Anda di halaman 1dari 117

KEMENTERIAN P EK E R J A A N U MUM

D I R E K TO R AT J E N D E R A L S U M B E R DA Y A A I R
B A LAI B ES A R W I L A Y A H SUNG A I SERAYU - OPAK
Alamat : Jalan Solo Km..6 Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 489552, 489172 Fax. (0274) 489552; http;//www.bbwsso.net/

LAPORAN AKHIR
________________________________________________________________

PEDOMAN
OPERASI DAN PEMELIHARAAN
PRASARANA PENGENDALI LAHAR
BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI
SERAYU OPAK

OKTOBER 2014

1
DAFTAR ISI

Hal
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang 1
1.2. Maksud dan Tujuan 2
1.3. Lokasi Pekerjaan 2

BAB II METHODOLOGI 4

2.1. Tahapan Pelaksanaan 4

2.2. Jadwal Pelaksanaan 5

2.3. Struktur Organisasi dan Jadwal Penugasan Tim Pelaksana 5

2.4. Peralatan Lapangan 6


2.5. Pertemuan Teknis dan Laporan 6
2.6. kriteria dan Indikator Penilaian Kondisi Bangunan 7
2.6.1 Kriteria 7
2.6.2 Indikator 7
2.6.3 Pengukur 7
2.7. Analisis Multi Kriteria (AMK) 20
2.8. Penetapan Peringkat dan Penetapan Nilai 21
2.9. Jenis dan Tipe Prasarana Pengendali Lahar 22
2.9.1 Bangunan Pengendali Lahar 22
2.9.2 Peralatan Pemantau Lahar 23
2.9.3 Jenis Material Bangunan pengendali Lahar 25
2.10. Jenis-jenis perbaikan OP 25
2.10.1 Pembersihan Lubang Slit/Konduit 25
2.10.2 Pengosongan dan Pemanbangan Endapam Material Lahar 26
2.10.3 Pemberdayaan Masyarakat 28
2.10.4 Perbaikan Kerusakan Akibat Gerusan Lokal 28
2.10.5 Perbaikan Kerusakan Akibat Abrasi 30
2.10.6 Perbaikan Kerusakan Keretakan 31
2.10.7 Perbaikan Kerusakan Sayap 32
2.10.8 Pemeliharaan Tanggul dan Talud 33
2.10.9 Akibat Kerusakan Gronsil dan Girdel 34
2.10.10 Pemeliharaan Pasca Banjir Lahar 35
2.11. Form Untuk Inspeksi lapangan 36

i
BAB III HASIL SURVEY 37
3.1. Pemutakhiran Data Aset Obyek Survey 37
3.2. Proses Pelaksanaan Survey 40
3.3. Penilaian Kondisi Prasarana Pengendali Lahar 40

BAB IV RENCANA PELAKSANAAN PEMELIHARAAN HASIL SURVEY 44 37


4.1. Pemutakhiran
Definisi Pemeliharaan
Data Aset Obyek Survey 37
44
. Proses
4.1.1 Pelaksanaan
Pemeliharaan
Survey
preventif 40
44
4.1.2 Pemeliharaan Korektif 46
4.1.3 Pemeliharaan Rehabilitatif 47
4.2 Kodifikasi 49
4.3 Harga Satuan Pekerjaan 50
4.4 Hasil Perhitungan Kebutuhan Nyata Pemeliharaan 51
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 53
5.1 Kesimpulan 53
5.2 Saran 53

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran I : Jenis dan tipe prasarana pengendali lahar BBWS Serayu Opak
Lampiran II : Formulir inspeksi prasarana pengendali lahar BBWS Serayu Opak
Lampiran III : Analisis harga satuan pekerjaan
Lampiran IV : Perhitungan volume dan biaya pemeliharaan prasarana pengendali lahar

DAFTAR TABEL
Tabel 1-1 Daftar Obyek sungai untuk pedoman OP 3
Tabel 2-1 Jadwal pelaksanaan pekerjaan 5
Tabel 2-2 Tim pelaksana, tugas dan jadwal penugasan 6
Tabel 2-3 Peralatan survey 6
Tabel 2-4 Kriteria Penilaian Prasarana pengendali lahar 8
Tabel 2-5 Indikator penilaian kinerja Bangunan pengendali lahar 9
Tabel 2-6 Jenis Prasarana Pengendali lahar 23
Tabel 2-7 Jenis-Jenis dan Fungsi Prasarana Pemantau Lahar 24
Tabel 2-8 Jenis material bangunan prasarana pengendali lahar 25
Tabel 3-1 Updating Aset Bangunan Pengendali Lahar K. Pabelan Hasil Penelusuran 38
Tabel 3-2 Updating Aset Bangunan Pengendali Lahar K. Boyong Hasil Penelusuran 39
Tabel 3-3 Rekapitulasi hasil skoring Tingkat Kerusakan Prasarana Pengendali Lahar K. Pabelan 41
Tabel 3-4 Rekapitulasi hasil skoring Tingkat Kerusakan Prasarana Pengendali Lahar K. Boyong 42

ii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1-1 Lokasi pekerjaan 3
Gambar 2-2 Struktur Organisasi Tim Pelaksana Pekerjaan 5
Gambar 2-3 Lubang slit/ konduit tersumbat (blocking) batu-batu besar dan pembuatan guide channel di 26
hulu sabo dam slit/conduit
Gambar 2-4 Batas layak tambang di sabo dam 27
Gambar 2-5 Batas layak tambang di ruas sungai di hulu/hilir sabo dam 27
Gambar 2-6 Contoh Prosedur Permohonan Surat Ijin Penambangan Daerah (SIPD) 28
Gambar 2-7 Tindakan pemeliharaan mengatasi gerusan local 29
Gambar 2-8 Tindakan pemeliharaan sementara. 30
Gambar 2-9 Tindakan pemeliharaan terhadap sabo dam miring atau bergeser 30
Gambar 2-10 Kerusakan akibat abrasi 31
Gambar 2-11 Perbaikan kerusakan akibat abrasi 31
Gambar 2-12 Selimut sabo dam retak-retak dan terkelupas 32
Gambar 2-13 Perbaikan kerusakan akibat keretakan dan terkelupanya selimut sabo dam 33
Gambar 2-14 Kerusakan sayap sabo dam 33
Gambar 2-15 Perbaikan kerusakan sayap sabo dam 33
Gambar 2-16 Perbaikan buffer fill di hulu sayap 33
Gambar 2-17 Kerusakan tanggul dan talud 34
Gambar 2-18 Pemeliharaaan tanggul dan talud. 34
Gambar 2-19 Pengaturan system deret gronsil dan girdle 35
Gambar 2-20 Pemeliharaan darurat dengan membuat guide channel di daerah endapan material pasca 36
banjir lahar

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Salah satu pelaksanaan kegiatan didalam pengelolaan sungai adalah Operasi dan
pemeliharaan prasarana sungai serta pemeliharaan sungai sebagaimana telah ditetapkan
didalam pasal 53 Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2011 tentang sungai. Sebagaimana
diatur didalam Pasal 55 peraturan yang sama, maka kegiatan didalam operasi dan
pemeliharaan prasarana sungai ini selanjutnya dilakukan melalui kegiatan :
pengaturan dan pengalokasian air sungai;
pemeliharaan untuk pencegahan kerusakan dan/atau penurunan fungsi prasarana sungai; dan
perbaikan terhadap kerusakan prasarana sungai.
Tata cara didalam pelaksanaan OP ini sesuai SE Menteri PU No. 01/SE/D/2013 adalah
melakukan kegiatan :
Iventarisasi dan pengumpulan data prasarana sungai
Inspeksi rutin
Penelusuran sungai
Identifikasi dan analisis tingkat kerusakan.
Gunung Merapi merupakan salah satu gunung teraktif di Indonesia bahkan di dunia. Erupsi
yang sering terjadi menyebabkan terjadinya aliran piroklastis dan aliran tersebut secara
bertahap telah membentuk deposit sedimen lepas di sepanjang sungai di kaki Gunung Merapi
dan setiap saat siap meluncur ke hilir jika hujan turun. Air hujan yang bercampur dengan
endapan sedimen dan menjenuhkan deposit sedimen disepanjang badan sungai tersebut
menyebabkan terjadinya aliran debris di sepanjang sungai dan dapat menimbulkan daya rusak
yang serius yang mengancam pemukiman dan lahan pertanian di sepanjang sungai bahkan
dapat menimbulkan kerugian harta dan jiwa.
Prasarana pengendali lahar harus berfungsi setiap saat, termasuk berbagai fasilitas multi
fungsi yang ada di beberapa prasarana, antara lain; sabodam yang dipakai sebagai jembatan
jalan kabupaten dan pengambilan air baku, baik untuk irigasi maupun untuk keperluan
lainnya. Prasarana pengendali lahar akan berfungsi dan beroperasi optimal setiap saat, apabila
kondisi prasarana tersebut selalu terpelihara dengan baik. Prasarana pengendali lahar adalah
salah satu dari prasarana sungai yang berfungsi untuk mengendalikan lahar di daerah
gunungapi aktif dan bersifat khusus, sehingga diperlukan pedoman operasi dan pemeliharaan
tersendiri.
Apabila diperlukan, pedoman ini dapat digunakan oleh instansi lain dan masyarakat dalam
kegiatan operasi dan pemeliharaan prasarana pengendali lahar berkoordinasi dengan
Unit/Satker Operasi dan Pemeliharaan di Balai Besar/Balai Wilayah Sungai.
Sampai saat ini bangunan pengendali lahar dingin yang telah dibangun di Gunung merapi
sejumlah 250 buah dan akibat erupsi pada tahun 2006 dan 2010 telah terjadi kerusakan pada
beberapa bangunan pengendali lahar yang secara umum penyebab kerusakannya adalah :

1
Akibat banjir debris, dan
Sand Minning yang tidak terkendali.
Prasarana sungai pengendali lahar G. Merapi yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah
Sungai Serayu Opak (BBWS-OP) yang telah terbangun mempunyai fungsi strategis didalam
pengendalian daya rusak sungai khususnya yang disebabkan oleh banjir lahar. Oleh
karenanya pemeliharaan bangunan-bangunan tersebut akan sangat penting untuk mendukung
fungsi bangunan yang berkelanjutan. Prasarana pengendali lahar berupa Sabo Dam, kantong
lahar, Cek Dam, Konsolidasi dam, Ground sill, Girder dan tanggul yang harus dikelola untuk
dipelihara oleh BBWS-SO yang mencapai 250 an bangunan tersebut dibutuhkan suatu
strategi Operasi dan Pemeliharaan (OP) yang lebih sitematis, efektif dan efisien.

1.2. Maksud dan Tujuan


Pedoman operasi dan pemeliharaan (OP) prasarana pengendali lahar dimaksudkan untuk
memberikan pedoman kepada petugas Satker Operasi dan Pemeliharaan di Balai Besar/Balai
Wilayah Sungai dalam menyusun perencanaan lima tahunan dan program tahunan serta
melaksanakan kegiatan operasi dan pemeliharaan prasarana pengendali lahar agar efektif dan
efisien sehingga prasarana pengendali lahar yang telah dibangun dapat berfungsi secara
optimal dalam mengendalikan lahar.
Tujuan dari kegiatan ini adalah menghasilkan satu set prinsip, kriteria, indikator dan
pengukur yang mudah diadaptasi dan diaplikasikan di lapangan sehingga dapat digunakan
oleh siapa saja yang ingin melakukan evaluasi kinerja prasarana pengendali lahar.
Pedoman pelaksanaan OP pada obyek lokasi terseleksi yang disebutkan dibawah akan
dijadikan acuan model didalam pelaksanaan OP yang lebih sistematis dan sesuai dengan
peraturan yang berlaku untuk keseluruhan lokasi. Maksud dan tujuan dari pedoman OP ini
adalah:
Sebagai pedoman bagaimana melakukan inspeksi dan mengevaluasi hasil inspeksi kondisi
bangunan pengndali lahar,
Sebagai langkah awal didalam melakukan program pemeliharaan, rehabilitasi atau
rekonstruksi prasarana pengendali lahar agar selalu berfungsi baik.

1.3. Lokasi Pekerjaan

Cakupan lokasi perkejaan adalah seperti Gambar 1 dengan target terseleksi adalah semua
prasarana pengendali lahar yang berada di sungai-sungai seperti tercantum pada daftar Tabel
1. Alasan pemilihan lokasi obyek penelusuran karena K. Pabelan merupakan sungai yang
berada di lereng Merapi dengan luas DAS paling besar diantara sungai-sungai yang lain
selain posisi yang strategis untuk melindungi kota Muntilan. Pemilihan K. Boyong karena
fungsi strategisnya untuk melindungi Kota Yogyakarta dan beberapa daerah wisata di Kab.
Sleman.

2
Obyek Survey

Gambar 1.1. Lokasi pekerjaan

Tabel 1.1. Daftar Obyek sungai untuk pedoman OP

No. Nama Sungai Junlah Keterangan


Prasarana
1. Pabelan 22 Berupa bangunan Sabo dam, Konsolidasi
dam, groundsill dan cek dam, termasuk 4
bangunan sabo yang hilang akibat banjir
lahar 2010.
2. Boyong 56 Berupa bangunan sabo dam, cek dam,
konsolidasi dam, grounsil, girder dan
tanggul.
Total 78

3
BAB II
METHODOLOGI

2.1. Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan


Penyusunan pedoman pperasi dan pemeliharaan prasarana pengendali lahar Balai Besar
Wilayah Sungai Serayu Opak untuk TA 2014 dilaksanakan dengan tahapan sseperti Gambar
2.1, sebagai berikut

INVENTASIS DATA ASET PRASARANA


Tersedia SIG/dBase: Jenis/Tipe/Lokasi Prasarana 15 Sungai
- Seleksi sungai-sungai yang menjadi target pekerjaan

INSPEKSI / PENELUSURAN SUNGAI


Pemutakiran Data

Cek, ukur dan nilai kondisi setiap prasarana menggunakan


1. Tabel Acuan Penilaian Bangunan
2. Formulir Inspeksi Kondisi Prasarana
3. Dokumentasi foto, sket, gambar

EVALUASI KONDISI PRASARANA


1. Klasifikasi kondisi prasarana pengendali lahar :
a) Kondisi baik, jika tingkat kerusakan masih dibawah 10%
dari kondisi awal pembangunan.
b) Kondisi rusak ringan, jika tingkat kerusakan 10% sampai
dengan dibawah 20% dari kondisi awal pembangunan.
c) Kondisi rusak sedang, jika tingkat kerusakan 20% sampai
dengan dibawah 40% dari kondisi awal pembangunan.
d) Kondisi rusak berat, jika tingkat kerusakan lebih dari atau
sama dengan 40% dari kondisi awal pembangunan
2. Susun prioritas operasi dan pemeliharaan
3. Kebutuhan bahan banjiran untuk tanggap darurat
4. Kebutuhan jasa konsultasi SID (Survei Investigasi
Desain) untuk kondisi sedang sampai rusak berat
5. Pemutakhiran inventaris data aset prasarana

PENYUSUNAN AKNOP PROGRAM PRIORITAS


1. Acuan
a) Harga ; Dinas PU, SK Bupati, SK Gubernur, Survei Pasar
b) Tata Cara Analisa Harga Satuan SNI terkait
(mis ; PAHS-LITBANG PU, 2012)
2. Hitung RAB/AKNOP untuk 5 tahun ke depan
3. Hitung RAB/AKNOP untuk TA tahun depan

BUKU LAPORAN OP TAHUNAN


Berisi ;
1. Tabel Rencana dan Realisasi Program OP 5 tahunan
2. Tabel Rencana OP untuk TA tahun depan, termasuk
a) Rencana SID
b) Gambar desain
c) Foto dokumentasi
d) Dokumen lainnya yang terkait
Buku Laporan OP merupakan acuan untuk pengajuan anggaran
(DIPA)

Gambar 2.1 Tahapan pelaksanaan pekerjaan

4
2.2. Jadwal Pelaksana Pekerjaan
Jadwal pelaksama untuk penyusunan pedoman pperasi dan pemeliharaan prasarana
pengendali lahar Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak untuk TA 2014 seperti Tabel 2.1
sebagai berikut;

Tabel 2.1. Jadwal pelaksanaan pekerjaan


2014 Jumlah
No Uraian Keterangan
Sep Okt Nop Des Bulan
1 Laporan Pendahuluan 0,5 Koordinator
2 Inventarisasi dan pengumpulan data asset 1,0 Data base / GIS
prasarana pengendali lahar sudah ada
3 Invetarisasi dan penelusuran sungai
a K. Pabelan 1,0 Tim 1
b K. Boyong 1,0 Tim 2
4 Evaluasi kondisi prasarana
a K. Pabelan 1,0 Tim 1
b K. Boyong 1,0 Tim 2
5 Laporan Imterim 0,5 Koordinator
6 Penyusunan program dan AKNOP 1,0 Bersama
7 Laporan Akhir 0,5 Koordinator

2.3. Struktur Organisasi, Personel dan Jadwal dan Penugasan


Struktur organisasi, personel dan jadwal penugasan tim pelaksama untuk penyusunan
pedoman pperasi dan pemeliharaan prasarana pengendali lahar Balai Besar Wilayah Sungai
Serayu Opak untuk TA 2014 seperti Gambar 2.2 dam Tabel 2.2, sebagai berikut:

Koordinator

Ketua Tim 1 Ketua Tim 2

Surveyor Evaluator Evaluator Surveyor


Surveyor Surveyor

Gambar 2.2. Struktur Organisasi Tim Pelaksana Pekerjaan

5
Tabel 2.2. Tim pelaksana, tugas dan jadwal penugasan
2014 Jumlah
No Nama Jabatan Keterangan
Sep Okt Nop Des Bulan
1 Koodinator 3,5 Laporan termasuk
penyunan program
2 Ketua Tim-1 3,5 Merangkap evaluator,
penyusunan program
dan AKNOP
3 Evaluator 1 1,5 Merangkap penyusunan
program dan AKNOP
4 Juru Survei 1 1,0
5 Juru Survei 1 1,0
6 Ketua Tim-2 3,5 Merangkap evaluator,
penyusunan program
dan AKNOP
7 Evaluator 2 3,5 Merangkap penyusunan
program dan AKNOP
8 Juru Survei 2 1,5
9 Juru Survei 2 1,0

2.4. Peralatan Lapangan


Selain peralatan kontor dan bahan habis pakai, untuk survey lapangan diperlukan kendaraan
dan peralatan survei untuk penyusunan pedoman pperasi dan pemeliharaan prasarana
pengendali lahar Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak untuk TA 2014 seperti Tabel 2.3,
sebagai berikut;

Tabel 2.3. Peralatan survei (minimal)


Jumlah
No Peralatam Keterangan
(unit)
1 Kendaraan Roda 4 2
2 Sepeda motor 2 Untuk lokasi sukar dilalui kemdaraan
3 GPS 2 Order 4 (atau 4 degit setelah koma)
4 Kamera 4 Minimal 5 mp
5 Teropong jarak 4 Pembacaan sampai 100 m
6 Pita ukur 4 Minimal 10 m
7 Peta topografi ls Atau peta lokasi prasarana
8

2.5. Pertemuan Teknis dan Laporan


Pertemuan teknis untuk membahas progres pelaksanaan dilakukuan setiap minggu pertama
setiap bulan. Jenis dan jadwal laporan yang harus diserahkan seperti Tabel 2.1. tersebut di
atas adalah sebagai berikut:
Laporan Pendahuluan (2 minggu sejak tanggal mulai pelaksanaan).

6
Laporan Interim (8 minggu sejak tanggal mulai pelaksanaan).
Laporan Akhir (12 minggu sejak tanggal mulai pelaksanaan).
Acuan pelaksanaan penyusunan pedoman opperasi dan pemeliharaan prasarana pengendali
lahar Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak untuk TA 2014 dikemukakan dalam
Lampiran 1.

2.6. Kriteria dan Indikator Penilaian Kondisi Bangunan


Agar dapat melakukan satu set kegiatan OP yang efektif dan efisien maka sebelumnya harus
dilakukan penilaian terhadap prasarana yang ada. Untuk itu diperlukan alat pengukur yang
spesifik yang dapat mengukur tingkat kondisi prasarana.
Berdasarkan pada komponen-komponen yang umumnya dibangun pada suatu bangunan
pengendali lahar maka dapat disusun suatu kriteria dan indikator (KI) penilaian yang mana
berdasarkan penilaian pada KI tersebut maka kondisi fisik bangunan yang menjadi obyek
survey dapat diketahui tingkat kondisinya.

2.6.1 Kriteria
Kriteria adalah suatu prinsip atau patokan untuk menilai suatu hal. Oleh karenanya suatu
kriteria dapat dilihat sebagai suatu Prinsip tingkat dua yang menambah arti dan cara kerja
dalam suatu prinsip tanpa membuatnya sebagai pengukur suatu kinerja secara langsung.
Kriteria merupakan suatu titik lanjutan dimana informasi yang diberikan oleh indikator dapat
digabungkan dan dimana suatu penilaian yang dapat dipahami menjadi lebih tajam. Cara-cara
integrasi semacam ini merupakan prinsip dalam membentuk suatu titik akhir tujuan. Setiap
jenis prasarana pengendali lahar tentunya mempunyai kriteria yang berbeda satu dengan yang
lainnya. Kriteria penilaian kondisi bangunan pengendali lahar dalam pekerjaan ini
ditunjukkan seperti pada Tabel 2-4.

2.6.2 Indikator
Indikator adalah suatu variabel yang membawa pesan tunggal yang berarti. Pesan tunggal ini
disebut informasi yang mewakili suatu agregat dari satu atau lebih elemen data yang
memiliki hubungan tertantu yang tetap. Penerapan fungsi indikator dalam penilaian kinerja
Bangunan pengendali lahar adalah seperti pada Tabel 2-5.

2.6.3 Pengukur
Pengukur adalah data atau informasi yang meningkatkan specifitas atau kemudahan penilaian
suatu indikator. Pengukur memberikan perincian khusus yang menunjukkan atau
mencerminkan suatu kondisi yang diinginkan dari indikator. Pada tahap ke 4 specifitas
pengukur memberikan perincian spesifik yang akan menunjukkan atau mencerminkan
kondisi yang diinginkan dari indikator. Pengukur memberikan tambahan arti dan ketelitian
pada suatu indikator. Pengukur dapat juga diartikan sebagai sub-indikator. Penerapan
pengukur dalam penilaian kondisi bangunan pengendali lahar adalah seperti pada Tabel 2-5.

7
Tabel 2-4 Kriteria Penilaian Prasarana pengendali lahar
Kondisi Sabodam/ konsolidasi dam Kantong lahar Gronsil Talud Krip Tanggu
Dam utama Apron Subdam Cekdam Tanggul / girdel l
Jalan masuk ke lokasi prasaran. O O O O O O O O
Vegetasi liar di tubuh bangunan (rmput/ semak belukar/ lumut/ O O O O O O O O
gulma).
Marka atau portal jembatan/jalan (jika ada) di sabodam /tanggul O O O O
rusak berat/ringan
Pintu pengambilan air (jika ada) rusak berat/ringan/tersumbat. O O O O O
Peralatan pemantau lahar (jika ada) mengalami rusak antenna/ O O O O O
radio/ kabel/batere.
Sedimentasi penuh/kosong. O O O O O O O
Penambangan ruas sungai di hulu prasarana. O O O O O O O
Penambangan ruas sungai di hilir prasarana. O O O O O O O
Papan peringatan (jika ada).rusak/hilang. O O O O O O
Pondasi mengalami gerusan lokal yang dalam/dangkal. O O O O O O O
Tubuh bangunan mengalami abrasi/terkelupas/retak/patah/rembes. O O O O O O
Sayap mengalami abrasi/terkelupas/retak/patah. O
Tebing sungai di abutmen mengalami retak-retak/longsor. O O O O O
Lubang slit/konduit (jika ada) mengalamai O
tersumbat/abrasi/terkelupas/retak/patah.
Pelindung (buffer fill) mengalami retak/patah/runtuh. O O O O
Lantai apron mengalami O O
abrasi/terkelupas/retak/rembesan/berlubang/patah.
Dinding apron mengalami retak/patah/runtuh. O
Pemukaan tanggul/lereng tanggul mengalami O O
retak/bolong/ables/longsor.
Timbunan di belakang tubuh talud mengalami ambles/berlubang. O O O

8
TABEL 2-5 ; INDIKATOR DAN PENGUKUR PENILAIAN KONDISI PRASARANA PENGENDALI LAHAR
Objek Kondisi Sket dan Foto
1 Sebagian besar dari badan jalan rusak berat dan tidak dapat dilewati
kendaraan roda empat. Dianggap jalan masuk tidak berfungsi dan tidak
dapat menunjang kegiatan operasi dan pemeliharaan, sehingga harus
segera diperbaiki, atau
ke lokasi semua prasarana

2 Sebagian besar dari badan jalan rusak berat, tetapi dapat dilewati
1. Kondisi jalan masuk

kendaraan roda empat. Dianggap jalan masuk masih berfungsi, tetapi


tidak maksimal untuk menunjang kegiatan operasi dan pemeliharaan,
sehingga harus diperbaiki, atau

3 Beberapa bagian dari badan jalan rusak dan dapat dilewati kendaraan Sabo dam

Jalan aspal
roda empat dan kerusakan cenderung berkembang. Dianggap jalan masuk
akan menjadi tidak maksimal untuk kegiatan operasi dan pemeliharaan,
sehingga perlu segera diperbaiki, atau

4 Beberapa bagian dari badan jalan rusak dan dapat dilewati kendaraan
roda empat, tetapi kerusakan cenderung tidak berkembang. Dianggap
jalan masuk berfungsi meskipun tidak maksimal untuk kegiatan operasi
dan pemeliharaan, meskipun demikian perlu diperbaiki, atau

5 Tidak terjadi kerusakan

1 Sebagian besar dari tubuh bangunan ditumbuhi rumput/semak-belukar


Sayap
2. Kondisi tumbuh rumput/semak

sangat lebat. Dianggap bangunan akan cepat rusak, sehingga harus segera Rumput/Semak Belukar
Penyangga
belukar di semua prasarana

dibersihkan, atau
Penyangga
2 Sebagian besar dari tubuh bangunan ditumbuhi rumput/semak-belukar,
tetapi tidak lebat. Dianggap bangunan akan rusak, sehingga harus
dibersihkan, atau

3 Beberapa bagian t dari ubuh bangunan ditumbuhi rumput/semak-belukar Dam


dan cenderung berkembang. Dianggap bangunan rawan rusak, sehingga Dinding apron
utama
perlu segera dibersihkan, atau
Apron
4 Beberapa bagian dari tubuh bangunan ditumbuhi rumput/semak-belukar, Sub
Sub
dam
dam
tetapi cenderung berkembang. Dianggap bangunan tidak rawan rusak,
meskipun demikian perlu dibersihkan, atau

5 Tidak ditumbuhi rumput/semak-belukar

9
1 Sebagian besar marka/portal sabo dam/tanggul retak-retak/patah/hanyut Tebing rawan
akibat banjir dan lalu-lintas relatif padat: Dianggap sangat longsor
membahayakan keselamatan kendaraan, sehingga harus segera diperbaiki,
atau.
jembatan sabo dam dan tanggul
Marka (tholo-tholo)
3. Kondisi marka atau portal

retak/patah/ hilang
2 Sebagian besar marka/portal sabo dam/tanggul retak-retak/patah/hanyut
akibat banjir, tetapi lalu-lintasnya tidak padat; Dianggap membahayakan Sabo dam
keselamatan kendaraan, sehingga harus diperbaiki, atau berfungsi
jembatan
3 Beberapa marka/portal sabo dam/tanggul retak-retak/patah/hanyut akibat (oprit)

banjir dan kerusakan cenderung berkembang: Dianggap akan


membahayakan keselamatan kendaraan, sehingga perlu segera diperbaiki,
atau

4 Beberapa marka/portal sabo dam/tanggul retak-retak/patah/hanyut akibat


banjir, tetapi kerusakan cenderung tidak berkembang: Dianggap tidak
akan membahayakan keselamatan kendaraan, meskipun demikian perlu
diperbaiki, atau

5 Tidak ada kerusakan


Marka (tholo-tholo) jembatan sabo dam, Marka (tholo-tholo) patah dan hanyut oleh banjir lahar

1 Sebagian besar dari bangunan pintu air rusak berat dan tidak dapat
dioperasikan; Dianggap tidak berfungsi dan mengganggu pemberian air
4. Kondisi lubang pengambilan air,

irigasi, sehingga harus segera diperbaiki, atau. Sayap


Penyangga
pintu air, saluran air dan

2 Sebagian besar dari bangunan pintu air rusak, tetapi masih dapat
dioperasikan; Dianggap masih berfungsi, tetapi tidak maksimal dan akan Penyangga
kantong lumpur

mengganggu pemberian air irigasi, sehingga harus diperbaiki, atau


Pintu air
3 Beberapa bagian dari bangunan pintu air rusak dan dapat dioperasikan, q
q
tetapi kerusakan cenderung berkembang; Dianggap masih berfungsi, Dam
tetapi tidak maksimal dan akan mengganggu pemberian air irigasi, Dinding apron utama
sehingga perlu segera diperbaiki, atau Apron
Sub
Sub
4 Beberapa bagian dari bangunan pintu air rusak dan dapat dioperasikan, dam
dam
tetapi kerusakan cenderung tidak berkembang; Dianggap masih
berfungsi, tetapi tidak maksimal dan tidak mengganggu pemberian air
irigasi, meskipun demikian perlu diperbaiki, atau

5 Tidak terjadi kerusakan

10
1 Sebagian besar dari peralatan rusak berat dan tidak dapat dioperasikan;
5. Kondisi peralatan pemantau lahar Ultrasonic gauge level
Dianggap tidak berfungsi, sehingga harus segera dilaporkan ke instansi
pengelola peralatan.
Sayap
2 Sebagian besar dari peralatan rusak/hilang, tetapi masih dapat Penyangga
dioperasikan, meskipun tidak maksimal; Dianggap tidak berfungsi
maksimal, sehingga harus dilaporkan ke instansi pengelola peralatan. Penyangga

3 Beberapa bagian dari peralatan rusak/hilang dan kerusakan cenderung


berkembang, tetapi masih dapat dioperasikan meskipun tidak maksimal;
Dianggap berfungsi tidak maksimal, sehingga perlu segera dilaporkan ke
Dam
instansi pengelola peralatan. Dinding apron utama

4 Beberapa bagian dari peralatan rusak/hilang dan kerusakan cenderung Apron


Sub
Sub
tidak berkembang, tetapi masih dapat dioperasikan meskipun tidak
dam
dam
maksimal; Dianggap berfungsi tidak maksimal, meskipun demikian perlu
diperbaiki, atau

5 Tidak ada kerusakan

1 Semua lubang slit/konduit tersumbat batu-batu besar/sisa-sisa batang


pohon, sehingga tidak dapat dilewati aliran pasir dan kerikil pada saat
aliran normal; Dianggap lubang slit/konduit tidak berfungsi, sehingga
harus segera dibersihkan, atau
Sayap
Penyangga
2 Sebagian besar lubang slit/konduit tersumbat batu-batu besar/sisa-sisa
6. Kondisi kelancaran aliran

batang, tetapi dapat dilewati aliran pasir dan kerikil pada saat aliran Penyangga
normal; Dianggap lubang slit/konduit berfungsi tidak maksimal, sehingga
harus dibersihkan, atau
di slit/konduit

3 Beberapa lubang slit/konduit tersumbat batu-batu besar/sisa-sisa batang Lubang


dan semua lubang slit/konduit cenderung tersumbat apabila terjadi banjir
lahar, tetapi dapat dilewati aliran pasir dan kerikil pada saat aliran Dinding apron Dam
normal; Dianggap lubang slit/konduit berfungsi tidak maksimal, sehingga utama
Apron
perlu segera dibersihkan, atau
Sub
Sub
dam
dam
4 Beberapa lubang slit/konduit tersumbat batu-batu besar/sisa-sisa batang,
tetapi semua lubang slit/konduit cenderung tidak tersumbat apabila terjadi
banjir lahar dan dapat dilewati aliran pasir dan kerikil pada saat aliran
normal; Dianggap lubang slit/konduit berfungsi tidak maksimal,,
meskipun demikian perlu diperbaiki, atau

5 Tidak terjadi penyumbatan

11
1 Permukaan sedimen sama dengan crest dan lahar sering terjadi; Dianggap Sayap
Penyangga
sabo dam tidak berfungsi maksimal dalam pengendalian lahar, sehingga
Penuh sedimen
harus segera dikosongkan, atau Penyangga

2 Permukaan sedimen kurang dari tiga per empat tinggi crest dan lahar sering
di sabodam/kantong lahar
7. Kondisi sedimentasi

terjadi; dianggap sabo dam tidak berfungsi maksimal dalam pengendalian


Dam
lahar, sehingga harus dikosongkan, atau Dinding apron utama
Apron
3 Permukaan sedimen setengah tinggi crest dan lahar sering terjadi; dianggap Sub
Sub
dam
dam
sabo dam tidak berfungsi maksimal dalam pengendalian lahar sehingga
perlu segera dikosongkan, atau

4 Permukaan sedimen setengah tinggi crest, tetapi lahar jarang terjadi;


dianggap sabo dam berfungsi maksimal dalam pengendalian lahar sehingga
tidak perlu segera dikosongkan, atau

5 Tidak ada sedimen

Sebelum banjir lahar Sesudah banjir lahar

1 Permukaan sedimen sama dengan permukaan tebing sungai rata-rata;


Dianggap lahar mudah meluap keluar palung sungai, sehingga alur sungai Penuh sedimen

harus segera dilakukan normalisasi, atau.

