Anda di halaman 1dari 17

Laporan Pendahuluan

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN THYPUS


ABDOMINALIS

A. KONSEP PENYAKIT
1. Pengertian
Penyakit infeksi akut pada saluran cerna (usus halus) denagn gejala demam >
1 minggu, gangguan saluran cera dan gangguan kesadaran.

2. Penyebab

3. Patofisiologi
Basil/kuman salmonella Typhosa, Salmonela paratyphosa.

Usus halus

Pembuluh limfe

Peredaran darah

Zat pirogen Organ organ (hati, limpha) Hypertermia


(panas meningkat)
Berkembang biak

Peredaran darah/bakterimia 2 Ggn pemenuhan


nutrisi

Lidah kotor Kelenjar limphoid usus halus


Diare (tukak pd mukosa usus/plak)
Bibir kering
Mual/muntah Ggn kebutuhan cairan

Bedrest Perdarahan (perforasi peritonitis) Ggn ADL


Kelemahan

1
Sumber: Depkes RI, 1993

4. Tanda dan gejala


a. Minggu I : infeksi akut (demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, mual, diare)
b. Minggu II : Gejala lebih jelas (demam, bradikardia relatif, lidah kotor, nafsu
makan menurun, hepatomegali, ggn kesadaran).

B. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN


1. Pengkajian
a. Data Subyektif
Pasien mengeluh mual muntah, kepala pusing, badan lemas, nafsu makan
berkurang.
b. Data Obyektif
1) Lidah kotor, BB menurun, porsi makan tidak habis, ggn
sensasi pengecapan.
2) Gelisah, terdapat penurunan kesadaran, delirium.
3) Immobilisasi.
4) Pembesaran hepar (hepatomegali).
5) Diare, kadang disertai konstipasi.
6) S: hypertermia (> 37,50C), bradikardia relatif.

2. Diagnosa Keperawatan
a. Peningkatan suhu tubuh (hypertermia) b/d proses infeksi
salmonella typhi.
b. Resiko tinggi kurang cairan b/d pemasukan cairan kurang,
kehilangan cairan berlebihan melalui muntah dan diare.
c. Resiko tinggi gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang
dari kebutuhan tubuh b/d intake yang tidak adekuat, mual muntah,
anoreksia.
d. Gangguan pemenuhan kebutuhan sehari hari (ADL) b/d
kelemahan, immobilisasi.

2
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN
DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN:
TYPHOID ABDOMINALIS

A. PENGKAJIAN
Pengkajian dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2007 pukul 09.00 WIB
terhadap klien Tn. E dan keluarga.

IDENTITAS
Nama : Tn. E
Umur : 51 tahun
Jenis kelamin : Laki laki
Suku Bangsa : Jawa
Agama : Kristen
Pekerjaan : Sopir
Pendidikan : SLTP
Alamat : Semolowaru, Surabaya
KELUHAN UTAMA :
Panas badan sejak 10 hari yang lalu disertai mual muntah dan nyeri kepala.
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Klien mengeluh badan panas sejak 10 hari yang lalu, disertai mual dan muntah lebih
kurang 50 cc setiap kali muntah, nafsu makan menurun. Nyeri kepala dirasakan juga
oleh klien apabila badan panas sehingga klien mengalami kesulitan istirahat. Sejak
mulai merasa sakit klien mengurangi rasa sakitnya dengan minum obat sakit kepala
yang dibelinya di toko. Kemarin klien memerisakan sakitnya ke Puskesmas karena
sakit kepalanya tidak berkurang dan klien merasa tubuhnya bertambah lemas. Klien
dianjurkan untuk merujuk ke rumah sakit oleh petugas yang ada di Puskesmas.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Klien pernah menderita penyakit tipus beberapa tahun yang lalu.
DATA KLINIS
T: 110/70 mmHg, S: 38,30C, N: 88 x/mnt, RR: 20 x/mnt.
PENGKAJIAN KEBUTUHAN DASAR
Eliminasi
Kebiasaan BAB dalam 3 hari ini klien hanya BAB 1 kali
Kebiasaan BAK 6-7X/hari

