenalan

Erection box girder adalah suatu prosses pengangkatan dan penggantungan


seementara box girder untuk selanjutnya di lakukan tahap pekerjaan PRATEGANG
(post tensioning work). Dalam pelaksanaan erection box girder ini sebenarnya
banyak jenis metode yang di gunakan namun dalam laporan ini penulis akan
menjelaskan dan memaparkan metode pelaksanaan Erection Box Girder
menggunakan Gantry Launcher dan Prategang (Post tensioning work).

JALAN TOLL BORR SEKSI IIB adalah jenis jembatan beton double box
yang terbentang dari pier P30 sampai pier P86 paralel dengan jembatan existing
dengan panjang span 45m 50m. Bangunan ini akan dibangunan metoda segmental
span-by-span precast menggunakan Launching Gantry equipment.

Informasi proyek:

Jumlah span : 56 (P30-P86) Double Span

Panjang span : 45m 50m

Total segmen : 1848 (approx)

Panjang segmen : 2.5m 2.95m

Berat segmen : mak 45t. (tidak termasuk segmen EJ)

PT Tendon : Internal & External

Dikarenakan pada proyek jalan Tol BORR seksi IIB ini mempunyai bentang
yang cukup panjang 45 maka digunakan box girder karena sangat cocok untuk
jenis jembatang bentang panjang, box girder di desain sebagai struktur menerus di
atas pilar, ada beberapa macam jenis box girder diantaranya Kotak & Trapesium
dimana pada jalan Tol BORR ini menggunakan jenis Box Girder trapesium karena
lebih episiensi penggunaannya dari bentuk kotak.

3-44 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

Untuk pengerjaan atau pabrikasi Box Girder ini di lakukan di PT.Wika Beton
di daerah Karawang dengan mutu beton K-500.

Gambar 3- 1 Pabrikasi Beton Precast (Box Girder)


Berikut beberapa Tipe box girder yang digunakan pada proyek jalan Tol
BORR seksi IIB :

1. Tipe Normal

Gambar 3- 2 Box Girder Type Normal


2. Tipe Deviator

Gambar 3- 3 Box Girder Type Deviator

3-45 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

3. Tipe EJ (Expention Joint)

Gambar 3- 4 Box Girder Type EJ

3.1.2 Tenaga kerja dan Tim ahli

Dalam pelaksanaan pekerjaan Erection Box Girder ini, tentu sangatlah


memerlukan tenaga ahli dan sudah mendapatkan pelatihan khusus dalam bidang
launching gantry, karena tidak sembarangan pekerja dapat mengendalikan atau
mengunakan alat gantry launcher. Oleh itu keterlibatan dari berbagai pihak sangat
di perlukan, pihak utama yang bertanggunga jawab atas segala kegagalan atau
kesalahan pekerjaan erection box girder. Pihak lain yang bekerja sebagai sub
kontraktor gantry launcher yaitu PT.DSI (Delta Systech Indonesia ).

Dalam proyek pembangunan jalan Toll BORR seksi IIB ini untuk pekerjaan
Launching gantry pihak yang terkait adalah PT.DSI (Delta Systech Indonesia)
yang sudah jelas ahli di bidang gantry launcher sehingga kemampuan dan
kinerjanya tidak di ragukan lagi, dalam pelaksanaan pekerjaan erection box girder
ini PT.DSI ini sendiri telah menyiapkan tim untuk berbagai komponen pekerjaan
erection, sehingga pekerjaan akan maksimal. Karena telah terdapat tenaga ahli pada
tiap-tiap bagian pekerjaan.

Serta dalam pelaksanaan pekerjaan ini diperlukan lagi tenaga ahli untuk
meminimalisir kesalahan dan kegagalan pada suatu pekerjaan, pihak selanjutnya
yang terkait adalah pihak SHE (safety,healty and environment) yang bertanggung
jawab atas keselamatan dan kelancaran pekerjaan, seperty pada moto PT.WIKA
sebagai kontraktor yag safety first, maka pada setiap pekerjaan apapun pihak SHE
akan selalu hadir untuk mengawasi setiap pekerjaann yang sedang berjalan.

3-46 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

3.1.3 Lingkup Pekerjaan

Disini akan dibahas metode yang akan digunakan dalam pekerjaan ereksi
segmen. Lingkup dari metode adalah sebagai berikut:

Assembly & pemasangan launching gantry


Segmental erection
Pengangkutan segmen
Penggantungan sementara precast segments
Pemasangan segmen pertama
Penggabungan segments precast menggunakan temporary PT
Survey
Stitching work
Pekerjaan prestressing (brief)
Advancing of launching gantry.

Pekerjaan persiapan

Dalam melakukan pekerjaan erection box girder perlu di lakuka perkerjaan


persiapan guna untuk meminimalisir kesalahan dan kegagalan konstruksi di
lapangan. Pekerjaan persiapan akan dijelaskan pada paparan di bawah ini :

3.2.1 Pemadatan Tanah

Dalam melakukan pekerjaan ini dipastikaan keadaan tanah sudah dipadatkan


karena beban yang di tampungnya amatlah besar sehingga menjaga agar tidak
terjadinya settlemen atau penurunan elevasi tanah akibat tanah belum siap untuk di
beri beban. Ditambah lagi dengan cuaca di musim penghuja yang sangat
mempengaruhi terhadap kekuatan tanah kadar air yang tinggi membuat tanah lunak
dan mudah ambles, sehingga diperlukan pengeringan oleh sinar matahari agar
pekerjaan pemadatan bisa berlangsung kembali. Pemadatan ini juga memudahkan
akses kendaraan yang akan masuk ke wilayah proyek.

3.2.2 Stressing Pier Head

Sebelemum Pier Head mendapaatkan beban dan meneruskan beban Box ke


Pier, Pier Head harus di stressing terlebih dahulu agar kekuatan Pier Head kuat dan

3-47 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

stabil. Stressing merupakan proses penarikan kabel tendon yang ada pada pier head
untuk menjadikan girder sebagai beton prategang.

3.2.3 Persiapan Alat

Alat-alat yang dipergunakan pada pekerjaan erection box girder adalah


Gantry Launcher. Launching gantry terdiri dari 2 main steel beam yang berdiri pada
dua two main support chairs yang terletak di depan dan belakang. Main support
chairs akan menahan main beams selama pengerjaan ereksi concrete segments.
Segmen akan diangkat oleh winch berkapasitas 50 ton yang bergerak diatas main
beam. Kaki depan dan belakang juga terdapat pada masing-masing ujung yang
berfungsi sebagai penumpu sementara pada saat launching.

Berikut ilustrasi komponen Launching Gantry :

Gambar 3- 5 Komponen Launching Gantry


Tabel 3- 1 Komponen dan Fungsi Launching Gantry

Nama Fungsi Gambar


1. Hidrolik Jack Untuk mengunci dan
menarik trush dalam
pelaksanaan launching
trush

3-48 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

2. Pedestal Untuk meneruskan


beban trush ke bench

3. Winch Katrol untuk


pengangkatan dan
penggeseran segmen box
girder

4. Trush Jalur Winch


Tempat menggantung
pity bar pada saat
hanging

5. Lifting Beam Penyambung antara box


girder dan winch pada
saat proses lifting

6. Hanging Penyambung antara box


Beam dan Pity bar yang sudah
terhubung dengan trush

3-49 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

7. Steel Shoe Merapatkan antar


segmen ketika joint
segmen

8. Rear Leg Penumpu sementara


pada bagian belakang
saat launching

9. Front leg Penumpu sementara


pada bagian depan saat
launching

10. Rear Bench Penumpu utama pada


bagian belakang selama
LG melakukan erection

3-50 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

11. Front Bench Penumpu utama pada


bagian depan selama LG
melakukan erection

12.Front leg Tempat bertumpunya


beam front leg (temporary)

13. Pity Bar Sebagai penyambung


antara steel shoe,
hanging beam trush
Penyambung antar
segmen ketika stressing
temporary

14. Shoring Penyangga wings pier


unbalance head sementara ketika
akan launching

Gantry Launcher yang digunakan pada proyek pembangunan Jalan Toll


BORR Seksi IIB ini memiliki Spesifikasi sebagai berikut :

3-51 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

Tabel 3- 2 Spesifikasi Gantry Launcher

Spesifikasi Gantry Launcher

Berat 500 tons incl. accessories

Max. span 50 m
Kapasitas Winch 50 tons

Winch movement Longitudinal &


transversal
Lifting height 25 m

Hoisting speed 0.2 2.0 m/min.

