Anda di halaman 1dari 47

LAPORAN PENINJAUAN MANAJEMEN DAN MUTU PELAYANAN

PUSKESMAS DI PUSKESMAS KAJORAN I

PERIODE JANUARI MEI 2013

Kelompok 3:

Aditya kafi A. 01.209.5820


Kiki Diah Pitaloka 01.209.5938
Moonjia Tyasanti 01.209.5956
Rizki Widya Nur 01.209.6011

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
BALAI PELATIHAN KESEHATAN SEMARANG
2013

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembangunan kesehatan di Indonesia pada akhir abad ke 20 sudah
mencapai beberapa kemajuan, akan tetapi masih tertinggal bila
dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Paradigma sehat
yang diusung dalam visi Indonesia Sehat 2025 adalah salah satu
gerakan dalam bidang kesehatan dengan mengedepankan upaya promotif
dan preventif tanpa meninggalkan usaha kuratif dan rehabilitatif.
Paradigma sehat yang tertuang dalam visi Indonesia sehat 2025 yaitu
keadaan masa depan masyarakat Indonesia yang ingin dicapai melalui
pembangunan kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan negara yang
ditandai oleh penduduknya yang hidup dalam lingkungan dan dengan
perilaku hidup sehat, baik jasmani, rohani maupun sosial, dan memiliki
kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara
adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata dapat
diwujudkan dengan pelayanan kesehatan dasar dalam tiap wilayah.
Berdasarkan Kemenkes 128/ 2004 pengertian puskesmas adalah unit
pelaksana teknik dinas kesehatan kabupaten/ kota yang bertanggung jawab
terhadap pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Puskesmas
dalam menyelenggarakan upaya kesehatan bertujuan mendukung
tercapainya tujuan pembangunan kesehatan yakni meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang
bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas agar terwujud derajat
kesehatan yangg setinggi-tingginya. Upaya kesehatan yang
diselenggarakan di Puskesmas terdiri dari upaya kesehatan wajib dan
upaya kesehatan pembangunan.
Dalam upaya penyelenggaraan pelayanan kesehatan secara
optimal, maka Puskesmas harus melaksanakan manajemen dengan baik.

2
Manajemen Puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan
secara sistematik untuk menghasilkan keluaran Puskesmas secara efektif
dan efisien. Manajemen Puskesmas tersebut terdiri dari Perencanaan (P1),
Penggerakkan dan Pelaksanaan (P2) dan Pengawasan, Pengendalian dan
Penilaian (P3). Melalui manajemen yang baik, diharapkan akan tercapai
cakupan dan mutu pelayanan yang baik dan komprehensif.
Puskesmas Kajoran I adalah salah satu pelayanan kesehatan dasar
yang terdapat di Kabupaten Magelang. Puskesmas ini memiliki Visi
Menjadikan Puskesmas Kajoran I terpilih dan berkualitas bagi seluruh
masyarakat Kajoran.. Penyusun ingin mengetahui dan mendiskripsikan
tentang pelaksanaan manajemen puskesmas dan mutu pelayanan di
puskesmas Kajoran I, maka dilakukan penelitian dan observasi tentang
manajemen dan mutu pelayanan puskesmas. Peninjauan manajemen dan
mutu pelayanan puskesmas ini kami laksanakan pada tanggal 21 26 Juni
2012di Puskesmas Kajoran I Magelang.

B. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Mampu mendeskripsikan 6 program pokok pelayanan
Puskesmas dilihat dari aspek manajemen dan mutu pelayanan di
Puskesmas Kajoran I periode Januari Mei 2013.
b. Tujuan Khusus
a. Mengumpulkan data pelayanan yang ada di Puskesmas Kajoran I
periode Januari Mei 2013.
b. Mengidentifikasi masalah manajemen pelayanan yang ada di
Puskesmas Kajoran I periode Januari Mei 2013.
c. Menentukan prioritas masalah yang ditemukan di Puskesmas
Kajoran I periode Januari - Mei 2013.
d. Menganalisis penyebab masalah dari prioritas masalah yang telah
ditemukan di Puskesmas Kajoran I periode Januari - Mei 2013.

3
e. Membuat alternatif pemecahan masalah dari masalah-masalah
yang ditemukan di Puskesmas Kajoran I periode Januari - Mei
2013.
f. Menyusun rencana kegiatan dari pemecahan masalah yang
terpilih di Puskesmas Kajoran I periode Januari - Mei 2013.

C. METODOLOGI
Laporan ini disusun dengan metode observasi, wawancara, dan
studi dokumen. Data primer dan data sekunder diperoleh dari pengamatan
pada tanggal 21 Juni 26 Juni 2013 di Puskesmas Kajoran I. Data primer
didapat dari hasil observasi kegiatan harian, wawancara petugas kesehatan.
Data sekunder diperoleh dari pengamatan terhadap laporan tertulis dari
tiap unit pelaksana program pokok Puskesmas Kajoran I. Data yang
diperoleh dianalisis secara deskriptif, dengan tujuan mengetahui
permasalahan terutama untuk fungsi manajemen. Kemudian ditentukan
prioritas masalah dengan metode Hanlon Kuantitatif. Setelah itu dilakukan
konfirmasi dengan Kepala Puskesmas untuk menentukan masalah yang
akan diselesaikan, kemudian dilakukan analisis penyebab masalah
mengggunakan pendekatan sistem dan masalah yang terkait mutu
pelayanan diselidiki dengan pendekatan simple dan complex problem.
Penyebab masalah yang sudah disusun kemudian dikonfirmasikan dengan
Kepala Puskesmas selanjutnya dirangkum dalam fish bone. Penyebab
masalah yang ada kemudian diprioritaskan dengan paired comparison.
Dengan menggunakan tabel dan diagram pareto, dipilihlah penyebab
masalah yang akan diintervensi. Penyebab masalah yang telah terpilih
kemudian dicari alternatif pemecahan masalahnya. Kemudian digunakan
kriteria mutlak dan keinginan untuk memilih pemecahan masalah mana
yang akan diusulkan dan dibuatlah plan of action.

4
BAB II
ANALISIS SITUASI
A. Lingkungan
1. Data Wilayah
Puskesmas Kajoran I merupakan salah satu puskesmas yang
ada di wilayah Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Puskesmas
ini berada di kaki Gunung Sumbing merupakan puskesmas rawat jalan.
Berjarak 18 km dari kabupaten Magelang. Wilayah Puskesmas
Kajoran I memiliki kepadatan penduduk 655 per km2, dengan luas
wilayah 45,7 km2

Gambar 1. Peta Wilayah Kerja Puskesmas Kajoran I


a. Batas Wilayah
Batas wilayah Puskesmas Kajoran I adalah :
- Utara : Kecamatan Kaliangkrik

5
- Selatan : Desa Ngendrosari wilayah Puskesmas
Kajoran II
- Barat : Desa Krumpakan wilayah Puskesmas Kajoran II
- Timur : Kecamatan Tempuran
b. Luas wilayah kerja
- Luas Wilayah Kerja Puskesmas Kajoran I seluas 45,7 km2.
- Pembagian wilayah Puskesmas Kajoran I terdiri dari 15
desa dan 74 jumlah dusun, meliputi:
1) Kajoran
2) Madugondo
3) Banjaragung
4) Sukomulyo
5) Sukorejo
6) Sutopati
7) Sidowangi
8) Sidorejo
9) Sangen
10) Pucungroto
11) Bangsri
12) Wadas
13) Krinjing
14) Banjaretno
15) Sukomakmur
c. Keadaan Geografis
Wilayah kerja Puskesmas Kajoran I terdiri dari :
1. Daerah dataran : 25 %

2. Daerah pegunungan : 50 %

3. Daerah bergelombang : 25%

d. Transportasi
Jarak Puskesmas - Kota Magelang : 18,6 km

6
Alat transportasi : mobil dinas, mobil pribadi dan
sepeda motor
Alat transportasi umum : angkutan umum, truk dan oplet
Tidak semua wilayah dapat dijangkau dengan kendaraan
beroda 4
e. Sarana komunikasi
Sarana komunikasi dari puskesmas ke luar : telepon.