3
Nutrisi
Diet khusus makanan lunak
Nafsu makan menurun
Kesulitan menelan tidak
Oksigenasi
Kesulitan dalam bernapas tidak
Alat bantu pernapasan tidak
Istirahat
Insomnia tidak
Somnobolisme tidak
Aktivitas
Kemampuan merawat diri 3
Personal Hygiene
Mandi 2x/hari, dibantu keluarga
Sikat gigi 2x/hari, mandiri
Ganti baju 2x/hari, mandiri
Potong kuku 1x/minggu, mandiri
PENGKAJIAN PERSISTEM
Pernapasan
Frekuensi napas 20X/menit
Batuk tidak
Dada bentuk simetris, pergerakan simetris
Jenis napas napas hidung
Kardiovaskuler/sirkulasi
Tekanan darah 110/70 mmHg
Denyut nadi 88X/menit
Bunyi jantung BJ 1-2 tunggal, tidak ada bunyi tambahan
Persarafan
Kesadaran compos mentis
GCS 456
Mata taa
Sklera putih
Konjunctiva merah muda
Pupil isokor
Leher taa
Pendengaran normal
Penciuman normal

4
Pengelihatan normal
Perabaan normal
Pencernaan
Gigi normal
Gusi normal
Lidah kotor
Suara peristaltik usus ada
DATA PENUNJANG
Psikologi
Konsep diri:
Citra diri:
- Tanggapan tentang tubuh: biasa saja
- Bagian tubuh yang disukai: tidak ada
- Bagian tubuh yang tidak disukai: tidak ada, semua sama
Identitas:
- Status klien dalam keluarga: kepala rumah tangga
- Kepuasan klien thd status dan posisi dlm keluarga: puas
- Kepuasan klien thd jenis kelamin: puas
Peran:
- Tanggapan klien thd perannya: senang
- Kemampuan/kesanggupan klien melaksanakan perannya: sanggup
- Kepuasan klien melaksanakan perannya: puas
Ideal diri/harapan:
- Harapan klien thd:
= Tubuh: cepat sembuh sehingga dapat cepat bekerja seperti semula.
= Posisi (dlm pekerjaan): taa, supaya pelanggan tetap lancar.
= Status dlm keluarga: taa
= Tugas/pekerjaan: taa
- Harapan klien terhadap lingkungan: taa
- Harapan klien terhadap penyakit yg diderita: ingin cepat sembuh dan segera
pulang ke rumah.
Harga diri:
- Tanggapan klien terhadap harga dirinya: tinggi.
Sosial
- Hubungan dengan klien: masyarakat cukup kenal dengan klien.
- Dukungan keluarga: aktif.
- Dukungan kelompok/teman/masyarakat: aktif

5
- Reaksi saat interaksi: kooperatif.
Spiritual
- Konsep tentang penguasa kehidupan: Allah
- Sumber kekuatan/harapan saat sakit: Allah
- Ritual agama yg berarti/diharapkan saat ini: Membaca kitab suci.
- Sarana/peralatan/orang yg diperlukan dlm melaksanakan ritual agama yg
diharapkan saat ini: Lewat ibadah.
- Keyakinan/kepercayaan bahwa Tuhan akan menolong dlm menghadapi situasi
sakit saat ini: ya
- Keyakinan/kepercayaan bahwa penyakit dapat disembuhkan: ya
- Persepsi thd penyebab penyakit: karena makan tidak teratur dan terlalu lelah.

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
ANALISA DATA
Data Etiologi Masalah
S: Klien mengeluh pusing, Proses infeksi S. Thypi. Peningkatan suhu tubuh
badan terasa panas, (hypertermi).
sulit istirahat.
O: S: 380C, N: 88 x/mnt,
TD: 110/70 mmHg,
lidah putih kotor.
S: Klien mengeluh badan Kelemahan fisik dan Gangguan pemenuhan
terasa lemah, pusing immobilisasi. ADL.
saat berdiri.
O: klien bedrest, N: 88
x/mnt, TD: 110/70
mmHg, S: 380C,
kebutuhan mandi,
eliminasi, makan
minum, berpakaian
klien dibantu oleh
keluarga dan petugas.
S: Klien mengeluh Anoreksia Resiko kekurangan nutrisi
lidahnya terasa pahit,
mual dan tidak nafsu

6
makan.
O: lidah berwarna putih.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
No. Tanggal Muncul Diagnosa TT
1 24-10-2007 Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan
proses infeksi S. typhi.
2 24-10-2007 Gangguan pemenuhan ADL berhubungan dengan
kelemahan fisik dan immobilisasi
3 24-10-2007 Resiko kekurangan nutrisi berhubungan dengan
anoreksia.

