Anda di halaman 1dari 41

ANALISA PEMEBANAN ATAP

1. BERAT JENIS MATERIAL

Baja Ringan : 10 kg/m2


Plafon : 11 kg/m2 ( PPPURG 1987 Hal 6 )
Atap ( Seng ) : 10 kg/m2 ( PPPURG 1987 Hal 6 )
Total : 31 kg/m2

2. PERHITUNGAN LUAS

ATAP 1

Atap Segitiga
Tinggi : 9.9 m
Alas : 17 m
Luas 84.15 m2

Atap Trapesium
P. Sisi Atas: 5m
P. Sisi Baw: 22 m
Tinggi : 9.90 m
Luas 133.65 m2

Luas Total Atap 1 435.60 m2

ATAP 2

Atap Segitiga
Tinggi : 4m
Alas : 7m
Luas 14.00 m2

Atap Jajargenjang
Alas : 2m
Tinggi : 4.00 m
Luas 8.00 m2

Luas Total Atap 2 30.00 m2

3. PERHITUNGAN BEBAN

ATAP 1

Beban Atap : 13503.60 Kg


Beban Persegmen : 2700.72 Kg
Beban Pada Kolom : 675.18 Kg
ATAP 2

Beban Atap : 930.00 Kg


Beban Persegmen : 465.00 Kg
Beban Pada Kolom : 232.50 Kg
BAB II
PRELIMINARY DESIGN

2.1 Preliminary Design Balok

A. Balok

No. Input Data Simbol Panjang Satuan


L1 3000 mm
Panjang Balok L2 4000 mm
1 L3 5000 mm
Balok Terpanjang Lpj 5000 mm
Balok Terpendek Lpd 3000 mm
H1 5000 mm
H2 4000 mm
2 Tinggi Kolom
H3 4000 mm
H4 4000 mm
3 Mutu Beton K 350 Kg/cm2
4 Mutu Baja Fy 250 Mpa

Perencanaan Dimensi Balok

Untuk keseragaman dimensi balok pada seluruh kontruksi, maka


perencanaanya didasari pada balok yang memiliki harga ketebalan terbesar.

1. Tinggi Balok (h)

Berdasarkan SNI (2847:2013) tabel 9.5(a) tentang Tebal Minimum balok non-
prategang atau pelat satu arah bila lendutan tidak dihitung, halaman 70 untuk
balok dengan 2 tumpuan, tebal balok (h) adalah
* Balok induk :

h > Lpj / 16
h > 312.5 mm Nilai ini berlaku
untuk Fy = 420 Mpa
untuk fy selain 420 Mpa, maka :
h > Lpj/16(0.4+fy/700)
h > 236.6071429 mm
maka di ambil nilai h = 400 mm

2. Lebar Badan Balok (bw)

* Balok induk :
1/2 h < bw < 2/3 h

dimana, 1/2 h = 200


2/3 h = 266.6666667

200 < bw < 266.66667

maka, bw = 250

Persyaratan yang harus dipenuhi untuk komponen lentur ( Struktur Rangka Pemikul Momen
Khusus / SRPMK ) SNI 2847:2013 pasal 21.5.1

1. Gaya tekan aksial terfaktor pada komponen struktur Pu, tidak boleh melebihi Ag.Fc'/10

2. Bentang bersih untuk komponen struktur, Ln tidak boleh kurang dari 4 kali tinggi efektif

Ln 4d
3750 1440 .............. ok !!

3. Lebar komponen bw , tidak boleh kurang dari yang lebih kecil 0.3 h dan 250 mm

a. bw / h 0.3
0.625 0.3 .............. ok !!

b. bw 250 mm
250 250 .............. ok !!

4. Lebar komponen struktur bw , tidak boleh melebihi lebar komponen struktur penumpu,
c2, ditambah suatu jarak pada masing-masing sisi komponen struktur penumpu yang sama
dengan yang lebih kecil dari a dan b :
a. Lebar komponen struktur penumpu c2, dan
b. 0.75 kali dimensi keseluruhan komponen struktur penumpu , c1

bw 2.c2
250 800 .............. ok !!

bw c2 + 3/4 c1
250 700 .............. ok !!

