Anda di halaman 1dari 14

FOTOSINTESIS

Ryanita Putri Pamungkas, 230110160013


Perikanan A, Kelompok 8

ABSTRAK
Fotosintesis atau asimilasi zat karbon merupakan suatu proses dimana zat-zat anorganik
H2O dan CO2 diubah menjadi zat organik oleh klorofil dengan pertolongan sinar matahari.
Proses fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil. Pada
dasarnya, rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu reaksi
terang dan reaksi gelap. Pada tahap reaksi terang yang berlangsung dalam membran
fotosintesis, energy cahaya dikonversi menjadi energy kimia yang terdiri dari NADPH2 dan
ATP. Kemudian pada tahap reaksi gelap, yang berlangsung stroma, NADPH2 dan ATP
dimanfaatkan sebagai reduktor biokimia untuk mengubah karbondioksida menjadi
karbohidrat. Prinsip kerja dari praktikum ini adalah pembentukan senyawa glukosa dan
oksigen dari bahan CO2 dan Air dengan bantuan cahaya matahari. Pada praktikum ini telah
dilakukan pengamatan dengan 3 media, yaitu botol gelap, botol terang dan botol yang
ditutup dengan plastik hitam dengan ditambahkan tumbuhan air dan perlakuan kontrol
dengan memasukan air saja ke dalam botol.

Kata Kunci : ATP, Fotosintesis, NADPH2, Reaksi Gelap, Rekasi Terang

ABSTRACT
Photosynthesis or assimilation of carbon is a process in which inorganic substances H2O
and CO2 is converted into organic substances by chlorophyll with the help of sunlight. The
process of photosynthesis can only be done by plants that have chlorophyll. Basically, a
series of photosynthetic reactions can be divided into two main parts, namely the light
reaction and a dark reaction. At this stage of the light reaction that took place in the
photosynthetic membrane, light energy is converted into chemical energy which consists of
NADPH2 and ATP. Then in the dark reaction phase, which lasted stroma, NADPH2 and
biochemical ATP used as a reductant to convert carbon dioxide into carbohydrates. The
working principle of this lab is the formation of glucose and oxygen compounds from
materials CO2 and water with the help of sunlight. In this lab has been observed with the
three media, ie bottle of dark, bright bottles and jars covered with black plastic with added
water and treatment plant control with only water entering into the bottle.

Keywords : ATP, Dark Reaction, Light Reaction, NADPH2, Photosynthesis

PENDAHULUAN
Fotosintesis atau asimilasi zat karbon dapat didefinisikan sebagai suatu proses
dimana zat-zat anorganik H2O dan CO2 diubah menjadi zat organik karbohidrat oleh
klorofil dengan pertolongan sinar (Dwijoseputro 1980). Fotosintesis berperan penting bagi
kehidupan organisme karena menyediakan oksigen yang diperlukan oleh organisme untuk
proses pernapasan, mendaur ulang karbon dioksida yang dihasilkan dari proses pernapasan
dan menghasilkan zat makanan, berupa glukosa dan karbohidrat (Furqonita 2007).
Fotosintesis sendiri adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga,
dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan
memanfaatkan energi cahaya. Tumbuhan juga sangat membutuhkan energi dan makanan
untuk kelangsungan hidupnya. Di dalam tumbuhan karbohidrat diubah menjadi protein,
lemak, vitamin, atau senyawa yang lain. Senyawa-senyawa organik ini selain dimanfaatkan
oleh tumbuhan itu sendiri, juga dimanfaatkan oleh manusia dan hewan herbivora sebagai
bahan makanan (Hidayat, Khusni, dkk 2009).
Proses fotosintesis merupakan proses kimiawi yang terjadi dalam semua tumbuhan
tingkat tinggi dan tidak terkecuali tumbuhan air. Persamaan reaksi fotosintesis secara
umum digambarkan sebagai berikut:

sinar matahari
6CO2 + 6H2O kloroplas C6H12O6 + 6O2
(Furqonita 2007).
Tumbuhan air melepaskan oksigen ke dalam air. Oksigen yang di lepaskan tersebut
akan larut dalam air dan membentuk oksige terlarut (Dissolved Oxygen). Air memiliki
kapasitas terbatas dalam mengikat oksigen, ketika konsentrasi oksigen terlarut telah
mencapai kapasitas maksimum air, oksigen yang berlebih akan berdifusi ke udara. Pada
suatu percobaan terdahulu disebutkan bahwa CO2 ternyata mampu meningkatkan laju
fotosintesis tanaman air. Namun, sebetulnya masih ada berbagai macam faktor yang
mempengaruhi laju fotosintesis. Perlu dilakukan penelitian guna mengetahui kondisi-
kondisi apa saja yang dapat mengoptimumkan laju fotosintesis pada tumbuhan.
Sumber Oksigen terlarut dapat berasal dari difusi oksigen yang terdapat di atmosfer
dan aktivitas fotosintesis oleh tumbuhan air (Effendi 2003). Proses respirasi tumbuhan air
dan hewan serta proses dekomposisi bahan organic dapat menyebabkan hilangnya oksigen
dalam suatu perairan. Selain itu, peningkatan suhu akibat semakin meningkatnya intesitas
cahaya juga mengakibatkan berkurangnya oksigen. Meningkatnya suhu air akan
menurunkan kemampuan air untuk mengikat oksigen sehingga tingkat kejenuhan oksigen
di dalam air juga akan menurun. Peningkatan suhu juga akan mempercepat laju respirasi
dan dengan demikian laju penggunaan oksigen juga meningkat (Afrianto dan Liviawati
1992). Peningkatan suhu sebesar 1oC meningkatkan kosumsi oksigen sekitar 10%.
Kosumsi okesigen dilakukan oleh semua organisme melalui proses respirasi dan
perombakan bahan organik.
Fotosintesis membutuhkan dua komponen utama, yaitu klorofil (zat hijau daun) dan
cahaya matahari. Klorofil terdapat dalam kloroplas dalam jumlah banyak, yaitu pada
membran tilakoid, sering terikat longgar pada protein, tetapi mudah diekstraksi ke dalam
pelarut lipid seperti aseton dan eter. Tumbuhan tingkat tinggi mengandung klorofil a dan
klorofil b. Klorofil a berwarna hijau tua dengan rumus kimia C55H72O5N4Mg, sedang
klorofil b berwarna hijau muda dengan rumus kimia C55H70O6N4Mg. Rumus bangunnya
berupa cincin yang terdiri atas 4 pirol (tetrapirol) dengan Mg sebagai inti. Struktur klorofil
a mempunyai gugus metil (CH3), sedangkan klorofil b mempunyai gugus aldehida (CHO).
Berdasarkan proses reaksinya, Fotosintesis berlangsung melalui dua tahap reaksi,
yaitu rekasi terang dan reaksi gelap (Furqonita 2007).
1. Reaksi Terang
Reaksi terang adalah reaksi fotosintesis yang memerlukan cahaya atau peristiwa
pada saat energi matahari dapat digunakan oleh pigmen fotosintesis. Reaksi terang terjadi
dalam grana (membran tilakoid) yang mengandung klorofil. Dalam tahap reaksi ini, terjadi
proses pemecahan molekul air (fotolisis air yaitu: H2O 2H+ + 2e + 12 O2 ) serta
penyerapan energi cahaya matahari oleh klorofil (Furqonita 2007). Reaksi terang ini
melibatkan fotosistem yang berfungsi sebagai sistem pembawa elektron. Terdapat dua
fotosistem, yaitu fotosistem I dan II. Fotosistem I terdiri dari kompleks klorofil yang
menyerap cahaya dengan panjang gelombang 700 nm, sedangkan fotosistem II menyerap
cahaya dengan panjang gelombang 680 nm (Hidayat, Khusni, dkk 2009).
2. Reaksi Gelap
Reaksi gelap atau disebut juga siklus Calvin adalah reaksi fotosintesis yang tidak
memerlukan cahaya dan berlangsung di dalam stroma kloroplas. Reaksi gelap memerlukan
CO2 dari udara bebas yang akan diikat oleh ribosa bifosfat (RuBP). Energi untuk
berlangsungnya reaksi gelap diperoleh dari reaksi terang, yaitu ATP dan NADPH (Rahmah
2015). Dalam tahap reaksi ini, terjadi pengikatan karbon dioksida. Karbon dioksida akan
diubah membentuk glukosa (gula) dan karbohidrat dengan menggunakan ion hidrogen dan
energi yang dibentuk saat rekasi terang. Hasilnya berupa karbohidrat, gula atau selulosa
yang dapat digunakan oleh tumbuhan atau disimpan (Furqonita 2007).
Reaksi gelap hanya berlangsung jika ada ATP dan NADPH yang berasal dari reaksi
terang. Reaksi gelap terdiri atas 3 tahapan, yaitu fiksasi, reduksi dan regerasi.
Proses fotosintesis di pengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
Proses fotosintesis di pengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Faktor internal tumbuhan, seperti translokasi karbohidrat, umur daun, ketersediaan
nutrisi, kerusakan organ-organ tumbuhan yang berpengaruh pada proses fotosintesi seperti
kerusakan pada daun, jumlah daun yang sedikit, dll.
2. Faktor Lingkungan, faktor lingkungan di kenal sebagai faktor pembatas atau faktor
penghambat fotosintesis karena berpengaruh secara langsung terhadap laju fotosintesis.
Berikut adalah beberapa faktor lingkungan yang menentukan laju fotosintesis:
a. Intensitas cahaya. Laju fotosintesis tinggi ketika intensitas cahaya matahari sangat
banyak.
b. Suhu. Suhu yang optimal di perlukan untuk mengaktifkan enzim-enzim yang bekerja
dalam proses fotosintesis.
c. Konsentrasi karbon dioksida. Semakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak
jumlah bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.
d. Kadar air. Air berfungsi untuk mengontrol stomata. Kekurangan air akan menyebabkan
stomata menutup sehingga akan menghambat penyerapan karbon dioksida yang akhirnya
dapat menurunkan laju fotosintesis.
e. Kadar fotosintat (hasil fotosintesis). Jika kadar fotosintat berkurang, laju fotosintesis
akan naik. Sedangkan kadar fotosintat yang banyak hingga mencapai titik jenuh akan
menyebabkan laju fotosintesis menurun.
f. Tahap pertumbuhan. Tumbuhan yang baru tumbuh membutuhkan banyak energi
daripada tumbuhan dewasa. karena itu laju fotosintesis pada tanaman yang baru tumbuh
lebih tinggi daripada tumbuhan dewasa.
Prinsip dasar penyerapan cahaya, sering disebut Hukum Stark Einstein, adalah
bahwa setiap molekul hanya dapat menyerap satu foton setiap kali, dan foton ini
menyebabkan eksitasi satu elektron saja. Energi dalam tiap foton berbanding terbalik
dengan panjang gelombang. Cahaya biru dan ungu dengan gelombang yang lebih pendek
memiliki lebih banyak foton energetik dibanding cahaya merah atau jingga dengan
gelombang yang lebih panjang. Satu mol (6.02 x 1023) foton sering disebut sebagai satu
einstein (Salisbury & Ross 1995; Campbell et al. 2010; Lakitan 2010).
Tujuan dari praktikum kali ini adalah mahasiswa mampu mengukur jumlah oksigen
yang dihasilkan selama proses fotosintesis dan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh
terhadap kecepatan fotosintesis. Sehingga mahasiswa dapat memeberikan perlakuan yang
optimal agar proses fotosintesis dapat berjalan dengan cepat dan optimal.