Traversing speed 1 10 m/min.

Max. climb winch 3% longitudinal slope

Segment Loading back loading


bottom loading
front loading

Tahap Pekerjaan Erection Box Girder

1. Pengangkutan Segmen

Launching Gantry didesain untuk bottom loading (mengambil segmen dari


atas tanah) dan back loading (memindahkan segmen dari belakang LG). Untuk
menghindari gangguan pada lalu lintas biasanya digunakan back loading.

2. Penggantungan Sementara Segmen Pertama

Pengangkutan segmen harus dimulai dari segmen terakir dari bagian


upstream side. Pada bagian segmen yang mempunyai panjang 50m, penggantungan
dimulai dari segmen 18. Pemindahan segmen oleh trailer harus dengan cara
bergerak mundur kearah LG sedekat mungkin ke rear support. Winch bergerak
bergerak kearah trailer dan hoist menurunkan lifting beam-nya kearah segmen.
Lifting beam harus dipasangkan pada segmen menggunakan 4 x 36mm PT bars dan
kemudian dikencangkan menggunakan wrench. Segmen kemudian diangkat oleh
winch dan dibawa menuju upstream pier seperti yang terlihat pada gambar berikut.

3-52 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

Gambar 3- 6 Penggantungan Sementara Segments Pertama


Ketika segmen sudah berada pada posisi (gap antara segmen dan pier head
adalah 50mm) 2 hanging bars harus disambungkan pada hanging beams yang
sudah terpasang pada segmen dari pabrik precast. Ketika hanging bars sudah
tersambung pada hanging beams, winch harus menurunkan hoist untuk
menyalurkan berat segmen pada hanging bars. lifting beam kemudian harus
dilepaskan dari segmen lanjut ke segmen berikutnya.

3. Penggantungan Sementara Semua Segmen

Prosedur yang sama bisa digunakan untuk semua segmen. Semua segmen
harus digantung seperti yang terlihat pada gambar dibawah karena dibutuhkan
ruang didekat rear support untuk rotasi segmen.

3-53 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

Gambar 3- 7 Penggantungan Sementara Semua Segments

4. Penempatan & Pemasangan Segmen 1

Setelah semua segmen tergantung pada LG, pemasangan segmen dimulai dari
segment 1.

Berikut ilustrasi Penempatan dan Pemasangan Segmen :

Gambar 3- 8 Penempatan dan Pemasangan Segment Pertama

3-54 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

Gambar 3- 9 Alat Bantu Wet Joint


Posisi segmen mengacu pada pre-cambered global coordinates. Surveyor
harus mengecek pre-installed control points dari segmen. Gunakan winch untuk
longitudinal adjustment. Gunakan jack untuk mengubah sudut pada arah melintang.
Gunkan chain pullers yang terhubung pada LG bench untuk menyesuaikan sudut
pada arah longitudinal, terdapat sistem rotation pada lifting beam.

Jika segmen sudah berada pada posisi yang benar, pasang hanging bars pada
hanging beams. Pasang adjustable chairs diantara stitch pada 4 sudut segmen.

Gambar 3- 10 Penempatan Adjustable Chair


Pasang PT bars untuk mengikat segmen pertama pada pier head. Pasang baut
adjustable chair perlahan-lahan pada beton. Jika adjustable chair sudah agak
kencang, kuatkan PT bars menggunakan wrench. Segmen pertama telah selesai
dipasang pada pier head. Short jack 100t akan digunakan jika diperlukan alignment
adjustment setelah semua segmen terpasang.

3-55 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

5. Stressing temporary (sementara)

Sambungkan segmen satu persatu, mulai dari segmen 2 ke segmen 1. Dari


hanging bars, winch akan mengangkat segmen melalui lifting beam, kemudian
pindahkan kearah segmen 1 hingga segmen tersebut berada pada level yang sama
dengan segmen 1. Sisakan ruang yang cukup antara segmen 1 dan segmen 2 untuk
pemasangan epoxy. Pasang duct sealer disekitar duct. Pasangkan epoxy pada
permukaan ujung segmen 2. Pemasangan epoxy harus merata pada semua
permukaan dengan menggunakan spatula. Gunakan rubber gloves selama proses
pengerjaan. Pasang TPT bars pada pagian atas dan bawah segmen 2 untuk
disambungkan ke segmen 1.

Setelah pemasangan epoxy selesai, gerakan winch yang membawa segmen 2


kearah segmen 1 dan disaat bersamaan kencang kan nuts pada PT bars. Setelah
kedua segmen menempel sempurna, kencangkan PT bars menggunakan wrench
kemudian pasang chair dan hollow jack untuk pekerjaan stressing. Prestress PT
bars bagian atas dengan 55 ton jacking force dan 50 ton untuk PT bars bagian
bawah.

Gambar 3- 11 Stressing Temporary dan Pemasangan lem Epoxy

6. Penyambungan Segmen 17 & 18

Setelah segmen 16 tersambung pada segmen 15, dan segmen 18 telah di


setting dengan gap 50 mm dari pierhead diawal segmen yang sudah tergantung,
harus ada ruang yang cukup untuk memasang segmen 17.

3-56 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

Gambar 3- 12 Penyambungan Segment 17 dan 18


Sambungkan segmen 17 ke segmen 16, kemudian segmen 18 ke segmen 17
mengikuti langkah langkah pengerjaan segmen sebelumnya.

7. Survey
a. Precamber

Di casting yard, segmen-segmen sudah ditentukan nilai pre-camber-nya.


Moulds sudah di set berdasarkan imaginary curve yang ditentukan oleh pre-
camber values. Pre-camber values adalah deformasi theoretical dari bentang
jembatan beton mulai dari waktu penggantungan segmen pada launching gantry
sampai sudah terjadinya creep dan shrinkage. Nilai deformasi ini menjadi
pertimbangan di precast yard maupun dilapangan.

Gambar 3- 13 Pre Chamber Values

Pre-cambered Level adalah level dimana segmen-segment harus di set


selama pengerjaan penyambungan oleh TPT bars. Selama tahapan ini,
segmen-segmen digantung dari main beam LG.
Target Level adalah level setelah pekerjaan prestressing selesai dan
setelah segmen-segmen dilepas dari hanging bars.

3-57 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

Design Level adalah level terakir, setelah terjadinya creep dan shrinkage
dalam waktu jangka panjang dan tidak dapat dilihat dilapangan selama
proses konstruksi.
8. Casting of Wet Joint

Setelah perbaikan alignment dan level span, wet joint baru bisa dikerjakan.

a. Kontinuitas Duct Tendon

Untuk internal tendon, lay out tendon pada sambungan wet joint dibuat
semulus mungkin untuk memudahkan pekerjaan saat pemasukan strand. Caranya
adalah dengan menggunakan sistem coupler pada kedua segmen precast dan pier
head.

Berikut adalah gambar susunan couplers.

Gambar 3- 14 Kontinuitas Duct Tendon

b. Blocking out of Adjustable Chair

Posisi Adjustable chair harus fixed diantara ruang wet joint untuk menjaga
alignment span setelah final adjustment. Chairs harus tetap berada pada posisi yang
sama hingga beton wet joint selesai dikerjakan. Oleh karena itu chairs harus di block
agar nantinya mudah untuk dilepaskan setelah pengecoran.

3-58 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

Gambar 3- 15 Blocking Out Off Adjustable Chair


c. Wet Joint Formwork

Sistem formwork yang digunakan pada wet joint adalah sederhana. Formwork
terbuat dari panel baja ringan yang bisa dipasang tanpa bantuan lifting equipment.
Sebuah hanging platform harus disediakan selama proses pemasangan formwork
panels. Alternatif lainnya bisa menggunakan cherry picker (man-basket).

Gambar 3- 16 Form Work Wet Joint


d. Pengecoran Wet Joint

Beton wet joint harus terbuat dari early-strength concrete dan harus mampu
memperoleh kuat tekan yang sangat besar dalam jangka waktu 24 jam sehingga
pekerjaan stressing dapat dilakukan dengan cepat. Pengecoran bisa dilakukan
menggunakan bucket atau wheelbarrow seperti yang terlihat pada gambar di bawah.