2 Permukaan sedimen dari tebing sungai rata-rata kurang dari dua meter dan
8. Kondisi sedimentasi

lahar sering terjadi; Dianggap aliran lahar rawan meluap keluar palung
sungai, sehingga alur sungai harus dilakukan normalisasi, atau
di ruas sungai

3 Permukaan sedimen dari tebing sungai rata-rata dua meter tetapi lahar
sering terjadi; Dianggap lahar rawan meluap keluar palung sungai, sehingga
alur sungai perlu segera dilakukan normalisasi, atau

4 Permukaan sedimen dari tebing sungai rata-rata dua meter, tetapi lahar
jarang terjadi; Dianggap lahar tidak mudah meluap keluar palung sungai,
sehingga alur sungai tidak perlu dilakukan normalisasi, atau

5 Tidak ada sedimen

Daerah pemukiman Daerah bukan pemukiman

12
1 Penambangan tidak sesuai dengan pertimbangan teknis; Dianggap
dapat merusak bangunan, sehingga harus segera dihentikan, atau
sabodam/kantong lahar/ruas sunagi

2 Penambangan sesuai dengan pertimbangan teknis, tetapi cenderung


dilanggar, karena tidak ada supervisi dari instansi yang berwenang;
9. Kondisi pemanbangan

Dianggap dapat merusak bangunan, sehingga harus dihentikan, atau Dam


utama
3 Penambangan sesuai dengan pertimbangan teknis dan ada supervisi
dari instansi yang berwenang, tetapi cenderung dilanggar; Dianggap Sub
Sub
dam
dam
dapat merusak bangunan, sehingga perlu segera dihentikan, atau

4 Penambangan sesuai dengan pertimbangan teknis dan ada supervisi


dari instansi yang berwenang serta tidak ada pelanggaran segera;
Dianggap tidak merusak bangunan, sehingga tidak perlu dihentikan,
atau

5 Tidak ada penambangan

1 Sebagian besar pondasi bangunan mengalami gerusan lokal yang dalam


dimana lebar gerusan lokal lebih dari setengah lebar dasar bangunan
dam utama/subdam/konsolidasi dam/cekdam

dan kedalaman gerusan lokal lebih dalam dari dasar bangunan; Abutmen
Abutmen
overflow kantong lahar/groudsill/girdel

Dianggap bangunan sangat mudah runtuh, sehingga harus segera


diperbaiki, atau
10. Kondisi gerusan pondasi

2 Sebagian besar pondasi bangunan mengalami gerusan lokal dimana W Dasar sungai awal
lebar gerusan lokal lebih dari sepertiga lebar dasar bangunan dan Gerusan
kedalaman gerusan lokal mencapai dasar bangunan; Dianggap t Gerusan
bangunan mudah runtuh, sehingga harus diperbaiki, atau
L
3 Beberapa bagian pondasi bangunan mengalami gerusan lokal dimana
lebar gerusan lokal kurang dari sepertiga lebar dasar bangunan dan
kedalaman gerusan lokal belum mencapai dasar bangunan, tetapi
gerusan lokal cenderung berkembang; Dianggap bangunan rawan
runtuh, sehingga perlu segera diperbaiki, atau

4 Beberapa bagian pondasi bangunan mengalami gerusan lokal dimana


lebar gerusan lokal kurang dari sepertiga lebar dasar bangunan dan
kedalaman gerusan lokal belum mencapai dasar bangunan, tetapi
gerusan lokal cenderung tidak berkembang; Dianggap bangunan tidak
rawan runtuh, meskipun demikian perlu diperbaiki, atau.
5 Tidak terjadi kerusakan.

13
dam utama/subdam/konsolidasi dam/cekdam 1 Sebagian besar selimut beton dari tubuh bangunan mengalami abrasi, dimana kedalaman
l W Beton selimut
overflow kantong lahar/groudsill/girdel abrasi lebih dalam dari tebal selimut beton dan lebar abrasi lebih dari setengah lebar crest;
L K.300/K.225
Dianggap bangunan sangat mudah runtuh, sehingga harus segera diperbaiki, atau t
Beton selimut
t K.225/K.175
2 Sebagian besar selimut beton dari tubuh bangunan mengalami abrasi, dimana kedalaman
11. Kondisi abrasi tubuh

Beton selimut Inti


abrasi mencapai material inti tubuh bangunan dan lebar abrasi lebih dari sepertiga lebar K.225/K.175 Pa s. ba tu
Beton K.125
crest; Dianggap bangunan mudah runtuh, sehingga harus diperbaiki, atau Beton siklop
Soil cement
3 Beberapa bagian selimut beton dari tubuh bangunan mengalami abrasi, dimana kedalaman
abrasi belum mencapai material inti tubuh bangunan dan lebar abrasi kurang dari sepertiga
lebar crest, tetapi cenderung berkembang; Dianggap bangunan rawan runtuh, sehingga
perlu segera diperbaiki, atau

4 Beberapa bagian selimut beton dari tubuh bangunan mengalami abrasi, dimana kedalaman
abrasi belum mencapai material inti tubuh bangunan; lebar abrasi kurang dari sepertiga
lebar crest, tetapi cenderung tidak berkembang; Dianggap bangunan tidak rawan runtuh,
meskipun demikian perlu diperbaiki, atau

5 Tidak terjadi kerusakan.

1 Sebagian besar selimut beton dari tubuh bangunan terkelupas, dimana luas selimut beton l
dam utama/subdam/konsolidasi dam/cekdam

yang terkelupas lebih dari setengah luas dinding tubuh bangunan; Dianggap material inti
L Beton selimut
overflow kantong lahar/groudsill/girdel

tubuh bangunan sangat mudah rusak, sehingga harus segera diperbaiki, atau K.300/K.225
12. Kondisi selimut beton tubuh

2 Sebagian besar selimut beton dari tubuh bangunan terkelupas, dimana luas selimut beton Beton selimut
yang terkelupas lebih dari sepertiga luas dinding tubuh bangunan; Dianggap material inti Terkelupas K.225/K.175
h Beton selimut Inti
A = Lh
tubuh bangunan mudah rusak, sehingga harus diperbaiki, atau K.225/K.175 Pas. batu
Beton K.125
Beton siklop
3 Beberapa bagian selimut beton dari tubuh bangunan terkelupas, dimana luas selimut beton
Soil cement
yang terkelupas kurang dari sepertiga luas dinding tubuh bangunan, tetapi cenderung t
berkembang; Dianggap material inti tubuh bangunan rawan rusak, sehingga perlu segera
diperbaiki, atau

4 Beberapa bagian selimut beton dari tubuh bangunan terkelupas, dimana luas selimut beton
yang terkelupas kurang dari sepertiga luas dinding tubuh bangunan, tetapi cenderung tidak
berkembang; Dianggap material inti tubuh bangunan tidak rawan rusak, meskipun
demikian perlu diperbaiki, atau

5 Tidak terjadi kerusakan.

14
1 Sebagian besar tubuh bangunan retak-retak, panjang vertikal retakan lebih dari setengah
tinggi tubuh bangunan dan kedalaman retakan lebih dari setengah lebar tubuh bangunan;
dam utama/subdam/konsolidasi dam/cekdam
Dianggap tubuh bangunan sangat mudah patah dan runtuh, sehingga harus segera Beton selimut
,t
overflow kantong lahar/groudsill/girdel
K.300/K.225
diperbaiki, atau
Beton selimut
2 Sebagian besar tubuh bangunan retak-retak, panjang retakan tubuh bangunan lebih dari W K.225/K.175
13. Kondisi retakan tubuh

sepertiga tinggi bangunan dan kedalaman retakan tubuh bangunan lebih dari sepertiga h ,t
lebar tubuh bangunan; Dianggap tubuh bangunan rawan patah dan runtuh, sehingga Beton selimut
K.225/K.175 Inti
harus diperbaiki, atau Pas. batu
Beton K.125
3 Beberapa bangunan tubuh bangunan retak-retak, panjang retakan retakan di tubuh tubuh Beton siklop
bangunan kurang dari sepertiga tinggi tubuh bangunan; kedalaman retakan di tubuh Soil cement
tubuh bangunan kurang dari sepertiga lebar tubuh bangunan dan retakan cenderung
berkembang berkembang; Dianggap tubuh tubuh bangunan rawan patah dan runtuh,
sehingga perlu segera diperbaiki, atau

4 Beberapa bangunan tubuh bangunan retak-retak, panjang retakan di tubuh tubuh


bangunan kurang dari sepertiga tinggi tubuh bangunan; kedalaman retakan di tubuh
tubuh bangunan kurang dari sepertiga lebar tubuh bangunan, tetapi retakan cenderung
tidak berkembang; Dianggap tubuh tubuh bangunan tidak rawan patah dan runtuh,
meskipun demikian perlu diperbaiki, atau

5 Tidak terjadi kerusakan


overflow kantong lahar/groudsill/girdel/apron
dam utama/subdam/konsolidasi dam/cekdam

1 Sebagian besar tubuh bangunan rembes dan aliran berlangsung terus-menerus serta Sayap
Penyangga
berwarna keruh; Dianggap tubuh bangunan keropos dan terjadi erosi rembesan yang
menyebabkan tubuh bangunan sangat mudah runtuh, sehingga harus segera diperbaiki, Penyangga
air tanah
atau Rembesan
14. Kondisi rembesan tubuh

2 Sebagian besar tubuh bangunan rembes dan aliran tidak berlangsung terus-menerus serta q Dam
utama
tidak berwarna keruh; Dianggap tubuh bangunan keropos dan mudah runtuh, sehingga Dinding apron
Apron
harus diperbaiki, atau
Sub
Sub
dam
dam
3 Beberapa bagian tubuh bangunan rembes dan aliran tidak berlangsung terus-menerus
serta tidak berwarna keruh, tetapi rembesan cenderung berkembang; Dianggap tubuh
bangunan akan keropos dan rawan runtuh, sehingga perlu segera diperbaiki, atau

4 Beberapa bagian tubuh bangunan rembes dan aliran tidak berlangsung terus-menerus
serta tidak berwarna keruh, tetapi rembesan cenderung tidak berkembang; Dianggap
tubuh bangunan tidak akan keropos dan tidak rawan runtuh runtuh, meskipun demikian
perlu diperbaiki, atau

5 Tidak terjadi kerusakan

15
1 Sebagian besar sayap retak-retak dimana panjang retakan lebih dari setengah panjang
sayap dan kedalaman retakan lebih dari setengah lebar sayap atau bagian sudut hulu
dam utama/subdam/konsolidasi dam/cekdam
sayap yang hancur lebih dari setengah tinggi sayap; Dianggap sayap dalam keadaan
overflow kantong lahar/groudsill/girdel
mudah runtuh, sehingga harus segera diperbaiki.
Retak W D
2 Sebagian besar sayap retak-retak, dimana retakan lebih dari sepertiga panjang sayap dan t
kedalaman retakan, lebih dari seperti lebar sayap atau bagian sudut hulu sayap yang
t
hancur lebih dari sepertiga tinggi sayap; Dianggap sayap dalam keadaan akan mudah W
15. Kondisi sayap

L t = lebar lubang retak


runtuh, sehingga harus diperbaiki. L = panjang, W = lebar , D = tinggi
3 Beberapa bagian sayap retak-retak, dimana panjang retakan, kurang dari sepertiga
panjang sayap dan kedalaman retakan kurang dari seperti lebar sayap atau bagian sudut
hulu sayap yang hancur kurang dari sepertiga tinggi sayap; tetapi retakan dan bagian
yang hancur cenderung berkembang; Dianggap sayap dalam keadaan rawan runtuh,
sehingga perlu segera diperbaiki.

4 Beberapa bagian sayap retak-retak, dimana panjang retakan kurang dari sepertiga
panjang sayap dan kedalaman retakan kurang dari seperti lebar sayap atau bagian sudut
hulu sayap yang hancur kurang dari sepertiga tinggi sayap; tetapi retakan dan bagian
yang hancur tidak berkembang; Dianggap sayap dalam keadaan tidak rawan runtuh,
meskipun demikian perlu diperbaiki, atau

5 Tidak terjadi kerusakan


1 Sebagian besar permukaan lubang conduit/slit terabrasi/retak/patah/ hilang dan lubang Sayap
Penyangga
konduit semakin besar atau bagian spacing lubang slit retak/patah. Dianggap sabo dam
tidak berfungsi, sehingga harus segera diperbaiki, atau Penyangga

2 Beberapa bagian permukaan lubang conduit/slit terabrasi/retak/patah/ hilang, tetapi Abrasi, dan retak
beberapa bagian lubang konduit membesar atau bagian spacing lubang slit membesar.
16. Kondsis lubang

Slit
Dianggap sabo dam masih berfungsi, tetapi tidak maksimal, sehingga harus segera Dinding apron
slit/konduit

diperbaiki, atau Apron Dam utama


Sub
Sub
dam
dam
3 Beberapa bagian permukaan lubang conduit/slit terabrasi/retak/patah/ hilang dan tidak
ada bagian lubang conduit/slit yang membesar, tetapi kerusakan cenderung berkembang;
Dianggap sabo dam rawan tidak berfungsi, sehingga perlu segera diperbaiki, atau

4 Beberapa bagian permukaan lubang conduit/slit terabrasi/retak/patah/ hilang dan tidak


ada bagian lubang conduit/slit yang membesar, tetapi kerusakan cenderung tidak
berkembang; Dianggap sabo dam masih berfungsi, meskipun demikian perlu diperbaiki,
atau

5 Tidak terjadi kerusakan

16
dam utama/subdam/konsolidasi dam/cekdam 1 Sebagian besar pelindung (buffer fill) runtuh, sehingga tebing sungai di abutmen dam Sayap Pelindung
Sayap
overflow kantong lahar/groudsill/girdel utama tidak terlindungi apabila terjadi banjir lahar; Dianggap tebing sungai dalam
Pelindung
keadaan mudah longsor, sehingga harus segera diperbaiki, atau Retak
Runtuh
2 Sebagian besar pelindung (buffer fill) retak-retak, tetapi tidak runtuh, sehingga tebing Dam
Dinding
sungai di abutmen dam utama akan tidak terlindungi apabila terjadi banjir lahar;
17. Kondisi pelindung

Apron
Dianggap tebing sungai dalam keadaan rawan longsor, sehingga harus diperbaiki, atau Sub
dam
3 Beberapa bagian pelindung (buffer fill) retak-retak, tetapi cenderung berkembang dan
akan runtuh, sehingga tebing sungai di abutmen dam utama rawan untuk tidak
terlindungi apabila terjadi banjir lahar; Dianggap tebing sungai dalam keadaan rawan
longsor, sehingga perlu segera diperbaiki, atau

4 Beberapa bagian pelindung (buffer fill) retak-retak, tetapi cenderung tidak berkembang,
sehingga tebing sungai di abutmen dam utama masih terlindungi apabila terjadi banjir
lahar; Dianggap tebing sungai dalam keadaan tidak rawan longsor, meskipun demikian
perlu diperbaiki, atau

5 Tidak terjadi kerusakan

1 Sebagian besar tebing sungai di hulu/hilir abutmen longsor dan abutmen menggantung; Tebing sungai awal
Dianggap dam utama/subdam/grondsil/girdel dalam keadaan mudah runtuh, sehingga
dam utama/subdam/konsolidasi dam/cekdam

Ukur panjang ( L min = 1/3 B )


harus segera diperbaiki, atau B
18. Komdisi tebing sungai di abutment

overflow kantong lahar/groudsill/girdel

Longsor
2 Sebagian besar tebing sungai di hulu/hilir abutmen longsor dan abutmen tidak
L
menggantung; Dianggap dam utama/subdam/grondsil/girdel dalam keadaan rawan
runtuh, sehingga harus diperbaiki, atau

3 Beberapa bagian tebing sungai di hulu/hilir abutmen longsor dan abutmen tidak Embedmen
menggantung, tetapi longsoran cenderung berkembang; Dianggap dam
utama/subdam/grondsil/girdel dalam keadaan rawan runtuh, sehingga perlu segera
diperbaiki, atau

4 Beberapa bagian tebing sungai di hulu/hilir abutmen longsor dan abutmen tidak
menggantung, tetapi longsoran cenderung tidak berkembang; Dianggap dam
utama/subdam/grondsil/girdel dalam keadaan tidak rawan runtuh, meskipun demikian
perlu diperbaiki, atau

5 Sebagian besar tebing sungai di hulu/hilir abutmen longsor dan abutmen menggantung;
Dianggap dam utama/subdam/grondsil/girdel dalam keadaan mudah runtuh, sehingga
harus segera diperbaiki, atau

17
1 Sebagian besar lantai apron dan dinding apron retak-retak/berlobang- Sayap
Penyangga
lobang/patah/runtuh; Dianggap dam utama dan sub dam dalam keadaan
Penyangga
mudah runtuh, sehingga harus segera diperbaiki, atau

2 Sebagian besar lantai apron retak-retak/berlobang-lobang/patah/runtuh dan


Dam
dinding apron tidak rusak; Dianggap dam utama dan sub dam dalam keadaan Dinding
19. Komdisi apron

mudah runtuh, sehingga harus segera diperbaiki, atau Apron

3 Beberapa lantai apron retak-retak/berlobang-lobang/patah/runtuh/ rembes dan Patah


dinding apron tidak rusak, tetapi kerusakan cenderung berkembang; Dianggap Gerusan
dam utama dan sub dam dalam keadaan rawan runtuh, sehingga perlu segera
diperbaiki, atau

4 Beberapa lantai apron retak-retak/berlobang-lobang/patah/runtuh/ rembes dan


dinding apron tidak rusak, tetapi kerusakan cenderung tidak berkembang;
Dianggap dam utama dan sub dam dalam keadaan tidak rawan runtuh,
meskipun demikian perlu diperbaiki, atau

5 Tidak terjadi kerusakan


Lantai apron bolong Dnding apron retak Apron patah dan sub dam runtuh

1 Sebagian besar kaki talud/krip tergerus sangat dalam dan sebagian besar
tubuh talud/krip retak-retak/berlobang-lobang/runtuh/ambles; Dianggap
Timbunan tanah
talud/krip dalam keadaan rusak berat dan mudah runtuh, sehingga harus retak-retak/ambles/
segera diperbaiki. berlobang Kaki talud Krip abrasi,
Talud
tergerus/longsor retak, patah
retak-retak/
2 Beberapa bagian kaki talud/krip tergerus tidak dalam, tetapi sebagian besar
20. Kondisi talud dan krip

terkelupas
tubuh talud/krip retak-retak/berlobang-lobang/runtuh/ambles;; Dianggap
talud/krip dalam keadaan rusak ringan dan rawan runtuh, sehingga harus Dasar sungai

diperbaiki. Gerusan

3 Beberapa bagian kaki talud/krip tergerus tidak dalam dan beberapa bagian
tubuh talud/krip retak-retak/berlobang-lobang/runtuh/ambles;, tetapi gerusan
dan kerusakan tersebut cenderung berkembang; Dianggap talud/krip dalam
keadaan rusak ringan dan rawan runtuh, sehingga perlu segera diperbaiki.

4 Beberapa bagian kaki talud/krip tergerus tidak dalam dan beberapa bagian
tubuh talud/krip, tetapi gerusan dan kerusakan tersebut cenderung tidak
berkembang; Dianggap talud/krip dalam keadaan rusak ringan, tetapi tidak
rawan runtuh, meskipun demikian perlu diperbaiki, atau

5 Tidak terjadi kerusakan.

18
1 Sebagian besar kaki tanggul tergerus sangat dalam dan sebagian
besar tubuh tanggul retak-retak/berlobang-lobang/longsor/permukaan
tanggul ambles; Dianggap tanggul dalam keadaan rusak berat dan
Kaki tanggul tererosi Tubuh tanggul rusak
mudah runtuh, sehingga harus segera diperbaiki. (retak-retak/berlobang)

Bronjong
Dasar sungai Dasar sungai Dasar sungai
2 Beberapa bagian kaki tanggul tergerus tidak dalam, tetapi sebagian
besar tubuh tanggul retak-retak/berlobang-lobang/longsor/permukaan Gerusan

tanggul ambles; Dianggap tanggul dalam keadaan rusak ringan dan


21. Kondisi tanggul

rawan runtuh, sehingga harus diperbaiki.

3 Beberapa bagian kaki tanggul tergerus tidak dalam dan beberapa


bagian tubuh tanggul retak-retak/berlobang-
lobang/longsor/permukaan tanggul ambles, tetapi gerusan dan
kerusakan tersebut cenderung berkembang; Dianggap tanggul dalam
keadaan rusak ringan dan rawan runtuh, meskipun demikian perlu
diperbaiki, atau

4 Beberapa bagian kaki tanggul tergerus tidak dalam dan beberapa


bagian tubuh tanggul retak-retak/berlobang-
lobang/longsor/permukaan tanggul ambles tetapi gerusan dan
kerusakan tersebut cenderung tidak berkembang; Dianggap tanggul
dalam keadaan rusak ringan, tetapi tidak rawan runtuh, meskipun
demikian perlu diperbaiki, atau

5 Tidak terjadi kerusakan.

19
2.7 Analisis Multi Kriteria (AMK)
Aplikasi KI dalam suatu analisis suatu prinsip menjadi lebih kompleks jika komponen yang
harus dinilai lebih dari satu. Sebagai ilustrasi sederhana diambil contoh dua anak A dan B
yang sedang kehausan tetapi uang sakunya terbatas akan mengambil keputusan untuk
memilih membeli sebotol minuman bersoda yang dingin dan segar atau membeli segelas jus
jeruk. Dua kriteria untuk mengambil keputusan ini adalah Biaya dan Manfaat bagi
kesehatan dari masing-masing jenis minuman yang dipertimbangkan. A khawatir karena
uang yang dimilikinya terbatas sehingga ingin membeli minuman bersoda karena lebih murah
sedangkan B lebih cenderung memperhatikan kesehatan dan umur panjang sehingga lebih
memilih membeli jus jeruk yang lebih menyehatkan meskipun harganya lebih mahal.
Untuk mendapatkan suatu pilihan yang lebih disukai pada situasi ini, kepentingan relatif tiap
kriteria (misalnya: biaya dan manfaat bagi kesehatan) terhadap keputusan yang telah dibuat
harus dievaluasi dan dimasukkan ke dalam proses pengambilan keputusan. Jadi apabila biaya
dianggap relatif lebih penting daripada manfaat bagi kesehatan, sekaleng Cola akan menjadi
pilihan yang paling diinginkan. Tentunya kompleks dan sulit sekali untuk mencapai
kesepakatan atas tingkat kepentingan relatif pada Kriteria yang berbeda. AMK adalah suatu
perangkat yang dapat membantu mengevaluasi tingkat kepentingan relatif seluruh Kriteria
yang terkait dan menggambarkan tingkat kepentingannya dalam proses pengambilan
keputusan akhir.
Kesulitan lain dalam pengambilan keputusan adalah untuk mencapai kesepakatan bersama
dalam suatu tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Dengan menggunakan AMK, para
anggota tidak perlu sepakat mengenai tingkat kepentingan relatif dari Kriteria atau mengenai
penetapan peringkat alternatifnya. Tiap anggota tim menyatakan pendapat pribadinya, dan
memberi sumbangan masing-masing dalam rangka tercapainya kesimpulan yang disepakati
bersama.
Sebagaimana Tabel 2-5 diatas dapat diketahui bahwa problem didalam mengambil keputusan
tentang kondisi bangunan bangunan pengendali lahar relevan dengan teori AMK yang
diilustrasikan diatas.
Mengingat kompleksnya proses penetapan keputusan, pengguna mungkin berpikir bahwa
tantangan untuk mencapai suatu keputusan yang obyektif tidak dapat dicapai dengan
menggunakan prosedur ad hoc. Beberapa bahaya yang berhubungan dengan penggunaan
prosedur ad hoc dalam tipe proses pengambilan keputusan ini adalah:
Makin tingginya risiko atau kemungkinan menghasilkan keputusan yang salah.

20
Suatu prosedur ad hoc dapat memperburuk suatu keputusan yang salah karena tidak adanya
track record yang dapat membantu dalam memberi penjelasan mengenai alasan yang masuk
akal dan logis di balik keputusan tersebut.
Kurangnya transparansi pada proses pengambilan keputusan yang dapat menghalangi adopsi
K&I, atau lebih buruk lagi, hasil penilaian K&I tidak diterima oleh masyarakat.
Analisis Multikriteria menyediakan alat yang sesuai untuk mengatasi beberapa tantangan
yang dihadapi dalam penilaian K&I. ciri-ciri spesifik AMK adalah :
Kemampuan untuk menampung beragam kriteria dalam analisis;
AMK dapat menggunakan data campuran dan analisisnya tidak memerlukan banyak data.
Metode ini memungkinkan penggabungan baik informasi kualitatif maupun kuantitatif;
AMK memungkinkan keterlibatan langsung berbagai sector yang berbeda;
Analisis bersifat transparan bagi para peserta;
AMK mencakup mekanisme umpan balik yang berkenaan dengan konsistensi dari penilaian
yang dibuat.

2.8 Penetapan Peringkat dan Penetapan Nilai


Metodologi AMK yang paling sederhana dan dapat digunakan dalam suatu Penilaian K&I
adalah Penetapan Peringkat dan Penetapan Nilai.
Penetapan peringkat (Ranking) adalah pemberian suatu peringkat bagi tiap elemen keputusan
yang menggambarkan derajat kepentingan relatif elemen tersebut terhadap keputusan yang
dibuat. Elemen-elemen keputusan kemudian disusun berdasarkan peringkatnya (pertama,
kedua, dst.).
Penetapan nilai (Rating) mirip dengan penetapan peringkat, hanya elemen-elemen keputusan
diberi skor antara 0 sampai 100 atau 0 sampai 10. Seluruh skor elemen yang dibandingkan
jumlahnya harus mencapai 100. Dengan demikian, apabila suatu elemen diberi skor tinggi,
berarti elemen lainnya harus diberi skor lebih rendah.
Proses Hierarki Analitik (PHA) membantu pengambilan keputusan dengan menyusun
komponen penting dari suatu masalah ke dalam suatu struktur hierarki yang menyerupai
sebuah silsilah keluarga. Dalam konteks penilaian K&I, metode PHA merupakan suatu
perangkat pengambilan keputusan yang berguna karena sesuai dengan Hierarki Prisip,
Kriteria, Indikator dan Pengukur yang sudah ada.

21
Hasil penetapan standar perngkat dan penetapan nilai setiap komponen pada setiap kriteria
yang telah dibahas sebelumnya didalam laporan pendahuluan dan telah disusun secara
sistematis adalah sebagai berikut.
Setiap nilai (1, 2,3,4 dan 5) yang ada dalam Formulir 1 (Formulir Inspeksi), masing-masing
dijumlahkan;
Nilai 1 = 28
Nilai 2 = 56
Nilai 3 = 84
Nilai 4 = 112
Nilai 5 = 140
Jumlah = 420
b. Kemudian nilai-nilai tersebut dirubah menjadi bilangan distribusi Normal, sehingga
kumulatifnya = 1,00 ;
Nilai 1 ; 0,00 + (28/420) = 0,07
Nilai 2 ; 0,07 + (56/420) = 0,20
Nilai 3 ; 0,20 + (84/420) = 0,40
Nilai 4 ; 0,40 + (112420) = 0,67
Nilai 5 ; 0,67 + (140/420) = 1,00
c. Kemudian bilangan Normal tersebut diprosentase untuk memudahkan dalam menetapkan
Kriteria nilai kondisi bangunan;
Nilai 1 ; 0,07 x 100 = 7
Nilai 2 ; 0,20 x 100 = 20
Nilai 3 ; 0,40 x 100 = 40
Nilai 4 ; 0,67 x 100 = 67
Nilai 5 ; 1,00 x 100 = 100
d. Berdasarkan prosentase tersebut dibuat kriteria nilai kondisi bangunan;
Rusak berat ; < 20
Rusak sedang ; 20 - 40
Rusak ringan ; 40 - 60
Baik ; 60 - 80
Baik sekali ; 80 <
e. Berdasarkan prosentase kondisi bangunan dibuat kriteria rekomendasi pemeliharaan;
Rehabilitasi ; < 20
Pemeliharaan Berkala ; 20 - 40
Pemeliharaan Berkala ; 40 - 60
Pemeliharaan Rutin ; 60 - 80
Pemeliharaan Rutin ; 80 <
2.9 Jenis dan Tipe Prasarana Pengendali Lahar

2.9.1 Bangunan Pengendali Lahar


Pengetahuan dasar didalam melakukan penetapan nilai kondisi bangunan pengendali lahar
adalah memahami tipe-tipe termasuk fungsi dari bagunan tersebut. Komponen-komponen
yang tersedia didalam bangunan pengendali lahar tersebut akan sangt menentukan didalam
22
menentukan kriteria penilaian yang dibutuhkan. Tabel 2-6 adalah tabulasi pengelompokan
jenis dan tipe bangunan pengendali lahar.
Tabel 2-6 Jenis Prasarana Pengendali lahar.
Jenis Prasarana Fungsi Utama
Sabodam Tipe Menahan menahan sebagian material lahar terutaman batu-batu
lubang slit besar, sehingga volume berkurang dan kecepatan mengecil, agar
daya rusak lahar berkurang.
Tipe Mengarahkan banjir lahar agar tetap mengalir di tengah palung
lubang sungai, agar tidak mengerosi tebing sungai.
konduit Mengalirkan material pasir dan kerikil yang tertahan di sabodam
ke daerah hilir pada saat aliran normal untuk menjaga pasokan
sedimen ke daerah hilir tetap seimbang, sehingga tidak terjadi
degradasi.
Tipe tanpa Menahan sebagian material banjir lahar, sehingga volumenya
lubang berkurang dan kecepatannya semakin mengecil agar daya rusak
lahar berkurang.
Mengarahkan banjir lahar agar tetap mengalir di tengah palung
sungai, agar tidak mengerosi tebing sungai.
Konsolidasi dam Mengamankan dasar sungai agar tidak terjadi degradasi,
sehingga dasar sungai stabil sesuai dengan kemiringan yang
direncanakan.
Mengarahkan banjir lahar agar tetap mengalir di tengah palung
sungai, agar tidak mengerosi tebing sungai
Tanggul pengarah Mengarahkan banjir lahar agar tetap mengalir di tengah palung
sungai, agar tidak meluap ke luar palung sungai.
Kantong lahar Menahan sebanyak mungkin material lahar yang tidak
tertampung oleh sabodam.
Menahan sementara (retarding basin) banjir lahar, agar debit
puncak banjir lahar berkurang, sehingga tidak terjadi luapan
banjir lahar di daerah hilir.
Groundsill Menstabilkan dasar sungai di daerah hilir agar tidak terjadi
Girdel degradasi.
Talud Mengamankan tebing sungai dan tanggul dari erosi banjir lahar
Krip Mengarahkan banjir lahar agar tetap mengalir di tengah palung
sungai, agar tidak mengerosi tebing sungai.
Tanggul Banjir Menahan banjir lahar agar tidak meluap keluar palung sungai
Beberapa contoh ilustrasi bangunan pengendali lahar dapat dilihat pada Lampiran 1 Laporan
ini.

