Anda di halaman 1dari 11

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING

DIVARIASIKAN DENGAN SARASEHAN BERBASIS LESSON STUDY


UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMECAHAN
MASALAH, METAKOGNISI, DAN KOMUNIKASI

Alfi Kholishotuz1), Dea Aulia2), Dinar Ajeng3), Fiqih Dewi4), Fiqry Addina5), Herawati Susilo6)
Program Studi Pendidikan Biologi
Universitas Negeri Malang
Jalan Semarang 5 Malang
E-mail: dinariza95@gmail.com; herawati_susilo@yahoo.com

Abstrak
Peserta didik tidak hanya dituntut memiliki kemampuan yang tinggi, melainkan juga
penguasaan keterampilan di berbagai bidang, antara lain keterampilan pemecahan masalah,
metakognisi, dan komunikasi. Penerapan model pembelajaran PBL divariasikan dengan sarasehan
dapat dilaksanakan dengan efektif melalui lesson study. Penelitian menggunakan metode kualitatif.
Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa biologi semester 7 Offering AP Angkatan 2014.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran PBL divariasikan
dengan sarasehan berbasis lesson study untuk meningkatkan keterampilan memecahkan masalah,
metakognisi, dan komunikasi mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian, keterampilan pemecahan
masalah, metakognisi, dan komunikasi pada mahasiswa biologi semester 7 Offering AP Angkatan
2014 sudah cukup baik.

Kata kunci: lesson study, pemecahan masalah, metakognisi, komunikasi.