3-59 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

Gambar 3- 17 Pengecoran Wet Joint

9. Installation PT Tendons

Instal Tendon ini dilakukan setelah wet joint sudah di cor, ada dua macam
tendon dalam proyek Tol BORR seksi IIB ini :

a. External Tendons

Pengelasan pipa HDPE untuk eksternal tendon harus dilakukan diatas deck
span sebelumnya. Pipa yang sudah dilas kemudian dimasukan kedalam box girder
melalui manhole yang berada pada bagian atas deck. Strand dimasukan dari bagian
sisi upstream melewati anchorage kemudian didorong. Posisi stressing platform
harus berada pada upstream pier untuk memudahkan akses menuju lokasi
anchorage.

Gambar 3- 18 Instalation PT Tendons

3-60 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

Stressing

3.4.1 Pengenalan

Gaya tegangan prestress yang digunakan mempengaruhi kekuatan struktur,


oleh karena itu proses stressing harus dilakukan dengan hati-hati. Gaya yang
digunakan sangat besar maka dari itu regulasi safety harus diutamakan. (strand bisa
putus atau beton hancur.

3.4.2 Peralatan & Material Stressing

Untuk melakukan pekerjaan stressing di butuhkan material dan peralatan


yang cukup untuk berlangsungnya pelaksanaan.

Berikut gambar beserta spesifikasi peralatan dan material yang di gunakan:

Tabel 3- 3 Spesifikasi Peralatan dan Material

Peralatan atau Material Nama Spesifikasi

1. Hydraulik Type: Electric oil pump


Pump Rated oil pressure: 50 Mpa
Rated displacement: 2x2
L/min
Weight: 120 kg
Dimension: 745x494x1052
mm
Power: 3 kW/3 ph/380 V

2. Mesin Capacty: 175 l


grout pump Pressure: 5-7 bar
Rated displacement: 10
L/min
Weight: 280 kg
Dimension: Dia 700 mm x
1140 mm
Power: 5 kW/3 ph/380 V

3-61 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

3. Wadge Outer dia A mm 200


160
Prostusion B mm 55
43

4. Wadge No. Strand mm 15,3


plate Dia Inch 0,6
mm 29
Outer dia mm 42
a mm 14,3
Length
Inner Dia i

5. Strand ASTM A Grade 270 k


0,6 416 Low 15.2 mm
relaxation (7 wires
Diameter strand)
Luas 140 mm2
penampang 1.102 kg/m
Berat 260.7 kN
Breaking Low Relax
load
Relaksasi

3-62 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

3.4.3 Stressing Flowcharts

Gambar 3- 19 Stressing Flowcharts

3.4.4 Pekerjaan Stressing

Pekerjaan stressing dimulai setelah beton mencapai kuat tekan minimum


yang dibutuhkan dan harus atas instruksi engineer. Semua pekerjaan sudah
dijelaskan untuk automatic jack (self gripping assembly). Pertama cek apakah
geometri lubang anchor head sudah sesuai dengan posisi jack (jika tidak, anchor
head harus dibongkar dan dipasangkan kembali).

a. Segmental Post-Tension :

Tabel 3- 4 Segmental Post Tensioning

Length Qty No Tendon


No SPAN
(m) (pcs) strand Type
6 x 7s -0.6
1 P30-P31 45 2 194 8 x 19s 0.6
2 P31-P32 50 2 232 6 x 7s -0.6

3-63 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
3 P32-P33 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
4 P33-P34 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
5 P34-P35 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
6 P35-P36 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
7 P36-P37 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
8 P37-P38 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
9 P38-P39 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
10 P39-P40 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
11 P40-P41 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
12 P41-P42 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
13 P42-P43 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
14 P43-P44 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
15 P44-P45 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
16 P45-P46 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
17 P46-P47 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
18 P47-P48 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
19 P48-P49 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
20 P49-P50 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
21 P50-P51 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
22 P51-P52 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
23 P52-P53 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
24 P53-P54 45 2 194 8 x 19s 0.6
25 P54-P55 45 2 194 6 x 7s -0.6

3-64 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
26 P55-P56 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
27 P56-P57 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
28 P57-P58 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
29 P58-P59 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
30 P59-P60 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
31 P60-P61 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
32 P61-P62 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
33 P62-P63 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
34 P63-P64 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
35 P64-P65 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
36 P65-P66 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
37 P66-P67 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
38 P67-P68 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
39 P68-P69 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
40 P69-P70 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
41 P70-P71 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
42 P71-P72 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
43 P72-P73 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
44 P73-P74 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
45 P74-P75 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
46 P75-P76 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
47 P76-P77 50 2 232 10x19s 0.6
48 P77-P78 45 2 194 6 x 7s -0.6

3-65 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
49 P78-P79 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
50 P79-P80 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
51 P80-P81 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
52 P81-P82 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
53 P82-P83 45 2 194 8 x 19s 0.6
6 x 7s -0.6
54 P83-P84 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
55 P84-P85 50 2 232 10x19s 0.6
6 x 7s -0.6
56 P85-P86 45 2 194 8 x 19s 0.6
Total 112

b. Instalasi Strands

Strands bisa dimasukan ke dalam duct sebelum atau sesudah pengecoran.


Namun pada instalasi strand di box girder dipasang sesudah pengecoran dan tendon
sudah terpasang di dalam box girder.

Gambar 3- 20 Instalasi Strand


c. Pemasangan Wedge Plate

Wedge plate dipasang setelah instalasi strand selesai dan segera akan
dilakukan stressing Wedge plate dikirim ke site dengan material pencegah karat
misalnya dilumuri sejenis minyak/oli yang nantinya juga akan berfugsi sebagai

3-66 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

pelicin pada proses draw in setelah stressing. Oleh karena itu Wedge plate harus
terlindung dari lumpur dan debu.

Persiapan pemasangan wedge plate:

Buka pelindung strand dibagian ujung


Periksa panjang stressing.
Stressing length harus bersih dari serpihan beton. Strand harus bisa bergerak
bebas. Anchor sleeve harus dibersihkan dari serpihan beton.
d. Pemasangan Wedges/baji

Wedges dipasang sesaat sebelum dilakukan pekerjaan stressing.

Prosedur yang dipakai untuk pemasangan wedges pada wedge plate :

tekan wedge plate sampai menyentuh casting


tekan wedges dengan tangan ke dalam lubang wedge plate
Kencangkan posisi wedges dengan memukul wedges biasanya
menggunakan pipa besi pipe.
e. Pemasangan Jack Hidrolik
Susun strand, pasang pattern plate.
Masukan strand dan dorong jack. Sumbu jack harus sejajar dengan sumbu
tendon. Atur kemiringan jack yang pas dengan cara merubah titik
suspension dari lifting equipment.
Pattern plate harus tetap berada antara jack dan anchorage selama pekerjaan
stressing
Dorong jack ke anchorage. Bagian depan jack harus persis paralel dengan
bagian depan anchorage. Angkat, turunkan, atau miringkan jack jika
diperlukan.

3-67 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

Gambar 3- 21 Pemasangan Jack Hidrolik


f. Pekerjaan Stressing
Pekerjaan stressing harus dilakukan sesuai dengan tahapan yang telah
ditentukan, yang tertera pada stressing report. Stressing forces dan
calculated elongation disediakan oleh engineer.
Semua hasil stressing harus dicatat. Perbedaan elongasi bersih harus
memiliki nilai antara -7 % / + 7 % dari calculated elongation, jika nilai
tersebut melebihi range tersebut maka harus dilakukan penyelidikan dan
analisa lebih lanjut.
Ketika pekerjaan stressing selesai, engineer atau supervisor yang
ditugaskan pada pekerjaan stressing harus mengumpulkan data stressing
dari semua tendon dan menggabungkannya dalam satu laporan yang
kemudian harus ditanda tangani dan diserahkan kepada engineer perwakilan
owner untuk kemudian disetujui.

Prosedur utama:

Nyalakan pompa dan naikan tekanan hingga mencapai nilai yang tertera
pada stressing report.
Ukur perpanjangan piston.
Catat besarannya pada stressing report.
Naikan lagi tekanan hingga mencapai nilai yang tertera pada stressing
report dan catat elongasi pada stressing report.

