Anda di halaman 1dari 46

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

A. Identitas Sekolah : SMP PGRI 5 DENPASAR


B. Identitas Mata Pelajaran : MATEMATIKA
C. Kelas / Semester : VII / GANJIL
D. Materi Pokok : BILANGAN
E. Alokasi Waktu : 17 x 40 menit (7 pertemuan)

F. Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Inti
KI3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
terkait fenomena dan kejadian tampak mata
KI4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori

Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1 Menjelaskan dan menentukan 3.1.1 Menjelaskan konsep bilangan bulat dan pecahan
urutan pada bilangan bulat (cara mengubah bilangan pecahan ke bentuk
(positif dan negatif) dan bilangan pecahan lainnya)
pecahan (biasa, campuran, 3.1.2 Menjelaskan cara membandingkan bilangan
desimal, persen) pecahan
3.1.3 Menentukan urutan bilangan pecahan

3.2 Menjelaskan dan melakukan 3.2.1Menjelaskan sifat-sifat penjumlahan dan


operasi hitung bilangan pengurangan bilangan bulat dan bilangan
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
bulat dan pecahan dengan pecahan dengan tepat
memanfaatkan berbagai 3.2.2Menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan
sifat operasi bilangan bulat dan bilangan pecahan
3.2.3 Menjelaskan sifat-sifat perkalian dan
pembagian bilangan bulat dan bilangan
pecahan
3.2.4 Menentukan hasil perkalian dan pembagian
bilangan bulat dan bilangan pecahan
3.2.5 Menjelaskan konsep bilangan rasional
4.1 Menyelesaikan masalah yang 4.1.1 Memecahkan masalah yang berkaitan dengan
berkaitan dengan urutan pengurutan bilangan bulat dan bilangn pecahan
beberapa bilangan bulat dan
pecahan (biasa, campuran,
desimal, persen)
4.2 Menyelesaikan masalah 4.2.1 Menyelesaikan masalah sehari-hari yang
yang berkaitan dengan berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat
operasi hitung bilangan dan bilangan pecahan
bulat dan pecahan

G. Tujuan Pembalajaran
Tujuan pembelajaran KI 3 dan KI 4
Pertemuan kesatu (3 40 menit)
Melalui proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, dan
mengkomunikasikan hasil mengolah informasi dalam penugasan individu dan kelompok,
peserta didik dapat :
1. Memahami konsep bilangan bulat (positif dan negative)
2. Menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan
3. Memahami sifat-sifat penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan dengan tepat
4. Menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan
Pertemuan kedua (2 40 menit)
Melalui proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, dan
mengkomunikasikan hasil mengolah informasi dalam penugasan individu dan kelompok,
peserta didik dapat :
1. Memahami sifat-sifat perkalian dan pembagian bilangan bulat
2. Menentukan hasil perkalian dan pembagian bilangan bulat
3. Menentukan hasil operasi campuran bilangan bilangan bulat

Pertemuan ketiga (2 40 menit)


Melalui proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, dan
mengkomunikasikan hasil mengolah informasi dalam penugasan individu dan kelompok,
peserta didik dapat :
1. Menghitung kuadrat, pangkat tiga, akar kuadrat, dan akar pangkat tiga bilangan bulat
2. Menentukan KPK dan FPB bilangan bulat
3. Menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan bulat

Pertemuan keempat (2 40 menit)


Melalui proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, dan
mengkomunikasikan hasil mengolah informasi dalam penugasan individu dan kelompok,
peserta didik dapat :
1. Memahami pengertian bilangan pecahan
2. Menentukan pecahan senilai dan membandingkan bilangan pecahan
3. Mengubah bilangan pecahan ke bentuk bilangan pecahan lainnya

Pertemuan kelima (3 40 menit)


Melalui proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, dan
mengkomunikasikan hasil mengolah informasi dalam penugasan individu dan kelompok,
peserta didik dapat :
1. Mengurutkan bilangan pecahan dengan tepat (dari yang kecil ke yang besar atau dari besar ke
kecil)
2. Memahami sifat-sifat penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan dengan tepat
3. Menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan

Pertemuan keenam (3 40 menit)


Melalui proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, dan
mengkomunikasikan hasil mengolah informasi dalam penugasan individu dan kelompok,
peserta didik dapat :
1. Memahami sifat-sifat perkalian dan pembagian bilangan pecahan
2. Menentukan hasil perkalian dan pembagian bilangan pecahan
3. Menentukan hasil operasi campuran bilangan bilangan pecahan
4. Memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan bilangan pecahan

Pertemuan ketujuh ( 2 x 40 menit)


Melalui proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, dan
mengkomunikasikan hasil mengolah informasi dalam penugasan individu dan kelompok,
peserta didik dapat :
1. Memahami konsep bilangan rasional
2. Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bilangan rasional

H. Materi Pembelajaran
1. Materi Reguler
a. Fakta : Menghubungkan pembelajaran konstektual dengan kehidupan sehari-hari.
contohnya pembagian kue ulang tahun.
b. Konsep
1. Pengertian bilangan bulat, letak bilangan bulat pada garis bilangan, operasi
penjumlahan, perkalian, dan pembagian bilangan bulat, kuadrat, pangkat tiga,
akar kuadrat, dan akar pangkat tiga bilangan bulat, serta KPK dan FPB
2. Pengertian bilangan pecahan, pecahan senilai, macam-macama bentuk pecahan,
operasi penjumlahan, perkalian, dan pembagian bilangan pecahan
3. Permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan bulat dan operasinya
4. Permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan pecahan dan operasinya
5. Bilangan rasional
2. Pengayaan
Mengurutkan bilangan pecahan dan lebih banyak masalah sehari-hari yang berkaitan
dengan bilangan bulat dan pecahan dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi

3. Materi Remidial
1. Letak bilangan bulat pada garis bilangan
2. Operasi hitung pada bilangan bulat dan pecahan

Pengertian Bilangan Bulat

Bilangan bulat adalah bilangan-bilangan yang terdiri atas bilangan cacah dan bilangan negatif,
yaitu ..., -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, ...
Bilangan-bilangan disebelah kanan 0, yaitu 1, 2, 3, ... disebut bilangan bulat positif.
Bilangan-bilangan disebelah kiri 0, yaitu -1, -2, -3, ... disebut bilangan bulat negatif.

Letak Bilangan Bulat pada Garis Bilangan

Pada garis bilangan, letak bilangan bulat dapat dinyatakan sebagai berikut.

Pada garis bilangan di atas, bilangan 1, 2, 3, 4, 5, ... disebut bilangan bulat positif, sedangkan
bilangan 1, 2, 3, 4, 5, ... disebut bilangan bulat negatif. Bilangan bulat positif terletak di
sebelah kanan nol, sedangkan bilangan bulat negatif terletak di sebelah kiri nol.

Operasi Penjumlahan Bilangan Bulat

Misalnya a dan b bilangan bulat, maka :


Operasi penjumlahan a + (-b) tepat sama dengan a b, yaitu bergerak ke kanan dari titik
0 sejauh a, kemudian bergerak ke kiri sejauh b.
Operasi penjumlahan a + (-b) tepat sama dengan (a + b), yaitu bergerak ke kiri sejauh
a+b
Sifat-sifat operasi penjumlahan pada bilangan bulat adalah komutatif, asosiatif, terdapat unsur
identitas, tertutup, mempunyai invers.

Operasi Pengurangan Bilangan Bulat

Operasi pengurangan pada bilangan bulat adalah mencari selisih antara kedua bilangan tersebut.
Misalkan a dan b adalah bilangan bulat, maka a b = a + (-b). Pada operasi bilangan bulat
hanya berlaku sifat tertutup, yaitu untuk setiap a dan b bilangan bulat, a b juga bilangan bulat.