METODOLOGI
Praktikum fotosintesis dilaksanakan pada hari Rabu, 22 Maret 2017, pukul 13.00
WIB di Laboratorium MSP, Gedung Dekanat Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas Padjadjaran.
Adapun alat alat yang dgunakan dalam praktikum ini adalah botol gelap yang
berfungs sebagai media fotosntesis dalam keadaan gelap. Kedua ada botol terang yaitu
botol yang digunakan sebagai media fotosintesis. Ketiga ada kantong plastik berfungsi
untuk membungkus botol terang agar menjadi gelap. Dan yang terkhir adalah DO meter
yaitu alat untuk menghitung kadar DO awal dan DO setelah terjadi fotosntesis.
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum fotosinesis meliputi 3 jenis tanaman
air yang digunakan sebagai sampel dan air bersih sebagai perantara sampel.
Prosedur kerja dari Praktikum Fotosintesis ini, sebagai berikut:
A. Penentuan kadar oksigen awal (KO awal)
Disiapkan 3 botol yang akan digunakan yang terdiri dari botol gelap, botol bening,
botol yang dibungkus kantong plastik.

Botol diisi dengan air yang telah disaring.

Tanaman air sepanjang 10cm dipotong.

Tanaman dimasukkan kedalam masing-masing botol.

Botol ditutup dan dibolak-balikan untuk menghomogenkan air.

Kadar oksigen awal (KO awal) diukur dengan menggunakan DO meter dan dicatat
waktu peletakan botol.

Botol ditutup kencang dan diletakkan di bawah sinar matahari selama 20,30,40 menit.
Dicatat waktu peletakkan botol.

B. Penentuan kadar oksigen akhir (KO akhir)

Setelah satu jam (dicatat waktu akhir pengamatan), diukur kembali


kadar oksigen akhir (KOakhir) dengan menggunakan DO meter dan
dicatat dalam tabel pengamatan.

Dihitung perubahan nilai kadar oksigen (Delta KO) dengan cara


mengurangi KO akhir - KO awal. Untuk kontrol juga dilakukan hal
yang sama, nilainya adalah Delta KOkontrol.