2. Demografi Penduduk ( tahun 2012 )


Jumlah Penduduk : 29.956 Jiwa

Laki-laki : 15.576 Jiwa

Perempuan : 15.108 Jiwa

Jumlah KK : 7.697 KK

Kepadatan Penduduk : 655/km2

Tabel 1. Komposisi penduduk per desa di wilayah kerja Puskesmas


Kajoran I Tahun 2012
Nama Desa Laki-Laki Perempuan
Kajoran 1.765 1.761
Madugondo 437 470
Banjaragung 725 730
Sukomulyo 932 885
Sukorejo 658 593
Sutopati 3.490 3.405
Sidowangi 837 787
Sidorejo 729 748
Sangen 336 366
Pucungroto 926 876
Bangsri 559 589
Wadas 436 404
Krinjing 597 376

7
Banjaretno 594 605
Sukomakmur 2.555 2.513
Jumlah 15.576 15.108
Sumber data : Data Statistik Kecamatan Kajoran I tahun 2012

Tabel 2. Jumlah Rumah Tangga (KK) Menurut Desa di Wilayah


Puskesmas Kajoran I Tahun 2012
Nama Desa Jumlah Penduduk Jumlah KK
Kajoran 3.536 41
Madugondo 907 8
Banjaragung 475 23
Sukomulyo 1.817 23
Sukorejo 1.251 11
Sutopati 6.895 63
Sidowangi 1.624 16
Sidorejo 1.477 21
Sangen 702 10
Pucungroto 1.802 29
Bangsri 1.148 13
Wadas 840 6
Krinjing 1.206 15
Banjaretno 1.199 17
Sukomakmur 5.077 60
29.956 655
Sumber data : Data Statistik Kecamatan Salaman tahun 2012

8
Tabel 3. Kepadatan Penduduk Menurut Desa di Wilayah Puskesmas Kajoran I
Tahun 2012
N DESA LUAS JUMLAH KEPADATAN
o WILAYAH PENDUDU PENDUDUK/KM
(KM2) K 2
1. Kajoran 3,11 3.536 1.136,98

2. Madugondo 0,83 907 1.092,77


3. Banjaragun 1,49 475 318,79
g
4. Sukomulyo 4,19 1.817 433,65

5. Sukorejo 2,33 1.251 536,91


6. Sutopati 9,80 6.895 703,57
7. Sidowangi 1,38 1.624 1.176,81
8. Sidorejo 2,55 1.477 579,22
9. Sangen 0,79 702 888,61
10 Pucungroto 1,98 1.802 910,10
.
11 Bangsri 1,70 1.148 675,29
.
12 Wadas 3,48 840 241,38
.
13 Krinjing 1,65 1.206 730,91
.
14 Banjaretno 2,13 1.199 562,91
.
15 Sukomakmu 8,32 5.077 610,22
. r
Sumber data : Data Statistik Kecamatan Kajoran I tahun 2012

9
3. Sosial Ekonomi
a. Mata pencaharian
Tabel 4. Data Mata Pencaharian Penduduk di wilayah kerja Puskesmas
Kajoran I
Mata Pencaharian Jumlah %
BuruhTani 6.221 19,33
Bertanisendiri 7.439 23,11
Buruhbangunan 680 2,11
Buruhindustri 440 1,37
Pengusaha 84 0,26
PNS / ABRI 478 1,48
Pedagang 397 1,23
Pensiunan PNS/ABRI 180 0,56
Lain lain 16.586 51,52
TOTAL 32.505 100
Sumber data : Data Statistik Kecamatan Kajoran I tahun 2009
b. Sarana perekonomian
- KUD : 1 buah
- Bank : 4 buah
- Pasar Umum : 3 buah
- Toko/Kios warung : 191 buah
- Warung Makan : 10 buah
Sumber data : Data Statistik Kecamatan Kajoran I tahun 2009

B. Input
I. Visi, Misi, Filosofi, Definisi Mutu dan Produk Puskesmas Kajoran
I
i.Visi Puskesmas Kajoran I

Menjadikan puskesmas kajoran I terpilih dan berkualitas bagi


seluruh masyarakat kajoran dan sekitarnya tahun 2020

ii. Misi Puskesmas Kajoran I

1) Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara


paripurna dan profesional

10
2) Bekerja dengan efektif dan memberikan kepuasan pada
pasien

3) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia

iii. Filosofi Puskesmas Kajoran I

Menjunjung tinggi nilai dan mutu pelayanan dengan


mengutamakan kepuasan pelanggan .

iv. Definisi Mutu

Pelayanan kesehatan yang sesuai standar dan memberikan kepuasan


pada pelanggan.
v. Produk Puskesmas

Pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, memuaskan, sembuh dan


terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

II. Sarana Fisik

Puskesmas Kajoran I merupakan puskesmas rawat jalan. Puskesmas ini


terletak di kaki gunug sumbing. Puskesmas ini direnovasi pada
pertengahan tahun 2008 dan selesai awal tahun 2009, terdiri dari 2 lantai
dengan penambahan luas gedung dan ruangan. Menempati luas tanah
897 m2. Puskesmas ini memiliki beberapa ruangan, antara lain :

Loket Pendaftaran : 1 Ruang

UGD : 1 Ruang

BP umum : 2 Ruang

Ruang EKG : 1 Ruang

Ruang Tensi : 1 Ruang

BP gigi : 1 Ruang

KIA : 1 Ruang

11
KB : 1 Ruang

MTBS : 1 Ruang

Imunisasi : 1 Ruang

Konseling Gizi : 1 Ruang

Konseling Sanitas : 1 Ruang

Konseling TBC : 1 Ruang

Apotik : 1 Ruang

Laboratorium : 1 Ruang

Gudang Obat : 1 Ruang

Ruang Kapusk : 1 Ruang

Ruang Dokter : 1 Ruang

Ruang Staf : 1 Ruang

Ruang Komputer : 1 Ruang

Aula : 1 Ruang

Ruang Lokmin : 1 Ruang

Mushola : 1 Ruang

Gudang Barang : 1 Ruang

Kamar mandi/WC : 4 Buah

Garasi Ambulance : 1 Ruang

Dapur : 1 Ruang

Parkir Sepeda Motor

Ruang Tunggu

12
Sarana kesehatan lain yang ada berupa :

1) Puskesmas induk : 1 buah (Desa Krasak)

2) Puskesmas pembantu : 2 buah (Bangsri dan Sutopati)

3) PKD : 11 buah

4) Polindes : 2 buah

5) Posyandu Balita : 73 Pos

6) Posyandu Lansia : 50 Pos

III. Dana dan Ketenagaan


a. Sumber dana
Sumber pendanaan Puskesmas Kajoran I berasal dari :

1) Pendapatan puskesmas :

a) Retribusi Umum

b) Askes

c) BOK

d) Jamkesmas

e) Lain-lain

b. Ketenagaan

1. Kepala Puskesmas : 1 orang


2. Ka. Sub Bag. TU : 1 orang
3. Tenaga Medis
- Dokter Umum : 2 orang
- Dokter Gigi : 1 orang
4. Tenaga Keperawatan
- Perawat : 5 orang
- Perawat Gigi : 1 orang

13
5. Bidan
- Bidan Puskesmas : 2 orang
- Bidan Desa PNS/PTT : 8/6 orang
6. Tenaga Kefarmasian
- Asisten apoteker : 1 orang
7. Tenaga Kesehatan Masyarakat
- Sanitarian : 1 orang
- Pettugas Gizi : 1 orang
8. Tenaga Kesehatan Medis
- Analis kesehatan : 1 orang
9. Perekam Medis : 1 orang
10. Verifikator Keuangan : 1 orang
11. Pengemudi : 1 orang
12.Penjaga Kantor : 1 orang
13.Wiyata Bhakti : 4 orang
14.Juru Malaria Desa (JMD) : 3 orang
15.Lain-lain : 1 orang
Selain tenaga kesehatan tersebut Puskesmas Kajoran I juga mempunyai
mitra tenaga kesehatan dari elemen masyarakat yaitu:
1. Dukun Bayi
- Terlatih :24 orang
- Tidak Terlatih : 6 orang
2. Kader Posyandu
- Terlatih : 365 orang
- Aktif : 332 orang

1V. Kebijakan Pemerintah Daerah dan Pusat

Peraturan yang mengatur Puskesmas :

1) UU No. 23 tahun 1992 Tentang Kesehatan


2) UU No. 22 tahun 1999 Tentang Otonomi Daerah

14
3) UU No. 25 tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan
Pusat dan Daerah
4) PERDA No 14 tahun 2006 Tentang Restribusi Pelayanan
Kesehatan pada Puskesmas di Kabupaten Magelang
5) Keputusan Bupati Kepala Daerah TK II Magelang No
1884/492/Kep/13.2002 Tentang Organisasi Puskesmas.\
6) Peraturan Daerah Kabupaten Magelang No. 3 Tahun 2012
tarif retribusi yang diberlakukan per mei 2012 adalah :
- retribusi umum pasien dalam wilayah Kab.Magelang :
Rp.6.000,00
- retribusi umum pasien dari luar wilayah Kab.Magelang :
Rp.10.000,00

V. Struktur Organisasi Puskesmas


Struktur Organisasi Puskesmas Kajoran I Kecamatan Salaman,
Kabupaten Magelang, periode 2013 (Terlampir).