2.9.2 Peralatan Pemantau Lahar


Salah satu jenis prasarana yang masuk didalam penilaian adalah peralatan pemantau lahar.
Kondisi peralatan ini penting untuk diinvestigasi mengingat fungsinya sebagai peringatan
dini terhadap timbulnya bahaya bencana. Tabel 2-7 adalah tabulasi jenis-jenis pemantau

23
lahar yang seringkali ditemui di lapangan termask informasi fungsi dari masing-masing jenis
alat.
Tabel 2-7 Jenis-Jenis dan Fungsi Prasarana Pemantau Lahar
Jenis Prasarana Pemantau Lahar Fungsi Utama Site
Peralatan Pos Penakar Curah Untuk memantau hujan Daerah endapan
Pemantau Hujan Manual ektrim yang kemungkinan material piroklastik
Banjir menyebabkan banjir lahar. (erupsi)
Lahar Pos Penanda Terjadi Untuk menandai telah terjadi Sabo dam paling hulu
Sistem Banjir Lahar banjir lahar
Handy Pos Pengukur Tinggi Untuk memantau tinggi Sabo dam paling hulu
Talky (HT) Banjir Lahar Manual banjir lahar dan dekat pemukiman
atau Hand Kentongan/Pengeras Untuk memberikan informasi Pemukiman padat
Phone Suara Peringatan akan terjadi banjir lahar penduduk yang ada di
(HP) Bahaya Banjir Lahar kepada penduduk di sekitar sekitar sungai.
sungai.
Pusat Kontrol Pusat penerima dan Unit / Satker Operasi
pengolahan data dan dan Pemeliharaan di
informasi banjir lahar yang Balai Besar/Balai
dikirim dari pos-pos tersebut Wilayah Sungai
di atas.
Sitem Radio Sitem pengiriman data dan Pos-pos dan Pusat
Komunikasi informasi banjir lahar secara Kontrol
menggunakan HT atau HP
Peralatan Pos Penakar Curah Untuk memantau hujan Daerah endapan
Pemantau Hujan (Manual atau ektrim yang kemungkinan material piroklastik
Banjir Otomatis) menyebabkan banjir lahar. (erupsi)
Lahar Pos Kawat Penanda Untuk menandai telah terjadi Sabo dam paling hulu
Sistem Terjadi Banjir Lahar banjir lahar
Telemetri Pos Vibrator Penanda Untuk menandai telah terjadi
Banjir Lahar banjir lahar
Pos Pengukur Tinggi Untuk memantau tinggi Sabo dam paling hulu
Banjir Lahar (Manual banjir lahar dan dekat pemukiman
atau Otomatis)
Sirene/Pengeras Suara Untuk memberikan informasi Pemukiman padat
Peringatan Bahaya akan terjadi banjir lahar penduduk yang ada di
Banjir Lahar kepada penduduk di sekitar sekitar sungai.
sungai.
Pusat Kontrol Pusat penerima dan Unit / Satker Operasi
pengolahan data dan dan Pemeliharaan di
informasi banjir lahar yang Balai Besar/Balai
dikirim dari pos-pos tersebut Wilayah Sungai
di atas..
Sitem Radio Telemetri Sitem pengiriman data secara Pos-pos dan Pusat
otomatis dari setiap pos ke Kontrol
pusat control menggunakan
gelombang radio tertentu.

24
2.9.3 Jenis Material Bangunan pengendali Lahar
Pelaksana survey dan evaluator harus memahami tentang material pembentuk prasarana
pengendali lahar. Dengan memahami material pembentuknya maka akurasi penilaian
terhadap obyek survey akan semakin baik. Memberi penilaian terhadap material beton K-350
dengan material beton K-125 atau dengan batu tentu akan menimbulakan pertimbangan
tersendiri bagi pelaksana survey untuk memberikan bobot penilaian. Material pembentuk
bangunan pengendali lahar yang umum dijumpai adalah seperti Tabel 2-8.
Tabel 2-8 Jenis material bangunan prasarana pengendali lahar

Selimut Diding
Jenis Prasarana Inti Apron &
Crest Diding Apron
Buffer Fill
Sabodam Tipe lubang Pas. Batu Kali 1: 4/ Beton K225/ Beton K175 Pas. Batu
slit Beton Siklop 30: 70/ Beton K300 Kali 1: 4
Tipe lubang Beton K125/
konduit Soil Cement
Tipe tanpa
lubang
Konsolidasi dam
Tanggul pengarah Pasir Urugan Pas. Batu Kali 1: 4.
Beton K125
Kantong Lahar Tanggul Pasir Urugan Pas. Batu Kali 1: 4.
Beton K125
Cekdam Pas. Batu Kali 1: 4/ Beton K225/ Beton K175 Pas. Batu
overflow Beton K125/ Beton K300 Kali 1: 4/
Groundsil Pas. Batu Kali 1: 4/ Beton Siklop 30: 70/ Beton K125 Pas. Batu
Girdel Kali 1: 4/
Talud Pas. Batu Kali 1: 4/
Beton K125/
Krip Pas. Batu Kali 1: 4/
Beton K125/
Tanggul Banjir Pasir Urugan Pas. Batu Kali 1: 4.
Beton K125

2.10 Jenis-jenis perbaikan OP


2.10.1 Pembersihan Lubang Slit/Konduit

Slit adalah celah-celah di tubuh sabo dam, dimana setiap celah mempunyai lebar 2 s/d 3 m
dan tinggi 5 s/d 10 m. Pada saat banjir lahar, celah-celah tersebut tersumbat (blocking) oleh
batu-batu besar dan batang pohon tumbang, sehingga sebagian material banjir lahar tertahan
dapat ditahan oleh sabo dam. Celah-celah tersebut berfungsi untuk mengalirkan material
lahar yang tertahan tersebut ke hilir pada saat aliran normal, agar pasokan material ke daerah
hilir tetap terpenuhi, sehingga palung sungai di daerah hilir tidak degradasi dan tebing sungai
tidak runtuh. Konduit adalah lubang-lubang di tubuh sabo dam, dimana setiap lubang

25
mempunyai lebar 2 s/d 3 m dan tinggi 3 s/d 4 m. Konduit berfungsi sama dengan slit tersebut.
Sabo dam slit dan sabo dam konduit merupakan sabo dam tipe tertutup.
Kegiatan pemeliharaan lubang slit/konduit, sekurang-kurangnya sebagai beriku;
Membersihkan batu-batu besar dan batang pohon tumbang yang menyumbat slit/conduit
segera setelah terjadi banjir lahar.
Apabila endapan material sangat tebal, maka perlu membuat gauide channel untuk
mengkonsentrasikan aliran normal ke lubang slit/conduit.

sabo dam PU-D7 sabo dam BO-D4

Gambar 2-3 Lubang slit/ konduit tersumbat (blocking) batu-batu besar dan
pembuatan guide channel di hulu sabo dam slit/konduit

2.10.2 Pengosongan dan Pemanbangan Endapam Material Lahar

Material lahar yang sudah memenuhi kapasitas tampungan mati (dead storage) tidak akan
mengalir ke hilir secara alami. Untuk mengantisipasi banjir lahar berikutnya, tampungan mati
perlu dikosongkan. termasuk ruas sungai di hulu / hilir sabo dam, seperti Gambar 2-4 dan
Gambar 2-5.

26
Kemiringan galian min. 1: 0,6
Profil pemanbangan

Slope dinamis,
10 c c C 10 C Sd = 2S/3
Slope statis,
Ss = S/2

Kemiringan galian min. 1: 0,6


Profil pemanbangan
Slope dinamis,
Sd = 2S/3
Batu besar harus disingkirkan

Gambar 2-4 ; Batas layak tambang di sabo dam

Lebar permukaan sedimentasi, L Tinggi jagaan.


min.1,0 m
L/5 L/5

Penampang penambangan min.2,0 m

Sejajar kemiringan
Dasar sungai akhir tanggul/talud

Gambar 2-5 ; Batas layak tambang di ruas sungai di hulu/hilir sabo dam

Kegiatan pemeliharaan pengosongan tampungan mati, sekurang-kurangnya sebagai berikut;


Mengeluarkan / mengosongkan endapan material lahar, baik secara manual (tanpa alat berat)
maupun secara mekanis (menggunakan alat berat) dilakukan sendiri.
Mengeluarkan / mengosongkan endapan material lahar, baik secara manual (tanpa alat berat)
maupun secara mekanis (menggunakan alat berat) dilakukan oleh masyarakat, baik secara
perorangan, kelompok maupun pihak swasta seijin intansi terkait. Penambangan yang
dilakukan oleh masyarakat dapat dilaksanakan setelah survey dan pengukuran bersama untuk
memperoleh rekomendasi teknis mengenai batas layak tambang. Contoh tahapan untuk
memperoleh rekomendasi teknis dikemukakan dalam Gambar 2-6.

27
Gambar 2-6 ; Contoh Prosedur Permohonan Surat Ijin Penambangan Daerah (SIPD)

2.10.3 Pemberdayaan Masyarakat

Kegiatan operasi dan pemeliharaan dalam rangka pemberdayaan masyarakat meliputi,


sekurang-kurangnya sebagai berikut;
Menyelenggarakan seminar/lokakarya/pelatihan nasional secara berkala guna meningkatkan
dan mengembangkan kemampuan teknis sumber daya manusia (SDM) mengenai operasi dan
pemeliharaan prasarana lahar dan sedimen;
Menyelenggarakan pertemuan berkala dengan instansi terkait dan masyarakat setempat dalam
rangka deseminasi pedoman dan menjaring masukan guna peningkatan operasi dan
pemeliharaan prasarana lahar dan sedimen;
Mengikutsertakaninstansi terkait dan masyarakatdalam operasi dan pemeliharaan prasarana
lahar dan sedimen;

2.10.4 Perbaikan Kerusakan Akibat Gerusan Lokal

Pada umumnya kerusakan yang sering terjadi di sabo dam deret adalah keruntuhan sabo dam
akibat gerusan lokal yang sangat panjang dan dalam. Apabila jarak antara sabo dam di hilir
suatu sabo dam setinggi H terlampau jauh atau lebih besar dari 2 L , dimana; L = H / (tan +
tan e) yang merupakan perkiraan panjang gerusan lokal di hilir sabo dam setinggi H,
adalah sudut kemiringan dasar sungai sebelum ada endapan material lahar, dan e adalah
sudut permukaan endapan material lahar dinamis, maka sabo dam setinggi H tersebut
cenderung mengalami gerusan lokal.
28
Gerusan local yang sudah lebih dalam dari dasar sabo dam atau sub dam, seperti
Gambar 5(A), mengakibatkan sabo dam tersebut runtuh. Sebelum terjadi gerusan local,
sebaiknya dibangun satu atau lebih sabo dam diantara sabo dam setinggi H tersebut diatas
dengan sabo dam dihilirnya. Jarak antara dua sabo dam harus menenuhi 2 L tersebut diatas.
Jika geruran local sudah terjadi di hilir sabo dam setinggi H tersebut, maka perlu segera
dibangn sub dam atan sub-sub dam, seperti Gambar 5(B) dan Gambar 5(C). Ukuran sub dam
tidak selalu lebih kecil dari dam utama. Untuk mengatasi gerusan lokal yang cukup dalam,
maka ukuran sub dam kemungkinan sama dengan dam utama.

A. Gerusan lebih dalam dari dasar dam / sub dam


Dam utama
Sub-dam

Dasar sungai semula

Gerusan lokal

B. Pemeliharaan dengan menambahan sub dam, jika sub dam dan apron masih utuh
Dam utama masih utuh
Sub-dam masi h utuh

Dasar sungai semula

Blok beton Permukaan gerusan


pengaman dasar sungai

Kedalaman
pondasi
(4 s/d 8 m)

Penambahan sub- sub dam dan apron

C. Pemeliharaan dengan rehabilitasi bagian sabo dam yang rusak.


Dam utama masih utuh
Sub dam dan apron rusak/hancur

Dasar sungai awal

Permukaan gerusan Batas galian aman agar


dam utama tidak runtuh

Kedalaman
pondasi
(4 s/d 8 m)

Penambahan sub-sub-sub dam dan apron

Gambar 2-7 ; Tindakan pemeliharaan mengatasi gerusan lokal

Melakukan tindakan pemeliharaan sementara (tidak permanen) terhadap gerusan lokal dapat
dilakukan seperti Gambar 2-8(A). Apabila setelah banjir lahar berikutnya, gerusan lokal
tersebut semakin panjang dan dalam, maka dianjurkan melakukan tindakan pemeliharaan
seperti Gambar 2-8(B). Keterlambatan mengatasai gerusan local tidak menyebabkan sabo
dam sampai runtuh, melainkan hanya miring atau bergeser. Untuk mengatasi hal seperti ini,
maka tindakan pemeliharaan yang dilakukan adalah membuat sabo dam baru di hilirnya,
seperti Gambar 2-9.
29
A. Sopakan beton B, Timbunan batu
1) Sopakan
1) SopakanBeton
Beton 2) Timbunan
2) Timbunan batu
batu

Sopakan
SopakanBeton
Beton

Timbunan
Timbunanbatu
batu Timbunan
Timbunanbatu
Backfilling
Backfilling batu
(rubble)
(rubble)

Gambar 2-8 ; Tindakan pemeliharaan sementara.

Dam rusak

Dam rusak
Dam baru
Dam Baru

Gambar 2-9 ; Tindakan pemeliharaan terhadap sabo dam miring atau bergeser.

Selain sabo dam deret, deretan bebera gronsil dan girdle merupakan prasarana yang sering
digunakan untuk mengendalikan lahar, terutama di zona pengendapan. Prasarana tersebut
berfungsi untuk menstabilkan dasar sungai agar tidak terjadi degradasi, sehingga bangunan-
bangunan pengairan lainnya tidak menggantung (sebagian dasar pondasi sudah berada di atas
dasar sungai), atau menyebabkan pintu pengambilan tidak berfungsi, karena degradasi
menyebabkan dasar ambang lebih tinggi dari muka air normal.

2.10.5 Perbaikan Kerusakan Akibat Abrasi

Puncak dan dinding sabo dam sering mengalami abrasi akibat banjir lahar. Agar tahan
terhadap abrasi, maka puncak dan diding sabo dam diselimuti beton keras (K175K300).
Apabila abrasi sudah cukup lebar dan kedalaman abrasi sudah mencapai material inti yang
relatif lunak, seperti Gambar 2-10, maka harus segera diperbaiki. Karena lama-kelamaan
sebagian besar material inti akan habis tergerus dan sabo dam mudah runtuh.

30
.
Gambar 2-10 ; Kerusakan akibat abrasi

Salah satu cara mengatasi sabo dam yang telah mengalami abrasi adalah dengan mengupas
setebal 50 cm seluruh selimut beton yang mengalami abeasi. Beton lama dibor dan dipasang
besi ulir tulangan. Kemudian cor dengan beton baru yang lebih keras dari beton yang lama,
seperti Gambar 2-11(A). Jika abrasi sudah mencapai material inti, maka dilakukan perbaikan
dengan rangkaian besi tulangan Gambar 2-11(B).

A) Jika abrasi belum sampai material inti B) Jika abrasi sampai sampai
material inti

Min. 50 cm

(Tampak Depan)
Cor beton baru
kualitas yang Bor beton lama dan
lebih keras pasang besi baja ulir

Kupas semua selimut


yang rusak setebal 50 cm

Beton lama
Material inti (pasangan
batu/soil semen/beton
siklop/beton K125)

(Tampak Samping)

Gambar 2-11 ; Perbaikan kerusakan akibat abrasi

2.10.6 Perbaikan Kerusakan Keretakan

Keretakan selimut dan terkelupasnya selimut sabo dam seperti Gambar 2-12(A) dan Gambar-
2-12(B) dapat berkembang lebih dalam dan semakin luas. Apabila luas lapisan selimut yang
yang retak atau terkelupas lebih dari setengah luas dinding sabo dam, akan menyebabkan
kerusakan material inti, karena lapisan inti relatif lebih lunak, Sehingga sabo dam mudah
runtuh ketika terjadi banjir besar. Oleh karena itu, keretakan dan terkelupasnya selimut sabo
dam harus segera diatasi.

31
A) Selimut sabo dam retak-retak

B) Selimut sabo dam terkelupas

Gambar 2-12 ; Selimut sabo dam retak-retak dan terkelupas

Untuk mengatasi keretakan dan terkelupasnya selimut sabo dam, maka bagian yang keretakan
dan terkelupas tersebut harus dibongkar, jika dianggap perlu pembongkaran dilakukan
sampai ke bagian puncak. Bagian yang sudah dibongkar tersebut, kemudian dibor dan
dipasang besi ulir tulangan. Setelah itu dicor beton dengan kualitas yang lebih keras setebal
50 cm s/d 150 cm, seperti Gambar 2-13.

Selimut beton t
tebal 0.5-1.5 m
(Tampak Depan) (Tampak Samping)

Gambar 2-13 ; Perbaikan kerusakan akibat keretakan dan terkelupanya selimut sabo
dam

2.10.7 Perbaikan Kerusakan Sayap

Sayap sabo dam berfungsi untuk mengarahkan banjir lahar melewati pelimpah (overflow),
sehingga banjir lahar mengalir di tengah palung sungai. Sayap sering retak dan gumpil-
gumpil akibat benturan batu besar atau bongkah batu. Bagian sayap yang sering retak dan

32
gumpil-gumpil adalah bagian hulu, seperti Gambar 2-14. Keretakan dan gumpil akan
semakin dalam dan luas jika tidak di atasi.

Gambar 2-14 ; Kerusakan sayap sabo dam

Jika sayap yang rusak panjangnya 5 m, maka bongkar lebih dari 5 m. Bor dan pasang besi
ulir tulangan. Buat tulangan seperti terlihat dalam gambar. Cor dengan beton baru yang
kualitasnya lebih keras dari beton yang lama, seperti Gambar 2-15.
>5m
Bonkar dan buat baru
Retakan

Beton baru
yang lebih keras

Beton tulangan

Gambar 2-15 ; Perbaikan kerusakan sayap sabo dam

Kadang-kadang buffer fill di hulu sayap dam harus cukup kuat terhadap benturan batu-batu
yang terangkut banjir lahar. Sehingga perlu diberi tambahan buffer fill terbuat dari beton
keras seperti Gambar 2-16.

Tambahanl Tibumnan Sirtu


Buffer-fill
Sayap Sayap

Tambahanl
Buffer-fill

(Tampak Samping) (Tampak Atas)

Gambar 2-16; Perbaikan buffer fill di hulu sayap

2.10.8 Pemeliharaan Tanggul dan Talud

Kaki tanggul dan talud merupakan bagian yang paling sering mengalami kerusakan atau
bahkan runtuk akibat gerursan lokal, baik saat banjir lahar atau saat aliran normal. Karena
bagian kaki, seperti halnya pondasi sabo dam berada di lapisan endapan material lahar yang
33
cukup tebal. Disamping itu, batu-batu besar yang terangkut banjir lahar sering membentur
dinding tanggul atau talud sehingga terjadi sebagian atau selurh diding tanggul atau talud
longsor atau retak-retak atau bahkan hancur. Jika gerusan lokal di kaki tanggul atau talud
sudah cukup dalam atau keretakan dinding tanggul atau talud semakin meluas, atau beberapa
bagian mengalami longsor seperti Gambar 2-17, maka harus segera diperbaiki.

Kaki tanggul tererosi Tubuh tanggul rusak


(retak-retak/berlobang)

Bronjong
Dasar sungai Dasar sungai

Gerusan

Tubuh tanggul longsor

Dasar sungai

Timbunan tanah
retak-retak/ambles/
berlobang Kaki talud Krip abrasi,
Talud
tergerus/longsor retak, patah
retak-retak/
terkelupas

Dasar sungai

Gerusan

Gambar 2-17; Kerusakan tanggul dan talud

Kegiatan pemeliharaan tanggul atau talud untuk mengatasi gerusan lokal, atara lain dengan
menggunakan brnjong yang disusun sedikian rupa dan diberi timbunan pasir, kerikil dan batu, seperti
Gambar 2-18. Apabila diperlukan dan untuk memperkuat, maka bronjong ditutup (diselimuti) beton
K125. Hal ini dikerjakan, apabila kedudukan bronjong sudah stabil.

Dasar sungai awal

Bronjong

Bronjong

Timbunan pasir, kerikil dan batu

Gambar 2-18 ; Pemeliharaaan tanggul dan talud.

2.10.9 Akibat Kerusakan Gronsil dan Girdel

Gronsil dibangun melintang sungai secara berderetan dengan interval tertentu dengan dasar
pelimpah lebih tinggi dari dasar sungai. Girdel dibangun diantara gronsil dengan dasar

34
pelimpah sama dasar sungai seperti Gambar 2-19. Dalam pola pengendalian lahar di daerh
hilir (daerah pengendapan lahar), pembangunan gronsil dan girdel menggunakan system deret
seperti sabo dam, Semakin curam dasar sungai, semakin dekat jarak antar gronsil dan girdle.
Apabila satu kesatuan sistem deret tidak terpenuhi, maka cenderung terjadi gerusan lokal di
gronsil atau girdel yang ada di bagian hulu. Tindakan pemeliharaan untuk mengatasi gerusan
lokal di hilir gronsil dan girdel hampir sama dengan sabo dam deret.

Gambar 2-19 ; Pengaturan system deret gronsil dan girdel.

Olah karena gronsil dan girdel dibuat dari pasangan batu atau beton K125 dan diselimuti
beton yang lebih keras (K175 atau K225), maka kerusakan karena gronsil dan girdel hamper
sama dengan sabo dan atau sub dam, yaitu; abrasi, retak dan terkelupas di bagian pucak
(crest) dan dinding bagian hilir. Dengan demikian pemeliharaan untuk memperbaiki
kerusakan sabo dam tersebut di atas dapat diterapkan untuk gronsil dan girdel.

2.10.10 Pemeliharaan Pasca Banjir Lahar


Pemeliharaan darurat dengan membuat guide channel di daerah endapan material pasca banjir lahar
untuk mengalokir banjir berikutnya, seperti Gambar 2-20. Sehingga daerah yang rusak akibat
genangan banjr lahar tidak semakin luas, pengamanan bangunan yang ada, agar tidak rusak, dan
pengamanan agar bangunan yang rusak tidak bertambah.

35
Timbunan sedimen di palung sungai
menghambat aliran

Palung sungai semula

Guide Channel
Timbunan sementara

Gambar 2-20 ; Pemeliharaan darurat dengan membuat guide channel di


daerah endapan material pasca banjir lahar

2.11 Form Untuk Inspeksi lapangan

Berdasarkan uraian metode diatas maka satu set form inspeksi lapangan telah dibuat untuk
memudahkan proses survey dan sekaligus proses evaluasi hasil survey. Semua kriteria dan
indikator yang kemungkinan berpengaruh didalam penilaian kondisi bangunan pengendali
lahar telah dimasukkan kedalam form tersebut. Namun demikian kemungkinan form ini di
waktu yang akan datang kemungkinan masih perlu disempurnakan sesuai kasus yang
berkembang di lapangan yang kemungkinan diluar prediksi sewaktu penyusunan form ini.
Form inspeksi lapangan yang telah berhasil disusun yang selanjutnya dinamakan Formulir 1,
disusun berdasarkan kriteria masing-masing jenis bangunan pengendali lahar dan indikator
penilaiannya. Maka berdasarkan komponen pada tiap jenis bangunan pengendali lahar , form
ini dibagi lagi menjadi 4 jenis formulir yaitu :

Formulir 1A : Sabo Dam/ Konsolidasi Dam/ Cek Dam/ Kantong Lahar;

Formulir 1B : Groundsill/ Girder;

Formulir 1C : Talud/ Krib; dan

Formulir 1D : Tanggul.

Selanjutnya untuk keperluan evaluasi telah disediakan Formulir 2 dimana form ini terdiri dari
4 jenis sama seperti formulir 1. Sehingga untuk mengevaluasi hasil inspeksi kondisi Sabo
dam misalnya, maka hasil inspeksi dimasukkan kedalam formulir 2A. Demikian pula untuk
mengevaluasi kondisi Tanggul pengendali banjir maka hasil inspeksi yang telah di rekam di
36
formulir 1D dipindahkan kedalam formulir 2D. Form yang akan digunakan dalam
pelaksanaan inspeksi dan evaluasi termasuk tata cara perhitungan tingkat kerusakan prasarana
tersebut dapat dilihat pada Lampiran 2 laporan ini.

37
BAB III
HASIL SURVEY

3.1 Pemutakhiran Data Aset Obyek Survey

Sebagaimana telah diuraikan didalam bab 1 bahwa lokasi survey mencakup 2 sungai yaitu K.
Pabelan dan K. Boyong masing-masing di Kabupaten Magelang Jawa Tengah dan Kabupaten
Sleman, D.I. Yogyakarta. Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa beberapa aset
sudah tidak sesuai dengan data base yang ada. Banjir lahar tahun 2010 yang lalu yang diikuti
dengan pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi pada tahun 2012, 2013 dan 2014 telah
merubah keberadaan aset yang ada. Jumlah aset bangunan pengendali lahar di K. Pabelan
sebanyak 18 unit terdiri dari bangunan lama, hasil rehab dan bangunan baru. Sementara itu di
K. Boyong jumlah aset bangunan pengendali lahar adalah sebanyak 57 unit terdiri dari
bangunan lama dan bangunan lama yang telah direhab. Hasil iventarisasi aset ditampilkan
pada Tabel 3-1 dan Tabel 3-2.

Tabel 3-1 Updating Aset Bangunan Pengendali Lahar K. Pabelan Hasil Penelusuran

KOORDINAT KETERANGAN
NO. BANGUNAN SABO
X Y
1 PA-D 4 0437443 9170354
2 PA-RD 2 KLAKAH 0433514 9171057
3 PA-RD 4 WONOLELO 0432809 9170420
4 PA-RD 5 TLOGOLELE 0432382 9170090
5 PA-D 3 SENGI 0431611 9169766
6 PA-D 2 SENGI/ WONOGIRI 0431221 9169588
7 PA-D 1 KAPUHAN 0429036 9168617
8 PA-D 0 CANDI PENDEM 0428562 9168293 Baru pengganti PA-C 1C, 1B, 1A
9 PA-C 1C CANDI PENDEM HILANG
10 PA-C 1B CANDI PENDEM HILANG
11 PA-C 1A CANDI ASU HILANG
12 PA-C OPRIT SENGI 0428276 9167930
13 PA-C TLATAR 0427988 9167648
14 PA-C 1 BANYUDONO 0426379 9166659
15 PA-C 2 BANYUDONO
16 PA-C 3 0423734 9165724 REHAB
17 PA-C 4 HILANG
18 PA-C KOJOR SEMEDI 0420817 9164199 BARU pengganti PA-C 4
19 PA-C BENDUNG KOJOR 0420335 9163790 BARU
20 PA-C 5 BOJONG 0419992 9163539
21 PA-C PRUMPUNG 0418775 9162394
22 PA-C SROWOL 0415830 9158831 BARU

38
Tabel 3-2 Updating Aset Bangunan Pengendali Lahar K. Boyong Hasil Penelusuran

KOORDINAT KETERANGAN
NO. BANGUNAN SABO
X Y
1 BO-D 7 TURGO 0436328 9160381 Reha b 2012
2 BO-D 6 BOYONG 0435819 9159361 Reha b 2013
3 BO-D 5 BOYONG 0435720 9158834
4 BO-D 4 KEMIRI 0435597 9157992
5 BO-C 5 BULU
6 BO-D 3 WONOREJO 0435379 9157206
7 BO-C 1A WONOREJO 0434982 9157003 Reha b 2012
8 BO-D 2 TAWANGREJO 0434599 9156624
9 BO-C 6 TAWANGREJO 0434543 9156304 Reha b 2012
10 BO-C 7 KEMPUT II 0434173 9155582 Reha b 2013
11 BO-C 8 KEMPUT I 0433968 9155329 Reha b 2013
12 BO-C 8A KEMPUT 0433873 9155061
13 BO-D 1 PURWOBINANGUN 0433744 9154607
14 BO-C 9 SABRANG 0433711 9154291 Reha b 2012
15 BO-C 2A KUMENDUNG 0433541 9153628
16 BO-C 10 KALIRESO I 0433408 9153267
17 BO-C 2 GLONDONG 0433302 9152602
18 BO-C 11 SENTUL 0433310 9152180
19 BO-C 11B KARDANGAN 0433312 9152098
20 BO-C 12 NGIPIK 0433189 9151587
21 BO-C 11A KARDANGAN 0433296 9151909
22 BO-C 4A BULUS 0433152 9151266
23 BO-GS 2B SERUT 0433153 9150969
24 BO-GS 2A WONOSOBO II 0433155 9150667
25 BO-C 4 WONOSOBO I 0433156 9150496
26 BO-GS 1A BLEKIK II 0432833 9149498
27 BO-C 1 BLEKIK 0432660 9149065
28 BO-GS 1 BLEKIK 0432630 9148892
29 BO-GS 2 BLEKIK 0432687 9148665
30 BO-GS 3 KLUTUK 0432750 9148479
31 BO-GS 4 NGAMPEL 0432819 9148255
32 BO-GS 5 SERUT 0432798 9148062
33 BO-GS 6 REJODANI 0432749 9147670
34 BO-GS 7 REJODANI 0432703 9147474
35 BO-GS 8 REJODANI 0432649 9147275
36 BO-GS 9 CINO 0432680 9147113
37 BO-GS 10 LOJAJAR 0432652 9147036
38 BO-GS 10A 0432695 9146937
39 BO-GS 10B 0432653 9146750
40 BO-GS 0 NGENTAK 0432603 9146589
41 BO-GS 01 NGENTAK 0432545 9146495
42 BO-GS 02 NGENTAK 0432567 9146440
43 BO-GS 0 KADIPIRO 0432641 9146168
44 BO-W 6 0430687 9142520
45 BO-D 8 POGUNG 0430566 9142128
46 BO-GS 6 POGUNG 0430578 9142014
47 BO-GI 6 POGUNG 0430580 9141923
48 BO-GS 5 POGUNG 0430586 9141804
49 BO-GI 5 POGUNG 0430602 9141702
50 BO-GS 4 POGUNG 0430548 9141630
51 BO-GS 3 POGUNG 0430485 9141522
52 BO-GI 4 POGUNG 0430556 9141420
53 BO-GI 3 POGUNG 0430648 9141367
54 BO-GS 2 POGUNG 0430597 9141252
55 BO-GI 2 POGUNG 0430559 9141140
56 BO-GS 1 POGUNG 0430499 9141107
57 BO-GI 1 POGUNG 0430438 9141011

39
3.2 Proses Pelaksanaan Survey
Tim survey dibagi menjadi 2 group dengan anggota 3-4 orang setiap groupnya. Group 1
menelusur prasarana di K. Pabelan dan group 2 menelusur prasaran di K. Boyong.
Peralatan yang disiapakan untuk pelaksanaan survey untuk masing-masing group adalah:
Kamera poket minimal 10 MP
GPS standar survey
Form survey
Peralatan tulis
Pita ukur
Jas hujan
Sepatu lapangan

Survey hari pertama, semua anggota melakukan survey secara bersama (mutual) tanpa
pembagian group. Hal ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan tolok ukur menilai
masing-masing anggota. Pada hari kedua dan seterusnya tim dibagi menjadi 2 group.
Mengingat komposisi jumlah bangunan yang tidak seimbang antara K. Pabelan dan K.
Boyong maka tim survey yang telah menyelesaikan penelusurannya di K. Pabelan
melanjutkan survey di K. Boyong yang belum selesai ditelusur.
Kapasitas setiap group dialam menyelesaikan survey dalam satu hari adalah sebanyak
minimal 5 bangunan dan maksimal 8 bangunan.

3.3 Penilaian Kondisi Prasarana Pengendali Lahar


Hasil pencatatan kondisi bangunan yang disurvey pada form yang telah disediakan berisi
status kondisi bagian-bagian bangunan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Selanjutnya dari hasil penilaian parsial tersebut dihitung bobot kondisi satu kesatuan
bangunan dengan metode perhitungan sebagaimana dijelaskan pada bab 2 diatas. Hasil
pencatatan secara lengkap kondisi masing-masing bangunan prasarana pengendali lahar dan
visualisasi berupa photo pada saat survey di Lapangan dapat dilihat di Buku 2 dari Laporan
ini. Sementara itu rekapitulasi perolehan skor kondisi bangunan dapat dilihat pada Tabel 3-3
untuk lokasi K. Pabelan dan Tabel 3-4 untuk lokasi obyek K. Boyong berikut ini.

40
TABEL 3-3 REKAPITULASI HASIL SKORING TINGKAT KERUSAKAN PRASARANA PENGENDALI LAHAR
LOKASI : K. PABELAN, KAB. MAGELANG

Tingkat Skor Kondisi Rekomendasi


No. Nama/Kode Prasarana Tipe Struktur Kerusakan Prasarana
(%) (%)
1 PA - RD 2 Klakah Sabo Dam tipe tertutup 4 96 Ba ba t rumput /s ema k; pa s a ng pa pa n petunjuk l oka s i
2 PA - RD 4 Wonolelo Sabo Dam 13 87 Ba ba t rumput /s ema k; pa s a ng pa pa n petunjuk l oka s i ; Perba i ka n ja l a n ma s uk; Perba i ka n
La nta i dri p hol e; perba i ka n s a l ura n i ri ga s i L= 20 m B=0,4

3 PA - RD 5 Tlogolele Sabo Dam 5 95 Ba ba t rumput /s ema k; pa s a ng pa pa n petunjuk l oka s i ; Perba i ka n tol o-tol o 50 bh; Ga l i a n
s edi men di hul u

4 PA-D 3 SENGI Sabo Dam tipe tertutup 14 86 Ba ba t s ema k-s ema k ; Perba i ka n kopera n s a l ura n i ri ga s i 40 m ; Perba i ka n s a l ura n i ri ga s i
L=100m; Penel us ura n deti l Perba i ka n cres t ma i n da m=30 m; pa s a ng petunjuk l oka s i .

