Anda di halaman 1dari 6

TEORI AKUNTANSI

RINGKASAN MATA KULIAH

SAP 9

PSAK 8 DAN PSAK 10

OLEH:

DYAH PARAMITHA (1515351087/13)

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2017
PSAK 8 DAN PSAK 10

PSAK 8 : PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN


Peristiwa setelah periode pelaporan adalah suatu peristiwa, baik yang menguntungkan
(favourable) atau tidak menguntungkan (unfavourable), yang terjadi di antara akhir periode
pelaporan dan tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit.

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN


A. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan yang Memerlukan Penyesuaian.
Entitas menyesuaikan jumlah pengakuan dalam laporan keuangan untuk mencerminkan
peristiwa setelah periode pelaporan yang memerlukan penyesuaian.
B. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan yang Tidak Memerlukan Penyesuaian
Entitas tidak menyesuaikan jumlah pengakuan dalam laporan keuangannya untuk mencerminkan
peristiwa setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian
Dividen
Jika setelah periode pelaporan entitas mendeklarasikan dividen untuk pemegang
instrumen ekuitas, maka entitas tidak mengakui dividen itu sebagai liabilitas pada akhir periode
pelaporan.

KELANGSUNGAN USAHA
Entitas tidak menyusun laporan keuangan dengan dasar kelangsungan usaha jika setelah
periode pelaporan diperoleh bukti kuat bahwa entitas akan dilikuidasi atau dihentikan usahanya,
atau jika manajemen tidak memiliki alternatif lain yang realistis kecuali melakukan hal tersebut.

PENGUNGKAPAN
a. Tanggal Otorisasi untuk Terbit
Entitas mengungkapkan tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit dan pihak yang
bertanggung jawab mengotorisasi laporan keuangan.
b. Pemutakhiran Pengungkapan Kondisi pada Akhir Periode Pelaporan
Jika entitas menerima informasi setelah periode pelaporan tentang kondisi yang ada pada akhir
periode pelaporan, maka entitas memutakhirkan pengungkapan kondisi tersebut sesuai dengan
informasi terkini.
c. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan yang Tidak Memerlukan Penyesuaian
Jika peristiwa setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian adalah material,
maka tidak diungkapkannya hal tersebut akan mempengaruhi pengambilan keputusan pengguna
laporan keuangan. Oleh karena itu, entitas mengungkapkan informasi berikut untuk setiap
kelompok peristiwa tersebut: (a) sifat peristiwa; dan (b) estimasi atas dampak keuangan, atau
pernyataan bahwa estimasi tersebut tidak dapat dibuat.

PSAK 10 : PENGARUH PERUBAHAN KURS VALUTA ASING

PELAPORAN TRANSAKSI MATA UANG ASING KE DALAM MATA UANG


FUNGSIONAL
Pengakuan Awal
Pada pengakuan awal, transaksi mata uang asing dicatat dalam mata uang fungsional.
Jumlah mata uang asing dihitung ke dalam mata uang fungsional dengan kurs spot antara mata
uang fungsional dan mata uang asing pada tangggal transaksi.
Pelaporan pada Akhir Periode Pelaporan Berikutnya
Pada akhir setiap periode pelaporan:
a. Pos moneter mata uang asing dijabarkan menggunakan kurs penutup
b. Pos nonmoneter yang diukur dalam biaya historis dalam mata uang asing dijabarkan
menggunakan kurs pada tanggal transaksi
c. Pos nonmoneter yang diukur pada nilai wajar dalam mata uang asing dijabarkan
menggunakan kurs pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan
Pengakuan Selisih Kurs
Selisih kurs yang timbul pada penyelesaian pos moneter atau pada proses penjabaran pos
moneter pada kurs yang berbeda dari kurs pada saat pos moneter tersebut dijabarkan, pada
pengakuan awal selama periode atau pada periode laporan keuangan sebelumnya.
Jika keuntungan atau kerugian pos nonmoneter diakui dalam pendapatan komprehensif
lain, maka setiap komponen kurs dari keuntungan atau kerugian tersebut diakui dalam
pendapatan komprehensif lain sebaliknya jika keuntungan atau kerugian pos nonmoneter diakui
dalam laba rugi maka setiap komponen kurs dari keuntungan atau kerugian tersebut diakui dalam
laba rugi.
Perubahan dalam Mata Uang Fungsional
Ketika terdapat perubahan dalam mata uang fungsional, entitas menerapkan prosedur
penjabaran untuk mata uang fungsional yang baru secara prosfektif sejak tanggal perubahan itu.

PENGGUNAAN MATA UANG PENYAJIAN SELAIN MATA UANG FUNGSIONAL


Penjabaran dalam Mata Uang Penyajian
Hasil dan posisi keuangan entitas yang mata uang fungsionalnya bukan mata uang dari
suatu ekonomi hiperinflasi dijabarkan kedalam mata uang penyajian yang berbeda, dengan
menggunakan prosedur sebagai berikut :
a) Aset dan liabilitas untuk setiap laporan keuangan yang disajikan (termasuk komparatif)
dijabarkan menggunakan kurs penutup pada tanggal laporan posisi keuangan tersebut
b) Penghasil dan beban untuk setiap laba rugi komprehensif atau laporan laba terpisah yang
disajikan (termasuk komparatif) dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal tersebut
c) Semua hasil dari selisih kurs diakui dalam pendapatan komprehensif lain

PENGARUH PAJAK DARI SEMUA SELISIH KURS


Pengungkapan
Dalam kasus suatu kelompok usaha acuan mata uang fungsional, berlaku pada mata uang
fungsional dari entitas induk. Entitas mengungkapkan :
a) Jumlah selisih kurs yang diakui dalam laba rugi, kecuali untuk selisih kurs yang timbul
pada instrument keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi sesuai
dengan PSAK 55
b) Selisih kurs neto yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan diakumulasikan
dalam komponen ekuitas yang terpisah, serta rekonsiliasi selisih kurs tersebut pada awal
dan akhir periode
Jika mata uang penyajian berbeda dari fungsional, maka dinyatakan bersama dengan
pengungkapan tentang fungsional dan alasan untuk menggunakan mata uang penyajian yang
berbeda
Jika terdapat perubahan dalam mata uang fungsional entitas pelapor maupun kegiatan
usaha luar negeri yang signifikan, maka fakta dan alasan perubahan dalam mata uang fungsional
tersebut diungkapkan.
Jika entitas menyajikan laporan keuangan dalam mata uang yang berbeda dari mata uang
fungsionalnya, maka entitas menjelaskan bahwa laporan keuangan tunduk pada SAK hanya jika
entitas mematuhi semua persyaratan yang berlaku.
REFERENSI

Ikatan Akuntansi Indonesia, Standar Akuntansi Keuangan Efektif per 1 Januari 2017.
Jakarta : 2016

Anda mungkin juga menyukai