C. Proses Manajemen
1. Perencanaan (P1)
Tim perencana terdiri dari Kepala puskesmas dan para
pemegang program, dimana sumber data didapat dari laporan bulanan
Puskesmas, yang direkapitulasi pada akhir tahun. Laporan memuat
hasil kegiatan, dalam melakukan perencanaan kepala Puskesmas
dibantu oleh para pemegang program, dimana sumber data didapat
dari laporan bulanan Puskesmas. Laporan memuat hasil kegiatan dari
6 upaya kesehatan pokok yang dilaksanakan di Puskesmas Kajoran I.
Laporan akhir tahun di Puskesmas Kajoran I disajikan dalam bentuk
tabel yang di dokumentasi secara rapi dan grafik untuk dapat lebih
menilai naik turunnya perjalanan kegiatan dalam 12 bulan, kemudian
data dianalisa dibandingkan dengan target. Masalah timbul jika
pencapaian kegiatan tidak memenuhi target yang ditetapkan. Jadwal

15
pelaksanaan dilakukan akhir bulan Desember dan cara
mendapatkannya dengan lokmin.
2. Penggerakkan dan Pelaksanaan (P2)
Dalam manajemen penggerakan dan pelaksanaan terdapat
komponen-komponen yang merupakan bagian terpenting dari
manajemen tersebut. Komponen tersebut meliputi:
a. Pengorganisasian
Penentuan para penanggungjawab dan para pelaksana untuk setiap
kegiatan dengan pertemuan penggalangan tim pada awal tahun
kegiatan (mini lokakarya) yang pesertanya meliputi kepala
Puskesmas dan seluruh staf Puskesmas, penggalangan kerjasama
lintas sektoral antara dua sektor maupun antara berbagai sektor
yang terkait, antara lain :
1. Pendidikan nasional (UKS)
2. Pertanian (Upaya Perbaikan Gizi Keluarga)
3. Kependudukan dan catatan sipil (KB)
4. Perekonomian dan kesra (ASKESKIN)
5. Pembangunan desa (pemugaran perumahan)
6. TTU (Sanitasi)
7. Posyandu
8. Desa Siaga

b. Penyelenggaraan
Penyelenggaraan kegiatan dari upaya 6 kesehatan wajib
dilakukan dengan jadwal kegiatan yang disusun oleh masing-
masing penanggung jawab dengan koordinasi dengan kepala
puskesmas agar penyelenggaraan kegiatan di Puskesmas Kajoran I
tetap memperhatikan azas penyelenggaraan Puskesmas, berbagai
standar dan pedoman pelayanan Puskesmas, kendali mutu dan
biaya. Penyelenggaraan kegiatan dilaksanakan dengan kerjasama
lintas program maupun lintas sektoral. Terbangun baik kerjasama

16
lintas program yaitu dalam bentuk sinkronisasi program. Dan
evaluasi hasil lokmin dengan pengambilan program tertentu,
diurutkan dan dievaluasi kegiatan apa yang ada masalah.
c. Pemantauan
1) Pengkajian internal lintas program dilakukan bila ada program
yang melibatkan lintas program. Apabila dalam 1 minggu
dibutuhkan untuk 1 kali pertemuan, bisa dilakukan. Bentuk
kerjasama lintas program atau lintas acara sebagian besar tidak
masuk dalam lokakarya mini, tetapi dalam bentuk pertemuan
rapat untuk program-program tertentu
2) Menyusun saran peningkatan penyelenggaraan kegiatan sesuai
dengan pencapaian kinerja Puskesmas serta masalah dan
hambatan yang ditemukan dalam telaah bulanan dan
triwulanan.

3. Pengawasan, Pengendalian dan Penilaian (P3)


Adalah proses memperoleh kepastian, kesesuaian penyelenggaraan
dan pencapaian tujuan Puskesmas terhada prencana dan undang-undang
yang berlaku. Pengawasan terdiri atas pengawasan internal dari atasan
langsung (Kepala Puskesmas) terhadap seluruh staf dan pengawasan
eksternal yang dilakukan sebagian masyarakat dan dinas kesehatan
terhadap kegiatan yang dilaksanakan puskesmas, dengan ruang lingkup
administratif, keuangan, teknis pelayanan yang dilakukan di Puskesmas
Kajoran.
Penilaian dilakukan pada akhir tahun menggunakan Standar
Pelayanan Minimal (SPM) meliputi penilaian terhadap penyelenggaraan
kegiatan dan hasil yang dicapai, dibandingkan dengan rencana tahunan
dan standar pelayanan.
Pertanggungjawaban dilakukan melalui laporan
pertanggungjawaban tahunan yang berisi tentang pelaksanaan kegiatan,
perolehan sumber dana (keuangan) dan penggunaan sumber daya. Laporan

17
pertanggungjawaban dibuat oleh kepala Puskesmas pada setiap lokakarya
mini yang mencakup di dalamnya pelaksanaan kegiatan serta perolehan
dan penggunaan berbagai sumber daya termasuk keuangan, disampaikan
kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota serta pihakpihak terkait
lainnya, termasuk masyarakat.
D. Keluaran
Cakupan kegiatan yang meliputi 6 upaya program standar pelayanan
minimal bulan Januari Mei 2013. Lembar SPM (Standar Pelayanan
Minimal) terlampir.

18
BAB III

IDENTIFIKASI MASALAH

A. Analisa Hasil

Berdasarkan data pencapaian kegiatan 6 program Puskesmas kajoran I

bulan Juni 2013 didapatkan 44 program yang belum mencapai target, yaitu :

Tabel 5. Daftar Masalah Utama bulan juni 2013


No Masalah Capaian Besar masalah
1 Cakupan kunjungan bumil K1 95,4 % 4,6 %
2 Cakupan kunjungan bumil K4 89,1 % 10,9 %
3 Ibu hamil resti yang dideteksi 49,8 % 50,2 %
4 Cakupan KN1(lahir 6 jam - 48 jam) 74,6 % 25,4 %

5 Cakupan kunjungan bayi 91,2 % 8,8 %


6 Cakupan pemeriksaan kesehatan siswa 73,9 % 26,1 %
SD dan setingkat oleh tenkes atau
terlatih atau guru
7 Jumlah TK yang dibina 87,5 % 12,5 %

8 Cakupan pelayanan pra-usila dan usila 38,1 % 61,9 %


9 Balita yang naik berat badannya (N/D) 97,4 % 2,6 %

10 Cakupan ibu hamil yang diberi 90 93,9 % 6,1 %


tablet fe
11 Cakupan pemberian PMT MP ASI 36,6 % 63,4 %
pada bayi BGM dari gakin
12 Balita gizi burruk mendapat 96,4 % 3,6 %
perawatan
13 Rumah sehat 34,4 % 75,6 %

14 Penduduk yang memanfaatkan 36,3 % 73,7 %


jamban
15 Rumah yang mempunyai SPAL 70,5 % 29,5 %
16 Rumah tangga sehat 77,4 % 22,6 %