Operasi Perkalian Bilangan Bulat

Dalam operasi perkalian bilangan bulat berlaku keentuan berikut :


Hasil perkalian dua bilangan bulat berbeda tanda adalah bilangan bulat negatif
Hasil perkalian dua bilangan bulat bertanda sama adalah bilangan bulat positif
Sifat-sifat operasi perkalian pada bilangan bulat adalah tertutup, komutatif, asosiatif, distributif,
memiliki unsur identitas, yaitu 1 yang bersifat 1 x a = a x 1, untuk setiap a bilangan bulat

Operasi Pembagian Bilangan Bulat

Jika a dan b bilangan bulat, maka sifat-sifat berikut berlaku pada pembagian a dan b :
-a : b = -(a : b)
a : (-b) = - (a : b)
-a : -b = a : b

Operasi Hitung pada Bilangan Bulat Berpangkat

Untuk sembarang bilangan bulat p dan bilangan bulat n, berlaku :


pn = p x p x p x ... x p

sebanyak n faktor
dengan p disebut bilangan pokok dan n disebut pangkat (eksponen). Untuk p 0 maka p0 = 1
dan p 1 = p

Menaksir Hasil Perkalian dan Pembagian Bilangan Bulat


Hasil pembulatan atau taksiran diperoleh dengan cara berikut.

1. Untuk pembulatan ke angka puluhan terdekat.

a. Jika angka satuannya kurang dari 5, angka tersebut tidak dihitung atau dihilangkan.

b. Jika angka satuannya lebih dari atau sama dengan 5, angka tersebut dibulatkan ke atas
menjadi puluhan.

2. Untuk pembulatan ke angka ratusan terdekat

a. Jika angka puluhannya kurang dari 5, angka puluhan dan satuan dihilangkan.

b. Jika angka puluhannya lebih dari atau sama dengan 5, angka puluhan tersebut dibulatkan
ke atas menjadi ratusan.

Aturan pembulatan tersebut juga berlaku untuk pembulatan ke angka ribuan terdekat, puluh
ribuan terdekat, dan seterusnya.

Kuadrat dan Akar Kuadrat serta Pangkat Tiga dan Akar Pangkat Tiga

a2 = a x a di mana a2 dibaca a kuadrat atau a pangkat dua. Jika a = 2 maka a2 = 2 x 2 = 4. Hal


ini dapat ditulis2 = 4 = 2. 4 dibaca akar pangkat dua dari 4 atau akar kuadrat dari 4.
Secara umum dapat dituliskan sebagai berikut.

a2 = b sama artinya dengan = .

Permasalahan yang dibahas berkaitan dengan permasalahan sehari-hari seperti :

1. Pada percobaan fisika, seorang siswa melakukan pengukuran suhu pada sebongkah es. Suhu
es tersebut mula-mula 5C. Setelah dipanaskan, es berubah menjadi air yang bersuhu 3oC.
Berapa kenaikan suhu es tersebut hingga menjadi air?
Penyelesaian :
Suhu es mula-mula adalah 5oC. Setelah dipanaskan, es berubah menjadi air yang bersuhu
3oC. Artinya, suhu es mengalami kenaikan, yaitu selisih suhu terakhir dengan suhu mula-
mula. Misalkan kenaikan suhu es tersebut = t, maka kondisi ini dapat dituliskan sebagai t = 3
(5) = 8. Jadi, suhu es naik 8oC hingga berubah menjadi air.
2. Dalam suatu tes, penilaian didasarkan bahwa jawaban benar diberikan nilai 2, jawaban salah
diberikan nilai 1, dan untuk soal yang tidak dijawab diberikan nilai 0. Dari 30 soal, seorang
siswa menjawab 25 soal dan 19 diantaranya dijawab dengan benar. Berapakah nilai yang
diperoleh siswa tersebut?

Penyelesaian :
Dari 30 soal, 25 soal dijawab dengan 19 di antaranya benar. Artinya, siswa tersebut
menjawab 25 soal, 19 soal dijawab benar dan 6 soal dijawab salah. Dengan demikian, ada 5
soal yang tidak dijawab siswa.

Jadi, nilai yang diperoleh siswa tersebut adalah

= (jawaban benar 2) + (jawaban salah (1)) + (tidak dijawab 0)

= (19 2) + (6 (1)) + (5 0)

= 38 + (6) + 0

= 38 6

= 32

Pengertian Bilangan Pecahan



Bilangan pecahan adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai dengan p, q bilangan bulat

dan q 0. Bilangan p disebut pembilang dan bilangan q disebut penyebut. Pecahan Senilai
adalah pecahan-pecahan yang bernilai sama.

Mengubah Pecahan Biasa Menjadi Pecahan Campuran dan sebaliknya

Contoh : ibu memiliki 3 buah apel yang akan dibagikan kepada 2 orang anaknya dengan
sama besar. Bagian apel yang akan diperoleh tiap anak adalah satu apel dan setengah apel. Hal
1 1
ini dapat dinyatakan sebagai 3 : 2 atau 1 2. Bentuk pecahan 1 2 merupakan bentuk pecahan
1 1
campuran. Pecahan campuran 1 2 terdiri atas bilangan bulat 1 dan bilangan pecahan 2.
Mengubah Bentuk Pecahan ke Bentuk Desimal dan sebaliknya

Apabila suatu pecahan biasa atau campuran akan diubah atau dinyatakan ke dalam bentuk
pecahan desimal, maka dapat dilakukan dengan cara mengubah penyebutnya menjadi 10, 100,
1.000, 10.000, dan seterusnya. Dapat pula dengan cara membagi pembilang dengan
penyebutnya. Sebaliknya, untuk mengubah pecahan desimal menjadi pecahan biasa/campuran
dapat kalian lakukan dengan menguraikan bentuk panjangnya terlebih dahulu.

Mengubah Bentuk Pecahan Ke Bentuk Persen dan sebaliknya

Dalam mengubah bentuk pecahan ke bentuk persen dapat dilakukan dengan cara
mengubah pecahan semula menjadi pecahan senilai dengan penyebut 100. Jika hal itu sulit
dikerjakan maka dapat dilakukan dengan cara mengalikan pecahan tersebut dengan 100%.
Adapun untuk mengubah bentuk persen ke bentuk pecahan biasa/campuran, ubahlah menjadi
perseratus, kemudian sederhanakanlah.
2 40
Contoh : = 100 = 40%
5

Mengubah Bentuk Pecahan ke Bentuk Permil dan sebaliknya


275
Pecahan dalam bentuk perseribu disebut permil atau ditulis . Bentuk dikatakan
1000

275 permil dan ditulis 275. Dalam mengubah bentuk pecahan ke bentuk permil dapat
dilakukan dengan mengubah pecahan semula menjadi pecahan senilai dengan penyebut 1.000.
Jika hal ini sulit dikerjakan maka dapat dilakukan dengan mengalikan pecahan semula dengan
1.000.

Operasi Hitung Pecahan

Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan

Dalam menentukan hasil penjumlahan atau pengurangan dua pecahan, samakan penyebut kedua
pecahan tersebut, yaitu dengan cara mencari KPK dari penyebut-penyebutnya. Kemudian, baru
dijumlahkan atau dikurangkan pembilangnya.
Perkalian Pecahan

Untuk mengalikan dua pecahan dan dilakukan dengan mengalikan pembilang dan pembilang,

dan penyebut dengan penyebut atau dapat ditulis = dengan , 0.

Pembagian Pecahan

Untuk sebarang pecahan dan dengan 0, 0 dan 0 berlaku : =

Dimana merupakan kebalikan (invers) dari .

Perpangkatan Pecahan


Untuk sebarang bilangan bulat p dan q dengan q 0 dan m bilangan bulat positif berlaku ( ) =

. Dalam hal ini bilangan disebut bilangan pokok.

m faktor

Permasalahan yang dibahas berkaitan dengan permasalahan sehari-hari seperti :

Pak Togar seorang karyawan di sebuah perusahaan. Setiap bulan ia menerima gaji Rp
1 1
840.000,00. Dari gaji tersebut 3 bagian digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, 5 bagian untuk
1
membayar pajak, 4 bagian untuk biaya pendidikan anak, dan sisanya ditabung.

a. Berapa bagiankah uang Pak Togar yang ditabung?

b. Berapa rupiahkah bagian masing-masing kebutuhan?

