Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Suhu atau temperatur benda adalah besaran yang menyatakan derajat panas
suatu benda. Benda yang panas memiliki suhu yang tinggi, sedangkan benda yang
dinginkan memiliki suhu yang rendah. Perlu diketahui bahwa suhu merupakan besaran,
maka yang memiliki suhu tentu benda.
Disini saya membuat untuk menjelaskan tentang Temperatur suhu dan Panas.
Sehingga dapat memahami pengertian tentang panas dan temperatur serta bagaimana
cara pengukuran skala temperatur dan pengaruh panas terhadap suhu tubuh.

B. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1. Apa yang dimaksud dengan temperatur ?
2. Apa yang dimaksud dengan suhu ?
3. Apa yang dimaksud dengan panas ?
4. Bagaimana cara mengukur suhu ?
5. Apa saja jenis-jenis termometer ?
6. Apa yang dimaksud dengan satuan suhu ?
7. Apa yang dimaksud dengan panas laten ?
8. Apa yang dimaksud dengan transmisi panas ?

C. TUJUAN MAKALAH
Tujuan dari makalah ini yaitu agar mahasiswa dapat mengetahui apa yang di
maksud dengan temperatur, suhu, panas, jenis-jenis termometer, satuan suhu, transmisi
panas, serta bagaimana cara mengukur suhu

D. MANFAAT
Manfaat dari makalah ini yaitu mahasiswa mengetahui pengertian temperatur,
suhu, panas, jenis-jenis termometer, satuan suhu, transmisi panas, serta bagaimana
cara mengukur suhu.
BAB II
PEMBAHASAN
TEMPERATUR SUHU DAN PANAS

A. DEFINISI TEMPERATUR
Temperature adalah suatu ukuran derajat relative panas atau dinginnya tubuh,
terkait dengan titik didih dan titik beku air, yang memiliki nilai numeric tetap. Temperature
bukan merupakan ukuran jumlah energi panas yang dimiliki tubuh . energi panas akan
tergantung dari ukuran tubuh (segelas akan mengandung lebih sedikit energi daripada satu
bak air pada temperature yang sama) dan juga sifat alami materi tersebut.
Suhu atau temperatur benda adalah besaran yang menyatakan derajat panas suatu
benda. Benda yang panas memiliki suhu yang tinggi, sedangkan benda yang dinginkan
memiliki suhu yang rendah. Perlu diketahui bahwa suhu merupakan besaran, maka yang
memiliki suhu tentu benda. Misalnya suhu es yang sedang mencair, suhu air yang
mendidih dan seterusnya. Jadi tidak ada suhu tempat atau ruangan, yang ada adalah suhu
udara di tempat atau ruangan.
Zat yang berbeda membutuhkan jumlah energi panas yang berbeda untuk kenaikan
temperature yang sama.hal ini di tunjukan oleh kapasitas panas spesifik zat tersebut, yaitu
jumlah energi untuk menaikan temprtur 1kg zat sebanyak 10C. untuk air nilainya adalah
4,2 KJ tetapi untuk mercury hanya 0,14 KJ