5 PA-D 2 SENGI/WONOGIRI Sabo dam Tipe tertutup 7 93 Ba ba t rumput ; pa s a ng nommenkl a tur; pa s a ng petunjuk l oka s i ; Penel us ura n Pemi nda ha n
i nta ke i ri ga s i .

6 PA-D 1 KAPUHAN Sabo Dam tipe tebuka silt 6 94 pa s a ng nommenkl a tur; pa s a ng petunjuk l oka s i
7 PA-D 0 CANDI PENDEM Sabo Dam tipe terbuka silt 4 96 Ba ba t rumput /s ema k; pa s a ng pa pa n petunjuk l oka s i
8 PA-C OPRIT SENGI Sabo dam tipe terbuka konduit 1 99 Ba ba t rumput /s ema k 20 m2; pa s a ng pa pa n petunjuk l oka s i
9 PA-C TLATAR Sabo Dam tipe tertutup 5 95 Ba ba t rumput /s ema k; pa s a ng pa pa n petunjuk l oka s i ; Perba i ka n kopera n s i de wa l l L=15 m
10 PA-C1 BANYUDONO Sabo Dam tipe tertutup 2 98 pa s a ng pa pa n petunjuk l oka s i
11 PA-C2 BANYUDONO Sabo Dam tipe tertutup 8 92 Penel us ura n deti l ja l a n ma s uk; pa s a ng pa pa n petunjuk l oka s i
12 PA-C3 GONDOWANGI Sabo Dam tipe tertutup 6 94 Penel us ura n deti l ja l a n ma s uk; pa s a ng pa pa n petunjuk l oka s i
13 PA-C KOJOR SEMEDI Sabo Dam tipe terbuka silt 0 100 Pa s a ng pa pa n petunjuk l oka s i .
14 PA-C BENDUNG KOJOR Sabo Dam tipe tertutup 4 96 Pa s a ng pa pa n petunjuk l oka s i , Us ul a n Rekomtek pena mba nga n.
15 PA-C 5 BOJONG Sabo dam tipe terbuka konduit 4 96 Pa s a ng pa pa n petunjuk l oka s i , Us ul a n Rekomtek pena mba nga n.
16 PA-C PRUMPUNG Sabo Dam tipe tertutup 2 98 Ba ba t rumput /s ema k; pa s a ng pa pa n petunjuk l oka s i , Pa s a ng pa pa n l a ra nga n bua ng
s a mpa h

17 PA-C SROWOL Sabo dam tipe terbuka konduit 0 100 Pa s a ng pa pa n petunjuk l oka s i .

41
TABEL 3-4 REKAPITULASI HASIL SKORING TINGKAT KERUSAKAN PRASARANA PENGENDALI LAHAR
LOKASI : K. BOYONG, KAB. SLEMAN

No. Nama/Kode Prasarana Tipe Struktur Tingkat Skor Kondisi Rekomendasi


Kerusakan Prasarana
(%) (%)
1 BO-D 7 TURGO Sa bo da m ti pe tertutup kondui t 9 91 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh da m, Pema s a nga n pa pa n Nomenkl a tur; Pa pa n petunjuk Loka s i
2 BO-D 6 BOYONG Sa bo da m ti pe tertutup kondui t 10 90 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh wi ng wa l l ; Pema s a nga n pa pa n Nomenkl a tur; Pa pa n petunjuk Loka s i
3 BO-D 5 BOYONG Sa bo da m ti pe tertutup kondui t 18 82 Pembers i ha n l ongs ora n tebi ng; perba i ka n s i de wa l l reta k; pembers i ha n ta na ma n l i a r di wi ng
wa l l ;Pembers i ha n i nta ke i ri ga s i

4 BO-D 4 KEMIRI Sa bo da m ti pe tertutup kondui t 8 92 Pembers i ha n ta na ma n l i a r di s i de wa l l ; overl a y beton di cres t da m


5 BO-C 5 BULU kons ol i da s i da m ti pe tertutup kondui t 18 82 Pembers i ha n ta na ma n l i a r di Buffer fi l l Si de Wa l l ; Pembers i ha n s edi men di a ta s l a nta i a pron ;
Perba i ka n Si dewa l l ka na n; Pa s a ng nomenkl a tur; pa s a ng petunjuk l oka s i
6 BO-D 3 WONOREJO Sa bo da m ti pe tertutup kondui t 12 88 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh da m, Pa pa n petunjuk Loka s i , Reha b tol o-tol o.
7 BO-C 1A WONOREJO kons ol i da s i da m ti pe tertutup 18 82 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh da m, Pa pa n petunjuk Loka s i ; Reha b pi ntu a i r i ri ga s i .
8 BO-D 2 TAWANGREJO Sa bo da m ti pe tertutup 12 88 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh da m, Pa pa n petunjuk Loka s i , Penel us ura n deti l ja l a n ma s uk.
9 BO-C 6 TAWANGREJO kons ol i da s i da m ti pe tertutup 6 94 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh da m, Pa pa n petunjuk Loka s i , Penel us ura n deti l ja l a n ma s uk.
10 BO-C 7 KEMPUT II kons ol i da s i da m ti pe tertutup 3 97 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh da m, Pa pa n petunjuk Loka s i , Reha b tol o-tol o.
11 BO-C 8 KEMPUT I kons ol i da s i da m ti pe tertutup 8 92 Pa pa n petunjuk Loka s i , penel us ura n deti l ja l a n ma s uk.
12 BO-C 8A KEMPUT kons ol i da s i da m ti pe tertutup kondui t 12 88 Pa pa n petunjuk Loka s i , Reha b tol o-tol o
13 BO-D 1 Sa bo da m ti pe tertutup kondui t 14 86 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh da m, Pa pa n petunjuk Loka s i , Penel us ura n deti l rembes a n di d/s
ma i n da m.

14 BO-C 9 SABRANG kons ol i da s i da m ti pe tertutup 8 93 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .


15 BO-C 2A KUMENDUNG kons ol i da s i da m ti pe tertutup 18 82 Pa pa n petunjuk Loka s i , Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh da m, penel us ura n deti l ja l a n ma s uk.
16 BO-C 10 KALIRESO I kons ol i da s i da m ti pe tertutup 14 86 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
17 BO-C2 GLONDONG kons ol i da s i da m ti pe tertutup 14 86 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
18 BO-C 11 SENTUL kons ol i da s i da m ti pe tertutup 14 86 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
19 BO-C 11B KARDANGAN kons ol i da s i da m ti pe tertutup kondui t 10 90 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Reha b tol o-tol o, Pa pa n petunjuk Loka s i .
20 BO-C 12 NGIPIK kons ol i da s i da m ti pe tertutup 12 88 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
21 BO-C 11A KARDANGAN kons ol i da s i da m ti pe tertutup 13 87 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
22 BO - C 4A BULUS kons ol i da s i da m ti pe tertutup kondui t 6 94 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
23 BO - GS 2B SERUT Grounds i l l 17 83 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
24 BO - GS 2A WONOSOBO II Grounds i l l 11 89 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i , Penel us ura n deti l l oba ng di a pron da n
gerus a n tubuh da m.

25 BO - C 4 WONOSOBO I Kons ol i da s i da m ti pe tertutup 11 89 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i , Penel us ura n deti l l oba ng di a pron.
26 BO-GS 1A BLEKIK II Grounds i l l 17 83 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i , Pengga nti a n pi ntu i ri ga s i 1 bh.
27 BO-C 1 BLEKIK I Grounds i l l 19 81 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i ,penel us ura n deti l s couri ng d/s s ubda m.
28 BO-GS 1 BLEKIK Grounds i l l 33 67 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i , Penel us ura n deti l l oba ng di a pron da n
gerus a n tubuh da m.

42
29 BO-GS 2 BLEKIK Grounds i l l 17 83 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i , Penel us ura n deti l l oba ng di a pron da n
gerus a n tubuh da m.

30 BO-GS 3 KLUTUK Grounds i l l 20 80 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i , perba i ka n ri nga n bufferfi l l s ub da m 2


3
m pa s . ba tu .
31 BO-GS 4 NGAMPEL Grounds i l l 19 81 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i , perba i ka n l a nta i a pron beton 2 m3.
32 BO-GS 5 SERUT Grounds i l l 14 86 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
33 BO - GS 6 REJODANI Grounds i l l 12 88 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i , penel us ura n deti l i nta ke i ri ga s i .
34 BO - GS 7 REJODANI Grounds i l l 17 83 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
35 BO - GS 8 REJODANI Grounds i l l 9 91 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
36 BO - GS 9 CINO Grounds i l l 9 91 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
37 BO - GS 10 LOJAJAR Grounds i l l 6 94 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
38 BO - GS 10A Grounds i l l 9 91 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
39 BO - GS 10B Grounds i l l 7 93 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
40 BO - GS 0 NGENTAK Grounds i l l 6 94 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
41 BO - GS 01 NGENTAK Grounds i l l 9 91 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
42 BO - GS 02 NGENTAK Grounds i l l 7 93 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
43 BO - GS 0 KADIPIRO Gronds i l l 9 91 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
44 BO - W 06 Grounds i l l 4 96 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
45 BO - D 08 POGUNG Grounds i l l 5 95 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
46 BO - GS 6 POGUNG Grounds i l l 7 93 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
47 BO - GI 06 Gi rder 7 93 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
48 BO - GS 05 Grounds i l l 7 93 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
49 BO - GI 5 POGUNG Gi rder 7 93 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
50 BO - GS 4 POGUNG Grounds i l l 7 93 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
51 BO - GS 3 POGUNG Grounds i l l 7 93 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
52 BO - GI 4 POGUNG Gi rder 5 95 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
53 BO - GI 3 POGUNG Gi rder 7 93 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
54 BO - GS 2 POGUNG Grounds i l l 7 93 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
55 BO - GI 2 POGUNG Gi rder 7 93 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
56 BO - GS 1 POGUNG Grounds i l l 5 95 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .
57 BO - GI 1 POGUNG Gi rder 7 93 Ba ba t ta na ma n l i a r di tubuh Da m, Pa pa n petunjuk Loka s i .

43
BAB IV
RENCANA PELAKSANAAN PEMELIHARAAN HASIL SURVEY

4.1 Definisi Pemeliharaan


Pemeliharaan prasarana dikategorikan menjadi 3 (tiga) jenis meliputi:
Pemeliharaan Preventif;
Pemeliharaan Korektif;
Pemeliharaan rehabilitatif.

4.1.1 Pemeliharaan Preventif


Pemeliharaan adalah pemeliharaan yang bersifat terus menerus untuk melindungi dan
mencegah prasarana dari kerusakan yang disebabkan oleh sebab-sebab alamiah seperti daya
rusak air, aktifitas manusia dan aktifitas hewan sehingga kinerja dan fungsi prasarana dapat
dipertahankan. Berdasarkan fungsinya untuk melindungi dan mencegah kerusakan maka
dalam pemeliharaan rutin ini secara spesifik kegiatan-kegiatannya adalah :
A. Tindakan Pengamanan
Tindakan perlindungan :
(i) Mengatur penambangan pasir, kerikil dan batu yang dilakukan di prasarana sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.
(ii) Memasang patok garis sempadan sungai berdasarkan penetapan garis sempadan sungai.
(iii) Melarang kegiatan apapun di prasarana tanpa seizin.
(iv) Melarang mendirikan bangunan di prasarana.
(v) Melarang menanam tanaman di prasarana, selain gebalan rumput untuk melindungi tubuh
tanggul.
(vi) Membebaskan dataran banjir lahar dari peruntukkan yang mengganggu fungsi prasarana.
Tindakan pencegahan :
(i) Memasang papan pengaturan antara lain ; pengaturan penggarapan tanah di prasarana,
pengaturan tonase kendaraan yang melintas jalan inspeksi, jembatan sabodam dan tanggul.
(ii) Memasang papan peringatan melarang mendirikan bangunan di prasarana
(iii) Mengontrol papan pengaturan, papan pengaturan dan patok-patok batas sepadan sungai dan
batas tapak bangunan prasarana supaya tidak dipindahkan atau dirusak oleh masyarakat.
(iv) Mengadakan penyuluhan/sosilalisasi kepada masyarakat dan instansi terkait tentang perlunya
upaya pengamanan prasarana. .
(v) Membuat bangunan pengamanan di tempat-tempat yang berbahaya, misalnya di sabodam,
jembatan, ruas sungai yang tebingnya curam, ruas sungai yang dalam dan arusnya deras dan lain
sebagainya.
(vi) Memasangan penghalang di jalan inspeksi, sabodam jembatan dan tanggul, misalnya: portal,
patok dan lain sebagainya.

44
B. Pemeliharaan Rutin
Pemeliharaan yang dilaksanakan secara rutin yang dilaksanakan satu kali dalam satu tahun
untuk merawat prasarana, sekurang-kurangnya sebagai berikut;
1. Memberikan minyak pelumas pada bagian pintu pengambilan air.
2. Membersihkan kotoran, rumput, semak belukar, tanaman liar, sampah dan gulma yang ada
di tubuh maupun di sekitar prasarana. .
3. Memelihara gebalan rumput pelindung permukaan tubuh tanggul.
4. Menebang pohon dan membongkar bangunan liar yang mengganggu fungsi prasarana.
5. Memperbaiki bagian prasarana termasuk jalan masuk ke prasarana yang mengalami retak,
terkelupas, berlubang, dan ambles.
6. Memperbaiki atau mengganti papan larangan dan/ atau papan petunjuk pengungsian yang
rusak atau hilang.
7. Mengendalian sampah dengan melakukan pembersihan sampah untuk memelihara dan
menjaga alur sungai, terutama di bagian hilir agar tetap dapat mengalirkan banjir lahar sesuai
dengan kapasitas yang direncanakan.
C. Pemeliharaan Berkala Bersifat Perawatan
Sekurang-kurangnya melakukan kegiatan berikut;
1. Mengecat; peralatan pemantau lahar, pintu air, saringan sampah, portal, marka jalan,
prasasti dan lain sebagainya.
2. Membersihan; lumpur, pasir, kerikil, dan batu-batu serta hanyutan batang pohon tumbang
yang menyumbat saluran pengambilan air, lubang slit dan lubang conduit.
3. Membersihan; lumpur, pasir, kerikil, dan batu-batu serta hanyutan batang pohon tumbang
yang menumpuk di permukaan jembatan sabodam, setelah terjadi banjir lahar.
4. Membuat nota kesepahaman para pihak mengenai pemanfaatan prasarana oleh para pihak,
misalnya; nota kesepahaman dengan instansi terkait / dinas terkait/ pengusaha dalam rangka
penambangan, pasir, kerikil, dan batu-batu di kantong lahar, pengerukan sungai dalam rangka
normalisasi sugai dimana material hasil pengerukan akan digunakan sebagai bahan bangunan,
bahan urugan dan sebagainya.
5. Pada prinsipnya, penambangan penambangan pasir, kerikil, dan batu-batu dilarang di
semua prasarana, kecuali hanya di kantong lahar.

D. Pembatasan Pemanfaatan
Kegiatan membatasi pemanfaatan prasarana dengan mempertimbangkan kemungkinan
kerusakan dan tanggung jawab para pihak dalam perbaikan kerusakan akibat pemanfaatan
suatu prasarana, sekurang-kurangnya sebagai berikut;
1. Pembatasan pemanfaatan prasarana untuk keperluan, antara lain pembangkit tenaga listrik
mikrohidro, perikanan, penambangan dan rekreasi;
2. Setiap pemanfaatan prasarana harus dimintakan izin terlebih dahulu dan dilaksanakan
mengikuti kriteria batasan pemanfaatan dan tindakan pemeliharaan yang harus dilakukan. Hal
ini untuk mencegah kerusakan atau tidak berfungsinya prasarana akibat pemanfaatan
terhadap prasarana tersebut;
3. Kerusakan prasarana sebagai akibat dari pemanfaatan prasarana menjadi tanggung jawab
pihal pemanfaat/pengguna prasarana.
Untuk menilai kerusakan prasarana sebagai akibat dari pemanfaatan prasarana dilakukan oleh
Tim beranggotakan petugas Satker Operasi dan Pemeliharaan di Balai Besar/Balai Wilayah

45
Sungai dan/atau bersama dengan instansi terkait dan/atau masyarakat, serta pihak yang
memanfaatkan prasarana tersebut.

4.1.2 Pemeliharaan Korektif


Pemeliharaan korektif bertujuan untuk mengenbalikan fungsi prasarana sesuai dengan kinerja
yang direncanakan awal. Beberapa jenis pemeliharaan yang masuk kedalam kategori ini
antara lain:
1. Perbaikan ringan dan reparasi;
2. Pemeliharaan khusus;
3. Rektifikasi;
4. Pemeliharaan darurat; dan,
5. Penyiapan bahan dan peralatan tanggap darurat.

A. Perbaikan Ringan dan Reperasi


Definisi dari pemeliharaan katagori ini adalah memperbaiki dan mereparasi bagian prasarana
yang mengalami rusak ringan akibat pelaksanaan operasi maupun akibat sifat alami komponen
dari komponen bangunannya, dan merupakan pekerjaan sederhana dan tidak memerlukan
perencanaan teknis detail, sekurang-kurangnya sebagai berikut;
Perbaikan pintu.
Reparasi peralatan pemantau lahar.
Reparasi peralatan komunikasi infornasi banjir lahar.
Reparasi peralatan berat unttuk tanggap darurat.
Reparasi kendaraan operasional.
Perbaikan fasilitas pendukung seperti kantor, rumah jaga dan reparasi peralatannya
Perbaikan untuk menambal lubang jalan masuk dan memperbaiki serta memperlancar drainasi
jalan masuk.
Perbaikan untuk menutup rembesan kecil-kecil di tubuh bangunan.
Perbaikan selimut beton yang mengalami retak dangkal atau sedikit terkelupas.
Perbaikan tubuh krib yang mengalami retak-retak dan abrasi dangkal.
Perbaikan permukaan lubang slit atau conduit yang mengalami abrasi atau retak-retak dangkal.
Perbaikan badan tanggul yang sedikit ambles atau permukaannya rusak ringan.

B. Pemeliharaan Khusus
Memperbaiki kerusakan bagian dan / atau seluruh bagian prasarana berdasarkan pertimbangan
keamanan harus segera mungkin diperbaiki, karena fungsi atau nilai kinerjanya kurang dari 80%
dan masih diatas 60% dari kinerja rencana, sekurang-kurangnya sebagai berikut;
Perbaikan bagian lantai apron yang bolong sebagian.
Perbaikan bagian dinding apron yang runtuh sebagian.
Perbaikan bagian sayap dam yang retak dalam atau patah.
Perbaikan bagian dam utama yang mengalami abrasi dalam.
Perbaikan bagian badan tanggul yang mengalami longsor.
Perbaikan bagian talud yang telah retak dalam dan/atau patah.
C. Rektifikasi

46
Memperbaiki dan / atau menyempurnakan bagian dan / atau seluruh bagian prasarana, sekurang-
kurangnya sebagai berikut;
Penambahan sub dam untuk mengamankan pondasi terhadap gerusan lokal yang terus
berkembang semakin dalam.
Peninggian sayap sabodam untuk pengamanan tebing sungai agar tidak longsor ketika terjadi
banjir lahar.
Pemotongan sayap sabodam agar banjir lahar tidak meluap keluar palung sungai, karena
kedalaman palung sungai relatif pendek.
Pelobangan sabodam agar pasokan sedimen ke daerah hilir tetap seimbang.
Pengubahan bendung menjadi sabodam dengan tetap mempertahankan fungsi bendung sebagai
bangunan untuk menaikan elevasi muka air normal dalam rangka pemberian air irigasi.
Peninggian tanggul karena debit banjir lahar semakin besar akibat terjadi erupsi baru.
D. Pemeliharaan Darurat
Memperbaiki kerusakan prasarana yang apabila tidak segera diperbaiki akan mengalami
kerusakan yang lebih parah, sekurang-kurangnya sebagai berikut;
Pengamanan sementara tebing sungai yang longsor dengan bronjong, sesat setelah banjir lahar.
Apabila tidak segera dilakukan pengamanan sementara akan, misalnya: menyebabkan jalan raya
longsor, penyangga jembatan (abutment) ambruk dan lain sebagainya
Penutupan sementara tanggul yang longsor dengan karung pasir, agar tanggul yang longsor tidak
semakin panjang.
Pengamanan sementara terhadap gerusan lokal dengan bronjong atau timbunan batu-batu, agar
gerusan lokan tidak semakin luas dan dalam.
Pembuatan guide channel di daerah endapan piroklastik atau lahar, agar aliran permukaan
terkonsentrasi di tengah palung sungai.
Penggantian sementara pintu pengambilan air yang rusak terbentur batu-batu aliran lahar dengan
menggunakan kayu atau papan tebal, agar tetap berfungsi sementara waktu sampai dilakukan
perbaikan permanen.
E. Penyiapan Bahan Dan Peralatan Tanggap Darurat
Menyiapan bahan dan peralatan tanggap darurat dalam rangka menunjang pemeliharaan
darurat yang sewaktu-waktu harus segera dilaksanakan, sekurang-kurangnya sebagai berikut;
Penyediaan kantong pasir, benang/tali dan jarum jahit kantong pasir.
Penyediaan bronjong untuk bangunan sementara.
Penyediaan kawat ikat dan/ atau tali ijuk.
Penyediaan balok kayu pancang untuk pancang bronjong dan bambu.
Penyediaan tenda plastik untuk pelaksanaan tanggap darurat di lokasi kritis.
Penyediaan generator 500-1000 watt untuk penerangan pada saat pelaksanaan tanggap darurat.
Penyediaan alat berat, seperti eskavator, bulldozer dan dumptruck.
Penyediaan bahan dan perlatanan lainnya sesuai dengan kebutuhan untuk pelaksanaan tanggap
darurat.

4.1.3 Pemeliharaan Rehabilitatif

47
Pemulihan kelestarian, keberadaan dan fungsi prasarana tanpa mengubah tujuan dan tingkat
layanan prasarna. Jenis-jenis pemeliharaan katagori ini antara lain:
Rehabilitasi
Pembangunan kembali
Restorasi jaringan sumber air
Hal-hal yang harus diperhatikan didalam kebijakan pemilihan jenis pemeliharaan ini antara
lain :
Skala prioritas berdasarkan kondisi yang paling realistik sesuai dengan harapan masyarakat
atau sesuai kebutuhan setelah dilkukan sosialisasi atau petermuan konsultasi masyarakat.
Kajian perencanaan teknis untuk menyusun detail desain, spesifikasi teknis, dan rencana
anggaran biaya dan waktu pelaksanaan fisik konstruksi.
Pemilihan pelaksana fisik konstruksi, dengan swakelola atau lelang (kontrak)
Ketersediaan anggaran biaya pemeliharaan tahun berjalan. Apabila tidak cukup dapat
menganjukan anggaran biaya pemeliharaan untuk tahun berikutnya
Persetujuan dari Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan sebagai instansi pembina.
A. Rehabilitasi
Memperbaiki kerusakan bagian dan/atau seluruh bagian prasarana berdasarkan pertimbangan
keamanan harus segera mungkin diperbaiki, karena fungsi atau nilai kinerjanya kurang dari 60%
dari kinerja rencana, sekurang-kurangnya sebagai berikut;
Normalisasi dalam rangka mengembalikan seperti semula dari penampang sungai dan saluran
pengelak banjir lahar. Normalisasi sungai dalam rangka penampang baru dari sungai atau saluran
pengelak banjir lahar tidak termasuk dalam kegiatan pemeliharaan.
Perbaikan sebagian atau seluruh bangunan prasarana, seperti; pembangunan kembali dam utama,
sub dam, konsolidasi dam, cekdam overflow kantong lahar, gronsil, girdel, tanggul, talud, krib,
pintu air, peralatan pemantau lahar yang rusak akibat banjir lahar.
B. Pembangunan Kembali
Membangun kembali prasarana berdasarkan pertimbangan keamanan harus segera dibangun
kembali, karena seluruh bangian prasarana rusak berat dan tidak berfungsi, sekurang-
kurangnya sebagai berikut;
Membangunan kembali dam utama, sub dam, konsolidasi dam, cekdam overflow kantong
lahar, gronsil, girdel, tanggul, talud, krib, pintu air, peralatan pemantau lahar yang rusak
akibat banjir lahar
Normalisasi mengembalikan penampang dan alur sungai dan/atau saluran pengelak banjir
lahar seperti semula. Normalisasi membuat penmpang dan alur sungai dan/atau saluran
pengelak banjir lahar yang baru tidak termasuk dalam kegiatan pembangunan kembali.
C. Restorasi Jaringan Sumber Air
Merestorasi jaringan sumber air yang rusak akibat usia yang sudah tua, tekena banjir lahar,
dan ulah manusia, sehingga fungsi atau nilai kinerja kurang dari 60% dari kinerja rencana,
sekurang-kurangnya sebagai berikut;
Merestorasi lubang pengambilan air, saluran air, kantong lumpur dan pintu air.
Merestorasi bak penampung, pipa dan saluran mataair yang berada di daerah gunungapi, yang
merupakan sumber utama airbaku untuk kebutuhan rumah tangga dan industri rumahan dari
penduduk setempat.
Konservasi sungai, meliputi:
1. Perlindungan palung sungai

48
Pengaturan penambangan (pasir, kerikil dan batu) di sungai. Tata cara pengaturan
penambangan di sungai dilaksanakan sebagaimana diatur sesuai peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
Pengendalian kedalaman dan alur sungai yang kritis untuk menjamin kedalaman dan fungsi
sungai, guna memenuhi berbagai kepentingan, seperti penyaluran banjir lahar agar tetap
mengalir di tengah palung sungai dan keseimbangan dinamis sedimen di dasar alur sungai.
Pengendalian kemiringan dasar sungai kritis untuk menjamin kelestarian dan fungsi sungai
dari pengaruh agradasi (kenaikan dasar sungai) dan degradasi (penurunan dasar sungai), dan
dilakukan melalui kegiatan pengaturan kemiringan dasar sungai yang kritis dan/atau
pengendalian sedimen sungai.
Pengendalian tebing sungai kritis dari bahaya longsor untuk menjamin kelestarian dan fungsi
sungai serta melindungi prasarana umum, seperti jalan, gedung, area rekresai dan lain
sebaginya dari pengaruh ketidakstabilan tebing sungai dari pengaruh arus dan/atau gerusan
banjir. Pengendalian tebing sungai kritis dilakukan dengan bangunan perlindungan atau
perkuatan tebing sungai dengan mempertimbangkan pengaruh gerusan lokal maksimum yang
diperhitungkan akan terjadi.
Perlindungan palung sungai dilaksanakan oleh petugas Satker Operasi dan Pemeliharaan di
Balai Besar/Balai Wilayah Sungai. Apabila diperlukan bekerjasama dengan instansi terkait
dan masyarakat.
2. Sempadan sungai
Perlindungan terhadap sempadan sungai dimaksudkan untuk menjaga ruang penyangga
antara ekosistem sungai dan daratan serta fungsi sungai untuk mengalirkan banjir lahar.
Perlindungan terhadap sempadan sungai dilakukan dengan penetapan garis sempadan sungai
serta pembatasan pemanfaatan sempadan sungai. Pembatasan pemanfaatan pada sempadan
sungai dilakukan dengan pengaturan pemanfaatan hanya untuk jenis tanaman semusim serta
larangan mendirikan bangunan.
Penetapan sempadan sungai ditetapkan oleh Menteri, gubernur, bupati/walikota, sedangkan
pengaturan zona pemanfaatan lahan sempadan

4.2 Kodifikasi
Berdasarkan uraian definisi dan pengkatagorian jenis-jenis pemelihaaraan, maka untuk
mempermudah dan menyeragamkan notasi jenis pemeliharaan di masing-masing lokasi
disusunlah pengkodean berikut ini.

Tabel 4-1. Kodifikasi Pengkatagorian Kegiatan Pemeliharaan


Katagori Pemeliharaan Katagori Tindakan Kodifikasi
Preventif Tindakan Pengamanan Pr Pa
Pemeliharaan Rutin Pr Ru
Pemeliharaan Berkala Pr Bk
Pembatasan Pemanfaatan Pr Bt
Korektif Perbaikan ringan dan reparasi Ko Ri
Pemeliharaan Khusus Ko Ku
Rektifikasi Ko Rt
Pemeliharaan Darurat Ko Dr
Penyiapan bahan Tanggap darurat Ko Btd
Rehabilitatif Rehabilitasi Re Re
Restorasi Sumber Air Re Rsa
Pembangunan Kembali Re Pk

49
4.3 Harga Satuan Pekerjaan
Analisis harga satuan pekerjaan kegiatan Pemeliharaan ini disusun berdasarkan pada harga
material dan tenaga tahun 2014 yang diperoleh dari beberapa sumber antara lain: pekerjaan
pemeliharaan rehabilitatif yang telah dan sedang berjalan di PPK pengendali lahar G. Merapi,
harga satuan pekerjaan yang dipublikasi resmi oleh Kab. Sleman dan Kab. Magelang dan
berdasarkan harga wajar di pasaran.
Daftar harga satuan pekerjaan adalah seperti ditampilkan pada Tabel 4-2 berikut dan analisis
harga satuan item-item pekerjaan dapat diperiksa pada Lampiran 3. Kolom keterangan
mengindikasikan kode referensi item analisis harga satuan.

Tabel 4-2 Harga Satuan Pekerjaan Pemeliharaan Prasarana Pengendali Lahar 2014
Harga Satuan
Pekerjaan
No. Uraian Pekerjaan Satuan Keterangan
(Rp)

1 PEKERJAAN PERSIAPAN
1-01 Mobilisasi dan Demobilisasi alat berat Ls
1-02 Kistdam, pengeringan dan pengaturan aliran Ls
PEKERJAAN PEMBERSIHAN DAN
2
KUPASAN
2-01 Pembersihan dan kupasan lahan/rumput m2 4,418.00 An. T.01
Pembersihan dan kupasan lahan/rumput dan
2-02 m2 7,054.00 An.T.02
akar tonggak pohon
3 PEKERJAAN BONGKARAN
3-01 Bongkaran Pasangan batu kali lama m3 94,959.00 An. B.40.A
3-02 Bongkaran Beton m3 188,360.00 An. B.40.A
3-03 Bongkaran Bronjong 3 mm buatan pabrik m3 78,140.00 An. P.06
4 PEKERJAAN GALIAN TANAH
Galian tanah pasir berbatu kedalaman 3 m
4-01 dan jarak buang (hauling distance) 50 m < L m3 44,306.44 An. T.04
100 m dengan kombinasi alat berat
Galian tanah pasir berbatu kedalaman> 3 m
4-02 dan jarak buang (hauling distance) 50 m < L m3 58,734.51 An. T.05
100 m dengan kombinasi alat berat
5 PEKERJAAN TIMBUNAN TANAH
Perataan hasil buangan galian pasir berbatu
5-01 m3 9,103.68 An. T.14.
dengan alat berat
Timbunan tanah untuk Tanggul (Galian,
5-02 hauling, perataan dan pemadatan setiap lapis m3 54,852.22 An. T15.
30 cm) dengan alat berat
6 PEKERJAAN URUGAN KEMBALI
Urugan kembali bekas galian pasir berbatu
6-01 m3 27,330.64 An. 06.
dengan alat berat
7 PEKERJAAN BETON & BEGISTING
7-01 Beton mutu K-350, termasuk begisting m3 1,325,095.00 An. B.12.
7-02 Beton mutu K-175, termasuk begisting m3 1,119,094.00 An. B.13.
7-03 Beton mutu K-125, termasuk begisting m3 1,042,025.00 An. B.03.
8 PEKERJAAN PASANGAN BATU KALI
8-01 Pasangan Batu Kali (1 Pc : 4 Ps) m3 620,449.00 An. P.01.c
8-02 Plesteran 15 mm (1 Pc : 3 Ps) m2 50,182.00 An. P.03.e
8-03 Siar (1 Pc : 2 Ps) m2 38,966.00 An. P.02.a
9 PEKERJAAN LAIN-LAIN
Pegangan besi polos diameter 19 mm untuk An. Pek Lain-
9-01 bh 38,160.00 lain L.1.
maintenan
Pekerjaan ralling tangga besi beton dia 22 An. Pek Lain-
9-02 m' 64,108.00 lain L.2.
mm
9-03 Pipa PVC diameter 50 mm untuk lobang bh 34,950.00 An. Pek Lain-

50
drainage lain L.3.
An. Pek Lain-
9-04 Patok Beton pengaman bh 236,105.00 lain L.4
Pasang Pintu besi sorong ulir h=0.800m, b = An. Pek Lain-
9.06 bh 34,997,181.00 lain L.7
0.80 m, t= 8mm
Pasang Pintu besi sorong ulir h=1.00m, b = An. Pek Lain-
9.07 bh 40,606,080.00 lain L.5
1.00 m, t= 8mm
Pemasangan besi trash rack pada An. Pek Lain-
9-08 kg 32,288.00 lain L.6
saluran/intake irigasi
Pekerjaan Pasangan Bronjong kawat 3 mm
9-09 m3 618,570.00 An.P.05.
buatan pabrik (baru)
9-10 Pasangan bronjong kawat hsil bongkaran m3 151,210.00 An. P.07

4.4 Hasil Perhitungangan Kebutuhan Nyata Pemeliharaan


Kebutuhan anggaran untuk pemeliharaan prasarana pengendali lahar di K. Pabelan dan K.
Boyong (sebagai obyek uji coba) adalah seperti ditunjukkan pada Tabel 4-3. Secara
keseluruhan dengan jumlah prasarana pengendali lahar sebanyak 74 buah di kedua sungai
tersebut maka kebutuhan biaya pemeliharaan rata-rata setiap bangunan adalah sebesar Rp 6,6
juta per tahun.
Perhitungan kebutuhan biaya secara rinci dapat dilihat di Lampiran 4.