Penyelesaian :

a. Upah seluruhnya adalah 1 bagian, sehingga bagian yang ditabung

1 1 1
= (1 3 5 4) bagian

60 20 12 15
= (60 60 60 60) bagian
13
= bagian dari gaji seluruhnya.
60

b. Bagian masing-masing kebutuhan sebagai berikut


1
Kebutuhan rumah tangga = 3 840.000 = 280.000
1
Membayar pajak = 5 840.000 = 168.000
1
Biaya pendidikan anak = 4 840.000 = 210.000

13
Sisa uang yang ditabung = 60 840.000 = 182.000

I. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Scientific
Model : Kooperatif Tipe Think Pair Share
Metode : Pengamatan, tanya jawab, penugasan, dan diskusi kelompok.

J. Media dan Sumber Pembelajaran


Buku siswa Matematika Kemdikbud, Lembar Kerja Siswa (LKS),

K. Langkah-langkah Pembelajaran
KEGIATAN PEMBELAJARAN (PERTEMUAN I)

Kegiatan Awal 1. Ucapan salam pertemuan dan mengajak siswa berdoa sebelum memulai
pelajaran.
(15 menit)
2. Guru mengkondisikan siswa siap belajar dengan mencoba
mengingatkan siswa mengenai hal-hal yang berkaitan dengan bilangan
bulat sehingga memudahkan siswa untuk dapat memahami materi yang
akan di pelajari.
3. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar yang
diharapkan akan dicapai siswa.
4. Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (tanya jawab,
diskusi, latihan, pembahasan latihan secara klasikal)
5. Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab
tentang materi prasyarat.
Kegiatan Inti Mengamati

(50 menit) 1. Guru menyampaikan permasalahan melalui tayangan slide Power Point.
2. Siswa mengamati konteks atau situasi yang diperagakan terkait dengan
permasalahan yang disajikan.
Menanya

3. Siswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan permasalahan


bilangan bulat yang disajikan.
Mengeksplorasi

4. Guru menuliskan beberapa soal di papan berkaitan dengan letak bilangan


bulat pada garis bilangan.
5. Guru meminta siswa untuk mencoba mendiskusikan dengan teman
sebangkunya yang menggambarkan permasalahan dalam LKS.
6. Siswa mengeksplorasi berkaitan dengan materi yang dibahas bersama
dengan kelompoknya.
Mengasosiasi

7. Guru meminta beberapa siswa untuk mendiskripsikan hasil pengamatan


dan diskusi yang telah dilakukan.
8. Guru memberikan umpan balik dan penguatan, selanjutnya setiap
kelompok belajar diberikan latihan untuk dikerjakan.
9. Siswa mengerjakan soal latihan.
10. Guru memberikan motivasi, pendampingan dan bimbingan ketika
mengerjakan soal latihan.
Mengkomunikasikan

11. Guru mengajukan pertanyaan bimbingan kepada siswa untuk


mendiskripsikan secara lisan maupun tertulis hasil dari latihan yang
telah di lakukan
Kegiatan Penutup 12. Siswa dengan bimbingan guru merangkum isi pembelajaran secara
lengkap, komprehensif tentang materi yang disampaikan dalam
(15 menit)
pembelajaran.
KEGIATAN PEMBELAJARAN (PERTEMUAN II)

Kegiatan Awal 1. Ucapan salam pertemuan dan mengajak siswa berdoa sebelum memulai
pelajaran.
(15 menit)
2. Guru mengkondisikan siswa siap belajar dengan mencoba mengingatkan
siswa mengenai hal-hal yang berkaitan dengan bilangan bulat sehingga
memudahkan siswa untuk dapat memahami materi yang akan di pelajari.
3. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar yang
diharapkan akan dicapai siswa.
4. Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (tanya jawab,
diskusi, latihan, pembahasan latihan secara klasikal)
5. Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab
tentang materi prasyarat.
Kegiatan Inti Mengamati

(50 menit) 6. Guru menyampaikan permasalahan operasi bilangan bulat dengan


menggunakan alat peraga yang telah disiapkan.
7. Siswa mengamati peragaan guru
8. Guru memberikan beberapa contoh bilangan kuadrat dan pangkat tiga,
siswa diminta mengamati dan memberikan contoh lainnya
Menanya

9. Siswa diberikan kesempatan untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan


terkait dengan materi yang disampaikan.
Mengeksplorasi

10. Guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar.


11. Siswa bersama kelompoknya menyelesaikan permasalahan yang
diberikan.
12. Siswa secara mengamati konteks atau situasi yang diperagakan
terkait dengan permasalahan yang disajikan dan guru meminta siswa
untuk mencoba mendiskusikan dengan teman sekelompok dan
menggambarkan permasalahan yang disajikan.
Mengasosiasikan

13. Guru memberikan umpan balik dan penguatan, selanjutnya setiap


kelompok belajar diberikan latihan untuk dikerjakan.
14. Siswa mengerjakan soal latihan.
15. Guru memberikan motivasi, pendampingan dan bimbingan ketika
mengerjakan soal latihan sehingga dapat memahami konsep operasi
bilangan bulat dengan tepat.

Mengkomunikasikan

16. Guru mengajukan pertanyaan bimbingan kepada siswa untuk


mendiskripsikan secara lisan maupun tertulis hasil dari latihan yang
telah di lakukan
Kegiatan Penutup 17. Siswa dengan bimbingan guru merangkum isi pembelajaran secara
lengkap, komprehensif tentang materi yang disampaikan dalam
(15 menit)
pembelajaran.
KEGIATAN PEMBELAJARAN (PERTEMUAN III)

Kegiatan Awal 1. Ucapan salam pertemuan dan mengajak siswa berdoa sebelum memulai
pelajaran.
(15 menit)
2. Guru mengkondisikan siswa siap belajar dengan mencoba mengingatkan
siswa mengenai hal-hal yang berkaitan dengan bilangan bulat sehingga
memudahkan siswa untuk dapat memahami materi yang akan di pelajari.
3. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar yang
diharapkan akan dicapai siswa.
4. Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (tanya jawab,
diskusi, latihan, pembahasan latihan secara klasikal)
5. Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab
tentang materi prasyarat.
Kegiatan Inti Mengamati

(50 menit) 6. Guru menyampaikan permasalahan melalui tayangan slide berkaitan


dengan KPK dan FPB.
Menanya

7. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan


pertanyaan-pertanyaan terkait dengan materi yang disampaikan.
Mengeksplorasi

8. Siswa secara mengamati konteks atau situasi yang diperagakan terkait


dengan permasalahan yang disajikan dan siswa memikirkan, mencoba
dan mendiskusikan dengan teman sebangkunya dan menggambarkan
permasalahan yang disajikan.
Mengasosiasi

9. Guru memberikan umpan balik dan penguatan, selanjutnya setiap


kelompok belajar diberikan latihan untuk dikerjakan.
10. Siswa mengerjakan soal latihan.
11. Guru memberikan motivasi, pendampingan dan bimbingan ketika
mengerjakan soal latihan.
Mengkomunikasikan

12. Guru mengajukan pertanyaan bimbingan kepada siswa untuk


mendiskripsikan secara lisan maupun tertulis hasil dari latihan yang
telah di lakukan
Kegiatan Penutup 13. Siswa dengan bimbingan guru merangkum isi pembelajaran secara
lengkap, komprehensif tentang materi yang disampaikan dalam
(15 menit)
pembelajaran
KEGIATAN PEMBELAJARAN (PERTEMUAN IV)

Kegiatan Awal 1. Ucapan salam pertemuan dan mengajak siswa berdoa sebelum memulai
pelajaran.
(15 menit)
2. Guru mengkondisikan siswa siap belajar dengan mencoba mengingatkan
siswa mengenai hal-hal yang berkaitan dengan bilangan bulat sehingga
memudahkan siswa untuk dapat memahami materi yang akan di pelajari.
3. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar yang
diharapkan akan dicapai siswa.
4. Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (tanya jawab,
diskusi, latihan, pembahasan latihan secara klasikal serta kuis di akhir
pembelajaran)
5. Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab
tentang materi prasyarat.
Kegiatan Inti Mengamati