Maka dimensi balok yang digunakan dalam permodelan adalah


Balok Utama : (400 x 250)
Balok Anak : (300 x 200)
DESIGN

esign Balok
ntur ( Struktur Rangka Pemikul Momen
2013 pasal 21.5.1

r Pu, tidak boleh melebihi Ag.Fc'/10

boleh kurang dari 4 kali tinggi efektif

lebih kecil 0.3 h dan 250 mm

hi lebar komponen struktur penumpu,


komponen struktur penumpu yang sama
dalam permodelan adalah
2.2 Preliminary Design Pelat Lantai

A. Perencanaan Tebal Pelat

Pelat direncanakan monolit dengan asumsi balok sebagai balok tunggal dengan memanfaatkan bentuk
T, untuk menambahkan luas tekan yang dianalisis, berdasarkan SNI 2847:2013 (BETON) ayat 8.12
butir 1 halaman 63, dengan demikian tebal flens balok pelat = tebal pelat

bw = 0.25 m L1
Panjang Balok L2
bw = 250 mm L3
Lpj
Lpd
diambil, hf = 120 mm
fy= 250 Mpa

1. Perencanaan Dimensi Pelat Balok

a. Untuk balok yang berada di tengah konstruksi

be

hf
h
hw

b1 bw b2

Berdasarkan SNI 2847:2013 (BETON) ayat 8.12 hal 63 butir 4

Lebar sayap ; be = bw + b1 + b2

aturan 1:
1. Untuk hw < 4hf, maka b1=b2=hw
2. Untuk hw > 4hf, maka b1=b2=4hf

* hw = h - hf
= 400 - 120
= 280 mm

* b1 = hw ; b1 = 280 mm
* b2 = b1 ; b2 = 280 mm
* be = bw + b1 + b2
be = 810 mm
Cek :
* Panjang bentang bersih balok adalah :
Ln = Lbalok - bw
Ln = 4750 mm
Ln = 4.75 m

Berdasarkan SNI 2847:2013 butir 8.12.2 halaman 63


* be < 1/4 Lpj ; 1/4Lpj =
810 < 1250 mm OK !!
* b1,b2 < 8hf ; 8hf =
280 < 960 mm OK !!
* b1,b2 < 1/2 Ln ; 1/2 Ln =
280 < 2375 mm OK !!

b. Untuk balok yang berada di tepi konstruksi

hf
h
hw

bw b

Berdasarkan SNI 2847 2013 butir 8.12.3 halaman 63

be1 = bw + b1 =
hw = h - hf =

Cek :
Berdasarkan SNI 2847 2013 butir 8.12.3 halaman 63
* hw < 1/12 Lpj ; 1/12 Lpj =
280 < 416.67 mm OK !!
* hw < 6 hf ; 6 hf =
280 < 720 mm OK !!
* hw < 1/2 Ln ; 1/2 Ln =
280 < 2375 mm OK !!

2. Cek Tebal Pelat

Berdasarkan SNI 2847:2013 (BETON) hal 72 untuk pelat dengan balok yang membentang di antara
tumpuan pada semua sisinya, tebal minimumnya, hf, harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

Jika, m < 2, maka ;

Jika, m > 2, maka ;

Keterangan :
Ln = Panjang bentang bersih (mm), untuk sisi plat dan balok, Ln adalah jarak dari
sisi ke sisi balok
Panjang bentang bersih (mm), untuk sisi plat dan balok, Ln adalah jarak dari
sisi ke sisi balok
hf = panjang bentang terpanjang dikurang dengan lebar balok
= perbandingan antara bentang bersih dari sisi terpanjang dengan bentang bersih
terpendek
m = nilai rata-rata dari kekakuan balok