Untuk nilai yang didapat dikoreksi dengan menggunakan nilai Delta


KOkontrol (Delta KO - Delta Kontrol)
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sebelum kita mengukur DOawal pada sampel hal harus diperhatikan dalam menyiapkan sampel
adalah air yang digunakan merupakan air yang bersih agar pada saat percobaan tidak terpengaruh oleh
bahan-bahan lain. Selain itu pada saat pengisian air kedalam botol usahakan agar tidak ada sedikitpun
gelembung yang masuk kedalam botol karena gelembung tersebut akan memperkaya kandungan karbon
dioksida. Kemudian pada saat memasukan tanaman air jangan sampai patah, dan setalah tanaman air
dimasukan kedalam botol, tutup botol dengan rapat agar tidak ada udara yang masuk, dan terakhir bolak-
balikan botol yang telah ada tanamnaya agar air menjadi homogen.
Fotosintesis terjadi di kloroplast. Membran dalam kloropas, membran tilakoid ada penerusan dari
lapisan fosfolipid bilayer yang diatur menjadi kantung-kantung pipih yang ditumpuk jadi satu. Struktur
tumpukan ini dinamakan grana. Stroma adalah lingkungan di sekitar tilakoid berisi cairan semi-liquid.
Grana dan membran tilakoid mengandung klorofil sedangkan stroma mengandung banyak enzimuntuk
reaksi pembentukan senyawa organik. Pada membran tilakoid, pigmen fotosintesis dijajarkan bersama
membentuk fotosistem.Maka tujuan dari praktikum ini agar praktikan dapat mengetahui system
fotosisntesis pada tumbuhan air kemudian mengetahui dampak perlakuan dengan reaksi terang dan gelap.
Tumbuhan air yang digunakan dalam praktikum ini adalah Amazon, Hydrila, Cabomba .
Echinodorus bleheri diketahui dengan nama ilmiah yaitu Echinodorus paniculatus atau dengan nama jual
Amazon Sword. Species ini tahan banting, mudah perawatan dan pertumbuhannya. Bentuknya mirip
dengan E.amazonicus namun daunnya lebih rata dan juga lebih lurus. Daunnya keras tapi bisa
dikendurkan, tanaman yang sehat akan menghasilkan warna terang sampai hijau gelap.
Fotosintesis bergantung pada cahaya matahari, walaupun biasanya matahari terik pada siang hari
hal ini tidak berlaku apabila sedang musim hujan seperti sekarang ini, siang hari pun matahari tertutup
awan, maka fotosintesis yang baik bukan tergantung pada waktu saat tanaman itu disinari, tetapi pada saat
matahari menerangi dan mengenai objek yang akan di teliti
Table 1. Hasil Pengamatan fotosintesis Angkatan 2016.
WAKTU HASIL PENGUKURAN DO
LAMA BERAT
KELAS KEL SAMPEL PERLAKUAN
PENYINARAN TANAMAN DO DO
AWAL AKHIR DO
AWAL AKHIR
B.T 7,0 1,2
1 KONTROL B.G 13.59 14.09 11,4 5,6
B.T.P 6,9 1,1
B.T 10,5 4,7
2 CABOMBA B.G 14.25 14.35 8,4 2,6
B.T.P 7,7 1,9
10 menit
B.T 8,3 2,5
3 AMAZON B.G 14.20 14.30 9,1 3,3
B.T.P 8,0 2,2
B.T 10,6 4,8
CABOMBA