(50 menit) 6. Guru menyampaikan permasalahan melalui tayangan slide mengenai


masalah kehidupan sehari-hari berkaitan dengan bilangan bulat.
Menanya

7. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan


pertanyaan-pertanyaan terkait dengan tayangan yang disampaikan.
Mengeksplorasi

8. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok belajar dan


memberikan permasalahan sehari-hari berkaitan dengan bilangan bulat
pada siswa.
9. Guru meminta siswa untuk memikirkan solusi dari permasalahan sehari-
hari yang diberikan
10. Siswa secara berpasangan memikirkan dan mencoba menyelesaikan
masalah yang diberikan
Mengasosiasi

11. Guru memberikan umpan balik dan penguatan


12. Guru memberikan motivasi, pendampingan dan bimbingan ketika
menyelesaikan permasalahan.
Mengkomunikasikan

13. Guru mengajukan pertanyaan bimbingan kepada siswa untuk


mendiskripsikan secara lisan maupun tertulis hasil dari pemecahan
masalah yang telah di lakukan
Kegiatan Penutup 14. Siswa dengan bimbingan guru merangkum isi pembelajaran tentang
(15 menit) materi yang disampaikan dalam pembelajaran.
15. Guru memberikan tindak lanjut dengan memberikan arahan mengenai
materi yang akan di pelajari di pertemuan berikutnya.
KEGIATAN PEMBELAJARAN (PERTEMUAN KE V)

Kegiatan Awal 1. Ucapan salam pertemuan dan mengajak siswa berdoa sebelum memulai
pelajaran.
(15 menit)
2. Guru mengkondisikan siswa siap belajar dengan mencoba
mengingatkan siswa mengenai hal-hal yang berkaitan dengan bilangan
bulat sehingga memudahkan siswa untuk dapat memahami konsep
pecahan yang akan di pelajari.
3. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar yang
diharapkan akan dicapai siswa.
4. Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (tanya jawab,
diskusi, latihan, pembahasan latihan secara klasikal serta kuis di akhir
pembelajaran)
5. Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab
tentang materi prasyarat.
Kegiatan Inti Mengamati

(50 menit) 6. Guru menyampaikan permasalahan melalui tayangan slide mengenai


konsep pecahan yang ada di kehidupan sehari-hari.
7. Selanjutnya meminta beberapa orang siswa untuk melakukan peragaan
dari permasalahan yang diberikan misalnya membagi sebuah kue
menjadi beberapa bagian yang sama besar sehingga menunjukkan
konsep pecahan.
Menanya

8. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan


pertanyaan-pertanyaan terkait dengan tayangan dan peragaan yang
disampaikan.
Mengeksplorasi

9. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok belajar dan


memberikan Lembar Kerja pada siswa.
10. Siswa mengeksplorasi konsep pecahan senilai dengan cara
membandingkan batang pecahan yang terbuat dari kertas
11. Siswa secara berpasangan mengamati konteks atau situasi yang
diperagakan terkait dengan permasalahan yang disajikan dan guru
meminta siswa untuk mencoba mendiskusikan dengan teman
sebangkunya dan menyelesaikan permasalahan yang disajikan pada
Lembar Kerja.
12. Guru meminta beberapa siswa untuk mendiskripsikan hasil pengamatan
dan diskusi yang telah dilakukan.
Mengasosiasi

13. Guru memberikan umpan balik dan penguatan.


14. Guru memberikan motivasi, pendampingan dan bimbingan ketika
mengerjakan Lembar Kerja.
Mengkomunikasikan

15. Siswa menyajikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas


16. Guru mengajukan pertanyaan bimbingan kepada siswa untuk
mendiskripsikan secara lisan maupun tertulis hasil dari Lembar Kerja
yang telah dikerjakan
17. Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya mengenai hal
yang kurang jelas
Kegiatan Penutup 18. Siswa dengan bimbingan guru merangkum isi pembelajaran tentang
materi yang disampaikan dalam pembelajaran.
(15 menit)
19. Guru memberikan tindak lanjut dengan memberikan PR dan arahan
mengenai materi yang akan di pelajari di pertemuan berikutnya.
KEGIATAN PEMBELAJARAN (PERTEMUAN KE VI)

Kegiatan Awal 1. Ucapan salam pertemuan dan mengajak siswa berdoa sebelum memulai
pelajaran.
(15 menit)
2. Guru mengkondisikan siswa siap belajar dengan mencoba mengingatkan
siswa mengenai hal-hal yang berkaitan dengan konsep pecahan sehingga
memudahkan siswa untuk dapat memahami materi yang akan di pelajari.
3. Guru meminta siswa mengumpulkan PR
4. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar yang
diharapkan akan dicapai siswa.
5. Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (pengamatan,
tanya jawab, diskusi, latihan kelompok, pembahasan latihan secara
klasikal)
6. Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab
tentang materi prasyarat.
Kegiatan Inti Mengamati

(50 menit) 7. Guru menyampaikan permasalahan melalui tayangan slide berkaitan


dengan materi yang disampaikan berkaitan dengan operasi pecahan.
Menanya

8. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan


pertanyaan terkait dengan materi yang disampaikan.
Mengeksplorasi

9. Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok belajar.


10. Guru meminta siswa untuk menyelesaikan permasalahan operasi
pecahan
11. Siswa secara berkelompok mengamati konteks atau situasi yang
diperagakan terkait dengan permasalahan yang disajikan dan guru
meminta siswa untuk mencoba mendiskusikan dan menggambarkan
permasalahan yang disajikan.
12. Siswa berdiskusi dalam kelompok belajar untuk menganalisis
menemukan konsep dan menyimpulkannnya.
13. Guru memberikan motivasi, pendampingan dan bimbingan serta
pengamatan secara klompok maupun klasikal, penilaian terhadap proses
pembelajaran (diskusi) yang dilakukan oleh siswa.
14. Apabila dinilai ada kelompok siswa yang sudah mampu mencapai
tujuan belajar, kelompok tersebut diharapkan dapat membantu/diskusi
terhadap kelompok yang belum selesai.
Mengasosiasi

15. Guru mengajukan pertanyaan bimbingan kepada siswa untuk


mendiskripsikan secara lisan maupun tertulis hasil diskusi yang di
lakukan sehingga dapat memahami konsep operasi pecahan dengan
tepat.
Mengkomunikasikan

16. Guru menciptakan komunikasi aktif antara kelompok yang menyajikan


dengan kelompok lain serta guru memberikan bimbingan, umpan balik
serta penekanan terhadap konsep yang mendasar dari proses tujuan
pembelajaran dan penguatan.
Kegiatan Penutup 17. Siswa dengan bimbingan guru merangkum isi pembelajaran tentang
materi yang disampaikan dalam pembelajaran.
(15 menit)
18. Siswa mengerjakan kuis yang diberikan oleh guru
KEGIATAN PEMBELAJARAN (PERTEMUAN KE VII)

Kegiatan Awal 1. Ucapan salam pertemuan dan mengajak siswa berdoa sebelum memulai
pelajaran.
(15 menit)
2. Guru mengkondisikan siswa siap belajar dengan mencoba
mengingatkan siswa mengenai hal-hal yang berkaitan dengan operasi
hitung pecahan sehingga memudahkan siswa untuk dapat memahami
materi yang akan di pelajari.
3. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar yang
diharapkan akan dicapai siswa.
4. Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (pengamatan,
tanya jawab, diskusi, latihan kelompok, pembahasan latihan secara
klasikal)
5. Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab
tentang materi prasyarat.
Kegiatan Inti Mengamati

(50 menit) 6. Guru menyampaikan permasalahan melalui tayangan slide berkaitan


dengan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan operasi pecahan.
Menanya

7. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan


pertanyaan terkait dengan materi yang disampaikan.
Mengeksplorasi

8. Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok belajar dan


membagikan Lembar Kerja.
9. Guru meminta siswa untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari
yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan pecahan pada Lembar
Kerja.
10. Siswa secara berkelompok mengamati konteks atau situasi yang
terkait dengan permasalahan yang disajikan di Lembar Kerja dan guru
meminta siswa untuk mencoba mendiskusikan dan menggambarkan
permasalahan yang disajikan.
11. Siswa berdiskusi dalam kelompok belajar untuk menganalisis
menemukan konsep dan menyimpulkannnya.
12. Guru memberikan motivasi, melakukan pendampingan dan bimbingan
serta pengamatan secara klompok maupun klasikal, penilaian terhadap
proses pembelajaran (diskusi) yang dilakukan oleh siswa.
13. Apabila dinilai ada kelompok siswa yang sudah mampu mencapai
tujuan belajar, kelompok tersebut diharapkan dapat membantu/diskusi
terhadap kelompok yang belum selesai.
Mengasosiasi