PENDAHULUAN antara lain keterampilan pemecahan


Pendidikan memiliki peran masalah, metakognisi, dan
penting dalam meningkatkan komunikasi.
kemampuan dan keterampilan Keterampilan memecahkan
peserta didik. Di Abad 21, peserta masalah mencakup keterampilan
didik tidak hanya dituntut memiliki lain seperti identifikasi dan
kemampuan yang tinggi, melainkan kemampuan untuk mencari,
juga penguasaan keterampilan memilih, mengevaluasi,
diberbagai bidang. Kemampuan yang mengorganisir, dan
ditekankan pada pendidikan abad 21 mempertimbangkan berbagai
meliputi softskill dan hardskill. alternatif dan menafsirkan informasi.
Kemampuan softskill peserta didik Seseorang harus mampu mencari
sangat diperlukan agar dapat berbagai solusi dari sudut pandang
bersaing dan bertahan di era yang berbeda-beda dalam
globalisasi. Beberapa kemampuan memecahkan masalah yang
yang harus dimiliki peserta didik kompleks (Zubaidah, 2016).
Keterampilan memecahkan masalah berdasarkan pemikirannya sendiri.
sangat erat kaitannya dengan Di akhir diskusi, model ini juga
keterampilan metakognisi. Menurut memberi kesempatan peserta didik
Zubaidah (2016) seseorang yang untuk mempresentasikan hasil
memiliki pengetahuan metakognitif temuan dan pemikirannya secara
berarti menyadari berapa banyak lisan melaui forum diskusi kelas.
mereka memahami topik Pembelajaran abad 21 tidak
pembelajaran dan faktor-faktor yang hanya menekankan pada peningkatan
mempengaruhi pemahaman mereka. kemampuan peserta didik, melainkan
Keterampilan memecahan juga guru sebagai tenaga
masalah dan metakognisi tidak akan kependidikan. Kemampuan dan
bernilai jika seseorang tidak keterampilan seorang guru sebagai
meningkatkan keterampilan pendidik perlu ditingkatkan.
komunikasi. Komunikasi yang baik Peningkatan tersebut dapat dilakukan
tidak hanya secara lisan, tetapi juga melalui kegiatan lesson study (LS).
melalui tulisan hasil penelitian, Kegiatan LS merupakan kegiatan
analisis artikel jurnal, dan lain yang dilakukan sekelompok pendidik
sebagainya. Beberapa keterampilan untuk memrencanakan dan
di atas dapat dicapai dengan mengevaluasi keterlaksanaan
menggunakan model pembelajaran kegiatan pembelajaran di kelas.
yang tepat pula. Salah satu model Kegiatan ini membantu pendidik
pembelajaran yang dapat untuk mengetahui kelemahan dan
mengakomodasi peningkatan kelebihan metode mengajarnya yang
keterampilan di atas ialah Problem diajarkannya. Hasil refleksi
Based Learning (PBL). PBL kemudian dapat digunakan sebagai
merupakan salah satu model bahan acuan bagi perbaikan
pembelajaran yang mengangkat pengajaran berikutnya.
permasalahan kontekstual dari Berdasarkan penjelasan
lingkungan sekitar. Model tersebut, tujuan dari penelitian ini
pembelajaran ini juga menuntut yaitu untuk mengetahui penerapan
peserta didik untuk mencari solusi model pembelajaran PBL
dari permasalahan yang dipaparkan divariasikan dengan sarasehan
berbasis lesson study untuk sangat baik, baik, cukup baik, dan
meningkatkan keterampilan kurang baik.
memecahkan masalah, metakognisi, HASIL DAN PEMBAHASAN
dan komunikasi mahasiswa. A. Pelaksanaan Kegiatan
Pembelajaran Problem Based
METODE PENELITIAN Learning Divariasikan dengan
Penelitian ini menggunkan Sarasehan Berbasis Lesson
metode analisis deskripsi kualitatif Study
karena data yang diperoleh berupa Model pembelajaran Problem
deskripsi hasil penelitian. Sampel Based Learning (PBL) merupakan
yang digunakan dalam penelitian ini suatu model pembelajaran yang
berjumlah 24 mahasiswa semester 7, menggunakan masalah dunia nyata
Jurusan Biologi, Program Studi S1 sebagai suatu konteks bagi siswa
Pendidikan Biologi, Universitas untuk belajar tentang cara
Negeri Malang. Penelitian ini pemecahan masalah dan
dilakukan di Universitas Negeri keterampilan berpikir kritis, serta
Malang, Fakultas MIPA, Jurusan untuk memperoleh pengetahuan dan
Biologi tahun ajaran 2017/2018. konteks yang esensial dari materi
Data yang diperoleh dalam kuliah atau materi pembelajaran
penelitian ini berupa hasil penilaian (Lidinillah, 2013 & Rusman, 2012).
keterampilan memecahkan masalah, Menurut KBBI, sarasehan adalah
metakognisi, dan komunikasi tiap pertemuan yang diselenggarakan
mahasiswa selama proses untuk mendengarkan pendapat
pembelajaran berlangsung. Analisis (prasaran) para ahli mengenai suatu
data berupa deskripsi jumlah nilai masalah dalam bidang tertentu.
yang diperoleh mahasiswa dan Lesson study merupakan proses
dibandingkan dengan kriteria yang pengembangan profesi yang
ditetapkan sesuai dengan rubrik dipratikkan guru di Jepang secara
penialaian observasi. Kriteria yang berkelanjutan agar memperbaiki
digunakan dalam penelitian ini proses pembelajaran dan
meliputi 4 tingkatan dari yang memfokuskan pada kualitas
tertinggi hingga terendah, yaitu pengalaman belajar siswa.
Pelaksanaan pembelajaran pembelajaran PBL dengan baik yakni
Problem Based Learning yang telah mencapai 100%. Tabel 2
berbasis lesson study memberikan menunjukkan persentase
pengalaman baru bagi dosen model keterlaksanaan LS, berdasarkan
dan mahasiswa. Dosen model Tabel 2 tahap plan sudah terlaksana
ditemani empat mahasiswa observer dengan maksimal sehingga
untuk mengamati proses berdampak pada pelaksanaan do
pembelajaran. Observer ditugaskan yang juga maksimal. Pelaksanaan
untuk mengamati proses tahap see juga sudah berjalan
pembelajaran dengan menggunakan maksimal.
lembar observasi keterlaksanaan Tabel 1. Keterlaksanaan Sintaks
lesson study, serta lembar observasi Model Pembelajaran PBL
keterampilan abad 21 yang akan Siklus Sintaks PBL
diukur. Fokus pengamatan observer 1 100%
ditujukan pada perilaku mahasiswa
selama mengikuti proses
Tabel 2. Keterlaksanaan
pembelajaran. Kehadiran observer di
Tindakan Lesson Study
kelas memiliki arti penting karena
Siklus Plan Do See
seluruh pembelajaran akan dipantau
1 100% 100% 100%
dan dicatat untuk direfleksi sebagai
koreksi perbaikan pembelajaran
berikutnya. Prosedur pelaksanaan Dilakukan tahap pertama yaitu

lesson study terdiri dari langkah perencanaan (plan), kegiatan tersebut

perencanaan (plan), pelaksanaan dilaksanakan sebanyak tiga kali.