4 B.G 14.36 14.46 9,4 3,6
+ AMAZON
B.T.P 6,0 0,2
B.T 9,0 3,2
5 KONTROL B.G 13.56 14.16 10,1 4,3
B.T.P 8,4 2,6
B.T 14,7 8,5
6 CABOMBA B.G 14.00 14.20 13,4 7,6
B.T.P 6,7 0,9
20 menit
B.T 12,8 7
7 AMAZON B.G 14.11 14.31 11,3 5,5
B.T.P 10,7 4,9
B.T 13,2 7,4
CABOMBA
8 B.G 14.13 14.33 11,7 5,9
+ AMAZON
B.T.P 7,4 1,6
A 300gram 5,8
B.T 10,1 4,3
9 KONTROL B.G 13.53 14.23 8,2 2,4
B.T.P 7,2 1,4
B.T 15,8 10
10 CABOMBA B.G 13.50 14.20 14,1 8,3
B.T.P 6,6 0,8
30 menit
B.T 8,5 2,7
11 AMAZON B.G 13.55 14.25 8,4 2,6
B.T.P 7,7 1,9
B.T 9,5 3,7
CABOMBA
12 B.G 13.49 14.19 11,8 6
+ AMAZON
B.T.P 6,3 0,5
B.T 9,5 3,7
13 KONTROL B.G 13.40 14.20 8,4 2,6
B.T.P 8.1 2,3
B.T 10,6 4,8
14 CABOMBA B.G 13.31 14.11 10,1 4,3
B.T.P 7,6 1,8
40 menit
B.T 7,3 1,5
15 AMAZON B.G 13.40 14.20 6,7 0,9
B.T.P 6,6 0,8
B.T 11,6 5,8
CABOMBA
16 B.G 14.00 14.40 11,3 5,5
+ AMAZON
B.T.P 10,2 4,4
WAKTU HASIL PENGUKURAN DO
LAMA BERAT
KELAS KEL SAMPEL PERLAKUAN
PENYINARAN TANAMAN DO DO
AWAL AKHIR DO
AWAL AKHIR
B.T 8 3,8
1 KONTROL B.G 8.54 9.04 6 2,8
B.T.P 8,7 2,9
B.T 11 4,2
2 CABOMBA B.G 8.53 9.03 6,0 0,2
B.T.P 8,0 2,2
10 menit
B.T 6,5 0,7
3 AMAZON B.G 08. 48 8.58 7,3 1,5
B.T.P 7,8 2
B.T 7,1 1,3
CABOMBA
4 B.G 09. 10 09. 20 7,0 1,2
+ AMAZON
B.T.P 7,0 1,2
B.T 7,1 1,3
5 KONTROL B.G 09. 03 09. 23 7,4 1,6
B.T.P 7,3 1,5
B.T 9,5 3,7
6 CABOMBA B.G 09. 26 09. 46 9,4 3,6
B.T.P 6,2 0,4
20 menit
B.T 6,9 1,1
7 AMAZON B.G 09. 23 09. 43 7,1 1,3
B.T.P 7 1,2
B.T 11,2 5,4
CABOMBA
8 B.G 09. 05 09. 25 8,7 2,9
+ AMAZON
B.T.P 6,9 1,1
B 300gram 5,8
B.T 8,9 3,1
9 KONTROL B.G 08. 55 09. 25 10,3 4,5
B.T.P 8,4 2,6
B.T 13,5 7,7
10 CABOMBA B.G 09. 25 09. 55 12,8 7
B.T.P 6,5 0,7
30 menit
B.T 10,9 5,1
11 AMAZON B.G 09. 12 09. 42 8 2,2
B.T.P 6,7 0,9
B.T 8,7 2,9
CABOMBA
12 B.G 09. 16 09. 46 8 2,2
+ AMAZON
B.T.P 6,1 0,6
B.T 6,3 0,5
13 KONTROL B.G 08. 55 09. 35 6,8 1
B.T.P 5,4 0,4
B.T 5,8 7,2
14 CABOMBA B.G 08. 53 09. 33 11,1 5,3
B.T.P 9,0 3,2
40 menit
B.T 8,9 3,1
15 AMAZON B.G 09. 04 09. 44 8,4 3,4
B.T.P 6,8 1,0
B.T 12 6,2
CABOMBA
16 B.G 09. 15 09. 55 7 1,2
+ AMAZON
B.T.P 6,4 0,6
WAKTU HASIL PENGUKURAN DO
LAMA BERAT
KELAS KEL SAMPEL PERLAKUAN
PENYINARAN TANAMAN DO DO
AWAL AKHIR DO
AWAL AKHIR
B.T 8,3 2,5
1 KONTROL B.G 11.10 11.20 8,6 2,8
B.T.P 8,2 2,4
B.T 9,4 3,6
2 CABOMBA B.G 11.05 11.15 7,8 2
B.T.P 9,6 3,8
10 menit
B.T 9,0 3,2
3 AMAZON B.G 10.55 11.05 8,2 2.4
B.T.P 9,4 3,6
B.T 10,2 4,4
CABOMBA
4 B.G 11.10 11.20 8,3 2,5
+ AMAZON
B.T.P 5,8 0
B.T 8,8 3,0
5 KONTROL B.G 10.47 11.07 7,8 2,0
B.T.P 7,6 1,8
B.T 10,5 4,7
6 CABOMBA B.G 10.05 10.25 11,3 5,5
B.T.P 7,5 1,7
20 menit
B.T 7,6 1,8
7 AMAZON B.G 11.00 11.20 8,4 2,6
B.T.P 8,3 2,5
B.T 11,2 5,4
CABOMBA
8 B.G 11.15 11.35 10,8 5,0
+ AMAZON
B.T.P 9,0 3,2
C 300gram 5,8
B.T 9,1 3,3