B. DEFINISI PANAS
Panas adalah suatu bentuk energi. Kita semua terbiasa dengan fakta bahwa energi
panas diproduksi dari pembakaran bahan bakar, dari listrik yang mengalir melalui kawat
industry atau dari makanan yang dicerna dalam tubuh. Tetapi apakah sebenarnya energi
panas itu? Semua zat mengandung energi panas dan hal ini disebabkan oleh gerakan atau
gerakan partikel (atom, molekul, ion).
Semua partikel yang menyusun suatu benda mengalami getaran dalam jumlah besar
maupun keccil. Peningkatan energi panas berhubungan dengan peningkatan getaran
didalam zat, penurunan energi panas berarti penurunan getaran pula.
1. SKALA TEMPERATUR
Di Amerika banyak mempergunakan skala fahrenheit (00F). Dalam pembuatan
skala itu dicari titik referensi, yang disebut titik tetap kemudian dibuat skala sekehendak
kita. Sebeleum tahun 1954 ditentukan dua titik sebagai acuan baku yaitu titik es dan titik
uap.Titik es yaitu suatu titik dimana terdapat campuran air yang jenuh udara dengan es
yang bertekanan 1 atmosfir. Sedangkan titik uap adalah suhu dimana terdapat air mendidih
pada tekanan 1 atmosfir. Fahrenheit pada tahun 1724 telah menentukan skala temperature
di mana pada 320F adalah titik es, pada 2120F merupakan titik uap serta temperature rectal
berkiisar 98,60F.
Bidang kedokteran skala temperature yang paling sering digunakan dalam
praktik klinis adalah skala celsius ( atau centigrade ). Skala celsius dibagi menjadi 1000
antara 00 selsius sebagai titik tetap terbawah ( titik es ) dan 1000C sebagai titik tetap atas (
titik didih air ). Harus ditambahkan bahwa titik tetap ini ditentukan pada tekanan atmosfer
normal karna nilainya tergantung dari tekanan udara saat pengukuran dilakukan.
Satuan SI untuk temperature adalah Kelvin ( K ). Skala Kelvin memiliki pembagian
yang sama seperti skala celsius tetapi pada skala Kelvin terdapat tempertur nol absolute
dimana sebuah gerakan molecular berhenti. Situasi temperature nol absolut ini (0 K) tidak
benar-benar didapatkan, tetapi bila ada maka nilainya adalah -2730C ! maka 00C setara
dengan 273 K dan seterusnya.
Walaupun skala Fahrenheit saat ini jarang digunakan di inggris , tetapi masih sering
digunakan ditempat lain didunia , dan masih banyak orang tua yang terbiasa
menggunakannya. Untuk alsan inilah maka konversi temperatur ke skala ini dapat berguna,
dimana titik beku es adalah 320 dan titik beku es adalah 320 dan titik didih air 212 0
F.
konversi ke dan dari skala Fahrenheit dapat dilakukan dengan mudah menggunakannya
rumus di bawah ini :

2. ALAT UKUR SUHU


Secara kualitatif, kita dapat mengetahui bahwa suhu adalah sensasi dingin atau
hangatnya sebuah benda yang dirasakan ketika menyentuhnya. Secara kuantitatif, kita
dapat mengetahuinya dengan menggunakan termometer Suhu dapat diukur dengan
menggunakan termometer yang berisi air raksa atau alkohol. Kata termometer ini diambil
dari dua kata yaitu thermo yang artinya panas dan meter yang artinya mengukur (to
measure).

3. TIPE TERMOMETER
Macam macam termometer :
Termometer Zat Cair
Alat ni bekerja berdasarkan prinsip bahwazat cair akan memuai (bertamba
volumenya jika di panaskan).
Termometer Bimetal
Alat ini bekerja berdasarkan prinsip bahwa logam akan memuai (bertambah
panjang) jika di panaskan.
Termometer Hambatan
Alat ini bekerja berdasar prinsi bahwa seutas kawat logam di panaskan,
hambatan listriknya akan bertambah. Perubahan hambatan listrik ini kemudian di ubah
ke dalam pulsa-pulsa listrik. Pulsa listrik inilah yang menunjukan suhu saat itu.
Termometer bulb ( air raksa atau alkohol )
Menggunakan gelembung besar (bulb) pada ujung bawah tempat menampung
cairan, dan tabung sempit (lubang kapiler) untuk menekankan perubahan volume atau
tempatpemuaian cairan.Berdasar pada prinsip suatu cairan volumenya berubah sesuai
temperatur. Cairan yang diisikan kadang-kadang alkohol yang berwarna tetapi juga bisa
cairan metalik yang disebut merkuri, keduanya memuai bila dipanaskan dan menyusut
bila didinginkan. Ada nomor disepanjang tuba gelas yang menjadi tanda besaran
temperatur.
Keutungan termometer bulb antara lain tidak memerlukan alat bantu, relatif
murah, tidak mudah terkontaminasi bahan kimia sehingga cocok untuk laboratorium
kimia, dankonduktivitas panas rendah.Kelemahan termometer bulb antara lain mudah
pecah, mudah terkontaminasi cairan (alkohol atau merkuri), kontaminasi gelas/kaca, dan
prosedur pengukuran yang rumit (pencelupan). Penggunaan Termometer bulb harus
melindungi bulb dari benturan dan menghindari pengukuran yang melebihi skala
termometer.
Termometer Spring
Menggunakan sebuah coil (pelat pipih) yang terbuat dari logam yang sensitif
terhadap panas, pada ujung spring terdapat pointer. Bila udara panas, coil (logam)
mengembang sehingga pointer bergerak naik, sedangkan bila udara dingin logam
mengkerut pointer bergerak turun. Secara umum termometer ini paling rendah
keakuratannya di banding termometer bulb dan digital. Penggunaan termometer spring
harus selalu melindungi pipa kapiler dan ujung sensor (probe) terhadap benturan/
gesekan. Selain itu, pemakaiannya tidak boleh melebihi suhu skala dan harus diletakkan
di tempat yang tidak terpengaruh getaran.
Termometer Elektronik
Ada dua jenis yang digunakan di pengolahan, yakni thermocouple dan resistance
Termometer. Biasanya, industri menggunakan nominal resistan 100 ohm pada 0 C
sehingga disebut sebagai sensor Pt-100. Pt adalah simbol untuk platinum, sensivitas
standar sensor 100 ohm adalah nominal 0.385 ohm/C, RTDs dengan sensivitas 0.375
dan 0.392 ohm/C juga tersedia.