51
Tabel 4-3 Rekapitulasi Rencana Anggaran Pemeliharaan Tahun 2015

Sungai Katagori Sub Katagori Kode Jumlah


(Rp)
Boyong Preventif Pemeliharaan Rutin Pr Ru 53,145,492
Tindakan Pengamanan Pr Pa 49,540,010
Pemeliharaan berkala Pr Bk
Pembatasan pemanfaatan Pr Bt
Korektif Perbaikan ringan dan reparasi Ko Ri 60,883,434
Pemeliharaan khusus Ko ku
Rektifikasi Ko Rt
Pemeliharaan darurat Ko Dr
Penyiapan bahan tanggap Ko Btd
darurat
Rehabilitatif Rehabilitasi Re Re 125,653,356
Restorasi sumber air Re Rsa
Pembangunan kembali Re Pk
Sub Total Boyong 289,222,292
Pabelan Preventif Pemeliharaan Rutin Pr Ru 2,960,060
Tindakan Pengamanan Pr Pa 17,231,276
Pemeliharaan berkala Pr Bk
Pembatasan pemanfaatan Pr Bt
Korektif Perbaikan ringan dan reparasi Ko Ri 11,805,250
Pemeliharaan khusus Ko ku 166,280,332
Rektifikasi Ko Rt
Pemeliharaan darurat Ko Dr
Penyiapan bahan tanggap Ko Btd
darurat
Rehabilitatif Rehabilitasi Re Re
Restorasi sumber air Re Rsa
Pembangunan kembali Re Pk
Sub Total Pabelan 198,276,918
Grand Total 487,499,210

52
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Format pencatatan hasil survey yang digunakan didalam kegiatan penyusunan rencana OP
prasarana pengendali lahar ini, merupakan hasil sistimatisasi pengalaman empiris maupun
perumusan hasil kajian akademis dalam forum-forum ilmiah.
Berdasarkan hasil survey lapangan yang kemudian dituangkan kedalam format-format survey
dan format evaluasi hasil survey pada 2 (dua) sungai uji coba yaitu K. Pabelan dan K.
Boyong menunjukkan kondisi prasarana yang masih baik dimana secara kuantitatif kondisi
bangunan pengendali lahar di K. Pabelan sejumlah 17 buah mendapatkan skor 95 skala
penilaian 0 100 sedangkan kondisi bangunan pengendali lahar di K. Boyong sejumlah 57
buah mendapatkan rerata skor 89 skala penilaian 0 100.
Skor hasil survey tersebut sebagai indikasi bahwa program rehabilitasi dan rekonstruksi yang
telah dan sedang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak telah
membuahkan hasil positif. Namun demikian, sudah perlu diwaspadai adanya kecenderungan
penurunan kondisi secara alamiah jika program OP yang efektif dan efisien tidak dijalankan
secara tepat dan benar. Meskipun obyek survey hanya dilakukan pada 2 (dua) sungai tetapi
sampling 77 bangunan tersebut dapat menggambarkan kondisi keseluruhan bangunan
prasarana pengendali lahar G. merapi.
Tim OP yang melaksanakan survey penelusuran di lapangan secara umum dapat menerapkan
format yang telah disusun sebelumnya untuk merekam kondisi bangunan dan
mentranformasikan hasil pencatatan tersebut menjadi nilai-nilai kuantitatif meskipun masih
diperlukan penyempurnaan yang bersifat minor pada kriteria dan parameter penilaiannya.

5.2 Saran
Berdasarkan proses survey yang dijalani oleh tim OP BBWS Serayu Opak, beberapa
masukan penting untuk penyempurnaan format survey adalah:
Penambahan format prakiraan jenis dan volume perbaikan jika output survey yang
dikehendaki adalah angka kebutuhan nyata OP (AKNOP) kecuali untuk pemeliharaan yang
membutuhkan penelusuran detil,
Penambahan kriteria ada tidaknya papan penunjuk lokasi bangunan mengingat posisi
bangunan yang kebanyakan di lokasi yang jauh dari akses jalan.
Perlu dibentuk TOT (training of Trainer) yang terdiri dari personil pionir yang terlibat dalam
proses survey contoh ini. TOT ini merupakan cikal bakal kegiatan OP prasarana pengendali
lahar yng nantinya dilaksanakan oleh para pengamat sungai.

53
LAMPIRAN I
__________________________________________________________________________________________________

JENIS DAN TIPE


PRASARANA PENGENDALI LAHAR
BBWS SERAYU OPAK

0
Gambar L.1 ; Bentuk umum sabo dam

Karakteristik Sabodam sebagai


prasarana utama pengendali lahar
Pada umumnya dibangun di ;
daerah gunungapi aktif; dan
daerah dengan formasi batuan tidak
Sabo dam K.Kemiren Sabo dam K. Boyong Sabo dam K. Gendol kompak dan mudah longsor
Pondasi mengambang di atas lapisan
endapan yang tebal hasil erupsi gunungapi.
Sistem seri untuk menghindari gerusan
lokal yang cenderung dalam dan panjang
Fungsi utama mengontrol sebanyak
mungkin material lahar (menahan secara
permanen batu batu besar diamerter
Sabo dam tipe tertutup Sabo dam tipe terbuka slit Sabo dam terbuka lubang
> 2 m & menahan sementara pasir, kerikil
dan batu pada saat banjir lahar dan
mengalirkan kembali pada saat aliran
normal)
Tidak perlu dikosongkan, kecuali hanya
membersihkan lubang slit/konduit.yang
tersumbat agar penyaluran pasir, kerikil dan
batu kecil sampai sedang pada saat aliran
normal berlangsung lancar.
Biasanya di hilir deretan sabo dam
dibangun kantong lahar. Berfungsi untuk
menampung sebanyak mungkin pasir,
kerikil dan batu kecil sampai sedang. Jika
kantong lahar sudah penuh harus
dikosongkan .
Kantong lahar maupun sabo dam boleh di
tambang setelah dilakukan survei bersama
untuk menentukan batas layak tambang,
agar tidak merusak bangunan tersebut.

Gambar L. 2 ; Sistem seri prasarana pengendalian lahar

1
Sabo Dam Slit K. Boyong (BO-D5) Sabo Dam Konduit K. Boyong (BO-D3) Sabo Dam Konduit K. Trising (TR-D4)
Tipe Terbuka Oprit & Tipe Terbuka Tipe Terbuka

Sabo Dam K. Boyong (BO-D1) Sabo Dam K. Gendol (GE-D5) Sabo Dam K. Boyong (BO-D5)
Tipe Tertutup Tipe Tertutup Tipe Tertutup

Dam Konsolidasi K. Krasak (KR-C) Dam Pengarah K. Batang (BA-DS1) Kantong Lahar K. Bebeng (BE-KL1)

Gambar L. 3 : Prasarana pengendali lahar di daerah hulu

Groundsill K. Boyong (BO-GS1) Girdle K. Boyong

Talud K. Boyong Tanggul K. Putih

Gambar L. 4 : Prasarana pengendali lahar di daerah hilir

2
2.0 - 4.0 m
Beton K.225/K300

Beton K.225/K300
1,000

Pas. batu kali, 1 : 4 Benton, K.175

7.0 - 14.5 m
Apron 1,000 500
Dinding apron 1,000
Kemiringan dasar sungai 1,000

1,000
500 500

1,000
Pasangan Batu Kali 1: 4/ Beton Siklop /
Beton K125 / Soil Cement

20.0 - 40.0 m

Tampang Memanjang
500

Benton, K.175

1,000
Beton K.225/K300

Pas. batu kali, 1 : 4 500


Dasar sungai

Pasangan Batu Kali 1: 4/ Beton Siklop /


Beton K125 / Soil Cement

Tampang Melintang

Gambar L. 5 : Bahan bangunan sabodam. konsolidasi dam dan cekdam overflow


kantong lahar

Gambar L. 6 : Bahan bangunan girdel

3
Gambar L. 8 : Bahan bangunan groundsill

Pasangan Batu Kali 1: 4/


dengan frame
Beton K125

Urugan pasir

Gambar L. 9 : Bahan tanggul di daerah gunungapi aktif

Pasangan Batu Kali 1: 4


dengan frame Urugan pasir
Beton K125

Pasangan Batu Kali 1: 4/


Beton K125
Talud
Krip

Gambar L. 10 : Talud dan krip di daerah gunungapi aktif

4
LAMPIRAN II
__________________________________________________________________________________________________

FORMULIR INSPEKSI
PRASARANA PENGENDALI LAHAR
BBWS SERAYU OPAK

0
PROSEDUR
PENGISIAN FORMULIR INSPEKSI DAN EVALUSAI HASIL INSPEKSI

A. Pengisian Formulir Inspeksi


Data dan informasi yang akan diisikan ke dalam Formulir Inspeksi (lihat Penjelasan Mengisi
Formulir Inspeksi ) terdiri dari dua bagian, yaitu;
1. Data Teknis Bangunan
Sunber data, antara lain;
Kontrak pelaksanan fisik
Berita Acara PHO/FHO
Gambar purna bangun (as built drawings)
Peta / foto udara /foto satelit/Google Earth
DIPA tahun bersangkutan
Inspeksi/survei lapangan

2. Data Inspeksi
Kondisi-kondisi yang harus dicatat dalam Formulir Inspeksi dikemukakan dalam Tabel 1.
Tabel 1 tersebut terdiri dari 3 kolom; Objek, Kondisi dan Sket.Foto
Objek adalah bagian-bagian prsarana yang akan diperiksa kondinnya.
Kondisi suatu prasarana dinilai dalam 5 kondisi (1, 2, 3, 4 dan 5)
Pada saat inspeksi, juru atau petugas memeriksa setiap objek, kemudian memberikan
penilaian terhadap kondisi aktual setiap objek tersebut dengan cara melihat Tabel 1 dan
melingkari salah satu dari ke 5 nilai tersebut diatas yang paling sesuai dengan kondisi
aktual prasarana pada saat itu.
Sebagai contoh;
a. Kondisi jalan masuk ke lokasi
Jika jalan masuk ke suatu sabodam kondisinya rusak berat dan tidak dapat dilewati
kendaraan, maka menurut Tabel 1 Objek No.1 mempunyai nilai 1, maka lingkarilah Nilai 1
yang ada dalam Formulir Inspeksi (Formulir 1.A)
b. Kondisi subdam,
Jika subdam mengalami gerusan lokal yang dalamnya tidak melebihi kedalaman dasar
subdam, maka menurut Tabel 1 Objek No.10 mempunyai nilai 2, maka lingkarilah Nilai 1
yang ada dalam Formulir Inspeksi (Formulir 1.A)
c. Kondisi objek lainnya,
Jika objek lainnya, selain keduak objek tersebut diatas tidak mengalami kerusakan, maka
menurut Tabel 1 mempunyai nilai 5, maka lingkarilah Nilai 5 yang ada dalam Formulir
Inspeksi (Formulir 1.A)

1
Data dan informasi lainnya, seperti foto dokumentasi dan catatan penting lainnya
dimasukan dalam lembar-lebar tersendiri dan dilampirkan bersama Formulir Inspeksi.

B. Evaluasi Hasil Inspeksi


Hasil inspeksi perlu dievaluasi sesegera mungkin, agar dapat diperoleh kesimpulan sementara.
Hal ini penting dilakukan untuk menyusun perencnaan dan program kegiatan operasi dan
pemeliharaan untuk tahun anggaran berikutnya.
Untuk melakukan evaluasi terhadap hasil inspeksi, maka terlebih dahulu dibuat kriteria untuk
menilai kondisi kerusakan dengan cara sebagai berikut;
a. Setiap nilai (1, 2,3,4 dan 5) yang ada dalam Formulir 1 (Formulir Inspeksi), masing-
masing dijumlahkan;
Nilai 1 = 28
Nilai 2 = 56
Nilai 3 = 84
Nilai 4 = 112
Nilai 5 = 140
Jumlah = 420
b. Kemudian nilai-nilai tersebut dirubah menjadi bilangan distribusi Normal, sehingga
kumulatifnya = 1,00 ;
Nilai 1 ; 0,00 + (28/420) = 0,07
Nilai 2 ; 0,07 + (56/420) = 0,20
Nilai 3 ; 0,20 + (84/420) = 0,40
Nilai 4 ; 0,40 + (112420) = 0,67
Nilai 5 ; 0,67 + (140/420) = 1,00
c. Kemudian bilangan Normal tersebut diprosentase untuk memudahkan dalam menetapkan
Kriteria nilai kondisi bangunan;
Nilai 1 ; 0,07 x 100 = 7
Nilai 2 ; 0,20 x 100 = 20
Nilai 3 ; 0,40 x 100 = 40
Nilai 4 ; 0,67 x 100 = 67
Nilai 5 ; 1,00 x 100 = 100
d. Berdasarkan prosentase tersebut dibuat kriteria nilai kondisi bangunan;
Rusak berat ; < 20
Rusak sedang ; 20 - 40
Rusak ringan ; 40 - 60
Baik ; 60 - 80
Baik sekali ; 80 <
e. Berdasarkan prosentase kondisi bangunan dibuat kriteria rekomendasi pemeliharaan;
Rehabilitasi ; < 20
Pemeliharaan Berkala ; 20 - 40
Pemeliharaan Berkala ; 40 - 60
Pemeliharaan Rutin ; 60 - 80
Pemeliharaan Rutin ; 80 <
Evaluasi dilakukan dengan cara sebagaimana contoh berikut ;
2
a. Lihat Formulir 2.A dalam Penjelasan Mengevaluasi Hasil Inspeksi
Kondisi jalan masuk ke lokasi diberi nilai 1
Kondisi subdam yang mengalami gerusan lokal diberi nilai 2
Kondisi lainnya diberi nilai 5 (karena tidak ada kerusakan)
Jumlah nilai 1, 2, dan semua nilai 5 dalam Formulir 2.A = 133
b. Kemudian nlai tersebut dinormalkan, maka diperoleh ; (133/420) = 0,32
c. Kemudian diprosentasekan, maka diperoleh ; 0,32 x 100 = 32
d. Kemudian dibandingkan dengan Nilai Kondisi Bangunan, dimana nilai 32 tersebut
termasuk dalam skala 20- 40 atau kategori Rusak Sedang
e. Kemudian dibandingkan dengan kriteria Rekomendasi, dimana nilai 32 tersebut
termasuk dalam kategori Pemeliharaan Berkala.
Kesimpulan Sementara;
Jika jalan masuk tidak segera diperbaiki akan sangat sulit melakukan tindakan pemeliharaan
terhadap subdam. Sementara itu, dasar sungai di hilir subdam sudah tergerus dengan
kedalaman sama dengan dasar subdam, sehingga subdam rawan tuntuh.
Kombinas kedua kondisi kerusakan tersebut di atas menyebabkan kondisi sabodam rawan
runtuh. Sehingga direkomendasikan untuk dilakukan pemeliharaan berkala.

3
Penjelasan Mengisi Formulir Inspeksi
Formulir Inspeksi terdiri dari dua bagian, yaitu bagian Data Teknis Bangunan dan bagian Data Inspeksi,
sebagai berikut;
FORMULIR 1.A ; INSPEKSI KONDISI SABO DAM/KONSOLIDASI DAM/CEKDAM KANTONG LAHAR

Nama/Kode Sabo dam Sakarepmu (BO-D1) Pelaksanaan Tahun Biaya, Rp Dana


Prasarana Fisik
Nama Sungai K. Boyongan Selesai 2026 100,000,000,000 JICA
dibangun
Lokasi Desa Monggokerso Diperbaiki 1 2030 30,000,000,000 APBN
Data Teknis Bangunan
Kecamatan Monggokemawon Diperbaiki 1
Sunber data;
Kabupaten Monggomonggo Direhabilitasi
Kontrak pelaksanan fisik
Propinsi DIY Direktifikasi Berita Acara PHO/FHO
Panjang dam Dimensi & Jumlah Konduit Dimensi & Jumlah Slit Gambar purna bangun (as built
Dasar dam Lebar, m Lebar, m Lebar, m drawings)
Elevasi, m Tinggi, m Tinggi, m Peta / foto udara /foto satelit/Google
Crest dam Lebar, m Junlah Junlah Earth
Tinggi, m Jarak tepi kiri, m Jarak tepi kiri, m DIPA tahun bersangkutan
Elevasi Jarak antarkonduit, m Jarak antar slit, m Inspeksi/survei lapangan
Sayap kiri Lebar, m Jarak tepi kanan, m Jarak tepi kanan, m
Tinggi, m Tinggi dasar, m Tinggi dasar, m
Elevasi, m Elevasi dasar Elevasi dasar
Sayap kanan Lebar, m Bahan Bangunan Inti Soil Cement
Tinggi, m Bahan selimut crest Beton K.300 Tebal, m 1.00
Elevasi Bahan selimut dinding Beton K.225 Tebal, m 0.5
Kondisi jalan masuk ke lokasi 1 2 3 4 5 No. 1
Kondisi tumbuh rumput/semak belukar 1 2 3 4 5 No. 2 Data Inspeksi
Nilai 1, 2, 3, 4 , 5 dalam Formuir Inspeksi
Kondisi marka/portal jalan dan jembatan 1 2 3 4 5 No. 3
adalah nilai-nilai kondisi prasarana dalam
Kondisi pintu pengambilan air 1 2 3 4 5 No. 4 Tabel 1.
Kondisi peralatan pemantau lahar 1 2 3 4 5 No. 5 Pada saat inspeksi, juru/petugas
mengamati setiap item kondisi bangunan,.
Kondisi lubang slit/konduit 1 2 3 4 5 No. 6
Kemudian memberikan penilaian terhadap
Kondisi sedimentasi di sabo dam 1 2 3 4 5 No. 7 kondisi aktual setiap item kondisi
Kondisi sedimentasi ruas sungai di hulu dan hilir sabo dam 1 2 3 4 5 No. 8 bangunan tersebut dengan cara melihat
Tabel 1 dan melingkari salah satu dari
Kondisi penambangan di sabo dam 1 2 3 4 5 No. 9 Nilai 1 s/d 5 tersebut diatas yang paling
Kondisi Dam Kondisi gerusan pondasi dam 1 2 3 4 5 No. 10 sesuai dengan kondisi aktual prasarana.
utama Sebagai contoh;
Kondisi abrasi di tubuh dam 1 2 3 4 5 No. 11
Utuk menilai kondisi sabodam dilakukan
Kondisi selimut tubuh dam terkelupas 1 2 3 4 5 No. 12
preosedur sebagai berikut.
Kondisi retakan di tubuh dam 1 2 3 4 5 No. 13 Kondisi jalan masuk ke lokasi, jika
Kondisi rembesan di tubuh dam 1 2 3 4 5 No. 14 kondisinya rusak berat dan tidak dapat
dilewati kendaraan menurut Tabel 1 Item
Kondisi sayap dam 1 2 3 4 5 No. 15
No.1 ankanya1, maka lingkarilah Nilai 1.
Kondisi lubang slit atau konduit dam 1 2 3 4 5 No. 16 kondisi subdam, jika subdam mengalami
Kondisi pelindung (buffer fill) dam 1 2 3 4 5 No. 17 gerusan lokal yang dalamnya tidak
melebihi kedalaman dasar subdam menurut
Kondisi tebing sungai di abutmen dam 1 2 3 4 5 No. 18
Tabel 1 Item No.10 Nilainya 2, maka
Kondisi Apron Kondisi lantai 1 2 3 4 5 No. 19 lingkarilah Nilai 2.
Kondisi dinding 1 2 3 4 5 No. 19 Nilai-Nilai yang dipihh tersebut dipakai
untuk menilai kondisi sabodam
Kondisi Subdam Kondisi gerusan pondasi subdam 1 2 3 4 5 No. 10
Kondisi abrasi di tubuh subdam 1 2 3 4 5 No. 11
Kondisi selimut tubuh subdam terkelupas 1 2 3 4 5 No. 12
Kondisi retakan di tubuh subdam 1 2 3 4 5 No. 13
Kondisi rembesan di tubuh subdam 1 2 3 4 5 No. 14
Kondisi sayap subdam 1 2 3 4 5 No. 15
Kondisi pelindung (buffer fill) subdam 1 2 3 4 5 No. 17
Kondisi tebing sungai di abutmen subdam 1 2 3 4 5 No. 18
Keterangan ; Lingkari kondisi kerusakan berdasarkan Tabel 1 menurut Nilai-Nilai dalam No tersebut
Tanggal Inspeksi Lembar Formulir Inspeksi
Petugas Inspeksi-1 Lembar 1 : Formulir Inspeksi
Petugas Inspeksi-2 Lembar 2 : Foto-foto dokumentasi
Petugas Inspeksi-3 Lembar 3 ; Catatan-catatan inspeksi

4
Penjelasan Mengevaluasi Hasil Inspeksi
Hasil inspeksi tersebut dalam Formulir Inspeksi kemudian dievaluasi dengan cara, sebagai berikut;
FORMULIR 2.A ; EVALUASI HASIL INSPEKSI KONDISI SABO DAM/KONSOLIDASI DAM/CEKDAM KANTONG
lLHAR
Nama/Kode Sabo dam Sakarepmu (BO-D1) Pelaksanaan Tahun Biaya, Rp Dana
Cara membuat Sebagai contoh;
Prasarana Fisik
Nilai Acuan
Nama Sungai K. Boyongan Selesai 2026 100,000,000,000 JICA Kerusakan Masukan Nilai-Nilai
dibangun yang dilingkari ke dalam
Setiap nilai dalam Forrmulir Evaluasi.
Lokasi Desa Monggokerso Diperbaiki 1 2030 30,000,000,000 APBN Formulir 1.A Untuk Nilai yang tidak
Kecamatan Monggokemawon Diperbaiki 1 dijumlahkan, maka akan dilingkari diberi Nilai 5
diperoleh (artinya tidak rusak,
Kabupaten Monggomonggo Direhabilitasi
nilai-nilai sbb; menurut Tabel 1)
Propinsi DIY Direktifikasi Nilai 1 = 28
Nilai 2 = 56 Kemudian
Panjang dam Dimensi & Jumlah Konduit Dimensi & Jumlah Slit
Nilai 3 = 84 Nilai-Nilai tersebut
Dasar dam Lebar, m Lebar, m Lebar, m Nilai 4 = 112 dijumlahkan, maka
Elevasi, m Tinggi, m Tinggi, m Nilai 5 = 140 diperoleh ; 133
Jumlah = 420 Kemudian dinormalkan,
Crest dam Lebar, m Junlah Junlah
maka diperoleh ;
Tinggi, m Jarak tepi kiri, m Jarak tepi kiri, m Kemudian nilai-nilai (133/420) = 0,32
tersebut dirubah menjadi
Elevasi Jarak antarkonduit, m Jarak antar slit, m bilangan distribusi Kemudian
Sayap kiri Lebar, m Jarak tepi kanan, m Jarak tepi kanan, m Normal, sehingga diprosentasekan, maka
kumulatifnya = 1,00, diperoleh ; 0,32 x 100 =
Tinggi, m Tinggi dasar, m Tinggi dasar, m sbb; 32
Elevasi, m Elevasi dasar Elevasi dasar Nilai 1; 0,00 + Kemudian dibandingkan
Sayap kanan Lebar, m Bahan Bangunan Inti Soil Cement (28/420) = 0,07 dengan Nilai Kondisi
Nilai 2; 0,07 + Bangunan, dimana nilai
Tinggi, m Bahan selimut crest Beton K.300 Tebal, m 1.00 (56/420) = 0,20 32 tersebut termasuk
Elevasi Bahan selimut dinding Beton K.225 Tebal, m 0.5 Nilai 3; 0,20 + dalam skala 20- 40 atau
(84/420) = 0,40 kategori Rusak Sedang
Kondisi jalan masuk ke lokasi 1 No. 1 Nilai 4; 0,40 +
Kondisi tumbuh rumput/semak belukar 5 No. 2 (112420) = 0,67 Kemudian dibandingkan
Nilai 5; 0,67 + dengan kriteria
Kondisi marka/portal jalan dan jembatan 5 No. 3 Rekomendasi, dimana
(140/420) = 1,00
Kondisi pintu pengambilan air 5 No. 4 nilai 32 tersebut
Kemudian bilangan termasuk dalam
Kondisi peralatan pemantau lahar 5 No. 5 kategori Pemeliharaan
tersebut diprosentase
Kondisi lubang slit/konduit 5 No. 6 untuk memudahkan Berkala
Kondisi sedimentasi di sabo dam 5 No. 7 dalam menetapkan nilai Kesimpulan Sementara;
kondisi bangunan, sbb;
Kondisi sedimentasi ruas sungai di hulu dan hilir sabo dam 5 No. 8 Nilai 1; 0,07x 100 = 7 Jika jalan masuk tidak
Nilai 2; 0,20 x 100= 20 segera diperbaiki akan
Kondisi penambangan di sabo dam 5 No. 9
Nilai 3; 0,40 x 100= 40 sangat sulit melakukan
Kondisi Dam Kondisi gerusan pondasi dam 5 No. 10 tindakan pemeliharaan
Nilai 4; 0,67 x 100= 67
utama Kondisi abrasi di tubuh dam 5 No. 11 Nilai 5; 1,00x100= 100 terhadap subdam.

Kondisi selimut tubuh dam terkelupas 5 No. 12 Padahal dasar sungai di


Berdasarkan prosentase hilir subdam sudah
Kondisi retakan di tubuh dam 5 No. 13 tersebut dibuat nilai tergerus dengan
Kondisi rembesan di tubuh dam 5 No. 14 kondisi bangunan, sbb; kedalaman sama dengan
Rusak berat: < 20 dasar subdam,
Kondisi sayap dam 5 No. 15 Rusak sedang; 20 - 40
Rusak ringan; 40 - 60 Kombinas kedua kondisi
Kondisi lubang slit atau konduit dam 5 No. 16 kerusakan tersebut di
Baik; 60 - 80
Kondisi pelindung (buffer fill) dam 5 No. 17 Baik sekali; 80 < atas menyebabkan
Kondisi tebing sungai di abutmen dam 5 No. 18 kondisi sabodam rawan
Berdasarkan prosentase runtuh
Kondisi Kondisi lantai 5 No. 19 kondisi bangunan dibuat Sehingga
Apron Kondisi dinding 5 No. 19 rekomendasi, sbb; direkomendasikan untuk
Kondisi Rehabilitasi; < 20 dilakukan pemeliharaan
Kondisi gerusan pondasi subdam 2 No. 10
Subdam Berkala; 20 - 40 berkala.
Kondisi abrasi di tubuh subdam 5 No. 11 Berkala; 40 - 60
Kondisi selimut tubuh subdam terkelupas 5 No. 12 Rutin; 60 - 80
Rutin; 80 <
Kondisi retakan di tubuh subdam 5 No. 13
Kondisi rembesan di tubuh subdam 5 No. 14
Kondisi sayap subdam 5 No. 15
Kondisi pelindung (buffer fill) subdam 5 No. 17
Kondisi tebing sungai di abutmen subdam 5 No. 18
Keterangan ; Masukan nilai-nilai yang dilingkari dalam Formulir Inspeksi (Formulir 1)
Tanggal Evaluasi Catatan Evaluasi Hasil Inspeksi
Petugas Inspeksi-1
Petugas Inspeksi-2
Nilai Kondisi Bangunan
Formulir 1.A Jumlah Normalisasi Prosentase Nilai Kondisi Rekomendasi
Nilai 1 28 0.07 7 < 20 Rusak Berat Rehabilitasi
Nilai 2 56 0.20 20 20 - 40 Rusak Sedang Pemeliharaan Berkala
Nilai 3 84 0.40 40 40 - 60 Rusak Ringan Pemeliharaan Berkala
Nilai 4 112 0.67 67 60 - 80 Baik Pemeliharaan Rutin
Nilai 5 140 1.00 100 > 80 Baik Sekali Pemeliharaan Rutin
Jumlah 420
Evaluasi Hasil Inspeksi
Formulir 2.A Total Normalisasi Prosentase Nilai Kondisi Rekomendasi
Jumlah selurih nilai 133 0.32 32 Rusak Sedang Pemeliharaan Berkala

5
FORMULIR 1.A ; INSPEKSI KONDISI SABO DAM/KONSOLIDASI DAM/CEKDAM KANTONG LAHAR
Nama/Kode Prasarana Pelaksanaan Fisik Tahun Biaya, Rp Dana
Nama Sungai Selesai dibangun

Lokasi Desa Diperbaiki 1


Kecamatan Diperbaiki 1
Kabupaten Direhabilitasi
Propinsi Direktifikasi
Panjang dam Dimensi & Jumlah Konduit Dimensi & Jumlah Slit
Dasar dam Lebar, m Lebar, m Lebar, m
Elevasi, m Tinggi, m Tinggi, m
Crest dam Lebar, m Junlah Junlah
Tinggi, m Jarak tepi kiri, m Jarak tepi kiri, m
Elevasi Jarak antarkonduit, m Jarak antar slit, m
Sayap kiri Lebar, m Jarak tepi kanan, m Jarak tepi kanan, m
Tinggi, m Tinggi dasar, m Tinggi dasar, m
Elevasi, m Elevasi dasar Elevasi dasar
Sayap kanan Lebar, m Bahan Bangunan Inti
Tinggi, m Bahan selimut crest Tebal, m
Elevasi Bahan selimut dinding Tebal, m
Kondisi jalan masuk ke lokasi 1 2 3 4 5 No. 1
Kondisi tumbuh rumput/semak belukar 1 2 3 4 5 No. 2
Kondisi marka/portal jalan dan jembatan 1 2 3 4 5 No. 3
Kondisi pintu pengambilan air 1 2 3 4 5 No. 4
Kondisi peralatan pemantau lahar 1 2 3 4 5 No. 5
Kondisi lubang slit/konduit 1 2 3 4 5 No. 6
Kondisi sedimentasi di sabo dam 1 2 3 4 5 No. 7
Kondisi sedimentasi ruas sungai di hulu dan hilir sabo dam 1 2 3 4 5 No. 8
Kondisi penambangan di sabo dam 1 2 3 4 5 No. 9
Kondisi Dam utama Kondisi gerusan pondasi dam 1 2 3 4 5 No. 10
Kondisi abrasi di tubuh dam 1 2 3 4 5 No. 11
Kondisi selimut tubuh dam terkelupas 1 2 3 4 5 No. 12
Kondisi retakan di tubuh dam 1 2 3 4 5 No. 13
Kondisi rembesan di tubuh dam 1 2 3 4 5 No. 14
Kondisi sayap dam 1 2 3 4 5 No. 15
Kondisi lubang slit atau konduit dam 1 2 3 4 5 No. 16
Kondisi pelindung (buffer fill) dam 1 2 3 4 5 No. 17
Kondisi tebing sungai di abutmen dam 1 2 3 4 5 No. 18
Kondisi Apron Kondisi lantai 1 2 3 4 5 No. 19
Kondisi dinding 1 2 3 4 5 No. 19
Kondisi Subdam Kondisi gerusan pondasi subdam 1 2 3 4 5 No. 10
Kondisi abrasi di tubuh subdam 1 2 3 4 5 No. 11
Kondisi selimut tubuh subdam terkelupas 1 2 3 4 5 No. 12
Kondisi retakan di tubuh subdam 1 2 3 4 5 No. 13
Kondisi rembesan di tubuh subdam 1 2 3 4 5 No. 14
Kondisi sayap subdam 1 2 3 4 5 No. 15
Kondisi pelindung (buffer fill) subdam 1 2 3 4 5 No. 17
Kondisi tebing sungai di abutmen subdam 1 2 3 4 5 No. 18
Keterangan ; Lingkari kondisi kerusakan berdasarkan Tabel 1 menurut Nilai-Nilai dalam No tersebut
Tanggal Inspeksi Lembar Formulir Inspeksi
Petugas Inspeksi-1 Lembar 1 : Formulir Inspeksi
Petugas Inspeksi-2 Lembar 2 : Foto-foto dokumentasi
Lembar 3 ; Catatan-catatan inspeksi
Petugas Inspeksi-3

