Anda di halaman 1dari 21

Lampiran I

Tolok Ukur Variabel


I. Masukan
A. Tenaga dan Jumlah
Variabel Tolok Ukur Variabel
Dokter umum 3 orang
Bidan Poned 17 orang
Bidan Desa 8 orang
Petugas Apotek 1 orang
Petugas Administrasi 2 orang
Perawat 6 orang
Petugas Laboratorium 1 orang
Kader 5 orang/posyandu
B. Dana
APBD : ada
BOK : ada
C. Sarana
1. Medis
Variabel Tolok Ukur Variabel
Antenatal Kit 1 buah
Stetoskop 2 buah
Tensimeter 2 buah
Timbangan dewasa 1 buah
Pengukur tinggi badan 1 buah
USG dan monitor 1 set
Tablet zat besi Ada, jumlah cukup
Vaksin TT Ada, jumlah cukup
Perlengkapan imunisasi Ada, jumlah cukup (Kapas, alkohol
dan alat suntik)
Alat dan Bahan Laboratorium Ada (mesin hitung Hb 1 buah, stick
protein urin jumlah cukup, strip HCG
jumlah cukup)
2. Non Medis
Variabel Tolok Ukur Variabel
Ruangan pemeriksaan ANC Ada
Ruang USG Ada
Meja tulis 2 buah
Kursi lipat 2 buah
Tempat tidur ibu hamil 1 buah
Tempat penyimpanan vaksin Ada
Buku KIA Ada, jumlah cukup
Alat peraga penyuluhan Ada (Papan tulis, poster, spidol, dan
brosur)
Mobil Ambulans 1 buah
Leaflet : Tidak ada Tidak ada
Poster : Tidak ada Tidak ada
Spanduk : Tidak ada Tidak ada
Buku panduan : Ada Ada
Formulir pencatatan dan pelaporan Ada

D. Metode
1. Perawatan Kehamilan
Anamnesa
Dikumpulkan informasi mengenai ibu hamil yaitu menanyakan identitas
seperti nama, umur (untuk menentukan resiko kehamilan, bila usia ibu kurang
dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun), pendidikan (makin rendah pendidikan
ibu kematian bayi makin tinggi), dan pekerjaan (pekerjaan ibu yang berat
baik fisik dan tekanan mental membahayakan kehamilannya).

Pasien kemudian ditanyakan tentang riwayat kehamilan dan persalinan


terdahulu. Antaranya ditanyakan berat bayi, penolong persalinan, cara
persalinan, keadaan bayi dan komplikasi yang dihadapi. Kehamilan terdahulu
merupakan informasi yang penting karena kondisi yang terdahulu dapat
terulang lagi (misalnya perdarahan, hipertensi, partus preterm dan
sebagainya).

Kemudian ditanyakan riwayat kehamilan sekarang yaitu keluhan utama


(gangguan atau penyakit yang diderita atau yang menyebabkan ia datang),
hari pertama haid terakhir (HPHT, untuk menentukan usi kehamilan dan
perkiraan partus.)

Selain itu perlu ditanyakan masalah-masalah penting lain seperti nafsu makan
berkurang, muntah, pergerakan janin yang dirasakan oleh ibu (gerakan janin
yang aktif setelah 20 minggu kehamilan merupakan petanda janin yang
sehat), ada atau tidaknya nyeri perut (dapat disebabkan oleh kehamilan
ektopik, kista ovarii, apendixitis) atau adanya oedem (bila hanya oedem tibia
merupakan gejala biasa tetapi oedem disertai hipertensi dan proteinuri
merupakan preeklamsi).

Penyakit-penyakit yang diderita pada kehamilan sekarang turut ditanyakan


seperti penyakit paru (tuberkulosis, asma), jantung, hati (hepatitis, sirosis),
malaria, diabetes, penyakit ginjal (batu ginjal, sistitis), gangguan jiwa atau
epilepsy (ayan).