4. SATUAN SUHU
Mengacu pada SI, satuan suhu adalah Kelvin (K). Skala-skala lain adalah
Celcius, Fahrenheit,dan Reamur Pada skala Celsius, 0 C adalah titik
dimana air membeku dan 100 C adalah titik didih air pada tekanan 1 atmosfer. Skala
ini adalah yang paling sering digunakan di dunia. Skala Celsius juga sama dengan
Kelvin sehingga cara mengubahnya ke Kelvin cukup ditambahkan 273 (atau 273.15
untuk lebih tepatnya).Skala Fahrenheit adalah skala umum yang dipakai di Amerika
Serikat. Suhu air membeku adalah 32 F dan titik didih air adalah 212 F. Sebagai
satuan baku, Kelvin tidak memerlukan tanda derajat dalam penulisannya. Misalnya
cukup di tulis 20 K saja, tidak perlu 20 K.

5. DAFTAR PERHITUNGAN SKALA SUHU


Dari kelvin

Skala yang diinginkan Formula

Celsius C = K 273,15
F = K 1,8
Fahrenheit
459,67
Rankine Ra = K 1,8
De = (373,15 K)
Delisle
1,5
N = (K 273,15)
Newton
33/100
R = (K 273,15)
Raumur
0,8
R = (K 273,15)
Rmer
21/40 + 7,5
Dari Celsius
Skala yang diinginkan Formula
Kelvin K = C + 273,15
Fahrenheit F = C 1,8 + 32
Rankine Ra = C 1,8 + 491,67
Delisle De = (100 C) 1,5
Newton N = C 33/100

Raumur R = C 0,8

Rmer R = C 21/40 + 7,5

Dari Fahrenheit
Skala yang dinginkan Formula
Kelvin K = (F + 459,67) / 1,8
Celsius C = (F 32) / 1,8
Rankine Ra = F + 459,67
Delisle De = (212 F) 5/6
Newton N = (F 32) 11/60
Raumur R = (F 32) / 2,25
Rmer R = (F 32) 7/24 + 7,5

Dari Reamur
Skala yang diinginkan Formula
Kelvin K = R / 0,8 + 273,15
Celsius C = R / 0,8
Fahrenheit F = R 2,25 + 32
Rankine Ra = R 2,25 + 491,67
Delisle De = (80 R) 1,875
Newton N = R 33/80
Rmer R = R 21/32 + 7,5