14. Guru mengajukan pertanyaan bimbingan kepada siswa untuk


mendiskripsikan secara lisan maupun tertulis hasil diskusi yang di
lakukan sehingga dapat memahami konsep operasi pecahan dengan
tepat.
Mengkomunikasikan

15. Guru menciptakan komunikasi aktif antara kelompok yang menyajikan


dengan kelompok lain serta guru memberikan bimbingan, umpan balik
serta penekanan terhadap konsep yang mendasar dari proses tujuan
pembelajaran dan penguatan.
Kegiatan Penutup 16. Siswa dengan bimbingan guru merangkum pembelajaran tentang materi
yang disampaikan dalam pembelajaran.
(15 menit)
17. Siswa mengerjakan kuis yang diberikan oleh guru

L. Penilaian, Pembelajaran Remidial, dan Pengayaan


1. Teknik Penilaian

a. Penilaian Sikap
1. Spiritual (KI 1)
Penilaian aspek sikap spiritual dilakukan melalui pengamatan selama peserta didik
mengikuti kegiatan belajar mengajar materi statistika.
Petunjuk Penilaian
Instrumen penilaian sikap spiritual ini berupa lembar observasi
Instrumen diisi oleh guru yang mengajar peserta didik yang di nilai
Rubrik Penilaian
Aspek/
5 4 3 2 1 SKOR
Indikator
a. Berdo Selalu Sering Kadang- Jarang Tidak
a sebelum berdoa berdoa kadang berdoa pernah
melakuka terlebih terlebih berdoa terlebih berdoa
n aktivitas dahulu dahulu dalam terlebih dahulu terlebih
dalam melakukan dahulu dalam dahulu
melakukan kegiatan/ dalam melakuka dalam
kegiatan/ aktivitas melakukan n melakukan
aktivitas apapun baik kegiatan/ kegiatan/ kegiatan/
apapun baik di dalam dan aktivitas aktivitas aktivitas
di dalam di luar kelas apapun apapun apapunbaik
dan di luar baik di baik di di dalam
kelas dalam dan dalam dan dan di luar
di luar di luar kelas
kelas kelas
b. Berd Selalu Sering Kadang- Jarang Tidak
oa berdoa berdoa kadang berdoa pernah
sesudah setelah setelah berdoa setelah berdoa
melakuka melakukan melakukan setelah melakuka setelah
n aktivitas aktivitas aktivitas melakukan n aktivitasmelakukan
apapun baik apapun baik aktivitas apapun aktivitas
di dalam di dalam dan apapun baik di apapun
dan di luar di luar kelas baik di dalam dan baik di
kelas dalam dan di luar dalam dan
di luar kelas di luar
kelas kelas
c. Berdo Siswa selalu Siswa sering Siswa Siswa Siswa tidak
a dengan berdoa berdoa kadang- jarang pernah
sikap dengan dengan sikap kadang berdoa berdoa
yang baik sikap yang yang baik berdoa dengan dengan
baik dengan sikap yang sikap yang
sikap yang baik baik
baik
Contoh hasil penilaian spiritual :
peserta didik mendapatkan jumlah skor 12 jadi nilai sikap anak didik tersebut 12/15 x 100 = 80
Nilai 80 tersebut dikonversi, maka 80/100 x 4 = 3.2 (baik)
Kriteria penilaian sikap :
Nilai Sangat Baik, jika peserta didik mendapat nilai 3.50 4.00
Baik, jika peserta didik mendapat nilai2.96 3.49

Instrumen Penilaian KI1


ASPEK/INDIKATOR 5 4 3 2 1

1. Berdoa sebelum melakukan aktivitas

2. Berdoa sesudah melakukan aktivitas

3. Berdoa dengan sikap yang baik

TOTAL SKOR

NILAI

2. Penilaian Sikap Sosial

Penilaian aspek sikap sosial dilakukan melalui pengamatan selama peserta didik
mengikuti kegiatan belajar mengajar materi statistika.
Petunjuk Penilaian
Instrumen penilaian sikap spiritual ini berupa lembar observasi
Instrumen diisi oleh guru yang mengajar peserta didik yang di nilai
Rubrik Penilaian
Aspek/ S
5 4 3 2 1
Indikator K
1. Kedisiplinan O
R
a. Datang Selalu Sering Kadang- Jarang Tidak
tepat waktu datang tepat datang tepat kadang datang tepat pernah
waktu waktu datang tepat waktu datang tepat
dalam setiap dalam setiap waktu dalam setiap waktu
kegiatan kegiatan dalam setiap kegiatan dalam setiap
pembelajara pembelajara kegiatan pembelajara kegiatan
n n pembelajara n pembelajara
n n
b. Mengikuti Selalu Sering Kadang- Jarang Tidak
kegiatan menghadiri menghadiri kadang menghadiri pernah
sesuai jadwal dan dan menghadiri dan menghadiri
mengikuti mengikuti dan mengikuti dan
kegiatan kegiatan mengikuti kegiatan mengikuti
pembelajara pembelajara kegiatan pembelajara kegiatan
n sesuai n sesuai pembelajara n sesuai pembelajara
dengan dengan n sesuai dengan n sesuai
jadwal yang jadwal yang dengan jadwal yang dengan
telah dibuat telah dibuat jadwal yang telah dibuat jadwal yang
telah dibuat telah dibuat
2. Kebersihan (Peduli)
Menjaga Siswa selalu Siswa sering Siswa Siswa Siswa tidak
kebersihan menjaga menjaga kadang- jarang pernah
serta kerapian kebersihan kebersihan kadang menjaga menjaga
lingkungan serta serta menjaga kebersihan kebersihan
sekolah kerapian kerapian kebersihan serta serta
lingkungan lingkungan serta kerapian kerapian
sekolah sekolah kerapian lingkungan lingkungan
lingkungan sekolah sekolah
sekolah
3. Tanggungjawab
a. Siswa selalu Siswa sering Siswa Siswa Siswa
Mengumpul mengumpul mengumpul kadang- jarang tidak
kan tugas -kan tugas kan tugas kadang mengumpul pernah
tepat waktu tepat waktu tepat waktu mengumpul kan tugas mengum-
-kan tugas tepat waktu pulkan
tepat waktu tugas tepat
waktu
b. Selalu Sering Kadang- Jarang Tidak
Melaksanak melaksana- melaksana- kadang melaksana- pernah
an tugas kan tugas kan tugas melaksana- kan tugas melaksana
sesuai secara secara kan tugas secara -kan tugas
dengan maksimal maksimal secara maksimal secara
kemampuan maksimal maksimal
4. Sopan santun
a. Tidak Siswa tidak Siswa Siswa Siswa sering Siswa
mengejek pernah beberapa kadang- mengejek selalu
teman mengejek kali kadang teman mengejek
teman mengejek mengejek teman
teman teman
b. Berbicara Siswa selalu Siswa sering Siswa Siswa Siswa
dengan berbicara berbicara kadang- jarang tidak
sopan dan dengan dengan kadang berbicara pernah
santun sopan dan sopan dan berbicara dengan berbicara
kepada santun santun dengan sopan dan dengan
warga kepada kepada sopan dan santun sopan dan
sekolah warga warga santun kepada santun
(kepada sekolah sekolah kepada warga kepada
guru dan (kepada (kepada warga sekolah warga
teman) guru dan guru dan sekolah (kepada sekolah
teman) teman) (kepada guru dan (kepada
guru dan teman) guru dan
teman) teman)
5. Percaya diri
a. Tidak Siswa selalu Siswa sering Siswa Siswa Siswa
mudah bersemangat bersemangat kadang- jarang tidak
menyerah dalam dalam meng kadang bersemangat pernah
menghadapi hadapi bersemangat dalam bersemang
masalah masalah dalam mengahadap at dalam
menghadapi i masalah menghada
masalah -pi
masalah
b. Berani Selalu Sering Jarang Kadang- Jarang
menyatakan bersikap menunjukka menunjukka kadang bersikap
pendapat berani n sikap n sikap bersikap berani
dalam berani berani berani dalam
menyatakan dalam dalam dalam menyata-
pendapat menyatakan menyatakan menyatakan kan
baik secara pendapat pendapat pendapat pendapat
pribadi baik secara baik secara baik secara baik
maupun pribadi pribadi pribadi secara
kelompok maupun maupun maupun pribadi
(forum) kelompok kelompok kelompok maupun
(forum) (forum) (forum) kelompok
(forum)