19
17 Keluarga sadar gizi 36,5 % 63,5 %
18 Posyandu purnama 58,2 % 41,8 %
19 Frekuensi pembinaan posyandu 60,2 % 39,8 %

20 Penyuluhan NAPZA dan HIV AIDS 50 % 50 %


untuk masyarakat
21 PSN disekolah 30,5% 69,5%
22 Cakupan suspek TB paru 76% 34%
23 Penemuan kasus TB BTA + (case 41,4% 58,6%
detection rate)
24 Cakupan pneumoni balita yang 14,9% 85,1%
ditangani
25 Balita dengan diare yang ditangani 41% 59%
26 Jumlah bumil yang mendapat TT1 88,1% 11,9%
27 Jumlah bumil yang mendapat TT2 77% 23%
28 BCG 87,7% 12,3%
29 DPT C1 86,2% 13,8%
30 DPT C3 97,5% 2,5%
31 Polio 1 97% 3%
32 Polio 4 98% 2%
33 Campak 86,1% 13,9%
34 Hepatitis B1 total 86,2% 13,8%
35 Hepatitis B2 92,3% 7,7%
36 Stroke 10% 90%
37 Gangguan mental >15 tahun 8,9% 91,1%
Sumber data : Puskesmas kajoran I bulan Juni 2013

B. Prioritas Masalah

Dari permasalahan yang ada di Puskesmas kajoran I, ditentukan prioritas

masalah berdasarkan metode Hanlon Kuantitatif yaitu dengan 4 kelompok

kriteria :

20
1. Kriteria A (Besarnya masalah)

A. Menghitung jumlah kelas dengan rumus:

K = 1 + 3,3 Log N
N = BANYAKNYA MASALAH

K = 1 + 3,3 Log 37 = 6,1 6

B. Mencari Interval Kelas

R (nilai besar nilai kecil)


Interval Kelas = -------------------------------------------
jumlah kelas

91,1 2
Interval Kelas = = 14,85 ==> 15
6

Tabel 6. Kriteria A (Besarnya masalah)


BESARNYA MASALAH PER 10.000 PENDUDUK
MASALAH 2-16 17-31 32-46 47-61 62-76 77-91 Nilai
(2) (4) (6) (8) (10) (12)
Cakupan kunjungan X 2
bumil K1
Cakupan kunjungan X 2
bumil K4
Ibu hamil resti yang X 8
dideteksi
Cakupan KN1(lahir X 4
6 jam - 48 jam)
Cakupan kunjungan X 2
bayi
Cakupan X 4

21
pemeriksaan
kesehatan siswa SD
dan setingkat oleh
tenkes atau terlatih
atau guru
Jumlah TK yang X 2
dibina
Cakupan pelayanan X 10
pra-usila dan usila
Balita yang naik X 2
berat badannya
(N/D)
Cakupan ibu hamil X 2
yang diberi 90 tablet
fe
Cakupan pemberian X 10
PMT MP ASI pada
bayi BGM dari
gakin
Balita gizi buruk X 2
mendapat
perawatan
Rumah sehat X 10
Penduduk yang X 10
memanfaatkan
jamban
Rumah yang X 4
mempunyai SPAL
Rumah tangga sehat X 4
Keluarga sadar gizi X 10

Posyandu purnama X 6

Frekuensi X 6
pembinaan
posyandu
Penyuluhan NAPZA X 8
dan HIV AIDS
untuk masyarakat
PSN disekolah X 10
Cakupan suspek TB X 6
paru
Penemuan kasus TB X 8
BTA + (case
detection rate)

22
Cakupan pneumoni X 12
balita yang
ditangani
Balita dengan diare X 2
yang ditangani
Jumlah bumil yang X 2
mendapat TT1
Jumlah bumil yang X 4
mendapat TT2
BCG X 2
DPT C1 X 2
DPT C3 X 2
Polio 1 X 2
Polio 4 X 2
Campak X 2
Hepatitis B1 total X 2
Hepatitis B2 X 2
Stroke X 10
Gangguan mental X 10
>15 tahun

2. Kriteria B (Kegawatan masalah)


Meliputi :

a. Keganasan : merupakan akibat yang ditimbulkan dari masalah

Sangat ganas :5

Ganas :4

Cukup ganas :3

Kurang ganas :2

Tidak ganas :1

b. Tingkat urgensi dengan nilai 5, dimana :

Sangat urgent :4

urgent :3

Agak urgent :2

Tidak urgent :1

23
c. Tingkat biaya yang dikeluarkan dengan nilai 5, dimana :

Sangat murah :5

Murah :4

Cukup murah :3

Mahal :2

Sangat mahal :1

Tabel 7. Kriteria B (kegawatan masalah)


MASALAH KEGANASAN URGENSI BIAYA NILAI
Cakupan kunjungan 2 3 4 9
bumil K1
Cakupan kunjungan 4 3 5 12
bumil K4
Ibu hamil resti yang 4 4 4 12
dideteksi
Cakupan KN1(lahir 4 2 2 8
6 jam - 48 jam)
Cakupan kunjungan 2 1 4 7
bayi
Cakupan 2 2 4 8
pemeriksaan
kesehatan siswa SD
dan setingkat oleh
tenkes atau terlatih
atau guru
Jumlah TK yang 1 2 4 7
dibina
Cakupan pelayanan 4 3 4 11
pra-usila dan usila
Balita yang naik 1 2 5 8
berat badannya
(N/D)
Cakupan ibu hamil 4 2 2 8
yang diberi 90 tablet
Fe
Cakupan pemberian 4 4 2 10
PMT MP ASI pada
bayi BGM dari
gakin
Balita gizi burruk 5 4 2 11
mendapat

24
perawatan
Rumah sehat 4 2 2 8
Penduduk yang 5 3 2 10
memanfaatkan
jamban
Rumah yang 4 4 2 10
mempunyai SPAL
Rumah tangga sehat 2 3 4 9
Keluarga sadar gizi 4 3 2 9

Posyandu purnama 2 3 4 9

Frekuensi 4 4 2 10
pembinaan
posyandu
Penyuluhan NAPZA 4 4 4 12
dan HIV AIDS
untuk masyarakat
PSN di sekolah 4 4 2 10
Cakupan suspek TB 5 3 4 12
paru
Penemuan kasus TB 5 4 2 11
BTA + (case
detection rate)
Cakupan pneumoni 4 2 4 10
balita yang
ditangani
Balita dengan diare 5 4 4 13
yang ditangani
Jumlah bumil yang 2 2 2 6
mendapat TT1
Jumlah bumil yang 2 2 1 5
mendapat TT2
BCG 4 3 4 11
DPT C1 2 3 4 9
DPT C3 2 2 4 8
Polio 1 4 3 2 9
Polio 4 2 3 2 7
Campak 4 3 2 9
Hepatitis B1 total 4 2 4 10
Hepatitis B2 2 1 2 5
stroke 4 3 2 9
Gangguan mental 2 2 2 6
>15 tahun

25
3. Kriteria C (kemudahan penanggulangan)
Dengan bobot 5, dimana :

Sangat mudah :5

Mudah :4

Cukup mudah :3

Sulit :2

Sangat sulit :1

Tabel 8. Kriteria C (kemudahan dalam penanggulangan)


MASALAH PERHITUNGAN NILAI
Cakupan 4+2+2+3+2+2+3+4+2+2/10 2,6
kunjungan bumil
K1
Cakupan 2+3+3+3+3+3+3+2+3+4/10 2,7
kunjungan bumil
K4
Ibu hamil resti 2+3+3+3+3+4+3+3+2+4/10 3,4
yang dideteksi
Cakupan 3+2+3+3+4+3+3+2+4+2/10 2,9
KN1(lahir 6 jam -
48 jam)
Cakupan 3+2+3+3+3+3+3+2+2+2/10 2,7
kunjungan bayi
Cakupan 3+4+4+4+3+3+4+2+3+2/10 3,2
pemeriksaan
kesehatan siswa
SD dan setingkat
oleh tenkes atau
terlatih atau guru
Jumlah TK yang 3+2+3+3+3+4+4+3+4+2/10 3,1
dibina
Cakupan 2+3+3+3+3+3+3+3+2+2/10 2,7
pelayanan pra-
usila dan usila
Balita yang naik 4+4+4+3+4+3+2+3+4/10 3,2
berat badannya
(N/D)
Cakupan ibu 4+3+3+4+3+3+3+2+4/10 3,3
hamil yang diberi
90 tablet Fe
Cakupan 4+3+2+4+3+2+2+3+2/10 1,9