6
FORMULIR 1.B ; INSPEKSI KONDISI GRONSIL DAN GIRDEL

Nama/Kode Prasarana Pelaksanaan Fisik Tahun Biaya, Rp Dana


Nama Sungai Selesai dibangun
Lokasi Desa Diperbaiki 1
Kec. Bahan Bangunan
Kab. Bahan selimut crest Tebal, m
Prop. Bahan selimut dinding Tebal, m
Panjang Dasar gronsil/girdel Crest gronsil/girdel Jalan Ikan (Fishway)
gronsil/girdel
Lebar, m Elevasi Lebar, m Tinggi, m Elevasi Panjang, m Lebar, m Dalam, m Elevasi Hulu / Hilir

Kondisi jalan masuk ke lokasi 1 2 3 4 5 No. 1


Kondisi tumbuh rumput/semak belukar 1 2 3 4 5 No. 2
Kondisi sedimentasi di gronsil/girdel 1 2 3 4 5 No. 7
Kondisi sedimentasi ruas sungai di hulu dan hilir gronsil/girdel 1 2 3 4 5 No. 8
Kondisi penambangan di gronsil/girdel 1 2 3 4 5 No. 9
Kondisi gerusan pondasi gronsil/girdel 1 2 3 4 5 No. 10
Kondisi abrasi di tubuh gronsil/girdel 1 2 3 4 5 No. 11
Kondisi selimut tubuhgronsil/girdel terkelupas 1 2 3 4 5 No. 12
Kondisi retakan di tubuh gronsil/girdel 1 2 3 4 5 No. 13
Kondisi rembesan di tubuh gronsil/girdel 1 2 3 4 5 No. 14
Kondisi sayap gronsil/girdel 1 2 3 4 5 No. 15
Kondisi pelindung (buffer fill) gronsil/girdel 1 2 3 4 5 No. 17
Kondisi tebing sungai di abutmen gronsil/girdel 1 2 3 4 5 No. 18
Keterangan ; Lingkari kondisi kerusakan berdasarkan Tabel 1 menurut angka-angka dalam No tersebut
Tanggal Inspeksi Lembar Formulir Inspeksi
Petugas Inspeksi-1 Lembar 1 : Formulir Inspeksi
Petugas Inspeksi-2 Lembar 2 : Foto-foto dokumentasi
Lembar 3 ; Catatan-catatan inspeksi
Petugas Inspeksi-3

7
FORMULIR 1.C ; INSPEKSI KONDISI TALUD DAN KRIP
Nama/Kode Prasarana Pelaksanaan Fisik Tahun Biaya, Rp Dana
Nama Sungai Selesai dibangun
Lokasi Desa Diperbaiki 1
Kec. Bahan Bangunan
Kab. Bahan selimut crest Tebal, m
Prop. Bahan selimut dinding Tebal, m
Talud Krip
Panjang, m Tinggi, m Tebal, m Pondasi, m Slope, 1: Panjang, m Lebar, m Tinggi, m Pondasi, m Jarak, m Jumlah

Kondisi jalan masuk ke lokasi 1 2 3 4 5 No. 1


Kondisi tumbuh rumput/semak belukar 1 2 3 4 5 No. 2
Kondisi sedimentasi ruas sungai di sekitar talud/krip 1 2 3 4 5 No. 8
Kondisi penambangan di seditar talud/krip 1 2 3 4 5 No. 9
Kondisi talud 1 2 3 4 5 No. 20
Kondisi krip 1 2 3 4 5 No. 20
Keterangan ; Lingkari kondisi kerusakan berdasarkan Tabel 1 menurut angka-angka dalam No tersebut
Tanggal Inspeksi Lembar Formulir Inspeksi
Petugas Inspeksi-1 Lembar 1 : Formulir Inspeksi
Petugas Inspeksi-2 Lembar 2 : Foto-foto dokumentasi
Lembar 3 ; Catatan-catatan inspeksi
Petugas Inspeksi-3

8
FORMULIR 1.D ; INSPEKSI KONDISI TANGGUL
Nama/Kode Prasarana Pelaksanaan Fisik Tahun Biaya, Rp Dana
Nama Sungai Selesai dibangun
Lokasi Desa Diperbaiki 1
Kec. Bahan Bangunan Inti
Kab. Bahan selimut crest Pavement Beton K125 Tebal, m 0.50
Prop. Bahan selimut dinding Talud Beton K125 Tebal, m 0.35
Patok No. 32 s/d Patok No. 40
Panjang, m Tinggi, m Lebar Puncak, m Lebar Dasar, m Slope Dalam, 1 : Slope luar, 1 :

Kondisi jalan masuk ke lokasi 1 2 3 4 5 No. 1


Kondisi tumbuh rumput/semak belukar 1 2 3 4 5 No. 2
Kondisi sedimentasi ruas sungai di sekitar tanggul 1 2 3 4 5 No. 8
Kondisi penambangan di sekitar tanggul/talud 1 2 3 4 5 No. 9
Kondisi tanggul 1 2 3 4 5 No. 21
Keterangan ; Lingkari kondisi kerusakan berdasarkan Tabel 1 menurut angka-angka dalam No tersebut
Tanggal Inspeksi Lembar Formulir Inspeksi
Petugas Inspeksi-1 Lembar 1 : Formulir Inspeksi
Petugas Inspeksi-2 Lembar 2 : Foto-foto dokumentasi
Lembar 3 ; Catatan-catatan inspeksi
Petugas Inspeksi-3

9
FORMULIR 2.A ; EVALUASI HASIL INSPEKSI KONDISI SABO DAM/KONSOLIDASI DAM/CEKDAM KANTONG LAHAR
Nama/Kode Prasarana Pelaksanaan Fisik Tahun Biaya, Rp Dana
Nama Sungai Selesai dibangun
Lokasi Desa Diperbaiki 1
Kecamatan Diperbaiki 1
Kabupaten Direhabilitasi
Propinsi Direktifikasi
Panjang dam Dimensi & Jumlah Konduit Dimensi & Jumlah Slit
Dasar dam Lebar, m Lebar, m Lebar, m
Elevasi, m Tinggi, m Tinggi, m
Crest dam Lebar, m Junlah Junlah
Tinggi, m Jarak tepi kiri, m Jarak tepi kiri, m
Elevasi Jarak antarkonduit, m Jarak antar slit, m
Sayap kiri Lebar, m Jarak tepi kanan, m Jarak tepi kanan, m
Tinggi, m Tinggi dasar, m Tinggi dasar, m
Elevasi, m Elevasi dasar Elevasi dasar
Sayap kanan Lebar, m Bahan Bangunan Inti
Tinggi, m Bahan selimut crest Tebal, m
Elevasi Bahan selimut dinding Tebal, m
Kondisi jalan masuk ke lokasi No. 1
Kondisi tumbuh rumput/semak belukar No. 2
Kondisi marka/portal jalan dan jembatan No. 3
Kondisi pintu pengambilan air No. 4
Kondisi peralatan pemantau lahar No. 5
Kondisi lubang slit/konduit No. 6
Kondisi sedimentasi di sabo dam No. 7
Kondisi sedimentasi ruas sungai di hulu dan hilir sabo dam No. 8
Kondisi penambangan di sabo dam No. 9
Kondisi Dam utama Kondisi gerusan pondasi dam No. 10
Kondisi abrasi di tubuh dam No. 11
Kondisi selimut tubuh dam terkelupas No. 12
Kondisi retakan di tubuh dam No. 13
Kondisi rembesan di tubuh dam No. 14
Kondisi sayap dam No. 15
Kondisi lubang slit atau konduit dam No. 16
Kondisi pelindung (buffer fill) dam No. 17
Kondisi tebing sungai di abutmen dam No. 18
Kondisi Apron Kondisi lantai No. 19
Kondisi dinding No. 19
Kondisi Subdam Kondisi gerusan pondasi subdam No. 10
Kondisi abrasi di tubuh subdam No. 11
Kondisi selimut tubuh subdam terkelupas No. 12
Kondisi retakan di tubuh subdam No. 13
Kondisi rembesan di tubuh subdam No. 14
Kondisi sayap subdam No. 15
Kondisi pelindung (buffer fill) subdam No. 17
Kondisi tebing sungai di abutmen subdam No. 18
Keterangan ; Masukan nilai-nilai yang dilingkari dalam Formulir Inspeksi (Formulir 1)
Tanggal Inspeksi Catatan Evaluasi Hasil Inspeksi
Petugas Inspeksi-1
Petugas Inspeksi-2
Nilai Kondisi Bangunan
Formulir 1.A Jumlah Normalisasi Prosentase Nilai Kondisi Rekomendasi
Nilai 1 28 0.07 7 < 20 Rusak Berat Rehablitasi
Nilai 2 56 0.20 20 20 - 40 Rusak Sedang Pemeliharaan Berkala
Nilai 3 84 0.40 40 40 - 60 Rusak Ringan Pemeliharaan Berkala
Nilai 4 112 0.67 67 60 - 80 Baik Pemeliharaan Rutin
Nilai 5 140 1.00 100 > 80 Baik Sekali Pemeliharaan Rutin
Jumlah 420
Evaluasi Hasil Inspeksi
Formulir 2.A Total Normalisasi Prosentase Nilai Kondisi Rekomendasi
Jumlah selurih nilai

10
FORMULIR 2.B ; EVALUASI HASIL INSPEKSI KONDISI GRONSIL DAN GIRDEL

Nama/Kode Prasarana Pelaksanaan Fisik Tahun Biaya, Rp Dana


Nama Sungai Selesai dibangun
Lokasi Desa Diperbaiki 1
Kec. Bahan Bangunan
Kab. Bahan selimut crest Tebal, m
Prop. Bahan selimut dinding Tebal, m
Panjang Dasar gronsil/girdel Crest gronsil/girdel Jalan Ikan (Fishway)
gronsil/girdel
Lebar, m Elevasi Lebar, m Tinggi, m Elevasi Panjang, m Lebar, m Dalam, m Elevasi Hulu / Hilir

Kondisi jalan masuk ke lokasi No. 1


Kondisi tumbuh rumput/semak belukar No. 2
Kondisi sedimentasi di gronsil/girdel No. 7
Kondisi sedimentasi ruas sungai di hulu dan hilir gronsil/girdel No. 8
Kondisi penambangan di gronsil/girdel No. 9
Kondisi gerusan pondasi gronsil/girdel No. 10
Kondisi abrasi di tubuh gronsil/girdel No. 11
Kondisi selimut tubuhgronsil/girdel terkelupas No. 12
Kondisi retakan di tubuh gronsil/girdel No. 13
Kondisi rembesan di tubuh gronsil/girdel No. 14
Kondisi sayap gronsil/girdel No. 15
Kondisi pelindung (buffer fill) gronsil/girdel No. 17
Kondisi tebing sungai di abutmen gronsil/girdel No. 18
Keterangan ; Masukan nilai-nilai yang dilingkari dalam Formulir Inspeksi (Formulir 1)

Tanggal Inspeksi Catatan Evaluasi Hasil Inspeksi

Petugas Inspeksi-1
Petugas Inspeksi-2
ilai Kondisi Bangunan
Formulir 1.A Jumlah Normalisasi Prosentase Nilai Kondisi Rekomendasi
Nilai 1 12 0.07 7 < 20 Rusak Berat Rehablitasi
Nilai 2 24 0.20 20 20 - 40 Rusak Sedang Pemeliharaan Berkala
Nilai 3 36 0.40 40 40 - 60 Rusak Ringan Pemeliharaan Berkala
Nilai 4 48 0.67 67 60 - 80 Baik Pemeliharaan Rutin
Nilai 5 60 1.00 100 > 80 Baik Sekali Pemeliharaan Rutin
Jumlah 180
Evaluasi Hasil Inspeksi
Formulir 2.A Total Normalisasi Prosentase Nilai Kondisi Rekomendasi
Jumlah selurih nilai

11
FORMULIR 2.C ; EVALUASI HASIL INSPEKSI KONDISI TALUD DAN KRIP
Nama/Kode Prasarana Talud Kanggoeek (BO-T1) Pelaksanaan Fisik Tahun Biaya, Rp Dana
Nama Sungai K. Boyongan Selesai dibangun 2026 JICA
Lokasi Desa Monggokerso Diperbaiki 1 2030 APBN
Kec. Monggokemawon Bahan Bangunan
Kab. Monggomonggo Bahan selimut crest Tebal, m 1.00
Prop. DIY Bahan selimut dinding Tebal, m 0.5
Talud Krip
Panjang, m Tinggi, m Tebal, m Pondasi, m Slope, 1: Panjang, m Lebar, m Tinggi, m Pondasi, m Jarak, m Jumlah

Kondisi jalan masuk ke lokasi No. 1


Kondisi tumbuh rumput/semak belukar No. 2
Kondisi sedimentasi ruas sungai di sekitar talud/krip No. 8
Kondisi penambangan di seditar talud/krip No. 9
Kondisi talud No. 20
Kondisi krip No. 20
Keterangan ; Masukan nilai-nilai yang dilingkari dalam Formulir Inspeksi (Formulir 1)

Tanggal Inspeksi Catatan Evaluasi Hasil Inspeksi

Petugas Inspeksi-1
Petugas Inspeksi-2
ilai Kondisi Bangunan
Formulir 1.A Jumlah Normalisasi Prosentase Nilai Kondisi Rekomendasi
Nilai 1 6 0.07 7 < 20 Rusak Berat Rehablitasi
Nilai 2 12 0.20 20 20 - 40 Rusak Sedang Pemeliharaan Berkala
Nilai 3 18 0.40 40 40 - 60 Rusak Ringan Pemeliharaan Berkala
Nilai 4 24 0.67 67 60 - 80 Baik Pemeliharaan Rutin
Nilai 5 30 1.00 100 > 80 Baik Sekali Pemeliharaan Rutin
Jumlah 90
Evaluasi Hasil Inspeksi
Formulir 2.A Total Normalisasi Prosentase Nilai Kondisi Rekomendasi
Jumlah selurih nilai

12
FORMULIR 2.D ; EVALUASI HASIL INSPEKSI KONDISI KONDISI TANGGUL
Nama/Kode Prasarana Talud Kanggoeek (BO-T1) Pelaksanaan Fisik Tahun Biaya, Rp Dana
Nama Sungai K. Boyongan Selesai dibangun 2026 JICA
Lokasi Desa Monggokerso Diperbaiki 1 2030 APBN
Kec. Monggokemawon Bahan Bangunan Inti
Kab. Monggomonggo Bahan selimut crest Pavement Beton K125 Tebal, m 0.50
Prop. DIY Bahan selimut dinding Talud Beton K125 Tebal, m 0.35
Patok No. 32 s/d Patok No. 40
Panjang, m Tinggi, m Lebar Puncak, m Lebar Dasar, m Slope Dalam, 1 : Slope luar, 1 :

Kondisi jalan masuk ke lokasi No. 1


Kondisi tumbuh rumput/semak belukar No. 2
Kondisi sedimentasi ruas sungai di sekitar tanggul No. 8
Kondisi penambangan di sekitar tanggul/talud No. 9
Kondisi tanggul No. 21
Keterangan ; Masukan nilai-nilai yang dilingkari dalam Formulir Inspeksi (Formulir 1)

Tanggal Inspeksi Catatan Evaluasi Hasil Inspeksi

Petugas Inspeksi-1
Petugas Inspeksi-2
ilai Kondisi Bangunan
Formulir 1.A Jumlah Normalisasi Prosentase Nilai Kondisi Rekomendasi
Nilai 1 5 0.07 7 < 20 Rusak Berat Rehablitasi
Nilai 2 10 0.20 20 20 - 40 Rusak Sedang Pemeliharaan Berkala
Nilai 3 15 0.40 40 40 - 60 Rusak Ringan Pemeliharaan Berkala
Nilai 4 20 0.67 67 60 - 80 Baik Pemeliharaan Rutin
Nilai 5 25 1.00 100 > 80 Baik Sekali Pemeliharaan Rutin
Jumlah 75
Evaluasi Hasil Inspeksi
Formulir 2.A Total Normalisasi Prosentase Nilai Kondisi Rekomendasi
Jumlah selurih nilai
Perhitungan volume dan biaya
pemeliharaan prasarana pengendali lahar
[Type the document subtitle]

LAMPIRAN III

1
Daftar Harga Satuan Pekerjaan

OPERASI DAN PEMELIHARAAN


No. Uraian Pekerjaan Satuan Harga Satuan Keterangan
Pekerjaan
(Rp)
1 PEKERJAAN PERSIAPAN
1-01 Mobilisasi dan Demobilisasi alat berat Ls
1-02 Kistdam, pengeringan dan pengaturan aliran Ls
2 PEKERJAAN PEMBERSIHAN DAN KUPASAN

2-01 Pembersihan dan kupasan lahan/rumput m2 4,418.00 An. T.01

2-02 Pembersihan dan kupasan lahan/rumput dan akar tonggak pohon m2 7,054.00 An.T.02

3 PEKERJAAN BONGKARAN
3-01 Bongkaran Pasangan batu kali lama m3 94,959.00 An. B.40.A
3-02 Bongkaran Beton m3 188,360.00 An. B.40.A
3-03 Bongkaran Bronjong 3 mm buatan pabrik m3 78,140.00 An. P.06
4 PEKERJAAN GALIAN TANAH
4-01 Galian tanah pasir berbatu kedalaman 3 m dan jarak buang (hauling m3 44,306.44 An. T.04
distance) 50 m < L 100 m dengan kombinasi alat berat
4-02 Galian tanah pasir berbatu kedalaman> 3 m dan jarak buang (hauling m3 58,734.51 An. T.05
distance) 50 m < L 100 m dengan kombinasi alat berat
5 PEKERJAAN TIMBUNAN TANAH
5-01 Perataan hasil buangan galian pasir berbatu dengan alat berat m3 9,103.68 AN. T.14.
5-02 Timbunan tanah untuk Tanggul (Galian, hauling, perataan dan m3 54,852.22 An. T15.
pemadatan setiap lapis 30 cm) dengan alat berat
6 PEKERJAAN URUGAN KEMBALI
6-01 Urugan kembali bekas galian pasir berbatu dengan alat berat m3 27,330.64 An. 06.

7 PEKERJAAN BETON & BEGISTING


7-01 Beton mutu K-350, termasuk begisting m3 1,325,095.00 An. B.12.
7-02 Beton mutu K-175, termasuk begisting m3 1,119,094.00 , An. B.13.
7-03 Beton mutu K-125, termasuk begisting m3 1,042,025.00 An. B.03.
8 PEKERJAAN PASANGAN BATU KALI
8-01 Pasangan Batu Kali (1 Pc : 4 Ps) m3 620,449.00 An. P.01.c
8-02 Plesteran 15 mm (1 Pc : 3 Ps) m2 50,182.00 An. P.03.e
8-03 Siar (1 Pc : 2 Ps) m2 38,966.00 An. P.02.a
9 PEKERJAAN LAIN-LAIN
9-01 Pegangan besi polos diameter 19 mm untuk maintenan bh 38,160.00 An. Pek Lain-lain L.1.

9-02 Pekerjaan ralling tangga besi beton dia 22 mm m' 64,108.00 An. Pek Lain-lain L.2.
9-03 Pipa PVC diameter 50 mm untuk lobang drainage bh 34,950.00 An. Pek Lain-lain L.3.
9-04 Patok Beton pengaman bh 236,105.00 An. Pek Lain-lain L.4
9.06 Pasang Pintu besi sorong ulir h=0.800m, b = 0.80 m, t= 8mm bh 34,997,181.00 An. Pek Lain-lain L.7
9.07 Pasang Pintu besi sorong ulir h=1.00m, b = 1.00 m, t= 8mm bh 40,606,080.00 An. Pek Lain-lain L.5
9-08 Pemasangan besi trash rack pada saluran/intake irigasi kg 32,288.00 An. Pek Lain-lain L.6
9-09 Pekerjaan Pasangan Bronjong kawat 3 mm buatan pabrik (baru) m3 618,570.00 An.P.05.
9-10 Pasangan bronjong kawat hsil bongkaran m3 151,210.00 An. P.07
9-11 Papan petunjuk lokasi bh 846,182 An. L 9
T.01. 1M2 PEMBERSIHAN LAPANGAN DAN STRIPING
T.02. 1 m2. TEBAS TEBANG BERUPA MEMOTONG DAN MEMBERSIKAN LOKASI DARI
OPERASI DAN PEMELIHARAAN TANAMAN
Harga Satuan Jumlah Harga OPERASI DAN PEMELIHARAAN
No. Uraian Kode Satuan Koefisien Harga Satuan Jumlah Harga
(Rp) (Rp) No. Uraian Kode Satuan Koefisien
(Rp) (Rp)
A) TENAGA A) TENAGA
Pekerja L.01 OH 0.009 44,207.00 397.863 Pekerja L.01 OH 0.016 44,207.00 707.312
Tukang Tebas L.013 OH 0.003 56,275.00 168.825 Tukang Tebas L.013 OH 0.004 56,275.00 225.1

Mandor L 015 OH 0.001 65,527.00 65.527 Mandor L 015 OH 0.001 65,527.00 65.527

B) BAHAN
B) BAHAN

C) ALAT
Chainsaw E.26 Jam 0.0320 160,500.00 5,136.00

C) ALAT
Chainsaw E.26 Jam 0.0200 160,500.00 3,210.00

D) Jumlah Tenaga, Bahan dan Alat = A) + B) +C) 6,133.94

E) Biaya Umum dan Keuntungan(15% x D) 920.09

D) Jumlah Tenaga, Bahan dan Alat = A) + B) +C) 3,842.22


F) Jumlah Harga Satuan Pekerjaan (HSP) = (D+E) 7,054.03
Jumlah HSP dibulatkan 7,054.00
E) Biaya Umum dan Keuntungan(15% x D) 576.33

F) Jumlah Harga Satuan Pekerjaan (HSP) = (D+E) 4,418.55

Jumlah HSP dibulatkan 4,418.00


i
T.03. 1 POHON CABUT TUNGGUL TANAMAN KERAS MIN. DIAMETER 15 CM DENGAN B.40. 1M3 BONGKARAN BETON DENGAN JACK HAMER
MEMBUANG SISA TUNGGUL DAN AKAR-AKARNYA.
OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : m3
OPERASI DAN PEMELIHARAAN
Harga Satuan Jumlah Harga Harga Satuan Jumlah Harga
No. Uraian Kode Satuan Koefisien No. Uraian Kode Satuan Koefisien
(Rp) (Rp)
(Rp) (Rp)
A) TENAGA A) TENAGA
Pekerja L.01 OH 0.008 44,207.00 353.66 Pekerja L..01 OH 0.600 44,207.00 26,524.20
Tukang Tebas L.013 OH 0.024 56,275.00 1,350.60 Mandor L.15 OH 0.030 65,527.00 1,965.81
Mandor L 015 OH 0.001 65,527.00 65.53

B) BAHAN
B) BAHAN

C) ALAT
Chainsaw E.26 Jam 0.0110 160,500.00 1,765.50 C) ALAT
Jack Hammer +Operator E.03 Jam 0.16 584,700.00 93,552.00
Palu E.07 bh 0.500 36,817.00 18,408.50
Gergaji besi E.13 bh 0.500 39,002.00 19,501.00
Pahat E.37 bh 0.200 19,202.00 3,840.40

D) Jumlah Tenaga, Bahan dan Alat = A) + B) +C) 3,535.28

E) Biaya Umum dan Keuntungan(15% x D) 530.29 D) Jumlah Tenaga, Bahan dan Alat = A) + B) +C) 163,791.91
E) Biaya Umum dan Keuntungan(15% x D) 24,568.79
F) Jumlah Harga Satuan Pekerjaan (HSP) = (D+E) 4,065.58 F) Jumlah Harga Satuan Pekerjaan (HSP) = (D+E) 188,360.70
Jumlah HSP dibulatkan 4,065.00 Jumlah HSP dibulatkan 188,360.00
B.39 1M3 BONGKARAN PASANGAN DENGAN KONVENSIONAL B.40.A. 1M3 BONGKARAN BATU KALI DENGAN JACK HAMER
OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : m3 OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : m3
Harga Satuan Jumlah Harga Harga Satuan Jumlah Harga
No. Uraian Kode Satuan Koefisien No. Uraian Kode Satuan Koefisien
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
A) TENAGA
A) TENAGA Pekerja L..01 OH 0.600 44,207.00 26,524.20
Pekerja L..01 OH 0.600 44,207.00 26,524.20 Mandor L.15 OH 0.060 65,527.00 3,931.62
Mandor L.15 OH 0.030 65,527.00 1,965.81

B) BAHAN

B) BAHAN
Cuka bibit/aditif pelunak M.96 lt 1.200 27,500.00 33,000.00

C) ALAT
Jack Hammer E.03 Jam 0.025 584,700.00 14,617.50

C) ALAT
Palu/bodem E.07 Bh 0.100 36,817.00 3,681.70
Gergaji besi E.13 Bh 0.200 39,002.00 7,800.40
Pahat beton E.37 Bh 0.500 19,202.00 9,601.00

D) Jumlah Tenaga, Bahan dan Alat = A) + B) +C) 45,073.32


E) Biaya Umum dan Keuntungan(15% x D) 6,761.00
F) Jumlah Harga Satuan Pekerjaan (HSP) = (D+E) 51,834.32
Jumlah HSP dibulatkan 51,834.00

D) Jumlah Tenaga, Bahan dan Alat = A) + B) +C) 82,573.11


E) Biaya Umum dan Keuntungan(15% x D) 12,385.97
F) Jumlah Harga Satuan Pekerjaan (HSP) = (D+E) 94,959.08
G) Jumlah HSP dibulatkan 94,959.00
T.04. 1 M3 GALIAN TANAH PASIR BERBATU KEDALAMAN < 3,00 M DI LOKASI SABO DAM DAN HASIL GALIAN
DIANGKUT S/D 0.2 KM KE TEMPAT LAIN DAN DIRATAKAN
B.40.B. 1M3 BONGKARAN BRONJONG KAWAT DENGAN MANUAL
Satuan : m3
Harga Satuan Jumlah
Harga Satuan Jumlah Harga No Uraian Kode Satuan Koefisien
No. Uraian Kode Satuan Koefisien (Rp) (Rp)
(Rp) (Rp)
A) TENAGA 1 Galian tanah di Lokasi Sabo Dam T.16 m3 1.00 22,477.67 22,477.67
2 DT angkut material dari lokasi galian ke pembuangan, T.17 m3 1.00 16,049.67 16,049.67
Pekerja L..01 OH 0.600 44,207.00 26,524.20 jarak buang s/d 0.2 km
Mandor L.15 OH 0.060 0.00 -00 3 Pemadatan tanah di lokasi pembuangan/ pekerjaan T.18 m3 1.00 -00

A Jumlah Harga (1+2+3) 38,527.34


B Overhead + Profit (15% x A) 15% 38,527.34 5,779.10
C Jumlah Harga Satuan Pekerjaan per - m3 (A+B) 44,306.44

T.05. 1 M3 GALIAN TANAH PASIR BERBATU KEDALAMAN > 3,00 M DI LOKASI SABO DAM DAN HASIL GALIAN
B) BAHAN DIANGKUT S/D 0.20 KM KE TEMPAT LAIN DAN DIPADATKAN /DIRATAKAN

Harga Satuan Jumlah


No Uraian Kode Satuan Koefisien
(Rp) (Rp)

1 Galian tanah di Lokasi Sabo Dam T.16 m3 1.50 22,477.67 33,716.50


2 DT angkut material dari lokasi galian ke pembuangan, T.17 m3 1.00 16,049.67 16,049.67
jarak buang s/d 0.2 km
3 Pemadatan tanah di lokasi pembuangan/ pekerjaan T.18 m3 1.00 1,307.31 1,307.31

A Jumlah Harga (1+2+3) 51,073.49


B Overhead + Profit (15% x A) 15% 51,073.49 7,661.02
C Jumlah Harga Satuan Pekerjaan per - m3 (A+B) 58,734.51

C) ALAT
Jack Hammer E.03 Jam 0.025 0.00 -00

T.06. 1 M3 GALIAN TANAH CADAS KERAS BERBATU KEDALAMAN > 3,00 M DI LOKASI SABO DAM DAN HASIL
GALIAN DIANGKUT S/D 0.20 KM KE TEMPAT LAIN DAN /DIRATAKAN

Harga Satuan Jumlah


No Uraian Kode Satuan Koefisien
(Rp) (Rp)

1 Galian tanah di Lokasi Sabo Dam dgn Hyd Breaker T.19 m3 1.00 31,462.85 31,462.85
2 Galian tanah di diangkkat dan dibuang ke estape-1, T.16 m3 1.00 22,477.67 22,477.67
kemudian dengan Excavator dimuat ke DT untuk
dibuang
3 DT angkut material dari lokasi galian ke pembuangan, T.17 m3 1.00 16,049.67 16,049.67
jarak buang s/d 0.2 km
D) Jumlah Tenaga, Bahan dan Alat = A) + B) +C) 26,524.20 4 Pemadatan tanah di lokasi pembuangan/ pekerjaan T.18 m3 1.00 1,307.31 1,307.31
E) Biaya Umum dan Keuntungan(15% x D) 3,978.63
A Jumlah Harga (1+2+3) 71,297.50
F) Jumlah Harga Satuan Pekerjaan (HSP) = (D+E) 30,502.83 B Overhead + Profit (15% x A) 15% 71,297.50 10,694.62
Jumlah HSP dibulatkan 30,502.00 C Jumlah Harga Satuan Pekerjaan per - m3 (A+B) 81,992.12
T.16 Galian tanah dengan Excavator di Lokasi Sabo Dam untuk kedalaman < 3,00 m T.17 DT angkut material galian dari lokasi Sabo dam ke lokasi pembuangan, jarak s/d 0.20 km
Harga Harga Satuan Jumlah
Jumlah No Uraian Kode Satuan Koefisien
No Uraian Kode Satuan Koefisien Satuan (Rp) (Rp)
(Rp)
(Rp) A Tenaga Kerja
A Tenaga Kerja Sopir L.20 OJ 1 9,003 9,003.00
1 Operator L.18 jam 1.0000 9,721.00 9,721.00 Kernet L.21 OJ 1 6,315 6,315.00
2 Mekanik L.19 jam 0.5000 10,114.00 5,057.00 Jumlah Harga Tenaga Kerja 15,318.00
3 Penjaga malam L.22 OJ 2.0000 7,357.00 14,714.00
Jumlah Harga Tenaga Kerja 29,492.00
B Bahan
Solar non subsidi M.92 Ltr 20 10,500.00 210,000.00
B Bahan
Solar industri 10.8 10,500.00 113,400.00
C Peralatan
1 Sewa Dump Truck E.31 jam 0.90 79,428.00 71,830.24
C Peralatan Jumlah Harga Peralatan 71,830.24
1 Sewa Excavator E.28 jam 1 218,666.00 218,666.00
Jumlah Harga Peralatan 218,666.00
D Jumlah Harga tenaga, Bahan dan Peralatan (A+B+C) 297,148.24
E Biaya Produksi per - m3 = D/Q 16,049.67
D Jumlah Harga tenaga, Bahan dan Peralatan (A+B+C) 361,558.00 F Overhead + Profit ( 15% x E) 15% x D 2,407.45
E Biaya Produksi per - m3 = D/Q 9,764.30
G Harga Satuan Pekerjaan per - m3 (D+E) 18,457.12
F Overhead + Profit ( 15% x E) 15% x E 1,464.64
G Harga Satuan Pekerjaan per - m3 (D+E) 11,228.94