c. Berani Selalu Sering Kadang- Jarang Tidak


bertanya menunjukka menunjukka kadang menunjukka pernah
n sikap n sikap menunjukka n sikap menunju-
berani berani n sikap berani kan sikap
bertanya bertanya berani bertanya berani
pada saat pada saat bertanya pada saat bertanya
mengalami mengalami pada saat mengalami pada saat
masalah masalah mengalami masalah mengalam
atau tidak atau tidak masalah atau tidak i masalah
memahami memahami atau tidak memahami atau tidak
sesuatu sesuatu memahami sesuatu memaham
sesuatu i sesuatu
6. Hubungan sosial (toleransi)
a. Menjal Selalu Sering Kadang- Jarang Tidak
in menjaga menjaga kadang menjaga menjaga
hubungan situasi yang situasi menjaga situasi yang situasi yang
baik kondusif yang situasi yang kondusif kondusif
dengan dengan kondusif kondusif dengan tidak dengan
warga tidak dengan dengan melakukan tidak
sekolah melakukan tidak tidak hal yang melakukan
hal yang melakukanmelakukan negatif hal yang
negatif hal yang hal yang negatif
negatif negatif
b. Menol Selalu Sering Kadang- Jarang Tidak
ong teman menunjukka menunjukk kadang menunjukkan menunjukka
yang n sikap an sikap menunjukka sikap peduli n sikap
mengalami peduli peduli n sikap terhadap peduli
kesusahan terhadap terhadap peduli teman yang terhadap
teman yang teman yang terhadap mengalami teman yang
mengalami mengalamiteman yang kesusahan mengalami
kesusahan kesusahanmengalami kesusahan
kesusahan
c. Selalu Sering Kadang- Jarang Tidak
Mengharga menunjukka menunjukk kadang menunjukkan menunjukka
i pendapat n sikap an sikap menunjukka sikap n sikap
orang lain menghargai menghargai n sikap menghargai menghargai
pendapat pendapat menghargai pendapat pendapat
orang lain orang lain pendapat orang lain orang lain
dengan dengan orang lain dengan tidak dengan
tidak tidak dengan meremehkan tidak
meremehka meremehka tidak semua meremehka
n semua n semua meremehka pendapat dan n semua
pendapat pendapat n semua menghormati pendapat
dan dan pendapat -nya dan
menghormat menghorm dan menghormat
inya a-tinya menghorma inya
-tinya
7. Kejujuran
a. Tidak Tidak Jarang Kadang- Sering Selalu
berkata pernah berkata kadang berkata berkata
bohong berkata bohong berkata bohong bohong
bohong bohong
b. Tidak Selalu Sering Kadang- Jarang Tidak
menyontek menunjukka menunjukk kadang menunjukkan menunjukka
saat n sikap jujur an sikap menunjukka sikap jujur n sikap jujur
ulangan dengan jujur n sikap jujur dengan tidak dengan
tidak dengan dengan menyontek tidak
menyontek tidak tidak saat ulangan menyontek
saat ulangan menyontek menyontek saat ulangan
saat saat ulangan
ulangan
TOTAL SKOR
NILAI

Tujuh poin pada penilaian KI 2 di atas, distribusikan ke dalam 3 KD, yaitu:


KD 1 : disiplin, kebersihan, tanggung jawab
KD 2 : jujur, percaya diri
KD 3 : hubungan sosial, sopan santun

Kriteria penilaian sikap :


Nilai Sangat Baik, jika peserta didik mendapat nilai 3.50 4.00
Baik, jika peserta didik mendapat nilai2.96 3.49

Instrumen Penilaian KI 2
ASPEK/INDIKATOR 5 4 3 2 1

1. Datang tepat waktu


2. Mengikuti kegiatan sesuai jadwal

3. Menjaga kebersihan serta kerapian lingkungan sekolah

4. Mengumpulkan tugas tepat waktu

5. Melaksanakan tugas sesuai dengan kemampuan

6. Tidak mengejek teman

7. Berbicara dengan sopan dan santun kepada warga sekolah

8. Tidak mudah menyerah

9. Berani menyatakan pendapat

10. Berani bertanya

11. Menjalin hubungan baik dengan warga sekolah

12. Menolong teman yang mengalami kesusahan

13. Menghargai pendapat orang lain

14. Tidak berkata bohong

15. Tidak menyontek saat ulangan

TOTAL SKOR

NILAI

b. Instrumen PenilaianKompetensi Pengetahuan


a. TesTertulis
1) SoalUraian
Mata Pelajaran : MATEMATIKA
Kelas/Semester : VII / Ganjil
Kompetensi Dasar : 3.1 Membandingkan dan mengurutkan berbagai
jenis bilangan serta menerapkan operasi
hitung bilangan bulat dan bilangan pecahan
dengan memanfaatkan berbagai sifat
operasi
Topik : Bilangan Bulat dan Pecahan
Indikator Pencapaian : Memahami pengertian bilangan bulat dan
Kompetensi pecahan
Menentukan letak bilangan bulat pada garis
bilangan.
Menyelesaikan operasi hitung bilangan bulat
dan pecahan
Menaksir hasil dari operasi hitung bilangan
bulat
Menyelesaikan permasalah sehari-hari
yang berkaitan dengan bilangan bulat
dan pecahan

Instrumen:
1. Berikan dua contoh bilangan bulat dan 2 contoh bilangan pecahan.
2. Suhu di Denpasar pada termometer menunjukkan 34 C (di atas 0 C). Pada saat itu
suhu di Jepang ternyata 36 C di bawah suhu di Denpasar. Suhu di Jepang adalah
.
3. Tuliskan operasi berikut menggunakan garis bilangan (sketsa saja) dan tentukan
hasilnya. -15 + 22 + (-8)
4. Tentukan hasil dari 18 90 + (200) + 100 =
5. Tentukan hasil dari 32 + 22 (3) (10) 2 =
6. Urutkan pecahan-pecahan berikut dari yang terkecil hingga yang terbesar
1 1 2 3
, , ,
10 2 5 4

7. Isilah tanda lebih dari, kurang dari, atau sama dengan pada titik-titik di bawah ini
2 10 7 14
a. b. 10
12 18 20

8. Tentukan hasil dari :


15 4 8 9 3
+ (9 9) (18 : 18) =
27

9. Untuk memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus, diadakan pertandingan lompat


jauh bagi anak-anak umur 9 12 tahun. Hasil pertandingan tersebut, juara I mampu
1 3
melompat sejauh 15 m, juara II mampu melompat sejauh dari lompatan juara I,
4
2
dan juara III hanya mampu melompat sejauh dari lompatan juara II. Berapa cm
3
hasil lompatan juara III?

10. Dalam permainan, jika menang diberi nilai 3, jika kalah diberi nilai -1, dan jika seri
diberi nilai 0. Suatu regu telah bermain sebanyak 45 kali dengan hasil 21 kali
menang dan 20 kali kalah. Berapakah nilai yang diperoleh regu itu?

Alternatif Penyelesaian: (masing-masing nomor memiliki skor 10)


2 3
1. 2, (-7), 5, 4
2. (2)
3.

-15 -1 0 7

4. 172
5. 29
1 2 1 3
6. 10 , 5 , 2 , 4

7.
a. "<"
b. "="
15 4 15 4 11
8. + ( 9) (3) = 27 3 = 27
27

1 3
9. 1 5 = 120 . Lompatan juara II adalah 4 120 = 90 cm. Maka hasil lompatan
2
juara III adalah 3 90 = 60 cm.