3-68 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

Ketika pekerjaan stressing tendon dengan elongasi lebih dari 1 stroke the
piston jack, beban harus di release ke wedge plate head sekitar 10 mm
sebelum ujung stroke piston.
Transfer beban pada wedge plate
Tarik dan lepaskan piston.
Setting kembali self gripping assembly
Mulai lagi pengerjaan stressing.
Setelah jack dipindahkan, cek kembali wedges apakah sudah terpasang
dengan benar.
Bandingkan elongasi bersih dengan elongasi yang diberikan pada report.
Jika elongasi masih berada dalam range toleransi, maka stressing
bisa di lanjutkan.
Jika elongasi melebihi batas toleransi, maka harus dilakukan
penyelidikan lebih lanjut penyebabnya.
Jika stressing report telah disetujui maka strands sudah bisa dipotong
sekitar 25 mm dari wedge plate dengan menggunakan grinda.

Gambar 3- 22 Pengukuran Elongasi dan Pekerjaan Stressing


Dalam melakukan stressing tendon ini, tendon tidak di tarik bersamaan
semuanya melainkan dengan beberapa tahap penarikan, jika penarikan dilakukan
bersamaan maka dikhawatirkan tidak meratanya tekanan pada segmen sehingga
lendutan yang di hasilkan tidak sesuai dengan rencana yang di buat.

3-69 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

Grouting

Grouting merupakan faktor utama yang mempengaruhi durability dari


struktur beton post-tensioned dengan bonded tendon.

Tujuan utama grouting adalah:

Mencegah terjadinya korosi pada baja prestress dengan cara mengisi


semua void dengan grout.
Untuk menciptakan ikatan yang efektif antara baja prestress dan
beton.

Pekerjaan grouting harus mulai dikerjakan secepat mungkin, tidak boleh lebih
dari 2 minggu setelah stressing.

3.5.1 Persiapan Grouting

Ketentuan grouting harus ditentukan sebelum pengecoran.


Pertimbangannya adalah grout inlets tendon, pencurahan pada elevasi yang
tinggi, saluran tengah di duct tendon, akses grout dan bukaan saluran
personnel dan peralatan equipment (contohnya dalam hollow box bridge)
Pemotongan strands dan penutupan anchorage dengan mortar (campuran
semen, pasir, dan air) bisa dilakukan setelah persetujuan dari konsultan.
Peralatan harus ditempatkan sedekat mungkin ke sambungan grout. Untuk
menghindari kehilangan tekanan, jarak vertikal antara peralatan grouting
dan cable tidak boleh melebihi 35 m - 40 m. Jika diperlukan, peralatan
grouting harus diletakan bridge deck atau pada intermediate deck atau tower
sementara agar diperoleh jarak maximum yang relevant.
Persiapan material yang sekali pakai :
semen dan admixture harus disediakan dengan jumlah yang cukup
disekitar lokasi peralatan grouting dan harus terlindung dari kelembaban
(cipratan dari mixer, hujan, dan lain lain.), dan suplay air harus dipastikan.
Sebelum memulai pekerjaan grout, duct tendon harus di cek apakah ada
yang menyumbat, biasanya bisa dilakukan dengan kompresi udara.
Gunakan air hanya untuk menghilangkan zat pelindung korosi.

3-70 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

Penyemprotan air bisa dilakukan dengan pompa grout. Air yang tersisa
bisa dibersihkan dengan kompressor udara.
Pengecekan kesiapan alat-alat untuk digunakan:
Mixer harus dibersihkan dari sisa sisa semen yang mengeras dan harus
dibersihkan dengan air untuk menjamin kebersihan dan keketatan outlet
valves juga harus dicek.

Gambar 3- 23 Tendon yang sudah di Grouting

3.5.2 Pekerjaan Grouting

Pekerjaan ini mulai di lakukan setelah semua tendon pada satu span selesai di
stressing.

3.5.2.1 Umum

Jika campuran yang cocok untuk grout telah ditentukan, maka pekerjaan
grouting tendon bisa dimulai.

Beberapa ketentuan tambahan pada cuaca dingin.


Setelah keadaan beku, grouting boleh dikerjakan jika tidak ada es di dalam
duct.
Pekerjaan Grouting boleh dilakukan jika suhu udara dan struktur paling
rendah +5C dan bisa diasumsikan bahwa suhu tidak akan turun dalam
jangka waktu 48 jam. Jika ada kemungkinan suhu akan turun dibawah 5C
maka struktur harus dipanaskan.
Suhu yang terlalu panas juga tidak baik. Suhu truktur tidak boleh lebih dari
30 C untuk mencegah terlalu cepatnya kenaikan suhu grout. Jika

3-71 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
ERECTION BOX GIRDER MENGGUNAKAN GANTRY

dibutuhkan, pekerjaan dilakukan pada malam hari ketika suhu relatif


rendah.
Jika memungkinkan bersihkan duct dengan air dingin. Pembasahan duct
juga mencegah keluarnya air dari grout selama proses pemompaan grout.

Gambar 3- 24 Pekerjaan Grouting

3.5.2.2 Interruptions

Pekerjaan grouting harus berlangsung tanpa gangguan yang menyebabkan


pekerjaan terhenti. Jika pekerjaan terhenti cukup lama (30 menit) selama proses
transisi dari satu tendon ke tendon yang lain, seluruh peralatan mixer, pompa, dan
hose harus dikosongkan dan dibersihkan dengan air.

Jika selama pekerjaan grouting satu tendon terhenti cukup lama (30 menit.),
tendon harus dicuci dengan air dan dibersihkan lagi dengan kompressor udara..

Peralatan grouting harus dibersihkan setelah 4 sampi 5 jam penggunaan jika


pekerjaan lancar dan tidak terhenti.

3-72 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

4 PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

Bahan

Bahan bangunan adalah bahan yang digunakan untuk tujuan konstruksi.


Pemilihan bahan konstruksi harus memperhatikan kualitas sehingga akan
didapatkan hasil yang sesuai dengan standar perencanaanya. Selain itu perlu
diperhatikan juga penyimpanan dan penumpukan di gudang agar tidak terjadi
penurunan kualitas material baik disebabkan karena faktor cuaca maupun lamanya
waktu penyimpanan di gudang. Dalam Proyek Jalan Toll BORR ada beberapa
bahan yang digunakan dalam proses pekerjaan konstruksi diantaranya, besi beton,
beton ready-mix, bekisting, lem epoxy, kabel strands, kawat benrat,pipa HDPE,
duckting, widges, paku, dan semen. berikut gambar beserta keterangan bahan
tersebut.

Tabel 4- 1 Bahan (Material) yang di Pakai


1. Besi beton adalah besi yang biasa
digunakan untuk penulangan dalam
konstruksi beton atau biasa dikenal dengan
sebutan beton bertulang

5 Ready Mix merupakan istilah beton


yang sudah siap untuk digunakan
tanpa perlu lagi pengolahan
dilapangan. Pengunaan ready
mix,dapat mempercepat pekerjaan
menghemat waktu dengan kualitas
yang tetap terjaga

5-73 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

6 Lem epoxy adalah lem yang biasa di


gunakan untuk merekatkan box yang
terbuat dari beton. Lem ini
merupakan pencampuran antara
sikadur1 MP A& B. dengan kekuatan
setara beton dengan mutu K-800.

7 Bekisting merupakan sarana struktur


beton untuk mencetak beton baik
ukuran atau bentuknya sesuai dengan
yang telah direncanakan.

8 Kawat bendrat adalah kawat yang


digunakan sebagai pengikat tulangan
besi, sehingga tulangan tidak perlu di
las.

9 Kabel strand adalah kabel baja yang


dipuntir dengan lilitan tertentu sesuai
dengan kebutuhan yang diperlukan.
Dalam proyek ini kabel strand
digunakan untuk stressing.

10 Duckting adalah pipa ulir dengan


bahan alumunium yang di gunakan
untuk tendon internal pada girder
yang berfungsi mencegah adanya
kebocoran pada saat grooting tendon
dan melindungi kabel strand dan
beton precast.

10-74 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

11 Pipa HDPE adalah pipa yang terbuat


dari plastik dan karet khusus yang
digunkan sebagai pembungkus kabel
strand di tendon external. Pipa ini
digunakan karena sifatnya yang elastis
dan kuat.

12 Widges adalah cylinder yang terbuat


dari baja yang berfungsi untuk
mengunci kabel stran selama dan
setelah kabel di stressing. Widges ini
biasa di pakai dengan plat widges.

13 Paku adalah batang logam yang


berujung runcing yang digunakan
untuk melekatkan bahan-bahan
bangunan.