26
pemberian PMT
MP ASI pada bayi
BGM dari gakin
Balita gizi buruk 2+2+3+4+3+3+3+3+3+2+3/10 2,6
mendapat
perawatan
Rumah sehat 2+2+3+3+2+3+3+2+2+3/10 2,4
Penduduk yang 4+3+3+2+3+4+3+3+2+3/10 2,9
memanfaatkan
jamban
Rumah yang 2+2+2+2+3+2+2+3+2+2/10 2,3
mempunyai SPAL
Rumah tangga 2+3+1+2+2+3+2+3+3+2/10 2,5
sehat
Keluarga sadar 4+3+3+2+4+3+3+4+3+2/10 3,1
gizi
Posyandu 2+2+2+3+3+2+2+2+3+4/10 2,5
purnama
Frekuensi 2+2+3+3+2+3+3+2+2+2/10 2,5
pembinaan
posyandu
Penyuluhan 4+3+4+4+3+4+3+2+2/10 3,1
NAPZA dan HIV
AIDS untuk
masyarakat
PSN disekolah 4+4+4+3+3+3+4+4+3/10 3,6
Cakupan suspek 4+3+2+2+2+2+3+3+2+4 2,8
TB paru
Penemuan kasus 4+4+3+3+4+4+4+4+4/10 3,8
TB BTA + (case
detection rate)
Cakupan 2+2+2+2+2+2+2+2+3/10 2,2
pneumoni balita
yang ditangani
Balita dengan 4+4+4+3+4+5+4+3+5/10 3,9
diare yang
ditangani
Jumlah bumil 2+3+2+2+2+2+2+3+3+2/10 2,3
yang mendapat
TT1
Jumlah bumil 2+3+3+2+3+3+3+2+2+3/10 2,3
yang mendapat
TT2
BCG 4+5+4+5+4+5+5+5+5+4/10 4,5
DPT C1 4+4+4+3+3+3+3+4+2+4/10 3,3

27
DPT C3 4+4+4+3+4+3+4+4+4/10 3,7
Polio 1 5+5+4+4+5+4+5+4+5+4/10 4,0
Polio 4 3+3+4+3+4+3+4+3+4+3/10 3,6
Campak 5+4+5+4+4+5+4+4+5/10 4,5
Hepatitis B1 total 3+2+3+3+4+4+3+3+3+2/10 2,7
Hepatitis B2 3+2+3+3+3+3+3+3+2+2/10 2,5
Stroke 2+1+2+1+2+1+2+2+1+3/10 1,8
Gangguan mental 3+3+3+2+3+2+3+3+2+3/10 2,2
>15 tahun

4. Kriteria D (PEARL)

Penilaian PEARL meliputi propiety, economy, acceptability, resources,

dan legality.

Skor yang digunakan : 1 = Ya

0 = tidak

Penilaian disesuaikan dengan 5 orang untuk setiap kriteria masalah.

Nilai yang tercantum terdiri atas rerata penilaian masing-masing anggota

kelompok dikalikan dengan bobot dari masing-masing kriteria.

Tabel 9. Kriteria D (faktor PEARL)


MASALAH P E A R L HASIL KALI
Cakupan kunjungan 1 1 1 1 1 1
bumil K1
Cakupan kunjungan 1 1 1 1 1 1
bumil K4
Ibu hamil resti yang 1 1 1 1 1 1
dideteksi
Cakupan KN1(lahir 1 1 1 1 1 1
6 jam - 48 jam)
Cakupan kunjungan 1 1 1 1 1 1
bayi
Cakupan 1 1 1 1 1 1
pemeriksaan
kesehatan siswa SD
dan setingkat oleh
tenkes atau terlatih

28
atau guru
Jumlah TK yang 1 1 1 1 1 1
dibina
Cakupan pelayanan 1 0 1 0 1 0
pra-usila dan usila
Balita yang naik 1 0 1 1 1 0
berat badannya
(N/D)
Cakupan ibu hamil 1 1 1 1 1 1
yang diberi 90 tablet
Fe
Cakupan pemberian 1 1 1 1 1 1
PMT MP ASI pada
bayi BGM dari
gakin
Balita gizi burruk 1 0 1 1 1 0
mendapat
perawatan
Rumah sehat 1 1 1 1 1 1
Penduduk yang 1 1 1 1 1 1
memanfaatkan
jamban
Rumah yang 1 1 1 1 1 1
mempunyai SPAL
Rumah tangga sehat 1 1 1 1 1 1
Keluarga sadar gizi 1 0 1 0 1 0

Posyandu purnama 1 0 1 0 1 0

Frekuensi 1 0 1 1 1 0
pembinaan
posyandu
Penyuluhan NAPZA 1 1 1 1 1 1
dan HIV AIDS
untuk masyarakat
PSN disekolah 1 1 1 1 1 1
Cakupan suspek TB 1 1 1 1 1 1
paru
Penemuan kasus TB 1 1 1 1 1 1
BTA + (case
detection rate)
Cakupan pneumoni 1 0 1 0 1 0
balita yang
ditangani
Balita dengan diare 1 1 1 1 1 1

29
yang ditangani
Jumlah bumil yang 1 1 1 1 1 1
mendapat TT1
Jumlah bumil yang 1 1 1 1 1 1
mendapat TT2
BCG 1 1 1 1 1 1
DPT C1 1 1 1 1 1 1
DPT C3 1 1 1 1 1 1
Polio 1 1 1 1 1 1 1
Polio 4 1 1 1 1 1 1
Campak 1 1 1 1 1 1
Hepatitis B1 total 1 0 1 1 1 0
Hepatitis B2 1 0 1 1 1 0
Stroke 1 0 1 0 1 0
Gangguan mental 1 0 1 0 1 0
>15 tahun

5. Penilaian
Setelah kriteria A, B, C, dan D didapatkan, hasil tersebut kemudia

dimasukkan ke dalam rumus sebagai berikut :

a. Nilai Prioritas Dasar (NPD) = (A+B) x C

b. Nilai Prioritas Total (NPT) = (A+B) x C x D

1. Tabel 10. Penilaian prioritas masalah

MASALAH NPD PEARL NPT PRIORITAS


Cakupan kunjungan
28,6 1 28,6 22
bumil K1
Cakupan kunjungan
37,8 1 37,8 14
bumil K4
Ibu hamil resti yang
68 1 68 3
dideteksi
Cakupan KN1(lahir
34,8 1 34,8 17
6 jam - 48 jam)
Cakupan kunjungan
24,3 1 24,3 26
bayi

Cakupan
pemeriksaan 38,4 1 38,4 12
kesehatan siswa SD
dan setingkat oleh

30
tenkes atau terlatih
atau guru
Jumlah TK yang
27,9 1 27,9 23
dibina
Cakupan pelayanan
56,7 0 0 8
pra-usila dan usila
Balita yang naik
berat badannya 32 0 0 9
(N/D)
Cakupan ibu hamil
yang diberi 90 tablet 33 1 33 18
fe
Cakupan pemberian
PMT MP ASI pada
38 1 38 13
bayi BGM dari
gakin
Balita gizi burruk
mendapat 33,8 0 0 12
perawatan
Rumah sehat 43,2 1 43,2 11
Penduduk yang
memanfaatkan 58 1 58 7
jamban
Rumah yang
32,2 1 32,2 15
mempunyai SPAL
Rumah tangga sehat 32,5 1 32,5 19
Keluarga sadar gizi 58,9 0 0 17
Posyandu purnama 37,5 0 0 18
Frekuensi
pembinaan 40 0 0 19
posyandu
Penyuluhan NAPZA
dan HIV AIDS 62 1 62 4
untuk masyarakat
PSN disekolah 72 1 72 2
Cakupan suspek TB
50,4 1 50,4 8
paru
Penemuan kasus TB
BTA + (case 72,2 1 72,2 1
detection rate)
Cakupan pneumoni
balita yang 48,4 0 0 24
ditangani
Balita dengan diare
58,5 1 58,5 25
yang ditangani

