Anda di halaman 1dari 5

Peran Anggota:

1. Perawat IGD : I Putu Krisna Nugraha


2. Perawat Wijaya Kusuma : Ikha Nurjihan
3. Keluarga Pasien : Siti Aisyah
4. Kepala Ruang : Zipora Manik
5. Perawat Wijaya Kusuma 2 : Norachmi Harum Sari

Ny. W (65 tahun) datang ke IGD dengan keluhan utama mual dan muntah. Setelah dilakukan
pengkajian, pasien mengalami muntah sebanyak 3 kali dengan warna hijau kekuninngan. Pasien
mengatakan nafsu makan menurun, tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 80 x/menit, suhu 37,5 oC,
RR 20 x/menit. Pasien mengatakan pernah menderita DM dan Hipertensi sejak tahun 1995.
Riwayat pengobatan DM, pasien mendapat mixtrad 18 unit, dan pengobatan hipertensi noperten
5 mg. Pasien pernah masuk rumah sakit tahun 1999 dengan diagnosa DM. Hasil pemeriksaan
GDS saat ini 303 mg/dl. Di IGD pasien mendapat terapi infuse RL 20 tpm, injeksi atrapid 3 x 4
dan ranitidine 2 x 1 ampul. Setelah mendapatkan terapi, pasien direncanankan pindah ke bangsal
perawatan.

Percakapan telepon:

Perawat IGD : selamat siang, benar dengan ruangan Wijaya Kusuma?. Perkenalkan saya
perawat krisna dari IGD. Ini dengan perawat siapa? Ini ada pasien baru dengan nausea vomitus.
Ingin menanyakan apakah ada kamar?

Perawat WK : benar. Saya perawat Ikha. Di bangsal WK ada 1 kamar. Mau dikirim kapan
pasiennya?

Perawat IGD : pasien akan dikirim pukul 13.30 WIB.

Perawat WK : bagaimana kondisi pasiennya?

Perawat IGD : Pasiem atas nama Ny. W (65 tahun) dalam kondisi sadar. Ny. W datang ke IGD
dengan keluhan utama mual dan muntah. Pasien muntah 3 kali dengan warna hijau kekuningan,
nafsu makan menurun, tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 80 x/menit, RR 20 x/menit, suhu 37,5
o
C. pasien pernah menderita DM dan Hipertensi 22 tahun yang lalu. Riwayat pengobatan DM,
pasien mendapat mixtrad 18 unit, dan pengobatan hipertensi noperten 5 mg. Pasien pernah
masuk rumah sakit 18 tahun yang lalu dengan diagnosa DM. Hasil pemeriksaan GDS saat ini
303 mg/dl. Di IGD pasien mendapat terapi infuse RL 20 tpm, injeksi atrapid 3 x 4 USC dan
ranitidine 2 x 1 ampul. Rencana selanjutnya:

1. konsultasikan dengan dokter Sp.PD.


2. monitor balance cairan per 8 jam
3. monitor asupan nutrisi pasien
4. monitor status GDS

Perawat WK : baik kami siapkan dulu ruangannya.

Pada pukul 13.30 WIB dilakukan serah terima pasien dari perawat IGD kepada perawat WK.

Perawat IGD : selamat siang mbak Ikha, ini pasien dari IGD atas nama Ny. W sudah datang.
Dimana ya ruangannya?

Perawat WK : ruangan 303. Mari saya antar pasiennya.

Perawat IGD : pasien atas nama Ny. W (65 tahun) datang ke IGD dengan keluhan utama mual
dan muntah. Pasien muntah 3 kali dengan warna hijau kekuningan, nafsu makan menurun,
tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 80 x/menit, RR 20 x/menit, suhu 37,5 oC. pasien pernah
menderita DM dan Hipertensi 22 tahun yang lalu. Riwayat pengobatan DM, pasien mendapat
mixtrad 18 unit, dan pengobatan hipertensi noperten 5 mg. Pasien pernah masuk rumah sakit 18
tahun yang lalu dengan diagnosa DM. Hasil pemeriksaan GDS saat ini 303 mg/dl. Di IGD pasien
mendapat terapi infuse RL 20 tpm, injeksi atrapid 3 x 4 USC dan ranitidine 2 x 1 ampul.
Rencana selanjutnya:

5. konsultasikan dengan dokter Sp.PD.


6. monitor balance cairan per 8 jam
7. monitor asupan nutrisi pasien
8. monitor status GDS
Perawat WK : baiklah. Jadi untuk rencana selanjutnya konsultasikan dengan dokter Sp.PD.,
monitor balance cairan per 8 jam, monitor asupan nutrisi pasien, monitor status GDS. Apakah
benar seperti itu mas Krisna?

Perawat IGD : iya mbak Ikha kalau begitu saya kembali ke IGD.

Pada pukul 14.00 WIB, perawat WK yang berdinas pagi melakukan operan jaga kepada perawat
yang berdinas siang.

Karu : assalamualaikum wr wb. Selamat siang semuanya. Sebelum memulai operan ini,
mari kita berdoa menurut agam dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dipersilahkan. Selesai.
Silahkan dimulai operannya.