14 Semen adalah zat yang digunakan


untuk merekat batu, bata, batako,
maupun bahan bangunan lainnya.
Dalam proyek ini semen digunakan
sebagai penutup lubang bekas
pemasngan steel shoe.

15 Lem Aibon adalah perekat yang biasa


digunakan untuk merekatkan barang,
Dalam pekerjaan ini lem aibon
digunakan untuk merekatkan spon
terhadap lubang duckting di girder.

15-75 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

4.2 Peralatan

Dalam persiapan proyek peralatan yang harus dipersiapkan adalah alat


sebagai alat penunjang dalam proses pekerjaan konstruksi itu sendiri. Nantinya alat-
alat tersebut akan membantu agar proyek tersebut dapat tepat waktu dalam
pelaksanaanya. Selain itu juga peralatan dalam pembangunan jalan Toll ini
menggunakan beberapa alat berat yang cukup banyak, guna mempermudah dan
hasil yang sesuai dengan perencanaan.

Dalam Proyek jalan Toll BORR Seksi IIB ada beberapa perlatan yang
digunakan dalam proses pekerjaan konstruksi diantaranya, Lemo crane, concrete
pump, bar cutter, bar bender, concrete bucket, conveter vibrator, generator set,
mesin bor, mesin gerinda, Rs,excavator, scaffolding, palu, Total station, Hydrolic
Pump, jack, las listrik,tie rod, chain block, dan angker block. berikut gambar beserta
keterangan peralatan tersebut :

Tabel 4- 2 Peralatan yang digunakan dalam Pembangunan jalan Tol BORR Seksi
IIB

15.1.1.1 Pump Hydrolic adalah alat yang


di gunakan untuk membantu
pada saat stressing dengan Alat
ini menggunakan bantuan angin
sebagai penekan.

15.1.1.2 Excavator adalah jenis alat berat


yang dipergunakan pada saat
ada pekerjaan tanah.
Seperti : penggalian, pembongkaran, dan
sebagainya.

15-76 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

15.1.1.3 Bor besi adalah alat dengan


batang besi yang runcing
berfungsi untuk melubangi besi
yang telah di rencanakan untuk
di pasangi baud.

15.1.1.4 Gerinda adalah sebuah alat yang


ekonomis guna menghasilkan
permukaan yang halus dan dapat
mencapai ketelitian yang tinggi.

15.1.1.5 Conveter Vibrator adalah salah


satu peralatan yang digunakan
saat pengecoran untuk
memadatkan pengecoran

15.1.1.6 Las listrik adalah alat yang bisa


menyambungkan atau
menambal besi yang berlubang,
disini las listrik di gunakan untuk
menyatukan sebuah begisting.

15-77 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

15.1.1.7 Scaffolding adalah struktur


sementara yang digunakan
untuk menyangga manusia dan
material dalam kontruksi atau
perbaikan gedung dan
bangunan-bangunan besar
lainnya.

15.1.1.8 Bar bender adalah alat yang


digunakan untuk
membengkokkan baja tulangn
dalam brebagi macam sudut
sesuai dengan perencanaan.

15.1.1.9 Tie rod adalah besi ulir yang


berguna untuk mengunci, tie rod
digunakan pada begsting sebagai
pengunci.

15.1.1.10 Chain blok adalah sebuah


katrol rantai yang di unakan
untuk mengunci atau mengatur
elevasi girder, dan bisa juga
untuk mengangkat benda
dengan beban tertentu.

15-78 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

15.1.1.11 Palu adalah alat yang


digunakan untuk memberikan
tumbukan kepada benda.

15.1.1.12 Concrete Bucket adalah


tempat pengangkutan beton dari
truck mixer cincrete sampai ke
tempat pengecoran.

16 Angker Block adalah alat yang


digunakan pada saat stressing di
bagian kabel strand, yang berguna
sebagai penahan tarikan yang di
lakukan oleh jack hydrolik.

17 Total stasion biasa digunakan untuk


menentukan titik as bangunan,
ketegaklurusan bangunan,
menetukan elevasi bangunan, dan
membuat sudu-sudut struktur
bangunan, alat ini memiliki
kemampuan yang lebih canggih dari
theodolit.

17-79 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

18 Bar cutter adalah alat untuk


memotong besi dengan cepat. Hal ini
dapat mempercepat proses
penulangan untuk cor. Sehingga
membantu pekerjaan manusia.

19 Concrete pump adalah sebuah alat


yang digunakan untuk mentransfer
cairan beton dengan dipompa.
Biasanya dipakai pada pekerjaan
struktur bagian atas.

20 Lemo Crane adalah alat berat yang


di gunakan untuk mengangkat
peralatan atau bahan yang akan di
gunakan di bagian atas struktur
atau di bawah struktur bangunan.

4.3. Tahapan Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan merupakan tahapan untuk mewujudkan setiap rencana


yang dibuat oleh pihak perencana. Pelaksanaan pekerjaan merupakan tahap yang
sangat penting dan membutuhkan pengaturan serta pengawasan pekerjaan yang
baik sehingga diperoleh hasil yang baik, efisien terhadap waktu, dan sesuai dengan
apa yang sudah direncanakan sebelumnya.

Tahap pelaksanaan pekerjaan merupakan tahap yang menentukan berhasil


tidaknya suatu proyek, oleh karena itu perlu dipersiapkan segala sesuatu yang
berhubungan dengan teknis pekerjaan, rencana kerja, serta tenaga pelaksana

20-80 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

khususnya tenaga ahli yang profesional yang dapat mengatur pekerjaan dengan baik
serta dapat mengambil keputusan-keputusan mengenai masalah-masalah yang
ditemui di lapangan.

Dalam pelaksanaan fisik suatu proyek bisa saja timbul masalah-masalah yang
tidak terduga dan tidak dapat diatasi oleh satu pihak saja. Untuk itulah diperlukan
adanya rapat.

koordinasi untuk memecahkan dan menyelesaikan masalah bersama-sama.


Dalam rapat koordinasi dihadiri oleh :

Konsultan proyek
Koordinator dan para pelaksana
Pihak pemilik (owner) jika diperlukan
Pihak perencana / arsitek jika diperlukan

Hal-hal yang dibahas dan diselesaikan dalam rapat koordinasi meliputi:

Kemajuan (progress) pekerjaan di lapangan


Masalah-masalah dan solusinya menyangkut pelaksanaan di lapangan
Realisasi pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai dibandingkan dengan
time schedule yang telah direncanakan
Masalah administrasi yang menyangkut kelengkapan dokumen kontrak
Sasaran yang akan dicapai untuk jangka waktu ke depan

Dalam tahap pelaksanaan, semua pelaksanaan pekerjaan di lapangan


mengikuti rencana yang telah dibuat oleh pihak perencana. Antara lain gambar
rencana dan segala detailnya, jenis material, dan dokumen lainnya.

Tahap selanjutnya kontraktor mengerjakan shop drawing sebagai gambar


pelaksanaan dengan ruang lingkup serta detail yang lebih sempit kemudian untuk
tahap akhir kontraktor membuat as built drawing sebagai gambar akhir sesuai
dengan yang ada di lapangan yang digunakan sebagai laporan akhir.

Dalam bab ini, pelaksanaan pekerjaan yang akan penulis uraikan adalah
tentang pekerjaan yang dilaksanakan dan dialami penulis selama kerja praktek di
proyek pembangunan Jalan Tol BORR seksi II B, pelaksanaan pekerjaan antara lain
:

20-81 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

1. Pekerjaan Pile cap

2. Pekerjaan struktur Pier (kolom)

3. Pekerjaan Pier Head

4. Uji slump dan tes kuat tekan beton

Pekerjaan struktur

Pekerjaan struktur bawah meliputi pekerjaan pile cap

Pekerjaan struktur atas atau upper structure meliputi pekerjaan Pier dan Pier Head.

4.3.1. Pekerjaan pile cap

Lingkup pekerjaan pada metode kerja ini mulai dari persiapan pekerjaan pile
cap, pelaksanaan pembesian, pelaksanaan pengecoran dan perawatan mutu setelah
pengecoran (curing).

4.3.1.1. Pekerjaan Galian dan Cut Off Pile

Pekerjaan cut off pile, meliputi tahapan pengerukan tanah, pengecoran


dinding beton 10 cm, pekerjaan cutting pile, kemudian pengecoran lean concrete.