31
Jumlah bumil yang
18,4 1 18,4 5
mendapat TT1
Jumlah bumil yang
20,7 1 20,7 0
mendapat TT2
BCG 58,5 1 58,5 6
DPT C1 36,3 1 36,3 16
DPT C3 37 1 37 21
Polio 1 44 1 44 10
Polio 4 32,4 1 32,4 20
Campak 49,5 1 49,5 9
Hepatitis B1 total 32,4 0 0 0
Hepatitis B2 17,5 0 0 0
Stroke 34,2 0 0 0
Gangguan mental
35,2 0 0 0
>15 tahun

Berdasarkan hasil perhitungan secara Hanlon Kuantitatif di atas,


didapatkan urutan prioritas masalah sebagai berikut :
1. Penemuan kasus TB BTA + (case detection rate)

2. PSN disekolah

3. Ibu hamil resti yang dideteksi


4. Penyuluhan NAPZA dan HIV AIDS untuk masyarakat
5. Jumlah bumil yang mendapat TT1
6. BCG
7. Penduduk yang memanfaatkan jamban
8. Cakupan pelayanan pra-usila dan usila
9. Balita yang naik berat badannya (N/D)
10. Polio 1
11. Rumah sehat
12. Balita gizi burruk mendapat perawatan
13. Cakupan pemberian PMT MP ASI pada bayi BGM dari gakin
14. Cakupan kunjungan bumil K4
15. Rumah yang mempunyai SPAL
16. DPT C1
17. Keluarga sadar gizi
18. Posyandu purnama
19. Rumah tangga sehat
20. Polio 4
21. DPT C3
22. Cakupan kunjungan bumil K1

32
23. Jumlah TK yang dibina
24. Cakupan pneumoni balita yang ditangani
25. Balita dengan diare yang ditangani
26. Cakupan kunjungan bayi

Prioritas masalah yang berada pada urutan I adalah Penemuan kasus TB


BTA + (case detection rate). Kemudian setelah diskusi dengan kepala puskemas
maka di tentukan masalah yang di bahas adalah balita dengan diare yang
tertangani, penemuan kasus BTA+, dan Penyuluhan NAPZA dan HIV AIDS
untuk masyarakat sebagai masalah yang akan dianalisis.

C. Analisis Penyebab Masalah


Berdasarkan prioritas masalah yang telah ditetapkan dari Kepala
Puskesmas Kajoran 1, kelompok kami ditugaskan unutuk menganalisis masalah
mengenai Penyuluhan NAPZA dan HIV AIDS Untuk Masyarakat. Untuk
menganalisa penyebab masalah manajemen secara menyeluruh, digunakan
pendekatan sistem yang meliputi input, proses, lingkungan, serta QA yang meliputi
simpel problem dan kompleks problem.
Penyebab masalah dari manajemen dengan Pendekatan Sistem :
1. Input (Man, Money, Material, Methode, Machine)
2. Proses (P1,P2,P3)
3. Faktor lingkungan

Lingkungan

Input Proses Output Outcome Impact

5M P1 P2 P3

Complex Problem
Simpel Problem

Gambar 2. Bagan analisa penyebab masalah berdasarkan pendekatan sistem dan


mutu

33
D. Kemungkinan penyebab masalah
Kemungkinan penyebab masalah kurangnya pencapaian cakupan penyuluhan
NAPZA dan HIV AIDS untuk masyarakat dianalisis dengan menggunakan
pendekatan sistem. Untuk menganalisa penyebab masalah managemen secara
menyeluruh, digunakan pendekatan sistem yang meliputi input, proses, output,
outcome, dampak dan lingkungan. Dengan pola pemecahan masalah berdasarkan
sistem tersebut dapat ditelusuri ke belakang hal hal yang menyebabkan munculnya
permasalahan. Dari tahap ini didapatkan asumsi penyebab masalah sebagai berikut.
Tabel 11. Tabel kemungkinan penyebab masalah rendahnya cakupan penyuluhan
NAPZA dan HIV AIDS untuk masyarakat yang ditangani Puskesmas
Kajoran I

Komponen Kelemahan
Input Man Belum ada petugas kesehatan yang ahli di bidang promkes

Money Keterlambatan dalam pengembalian dana pada anggaran


program promkes
Method Bahasa dalam penyuluhan tidak mudah dipahami
Material -
Machine Tidak ada transportasi khusus untuk promkes
Jika terdapat kerusakan pada media penyuluhan
penggantian dan perbaikannya lama
Proses P1 -
P2 Waktu pelaksanaan kurang tepat
Belum ada SOP yang jelas dan terstruktur untuk
kegiatan promkes
P3 Belum adanya reward kepada petugas kesehatan.
Belum ada pelatihan khusus untuk para petugas
kesehatan di bidang promkes sehingga kegiatan promkes
tidak bisa dievaluasi dengan baik
Lingkungan Tidak adanya perhatian dari pemerintah provinsi maupun
kabupaten untuk kegiatan promkes yang dilihat dari
anggaran pemerintah, pelatihan kader dan perekrutan tenaga
kerja
Mutu Pelayanan
1. Simple Problem
Simple problem tidak dapat dilakukan karena belum ada SOP atau daftar
tilik dalam memberikan penyuluhan NAPZA dan HIV AIDS untuk
masyarakat. Sehingga tingkat kepatuhan kinerja belum dapat diukur.

2. Complex Problem

34
Kuesioner ini kami ajukan kepada 7 orang yang mengikuti penyuluhan dari
Puskesmas Kajoran I. Berikut ini adalah kuesioner dari 9 dimensi mutu:

Tabel 12. Daftar pertanyaan dimensi mutu


Uraian Ya Tidak %
1. Manfaat
a. Petugas puskesmas memberikan materi 6 1 85%
penyuluhan dengan baik
b. Anda merasa mendapatkan informasi 6 1 85%
kesehatan dari penyuluhan secara mudah
c. Anda merasa puas dengan penyuluhan 7 0 100%
yang diberikan oleh petugas puskesmas
2. Ketersediaan
a. Alat penyuluhan bisa menarik minat 6 1 85%
masyarakat
b. Terdapat pemateri yang memadai 7 0
c. Pemateri telah memiliki materi 100%
penyuluhan yang lengkap 7 0
100%
3. Ketetapan
a. Penyuluh bersikap professional 6 1 85%
b. Materi penyuluhan yang diberikan sesuai
dengan tema yang diinformasikan 7 0 100%
sebelumnya
c. Anda selalu mendapatkan penyuluhan
sesuai kebutuhan anda 7 0 100%

4. Keterjangkauan
a. Biaya penyuluhan didapatkan dengan 7 0 100%
cuma-Cuma
b. Lokasi penyuluhan dapat dijangkau
dengan mudah 7 0 100%
c. Penyuluhan sesuai dengan yang anda
inginkan 6 1 85%

5. Kenyamanan
a. Terdapat kursi yang memadai untuk 7 0 100%
menampung masyarakat yang datang
b. Lokasi penyuluhan bersih dan rapi 6 1 85%
c. Terdapat konsumsi selama penyuluhan 7 0 100%
berlangsung

6. Hubungan Interpersonal
a. Penyuluh bersikap ramah pada saat 5 2 75%

35
memberikan materi penyuluhan
b. Penyuluh memberikan materi penyuluhan 2 5 28,5%
dengan bahasa yang mudah dimengerti
c. Penyuluh memberikan materi penyuluhan 3 4 42,8%
dengan jelas

7. Waktu
a. Acara tepat waktu 2 5 28,5%
b. Penyuluh memberikan penyuluhan
dengan tidak berbelit-belit 3 4 42,8%
c. Jadwal penyuluhan sesuai dengan waktu
pilihan anda 1 6 14,2%

8. Kesinambungan
a. Penyuluh mengingatkan jadwal 7 0 100%
penyuluhan selanjutnya
b. Penyuluh memberikan kesempatan untuk 7 0 100%
Tanya jawab selama penyuluhan
c. Penyuluh memberikan jawaban secara 5 2 57%
jelas