= lbp/lp ; dimana: lbp =


lp =

...... kekakuan pelat ..... pembagian nilainya berdasarkan


panjang bentang balok
a. Menentukan momen inersia balok pelat (lbp)

a.1 Untuk balok yang berada di tengah konstruksi

* be = 0.81 m
be = 810 mm
* hf = 0.12 m
hf = 120 mm
* hw = 0.28 m
hw = 280 mm

be

hf
h
hw

b1 bw b2

* A1 = hw.bw = 70000 mm2


* A2 = hf.be = 97200 mm2

Titik Berat
* A1*1/2*hw = 9800000 ........a
A2(hf/2+hw) = 33048000 ........b
A1+A2 = 167200 ........c
Jadi, y = (a+b)/c = 256.26794 mm
0.2562679 m
* Ix1 = (1/12.bw.hw^3) = 457333333.33 mm4
y1 = 1/2.hw = 140 mm
* Ix2 = (1/12.be.hf^3) = 116640000 mm4
y2 = (1/2.hf)+hw = 340 mm
* lbp1 = Ix1 + (A1*(y-y1)^2) + Ix2 + (A2*(y2-y)^2)
= 2201724529.5056 mm4

a.2 Untuk balok yang berada di tepi konstruksi

be1 = 530 mm

hf
h
hw

bw b
hf
h
hw

bw b

* A1 = hw.bw = 70000 mm2


* A2 = hf.be1 = 63600 mm2

Titik Berat
* A1*1/2*hw = 9800000 ........a
A2(hf/2+hw) = 21624000 ........b
A1+A2 = 133600 ........c
Jadi, y = (a+b)/c = 235.20958 mm
0.2352096 m
* Ix1 = (1/12.bw.hw^3) = 457333333.33 mm4
y1 = 1/2.hw = 140 mm
* Ix2 = (1/12.be1.hf^3) = 76320000 mm4
y2 = (1/2.hf)+hw = 340 mm
* lbp2 = Ix1 + (A1*(y-y1)^2) + Ix2 + (A2*(y2-y)^2)
= 1866587465.0699 mm4

b. Menentukan inersia pelat

b.1 Untuk balok yang berada di tepi konstruksi

* lp1 = 1/12(bw/2+L1/2).hf^3 = 378000000 mm4


1 = lbp2/lp1 = 4.9380620769
* lp2 = 1/12(bw/2+L2/2).hf^3 = 234000000 mm4
2 = lbp2/lp2 = 7.9768695088

b.2 Untuk balok yang berada di tengah konstruksi

* lp3 = 1/12(L1/2+L1/2)*hf^3 = 720000000 mm4


3 = lbp1/lp3 = 3.0579507354
* lp4 = 1/12(L2/2+L2/2)*hf^3 = 432000000 mm4
4 = lbp1/lp4 = 5.096584559

= (1+2+3+4)/4 = 5.2673667201
= (Lpj-bw)/(Lpd-bw) = 1.7272727273

Jika, < 2, maka ; hf 125 mm


digunakan rumus :
Jika, > 2, maka ; hf 90 mm
digunakan rumus :

Untuk lebih besar dari 2.0, ketebalan pelat minimum harus memenuhi

.....dalam m

dan tidak boleh kurang dari 90 mm

90.176997 mm < hf = 120

maka tebal pelat yang digunakan dalam permodelan adalah


hf = 120 mm
sign Pelat Lantai

agai balok tunggal dengan memanfaatkan bentuk


erdasarkan SNI 2847:2013 (BETON) ayat 8.12
ebal flens balok pelat = tebal pelat

3000 mm
4000 mm
5000 mm
5000 mm
3000 mm

onstruksi

be

hf
h
hw

b1 bw b2

at 8.12 hal 63 butir 4

...sesuai aturan 1
alaman 63
1250 mm

960 mm
2375 mm

truksi

hf
h
hw

bw b

alaman 63

530 mm
280 mm

alaman 63
416.67 mm

720 mm

2375 mm

pelat dengan balok yang membentang di antara


f, harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

hf 125 mm

hf 90 mm

untuk sisi plat dan balok, Ln adalah jarak dari


urang dengan lebar balok
ersih dari sisi terpanjang dengan bentang bersih

lok

inersia balok
inersia pelat

embagian nilainya berdasarkan


anjang bentang balok
at (lbp)

nstruksi

uksi
uksi

nstruksi
balan pelat minimum harus memenuhi

mm .....OK

n dalam permodelan adalah


= 120 mm
2.3 Preliminary D

1. Lantai Atap

Keterangan
2,5 m Tebal pelat
2,5 m Luas Pelat
Dimensi balok

2m Panjang Balok
Dimensi kolom
2,5 m
Tinggi Kolom

Tebal tinggi
Jenis Beban
(m) (m)
MATI
a. Beban Balok 0.4
b. Water proofing
c. Spesi 0.02
d. MEP
e. Plafon
f. Beban Dak Beton 0.12