(do), dan refleksi (see) dalam satu Selama dilakukan tahap plan tersebut

siklus. dosen model secara kolaboratif

Keterlaksanaan tindakan bersama observer saling memberikan

Pelaksanaan penerapan model masukan atau memperbaiki

pembelajaran PBL dipaparkan Tabel rancangan pembelajaran. Plan

1. Pada Tabel 1 tersebut, baik dosen pertama dilaksanakan pada hari Rabu

model, observer, dan mahasiswa 18 Oktober 2017 pukul 13.00

telah melaksanakan sintaks 16.00 WIB, plan kedua dilaksanakan


pada hari Kamis 19 Oktober 2017
pukul 13.30 15.00 WIB, plan pembelajaran. Kegiatan pendahuluan
ketiga dilaksanakan pada hari Senin diawali dengan melakukan apersepsi,
23 Oktober 2017 pukul 15.00 pemberian motivasi, presentasi mind
16.00 WIB. Plan pertama dilakukan map, dan penyampaian tujuan
penentuan materi pembelajaran, pembelajaran.
penyusunan makalah. Plan kedua Dosen model selanjutnya
dilakukan penentuan model melaksanakan kegiatan inti sesuai
pembelajaran, metode pembelajaran, dengan sintaks model pembelajaran
dan keterampilan abad 21 yang PBL. Pertama, dosen model
dikembangkan. Plan ketiga menjelaskan sintaks pembelajaran
dilakukan pengecekan rancangan yang akan diterapkan. Kedua, dosen
pembelajaran yang telah dibuat model membagi mahasiswa menjadi
meliputi SAP (Satuan Acara 4 kelompok (beranggotakan 6
Pembelajaran), Chapter Design, mahasiswa). Ketiga, dosen model
Lesson Design, LKM (Lembar Kerja membagikan LKM dan menjelaskan
Mahasiswa), media pembelajaran petunjuk pengerjaan LKM.
(power point). Keempat, dosen model membimbing
Tahap kedua adalah tahap serta mengarahkan untuk
pelaksanaan (do) yang dilaksanakan merumuskan permasalahan yang
pada hari Selasa 24 Oktober 2017. tepat sesuai dengan masalah pada
Pelaksanaan pembelajaran dilakukan soal LKM (tahap 1 PBL:
di offering AP dengan jumlah merumuskan masalah). Kelima,
mahasiswa sebanyak 24 orang. dosen model membimbing serta
Dalam kegiatan ini, hanya diambil mengarahkan untuk menganalisis
satu topik pembelajaran yang permasalahan yang tepat sesuai
dilaksanakan pada pukul 07.15 dengan masalah pada soal LKM
08.45 WIB. Pelaksanaan (tahap 2 PBL: menganalisis
pembelajaran dibantu oleh dosen masalah). Keenam, dosen model
pembimbing, mahasiswa KPL mengarahkan mahasiswa untuk
pascasarjana Universitas Negeri menentukan hipotesis yang tepat dan
Malang, dan mahasiswa observer sesuai dengan permasalahan pada
dalam menyiapkan perangkat soal LKM (tahap 3 PBL:
merumuskan hipotesis). Ketujuh, dengan standar dan prosedur yang
dosen model memberikan arahan telah disepakati bukan untuk
mengenai pemecahan masalah dalam mengamti dan mengavaluasi guru
soal LKM (tahap 4 PBL: yang sedang bertugas mengajar.
mengumpulkan data). Kedelapan, Sesuai dengan pendapat Ibrohim
dosen model memberikan arahan (dalam Susilo, 2011), jika rancangan
kepada mahasiswa untuk pelaksanaan pembelajaran yang
mengungkapkan hasil diskusi serta dihasilkan pada tahap plan sudah
pemecahan masalah (tahap 5 6 baik maka pelaksanaan pembelajaran
PBL: pembuktian hipotesis dan (do) juga akan terlaksana dengan
merumuskan rekomendasi baik.
pemecahan masalah). Kesembilan, Tahap ketiga adalah refleksi
dosen model memberikan penguatan (see), dimana merupakan tahap
terhadap permasalahan yang dibahas. refleksi dari pelaksanaan kegiatan
Kesepuluh, dosen model pembelajaran dengan model
mengarahkan mahasiswa untuk pembelajaran PBL. Pada kegiatan
menarik kesimpulan berdasarkan ini, peristiwa penting yang terjadi
proses pembelajaran yang telah selama proses pembelajaran
dilakukan. Pada kegiatan penutup disampaikan oleh dosen model,
dosen model mengarahkan mahasiswa KPL pascasarjana, dan
mahasiswa dalam merefleksikan mahasiswa observer. Guru model