6. PANAS LATEN
Panas laten Panas laten adalah panas yang diperlukan untuk merubah phasa
(wujud) benda, tetapi temperaturnya tetap. Panas laten penguapan(latent heat of
vaporization) adalah jumlah panas yang harus ditambahkan kepada zat (cair)pada titik
didihnya sampai wujudnya berubah menjadi uap seluruhnya pada suhu yang sama.
Ingatlah jenis struktur zat pada tiga wujud ini :
- Padat-partikel terikat erat dalam setruktur yang rigid oleh gaya tarik antarpartikel
- Cair-partikel bebas bergerak tetapi tetap saling terikat bersama
- Gas-setiap partikel bergerak bebas tanpa gaya tarik
Penambahan energi panas yang pogresif diperlukan untuk pemanasan zat
(partikel bergerak lebih cepat) dan kemudian diikuti perubahan wujud zat. Ketika zat
berubah wujud, diperlukan energi tambahan agar partikel dapat terlepas dari setruktur yang
rigid (dari padat ke cair) atau terlepas dari setruktur cair (cair ke gas) hal ini diilustrasikan
dengan peningkatan temperatur naftalena padat (pada kapur barus) yang akan mengalami
pemanasan secara tepat hingga mencapai titik lelehnya. Terlihat bahwa pada saat titik leleh
tercapai,walaupun panas terus diberikan,tapi temperatur tidak meningkat lagi sampai zat
telah meleleh; diperlukan energi ekstra untuk reorganisasi zat tersebut sebagai
cairan.energi panas tambahan ini disebut juga panas laten dan merupakan energi yang
diberikan atau diambil pada saat suatu zat berubah wujud. Pada perubahan wujud akibat
pendinginan (kondisi dan pembekuan)maka energi panas dilepaskan,dan bukannya diambil
pada saat perjadi perubahan tersebut. Membandingkan nilai panas laten untuk air dengan
nilai kapasitas panas spesifiknya menunjukan perlunya sejumlah energi yang substansial
utuk perubahan wujud ini:
Kapasitas panas spesifik 4,2 kj/kg
Panas laten fusi (es ke air) 336 Kj/kg
Panes laten penguapan (air ke uap) 2260 kj/kg
Hal ini yang menyebabkan terjadi efek pemanasan yang sangat parah seperti
melepuh bila uap berkondensasi pada jaringan lunak manusia-akibat temperatur uap
panas dan panas laten yang dipancarkan ketika uap air berkondensasi pada permukaan
tubuh.

7. REGULASI TEMPERATUR TUBUH MELALUI PENGUAPAN


Panas laten sangat penting untuk memahami salah satu mekanisme utama tubuh
untuk menurunkan temperatur tubuh dan menjaga temperatur tubuh tetap dalam kisaran
normal untuk bekerja dengan baik.agar air atau keringat pada permukaan kulit dapat
menguap ,diperlukan energi panas tambahan dari tubuh (diperlukan panas laten,seperti
yang telah dijelaskan).Hal ini memberikan efek pendingin yang konstan pada tubuh dan
dapat diregulasi sesuai kebutuhan dengan perubahan kecepatan produksi keringat. Hal ini
diperkirakan mencakup sekitar 20% total panas tubuh yang hilang dalam satu hari daalam
keadaan normal.
Melembabkan kulit dengan air,yang kemudian menguap,dapat menambah efek
pendinginan ini. Kecepatan penguapan akan meningkat jika ada kecepatan udara yang
signifikan untukmeniup air yang menguap.sebaliknya, pada keadaan yang sangat
lembab,dimana terdapat banyak uap air dalam atmosfer,maka kecepatan penguapan akan
menurn saat udara menjadi jenuh dengan air yang menguap.

