Anda di halaman 1dari 11

Mengenal dan Mengoperasikan Makeup Valve untuk BPV 1 / 11

Mengenal dan Mengoperasikan Makeup Valve & Excess untuk BPV


Perlengkapan Utama
A. Panel Box
B. Control Valve
C. Sensor
D. Excess Valve

A. Panel Box
Panel Box PRV berfungsi sebagai:
1. Input Power 220Vac, Stabilizer, supply listrik ke Panel.
2. Hidup dan mati Arus dipanel dilakukan melalui stabilizer
3. Tempat pengontrol fungsi Surplussing atau Batas Tekanan Minimum Boiler dengan
menggunakan controller jenis SX-80
4. Tempat pengontrol fungsi PRV atau Pressure Reducing Valve dengan menggunakan
controller jenis SX-90
5. Tempat pengontrol fungsi Excess dengan menggunakan controller jenis SX-80
6. Tempat MCB untuk mengaktifkan Controller dan Alarm.
7. Pilot Lamp untuk High Alarm & Low Alarm fungsi Surplussing
8. Pilot Lamp untuk High Alarm & Low Alarm fungsi PRV
9. Emergency Stop untuk memutuskan control signal dari Panel Box ke Control Valve.
10. Selector Switch untuk memilih fungsi Normal = Kombinasi fungsi Surplussing dan
fungsi PRV dan fungsi P.Override = Hanya fungsi PRV.

1. PRV P.Override

Normal
Apabila berada pada fungsi AUTO dan apabila selector switch berada pada posisi 1, maka
pengontrolan pembukaan dan penutupan control valve dilakukan dengan kombinasi dua buah
controller dengan cara membaca tekanan steam sebelum memasuki Control Valve dan sesudah
keluar dari Control Valve.
Kalkulasi pergerakan tekanan di kedua titik tersebutlah yang akan memicu persentase
pembukaan dan penutupan valve.
Sistim ini bekerja dengan cara Full PID, dengan demikian tidak memakai sistim limit tekanan
untuk menentukan posisi buka dan tutup valve. (berbeda dengan sistim Pressure Switch).
Set point yang dapat di set atau di reset adalah pada controller SX-80 untuk fungsi
SURPLUSSING bukan PRV. Dengan demikian kita dapat menaikan ataupun menurunkan
batasan tekanan Boiler yang akan diproteksi. Tekanan PRV telah di -preset sedimikian rupa
hingga berusaha untuk menutup pada kisaran tekanan 3 barg pada BPV.

P.Override
Apabila selector switch berada pada posisi 2 atau P.Override (Pilot Lamp Hidup), maka
pengontrolan pembukaan dan penutupan control valve dilakukan dengan sebuah SX-90 process
controller dengan cara membaca tekanan steam setelah keluar dari Control Valve.
Kalkulasi pergerakan tekanan pada sensor di BPV lah yang memicu persentase pembukaan dan
penutupan valve.
Sistim ini bekerja dengan cara Full PID, dengan demikian tidak memakai sistim limit tekanan
untuk menentukan posisi buka dan tutup valve. (berbeda dengan sistim Pressure Switch).
Set point yang dapat di Set ataupun Reset adalah pada controller SX-90 untuk fungsi PRV bukan
SURPLUSSING. Dengan demikian kita dapat menaikkan ataupun menurunkan batasan tekanan
BPV yang akan diproteksi. Tekanan SURPLUSSING atau disebut juga dengan tekanan

Mengenal dan Mengoperasikan Makeup Valve untuk BPV 2 / 11


BOILER tidak akan diperhitungkan oleh controller tersebut dalam menentukan persentase
pembukaan control valve.

Surplusing PRV Alarm


Alram

Selector
P.override
Switch
Lamp

Emergency
stop

Tekanan Surplussing /
Boiler yang terbaca

Setting tekanan
Batas
Surplussing /Boiler
yang di set.

Tekanan PRV/BPV
Instruksi Bukaan
yang Terbaca
Valve (persentase)
Setting tekanan Batas
BPV yang di set.

Gbr. Panel Make Up Valve

Mengenal dan Mengoperasikan Makeup Valve untuk BPV 3 / 11


B. Control Valve Make-Up Valve

Name plate Actuator Air Filter / Regulator


actuator Control valve

Positioner

Body Valve

Gbr. Control Valve Make Up Valve

Pneumatic Actuator:
Berfungsi untuk membuka dan menutup control valve.
Spring di dalam Actuator berfungsi untuk menutup control valve.
Angin (dari Positioner) berfungsi untuk membuka control valve dengan jalan melawan tekanan
spring. Dibutuhkan supply angin sebesar tekanan angin yang tercantum pada name plate
Actuator (Spring Range) melalui Filter Regulator agar control valve dapat membuka hingga full
100%.