HIDUP
a. Beban hidup
b. Beban hujan

Maka Diperoleh
Gaya Berat (V) 19196 kg
Luas Rencana Kolom (A) 160000 mm2
K 350.000 kg/cm2
fc' K 3.500 kg/mm2
S 2.905 kg/mm2
Gaya Berat/Luas

2. Lantai 4

Keterangan
2,5 m Tebal pelat
Luas Pelat
2,5 m Dimensi balok

2,5 m Panjang Balok


Dimensi kolom
2,5 m
Tinggi Kolom

Tebal tinggi
Jenis Beban
(m) (m)
MATI
a. Beban Plat 0.12
b. Beban Balok 0.4
c. Beban Kolom 0.4
d. Beban Spesi
e. Plafon
f. Beban Dinding 3.6
g. MEP
h. Berat Keramik

HIDUP
a. Beban Orang

Maka Diperoleh
Gaya Berat (V) 63299.2 kg
Luas Rencana Kolom (A) 160000 mm2
K 350.000 kg/cm2
fc' K 3.500 kg/mm2
fc'
S 2.905 kg/mm2

Gaya Berat/Luas

3. Lantai 3

Keterangan
2,5 m Tebal pelat
Luas Pelat
2,5 m Dimensi balok

2,5 m Panjang Balok


Dimensi kolom
2,5 m
Tinggi Kolom
Tebal tinggi
Jenis Beban
(m) (m)
MATI
a. Beban Plat 0.12
b. Beban Balok 0.4
c. Beban Kolom 0.4
d. Beban Spesi
e. Plafon
f. Beban Dinding 3.6
g. MEP
h. Berat Keramik

HIDUP
a. Beban Orang

Maka Diperoleh
Gaya Berat (V) 107402.4 kg
Luas Rencana Kolom (A) 160000 mm2
K 350.000 kg/cm2
fc' K 3.500 kg/mm2
S 2.905 kg/mm2

Gaya Berat/Luas

2. Lantai 2

Keterangan
2m Tebal pelat
Luas Pelat
2,5 m Dimensi balok

2m Panjang Balok
Dimensi kolom
2,5 m
Tinggi Kolom

Tebal tinggi
Jenis Beban
(m) (m)
MATI
a. Beban Plat 0.12
b. Beban Balok 0.4
c. Beban Kolom 0.4
d. Beban Spesi
e. Plafon
f. Beban Dinding 3.6
g. MEP
h. Berat Keramik

HIDUP
a. Beban Orang

Maka Diperoleh
Gaya Berat (V) 151505.6 kg
Luas Rencana Kolom (A) 250000 mm2
K 350.000 kg/cm2
fc' K 3.500 kg/mm2
S 2.905 kg/mm2

Gaya Berat/Luas

Persyaratan yang harus dipenuhi untuk komponen struktur yang menerima kombinasi lentur da
) SNI 2847:2013 pasal 21.6

1. Gaya tekan aksial terfaktor akibat sebarang kombinasi beban yang melebihi Ag.Fc'/10
2. Dimensi penampang terpendek, diukur pada garis lurus yang melalui pusat geometri, tidak boleh ku

Sisi terpendek 300


500 300 ................... ok !!

3. Rasio dimensi penampang terpendek terhadap dimensi tegak lurus tidak boleh kurang dari 0,4

S. pendek/S. panjang 0.4


1.00 0.4 ................... ok !!