9. Legitimasi dan akuntabilitas


a. Anda merasa percaya dengan penyuluh 7 0 100%
b. Penyuluh memiliki ketrampilan
berkomunikasi dengan baik 4 3 57%
c. Merasa tertarik dengan materi
penyuluhan 6 1 85%

Dari tabel diatas ditemukan beberapa masalah (Complex Problem) tentang


mutu yang berhubungan dengan kepuasan responden. Masalah mutu yang
timbul yaitu :
a. Hubungan interpersonal
b. Waktu
c. Kesinambungan :Penyuluh memberikan jawaban
secara jelas
d. Legitimasi dan akuntabilitas :Penyuluh memiliki ketrampilan
berkomunikasi dengan baik

36
B. Konfirmasi Penyebab masalah
Setelah dikonfirmasi dengan Kepala Puskesmas Kajoran I, maka didapatkan
penyebab masalah antara lain dijelaskan dalam diagram fish bone
Diagram 1. Analisis penyebab masalah dengan Fish Bone

Money Man Material Method

Belum
adanya Bahasa dalam
SOP penyuluhan tidak
yang mudah dipahami
jelas
Keterlambatan
dalam
Belum ada
pengembalian Belum
petugas
dana pada ada
kesehatan
promkes pelatihan
yang ahli di
khusus
bidang
untuk
promkes
penyuluh
Pencapaian
cakupan
penyuluhan
NAPZA dan
HIV AIDS
(50%) di
Puskesmas
Kajoran I
periode Jan-

Tidak ada perhatian


dari pemerintah
provinsi maupun kab.
Untuk keg. promkes

Lingkungan

37
Tabel 13. Prioritas penyebab masalah cakupan pelayanan NAPZA dan
HIV/AIDS, diurutkan besaran penyebab dengan metode Paired Comparison

No Penyebab Masalah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jml


1 Keterlambatan dalam 2 1 4 5 6 7 1 9 10 2
pengembalian dana
pada promkes

2 Belum ada petugas 2 4 5 6 2 2 2 2 6


kesehatan yang ahli di
bidang promkes

3 Tidak ada transpostasi 4 5 6 7 3 9 10 1


khusus untuk promkes

4 Bahasa dalam 5 4 4 4 4 4 8
penyuluhan tidak
mudah dipahami

5 Belum adanya SOP 5 5 5 5 5 9


yang jelas

6 Waktu pelaksaaan 6 6 6 6 7
kurang tepat

7 Belum ada pelatihan 7 7 7 5


khusus untuk penyuluh

8 Tidak ada perhatian 9 10 0


dari pemerintah
provinsi maupun kab.
Untuk keg. promkes

9 Tidak ada reward untuk 9 4


petugas kesehatan
10 Perbaikan media 3
penyuluhan lama

C. Tabel Pareto
Tabel 14. Tabel Pareto
N %
NO Penyebab Masalah N %
Komulatif Komulatif
1 Belum adanya SOP yang jelas 9 9 20 20

38
2 Bahasa dalam penyuluhan
tidak mudah dipahami 8 17 17,78 37,78

3 Waktu pelaksaaan kurang


tepat 7 24 15,56 53,34

4 Belum ada petugas kesehatan


yang ahli di bidang promkes 6 30 13,3 66,64
5 Belum ada pelatihan khusus
untuk penyuluh 5 35 11,1 77.75

6 Tidak ada reward untuk


4 39 8,89 86,64
petugas kesehatan
7 Perbaikan media penyuluhan
lama 3 42 6,67 93,31

9 Keterlambatan dalam
pengembalian dana pada
2 44 4,4 97,71
promkes

10 Tidak ada transpostasi khusus


untuk promkes 1 45 2,2 99,91

TOTAL 45 100%

D. Diagram Pareto

110
105
100
95
90
85
80
75
70
65
60
55
50
45
40
35
30
25
20
15
10 39
5
0 Kumulatif
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Frekuensi
Dari hasil analisa Pareto didapatkan bahwa dengan mengatasi penyebab
masalah yang nilainya 80% saat ini dianggap mempunyai daya ungkit untuk
memecahkan masalah. Penyebab masalah tersebut yaitu :

1. Belum ada SOP yang jelas


2. Bahasa dalam penyuluhan tidak mudah dipahami
3. Waktu pelaksanaan kurang tepat
4. Belum ada petugas kesehatan yang ahli di bidang promkes
5. Belum ada pelatihan khusus untuk penyuluh
6. Tidak ada reward untuk petugas kesehatan
E. Alternatif Pemecahan Masalah
Dalam menentukan alternatif pemecahan masalah, dilakukan intervensi terhadap
penyebab utama masalah di atas yang mempunyai nilai kumulatif sebesar 80%.

Tabel 14. Alternatif pemecahan masalah


Penyebab Masalah Tujuan Sasaran Alternatif Pemecahan
Masalah
Belum adanya SOP Membuat aturan yang Puskesmas Membuat SOP
yang jelas baku dalam pelaksanaan
kegiatan penyuluhan
NAPZA dan HIV AIDS
Bahasa dalam Menambah pemahaman Masyarakat Pelatihan terhadap petugas
penyuluhan tidak masyarakat terhadap kesehatan dengan
mudah dipahami materi menerjunkan petugas
kesehatan ke masyarakat
untuk mempelajari bahasa
setempat.
Waktu pelaksaaan Meningkatkan Masyarakat Melakukan survey lebih
kurang tepat antusiasme masyarakat dahulu sebelum menetapkan
terhadap kegiatan waktu pelaksanaan
penyuluhan
Belum ada petugas Meningkatkan puskesmas Memaksimalkan seluruh
kesehatan yang ahli di pemahaman tentang petugas kesehatan yang ada di
bidang promkes promkes kepada puskesmas untuk ikut
petugas kesehatan yang melaksanakan kegiatan
ada penyuluhan

Belum ada pelatihan Meningkatkan puskesmas Memberikan pelatihan


khusus untuk kemampuan penyuluh promkes terhadap petugas

40
penyuluh dalam penguasaan kesehatan kepercayaan
materi puskesmas
Tidak ada reward Meningkatkan kinerja puskesmas Memberikan reward untuk
untuk petugas petugas kesehatan petugas kesehatan yang aktif
kesehatan dalam menjalankan menjalankan kegiatan
kegiatan promkes promkes

F. Pengambilan Keputusan

Proses pengambilan keputusan menggunakan kriteria mutlak dan kriteria keinginan,


dilakukan melalui delapan langkah :
1. Menetapkan tujuan atau sasaran keputusan:
a. Membuat SOP
b. Pelatihan terhadap petugas kesehatan dengan menerjunkan petugas
kesehatan ke masyarakat untuk mempelajari bahasa setempat
c. Melakukan survey lebih dahulu sebelum menetapkan waktu pelaksanaan
d. Memaksimalkan seluruh petugas kesehatan yang ada di puskesmas untuk
ikut melaksanakan kegiatan penyuluhan
e. Memberikan pelatihan promkes terhadap orang kepercayaan puskesmas
f. Memberikan reward untuk petugas kesehatan yang aktif menjalankan
kegiatan promkes
2. Menentukan kriteria mutlak dan kriteria keinginan bagi tercapainya tujuan
a. Kriteria mutlak :
1) Tenaga terampil
2) Kebutuhan dana minimal
3) Waktu terkontrol
4) Tingkat keberhasilan tinggi
b. Kriteria keinginan
Proses : Mudah dilakukan, Efektif dan Efisien, Melibatkan Masyarakat,
Berkesinambungan
3. Menetapkan bobot kriteria keinginan :
Mudah dilakukan : 10
Efektif dan Efisien :8
Melibatkan Masyarakat : 6

41
Berkesinambungan :4
4. Inventarisasi alternatif yaitu kemungkinan-kemungkinan cara mencapai tujuan.
5. Menguji alternatif-alternatif tersebut kedalam:
a. Matriks kriteria mutlak :
Alternatif yang tidak lulus segera dikeluarkan. Sedangkan yang lulus
dilanjutkan ke matriks kriteria keinginan.
b. Matriks kriteria keinginan :
1) Pada matriks ini setiap alternatif secara urut diberi nilai terhadap
kriteria keinginan yang ada
2) Angka setiap nilai alternatif tidak melebihi bobot kriteria yang
bersangkutan
3) Alternatif yang memiliki jumlah tertinggi merupakan keputusan
sementara