8. TRANSMISI PANAS
Terdapat tiga cara transfer panas : konduksi , konveksi , dan radiasi. Ketiga cara
ini penting untuk memahami hilangnya panas tubuh dan bagaimana mengontrolnya.
1) Konduksi
Konduksi adalah transfer panas dalam zat padat,cair, dan gas (atau dari suatu zat
ke zat lain melalui kontak).karena adanya tubukan antar molekul maka terjadi transfer
energi panas melalui zat tersebut.melalui proses ini,energi panas akan berpindah dari era
yang lebih dingin transfer pnas ini terjadi dengan cepat pada logam yang merupakan
konduktor panas yang baik. Sebagian besar materi lain selain logam bukan merupakan
konduktor yang baik dan disebut isolator panas. Ini mudah dimengerti jika anda
mmbandingkan mengambil panci panas yang mempunyai pegangan kayu atau plastik.kayu
atau plastik tidak mengkonduksi panas dari panci karna merupakan insolator panas.
Ukuran efisiensi suatu zat tertentu dalam transfer panas disebut juga
konduktivitas termal. Logam memiliki nilai konduktivitas termal yang tinggi dan terasa
dingin disentuh karena konduksi panas yang cepat dari panas yang dirasakan di
kulit.walaupun hilangnya panas secra konduksi dari tubuh manusia hanya sedikit,
pencegahan dengan menutup tubuh dengan materi insulator cukup signifikan. Udara
merupakan insulator yang baik-pakaian yang longgar dan selimut yang menyediakan
selapis udara disekitar pasien akan mengurangi hilangnya panasdengan signifikan.
2)Konveksi
Konveksi merupakan transfer panas dimana panas berjalan karena adanya
gerakan aktual dari suatu fluida (cairan atau gas). Pergerakan ini terjadi jika suatu fluida
dipanaskan, atau kepadatannya berkurang ,kemudian mengalir keatas dan digantikan fluida
lain yang lebih dingin dan menyebabkan arus konveksi. Efek ini bisa dilihat jika air
dipanaskan dalam katel listrik atau panci sehingga pergerekan air bisa dilihat.jika suatu
benda yang dapat bergerak diletakan diatas api atau radiator,maka gerakan benda tersebut
menunjukan turbulensi udara yang menyebabkan arus konveksi udara yang lebih panas.
Sebagian pelepasan panas tubuh lebih hangat dibandingkan lingkungan sekitarnya.

3)Radiasi
Benda yang panas terutama diatas seratus dejat celcius,akan memancarkan sinar
(sinar infra merah),yang bila mengenai benda lain akan diabsorpsi dan menyebabkan
peningkatan temperatur. Contoh yang jelas adalah efek pemanasan dari sinar mataharianda
juga dapat merasakan efek radiasi panas jika duduk dekat api yang panas.
Karena memiliki temperatur kurang dari seratus derajat celcius ,tubuh manusia tidak
memancarkan radiasi panas yang besar. Tetapi berbagai jenis permukaan menyerap radiasi
lebih banyak daripada benda yang terang atau putih.radiasi juga dapat dipantulkan oleh
permukaan yang mengkilap.

9. TERMOS VAKUM
Termos vakum merupakan contoh yang baik mengenai bagaimana transmisi panas
dapat diminimalisasi dan cairan dalam suatu termos dapat dijaga pada temperatur konstan
dalam jangka waktu lama.hal ini memungkinkan penyimpanan air dingin atau panas
dengan perubahan temperatur yang minimal.
Walaupun sering kali termos vakum digunakan untuk menyimpan kopi atu teh
panas,namun seringkali termos vakum digunakan untuk menyimpan gas yang dicairkan
(misalnya nitrogen cair) pada temperatur sangat rendah. Pada keadaan ini termos vakum
disebut juga tabung Dawar,sesuai nama penemunya Sir James Dawar.

10. HOMEOSTATIS TEMPERATUR KESEIMBANGAN PANAS TUBUH


Jika tubuh tidak melepaskan panas,maka temperatur tubuh meningkat satu
derajat celcius setiap jam. Panas tubuh dihasilkan oleh metabolisme sel, mengubah energi
kimia dari makanan yang dicerna ke bentuk energi lain ,terutama energi panas. Karena
proses metabolisme ini berlangsung terus menerus,walaupun tidak konstan,tubuh harus
mlepaskan energi agar tidak terjadi penumpukan panas yang menyebabkan peningkatan
temperatur. Secara keseluruhan, panas yang didapat dari metabolisme dan sumber-sumber
lain harus serta dengan panas yang dilepaskan oleh permukaan tubuh. Inilah esensi dari
homeostatis temperatur.

11. HIPOTALAMUS-TERMOSTAT TUBUH


Termostat tubuh adalah hipotalamus yang memonitor temperatur darah yang
dipompa ke otak; informasi lain berasal dari reseptor temperatur pada kulit. Terdapat
berbagaicara meningkatkan temperatur tubuh sesuai kebutuhan:
Setimulus metabolisme,meningkatkan produksi panas
Vasokonstriksi(penyempitan)pembuluh darah pada kulit,mengurangi pelepasan panas
pada kulit
Menggigil-kontraksi otot rangka untuk memproduksi energi panas
Sebaliknya pelepasan panas dapat terjadi melalui cara-cara berikut:
Koveksi (juga kadang radiasi juga konduksi) panas terutama dari permukaan kulit yang
terbuka dan tidak terinsulasi
Vasodiltasi (pelebaran) pembuluh darah pada kulit,meningkatkn pelepasan panas
melalui kulit
Peningkatan penguapan keringat dari kulit
Penghembusan udara panas dari paru-paru
Pembuangan panas melalui feses dan urin
Selain itu, perubahan prilaku seseorang juga berperan penting, sebagai respon sinyal
merasakan panas atau dingin.contohnya, menelan makanan atau minuman panas dan
mencari lingkungan yang hangat untuk mendapatkan panas akan meningkatkan
temperatur tubuh.