T.19 Menggali Cadas keras berbatu dengan Hyd Breaker di Lokasi Sabo Dam untuk kedalaman > 3,00 m
T.18 Pemadatan tanah di lokasi pekerjaan dengan Vibrator roller
Harga Satuan Jumlah
Harga No Uraian Kode Satuan Koefisien
Jumlah (Rp) (Rp)
No Uraian Kode Satuan Koefisien Satuan
(Rp) A Tenaga Kerja
(Rp)
1 Operator L.18 jam 1.0000 9,721.00 9,721.00
A Tenaga Kerja
2 Mekanik L.19 jam 0.5000 10,114.00 5,057.00
1 Operator L.18 OJ 1.0000 9,721.00 9,721.00
3 Penjaga malam L.22 OJ 2.0000 7,357.00 14,714.00
2 Mekanik L.19 OJ 0.5000 10,114.00 5,057.00
Jumlah Harga Tenaga Kerja 29,492.00
Jumlah Harga Tenaga Kerja 14,778.00

B Bahan
B Bahan
Solar non subsidi M.92 Ltr 20 10,500.00 210,000.00 Solar industri 10.8 10,500.00 113,400.00

C Peralatan C Peralatan
1 Sewa Vibro roller E.22 jam 1 157,100.00 157,100.00 1 Sewa Hyd Breaker E.23 jam 1 408,133.00 408,133.00
Jumlah Harga Peralatan 408,133.00
Jumlah Harga Peralatan 157,100.00

D Jumlah Harga tenaga, Bahan dan Peralatan (A+B+C) 551,025.00


D Jumlah Harga tenaga, Bahan dan Peralatan (A+B+C) 381,878.00 E Biaya Produksi per - m3 = D/Q 31,462.85
E Biaya Produksi per - m3 = D/Q 1,865.09 F Overhead + Profit ( 15% x E) 15% x E 4,719.43
F Overhead + Profit ( 15% x E) 15% x D 279.76 G Harga Satuan Pekerjaan per - m3 (D+E) 36,182.27
G Harga Satuan Pekerjaan per - m3 (D+E) 2,144.86
T.14. 1 M3 TIMBUNAN TANAH BERPASIR BAHAN DARI HASIL GALIAN TANAH SABO DAM DIANGKUT S/D 0.2 KM T.17DT angkut material galian dari lokasi Sabo dam ke lokasi pembuangan, jarak s/d 0.20 km
KE TEMPAT LOKASI TIMBUNAN DAN DIPADATKAN Harga
Jumlah
No Uraian Kode Satuan Koefisien Satuan
(Rp)
Harga (Rp)
Jumlah
No Uraian Kode Satuan Koefisien Satuan A Tenaga Kerja
(Rp)
(Rp) Sopir L.20 OJ 1 9,003 9,003.00
1 Galian tanah di Lokasi Sabo Dam dgn Excavator T.16 m3 0.50 9,764.30 4,882.15 Kernet L.21 OJ 1 6,315 6,315.00
2 DT angkut material dari lokasi galian ke pembuangan, T.17 m3 0.50 6,068.19 3,034.10 Jumlah Harga Tenaga Kerja 15,318.00
jarak buang s/d 0.2 km
3 Pemadatan/ Perataan tanah di lokasi pembuangan/ T.18 m3 0.00 1,865.09 -00
pekerjaan B Bahan
Solar non subsidi M.92 Ltr 2.4 10,500.00 25,200.00
A Jumlah Harga (1+2+3) 7,916.24
B Overhead + Profit (15% x A) 15% 7,916.24 1,187.44
C Jumlah Harga Satuan Pekerjaan per - m3 (A+B) 9,103.68
C Peralatan
1 Sewa Dump Truck E.31 jam 0.90 79,428.00 71,830.24
T.15. 1 M3 TIMBUNAN TANAH BERPASIR HASIL GALIAN DIANGKUT S/D 0.20 KM KE TEMPAT LAIN DAN Jumlah Harga Peralatan 71,830.24
DIPADATKAN SEBAGAI TIMBUNAN KONSTRUKSI

Harga D Jumlah Harga tenaga, Bahan dan Peralatan (A+B+C) 112,348.24


Jumlah E Biaya Produksi per - m3 = D/Q 6,068.19
No Uraian Kode Satuan Koefisien Satuan
(Rp) F Overhead + Profit ( 15% x E) 15% x D 910.23
(Rp)
1 Harga Tanah di Borrow Area m3 1 30,000.00 30,000.00 G Harga Satuan Pekerjaan per - m3 (D+E) 6,978.42
2 Galian tanah di Lokasi Borrow Area dengan Excavator T.16 m3 1 9,764.30 9,764.30
3 DT angkut material dari lokasi galian ke pembuangan, T.17 m3 1 6,068.19 6,068.19
jarak buang s/d 0.2 km
4 Pemadatan tanah di lokasi pembuangan/ pekerjaan T.18 m3 1 1,865.09 1,865.09

A Jumlah Harga (1+2+3) 47,697.58


B Overhead + Profit (15% x A) 15% 47,697.58 7,154.64
C Jumlah Harga Satuan Pekerjaan per - m3 (A+B) 54,852.22

T.06. 1 M3 URUGAN KEMBALI BEKAS GALIAN PONDASI DENGAN ALAT

Harga
Jumlah
No Uraian Kode Satuan Koefisien Satuan
(Rp)
(Rp)
1 Galian tanah di Lokasi stock pile dgn Excavator, T.16 m3 1.00 9,764.30 9,764.30
dimuat dgn DT
2 DT angkut material dari lokasi galian ke pembuangan, T.17 m3 2.00 6,068.19 12,136.38
jarak buang s/d 0.2 km
3 Pemadatan tanah di lokasi pembuangan/ pekerjaan T.18 m3 1.00 1,865.09 1,865.09

A Jumlah Harga (1+2+3) 23,765.78


B Overhead + Profit (15% x A) 15% 23,765.78 3,564.87
C Jumlah Harga Satuan Pekerjaan per - m3 (A+B) 27,330.64
B.12. 1 m3 BETON MUTU fc= 31,2 Mpa, (K350), SLUMP (12 2) cm, W/C = 0.48 B.05. 1 m3 BETON MUTU fc= 14.5 Mpa, (K175), SLUMP (12 2) cm, W/C = 0.66
OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : m3 OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : m3
Harga Satuan Jumlah Harga Harga Satuan Jumlah Harga
No. Uraian Kode Satuan Koefisien No. Uraian Kode Satuan Koefisien
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
A) TENAGA A) TENAGA
Pekerja L.01 OH 1.680 44,207 74,267.76
Pekerja L.01 OH 1.320 44,207.00 58,353.24
Tukang L.04 OH 0.263 56,275 14,800.33
Tukang L.04 OH 0.205 56,275.00 11,536.38
Kepala Tukang L.03 OH 0.025 62,777 1,569.43
Kepala Tukang L.03 OH 0.020 62,777.00 1,255.54
Mandor L.15 OH 0.074 65,527 4,849.00
Mandor L.15 OH 0.060 65,527.00 3,931.62

B) Bahan
Portland Cement (PC) M.17 M3 448.00 1,400 627,200.00
Pasir Beton M.09 M3 0.476 115,000 54,789.29 B) Bahan
Split/kerikil M.16 M3 0.741 206,658 153,080.00 Portland Cement (PC) M.17 M3 326.000 1,400.00 456,400.00
Air M.01 liter 215 50 10,750.00 Pasir Beton M.09 M3 0.543 115,000.00 62,428.57
Split/kerikil M.16 M3 0.762 206,658.00 157,519.32
Air M.01 liter 215 50.00 10,750.00
Pasang Begisting untuk 1m3 beton B.21 M2 0.75 192,042 144,031.76
Pasang Begisting untuk 1m3 beton B.21 M2 0.75 192,042.34 144,031.76
Pemadatan beton dengan Vibrator B.13.b M3 1.00 18,752 18,751.75

Pemadatan beton dengan Vibrator B.13.b M3 1.00 18,751.75 18,751.75


Bongkar Begisting B.36 M2 0.75 28,490 21,367.51

Bongkar Begisting B.36 M2 0.75 28,490.01 21,367.51

C) Alat
Molen E.09 Unit/hari 0.200 134,000 26,800.00
C) Alat
Molen E.09 Unit/hari 0.200 134,000.00 26,800.00

D) Jumlah Tenaga, Bahan dan Alat = A) + B) +C) 1,152,256.81

E) Biaya Umum dan Keuntungan(15% x D) 172,838.52


D) Jumlah Tenaga, Bahan dan Alat = A) + B) +C) 973,125.68
F) Jumlah Harga Satuan Pekerjaan (HSP) = (E+F) 1,325,095.33
Jumlah HSP dibulatkan 1,325,095.00 E) Biaya Umum dan Keuntungan(15% x D) 145,968.85

F) Jumlah Harga Satuan Pekerjaan (HSP) = (E+F) 1,119,094.53


Jumlah HSP dibulatkan 1,119,094.00
B.03. 1 m3 BETON MUTU fc= 9.80 Mpa, (K125), SLUMP (12 2) cm, W/C = 0.78
B.13.b. 1 m3 PEMADATAN BETON DENGAN VIBRATOR
OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : m3
Harga Satuan Jumlah Harga OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : m3
No. Uraian Kode Satuan Koefisien
(Rp) (Rp) Harga Satuan Jumlah Harga
A) TENAGA
No. Uraian Kode Satuan Koefisien
(Rp) (Rp)
Pekerja L.01 OH 1.320 44,207.00 58,353.24 A) TENAGA
Tukang L.04 OH 0.205 56,275.00 11,536.38 Pekerja L.01 OH 0.250 44,207.00 11,051.75
Kepala Tukang L.03 OH 0.020 62,777.00 1,255.54
Mandor L.15 OH 0.060 65,527.00 3,931.62

B) Bahan
Portland cement M.18 Kg 276.000 1,400.00 386,400.00
Pasir pasang/beton M.11 M3 0.591 115,000.00 68,014.29 B) Bahan
Split/kerikil pecah M3 0.750 206,658.00 154,916.96
Air M.01 Liter 215 50.00 10,750.00

Pasang Begisting untuk 1m3 beton B.21 M2 0.75 192,042.34 144,031.76

Pemadatan beton dengan Vibrator B.13.b M3 1.00 18,751.75 18,751.75

Bongkar Begisting B.36 M2 0.75 28,490.01 21,367.51

C) Alat
Molen E.09 Unit/hari 0.200 134,000.00 26,800.00

C) Alat
Sewa alat Vibrator E.10 Unit/hari 0.100 77,000.00 7,700.00

D) Jumlah Tenaga, Bahan dan Alat = A) + B) +C) 906,109.03

E) Biaya Umum dan Keuntungan(15% x D) 135,916.35

F) Jumlah Harga Satuan Pekerjaan (HSP) = (E+F) 1,042,025.39 D) Jumlah Tenaga, Bahan dan Alat = A) + B) +C) 18,751.75
Jumlah HSP dibulatkan 1,042,025.00
E) Biaya Umum dan Keuntungan(15% x D) 2,812.76

F) Jumlah Harga Satuan Pekerjaan (HSP) = (E+F) 21,564.51


Jumlah HSP dibulatkan 21,564.00
B.36. 1 M2 BONGKAR BEGISTING SECARA HATI-HATI UTK DIGUNAKAN KEMBALI B17. PEMBESIAN UNTUK 100 KG BESI POLOS
OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : KG OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : KG
Harga Satuan Jumlah Harga Harga Satuan Jumlah Harga
No. Uraian Kode Satuan Koefisien No. Uraian Kode Satuan Koefisien
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
A) TENAGA A) TENAGA
Pekerja L.01 OH 0.600 44,207.00 26,524.20 Pekerja L.01 OH 0.700 44,207.00 30,944.90
Mandor L.15 OH 0.030 65,527.00 1,965.81 Tukang L.04 OH 0.700 58,025.00 40,617.50
Kepala Tukang L.03 OH 0.070 62,777.00 4,394.39
Mandor L.15 OH 0.040 65,527.00 2,621.08

B) Bahan

B) Bahan
Besi beton polos Kg 105.000 19,210.00 2,017,050.00
Kawat beton (bendrat) M.75 Kg 1.500 18,427.00 27,640.50

C) Alat

C) Alat
Mesin potong besi E14 Unit/hari 0.050 50,000.00 2,500.00

D) Jumlah Tenaga, Bahan dan Alat = A) + B) +C) 28,490.01


D) Jumlah Tenaga, Bahan dan Alat = A) + B) +C) 2,125,768.37
E) Biaya Umum dan Keuntungan(15% xD) 4,273.50
E) Jumlah Biaya Tenaga, Bahan dan Alat untuk 1 kg = (D/100) 21,257.68
F) Biaya Umum dan Keuntungan(15% x E) 3,188.65
F) Jumlah Harga Satuan Pekerjaan (HSP) = (D+E) 32,763.51
Jumlah HSP dibulatkan 32,763.00 FG Jumlah Harga Satuan Pekerjaan (HSP) = (E+F) 24,446.34
Jumlah HSP dibulatkan 24,446.00
B21. 1 m2 BEGISTING UNTUK PERMUKAAN BETON DENGAN TRIPLEK TEBAL 12 mm B17. A. PEMBESIAN UNTUK 100 KG BESI ULIR (DEFORM)
OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : KG
OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : m2 Harga Satuan Jumlah Harga
No. Uraian Kode Satuan Koefisien
Harga Satuan Jumlah Harga (Rp) (Rp)
No. Uraian Kode Satuan Koefisien
(Rp) (Rp) A) TENAGA
A) TENAGA Pekerja L.01 OH 0.700 44,207.00 30,944.90
Pekerja L.01 OH 0.200 44,207.00 8,841.40 Tukang L.04 OH 0.700 58,025.00 40,617.50
Tukang L.04 OH 0.500 58,775.00 29,387.50 Kepala Tukang L.03 OH 0.070 62,777.00 4,394.39
Kepala Tukang L.03 OH 0.050 63,527.00 3,176.35 Mandor L.15 OH 0.040 65,527.00 2,621.08
Mandor L.15 OH 0.010 65,527.00 655.27

B) Bahan
B) Bahan Besi beton ulir Kg 105.000 20,575.00 2,160,375.00
Multiplek tebal 12 mm (dipakai 2x) M.61 Lbr 0.200 211,282.00 42,256.40 Kawat beton (bendrat) M.75 Kg 1.500 18,427.00 27,640.50
Kaso 5/7 cm M.54 M3 0.015 6,530,278.00 97,954.17
Paku 5 dan 7 cm M 77 Kg 0.250 19,477.00 4,869.25
Minyak pelumas begisting M.95 Liter 0.200 24,510.00 4,902.00

C) Alat
C) Alat Mesin potong besi E14 Unit/hari 0.050 50,000.00 2,500.00

D) Jumlah Tenaga, Bahan dan Alat = A) + B) +C) 2,269,093.37


D) Jumlah Tenaga, Bahan dan Alat = A) + B) +C) 192,042.34 E) Jumlah Biaya Tenaga, Bahan dan Alat untuk 1 kg = (D/100) 22,690.93
F) Biaya Umum dan Keuntungan(15% x E) 3,403.64
E) Biaya Umum dan Keuntungan(15% x D) 28,806.35
G) Jumlah Harga Satuan Pekerjaan (HSP) = (E+F) 26,094.57
F) Jumlah Harga Satuan Pekerjaan (HSP) = (E+F) 220,848.69 Jumlah HSP dibulatkan 26,094.00
Jumlah HSP dibulatkan 220,848.00
B37. PEMASANGAN BESI ANGKUR D-19 MM - 60 CM PADA BETON LAMA DAN BARU
P.01.c. 1M3 PASANGAN BATU DENGAN MORTAR TIPE N (1PC : 4PS)
Satuan : 1. Batang
Harga Satuan Jumlah Harga OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : m3
No. Uraian Kode Satuan Koefisien
(Rp) (Rp) Harga Satuan Jumlah Harga
A) TENAGA No. Uraian Kode Satuan Koefisien
(Rp) (Rp)
Mengeboor/ membuat lobang B.40 M3 0.01028 163,791.91 1,684.34
A) TENAGA
Mengunci angkur dengan mortar 1pc:2ps P.03.b M3 0.01000 35,373.91 353.74
2,038.07
Pekerja L.01 OH 1.500 44,207.00 66,310.50
Tukang L.04 OH 0.600 56,275.00 33,765.00
Kepala Tukang L.03 OH 0.060 62,777.00 3,766.62
Mandor L.15 OH 0.150 65,527.00 9,829.05

B) Bahan
Besi beton ulir D-19 mm B.17 Kg 1.338 22,690.93 30,360.47
-00
B) Bahan
Batu kali (15/20) M.08 M3 1.200 126,000.00 151,200.00
Pasir pasang M.11 M3 0.410 115,000.00 47,150.00
Portland cement M.18 Kg 162.500 1,400.00 227,500.00

C) Alat
Sewa Boor beton E14 Unit/hari 0.500 100,000.00 50,000.00

C) Alat
-00

D) Jumlah Tenaga, Bahan dan Alat = A) + B) +C) 82,398.54


E) Jumlah Biaya Tenaga, Bahan dan Alat untuk 1 Batang angkur 82,398.54
F) Biaya Umum dan Keuntungan(15% x E) 12,359.78

G) Jumlah Harga Satuan Pekerjaan (HSP) = (E+F) 94,758.33


Jumlah HSP dibulatkan 94,758.00
D) Jumlah Tenaga, Bahan dan Alat = A) + B) +C) 539,521.17

E) Biaya Umum dan Keuntungan(15% x D) 80,928.18

F) Jumlah Harga Satuan Pekerjaan (HSP) = (E+F) 620,449.35


Jumlah HSP dibulatkan 620,449.00
P.03.e. 1 m2 PLESTERAN TEBAL 1.5 cm DENGAN CAMPURAN 1Pc : 3 Ps P.02.a. 1 m2 SIARAN DENGAN MORTAR 1Pc : 2Ps

OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : m2 OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : m2

Harga Satuan Jumlah Harga Harga Satuan Jumlah Harga


No. Uraian Kode Satuan Koefisien No. Uraian Kode Satuan Koefisien
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

A) TENAGA A) TENAGA
Pekerja L.01 OH 0.384 44,207.00 16,975.49 Pekerja L.01 OH 0.300 44,207.00 13,262.10
Tukang L.04 OH 0.190 56,275.00 10,692.25 Tukang L.04 OH 0.150 56,275.00 8,441.25
Kepala Tukang L.03 OH 0.019 62,777.00 1,192.76 Kepala Tukang L.03 OH 0.015 62,777.00 941.66
Mandor L.15 OH 0.019 65,527.00 1,245.01 Mandor L.15 OH 0.015 65,527.00 982.91

B) Bahan B) Bahan
Pasir pasang M.11 M3 0.023 115,000.00 2,645.00 Pasir pasang M.11 M3 0.012 115,000.00 1,380.00
Portland cement M.18 Kg 7.776 1,400.00 10,886.40 Portland cement M.18 Kg 6.340 1,400.00 8,876.00

C) Alat C) Alat

D) Jumlah Tenaga, Bahan dan Alat = A) + B) +C) 43,636.91 D) Jumlah Tenaga, Bahan dan Alat = A) + B) +C) 33,883.91

E) Biaya Umum dan Keuntungan(15% x D) 6,545.54 E) Biaya Umum dan Keuntungan(15% x D) 5,082.59

F) Jumlah Harga Satuan Pekerjaan (HSP) = (E+F) 38,966.50


F) Jumlah Harga Satuan Pekerjaan (HSP) = (E+F) 50,182.45
Jumlah HSP dibulatkan 38,966.00
Jumlah HSP dibulatkan 50,182.00
L1. Besi Pegangan tangga 19 mm polos
OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : bh
L.2. Besi beton untuk railing tangga d= 22 mm
OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : bh
Besi Pegangan tangga 19 mm polos dengan panjang 0.70 m
L-01 Uraian
Besi beton untuk railing tangga d= 22 m m dengan panjang 0.88 m
Satuan Indek Harga Satuan Jumlah Harga Keterangan L.2. Uraian

A) Tenaga Kerja Satuan Indek Harga Satuan Jumlah Harga Keterangan

A) Pekerja

B) Bahan
Besi beton type bulat d= 19 mm kg 1.561 21,257.68 33,183.24
B) Bahan
Besi beton type bulat d = 22 mm kg 2.6224 21,257.68 55,746.15

C) Alat
Drilling Bor
C) Alat

D) Sub Total A) + B) +C) 33,183.24

E) Biaya Umum dan Keuntungan (15% x D) 4,977.49 D) Sub Total A) + B) +C) 55,746.15

F) Total 38,160.73 E) Biaya Umum dan Keuntungan (15% x D) 8,361.92


Dibulatkan 38,160.00
F) Total 64,108.07

Dibulatkan 64,108.00
l.3. Pipa PVC d= 50 mm untuk drainasi L.4 Patok Beton Pengaman (tolo-tolo)
OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : bh OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : bh

Pipa PVC d= 50 mm untuk drainasi panjang 1.20 m Patok Beton untuk pengaman
L.3. Uraian L.4 Uraian
Satuan Indek Harga Satuan Jumlah Harga Keterangan Satuan Indek Harga Satuan Jumlah Harga Keterangan
A) Pekerja A) Pekerja
Mandor Hari 0.0027 65,527.00 176.92 Code No.
RSNI T-15-2002 6.29.2
Kepala Tukang Hari 0.0090 62,777.00 564.99
Tukang Hari 0.0900 56,275.00 5,064.75
Pekerja Hari 0.0540 44,207.00 2,387.18

B) Bahan B) Bahan
Ijuk kg 0.5000 6,120.00 3,060.00 Beton mutu K 175 m3 0.0390 990,995.60 38,648.83 Termasuk begisting
Pipa PVC d= 50 mm m 1.2000 15,948.00 19,137.60 Besi beton Polos kg 7.8400 21,257.68 166,660.24
Begisting m2 0.6600 -00

C) Alat
C) Alat

D) Sub Total A) + B) +C) 30,391.44


D) Sub Total A) + B) +C) 205,309.07

E) Biaya Umum dan Keuntungan (15% x D) 4,558.72


E) Biaya Umum dan Keuntungan (15% x D) 30,796.36

F) Total 34,950.16
F) Total 236,105.43
Dibulatkan 34,950.00
Dibulatkan 236,105.00
L.5 Pasang pintu baja sorong stang tunggal L.6 Pasang besi Trash rack
OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : bh OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : kg
Pembuatan dan pemasangan pintu besi untuk intake irigasi
(b = 1000 mm, h = 800 mm, t = 8 mm)
L.5 Uraian Pemasangan besi trash rack/saringan pada intake irigasi
l.6 Uraian
Satuan Indek Harga Satuan Jumlah Harga Keterangan
Satuan Indek Harga Satuan Jumlah Harga Keterangan
A) Pekerja Code No.
SNI/Pd.T.01.2005.A A) Pekerja
Transport dari pabrik ke lokasi ls 1 1,535,000.00 1,535,000.00
G Code No.
Pengecatan ls 1 768,000.00 768,000.00 Kepala Tukang hr 0.016 62,777 1,017
SNI/Pd.T.01.2005.A
Pemasangan di lapangan ls 1 3,838,000.00 3,838,000.00 Tukang besi hr 0.049 58,025 2,820
F.3
Pekerja hr 0.049 44,207 2,148

B) Bahan
Pintu besi sorong stang tunggal Satuan 1 30,703,635.00 30,703,635.00 fabrican
(b = 1000 mm, h = 800 mm, t = 8 B) Bahan
mm)
Besi kg 1.150 19,210 22,092

C) Alat

C) Alat

D) Sub Total A) + B) +C) 35,309,635.00

E) Biaya Umum dan Keuntungan (15% x D) 5,296,445.25

F) Total 40,606,080.25
D) Sub Total A) + B) +C) 28,077
Dibulatkan 40,606,080.00

E) Biaya Umum dan Keuntungan (15% x D) 4,212

F) Total 32,289

Dibulatkan 32,288
L.8 Pasang pintu besi stang tunggal
L.7 Pasang pintu besi stang tunggal
OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : bh
OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : bh
Pembuatan dan pemasangan pintu besi untuk intake irigasi Pembuatan dan pemasangan pintu besi untuk intake irigasi
(b = 0.80 m, h = 0.80 m, t = 8 mm) (b = 1.00 m, h = 1.00 m, t = 8 mm)
L.7 Uraian L.8 Uraian

Satuan Indek Harga Satuan Jumlah Harga Keterangan Satuan Indek Harga Satuan Jumlah Harga Keterangan

A) Pekerja Code No. A) Pekerja Code No.


SNI/Pd.T.01.2005.A SNI/Pd.T.01.2005.A
Transport dari pabrik ke lokasi ls 1 1,323,000.00 1,323,000.00 Transport dari pabrik ke lokasi ls 1 1,654,000.00 1,654,000.00
G G
Pengecatan ls 1 662,000.00 662,000.00 Pengecatan ls 1 827,000.00 827,000.00
Pemasangan di lapangan ls 1 3,308,000.00 3,308,000.00 Pemasangan di lapangan ls 1 4,135,000.00 4,135,000.00

B) Bahan
Pintu besi Satuan 1 26,462,332.00 26,462,332.00 fabrican B) Bahan
(b = 0.80 m, h = 0.80 m, t = 8 mm) Pintu besi Satuan 1 33,077,915.00 33,077,915.00 fabrican
(b = 1.00 m, h =1.00 m, t = 8 mm)

C) Alat

C) Alat

D) Sub Total A) + B) +C) 30,432,332.00

E) Biaya Umum dan Keuntungan (15% x D) 4,564,849.80


D) Sub Total A) + B) +C) 38,039,915.00

F) Total 34,997,181.80
E) Biaya Umum dan Keuntungan (15% x D) 5,705,987.25
Dibulatkan 34,997,181.00

F) Total 43,745,902.25

Dibulatkan 43,745,902.00
TABEL HARGA SATUAN DASAR TENAGA, BAHAN DAN SEWA ALAT
L.9 Papan Petunjuk Lokasi Termasuk Pasang uk. 0,75x0,4 m Tinggi 2.5 m
OPERASI DAN PEMELIHARAAN
OPERASI DAN PEMELIHARAAN Satuan : bh HARGA SATUAN DASAR
Pembuatan dan pemasangan pintu besi untuk intake irigasi
(b = 1.00 m, h = 1.00 m, t = 8 mm)
No Uraian Satuan Kode Yang dipakai Kab. Sleman Kab. Magelang Keterangan
L.8 Uraian (Rp) TA-2014 TA-2015
Satuan Indek Harga Satuan Jumlah Harga Keterangan I. UPAH PEKERJA
A) Pekerja Code No.
SNI/Pd.T.01.2005.A 1 Pekerja OH L.01 44,207 47,500 40,915
Transport ke lokasi ls 0.5 200,000.00 100,000.00
G 58,500 54,550
Pengecatan ls 0.5 80,000.00 40,000.00
2 Tukang Gali OH L.02 56,525
Pemasangan di lapangan ls 0.5 80,000.00 40,000.00 3 Kepala Tukang Batu OH L.03 62,777 65,000 60,555
4 Tukang Batu OH L.04 56,275 58,000 54,550
5 Kepala Tukang Kayu OH L.05 63,527 66,500 60,555
6 Tukang Kayu OH L.06 58,775 63,000 54,550
7 Kepala Tukang Besi OH L.07 62,777 65,000 60,555
8 Tukang Besi OH L.08 58,025 61,500 54,550
9 Kepala Tukang cat OH L.09 61,777 63,000 60,555
B) Bahan 10 Tukang cat OH L.10 55,775 57,000 54,550
Pipa Besi hollow 2" m 2.50 102,500.00 256,250.00 fabrican
11 Tukang Tebas OH L.13 56,275 58,000 54,550
t= 3mm
12 Tukang Las OH L.14 58,025 61,500 54,550
Rangka Besi siku 50.50.3 m 2.5000 37,500.00 93,750.00
13 Mandor OH L.15 65,527 70,500 60,555
Beton K 175 m3 0.0320 1,119,094.00 35,811.01 An. B 05
Ankur Ls 1 50,000.00 50,000.00 14 Operator Alat besar OJ L.18 9,721 9,857 9,585.71
Cat Kg 2 60,000.00 120,000.00 15 Mekanik OJ L.19 10,114 10,643 9,585.71
16 Driver/Sopir/Pemb. Operator OJ L.20 9,003 9,357 8,650.71
17 Kernet OJ L.21 6,315 6,786 5,845.00
18 Penjaga malam OJ L.22 7,357 6,786 7,928.57

C) Alat

D) Sub Total A) + B) +C) 735,811.01

E) Biaya Umum dan Keuntungan (15% x D) 110,371.65

F) Total 846,182.66

Dibulatkan 846,182.00
TABEL HARGA SATUAN DASAR TENAGA, BAHAN DAN SEWA ALAT Table- Summary of Hourly Production of Construction Equipment (1/2)
OPERASI DAN PEMELIHARAAN
HARGA SATUAN DASAR
Kab. Magelang
No Uraian Satuan Kode Kab. Magelang FY-2015
Yang dipakai Kab. Sleman
FY-2015 (Original)
(Rp) FY-2014
(disesuaikan) Hourly
Kind of Work Equipment Work Description Unit
II BAHAN MATERIAL Production
A. Kelompok Air,Tanah & Batuan
50.00 50.00 50.00 Land Clearing Bulldozer D 31 P, 12 ton Land Clearing and Stripping without Bushes m2 153.90
1 Air lt M.01 50.00
99,850.00 109,620.00 156,600.00
and Stripping Land Clearing and Stripping with Bushes m2 96.65
2 Pasir Urug m3 M.03 104,735.00
3 Pasir Pasang m3 M.08 115,000.00 110,000.00 193,140.00 193,140.00
4 Pasir Beton m3 M.09 115,000.00 110,000.00 138,852.00 198,360.00 Spreading Bulldozer D 21 P, 7 ton Spreading of Sand and Gravel for Embankment m3 116.24
5 Batu Kali belah m3 M.11 126,000.00 101,790.00 151,210.50 216,015.00 Bulldozer D 31 P, 12 ton Spreading of Sand and Gravel for Embankment m3 60.92
6 Batu Kali bulat m3 M.12 105,939.00 94,050.00 117,828.00 196,380.00
7 Batu bata/merah m3 M.13 586.00 438.87 735.00 735.00 Excavation Back Hoe 0.8 m3 Excavation of Loose Material with depth 3.00 m m3 63.45
8 Split/kerikil pecah 2/3 cm m3 M.16 206,658.00 216,000.00 197,316.00 219,240.00 Excavation of Common Soil with depth 3.00 m m3 39.74
9 Portland Cement (PC) 50 kg kg M.17 1,400.00 1,644.00 1,620.00 1,620.00 Excavation of Sand and Gravel with depth 3.00 m m3 18.51
10 Karung plastik lbr M.34 7,970.00 7,970.00 7,970.00 7,970.00
Excavation of Sand Gravel and Cobble with depth 3.00 m m3 12.10
11 Pipa PVC dia 50 mm ljr 63,792.00 39,700.00 87,885.00 87,885.00

Back Hoe 0.8 m3 Excavation of Loose Material with depth > 3.00 m m3 61.01
B. KELOMPOK KAYU, LOGAM & MINYAK
Excavation of Common Soil with depth > 3.00 m m3 37.09
1 Kayu Meranti (balok) M3 M.50 5,625,533.00 4,947,916.00 6,303,150.00 6,303,150.00
Excavation of Sand and Gravel with depth > 3.00 m m3 17.51
2 Kayu Kamper (balok) M3 M.49 10,500,515.00 8,072,916.00 12,928,115.00 12,928,115.00
Excavation of Sand Gravel and Cobble with depth > 3.00 m m3 11.58
3 Kayu Kruing (balok) M3 M.46 6,530,278.00 5,729,166.00 7,331,390.00 7,331,390.00
4 Kaso 5/7 kruing M3 M.54 6,530,278.00 5,729,166.00 7,331,390.00 7,331,390.00
161,902.00 150,340.00 150,340.00 Compaction Vibration Roller 12 ton Compaction of Common Soil, t = 30 cm m3 319.07
5 Multiplek tebal 09 mm lbr M.60 156,121.00
6 Multiplek tebal 12 mm lbr M.61 211,282.00 224,204.00 198,360.00 198,360.00 Compaction of Sand and Gravel, t = 30 cm m3 292.11
7 Ijuk kg M.64 6,120.00 6,530.00 5,710.00 5,710.00
8 Besi beton polos U 24 kg M.70 19,210.00 15,180.00 23,240.00 23,240.00 Vibration Roller 7 ton Compaction of Common Soil, t = 30 cm m3 223.65
9 Besi beton ulir (deform) U32 kg M.73 20,575.00 15,180.00 25,970.00 25,970.00
10 Kawat bendrat kg M.75 18,427.00 15,240.00 21,615.00 21,615.00 Compaction of Sand and Gracel, t = 30 cm m3 204.75
11 Paku usuk 4-7 cm kg M.77 19,477.00 20,184.00 18,770.00 18,770.00
12 Kawat las kg M.80 16,000.00 16,000.00 16,000.00 16,000.00 Transportation Dump Truck 7 t Common Soil with Hauling Distance L = 100 m m3 30.38
13 Kawat bronjong dia 4 mm kg M.81 31,757.00 37,000.00 26,515.00 26,515.00
14 Bensin Premium non subsidi Lt M.91 10,000.00 10,000.00 10,000.00 10,000.00
15 Solar non subsidi/ Industri Lt M.92 10,500.00 10,500.00 10,500.00 10,500.00 Sand and Gravel with Hauling Distance L = 100 m m3 22.67
16 Olie mesin SAE 40 Lt M.94 50,350.00 50,300.00 50,400.00 50,400.00
Sand and Gravel with Hauling Distance L = 200 m m3 20.47
17 Minyak begisting Lt M.95 24,510.00 24,100.00 24,920.00 24,920.00
18 Palu/bodem bh E.07 36,817.00 43,200.00 30,435.00 30,435.00
19 Gergaji besi bh E.13 39,002.00 21,000.00 57,005.00 57,005.00
20 Pahat beton bh E.37 19,202.00 26,400.00 12,005.00 12,005.00
21 Cuka bibit/aditif pelunak lt M.96 27,500.00 25,000.00 30,000.00 30,000.00
22 Karung plastik bh E.26 7,960.00 7,950.00 7,970.00 7,970.00
Pintu air sorong baja stang
23 tunggal uk : b=1000, h=800 bh P.1 30,703,635.00 30,703,635.00 30,703,635.00
Pintu air sorong baja stang
24 tunggal uk : b=1000, h=1000 bh P.2 33,077,915.00 33,077,915.00 33,077,915.00
Pintu air sorong baja stang
25 tunggal uk : b=800, h=800 bh P.3 26,462,332.00 26,462,332.00 26,462,332.00