Selain itu turut ditanyakan riwayat kesehatan keluarga terutama penyakit


yang diderita keluarga, dan juga kebiasaan-kebiasaan yang berpengaruh
buruk terhadap kehamilan seperti merokok, minum minuman keras (alcohol),
minum obat penenang atau analgetik, dan pengguna narkotik, morfin atau
ganja. Pada kunjungan berikutnya dikumpulkan informasi mengenai
kehamilan seperti keluhan utama untuk mendeteksi komplikasi dan
melanjutkan pelayanan yang diperlukan

Pemeriksaan fisik
a. Pemeriksaan umum
Pucat: Observasi dari konjungtiva, telapak tangan dan lidah dapat
menduga adanya anemia.
Kesadaran: Compos mentis (kesadaran baik), gangguan kesadaran (apatis,
somnolen, sopor, koma)
Tinggi badan: Diukur tanpa alas kaki, satuan cm
Berat badan: Ditimbang tanpa alas kaki dan pakaian seringan mungkin,
satuan kg
Bentuk tubuh: Cara berdiri dan berjalan diperhatikan. Bila tampak
kelainan tulang belakang dan pinggul maupun tungkai harus dicurigai
kemungkinan kelainan tulang panggul yang dapat menyebabkan kesulitan
persalinan.
Tekanan darah: Menggunakan sfigmomanometer, satuan mmHg
Nadi Dihitung. (Normal 60-100 kali/menit) bila abnormal mungkin
terdapat kelainan jantung atau paru.
Pernafasan Dihitung. (Normal 20-24 kali/menit) bila abnormal mungkin
terdapat kelainan paru atau jantung.
b. Pemeriksaan obstetrik: Mengukur TFU dengan palpasi Leopold I-IV
Pemeriksaan laboratorium
Hemoglobin : Dengan mesin hitung Hb
Protein urin : Dengan stick protein urin
Tes kehamilan : Tes HCG

2. Kunjungan ibu hamil K1 dan K4


K1 adalah kunjungan ibu hamil yang pertama kali untuk mendapatkan pelayanan
antenatal sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan di suatu wilayah kerja pada
kurun waktu tertentu.
K4 adalah kunjungan ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai
dengan standar, paling sedikit empat kali dengan distribusi waktu 1 kali pada
trimester I, 1 kali pada trimester II, dan 2 kali pada trimester III di suatu wilayah
kerja pada kurun waktu tertentu.
3. Pemberian tablet zat besi
Diberikan sebanyak 30 tablet setiap bulan. Untuk pencegahan anemia diberikan 1
tablet sehari, sedangkan untuk pengobatan anemia diberikan 3 tablet sehari. Tablet
besi diminum setelah makan.

4. Pemberian imunisasi TT
Pemberian imunisasi Tetanus Toxoid (TT) pada Bumil diberikan dengan cara
screening imunisasi dan mengikuti Pedoman Teknis Imunisasi Tingkat Puskesmas
2005(Lampiran VI). TT diberikan dengan cara disuntikan intramuskular atau
subkutan dalam pada lengan atas dengan dosis masing-masing 0,5 cc.

5. Penyuluhan
Perorangan: Setiap kali kunjungan, dengan wawancara
Kelompok: 1x/bulan, dengan ceramah

6. Deteksi risiko ibu hamil


Faktor risiko tinggi pada ibu hamil antara lain :
Perdarahan antepartum
Hipertensi lebih dari 160/90 mmHg
Preeklampsia berat
Eklampsia
Letak lintang pada usia kehamilan lebih dari 38 minggu
Letak sungsang pada primigravida
Berat janin lebih dari 4 Kg
Penyakit jantung
Ketuban pecah dini
Infeksi berat/sepsis
Partus preterm
Gemelli
Riwayat obstetri buruk : HPP, riwayat SC dan sebagainya.3

7. Rujukan kasus risiko tinggi ibu hamil


Pelayanan kepada ibu hamil dengan komplikasi kebidanan untuk mendapat
penanganan definitif sesuai standar oleh tenaga kesehatan kompeten pada tingkat
pelayanan dasar dan rujukan. Ibu hamil yang tidak dapat dilakukan di Puskesmas
mampu PONED dirujuk ke rumah sakit PONEK.