PERAN KULIT DALAM REGULASI PANAS


Kulit adalah penghubung antara jaringan dalam tubuh dengan lingkungan
sekitar. Pada kulit lah terjadi penguapan dan pelepasan panas. Jika terrdapat lapisan
insulasi lemak dibawah dermis, maka pelepasan panas akan cenderung berkurang. Kulit
juga mengandung reseptor yang m emberikan informasi ke hipotalamus mengenai
temperatur lingkungan.
Jalinlah kapiler pembuluh darah dermis juga berfungsi penting dalam kontrol
temperatur. Vasokonstriksi (penyempitang) atau vasodilatasi (pelebaran) pembuluh
darah dapat mengubah kecepatan aliran darah pada kulit dengan faktor mencapai 100%.
Hal ini dapat dicapai dengan konstriksi atau dilatasi pembuluh darah yang menghantar
aliran darah ke atau darijalinan kapiler sesuai kebutuhan.
- Malfungsi hipotalamus akibat trauma serebral-cedera kepala, pembedahan otak,
cedera serebrovaskuler (misalnya stroke)
- Efek zat-zat toksik, khususnya beberapa infeksi bakteri atau firus
- Dehidrasi-dengan hilangnya fungsi keringat
- Paparan temperatur ekstrem (panas atu dingin) jangka panjang
HIPOTERMIA
Keadaan ini sering disebabkan oleh cedera pada lingkungan dingin, tenggelam
di air dingin, atau paparan suhu dingin jangka panjang tanpa pakaian pelindung yang
adekuat. Hipotermia juga dapat diinduksi dengan sengaja, dengan cara
menurunkantemperatur inti tubuh menjadi 300C hingga 320C, sebelum oprasi jantung
dan bedah saraf.
Bayi dan usia lanjut paling rentan terhadap hipotermia. Bayi memiliki
permukaan tubuh lebih luas relatif dibandingkan masa total tubu,sehingga melepaskan
panas lebihmudah terjadi.orang usia lanjut memiliki laju metabolisme yang lebih
rendah daripada orang muda sehingga lebih sulit mempertahanknan temperatur normal
tubuh jika temperatur sekitarnya dingin.
Proses penurunan juga disertai penurunan kemampuan mendeteksi perubahan
temperatur dan pemberian respon yang tepat terhadap perubahan tersebut. Perhatikan
bahwa berendsm di air dingin dapat mendinginkan temperatur inti tubuh lebih cepat
dibandingkan paparan udara dingin,karena konduktivitas termal air 32 kali lebih besar
daripada udara. Hipotermia berat (temperatur tubuh dibawah 300C) biaanya disertai
penurunan aliran darah serebral dan penurunan kebutuhan oksigen yang bermakna,
penurunan curah jantung,dan penurunan tekanan arterial.
Pada korban hipotermia berat diperlukan teknik pnghangatan inti bumi,tetapi
harus diberikan secara hati-hati karena terdapat keadaan yang mungkin mengancam
nyawa yang terjadi pada saat stabilisasi dan resusitasi. Tindakan yang diberikan
meliputi pemberian cairan intravena yang telah dihangatkan dan udara atau oksigen
yang dilembabkan dan dihangatkan hingga 420C-460C. Metode penghangatan pasif
untuk korban hipotermia ringan dan terapi tambahan pada kasus hipotrmia berat
adalah konpres hangat pada lengan dan selangkangan, lanpu pemanas, selimut
penghangat, dan kantung tidur berisi udara hangat.