7
C. RENCANA ASUHAN DIAGNOSA KEPERAWATAN
Tanggal Diagnosa Tujuan/Kriteria Hasil Intervensi Rasional TT
24-10-07 Peningkatan suhu Setelah diberikan asuhan Mandiri:
tubuh berhubungan keperawatan selama 7 hari maka 1) Obser Sebagai pengawasan terhadap
dengan proses infeksi proses infeksi S. Thypi dapat vasi suhu, N, TD, RR tiap 2-3 adanya perubahan keadaan umum
S. typhi. berhenti dengan kriteria hasil: jam pasien sehingga dapat diakukan
S: 36C, rasa pusing kepala hilang, penanganan dan perawatan secara
klien merasa nyaman. cepat dan tepat.
Mengetahui keseimbangan cairan
2) Catat dalam tubuh pasien untuk membuat
intake dan output cairan dlm 24 perencanaan kebutuhan cairan yang
jam masuk.
Mengetahui kebutuhan infomasi
dari pasien dan keluarga mengenai
3) Kaji perawatan pasien dengan
sejauhmana pengetahuan hypertemia.
keluarga dan pasien tentang Upaya upaya tersebut dapat
hypertermia membantu menurunkan suhu tubuh
pasien serta meningkatkan
4) Jelask kenyamanan pasien.

8
an upaya upaya untuk
mengatasi hypertermia dan bantu
klien/keluarga dlm upaya
tersebut:
-
Tirah baring dan kurangi
aktifitas
-
Banyak minum
-
Beri kompres hangat Penanganan perawatan dan
- pengobatan yang tepat diperlukan
Pakaian tipis dan menyerap untuk megurangi keluhan dan
keringat gejala penyakit pasien sehingga
- kebutuhan pasien akan
Ganti pakaian, seprei bila basah kenyamanan terpenuhi.
-
Lingkungan tenang, sirkulasi Antipiretik dan pemberian cairan
cukup. menurunkan suhu tubuh pasien
5) Anjurk serta pemeirksaan kultur darah

9
an klien/klg untuk melaporkan membantu penegakan diagnosis
bila tubuh terasa panas dan typhoid.
keluhan lain.

Kolaborasi:
6) Kolab
orasi pengobatan: antipiretik,
cairan dan pemeriksaan kultur
darah.

24-10-07 Gangguan pemenuhan Mandiri:


ADL berhubungan 1) Tingkatkan tirah Meningkatkan istirahat dan
dengan kelemahan baring/duduk. Berikan ketenangan. Menyediakan energi
fisik dan immobilisasi lingkungan tenang, batasi yang digunakan untuk
pengunjung sesuai keperluan. penyembuhan. Aktifitas dan posisi
duduk tegak diyakini meurunkan
aliran darah ke kaki, yang mencegah
sirkulasi optimal ke organ

10
pencernaan.
2) Ubah posisi dengan sering. Meningkatkan fungsi pernafasan
Berikan perawatan kulit yang dan meminimalkan tekanan pada
baik. area tertentu untuk menurunkan
resiko kerusakan jaringan.
3) Lakukan tugas dengan cepat Memungkinkan perode tambahan
dan sesuai toleransi. istirahat tanpa gangguan.
4) Tingkatkan aktifitas sesuai Tirah baring lama dapat
toleransi, bantu melakukan menurunkan kemampuan. Ini dapat
latihan rentang gerak sendi terjadi karena keterbatasan aktifitas
pasif/aktif. yang mengganggu periode istirahat.
5) Dorong penggunaan teknik Meningkatkan relaksasi dan
manajemen stres, contoh: penghematan energi, memusatkan
relaksasi progresif, visualisasi, kembali perhatian dan dapat
bimbingan imajinasi. Berikan meningkatkan koping.
aktifitas hiburan yang tepat
contoh: menonton TV, radio,
membaca.
6) Awasi terulangnya Menunjukkan kurangnya
anoreksia. resolusi/eksaserbasi penyakit,

11
memerlukan istirahat lanjut dan
memerlukan penggantian program
terapi.
24-10-07 Resiko kekurangan Mandiri:
nutrisi berhubungan 1) Awasi pemasukan Makan banyak sulit untuk mengatur
dengan anoreksia. diet/jumlah kalori. Berikan bila pasien anoreksi, anoreksi juga
porsi kecil tapi sering dan paling buruk selama siang hari,
awarkan makan pagi dengan membuat masukan makanan yang
porsi paling besar. sulit pada sore hari.
Menghilangkan rasa tak enak dapat
2) Berikan perawatan mulut meningkatkan nafsu makan.
sebelum makan. Menurunkan rasa penuh pada
3) Anjurkan makan dlm posisi abdomen dan dapat meningkatkan
duduk tegak. pemasukan.
Bahan ini merupakan ekstra kalori
4) Dorong pemasukan sari dan dapat lebih mudah
jeruk, minuman karbonat dan dicerna/ditoleran bila makanan lain
permen sepanjang hari. tidak.