8. Kunjungan rumah ibu hamil


Mengunjungi rumah minimal 1x/bulan, untuk memeriksakan keadaan kesehatan ibu
hamil dan janinnya dengan menghitung DJJ (Denyut Jantung Janin) terutama pada
kasus ibu hamil dengan risiko tinggi dan sedang serta memberikan nasihat-nasihat
tentang menjaga kehamilannya.
Pencatatan dan pelaporan: Menggunakan SP2TP
Register ibu hamil : buku register untuk mencatat setiap ibu hamil yang diperiksa.
Buku KIA : buku untuk memantau perkembangan kesehatan ibu hamil setiap kali
pemeriksaan kehamilan, dipegang oleh ibu hamil.
Kohort ibu hamil : buku pencatatan perkembangan kesehatan ibu hamil.
Pencatatan PWS KIA (Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak) :
Setiap bulannya, Puskesmas melakukan pencatatan PWS KIA berdasarkan
pencatatan di Puskesmas, laporan mengenai pemeriksaan KIA yang dilaksanakan
di Posyandu dan Bidan Praktek Swasta.

II. Proses
Variabel Tolok Ukur Variabel
A. Perencanaan
Perawatan kehamilan Akan dilakukan oleh bidan setiap hari pada pkl
08.00- 14.00 WIB
Kunjungan ibu hamil K1 dan Akan dilakukan oleh bidan setiap hari pada pkl
K4 08.00- 14.00 WIB
Akan dilakukan oleh bidan setiap hari pada pkl
Pemberian tablet zat besi 08.00- 14.00 WIB
Sesuai Pedoman Teknis Imunisasi Depkes RI
Pemberian imunisasi TT
Akan dilakukan oleh bidan setiap kali
Penyuluhan kunjungan (wawancara) setiap hari kerja pada
Perorangan pkl 08.00-14.00 WIB.
1x/bulan, dengan ceramah
Kelompok

Deteksi risiko ibu hamil Dilakukan oleh bidan setiap hari pada pkl
08.00- 14.00 WIB

Rujukan kasus risiko tinggi ibu Akan dilakukan oleh bidan setiap hari pada pkl
hamil 08.00- 14.00 WIB dan bidan jaga PONED 24
jam

Kunjungan rumah Minimal 1x/bulan

Pencatatan dan pelaporan Akan dilakukan setiap hari kerja pada pk 08.00-
Pencatatan 14.00 WIB
Akan dilakukan setiap awal bulan
Pelaporan

B. Pengorganisasian Terdapat struktur organisasi tertulis dan


pembagian tugas yang jelas dalam
melaksanakan tugas
C. Pelaksanaan
Perawatan kehamilan Dilakukan setiap hari kerja pkl 08.00-14.00
Kunjungan ibu hamil K1 dan WIB.
K4

Pemberian tablet zat besi Dilakukan setiap hari kerja pkl 08.00-14.00
WIB.

Pemberian imunisasi TT Dilakukan setiap hari kerja pkl 08.00-14.00


WIB.

Penyuluhan Dilakukan setiap kali kunjungan (wawancara)


Perorangan setiap hari kerja pada pkl 08.00-14.00 WIB.

Kelompok Dilakukan setiap kali kelas ibu hamil diadakan

Deteksi risiko ibu hamil Dilakukan setiap hari kerja pkl 08.00-14.00
WIB.