pembelajaran, dan menutup beserta observer saling
pembelajaran. menyampaikan apa yang dialami dan
Berdasarkan hasil observasi pada dirasakan selama pembelajaran
tahap pelaksanaan (do) dapat berlangsung untuk kemudian
disimpulkan bahwa langkah atau dijadikan sebagai masukan dan saran
sintak pembelajaran pada tahap do perbaikan untuk pembelajaran
sudah terlaksana sesuai dengan selanjutnya. Berdasarkan hasil
standar monitoring tahap do. Ibrohim refleksi kegiatan diketahui adanya
(dalam Susilo , 2011) menyatakan kendala yang muncul dalam
bahwa, fokus pengamatan diarahkan pelaksanaan lesson study yaitu
pada aktivitas belajar siswa sesuai adanya beberapa mahasiswa yang
terlambat sehingga tidak bisa yaitu mengidentifikasi masalah,
mengikuti alur pembelajaran dengan menerapkan tahap pemecahan
baik, sehingga diperlukan adanya masalah, mengidentifikasi solusi
alternatif pemecahan masalah yakni pemecahan masalah, mengevaluasi
dosen model harus memberikan solusi pemecahan masalah, dan
pengarahan agar mahasiwa lebih mempertahankan solusi pemecahan
cepat mengikuti dan menyusul masalah.
kegiatan pembelajaran. Catatan Cara yang digunakan untuk
penting dari diskusi refleksi untuk meningkatkan kemampuan
perbaikan pembelajaran ialah pemecahan masalah pada
pemilihan masalah dan pembelajaran kali ini yaitu dengan
model/metode pembelajaran yang menggunakan model PBL dengan
diterapkan cukup menentukan metode diskusi sarasehan.
keefektifan pembelajaran, ketegasan Permasalahan yang diangkat pada
dosen model mendukung pertemuan kali ini yaitu tentang
keterlaksanaan pembelajaran yang kualitas mutu pemdidikan di
baik. Indonesia. Diskusi dilakuakan dua
Kemampuan yang tahap yaitu diskusi kelompok dan
dikembangkan pada pertemuan kali diskusi kelas, setiap kelompok
ini yaitu kemampuan pemecahan memiliki peran masing-masing
masalah, metakognisi dan sesuai dengan tokoh yang telah
komunikasi. ditentukan. Berasarkan hasil
observasi dengan menggunakan
B. Ketrampilan Pemecahan
rubrik penilaian, diperoleh bahwa
Masalah
mayoritas kemampuan pemecahan
Polya (1973) menjelaskan masalah dari seluruh mahasiswa
bahwa, pemecahan masalah sudah baik. Kemampuan pemecahan
merupakan usaha untuk mencari masalah dari seluruh mahasiswa
jalan keluar dari suatu kesulitan tersebut dipaparkan pada Tabel 3.
untuk mencapai suatu tujuan yang
tidak segera dapat dicapai. Aspek
kemampuan pemecahan yang diukur
Tabel 3. Ketrampilan Pemecahan melibatkan teknologi, dan
Masalah menangani berbagai informasi
yang sangat besar jumlahnya,
Jumlah Kriteria
mahasiswa dapat mendefinisikan dan memahami
4 Sangat Baik elemen yang terdapat pada pokok
9 Baik
permasalahan, mengidentifikasi
5 Cukup baik
6 Kurang baik sumber informasi dan strategi yang
diperlukan dalam mengatasi
Pada Tabel 3 tersebut diketahui
masalah.
bahwa 4 mahasiswa memiliki
C. Ketrampilan Metakognitif
kemampuan pemecahan masalah
yang sangat baik dalam rentang nilai Pengetahuan metakognitif
19,9-21,5; 9 mahasiswa lain dijelaskan sebagai pengetahuan,
termasuk dalam kategori memiliki kesadaran, pemahaman lebih dalam
kemampuan pemecahan masalah terhadap proses dan produk kognitif
yang baik dengan rentang nilai 18,2- dirinya sendiri (Flavell, 1976 dalam
19,8 dan ada 5 mahasiswa yang Desoete, 2008). Aspek kemampuan
memiliki kemampuan pemecahan metakognisi yang diukur yaitu
masalah dalam kategori cukup baik reflektif dan menggunakan
yaitu dengan rentang nilai 16,5-18,1 keterampilan metakognisi.
sedangkan 4 mahasiswa yang Berasarkan hasil observasi dengan
memiliki kemampuan komunikasi menggunakan rubrik penilaian
kurang baik yaitu dalam rentang kemampuan metakognisi, diperoleh
14,8-16,4. bahwa mayoritas kemampuan
Menurut Zubaidah (2016), metakognisi mahasiswa masih