Tabel 14. Kriteria Mutlak

Alternatif Tenaga Kebutuhan Waktu Tingkat L/TL


Terampil Dana Terkontrol Keberhasilan
Minimal Tinggi
Membuat SOP 1 1 1 1 L
Pelatihan terhadap 1 1 1 1 L
petugas kesehatan
dengan
menerjunkan
petugas kesehatan
ke masyarakat untuk
mempelajari bahasa
setempat.
Melakukan survey 1 0 1 1 TL
lebih dahulu
sebelum
menetapkan waktu
pelaksanaan
Memaksimalkan 1 1 1 0 TL
seluruh petugas
kesehatan yang ada
di puskesmas untuk
ikut melaksanakan
kegiatan penyuluhan

42
Memberikan 1 1 1 1 L
pelatihan promkes
terhadap orang
kepercayaan
puskesmas
Memberikan reward 1 0 1 1 TL
untuk petugas
kesehatan yang aktif
menjalankan
kegiatan promkes

Keterangan :
Untuk jawaban IYA diberi skor 1, jawaban TIDAK diberi skor 0
L : LULUS TL : tidak lulus

Tabel 15. Kriteria Keinginan


A= Membuat SOP
B= Memberikan pelatihan promkes terhadap orang kepercayaan puskesmas
C= Pelatihan terhadap petugas kesehatan dengan menerjunkan petugas kesehatan ke
masyarakat untuk mempelajari bahasa setempat

alternatif A B C
Kriteria

Biaya pelaksanaan murah (10) 6X10=60 4X10=40 4X10=40

Mudah dilaksanakan (8) 6X8=48 2X8=16 4X8=32

Melibatkan masyarakat (6) 2X6=12 6X6=36 4X6=24

Pelaksanaan berkesinambungan (4) 2x4=8 6x4=24 6x4=24

JUMLAH 128 116 120

6. Keputusan sementara
Dari keputusan sementara diambil 2 skor tertinggi, yaitu :
a. Membuat SOP
b. Pelatihan terhadap petugas kesehatan dengan menerjunkan petugas
kesehatan ke masyarakat untuk mempelajari bahasa setempat

43
7. Analisis inventarisasi konsekuensi
Yaitu faktor-faktor penghambat dan pendorong keputusan sementara.
a. Membuat SOP
1) Faktor penghambat : Bergantung pada kebijakan-kebijakan yang
telah ditentukan sebelumnya.
2) Faktor pendorong : Harapan kinerja petugas semakin teratur.

b. Pelatihan terhadap petugas kesehatan dengan menerjunkan petugas


kesehatan ke masyarakat untuk mempelajari bahasa setempat

1) Faktor penghambat : Tidak ada transportasi yang memadai bagi


kader untuk terjun ke masyarakat.
2) Faktor pendorong : Harapan penyuluhan lebih dimengerti dan
terasa manfaatnya untuk masyarakat

8. Keputusan tetap
Diputuskan untuk menggunakan alternatif pemecahan masalah, Membuat
standar operating prosedur (SOP) dalam rangka membuat aturan yang baku
dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan NAPZA dan HIV AIDS.

44
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Dari hasil peninjauan selama lima hari di Puskesmas Kajoran I, diuraikan
sebagai berikut :
1. Mahasiswa telah mampu mencari data umum dan khusus tentang
Puskesmas Kajoran I pada periode Januari Mei 2013
2. Mahasiswa telah mampu mengidentifikasi dan memprioritaskan
masalah dalam manajemen Puskesmas Kajoran I pada periode Januari
Mei 2013
3. Mahasiwa telah mampu menganalisis dan mengkonfirmasi penyebab
masalah dalam manajemen Puskesmas Kajoran I pada periode Januari
Mei 2013
4. Mahasiswa telah mampu menentukan urutan penyebab masalah dan
memprioritaskan penyebab masalah yang akan diintervensi dalam
manajemen Puskesmas Kajoran I pada periode Januari Mei 2013
5. Mahasiswa telah mampu mencari alternative pemecahan masalah dari
penyebab masalah dalam manajemen Puskesmas Kajoran I pada
periode Januari Mei 2013
6. Mahasiswa telah mampu mengambil keputusan sehingga mampu
menyusun rencana kegiatan pemecahan masalah dalam manajemenn
Puskesmas Kajoran I pada periode Januari Mei 2013

Dari peninjauan teersebut didapatkan prioritaas masalah sebagai


berikut :
Masalah Urutan Prioritas
Masalah
Penemuan kasus TB BTA + (case detection rate)
1
PSN disekolah
2
Ibu hamil resti yang dideteksi 3

45
Penyuluhan NAPZA dan HIV AIDS untuk
masyarakat 4
Jumlah bumil yang mendapat TT1 5
BCG 6
Penduduk yang memanfaatkan jamban 7
Cakupan pelayanan pra-usila dan usila 8
Balita yang naik berat badannya (N/D) 9
Polio 1 10
Rumah sehat 11
Balita gizi burruk mendapat perawatan 12
Cakupan pemberian PMT MP ASI pada bayi
BGM dari gakin 13
Cakupan kunjungan bumil K4 14
Rumah yang mempunyai SPAL 15
DPT C1 16
Keluarga sadar gizi 17
Posyandu purnama 18
Rumah tangga sehat 19
Polio 4 20
DPT C3 21
Cakupan kunjungan bumil K1 22
Jumlah TK yang dibina 23
Cakupan pneumoni balita yang ditangani 24
Balita dengan diare yang ditangani 25
Cakupan kunjungan bayi 26
Penemuan kasus TB BTA + (case detection rate)
27

Sesuai dengan masalah yang saya angkat yaitu penyuluhan NAPZA dan
HIV AIDS, penyebab masalahnya adalah :
1. Belum ada petugas kesehatan yang ahli di bidang promkes
2. Keterlambatan dalam pengembalian dana pada anggaran program promkes
3. Bahasa dalam penyuluhan tidak mudah dipahami
4. Tidak ada transportasi khusus untuk promkes
5. Jika terdapat kerusakan pada media penyuluhan penggantian dan
perbaikannya lama
6. Waktu pelaksanaan kurang tepat
7. Belum ada SOP yang jelas dan terstruktur untuk kegiatan promkes
8. Belum adanya reward kepada petugas kesehatan.

46
9. Belum ada pelatihan khusus untuk para petugas kesehatan di bidang
promkes sehingga kegiatan promkes tidak bisa dievaluasi dengan baik
10. Tidak adanya perhatian dari pemerintah provinsi maupun kabupaten untuk
kegiatan promkes yang dilihat dari anggaran pemerintah, pelatihan kader
dan perekrutan tenaga kerja

Beberapa alternative untuk memecahkan masalah yang didapat di Puskesmas


Kajoran I setelah melalui kriteria mutlak dan keinginan adalah sebagai
berikut :
a. Membuat SOP
b. Pelatihan terhadap petugas kesehatan dengan menerjunkan petugas
kesehatan ke masyarakat untuk mempelajari bahasa setempat

Karena adanya keterbatasan waktu, maka keputusan yang diambil dari


alternative pemecahan masalah di Puskesmas Kajoran I adalah : Membuat
SOP dalam rangka membuat aturan yang baku dalam pelaksanaan kegiatan
penyuluhan NAPZA dan HIV AIDS.

B. SARAN
Dalam rangka meningkatkan fungsi puskesmas sebagai ujung to mbak
untuk mencapai visi Indonesia Sehat 2025 diperlukan manajemen dan
quality assurance atau kualitas pelayanan mutu yang baik. Berdasarkan
permasalahan manajemen Puskesmas Kajoran I yang telah didapatkan, kami
menyarankan hal-hal sebagai berikut :
a. Membuat SOP
b. Pelatihan terhadap petugas kesehatan dengan menerjunkan petugas
kesehatan ke masyarakat untuk mempelajari bahasa setempat

47