Mengenal dan Mengoperasikan Makeup Valve untuk BPV 4 / 11


Air Filter Regulator.
Berfungsi untuk menurunkan tekanan angin dari compressor, menjaga tekanan angin agar stabil
pada tekanan yang disesuaikan dengan name plate Actuator , dan menyaring air (Water) dan
kotoran agar tidak memasuki positioner. Dibutuhkan supply angin dari compressor sebesar 6
barg (minimum).

Positioner.
Berfungsi untuk mengontrol posisi (persentase) pembukaan/penutupan valve pada saat panel
diset pada posisi AUTO.
Contoh:
Pada saat diset pada posisi AUTO apabila SX-90 (PRV) menunjukkan angka 50, maka berarti
instruksi buka adalah 50%, dengan demikian posisi pembukaan valve juga harus berada pada
50%.

PV = Process Value (Nilai yang terbaca oleh


sensor). Pembacaan PV identik sama dengan
pembacaan pressure gauge.

Set Point = Nilai yang akan di jaga.

Out put control valve, persentase pembukaan


dari control valve.

Tombol untuk menaikkan nilai Set Point.

Tombol untuk menurunkan nilai Set Point.

Menampilkan Operating Mode

Gbr. Bagian dari Controller PRV

Mengenal dan Mengoperasikan Makeup Valve untuk BPV 5 / 11


Skala posisi buka /
tutup Dari Control Valve

C. Sensor
Terdapat tiga buah sensor tekanan yang dipasangkan pada sistim ini, masing-masing adalah:
1. Sensor tekanan Upstream
Untuk membaca tekanan pada pipa masuk ke Makeup Valve.
Tekanan yang dibaca akan mendekati tekanan pada Boiler ataupun Inlet Turbin. Tekanan
yang dibaca tersebut akan diumpankan ke controller SX-80 No.1 yang berfungsi sebagai
Surplussing Control.
2. Sensor tekanan Downstream
Untuk membaca tekanan di dalam BPV.
Tekanan yang dibaca tersebut akan diumpankan ke controller SX-90 No.2 yang berfungsi
sebagai PRV Control.

Nilai yang terbaca sensor = Nilai Actual

Set Point = Nilai yang akan di jaga

Tombol Enter

Menaikkan Set point

Menurunkan Set point

Tombol Menu

Gbr. Sensor Pressure dan Bagian dari Controller Surplussing

Mengenal dan Mengoperasikan Makeup Valve untuk BPV 6 / 11


Merubah Set Point

Nilai yang terbaca sensor = Nilai Actual

Set Point = Nilai yang akan di jaga

Modification Set Point

Merubah set point SURPLUSSING atau Tekanan Boiler: (Setting Normal)


Apabila dianggap tekanan yang telah diset terlalu tinggi, sehingga control valve tidak membuka
karena tekanan boiler tidak pernah cukup, maka set point SURPLUSSING dapat diturunkan
dengan menggunakan SX-80 no.1.
Pada saat SX-80 bekerja:
- Tekan tombol dua kali untuk menaikkan nilai set point
- Tekan tombol dua kali untuk menurunkan nilai set point
- Lakukanlah sampai angka tersebut cocok dengan yang diinginkan.
- Setelah dua detik angka set point akan berkedip .

Mengenal dan Mengoperasikan Makeup Valve untuk BPV 7 / 11


Merubah set point PRV atau Tekanan BPV:
Cara merubah set point SX-90 no.2. PRV dapat ditlakukan dengan procedure seperti di bawah:

Tekan tanda buku dan tahan


sampai muncul level 3 Lakukan dengan cepat!!!

Setelah muncul level 3


tekan enter , kemudian
Lalu tekan enter
masukan kode 3 dengan
menekan Scroll Up

Setelah masuk di level 3


kemudia tekan tanda menu
untuk mencari parameter SP

Parameter REM.HI berfungsi untuk membatasi set point, Dengan demikian kita dapat
menaikkan ataupun menurunkan batasan tekanan BPV yang akan diproteksi.

Setelah nilai yang sudah tentukan dirubah, maka kita harus kembali ke parameter awal dengan
cara:

Cara kembali ke tampilan awal atau tampilan pembacaan ;


Tekan tanda Home ( lama sampai muncul level 3 kemudian tekan scroll down
rubah menjadi level 1 kemudian biarkan sampai paremeter berubah ( tidak di enter )

Mengenal dan Mengoperasikan Makeup Valve untuk BPV 8 / 11


2. EXCESS Blow Up

System ini mengontrol tekanan berlebih di BPV yang mana akan menjaga kerja dari Turbin
terhadap kelebihan tekanan pada exhaust Turbin. Apabila tekanan di BPV melebihi dari tekanan
yang di setting maka controller secara otomatis akan mengirim signal ke control valve agar
control valve membuka untuk membuang tekanan BPV yang berlebih.