9 KONTROL B.G 10.36 11.06 10,6 4,8
B.T.P 7,3 1,5
B.T 20 14,2
10 CABOMBA B.G 10.42 11.12 15,1 9,3
B.T.P 9,7 3,9
30 menit
B.T 9,7 3,9
11 AMAZON B.G 10.51 11.21 5,9 0,1
B.T.P 10,3 4,5
B.T 13,7 7,9
CABOMBA
12 B.G 10.50 11.20 11,6 5,8
+ AMAZON
B.T.P 6,7 0,9
B.T 8,9 3,1
13 KONTROL B.G 10.44 11.24 7,4 1,6
B.T.P 7,4 1,6
B.T 13,8 8,0
14 CABOMBA B.G 10.50 11.30 11,8 6,0
B.T.P 8,2 2,4
40 menit
B.T 9,3 3,5
15 AMAZON B.G 10.40 11.20 6,0 0,2
B.T.P 9,4 3,6
B.T 8,5 2,9
CABOMBA
16 B.G 10.43 11.23 6,4 0,6
+ AMAZON
B.T.P 8,0 2,2
Praktikum fotosintesis ini digunakan sampel botol terang, gelap dan botol terang yang
dipaisi plastik, hal ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbandingan nilai DO yang
dihasilkan pada masing-masing media yang digunakan. Tumbuhan air yang digunakan terdiri
dari tiga jenis tumbuhan air Cabomba, Hydrilla, dan Amazon. Oksigen yang terlarut dalam air
merupakan salah satu produk samping dari fotosintesi, dari hasil fotolisis air (Suyitno 2006).
Kelompok kami bertugas mengamati perubahan DO dengan tanaman air Amazon dan Cabomba
(kombinasi). Ketiga tanaman tersebut dilakukan juga perlakuan kontrol dengan cara ketiga botol
yang telah disiapkan itu hanya diisi air tanpa diberikan tanaman air. Ketiga sampel kelompok
tersebut sama-sama disinari sinar matahari selama 20 menit.
Dengan melihat data angkatan kita dapat mengetahui bahwa setiap kelas perikanan A, B,
dan C pengukuran perubahan DO diisi tanaman yang sangat signifikan yaitu botol yang diisi
tanaman Cabomba. Perlakuan kontrol, atau yang tidak diberi tanaman tidak mengalami
perubahan DO yang signifikan. Tidak ada reaksi fotosintesis yang terjadi di media air. Hal yang
bisa mebuat perubahan DO yaitu adanya udara yang terperangkap di botol. Udara yang masih
tersisa di botol karena pengisian air yang tidak penuh, bisa membuat interaksi udara di dalam
botol dengan air. Udara tersebut bisa terlarut dalam air, sehingga pada pengukuran DO akhir
terjadi kenaikan DO yang seharusnya tidak terjadi perubahan apa-apa (Suyitno 2006).
Jika selisih DO botol terang dan gelap lebih tinggi berarti produtivitas primer dalam
perairan tersebut semakin tinggi. Waktu percobaan juga dapat mempengaruhi hasil DOakhir
dimana jika waktu percobaan dilakukan ketika pagi hari membuat cahaya matahari masih dalam
skala baik untuk tumbuhan berfotosintesis yang membuat tumbuhan dalam botol terang memilki
kadar DO yang lebih tinggi dibandingkan botol gelap dan botol yang dilapisi plastik, hal tersebut
terjadi karena banyaknya penghambat cahaya yang masuk kedalam tanaman air. Semakin sedikit
cahaya yang masuk kedalam botol yang berisi air, maka semakin sedikit pula energi yang
dihasilkan untuk melakukan fotosintesis.

KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum yang telah dilaksanakan maka dapat
disimpulkan bahwa perbedaan sampel (spesies tumbuhan air) berpengaruh terhadap produksi
oksigen, selain itu waktu pengamatan dan cuaca mempengaruhi fotosintesis sehingga berdampak
pada produksi oksigen. Media fotosintesis juga berpengaruh terhadap laju kecepatan fotosintesis.
Faktor utama yang mempengaruhi laju fotosintesis adalah intensitas cahaya. Pada botol yang
terkena cahaya lampu dengan optimal meghasilkan gelembung yang banyak, sedangkan pada
botol yang kekurangan cahaya menghasilkan gelembung yang sedikit. Hal ini membuktikan
bahwa kadar oksigen yang dihasilkan pada botol yang terkena cahaya lampu dengan optimum
lebih banyak daripada botol yang kurang dengan cahaya lampu.

DAFTAR PUSTAKA
Afrianto, F dan Liviawati, F. 1992. Pengendalian Hama dan Penyakit ikan. Yogyakarta:
Kanisius.

Al. Suyitno. 2006. Faktor-faktor fotosintesis

Dwidjosputro. 1980. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Gramedia

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengolahan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan.
Yogyakarta: Kanisius

Furqonita, Deswaty.2007. Seri IPA Biologi 2. Jakarta: Yudhistira.

Hidayat, Khusni, dkk. 2009. __. dalam Produksi dan Konsumsi Oksigen serta Pertumbuhan
Ceratophyllum demersum L. pada Kerapatan yang Berbeda dalam Mendukung
Potensinya sebagai Bioaerator. Semarang: Jurusan Biologi, FMIPA UNDIP.

Penyerapan Gas CO2 Menggunakan Mikroalga Tetrashelmis Chuii. Jurnal Rekayasa Proses
Volume 6 Nomor 1. Fakultas Teknik, Lampung

Salisbury & Ross 1995; Campbell et al. 2010; Lakitan 2010

LAMPIRAN
Alat Praktikum

Gambar 1. Botol terang Gambar 4. Botol gelap


(Sumber : Dokumentasi pribadi) (Sumber : Dokumentasi pribadi)
Bahan Praktikum

Gambar 3. Tanaman air Cabomba Gambar 2. Tanaman air Amazon


(Sumber : Dokumentasi pribadi) (Sumber : Dokumentasi pribadi)

Kegiatan Praktikum

Gambar 5. Penimbangan Amazon Gambar 6. Penimbangan Cabomba


(Sumber : Dokumentasi pribadi) (Sumber : Dokumentasi pribadi)

Gambar 7. Penggunaan DO meter Gambar 8. Hasil DO pada botol terang


pada botol terang (Sumber : Dokumentasi pribadi)
(Sumber : Dokumentasi pribadi)
Gambar 9. Penggunaan DO meter Gambar 10. Hasil DO pada botol gelap
pada botol gelap (Sumber : Dokumentasi pribadi)
(Sumber : Dokumentasi pribadi)

Gambar 11. Penggunaan DO meter Gambar 12: Hasil DO pada botol yang
pada botol yang ditutupi plastik ditutupi plastik
(Sumber : Dokumentasi pribadi) (Sumber : Dokumentasi pribadi)