Kolaborasi: Berguna dalam membuat program

12
5) Konsul ahli diet, dukungan diet untuk memenuhi kebutuhan
tim nutrisi untuk memberikan klien.
diet sesuai kebutuhan klien. Hiperglikemia/hipoglikemia dapat
6) Awasi glukosa darah. terjadi pada klien dengan anoreksi.
Antiemetik diberikan jam
7) Berikan obat sesuai indikasi: sebelum makan dapat menurunkan
antasida, antiemetik, vitamin B mual dan meningkatkan toleransi
kompleks. pada makanan.
Antasida bekerja pada asam gaster
dapat menurunkan iritasi/resiko
perdarahan. Vitamin B kompleks
memperbaiki kekurangan dan
membantu proses penyembuhan.

D. IMPLEMENTASI
NO
TANGGAL/JAM IMPLEMENTASI EVALUASI TT
DX.KEP
14-1-2002 Memperkenalkan diri kepada klien Klien dan keluarga
08.00 dan keluarga. kooperatif.
Mengadakan kontrak kerja dengan Klien dan keluarga mau

13
1 klien dan keluarga. menerima kehadiran mahasiswa.
S: 380c, n: 88 x/mnt, td:
08.30 1 Mengukur vital sign. 110/70 mmhg, rr: 20 x/mnt.
1 Infus netes lancar, 35
1 Mengatur tetesan infus. tts/mnt.
Memberi kompres hangat Klien merasa nyaman.
Mengganti pakaian klien dengan Klien kooperatif.
08.45 1,2,3 pakaian yang lebih tipis. Klien dan keluarga
Memberikan penjelasan tentang: tampak tertarik dan banyak bertanya kepada
- Proses penyakit dan penularannya. mahasiswa.
- Perawatan yang harus dilakukan oleh klien.
11.00
- Pentingnya immobilisasi, diet yang teratur, minum obat
secara teratur.
- Perlunya minum banyak.
Menyiapkan makan siang klien.
Mendampingi klien makan siang.
Memberikan obat oral:
- Chlorampenicol 2 caps.
- Paracetamol 1 tab. Makan habis 1 porsi,
1

14
Memberikan bahan bacaan kepada minum 200 cc, mual (-), muntah (-).
1 klien (koran).
Mencatat intake dan output klien. Obat oral sudah
12.00 diminum, mual (-), muntah (-), pusing (+).
1 Klien tenang.

Cm: 600 cc, ck: 400 cc.


12.30 2

13.00

13.30

15-1-2002 1 Mengukur vital sign. S: 370c, n: 76 x/mnt,


08.00 td: 110/80 mmhg, rr: 20 x/mnt.
Klien mengatakan
08.30 1,2 Mengkaji istirahat klien. dapat istirahat dengan baik (lk. 6 jam), klien

15
mengeluh kepala terasa pusing, jika berdiri
terasa sempoyongan.
Klien menagtakan
paham dengan penjelasan yang diberikan dan
berjanji akan melaksanakan.
10.00 1,2,3 Memberikan penjelasan tentang:
- Pentingnya mobilisasi aktif di tt.
- Perlunya minum banyak. Dokter acc pemberian
Kolaborasi dokter: analgetik dan pemeriksaan gaal cultur.
- Pemberian analgetik.
- Pemeriksaan gaal cultur. Makan siang habis 1
10.30 1,2 Mendampingi klien makan siang. porsi, mual muntah (-).
Memberikan obat oral: Obat oral sudah
- Mefenamic acid 1tab. diminum.
- Chlorampenicol 2 caps.
12.00 1
Membatasi pengunjung.
Mencatat intake dan output. Klien istirahat.
1 Cm: 700 cc, cm: 400
cc.

16
13.00 1,2
13.30

17