HIPERTERMIA
Onset hipertermia berhubungan dengan keadaan dimana pengambilan panas
tubuh (baik dari sumer internal atau eksternal) tidak dapat diimbangi dengan pelepasan
kelingkungan. Hal yang berbahaya adalah bila temperatur inti tubuh meningkat sampai
suatu titik dimana terjadi kerusakan total mekanisme regulasi temperatur tubuh bila
tidak diintervensi dapat menyebabkan kematian. Walaupun seringkali hipertermia
disebabkan paparan panas berlebihan, tetapi keadaan ini kadang dapat memicu pada
psien rentan yang terpapar obat anestesi (hipertermia maligna atau hiperpireksia).
Seperti pada hipotermia, predis posisi hipertermia malgina adalah usia tua (manula).
Terapi hipertermia adalah pendinginan segera. Pendinginan dilakukan dengan
membantu penguapan (menyemprot tubuh dengan air atu membasuh tubuh dengan air
suam-suam kuku) dan meningkatkan pelepasan panas dengan metode konduksi,
konveksi dan radiasi. Dengan hilangnya cairan secara berlebihan akibat keringat, maka
tindakan rehidrasi harus dipertimbangkan. Mungkin diperlukan tata kaksana jalan
napas bila terjadi aspirasi dan kejang.
BAB III
PENUTUP

1. KESIMPULAN
Kesimpulan dari makalah ini kita dapat memahami :
- Temperature adalah suatu ukuran derajat relative panas atau dinginnya tubuh, terkait
dengan titik didih dan titik beku air, yang memiliki nilai numeric tetap
- Panas adalah suatu bentuk energi. Kita semua terbiasa dengan fakta bahwa energi panas
diproduksi dari pembakaran bahan bakar, dari listrik yang mengalir melalui kawat
industry atau dari makanan yang dicerna dalam tubuh
- Suhu dapat diukur dengan menggunakan termometer yang berisi air raksa atau alkohol.
Kata termometer ini diambil dari dua kata yaitu thermo yang artinya panas
dan meter yang artinya mengukur (to measure).
- Adapun jenis-jenis termometer yang biasa digunakan untuk mengukur suhu yaitu :
Termometer Zat Cair, Termometer Bimetal, Termometer Hambatan, Termometer bulb
(air raksa atau alkohol), Termometer spring dan Termometer elektrolit.
- Satuan suhu mengacu pada SI, satuan suhu adalah Kelvin (K). Skala-skala lain adalah
Celcius, Fahrenheit,dan Reamur Pada skala Celsius, 0 C adalah titik
dimana air membeku dan 100 C adalah titik didih air pada tekanan 1 atmosfer.
- Panas laten Panas laten adalah panas yang diperlukan untuk merubah phasa (wujud)
benda, tetapi temperaturnya tetap. Panas laten penguapan(latent heat of vaporization)
adalah jumlah panas yang harus ditambahkan kepada zat (cair)pada titik didihnya
sampai wujudnya berubah menjadi uap seluruhnya pada suhu yang sama.
- Terdapat tiga cara transfer panas : konduksi , konveksi , dan radiasi. Ketiga cara ini
penting untuk memahami hilangnya panas tubuh dan bagaimana mengontrolnya

2. SARAN
Kita sebagai ahli bidang kesehatan sebaiknya mampu memahami apa itu panas
dan temperatur serta bagaimana cara pengukuran skala temperatur tersebut. Dalam hal
ini diperlukan keahlian untuk memahami perihal tersebut, pantang menyerah, dan terus
semangat.
DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. RUMUSAN MASALAH
C. TUJUAN MASALAH
D. MANFAAT
BAB II. PEMBAHASAN
TEMPERATUR SUHU DAN PANAS
A. DEFINISI TEMPERATUR
B. DEFINISI PANAS
1. SKALA TEMPERATUR
2. ALAT UKUR SUHU
3. TIPE TERMOMETER
4. SATUAN SUHU
5. DAFTAR PERHITUNGAN SKLA SUHU
6. PANAS LATEN
7. REGULASI TEMPERATUR TUBUH MELALUI PENGUAPAN
8. TRANSMISI PANAS
9. TERMOS VAKUM
10. HEMEOSTATIS TEMPERATUR KESEIMBANGAN PANAS TUBUH
11. HIPOTALAMUS TERMOSTAT TUBUH
BAB III. PENTUP
1. KESIMPULAN
2. SARAN