Kedalaman penggalian tanah sesuai tipe pile cap. Penggalian dilakukan


dengan 2 cara yaitu menggunakan excavator untuk posisi di antara bore pile dan
tenaga manual untuk posisi antara bore pile ke tepi pile cap. Area penggalian
dilebarkan 10 cm dari rencana pile cap agar nantinya ada ruang dalam pengecoran
dinding beton k-125 sebagai bekisting.

Gambar 4- 1 Penggalian Pile Cap

20-82 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

Setelah penggalian dilakukan sesuai kedalaman rencana, kemudian dilakukan


pemasangan bekisting untuk pengecoran dinding beton k-125 setebal 100 mm di
sekeliling area pile cap. Dinding beton dicor menerus tanpa sambungan di tiap sisi
dinding hingga elevasi tanah eksisting dengan bekisting berupa tenolit yang di
support oleh kaso 10/5.

Setelah bore pile bagian atas terekspose, maka dilakukan cutting secara
manual. Cutting dilakukan mengelilingi bore pile sesuai elevasi rencana dan
dilanjutkan pengecoran lantai kerja dengan terlebih dahulu tanah diratakan dengan
urugan pasir. Pengecoran lantai kerja (Lean Concrete) adalah sebagai alas/dasar
pengecoran pilecap. Ketebalan lean concrete adalah 100 mm dengan beton kelas E
mutu K-175. Beton ready mix didatangkan dari batching plan ke site menggunakan
truck mixer.

Gambar 4- 2 Pengecoran Line Concrete

4.3.1.2.Pemasangan Pembesian

Pembesian di pabrikasi di daerah sekitar lokasi proyek yang telah disediakan.


Pemotongan besi menggunaan bar cutter dan pembengkokan dengan menggunakan
bar bender.

Tahap Pemasangan Besi :

Pemasangan Rebar bawah


Pemasangan Besi Support bawah
Pemasangan Rebar Tengah

20-83 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

Pemasangan Besi Support Atas


Pemasangan Rebar Atas

Gambar 4- 3 Pembesian Pile Cap

4.3.1.3. Pengecoran Pile Cap

Spesifikasi Teknis:

Beton yang digunakan untuk pilecap yaitu kelas B dengan mutu K-350
Slump beton 12 2 cm
Pengecoran harus dibarengi dengan vibrator dalam range dan frekuensi
yang benar
Setelah pengecoran, harus dilakukan curing (perawatan), Perawatan
dilakukan secara continew dan dipantau.

Gambar 4- 4 Pengecoran Pile Cap

20-84 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

4.3.2. Pier (Kolom)

Pier merupakan struktur yang memikul beban dari ujung-ujung jembatan dan
gaya-gaya lainya. Pier juga merupakan elemen struktur tekan yang mempunyai
peranan penting dari suatu konstruksi Jalan layang. Ketika Pier mengalami
kegagalan maka bisa dikatakan struktur bagian atas jembatan akan mengalami
keruntuhan, fungi dari pier ini sendiri adalah sebagai penerus beban dan gaya yang
terjadi di bagian atas dan di teruskan ke bagian pondasi (Pile Cap).

4.3.2.1. Penentuan As kolom

Titik-titik dari as Pier diperoleh dari hasil pengukuran dan pematokan. Hal
ini disesuaikan dengan gambar yang telah direncanakan. Cara menentukan as Pier
membutuhkan alat-alat seperti: Total Stasion, meteran, tinta, sipatan dan lain-lain.

Gambar 4- 5 Penentuan Titik As Pier


Proses pelaksanaan penentuan as kolom adalah sebagai berikut :

Penentuan as pier dengan Total Stasion berdasarkan shop drawing dengan


menggunakan acuan yang telah ditentukan bersama dari titik BM (Bench
Mark) .
Buat as kolom dari garis pinjaman
Beri patok pada titik untuk menentukan dan menyamakan pada titik
koordinat
Beri tanda guna memudahkan pekerja untuk pemasangan besi kolom.

20-85 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

4.3.2.2. Pembesian kolom

Pekerjaan pembesian dilakukan di lokasi pier yang sedang dikerjakan, karena


stek kolom dibuat menerus setinggi kolom. Besi yang dikerjakan adalah tulangan
geser (sengkang) sepanjang kolom serta besi stek untuk pier head. Besi yang
digunakan untuk pier yaitu D32 untuk tulangan utama dan D19 untuk tulangan
geser (sengkang). Pada saat perangkaian besi, stek untuk pier head dibuat setinggi
dimensi pierhead tiap-tiap pier.

Proses pekerjaan pembesian dalam proyek ini adalah sebagai berikut :

Perakitan tulangan kolom harus sesuai dengan gambar kerja.


Selanjutnya adalah pemasangan tulangan utama pada titik as Pier, Sebelum
pemasangan sengkang, terlebih dahulu dibuat tanda pada tulangan utama
dengan kapur/tipe-x.
Selanjutnya adalah pemasangan sengkang, setiap pertemuan antara tulangan
utama dengan sengkang diikat oleh kawat dengan sistem silang.
Setelah besi terpasang pada posisinya dan cukup kaku, lalu dipasang beton
decking sesuai ketentuan. Beton decking ini berfungsi sebagai selimut
beton.

Gambar 4- 6 Pembesian Pier

4.3.2.3. Pemasangan Bekisting Kolom dan Verticality

Bekisting (acuan) adalah alat yang dibuat untuk mencetak beton dalam
proyek, bekisting bisa dipakai berulang kali untuk efisiensi kerja dan penghematan
biaya tanpa ada penurunan mutu.

20-86 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

Pemasangan bekisting Pier dilaksanakan apabila pelaksanaan


pembesian tulangan telah selesai dilaksanakan dan pekerjaan pengecoran telah
dijadwalkan akan dilaksanakan. Bekisting yang digunakan dalam pembuatan kolom
ini adalah bekisting knock down (Besi) yang telah di susun di pabrikan/gudang
Pt.Wijaya Karya, sehingga persiapan hanya merepair bekisting Pier.

Berikut adalah tahap pemasangan bekisting Pier :

Pembawan bekisting dari gudang dengan container


Repair bekisting di lapangan
Pemasangan sabuk bekisting dengan tie rod
Pemasangan bekisting dengan alat berat Crane
Verticality dengan menggunakan alat RS

Gambar 4- 7 Pemasangan Bekisting Pier dan Verticality

4.3.2.4. Pengecoran Pier

Pengecoran Pier di lakukan setelah bekisting siap untuk di tuangi Coran,


pengerjaan ini dilakukan dengan menggunakan Truk Mixer sebagai pengangkut
Beton cair, dan Concrete Pump sebagai penuang beton dikarenakan pekerjaan
pengecoran yang cukup tinggi. Dan untuk pemasangan tulangan Pier itu sendiri di
lakukan secara bertahap guna menghindari segregasi atau pemisahan agregat yang
berakibat terhadap mutu beton tersebut, untuk tahap pemadatan menggunakan alat
Vibrator guna menghilngkan adanya rongga-rongga udara pada saat pengecoran.
Pada struktur Pier ini menggunakan mutu beton K-400

Berikut tahap pelaksanaan pengecoran :

20-87 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

Persiapan sebelum pengecoran dimana kolom harus bersih dari kotoran


yang mengakibatkan berkurangya mutu beton
Setelah beton datang ke lokasi pengecoran, beton di uji Slump terlebih
dahulu apabila telah sesuai dengan standar pengecoran siap di laksanakan
Beton di tuangkan sedikit demi sedikit kemudian dilanjutkan penuangan
dengan Concrete Pump.
Ketika beton sedang di tuangkan para pekerja melakukan pemadatan beton
dengan menggunakan Vibrator

Gambar 4- 8 Pengecoran Pier

4.3.2.5. Pembongkaran Bekisting

Pada tahap ini di lakukan setelah beton mengeras dan mencapai umurnya,
berikut adalaah tahapan pembongkaran bekisting :

Setelah beton mencapai umurnya sekitar 24 jam buka sabuk bekisting dan
longgarkan tie rod (pengunci) dengan menggunakan palu.
Pembongkaran ini langsung menggunakan alat berat berupa Crane dengan
cara di buka sabuk bekisting.
Setelah itu bekisting yang selesai di lepas di bawa ke gudang kembali untuk
dilakukan Repair ulang

20-88 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

Gambar 4- 9 Pelepasan Bekisting Pier

4.3.2.6. Pekerjaan Curing

Pekerjaan curing adalah pekerjaan yang dilakukan untuk perawatan beton.