10. Menang = 3 21 = 63
Kalah = 1 20 = - 20
Seri = 0 21 = 0
Total skor = 63 + (-20) = 43

Nilai = total skor

2. Remidial

Remidial dilakukan secara klasikal, yaitu pembahasan ulang materi, latihan soal, dan tugas
individu.
(program remidial terlampir)

3. Pengayaan

Pengayaan dilakukan dengan cara pemberian tugas individu.

(program pengayaan terlampir)

Mengetahui Denpasar, 2017

Kepala SMP PGRI 5 Denpasar Guru Mata Pelajaran

Dr I Wayan Wirasa, M.M., M.Pd Made Ayu Sri Terpini, S.Pd.


Lampiran 1

Peraturan Selama Proses Belajar Mengajar

Selama proses pembelajaran setiap siswa wajib mengatur penggunaan volume suara (soft
voice dan normal voice).
Move without voice; voice/ without movement
Setiap siswa wajib untuk mendengarkan pendapat temannya
Setiap kali melakukan interupsi pembicaraan harus minta ijin terlebih dahulu dengan
dengan cara mengangkat tangan dan menggunakan bahasa yang santun.
Lampiran 2

Pertemuan I

TUGAS TERSTRUKTUR

Bilangan Bulat

Kerjakan soal-soal berikut dengan tepat!


1. Jika 5 menyatakan naik 5 langkah, apakah makna -5?
2. Berikut ini adalah suhu akhir sebuah thermometer setelah turun 7C. Tentukan suhu awal
termometer tersebut!
a. 7C
b. -23C
c. 10C
3. Urutkan bilangan bilangan bulat dibawah ini mulai dari bilangan terkecil hingga bilangan
terbesar
a. -22, -27, 5, 4, -3, -1, 0, 10
b. 25, - 22, -10, 5, 2, 1
4. Berilah tanda <, > atau = pada titik-titik dibawah ini
a. 25 . -22
b. 70 . -70
c. 2 . 7
d. -21 . -21
5. Lengkapilah tabel berikut ini
Suhu Awal Perubahan Suhu Suhu Akhir

4C Naik 5C 9C

13C Turun 2C .

-10C Turun 5C .

22C . 12C

12C . 10C

-18C Naik 12C .

21C Turun 15C .

15C . 12C

28C . 10C
24C Naik 12C .

17C Turun 15C .


Perhitungan nilai = 100

Contoh Perhitungan nilai : Apabila siswa memperoleh skor 20 dan skor maksimum adalah 20,
maka nilai siswa dapat dihitung seperti sebagai berikut:
20
Nilai siswa = 20 100 = 100

Pertemuan II

TUGAS TERSTRUKTUR

Hitunglah operasi bilangan bulat berikut ini !

1. 22 + 8
2. 27 + (-5)
3. (-2) + 8
4. (-15) + (-9)
5. (-11) + (7)
6. 62 8
7. - 16 5
8. -9 5
9. Hitunglah hasil dari operasi berikut!
a. 2 (4)
b. (5) = 25
c. 12 = 0
10. Hitunglah hasil dari operasi berikut!

a. 80 (8)
b. 6 (2 3)
c. (7 4): 7
d. (8 40) + (8 7)


Perhitungan nilai = 100

Contoh Perhitungan nilai : Apabila siswa memperoleh skor 10 dan skor maksimum adalah 10,
maka nilai siswa dapat dihitung seperti sebagai berikut:
10
Nilai siswa = 10 100 = 100

Pertemuan III

TUGAS TERSTRUKTUR

KPK dan FPB

1. Tentukan KPK dari:


a. 18, 20, dan 36
b. 50, 75, dan 105

2. Tentukan FPB dari:


a. 20, 60, dan 90
b. 45, 75, dan 100

Tiap nomor memiliki skor 20. Total skor 40



Perhitungan nilai = 100

Contoh Perhitungan nilai : Apabila siswa memperoleh skor 40 dan skor maksimum adalah 40,
maka nilai siswa dapat dihitung seperti sebagai berikut:
40
Nilai siswa = 40 100 = 100
Pertemuan IV

TUGAS TERSTRUKTUR

Memecahkan Masalah Sehari-hari yang Berkaitan dengan Pecahan

Jawablah soal-soal berikut dengan menggunakan cara yang tepat dan lengkap!
1. Suhu di dalam kulkas mula-mula -6C. Saat listrik padam suhunya naik 9C. Beberapa
menit setelah listrik menyala kembali suhunya turun 10C. Tentukan suhu akhir di dalam
kulkas tersebut!
2. Suhu udara di kota Tokyo 6C. Suhu udara di kutub utara 15C lebih rendah dari pada
suhu di kota Tokyo. Suhu udara di kota Tokyo adalah ...C.
3. Suhu udara di suatu tempat pada siang hari adalah 32C. Suhu udara pada malam hari
23C. Tentukan perbedaan suhu udara siang dan malam hari di tempat tersebut!
4. Pada suatu percobaan seorang ilmuan menurunkan suhu ruangan sebesar 25C. Jika suhu
ruangan mula-mula 20C, maka suhu ruangan sekarang adalah ...C
5. Dalam kulkas ada bagian pendingin dan bagian pembeku. Suhu udara pada bagian
pendingin12C, sedangkan pada bagian pembeku -6C. Selisih suhu udara antara kedua
bagian tersebut adalah ... C.
6. Suatu tim akan mendapat nilai 3 jika menang, -1 jika kalah dan 0 jika seri. Jika suatu tim
tersebut main 10 kali, dimana menang 2 kali, dan kalah 4 kali. Berapakah nilai akhir dari
tim tersebut?
7. Diketahui suhu kota Jakarta 37C. Suhu di kota Moskow, Rusia -5C. Berapakah
perbedaan suhu di kedua kota tersebut?
8. Dita mengerjakan soal ujian. Dita mendapat nilai 84, sedangkan dari jawaban yang salah
Dita mendapat nilai -18. Oleh karena suatu hal nilai Dita dikurangi 8. Berapakah nilai
akhir yang diperoleh Dita?

Tiap nomor memiliki skor 5. Total skor 40



Perhitungan nilai = 100

Contoh Perhitungan nilai : Apabila siswa memperoleh skor 40 dan skor maksimum adalah 40,
maka nilai siswa dapat dihitung seperti sebagai berikut:
40
Nilai siswa = 40 100 = 100

Pertemuan V

TUGAS TERSTRUKTUR

Bilangan Pecahan

Jawablah soal-soal berikut dengan menggunakan cara yang tepat dan lengkap!

1. Tentukan pecahan senilai dari pecahan berikut


10
a.
40

25
b.
75

2. Ubahlah pecahan berikut dari pecahan biasa menjadi pecahan campuran


15
a.
4

21
b.
6

3. Ubahlah pecahan berikut dari pecahan campuran menjadi pecahan biasa


3
a. 9
4

3
b. 11
8

4. Isilah dengan tanda <, >, atau =


5 6
a. .
7 8

1 2
b. 2 .3
4 3

5. Urutkan pecahan-pecahan berikut dari yang terkecil hingga yang terbesar


1 1 2 3
a. , , ,
10 2 5 4

3 1 2 1
b. , , ,
4 2 8 4

Tiap nomor memiliki skor 20, sehingga skor maksimumnya adalah 100.

Perhitungan nilai = 100

Contoh Perhitungan nilai : Apabila siswa memperoleh skor 20 dan skor maksimum adalah 100,
maka nilai siswa dapat dihitung seperti sebagai berikut:
60
Nilai siswa = 100 100 = 60

Pertemuan VI

TUGAS TERSTRUKTUR

Operasi Hitung Pecahan

Jawablah soal-soal berikut dengan menggunakan cara yang tepat dan lengkap!