D. Excess Valve

Actuator
Butterfly
Control Valve

Kabel ke Panel

Gbr. Control Valve Excees

Cara kerja controller Excess hampir sama dengan cara kerja pada controller Surplussing di mana
controller akan memberikan signal jika nilai pada Process Value melebihi dari nilai Set Point.
Namun perbedaannya jika pada Surplussing controller akan memberikan signal ke pada
controller PRV sedangkan pada Excess, controller akan memberikan signal ke control valve

Mengenal dan Mengoperasikan Makeup Valve untuk BPV 9 / 11


3. Tahap Tahap Menjalankan System

Adapun langkah langkah yang perlu di perhatikan dalam menjalankan System dari Make Up
Valve dan Excess, yaitu:

Posisi Auto:
1. Periksa valve line angin ke control valve apakah masih tertutup dan pastikan valve
terbuka. Cek juga gauge air filter regulator apakah pressure yang terbaca sudah cukup
dengan konsumsi pressure angin yang dibutuhkan Actuator untuk membuka Control Valve
secara penuh.
2. Periksa Neddle valve pada masing-masing sensor pressure dan pastikan neddle valve
dalam posisi terbuka.
3. Buka isolating valve station steam trap untuk Upstream dan Downstream PRV.
4. Buka Isolating Valve PRV Upstream dan Downstream secara perlahan.
5. Pastikan sebelum system jalan, MCB dan Emergency Stop dalam keadaan Off / terputus.
6. Posisi selector switch P. Overide berada pada posisi 1.
7. Naikkan MCB satu demi satu dan Emergency Stop masih dalam keadaan Off / terputus.
8. Setting set point pada SX-80 Surplussing sesuai dengan kemampuan minimum pressure
ke Turbin (dalam hal ini berapa minimum pressure yang dapat di terima oleh Turbin dan
sebesar itu pula set point dari SX-80 Surplussing).
9. Tidak perlu melakukan settingan pada SX-90 PRV, karena pada posisi ini set point
controller SX-90 PRV bergantung dari signal output yang dikeluarkan oleh SX-80
Surplussing.
10. Setting set point pada SX-80 Excess dengan settingan melebihkan sedikit dari pressure
Exhaust Turbin.
11. Lalu buka Emergency Stop 1 dan Emergency Stop 2.

Posisi P.Overide:
1. Lakukan seperti Langkah 1 s/d langkah 5 sama dengan pada posisi Auto.
2. Posisi selector switch P. Overide berada pada posisi 2.
3. Khusus untuk controller SX- 90 PRV, pada saat pengontrollan dilakukan dengan P.
Overide maka sytem PRV akan bekerja berdasarkan controller SX-90 saja (SX-80
Surplussing diabaikan) maka terlebih dahulu turunkan set point menjadi 0 barg (lihat
lampiran modification set point)
4. Setting set point pada SX-80 Excess dengan settingan melebihkan sedikit dari pressure
Exhaust Turbin.
5. Lalu buka Emergency Stop 1 dan Emergency Stop 2.
6. Naikkan set point controller SX-90 PRV secara perlahan dengan interval step 0,5 barg.
Perhatikan process value controller hingga mencapai ke stabilan. Setelah process value
menunjukkan ke stabilan dengan set point maka set point dapat dinaikkan hingga
akhirnya mencapai settingan 3 barg

Untuk Shut-down dari System berikut langkah-langkahnya (posisi auto) :


1. Tekan Emergency Stop maka signal control ke control valve akan terputus.
2. Turunkan MCB untuk memutuskan power ke masing-masing controller.
3. Tutup Isolating Valve Upstream dan Dowstream dari PRV.

Mengenal dan Mengoperasikan Makeup Valve untuk BPV 10 / 11


Untuk Shut-down dari System berikut langkah-langkahnya (posisi P. Overide) :
1. Turunkan settingan set point PRV (pada posisi P. Overide) menjadi 0 barg.
2. Ketika tekanan telah turun dan control valve telah menutup, tekan masing-
masing Emergency Stop maka signal control ke control valve akan terputus.
3. Setelah itu MCB dapat diturunkan untuk memutus power ke masing-masing controller.
4. Tutup Isolating Valve Upstream dan Dowstream dari PRV.

Demikianlah Prosedur Pengoperasian ini kami perbuat untuk dapat dipergunakan sebaik-
baiknya, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Mengenal dan Mengoperasikan Makeup Valve untuk BPV 11 / 11