Setelah pengecoran kolom ada 3 curing yang dilakukan, yaitu:

Curing sebelum bekisting dibuka. Curing dilakukan dengan cara


memasukkan air ke atas permukaan beton pada saat bekisting belum dibuka.
Pekerjaan curing compound, dengan cara menyemprotkan material curing
compound kepermukaan beton yang baru dibuka bekistingnya.
Curing dengan menyelimuti permukaan beton menggunakan geotextile
yang dibasahi dengan air selama 7 hari.

Gambar 4- 10 Pekerjaan Curing Pier

20-89 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

4.3.3. Pengerjaann Pier Head

Pier Head adalah struktur bagian atas Jalan Layang berfungsi menyalurkan
beban-beban dari box girder ke pier yang selanjutnya di hantarkan ke pondasi.
Umumnya struktur pier head di buat untuk meneruskan beban girder ke pier.

Proses pekerjaan pier head dimulai dari perakitan temporary support. Setelah
temporary support terpasang, set bekisting pierhead dipasang sesuai dengan
urutannya dengan block out tendon telah terpasang side form bekisting.
Pemasangan temporary support dan bekisting pier head dibantu dengan
menggunakan mobile crane. Bekisting pier head yang telah terpasang di cek
verticality sesuai dengan persyaratan desain.

Pekerjaan dilanjutkan dengan perakitan tulangan pier head. Setelah semua


tulangan pier head terpasang dan pengecekan bersama dengan kosultan selesai
dilakukan, dilakukan pengecoran pier head. Pengecoran pier head dilakukan
dengan menggunakan concrete pump. Beton ready mix dituang ke dalam concrete
pump kemudian dipadatkan dengan menggunakan vibrator internal dan eksternal.
Beton yang digunakan untuk pengecoran pier head adalah beton mutu K500.

Berikut tahap pekerjaan Pier Head :

4.3.3.1. Setting Temporary Support

Setting temporary support dilaksanakan setelah area kerja bebas dari material.
Temporary support yang digunakan yaitu pipa shoring dengan kapasitas 35 ton per
pipa. Posisi dan tinggi temporary support disesuaikan dengan kebutuhan desain
masing-masing pier head.

Gambar 4- 11 Pelaksanaan Setting Temporary Support

20-90 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

4.3.3.2. Perakitan Bekisting Pier head

Bekisting pier head terdiri dari beberapa bagian. Secara garis besar, bagian-
bagian bekisting pierhead adalah beam support, side form dan wing form. Langkah-
langkah pekerjaan pemasangan bekisting pierhead adalah sebagai berikut:

Perakitan bekisting pier head dimulai dari pemasangan support beam di atas
shoring, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan main beam.
Setting base block sesuai dengan desain pier head, kemudian pasang lantai
kerja dan wing form.
Ducting dan block out tendon di setting di side form sesuai dengan desain
tendon span.
Side form dipasang tegak lurus dengan bantuan mobile crane, side form
yang sudah terpasang seluruhnya dikunci dengan menggunakan baut, dan
kemudian dilakukan setting pipe bracing agar kedudukan side form
tersebut tetap stabil dan tidak mengalami goyangan pada waktu pengecoran
dilaksanakan serta untuk setting verticality.
Setelah kedua sisi side form terpasang, dilakukan verticality untuk
memeriksa ketegakan bekisting pier head sesuai dengan syarat desain.

Gambar 4- 12 Pemasangan Bekistng Pier Head

4.3.3.3. Pekerjaan Pembesian

Pekerjaan pembesian dilakukan setelah bekisting pier head selesai dipasang.


Pembesian pierhead dimulai dari tulangan horizontal lapis bawah, tulangan
vertical, pemasangan aksesoris tendon dan pemasangan tulangan horizontal lapis

20-91 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

atas. Pemasangan tulangan pier head dilakukan sesuai dimensi dan ketinggian pada
desain yang telah ditentukan.

Gambar 4- 13 Pembesian Pier Head

4.3.3.4. Pekerjaan Pengecoran Pierhead

Pengecoran pier head dilakukan dalam satu tahap. Pada pier head EJ,
pengecoran tetap dilakukan dalam satu tahap, namun memerlukan waktu yang lebih
lama untuk mengkakomodasi profil pierhead EJ. Penentuan top cor dilakukan oleh
surveyor sebelum pengecoran dimulai. Pengecoran dilakukan dengan kecepatan 3
m/jam dan mutu beton K-500. Pada pelaksanaan pengecoran pierhead akan
digunakan 2 set vibrator internal dan 2 set vibrator external. Vibrator digunakan
selama 5-15 detik setelah beton ready mix dituangkan kecetakan.

Gambar 4- 14 Pengecoran Pier Head

4.3.3.5. Pekerjaan stressing Pier Head

Stressing pier head di lakukan setelah Pier Head terlepas dari bekisting dan
sudah di lakukan curing.

20-92 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

Berikut tahapan Stressing Pier Head :

Pemasangan Strand, angker block, dan widges


Stressing dengan Jack Hydrolic
Pemotongan kabel strand
Grooting tendon dan patching.

Gambar 4- 15 Stressing Pier Head

4.3.4. Pengujian terhadap beton ready-mix

Sebelum proses pengecoran dilakukan, terlebih dulu dilakukan pengujian


terhadap campuran beton ready mix. Pengujian ini bertujuan agar campuran
tersebut dapat sesuai dengan kriteria yang direncanakan dan dibutuhkan. Pengujian
ini dibagi kedalam 2 test, yang pertama uji slump test, uji ini bertujuan untuk
melihat penurunan yang terjadi di depan nilai slump. Dan yang kedua adalah uji
kuat tekan beton, pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah nilai kuat tekan
beton sesuai dengan yang diinginkan. Dibawah ini merupakan gambar beserta
keterangan pengujian terhadap beton ready-mix:

20-93 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

Tabel 4- 3 Pengujuan Beton Ready-Mix

4.3.4.1.Test Slump pada


Beton Ready Mix K-
350 & K-400 Normal.
Beton Ready-Mix ini
di pakai untuk
pengecoran Pile Cap
dan Pier

4.3.4.2.Test Slump pada


Beton Redy Mix K-
500 Flow Beton
Ready-Mix jenis ini
dipakai untuk
pengecoran Pier-
Head.

4.3.4.3.Sample untuk Uji


Kuat Tekan Beton,
untuk mengetahui
kekuatan tekan beton
ketika menerima
beban Vertikal.

4.3.5. Pengawasan Pekerjaan

Suatu proyek akan berhasil dengan baik, jika berjalan dan memperoleh hasil
pekerjaan sesuai tujuan utama yang diharapkan. Suatu proyek memerlukan
pengawasan dan pengendalian agar dapat berjalan dengan baik, sebagai kontrol
supaya apa yang dikerjakan sesuai dengan yang direncanakan. Oleh karena itu, agar
sistem pengawasan dan pengendalian ini berjalan efektif, maka harus diciptakan
suatu sistem pengawasan dan pengendalian secara terkoordinasi.

Jadi dalam hal ini pengawasan merupakan tindakan yang bersifat aktif, dalam
arti apabila dalam pelaksanaan ditemukan suatu kesalahan maka pengawas akan

20-94 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

langsung menegur untuk diadakan perbaikan jadi pengawasan dilakukan selama


dan setelah pekerjaan dilaksanakan.

4.3.5.1. Pengawasan Dalam Bidang Teknis

Pengawasan dalam bidang teknis ini menyangkut masalah mutu pekerjaan.


Pengawasan dalam pelaksanaan pada dasarnya dibagi atas tiga tahap pekerjaan,
yaitu sebagai berikut :

Pengawasan tahap pra pengecoran


Pengawasan tahap pengecoran
Pengawasan pasca pengecoran

4.3.5.2. Pengawasan Mutu Bahan

Untuk mencapai kualitas hasil pekerjaan yang baik, maka salah satu yang
harus diperhatikan adalah pengawasan mutu bahan yang akan dipakai, pengawasan
dilakukan pada saat bahan yang akan dipakai masuk ke proyek. Untuk menjaga
antara penerimaan dan pemakaian bahan, maka diadakan pengaturan sebagai
berikut:

Menjaga agar bahan yang tersedia diproyek tidak berlebihan.