Perawat WK : pasien ruangan 301 sudah pulang tadi pagi, pasien ruangan 302 rencana pulang
sore ini, dan tadi ada pasien baru dari IGD atas nama Ny. W (65 tahun) datang ke IGD dengan
keluhan utama mual dan muntah. Hasil pemeriksaan IGD Pasien muntah 3 kali dengan warna
hijau kekuningan, nafsu makan menurun, tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 80 x/menit, RR 20
x/menit, suhu 37,5 oC, GDS ketika di IGD 303 mg/dl. Pasien pernah menderita DM dan
Hipertensi 22 tahun yang lalu. Riwayat pengobatan DM, pasien mendapat mixtrad 18 unit, dan
pengobatan hipertensi noperten 5 mg. Pasien pernah masuk rumah sakit 18 tahun yang lalu
dengan diagnosa DM. Di IGD pasien mendapat terapi infuse RL 20 tpm, injeksi atrapid 3 x 4
USC dan ranitidine 2 x 1 ampul. Sudah dilakukan orientasi kepada keluarga pasien. Namun di
bangsal belum konsultasikan dengan dokter Sp.PD., monitor balance cairan per 8 jam, monitor
asupan nutrisi pasien, monitor status GDS. Masih ada yang ditanyakan?

Perawat WK 2 : apakah ada program untuk siang ini?

Perawat WK : iya ada. Nanti ada cek darah rutin. Masih ada lagi yang mau ditanyakan?

Perawat WK 2: tidak, sudah cukup.

Karu : baik sudah selesai, mari kita kembali ke nurse station.

Perawat menandatangani hasil operan dinas.


Karu : untuk mengakhiri operan kita tutup dengan doa, berdoa dimulai, berdoa selesai.
Cukup sekian operan siang ini, bagi yang berdinas siang selamat bertugas, dan bagi yang
berdinas pagi silahkan pulang, semoga selamat sampai tujuan. (perawat saling bersalaman)

2 hari kemudian, salah satu keluarga pasien melaporkan kepada karu terkait perilaku perawat
yang lupa mencuci tangan.

Keluarga : permisi bu, saya keluarga pasien mbah W. mohon maaf sebelumnya, saya ingin
complain, disini kan ruangan VVIP bu tapi perawatnya kok tidak mencuci tangan ya bu. Itu
bagaimana? Apa memang tidak ada peraturannya atau bagaimana?

Karu : tenang dulu bu, coba jelaskan kejadiannya seperti apa?

Keluarga : jadi begini bu, kemarin perawat sini ada yang mau pasang selang tapi saya lihat
kok tidak mencuci tangan dulu. Saya bayar di rumah sakit ini kan supaya mendapat pelayanan
terbaik bu. Kalau cuci tangan saja lupa nanti malah mbah saya tidak lekas sembuh tapi malah
tambah penyakitnya gimana bu?

Karu : kejadiannya kapan itu bu, yang dipasang selang apa?

Keluarga : kejadiannya kemaren siang bu, pasang selang tidak tau namanya, pokoknya
selang makan

Karu : baik ibu, kami terima laporannya. Nanti kami akan melakukan penyelidikan
terkait laporan ibu dan memperbaiki pelayanan kami.

Keluarga : ya bu, mohon segera ditindak lanjuti perawat yang seperti itu.

Karu melakukan pengecekan jadwal perawat yang bertugas pada hari kejadian. Dan setelah
diketahui karu memutuskan untuk mengisi topik diskusi refleksi kasus bulan ini tentang cuci
tangan. Keesokan harinya saat jadwal DRK tiba

Karu : selamat siang semuanya. Disini kita akan melakukan diskusi refleksi kasus
tentang cuci tangan. Hal ini dikarenakan sebelumnya beberapa kali saya mendapatkan laporan
dari keluarga pasien yang menyatakan bahwa ada perawat yang tidak cuci tangan ketika
melakukan tindakan aseptic. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata rata-rata perawat itu lupa
untuk cuci tangan sebelum tindakan.

Perawat : jadi tema diskusi kali ini tentang cuci tangan ya bu karu?

Karu : ya, betul sekali. Saya mau tanya ke mbak harum, moment cuci tangan itu kapan
saja?

Perawat WK 2: ada 5 bu, 2 sebelum dan 3 sesudah. Sebelum bertemu pasien, sebelum
melakukan tindakan aseptic, sesudah kontak pasien, sesudah kontak lingkungan pasien dan
sesudah kontak dengan cairan tubuh pasien

Karu : kalau kita sampai lupa melakukan cuci tangan, apa bahayanya?

Perawat WK : bisa terjadi infeksi nosokomial

Karu : nah itu dia, kita sebagai pemberi pelayanan keperawatan selama 24 jam
seharusnya memberikan keamanan dan kenyamanan pasien supaya lekas sembuh bukan
menambah penyakit pasien. Saya harapkan ini menjadi perhatian untuk seluruh perawat yang ada
disini untuk selalu mengutakaman keselamatan pasien dengan salah satu caranya selalu mencuci
tangan setiap 5 moment dengan 6 langkah. Nah untuk menangani masalah lupa cuci tangan pada
perawat, kira-kira bagaimana solusinya, ada yang ingin berpendapat?

Perawat : saya punya ide, bagaimana kalau sesudah operan kita cuci tangan bersama dan
juga menyanyikan lagu 5 moment cuci tangan.

Karu : bagaimana yang lain pendapatnya atau tanggapannya?

Perawat WK : saya setuju bu

Perawat WK 2: saya juga.

Karu : jadi telah mencapai kesepakatan kita bersama, bahwa kita memiliki program
baru yaitu melakukan cuci tangan bersama setelah melakukan operan mulai besok. Baiklah kita
akhiri diskusi kali ini, sampai jumpa lagi di diskusi bulan depan. Terimakasih.