C BETON READY MIX VC. JKB PT. VUB PT.KARYA B


1 Beton K350 M3 B-1 806,181.00 810,909.09 829,000.00 778,636.36
2 Beton K225 M3 B-2 709,393.00 701,363.64 730,000.00 696,818.18
3 Beton K175 M3 B-3 671,515.00 670,000.00 675,000.00 669,545.45
4 Beton K125 M3 B-4 630,484.00 647,363.64 620,000.00 624,090.91
3. Harga Sewa Alat Berat per jam

OPERASI DAN PEMELIHARAAN

Biaya Bahan Bakar (B/B) dan UM Operator


Harga Harga Uang
Harga Harga Sewa
Sewa Harga Harga Sewa Sewa Alat Makan
Sewa Alat Alat rata-rata Harga
Alat Sewa Alat Alat CV Bahan Jumlah Operator & Jumlah
dengan BB tanpa BB Bahan
No. Nama Alat Kapasitas Unit Rata-2 di PT.DAYA CAHAYA bakar/jam Harga B/B Mekanik Biaya
Kode Bakar
APPAKSI KHARISMA INDRA dan
2012 2014 LAKSANA Assuransi
2014

(Rp) (Rp) (Rp) (ltr) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)

Bulldozer E.27 D61


1 jam 600,300 158,667 276,300.00 328,900 250,000 250,000 28 10,500.00 294,000.00 30,000.00 324,000.00

3
2 Excavator E.28 0.80 m jam 416,666 136,333 218,666.00 231,000 250,000 175,000 16 10,500.00 168,000.00 30,000.00 198,000.00

3 Vibro Compactor (Bomax) E.22 10-12 ton jam 388,800 160,333 157,100.00 201,300 120,000 150,000 15 10,500.00 157,500.00 30,000.00 187,500.00

4 Hyd Breacker E.23 PC-200 jam 697,400 408,133.00 499,400 325,000 400,000 16 10,500.00 168,000.00 30,000.00 198,000.00

5 Stamper (Compactor) E.04 80 kg jam 33,000 33,000 11,000.00 33,000 -00 -00

6 Dump Truck E.31 7 ton jam 319,428 35,750 79,428.00 99,000 75,000 64,286 20 10,500.00 210,000.00 30,000.00 240,000.00

7 Submersible Pump 5.5 KW E.49 1.2 m3 lt/mnt jam 69,500 69,500 23,166.00 69,500 0 -00 -00

8 Diesel Generator Sets E.50 100 KVA jam 135,000 264,000 -00 10 10,500.00 105,000.00 30,000.00 135,000.00

9 Concrete Mixer E.09 500 - 600 ltr jam 134,000 27,000 83,000.00 83,000 2 10,500.00 21,000.00 30,000.00 51,000.00

10 Concrete Vibrator E.10 4 HP jam 77,000 36,500 36,500.00 36,500 1 10,500.00 10,500.00 30,000.00 40,500.00

11 Jack Hammer E.03 jam 584,700 96,000 449,700.00 499,400 400,000 10 10,500.00 105,000.00 30,000.00 135,000.00

12 Concrete Pump E.09 60 m3/Jam jam 546,000 23,500 419,785.00 411,000 428,571 10 10,500.00 105,000.00 30,000.00 135,000.00

13 Chainsaw E.26 jam 160,500 120,000.00 120,000 1 10,500.00 10,500.00 30,000.00 40,500.00
Tabel-6.2.3 Harga Bronjong Kawat buatan Pabrik

PT. JONKA INDONESIA PT. WONOSARI JAYA PT. BEVANANDA MUSTIKA-


Yang Dipakai
Volume FY-2011 2014
Rp.
FY-2011
No Ukuran Bronjong 2.7 mm 2.7 2.7
dilapisi mm 2.7 mm
Unit m3 2.7 mm 3 mm 2.7 mm 3 mm plastik 2.7 mm 3 mm dilapisi 3 mm dilapisi
mm
plastik plastik
Bronjong ukuran (2.0 x 1.0
1 x 0.5) m 1 1.00 317,500.00 364,000.00 304,500.00 336,000.00 460,800.00 321,000.00 356,000.00 327,000 400,000
Bronjong ukuran (3.0 x 1.0
2 x 0.5) m 1 1.50 469,733.33 527,200.00 471,200.00 487,600.00 706,909.09 451,000.00 500,000.00 487,000 594,000
Bronjong ukuran (3.0 x 1.5
3 x 0.5) m 1 2.25 424,666.67 497,766.67 624,000.00 724,300.00 977,454.55 650,000 769,000
Bronjong ukuran (4.0 x 1.0
4 x 0.5) m 1 2.00 205,066.67 235,633.33 615,200.00 706,900.00 916,363.64
Bronjong ukuran (1.5 x 1.0
5 x 1.0) m 1 1.50 118,533.33 135,266.67 355,600.00 405,800.00 557,672.73
Bronjong ukuran (2.0 x 1.0
6 x 1.0) m 1 2.00 463,733.33 517,233.33 471,200.00 507,200.00 733,090.91 440,000.00 490,000.00 480,000 554,500
Bronjong ukuran (3.0 x 1.0
7 x 1.0) m 1 3.00 658,033.33 779,800.00 698,100.00 785,400.00 1,038,545.45 616,000.00 705,000.00 660,000 849,000
Bronjong ukuran (4.0 x 1.0 1,014,00
8 x 1.0) m 1 4.00 600,600.00 687,066.67 916,300.00 1,047,200.00 1,383,272.73 885,500 0
HOURLY PRODUCTION OF DUMP TRUCK

DUMP TRUCK 7.0 ton


tr Cmt =
C q Cm tl (min) tt (min) Q=
Work Description D (m) F E n=C/q V1 V2 (min) tu te tl+tt+tr+
(m3) (m3) (min) =nxCm =D/V1 60xCxFxE/Cmt
= D/V2 tu+te
100.00 m

Common Soil 3.68 100.00 0.80 0.71 0.72 5.12 0.42 2.13 333.00 500.00 0.30 0.20 1.00 0.50 4.13 30.38

Sand & Gravel 3.18 100.00 0.85 0.65 0.56 5.68 0.47 2.65 333.00 500.00 0.30 0.20 1.00 0.50 4.65 22.67

Sand, Gravel & Cobble 2.64 100.00 0.70 0.57 0.44 6.00 0.57 3.40 333.00 500.00 0.30 0.20 1.00 0.50 5.40 11.71

150.00 m

Common Soil 3.68 150.00 0.80 0.71 0.72 5.12 0.42 2.13 333.00 500.00 0.45 0.30 1.00 0.50 4.38 28.65

Sand & Gravel 3.18 150.00 0.85 0.65 0.56 5.68 0.47 2.65 333.00 500.00 0.45 0.30 1.00 0.50 4.90 21.52

Sand, Gravel & Cobble 2.64 150.00 0.70 0.57 0.44 6.00 0.57 3.40 333.00 500.00 0.45 0.30 1.00 0.50 5.65 11.19

200.00 m

Common Soil 3.68 200.00 0.80 0.71 0.72 5.12 0.42 2.13 333.00 500.00 0.60 0.40 1.00 0.50 4.63 27.10

Sand & Gravel 3.18 200.00 0.85 0.65 0.56 5.68 0.47 2.65 333.00 500.00 0.60 0.40 1.00 0.50 5.15 20.47

Sand, Gravel & Cobble 2.64 200.00 0.70 0.57 0.44 6.00 0.57 3.40 333.00 500.00 0.60 0.40 1.00 0.50 5.90 10.71

250.00 m

Common Soil 3.68 250.00 0.80 0.71 0.72 5.12 0.42 2.13 333.00 500.00 0.75 0.50 1.00 0.50 4.88 25.71

Sand & Gravel 3.18 250.00 0.85 0.65 0.56 5.68 0.47 2.65 333.00 500.00 0.75 0.50 1.00 0.50 5.40 19.52

Sand, Gravel & Cobble 2.64 250.00 0.70 0.57 0.44 6.00 0.57 3.40 333.00 500.00 0.75 0.50 1.00 0.50 6.15 10.28

300.00 m

Common Soil 3.68 300.00 0.80 0.71 0.72 5.12 0.42 2.13 333.00 500.00 0.90 0.60 1.00 0.50 5.13 24.46

Sand & Gravel 3.18 300.00 0.85 0.65 0.56 5.68 0.47 2.65 333.00 500.00 0.90 0.60 1.00 0.50 5.65 18.66
Sand, Gravel & Cobble 2.64 300.00 0.70 0.57 0.44 6.00 0.57 3.40 333.00 500.00 0.90 0.60 1.00 0.50 6.40 9.88

350.00 m

Common Soil 3.68 350.00 0.80 0.71 0.72 5.12 0.42 2.13 333.00 500.00 1.05 0.70 1.00 0.50 5.38 23.32

Sand & Gravel 3.18 350.00 0.85 0.65 0.56 5.68 0.47 2.65 333.00 500.00 1.05 0.70 1.00 0.50 5.90 17.87

Sand, Gravel & Cobble 2.64 350.00 0.70 0.57 0.44 6.00 0.57 3.40 333.00 500.00 1.05 0.70 1.00 0.50 6.65 9.51

400.00 m

Common Soil 3.68 400.00 0.80 0.71 0.72 5.12 0.42 2.13 333.00 500.00 1.20 0.80 1.00 0.50 5.63 22.29

Sand & Gravel 3.18 400.00 0.85 0.65 0.56 5.68 0.47 2.65 333.00 500.00 1.20 0.80 1.00 0.50 6.15 17.14

Sand, Gravel & Cobble 2.64 400.00 0.70 0.57 0.44 6.00 0.57 3.40 333.00 500.00 1.20 0.80 1.00 0.50 6.90 9.16

450.00 m

Common Soil 3.68 450.00 0.80 0.71 0.72 5.12 0.42 2.13 333.00 500.00 1.35 0.90 1.00 0.50 5.88 21.34

Sand & Gravel 3.18 450.00 0.85 0.65 0.56 5.68 0.47 2.65 333.00 500.00 1.35 0.90 1.00 0.50 6.40 16.47

Sand, Gravel & Cobble 2.64 450.00 0.70 0.57 0.44 6.00 0.57 3.40 333.00 500.00 1.35 0.90 1.00 0.50 7.15 8.84

500.00 m

Common Soil 3.68 500.00 0.80 0.71 0.72 5.12 0.42 2.13 333.00 500.00 1.50 1.00 1.00 0.50 6.13 20.47

Sand & Gravel 3.18 500.00 0.85 0.65 0.56 5.68 0.47 2.65 333.00 500.00 1.50 1.00 1.00 0.50 6.65 15.85

Sand, Gravel & Cobble 2.64 500.00 0.70 0.57 0.44 6.00 0.57 3.40 333.00 500.00 1.50 1.00 1.00 0.50 7.40 8.54

1,000.00 m

Common Soil 3.68 1,000.00 0.80 0.71 0.72 5.12 0.42 2.13 333.00 500.00 3.00 2.00 1.00 0.50 8.64 14.54

Sand & Gravel 3.18 1,000.00 0.85 0.65 0.56 5.68 0.47 2.65 333.00 500.00 3.00 2.00 1.00 0.50 9.15 11.52

Sand, Gravel & Cobble 2.64 1,000.00 0.70 0.57 0.44 6.00 0.57 3.40 333.00 500.00 3.00 2.00 1.00 0.50 9.90 6.38

2,000.00 m

Common Soil 3.68 2,000.00 0.80 0.71 0.72 5.12 0.42 2.13 333.00 500.00 6.01 4.00 1.00 0.50 13.64 9.21

Sand & Gravel 3.18 2,000.00 0.85 0.65 0.56 5.68 0.47 2.65 333.00 500.00 6.01 4.00 1.00 0.50 14.16 7.45
Sand, Gravel & Cobble 2.64 2,000.00 0.70 0.57 0.44 6.00 0.57 3.40 333.00 500.00 6.01 4.00 1.00 0.50 14.91 4.24

3,000.00 m

Common Soil 3.68 3,000.00 0.80 0.71 0.72 5.12 0.42 2.13 333.00 500.00 9.01 6.00 1.00 0.50 18.64 6.74

Sand & Gravel 3.18 3,000.00 0.85 0.65 0.56 5.68 0.47 2.65 333.00 500.00 9.01 6.00 1.00 0.50 19.16 5.50

Sand, Gravel & Cobble 2.64 3,000.00 0.70 0.57 0.44 6.00 0.57 3.40 333.00 500.00 9.01 6.00 1.00 0.50 19.91 3.18

4,000.00 m

Common Soil 3.68 4,000.00 0.80 0.71 0.72 5.12 0.42 2.13 333.00 500.00 12.01 8.00 1.00 0.50 23.64 5.31

Sand & Gravel 3.18 4,000.00 0.85 0.65 0.56 5.68 0.47 2.65 333.00 500.00 12.01 8.00 1.00 0.50 24.16 4.37

Sand, Gravel & Cobble 2.64 4,000.00 0.70 0.57 0.44 6.00 0.57 3.40 333.00 500.00 12.01 8.00 1.00 0.50 24.91 2.54

5,000.00 m

Common Soil 3.68 5,000.00 0.80 0.71 0.72 5.12 0.42 2.13 333.00 500.00 15.02 10.00 1.00 0.50 28.65 4.38

Sand & Gravel 3.18 5,000.00 0.85 0.65 0.56 5.68 0.47 2.65 333.00 500.00 15.02 10.00 1.00 0.50 29.17 3.62

Sand, Gravel & Cobble 2.64 5,000.00 0.70 0.57 0.44 6.00 0.57 3.40 333.00 500.00 15.02 10.00 1.00 0.50 29.92 2.11

6,000.00 m

Common Soil 3.68 6,000.00 0.80 0.71 0.72 5.12 0.42 2.13 333.00 500.00 18.02 12.00 1.00 0.50 33.65 3.73

Sand & Gravel 3.18 6,000.00 0.85 0.65 0.56 5.68 0.47 2.65 333.00 500.00 18.02 12.00 1.00 0.50 34.17 3.09

Sand, Gravel & Cobble 2.64 6,000.00 0.70 0.57 0.44 6.00 0.57 3.40 333.00 500.00 18.02 12.00 1.00 0.50 34.92 1.81
Q= 60 x C x F x E / Cmt
Perhitungan volume dan biaya
pemeliharaan prasarana pengendali
lahar
[Type the document subtitle]

LAMPIRAN IV

i
Rekapitulasi Rencana Anggaran Pemeliharaan 2015

Jumlah
Sungai Katagori Sub Katagori Kode
(Rp)
Boyong Preventif Pemeliharaan Rutin Pr Ru 53,145,492
Tindakan Pengamanan Pr Pa 49,540,010
Pemeliharaan berkala Pr Bk
Pembatasan pemanfaatan Pr Bt
Korektif Perbaikan ringan dan reparasi Ko Ri 60,883,434
Pemeliharaan khusus Ko ku
Rektifikasi Ko Rt
Pemeliharaan darurat Ko Dr
Penyiapan bahan tanggap darurat Ko Btd
Rehabilitatif Rehabilitasi Re Re 125,653,356
Re
Restorasi sumber air Rsa
Pembangunan kembali Re Pk
Sub Total Boyong 289,222,292
Pabelan Preventif Pemeliharaan Rutin Pr Ru 2,960,060
Tindakan Pengamanan Pr Pa 17,231,276
Pemeliharaan berkala Pr Bk
Pembatasan pemanfaatan Pr Bt
Korektif Perbaikan ringan dan reparasi Ko Ri 11,805,250
Pemeliharaan khusus Ko ku 166,280,332
Rektifikasi Ko Rt
Pemeliharaan darurat Ko Dr
Penyiapan bahan tanggap darurat Ko Btd
Rehabilitatif Rehabilitasi Re Re
Re
Restorasi sumber air Rsa
Pembangunan kembali Re Pk
Sub Total Pabelan 198,276,918
Grand Total 487,499,210
RENCANA PERKIRAAN BIAYA
OPERASI DAN PEMELIHARAAN K. PABELAN
di Wilayah Kab. Sleman dan Kab. Magelang

PEMELIHARAAN K. PABELAN
HARGA JUMLAH
KATAGORI
No LOKASI TIPE STRUKTUR ITEM PEKERJAAN SATUAN VOLUME SATUAN
(Rp) PEMELIHARAAN
(Rp)

Sabo Dam tipe


PA-RD 2
1 tertutup
KLAKAH 1 Babat rumput /semak m2 200 4,418 883,600 Pr Ru
2 Pasang papan petunjuk lokasi unit 1 846,182 846,182 Pr Pa

Sabo dam tipe


2 PA-RD 4 tertutup konduit
WONOLELO 1 Babat rumput /semak m3 4,418 0
2 pasang papan petunjuk lokasi unit 1 846,182 846,182 Pr Pa
3 Perbaikan Lantai drip hole m3 1,119,094 0
4 Perbaikan saluran irigasi L= 20 m B=0,4 m3 620,449 0

Sabo Dam tipe


PA-RD 5
3 tertutup
TLOGOLELE 1 Babat rumput /semak m2 100 4,418 441,800 Pr Ru
2 pasang papan petunjuk lokasi unit 1 846,182 846,182 Pr Pa
3 Perbaikan tolo-tolo 50 bh buah 50 236,105 11,805,250 Ko Ri

Sabo dam Tipe


PA-D 3
4 tertutup
SENGI 1 Babat semak-semak m2 150 4,418 662,700 Pr Ru
2 pasang papan petunjuk lokasi buah 1 846,182 846,182 Pr Pa

i
3 Perbaikan koperan saluran irigasi 40 m m3 88 620,449 54,599,512 Ko Ku
4 Perbaikan saluran irigasi L=100m m3 180 620,449 111,680,820 Ko Ku

Sabo Dam tipe


PA-D 2
5 tebuka silt
SENGI/ WONOGIRI 1 Babat rumput m2 4,418 0
2 pasang nommenklatur buah 1 1,000,000 1,000,000 Pr Pa
3 pasang petunjuk lokasi buah 1 846,182 846,182 Pr Pa

Konsolidasi dam tipe


6 PA-D 1 tertutup
KAPUHAN 1 Pasang nommenklatur m2 1 1,000,000 1,000,000 Pr Pa
2 Pasang petunjuk lokasi buah 1 846,182 846,182 Pr Pa

Sabo Dam tipe


PA-D 0
7 terbuka silt 1 Babat rumput /semak m2 100 4,418 441,800 Pr Ru
CANDI PENDEM 2 pasang papan petunjuk lokasi buah 1 846,182 846,182 Pr Pa

Sabo dam tipe


PA-C OPRIT
8 terbuka konduit
SENGI 1 Babat rumput /semak 20 m2 m2 20 4,418 88,360 Pr Ru
2 Pasang papan petunjuk lokasi buah 1 846,182 846,182 Pr Pa

Sabo Dam tipe


PA-C
9 tertutup
TLATAR 1 Babat rumput /semak m2 100 4,418 441,800 Pr Ru
2 Pasang papan petunjuk lokasi buah 1 846,182 846,182 Pr Pa

Sabo Dam tipe


PA-C 1
10 tertutup
BANYUDONO 1 Pasang papan petunjuk lokasi. buah 1 846,182 846,182 Pr Pa
Sabo Dam tipe
PA-C 2
11 tertutup
BANYUDONO 1 Pasang papan petunjuk lokasi buah 1 846,182 846,182 Pr Pa
2 Penelusuran detil jalan masuk Re Re

Sabo Dam tipe


PA-C 3
12 tertutup
GONDOWANGI 1 Pasang papan petunjuk lokasi buah 1 846,182 846,182 Pr Pa
2 Penelusuran detil jalan masuk 0 Re Re

Sabo Dam tipe


PA-C
13 terbuka silt
KOJOR SEMEDI 1 Pasang papan petunjuk lokasi. buah 1 846,182 846,182 Pr Pa
0 0

Sabo Dam tipe


PA-C
14 tertutup
BENDUNG KOJOR 1 Pasang papan petunjuk lokasi. buah 1 846,182 846,182 Pr Pa

Sabo dam tipe


PA-C 5
15 terbuka konduit
BOJONG 1 Pasang papan petunjuk lokasi. buah 1 846,182 846,182 Pr Pa

Sabo Dam tipe


PA-C
16 tertutup
PRUMPUNG 1 Babat rumput /semak m2 4,418 0
2 Pasang papan petunjuk lokasi buah 1 846,182 846,182 Pr Pa
3 Pasang papan larangan buang sampah buah 1 846,182 846,182 Pr Pa

Sabo dam tipe


PA-C
17 terbuka konduit
SROWOL 1 Pasang papan petunjuk lokasi. buah 1 846,182 846,182 Pr Pa

JUMLAH 198,276,918
RENCANA PERKIRAAN BIAYA
PEMELIHARAAN K. BOYONG 2015

OPERASI DAN PEMELIHARAAN


HARGA JUMLAH
KATAGORI
No LOKASI TIPE STRUKTUR ITEM PEKERJAAN SATUAN VOLUME SATUAN
(Rp) PEMELIHARAAN
(Rp)
Sabo dam tipe tertutup
1 BO-D 7 konduit
TURGO 1 Babat tanaman liar di tubuh dam, m2 50 4,418 220,900 Pr Ru
2 Pemasangan papan Nomenklatur unit 1 1,000,000 1,000,000 Pr Pa
3 Papan petunjuk Lokasi unit 1 846,182 846,182 Pr Pa

Sabo dam tipe tertutup


2 BO-D 6 konduit
Babat tanaman liar di tubuh wing
BOYONG 1 wall m2 50 4,418 220,900 Pr Ru
2 Pemasangan papan Nomenklatur unit 1 1,000,000 1,000,000 Pr Pa
3 Papan petunjuk Lokasi unit 1 846,182 846,182 Pr Pa

Sabo dam tipe tertutup


3 BO-D 5 konduit
1 Pembersihan tanaman liar di wing
BOYONG wall m2 75 4,418 331,350 Pr Ru
2 Pembersihan longsoran tebing Ko Ri
m3 250 44,306 11,076,611
3 Perbaikan side wall retak; Ko Ri
m3 10 620,449 6,204,490
4 Pembersihan intake irigasi Pr Ru
m3 200 44,306 8,861,289

Sabo dam tipe tertutup


4 BO-D 4 konduit
Pembersihan tanaman liar di side
KEMIRI 1 wall m2 150 4,418 662,700 Pr Ru
2 Overlay beton di crest dam
m3
konsolidasi dam tipe tertutup
5 BO-C 5 konduit
Pembersihan tanaman liar di
BULU 1 Buffer fill Side Wall m2 250 4,418 1,104,500 Pr Ru
Pembersihan sedimen diatas lantai
2 apron m3 300 44,306 13,291,933 Pr Ru
3 Perbaikan Sidewall kanan m3 Ko Ri
15 620,449 9,306,735
4 Pasang nomenklatur buah Pr Pa
1 1,000,000 1,000,000
5 Pasang petunjuk lokasi buah Pr Pa
1 846,182 846,182

Sabo dam tipe tertutup


6 BO-D 3 konduit
WONOREJO 1 Babat tanaman liar di tubuh dam m2 Pr Ru
100 4,418 441,800
2 Rehab tolo-tolo. buah Ko Ri
50 236,105 11,805,250
3 Papan petunjuk Lokasi buah Pr Pa
1 846,182 846,182
7 BO-C 1A Konsolidasi dam tipe tertutup

WONOREJO 1 Babat tanaman liar di tubuh dam m2 Pr Ru


120 4,418 530,160
2 Rehab pintu air irigasi. buah 1 0
3 Papan petunjuk Lokasi buah Pr Pa
1 846,182 846,182

8 BO-D 2 Sabo dam tipe tertutup 1 Babat tanaman liar di tubuh dam m2 Pr Ru
250 4,418 1,104,500
TAWANGREJO 2 Papan petunjuk Lokasi buah Pr Pa
1 846,182 846,182

9 BO-C 6 Konsolidasi dam tipe tertutup

TAWANGREJO 1 Babat tanaman liar di tubuh dam. m2 Pr Ru


150 4,418 662,700
Papan petunjuk Lokasi
2 buah 1 846,182 846,182 Pr Pa

10 BO-C 7 Konsolidasi dam tipe tertutup

KEMPUT II 1 Babat tanaman liar di tubuh dam m2 Pr Ru


100 4,418 441,800
Papan petunjuk Lokasi
2 buah 1 846,182 846,182 Pr Pa
11 BO-C 8 konsolidasi dam tipe tertutup

KEMPUT I 1 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa


1 846,182 846,182
2 Penelusuran detil jalan masuk.

konsolidasi dam tipe tertutup


12 BO-C 8A konduit
KEMPUT 1 Papan petunjuk Lokasi buah Pr Pa
1 846,182 846,182
2 Rehab tolo-tolo m3 Ko Ri
50 236,105 11,805,250

Sabo dam tipe tertutup


13 BO-D 1 konduit
PURWOBINANGUN 1 Babat tanaman liar di tubuh dam m2 Pr Ru
100 4,418 441,800
2 Papan petunjuk Lokasi buah Pr Pa
1 846,182 846,182
Penelusuran detil rembesan di d/s
3 main dam. Re Re

14 BO-C 9 konsolidasi dam tipe tertutup

SABRANG 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


300 4,418 1,325,400
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

15 BO-C 2A konsolidasi dam tipe tertutup

KUMENDUNG 1 Babat tanaman liar di tubuh dam m2 Pr Ru


125 4,418 552,250
2 Papan petunjuk Lokasi buah Pr Pa
1 846,182 846,182
3 penelusuran detil jalan masuk. Re Re

16 BO-C 10 konsolidasi dam tipe tertutup

KALIRESO I 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


200 4,418 883,600
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182
17 BO-C 2 konsolidasi dam tipe tertutup

GLONDONG 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


175 4,418 773,150
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

18 BO-C 11 konsolidasi dam tipe tertutup

SENTUL 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


250 4,418 1,104,500
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

konsolidasi dam tipe tertutup


19 BO-C 11B konduit
KARDANGAN 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru
200 4,418 883,600
2 Rehab tolo-tolo m3 Ko Ri
40 236,105 9,444,200
3 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

20 BO-C 12 konsolidasi dam tipe tertutup

NGIPIK 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


100 4,418 441,800
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

21 BO-C 11A konsolidasi dam tipe tertutup

KARDANGAN 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


250 4,418 1,104,500
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

konsolidasi dam tipe tertutup


22 BO-C 4A konduit
BULUS 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru
240 4,418 1,060,320
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182
23 BO-GS 2B Groundsill

SERUT 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


250 4,418 1,104,500
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

24 BO-GS 2A Groundsill

WONOSOBO II 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


130 4,418 574,340
2 Papan petunjuk Lokasi buah Pr Pa
1 846,182 846,182
3 Penelusuran detil lobang di apron m3 Re Re
12 1,042,025 12,504,300
dan gerusan tubuh dam.(Cor
Beton K 125)

25 BO-C 4 Konsolidasi dam tipe tertutup

WONOSOBO I 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


100 4,418 441,800
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182
3 Penelusuran detil lobang di apron. Re Re

26 BO-GS 1A Groundsill

BLEKIK II 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


150 4,418 662,700
2 Papan petunjuk Lokasi buah Pr Pa
1 846,182 846,182
3 Penggantian pintu irigasi 1 bh. buah Re Re
1 34,997,181 34,997,181

27 BO-C 1 Groundsill

BLEKIK 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam. m2 Pr Ru


150 4,418 662,700
2 Papan petunjuk Lokasi buah Pr Pa
1 846,182 846,182
Penelusuran detil scouring d/s
3 subdam. Re Re

28 BO-GS 1 Groundsill

BLEKIK 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


100 4,418 441,800
2 Papan petunjuk Lokasi buah Pr Pa
1 846,182 846,182
3 Penelusuran detil lobang di apron m3 Re Re
75 1,042,025 78,151,875
dan gerusan tubuh dam.(Cor
Beton K 125)

29 BO-GS 2 Groundsill

BLEKIK 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


150 4,418 662,700
2 Papan petunjuk Lokasi buah Pr Pa
1 846,182 846,182
Penelusuran detil lobang di apron
3 dan gerusan tubuh dam. Re Re

30 BO-GS 3 Groundsill

KLUTUK 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


150 4,418 662,700
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182
Perbaikan ringan bufferfill sub
3
3 dam 2 m pas. batu . m3 2 620,449 1,240,898 Ko Ri

31 BO-GS 4 Groundsill

NGAMPEL 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


150 4,418 662,700
2 Papan petunjuk Lokasi buah Pr Pa
1 846,182 846,182
Perbaikan lantai apron beton 2
3 m3. Re Re

32 BO-GS 5 Groundsill

SERUT 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


125 4,418 552,250
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

33 BO-GS 6 Groundsill

REJODANI 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


500 4,418 2,209,000
2 Papan petunjuk Lokasi buah Pr Pa
1 846,182 846,182
3 Penelusuran detil intake irigasi. Re Re

34 BO-GS 7 Groundsill

REJODANI 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


300 4,418 1,325,400
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

35 BO-GS 8 Groundsill

REJODANI 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


250 4,418 1,104,500
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

36 BO-GS 9 Groundsill

CINO 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


250 4,418 1,104,500
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

37 BO-GS 10 Groundsill

LOJAJAR 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


200 4,418 883,600
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

38 BO-GS 10A Groundsill

1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


100 4,418 441,800
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

39 BO-GS 10B Groundsill

1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


100 4,418 441,800
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

40 BO-GS 0 Groundsill
NGENTAK 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru
100 4,418 441,800
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182
41 BO-GS 01 Groundsill

NGENTAK 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


50 4,418 220,900
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

42 BO-GS 02 Groundsill

NGENTAK 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


75 4,418 331,350
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

43 BO-GS 0 Groundsill

KADIPIRO 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


100 4,418 441,800
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

44 BO-W 6 Groundsill

POGUNG 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


4,418 0
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

45 BO-D 8 Groundsill

POGUNG 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


100 4,418 441,800
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

46 BO-GS 6 Groundsill

POGUNG 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


100 4,418 441,800
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182
47 BO-GI 6 Groundsill

POGUNG 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 4,418 0


2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

48 BO-GS 5 Groundsill

POGUNG 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 4,418 0


2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

49 BO-GI 5 Groundsill

POGUNG 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


4,418 0
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

50 BO-GS 4 Groundsill

POGUNG 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 Pr Ru


100 4,418 441,800
2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

51 BO-GS 3 Groundsill

POGUNG 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 4,418 0


2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

52 BO-GI 4 Groundsill

POGUNG 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 4,418 0


2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182
53 BO-GI 3 Groundsill

POGUNG 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 4,418 0


2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

54 BO-GS 2 Groundsill

POGUNG 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 4,418 0


2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

55 BO-GI 2 Groundsill

POGUNG 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 4,418 0


2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

56 BO-GS 1 Groundsill

POGUNG 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 4,418 0


2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

57 BO-GI 1 Groundsill

POGUNG 1 Babat tanaman liar di tubuh Dam m2 4,418 0


2 Papan petunjuk Lokasi. buah Pr Pa
1 846,182 846,182

JUMLAH 289,222,292