seseorang harus mampu mencari kurang baik. Kemampuan
berbagai solusi dari sudut pandang pemecahan masalah dari seluruh
yang berbeda-beda, dalam mahasiswa tersebut dipaparkan pada
memecahkan masalah yang Tabel 4.
kompleks. Pemecahan masalah
memerlukan kerjasama tim,
kolaborasi efektif dan kreatif dari
guru dan siswa untuk dapat Tabel 4. Ketrampilan Metakognitif
Jumlah Kriteria diharapkan dapat tercapai, peran dan
mahasiswa
kepemimpinan guru dalam proses
6 Sangat Baik
4 Baik pembelajaran adalah faktor penentu
0 Cukup baik efektivitas pengajaran dan
14 Kurang baik
pembelajaran di kelas. Pada
Pada Tabel 4 tersebut diketahui
pembelajaran dengan menggunakan
bahwa 6 mahasiswa memiliki
lesson study yang dilakukan dapat
kemampuan metakognitif yang
mempengaruhi keterampilan yang
sangat baik dalam rentang nilai 7,4-
dimiliki siswa termasuk keterampilan
8,0; 4 mahasiswa lain termasuk
komunikasi.
dalam kategori memiliki kemampuan
Tabel 5. Ketrampilan
metakognitif yang baik dengan
Metakognitif
rentang nilai 6,7-7,3 dan ada 0
mahasiswa yang memiliki Jumlah Kriteria
kemampuan metakognitif dalam mahasiswa
8 Sangat Baik
kategori cukup baik yaitu dengan 3 Baik
rentang nilai 6,3-6,6 sedangkan 14 9 Cukup baik
4 Kurang baik
mahasiswa yang memiliki
kemampuan komunikasi kurang baik
Dari hasil observasi di kelas
yaitu dalam rentang 5,3-6,2.
yang ditunjukkan pada tabel 5 di atas
Metakognisi didefinisikan sebagai
diketahui bahwa 8 mahasiswa
thinking about thinking. Seseorang
memiliki kemampuan komunikasi
yang memiliki pengetahuan
yang sangat baik dalam rentang nilai
metakognitif berarti menyadari
23,9-25,5, 3 mahasiswa lain
berapa banyak mereka memahami
termasuk dalam kategori memiliki
topik pembelajaran dan faktor-faktor
kemampuan komunikasi yang baik
yang mempengaruhi pemahaman
dengan rentang nilai 22,2-23,8, ada 9
mahasiswa yang memiliki
D. Ketrampilan Komunikasi
kemampuan komunikasi dalam
Menurut Copriady (2013) Lesson
kategori cukup baik yaitu dengan
study mewujudkan pembelajaran
rentang nilai 20,5-22,1, da nada 4
yang semakin baik dan efektif
mahasiswa yang memiliki
sehingga tujuan pembelajaran yang
kemampuan komunikasi kurang baik diperhatikan. Kegiatan memecahkan
yaitu dalam rentang 18,8-20,4. Dari masalah merupakan kegiatan yang
hasil observasi tersebut dapat melibatkan keaktifan siswa dalam
diketahui bahwa dengan menerapkan menemukan sendiri pengetahuannya
model pembelajaran yang tepat dan dalam mencari pemecahan masalah,
dilakukan dengan lesson study dapat sehingga pemilihan masalah harus
meningkatkan kemampuan tepat.
komunikasi siswa. Hal tersebut
sesuai dengan pendapat Greenstein DAFTAR RUJUKAN
(2012) yang menyatakan bahwa Copriady, Jimmi. 2013. The
Implementation of Lesson
aktivitas dalam pembelajaran mampu
Study Programme for
mengembangkan kemampuan Developing Professionalism in
Teaching Proffesion. Asian
komunikasi siswa, hal ini dibuktikan
Sosial Science. Vol.9 No.12.
dengan adanya diskusi kelompok dan
Desoete, A. 2008. Multi-method
diskusi dalam kelas yang membahas
Assessment of Metacognitiv
tentang topik yang diberikan oleh Skills in Elementary School
Children: How You Test Is
guru.
What You Get. Springer
Science. (Online),
(http://www.arteveldehogescho
KESIMPULAN
ol.be%2Felpa%2Flogopedic
Penerapan model pembelajaran %2Fpublicaties_logo
%2Fdownload.php%3File_id
PBL divariasikan dengan sarasehan
%3D4&usg=AFQjCNEsV0Bk
dapat dilakukan secara efektif 4sx), diakses 30 Oktober 2017
melalui kegiatan lesson study.
Greenstein, Laura. 2012. Assesing
Berdasarkan hasil penelitian, 21st Century Skills : a guide
to evaluating mastery and
kemampuan mahasiswa setelah
authentic learning. Singapore
diberi perlakuan sudah cukup baik. : SAGE Publication Asia-
Pasifik Pte. Ltd.