Maka dimensi kolom yang digunak


KOLOM LANTAI 1 : (50 x 50)cm
KOLOM LANTAI 2 : (50 x 50)cm
KOLOM LANTAI 3 : (40 x 40)cm
KOLOM LANTAI 4 : (40 x 40)cm
2.3 Preliminary Design Kolom

Keterangan
Tebal pelat = 0.12 m
Luas Pelat = 25.00 m
Dimensi balok = 0.4 m
= 0.25 m
Panjang Balok = 9.5 m
Dimensi kolom = 0.4 m
= 0.4 m
Tinggi Kolom = 4 m

lebar panjang Luas Beban


(m) (m) (m) (kg/m) (kg/m2) (kg/m)

0.25 9.5 2400


25.00 14
25.00 21
25.00 30
25.00 20
25.00 2400

25.00 96
25.00 20

TOTAL
LUAS KOLOM RENCANA
ya Berat/Luas V/A fc'
0.119975 0.8715 OKE !!

Keterangan
Tebal pelat = 0.12 m
Luas Pelat = 25.00 m
Dimensi balok = 0.4 m
= 0.25 m
Panjang Balok = 10 m
Dimensi kolom = 0.4 m
= 0.4 m
Tinggi Kolom = 4m

lebar panjang Luas Beban


(m) (m) (m) (kg/m) (kg/m2) (kg/m)

25 2400
0.25 10 2400
0.4 4 2400
25 21
25 20
7.5 250
25.00 30
25 24

25 479

TOTAL
LUAS KOLOM RENCANA
ya Berat/Luas V/A fc'
0.39562 0.8715 OKE !!

Keterangan
Tebal pelat = 0.12 m
Luas Pelat = 25.00 m
Dimensi balok = 0.4 m
= 0.25 m
Panjang Balok = 10 m
Dimensi kolom = 0.4 m
= 0.4 m
Tinggi Kolom = 4
lebar panjang Luas Beban
(m) (m) (m) (kg/m) (kg/m2) (kg/m)

25 2400
0.25 10 2400
0.4 4 2400
25 21
25 20
7.5 250
25.00 30
25 24

25 479

TOTAL
LUAS KOLOM RENCANA

ya Berat/Luas V/A fc'


0.671265 0.8715 OKE !!

Keterangan
Tebal pelat = 0.12 m
Luas Pelat = 25.00 m
Dimensi balok = 0.4 m
= 0.25 m

Panjang Balok = 10 m
Dimensi kolom = 0.5 m
= 0.5 m
Tinggi Kolom = 4

lebar panjang Luas Beban


(m) (m) (m) (kg/m) (kg/m2) (kg/m)

25 2400
0.25 10 2400
0.4 4 2400
25 21
25 20
7.5 250
25.00 30
25 24

25 479

TOTAL
LUAS KOLOM RENCANA

ya Berat/Luas V/A fc'


0.606022 0.8715 OKE !!

struktur yang menerima kombinasi lentur dan beban aksial ( Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus / SRPMK
) SNI 2847:2013 pasal 21.6.1

asi beban yang melebihi Ag.Fc'/10


rus yang melalui pusat geometri, tidak boleh kurang dari 300 mm

nsi tegak lurus tidak boleh kurang dari 0,4

dimensi kolom yang digunakan untuk permodelan adalah


Berat Kombinasi
(kg) PemBebanan

2280.00
350.00
1050.00
750.00
500.00
7200.00
14556

2400.00
500.00
4640
15030.00 19196
0.16 0.16
Berat Kombinasi
(kg) PemBebanan

7200.00
2400.00
1536.00
1050.00
500.00
6750.00
750.00
600.00
24943.2

11975.00
19160
32761 44103.2
0.16 0.16
Berat Kombinasi
(kg) PemBebanan

7200.00
2400.00
1536.00
1050.00
500.00
6750.00
750.00
600.00
24943.2

11975.00
19160
32761 44103.2
0.16 0.16
Berat Kombinasi
(kg) PemBebanan

7200.00
2400.00
1536.00
1050.00
500.00
6750.00
750.00
600.00
24943.2

11975.00
19160
32761 44103.2
0.25 0.25

angka Pemikul Momen Khusus / SRPMK


lan adalah

Anda mungkin juga menyukai