Mengawasi pelaksanaan pekerjaan yang sedang dilakukan supaya tidak
terjadi kesalahan pemakaian bahan.
Melakukan pengamanan yang cukup agar tidak terjadi kehilangan alat dan
bahan yang ada di proyek.

Konsep utama yang menjadi perhatian konsultan pengawas adalah


pencegahan sedini mungkin terhadap terjadinya kegagalan. Hal ini dimulai dengan
pengendalian mutu, bahan/material sejak dari lokasi sumber untuk memberi
kepastian dapat tidaknya dipakai untuk pelaksanaan. Hal yang perlu mendapat
perhatian lebih adalah :

1. Jaminan keseragaman mutu


2. Kuantitas bahan/material yang tersedia
3. Jarak akses ke lokasi sumber bahan/material

20-95 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

Pada peninjauan lokasi sumber material ditaksir jumlah ketersediaan


material, kemudian material harus dites, apakah memenuhi spesifikasi dan jarak
lokasi sumber material ke lokasi proyek agar terjamin kontinuitas kebutuhan
proyek.

4.3.5.3. Pengawasan waktu pelaksanaan Pekerjaan

Agar proses pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan lancar dan efisien,


alokasi waktu yang disediakan untuk masing-masing pekerjaan harus direncanakan
sesuai dengan jangka waktu yang disediakan. Oleh sebab itu kontraktor membuat
rencana kerja yang berisi urutan waktu pekerjaan yang dirancang sedemikian rupa,
sehingga kemungkinan antara bagian pekerjaan yang satu dengan pekerjaan yang
lainnya dapat dikerjakan terlebih dahulu, bersamaan, atau hanya bisa dilakukan
secara berurutan.

Selain kualitas perlu adanya jaminan ketepatan waktu penyelesaian proyek


dengan melakukan pengendalian waktu. Saran penting yang digunakan dalam
pengendalian waktu adalah :

1. Jadwal pekerjaan
2. Rapat monitoring

Setiap keterlambatan pelaksanaan dari jadwal rencana, perlu di buatkan


rencana ulang, dan juga diadakan rapat mingguan ataupun jika perlu diadakan rapat
harian. Dalam pengawasan dan pengendalian waktu pada proyek ini mengacu pada
jadwal rencana pekerjaan yang telah direncanakan sebelumnya. Walaupun terjadi
sedikit perubahan dalam pelaksanaannya, ini hanya dikarenakan berbagai macam
faktor di lapangan.

4.3.5.4. Pengawasan dan Pengendalian Biaya

Pengawasan dan pengendalian biaya sangat erat kaitannya dengan pengawasan


waktu pelaksanaan. Pengendalian biaya dibuat dengan Rencana Anggaran Biaya
(RAB). RAB menggambarkan besarnya biaya total yang diperlukan untuk
menyelesaikan suatu proyek. Unsur yang perlu diperhitungkan dalam RAB adalah
biaya langsung dan biaya tidak langsung. Yang termasuk biaya langsung adalah
biaya yang berhubungan langsung dengan fisik pekerjaan, misalnya biaya bahan

20-96 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

dan upah pekerjaan. Sedangkan biaya tidak langsung adalah biaya yang diperlukan
untuk mendukung jalannya proyek, misalkan gaji karyawan, sewa alat, gaji direksi,
bunga bank, asuransi, dan lain-lain. Setelah pekerjaan selesai, pengawasan dan
pengendalian dapat dipakai sebagai alat ukur dimana dari proses pengendalian mutu
dihasilkan data-data dan fakta baru yang terjadi dalam pelaksanaan karena dalam
kenyataan sering terjadi perubahan/penyimpangan dari rencana semula.

4.3.5.5. Pengawasan dan Pengendalian Tenaga Kerja

Pengawasan dan pengendalian tenaga kerja sangat penting, hal ini berkaitan
dengan mutu pekerjaan yang dihasilkan dan waktu pelaksanaan pekerjaan. Pada
Proyek Pembangunan Jalan Tol Bogor Outer Ring Road Seksi IIB ini, tugas
pengawasan dan pengendalian diserahkan kepada pengawas dari kontraktor.
Pengawasan tenaga kerja dilapangan secara langsung menjadi tanggung jawab
mandor.

4.3.5.6. Pengawasan Komunikasi Proyek

4.3.5.6.1. Evaluasi Pekerjaan

Karena banyak sekali yang terlibat dalam proyek ini, maka diperlukan
komunikasi yang baik, agar proyek dapat berjalan dengan lancar, dilakukan
beberapa cara komunikasi, diantaranya :

1. Pertemuan rutin
Yaitu pertemuan yang diadakan tiap minggu oleh kontraktor, yang
dihadiri oleh pimpinan proyek, pengawas pelaksana yang gunanya untuk
mengevaluasi hasil pekerjaan setiap minggunya.
2. Site meeting
Yaitu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang terlibat langsung
dalam pelaksanaan proyek dan diadakan setiap minggu. Gunanya untuk
membahas masalah-masalah yang bersifat teknis.
3. Rapat koordinasi
Yaitu pertemuan yang dihadiri oleh pemilik proyek, kontraktor, pengawas
proyek. Gunanya membahas masalah-masalah yang bersifat teknis dan
non teknis yang tidak dapat dipecahkan di lapangan. Pertemuan ini
bersifat isidentil, yang berarti rapat ini diadakan apabila diperlukan.

20-97 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN

4.3.5.6.2. Laporan Pelaksanaan Pekerjaan

Untuk memudahkan pengendalian komunikasi proyek, pihak-pihak yang


terlibat diharuskan membuat laporan. Adapun laporan pada proyek ini adalah:

1. Laporan harian
Dibuat oleh kontraktor dalam hal ini pelaksana harian, untuk
memudahkan mengontrol hal-hal yang bersifat teknis. Laporan ini
meliputi pekerjaan yang dikerjakan dalam satu hari, mencakup biaya yang
dikeluarkan, dan material yang digunakan.
2. Laporan mingguan
Laporan yang dibuat oleh kontraktor dan pengawas proyek, bertujuan
untuk mengevaluasi pekerjaan dan biaya yang telah dikeluarkan, sehingga
akan mempermudah perkiraaan untuk minggu berikutnya. Laporan ini
merupakan gabungan dari laporan harian dalam satu minggu.
3. Laporan bulanan

Kontraktor dan pengawas harus membuat laporan keuangan yang telah


dikeluarkan pada bulan sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk
memudahkan pemilik proyek mengetahui perkembangan Proyeknya.

20-98 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
KESIMPULAN DAN SARAN

5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.3. Kesimpulan

Setelah melakukan kerja praktek selama 3 bulan di Proyek Pembangunan


Jalan Toll Bogor Outer Ring Road Seksi IIB dapat disimpulkan bahwa:

Pada saat pelaksanaan, ditemukan kesalahan yang disebabkan faktor manusia


(human error). Selain itu, banyak juga faktor yang menghambat pekerjaan seperti
hujan yang turun dengan intensitas tinggi.

1. Mendapatkan berbagai macam wawasan serta ilmu tambahan


dilapangan tentang Kinematik Launching Gantry dan Erection Box
Girder.
2. Telah memahami, dan mengamati secara langsung proses pelaksanaan
dan pengawasan pekerjaan struktur Pile Cap, Pier (kolom), Pier Head,
dan Erection Girder.
3. Berdasarkan Pemangamatan Pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan
baik karena pelaksanaan dilakukan sesuai dengan metod pelaksanaan
yang di tetapkan

5.4. Saran

Berikut ini adalah saran yang bisa dilakukan pada proyek Pembangunan Jalan
Tol Bogor Outer Ring Road Seksi IIB agar pengerjaan proyek dapat ditingkatkan
dan hasil yang didapat menjadi maksimal, yaitu :

1. Pengawasan harus lebih ditingkatkan, agar setiap pekerjaan yang


dilaksanakan sesuai mutu, waktu, dan biaya yang direncanaka.
2. Tingkat keamanan para pekerja harus ditingkatkan untuk mencegah atau
mengurangi resiko kecelakaan kerja.
3. Meningkatkan kedisiplinan serta tanggung jawab para pekerja demi
kelancaran proyek.
4. Menambah pekerja guna membantu melancarkan kelancaran lalu lintas
yang terjadi di sekitar proyek pembangunan.

20-99 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB
DAFTAR PUSTAKA

20-100 | Laporan Kerja Praktek Proyek Jalan Tol BORR Seksi IIB

Anda mungkin juga menyukai