1. Hitunglah penjumlahan pecahan berikut!


1 2
a. 6 1 + 12 7
7
b. 5 + 10

2. Hitunglah hasil pengurangan pecahan berikut!


5 6
a. 4 7 2 7
15 37
b. ( 30)
30

3. Hitunglah hasil perkalian pecahan berikut!


21 17
a. 57
43
b. 2,41 0,37

4. Hitunglah hasil pembagian pecahan berikut!


1 1
a.
3 4
1
b. 3 : 3


Perhitungan nilai = 100

Contoh Perhitungan nilai : Apabila siswa memperoleh skor 15 dan skor maksimum adalah 15,
maka nilai siswa dapat dihitung seperti sebagai berikut:
15
Nilai siswa =15 100 = 100

Pertemuan VII

TUGAS TERSTRUKTUR

Memecahkan Masalah Sehari-hari yang Berkaitan dengan Pecahan

Jawablah soal-soal berikut dengan menggunakan cara yang tepat dan lengkap!
Soal Jawab

1. Ibu Michelle membeli dua ekor ayam.


1
Satu ekor ayam beratnya 1 4 kg dan
4
satu ekor lainnya beratnya 2 5 kg.
Berapa kg berat kedua ekor ayam
tersebut?

3
2. Mula-mula Angel membeli 4 liter
minyak goreng. Kemudian ia membeli
2
lagi 13 liter. Berapa liter jumlah
minyak goreng yang dibeli oleh Ati?
3. Seorang ibu hamil membeli 2 meter
kain katun untuk dijadikan pakaian
bayi. Satu pakaian bayi membutuhkan
1
m kain katun. Berapa banyak pakaian
4
bayi yang dapat dibuat?

4. Sebuah kue dipotong menjadi 6


bagian. Berapa nilai pecahan setiap
bagiannya?

5. Tini membeli kue tar. Kue tersebut


dipotong menjadi 12 bagian.
5
Kemudian Tini memakannya 12
bagian. Berapa sisa kue tar Tini
sekarang?


Perhitungan nilai = 100

Contoh Perhitungan nilai : Apabila siswa memperoleh skor 10 dan skor maksimum adalah 10,
maka nilai siswa dapat dihitung seperti sebagai berikut:
10
Nilai siswa = 10 100 = 100
Lampiran 3

PROGRAM REMIDIAL

Materi : Bilangan
KI 3 :
KD 3.1 Membandingkan dan mengurutkan berbagai jenis bilangan serta menerapkan operasi
hitung bilangan bulat dan bilangan pecahan dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi
Indikator :
Menentukan letak bilangan bulat pada garis bilangan.
Menyelesaikan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan

Materi :
Letak Bilangan Bulat pada Garis Bilangan

Pada garis bilangan, letak bilangan bulat dapat dinyatakan sebagai berikut.

Pada garis bilangan di atas, bilangan 1, 2, 3, 4, 5, ... disebut bilangan bulat positif, sedangkan
bilangan 1, 2, 3, 4, 5, ... disebut bilangan bulat negatif. Bilangan bulat positif terletak di
sebelah kanan nol, sedangkan bilangan bulat negatif terletak di sebelah kiri nol.

Operasi Penjumlahan Bilangan Bulat

Misalnya a dan b bilangan bulat, maka :


Operasi penjumlahan a + (-b) tepat sama dengan a b, yaitu bergerak ke kanan dari titik
0 sejauh a, kemudian bergerak ke kiri sejauh b.
Operasi penjumlahan a + (-b) tepat sama dengan (a + b), yaitu bergerak ke kiri sejauh
a+b
Sifat-sifat operasi penjumlahan pada bilangan bulat adalah komutatif, asosiatif, terdapat unsur
identitas, tertutup, mempunyai invers.
Operasi Pengurangan Bilangan Bulat

Operasi pengurangan pada bilangan bulat adalah mencari selisih antara kedua bilangan tersebut.
Misalkan a dan b adalah bilangan bulat, maka a b = a + (-b). Pada operasi bilangan bulat
hanya berlaku sifat tertutup, yaitu untuk setiap a dan b bilangan bulat, a b juga bilangan bulat.

Operasi Perkalian Bilangan Bulat

Dalam operasi perkalian bilangan bulat berlaku keentuan berikut :


Hasil perkalian dua bilangan bulat berbeda tanda adalah bilangan bulat negatif
Hasil perkalian dua bilangan bulat bertanda sama adalah bilangan bulat positif
Sifat-sifat operasi perkalian pada bilangan bulat adalah tertutup, komutatif, asosiatif, distributif,
memiliki unsur identitas, yaitu 1 yang bersifat 1 x a = a x 1, untuk setiap a bilangan bulat

Operasi Pembagian Bilangan Bulat

Jika a dan b bilangan bulat, maka sifat-sifat berikut berlaku pada pembagian a dan b :
-a : b = -(a : b)
a : (-b) = - (a : b)
-a : -b = a : b

Operasi Hitung pada Bilangan Bulat Berpangkat

Untuk sembarang bilangan bulat p dan bilangan bulat n, berlaku :


pn = p x p x p x ... x p

sebanyak n faktor

dengan p disebut bilangan pokok dan n disebut pangkat (eksponen). Untuk p 0 maka p0 = 1
dan p 1 = p

Latihan Soal (REMIDIAL)


1. Hitunglah hasil dari operasi hitung bilangan bulat berikut!

a. (-10) + (-9) =
b. (-31) + (7) =

2. Isilah titik-titik dari operasi perkalian bilangan bulat berikut!


a. 4 (10) = ....
b. (8) = 48
3. Hitunglah hasil dari operasi hitung bilangan bulat berikut!
a. 6 (2 3) =

b. (8 40) + (8 7) =
4. Tentukan hasil dari operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan berikut.
3 4 10
a. + =
7 21 14
2 1 1
b. + =
15 5 2
5. Tentukan hasil dari operasi hitung bilangan pecahan berikut
1 3 9
a. =
5 8 16
1 27 9
b. + =
3 25 5
PROGRAM PENGAYAAN

Materi : Bilangan
KI 3 :
KD 3.1 Membandingkan dan mengurutkan berbagai jenis bilangan serta menerapkan operasi
hitung bilangan bulat dan bilangan pecahan dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi
Indikator :
Menyelesaikan permasalah sehari-hari yang berkaitan dengan bilangan bulat dan pecahan

Latihan Soal
5
1. Pada suatu hari Melia mengunjungi Candi Borobudur, ia mencatat bahwa pengunjung
12
3
berasal dari Yogyakarta dan pengunjung berasal dari luar daerah Yogyakarta.
8

Pengunjung dari daerah mana yang lebih banyak?


7
2. Ibu membeli dua buah nanas di pasar, nanas pertama beratnya 9 kg dan nanas kedua
3
beratnya 7 kg. Dari kedua nanas yang dibeli ibu, nanas mana yang lebih berat?
3. Ibu membuat roti yang dibagi menjadi 10 bagian yang sama besar. Sepotong roti diberikan
kepada Jaka dan sepotong roti diberikan kepada Mika. Berapakah sisa roti yang dimiliki
ibu?
4. Rita membagi coklat menjadi 10 bagian. Kemudian adik Rita memakannya 4 bagian.
Berapa bagian coklat yang dimakan adik Rita?
5. Pak Rahman mempunyai sebuah kolam yang dihuni oleh ikan mas dan ikan koi. Seluruh
3
ikan yang ada di kolam tersebut 200 ekor. Jika sebanyak bagian adalah ikan mas, maka
4

berapakah jumlah ikan koi Pak Rahman?


Lampiran 4
Nama:
Kelas:
Lembar Kerja
A. Eksplorasi
Petunjuk:
1. Ambilah satu paket Batang Pecahan pada gurumu.
2. Bandingkan Batang Pecahan tersebut, tentukan batang-batangan pecahan yang senilai.
3. Tuliskan hasil pengamatanmu di kolom berikut
Pecahan Pecahan yang senilai

B. Latihan
Petunjuk : diskusikanlah pemecahan masalah berikut dengan teman sebangkumu
1. Tentukan pecahan yang senilai dengan
15
a.
30

20
b.
70
2. Isilah dengan tanda <, >, atau =
3 6
a. .
7 8

1 2
b. 2 .3
4 3

3. Urutkan pecahan-pecahan berikut dari yang terkecil hingga yang terbesar


2 1 3 3
a. , , ,
10 2 5 4

1 1 3 1
b. , , ,
4 2 8 6
Lampiran 5
Pedoman Penskoran Penyelesaian LKS dan Produknya
No Aspek Penilaian Skor
1 Penyelesaian LKS benar 100
2 Salah satu dari penyelesaian LKS benar 70
3 Penyelesaian LKS salah 40
Skor Maksimal 100
Skor Minimal 40

Anda mungkin juga menyukai