SARAN Kamus Besar Bahasa Indonesia


(KBBI). (Online),
Saran untuk penelitian
(https://kbbi.web.id/sarasehan),
selanjutnya adalah agar pembelajaran diakses 1 November 2017.
lebih efektif, persiapan dan
Lidinillah, D. A. M. 2013.
pengelolaan waktu harus lebih Pembelajaran Berbasis
Masalah (Problem Based
Learning). (Online),
(http://file.upi.edu/Direktori/K
DTasikmalaya/Dindin_Abdul_
Muiz_Lidinillah_(KD-
Tasikmalaya)
197901132005011003/1323135
48%20%20dindin%20abdul
%20muiz
%20lidinillah/Problem%
20Based%20Learning.pdf),
diakses 31 Oktober 2017.

Polya, G. 1973. How to Solve It A


New Aspect of Mathematical
Method (Second Edition). New
Jersey: Princeton University
Press.

Susilo, H. 2011. Lesson Study


Berbasis Sekolah. Malang:
Bayumedia.

Zubaidah, Siti. 2016. Keterampilan


Abad 21: Keterampilan yang
diajarkan Melalui
Pembelajaran. Makalah yang
disajikan pada Seminar
Nasional Pendidikan, Program
Studi Pendidikan Biologi
STKIP Persada Khatulistiwa,
Sintang Kalimantan Barat, 10
Desember 2016.

Zubaidah, Siti. 2017. Pembelajaran


Kontekstual Berbasis
Pemecahan Masalah untuk
Mengembangkan Kemampuan
Berpikir Kritis. Makalah yang
disampaikan pada Seminar
Nasional dengan Tema
Mengimplementasikan
Pendidikan Biologi
Berwawasan Konservasi dalam
Mewujudkan Sumber Daya
Manusia yang Berkarakter.
Universitas Muhammadiyah
Makasar.