Rujukan kasus risiko tinggi ibu Dilakukan setiap hari 24 jam


hamil

Kunjungan rumah Dilakukan 1 bulan sekali

Pencatatan dan pelaporan Dilakukan setiap hari kerja pada pkl 08.00-
Pencatatan 14.00 WIB.
Pelaporan Dilakukan setiap awal bulan

D. Pengawasan
Pengawasan kepala puskesmas Tiap bulan
rapat bulanan
Pencatatan dan pelaporan
bulanan 1 x/bulan
III. Keluaran

No. Variabel Tolok Ukur

1. Cakupan kunjungan ibu hamil K1 100%


dan K4
2. Cakupan penyuluhan 100%
Perorangan
Kelompok
3. Cakupan deteksi ibu hamil resiko 100%
tinggi
4. Cakupan rujukan ibu hamil resiko 100%
tinggi
5. Cakupan kunjungan rumah ibu 100% (1 kali per bulan)
hamil
6. Cakupan pencatatan dan 100% (Lengkap)
pelaporan

IV. Lingkungan

Variabel Tolok Ukur Variabel


A. Fisik
Lokasi Mudah dicapai
Transportasi Tersedia sarana transportasi umum
Fasilitas kesehatan Ada dan dapat terjalin kerjasama yang
baik
B. Non Fisik
Pendidikan, sosial, ekonomi, agama, adat Bukan merupakan hambatan dalam
istiadat pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu
hamil.
Lampiran II

Data Demografi Kecamatan Klari 2016

Tabel 1. Distribusi Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Klari, Kecamatan Klari
Tahun 2016
JUMLAH PENDUDUK
NO DESA Total
LAKI-LAKI Perempuan

1 Duren 13.432 12.751 26.183

2 Pancawati 4.171 3.960 8.131

3 Walahar 4.443 4.218 8.661

4 Kiarapayung 1.335 1.268 2.603

5 Sumurkondang 3.007 2.854 5.861

6 Cibalongsari 11.271 10.700 21.971

7 Klari 4.347 4.126 8.473

8 Belendung 4.242 4.027 8.269

JUMLAH 46.248 43.904 90.152

Sumber : Data demografi Kecamatan Klari tahun 2016


Tabel 2. Jumlah Dusun, RW, RT dan KK di Wilayah Kerja Puskesmas Klari,
Kecamatan Klari Tahun 2016

No Desa Dusun RW RT KK

1 Duren 20 16 80 10.905

2 Pancawati 5 5 24 3.241

3 Walahar 4 4 18 2.514

4 Kiarapayung 4 4 8 978

5 Sumurkondang 5 5 15 1.453

6 Cibalongsari 11 10 89 9.863

7 Klari 15 15 31 2.413

8 Belendung 5 5 20 2.839

Jumlah 69 64 285 34.206

Sumber : Data demografi Kecamatan Klari tahun 2016


Data Sasaran Proyeksi Kesehatan Ibu periode Oktober 2016 hingga September 2017

Desa Proyeksi Jumlah Jumlah sasaran Jumlah sasaran ibu


ibu hamil hamil risiko tinggi

L P
1 DUREN 13.432 12.751 26.183 692 138
2 CIBALONGSARI 4.171 3.960 8.131 638 127
3 PANCAWATI 4.443 4.218 8.661 255 51
4 BLENDUNG 1.335 1.268 2.603 261 52
5 WALAHAR 3.007 2.854 5.861 257 51
6 KLARI 11.271 10.700 21.971 272 54
7 S.KONDANG 4.347 4.126 8.473 177 35
8 KIARA PAYUNG 4.242 4.027 8.269 192 40
Jumlah 46.248 43.904 90.152 2744 548
Sumber: Profil Puskesmas Klari, Januari Tahun 2017
LAMPIRAN III
Laporan Bulanan UPTD Puskesmas Tempuran Klari
Periode Oktober 2016 - September 2017

Tabel 1. Jumlah kunjungan Ibu hamil K4 di UPTD Puskesmas Klari, Karawang periode
Oktober 2016 September 2017.

Jumlah sasaran Jumlah Ibu Jumlah Ibu Deteksi Dini Penanganan


Hamil Hamil Risiko Komplikasi
Ibu Ibu Hamil
melakukan melakukan K4 Tinggi oleh Obstetri
Hamil Resiko
K1 Tenaga
Tinggi
Kesehatan
dan
Masyarakat
Oktober 2016 2744 548 193 186 16 22
November 2016 2744 548 184 173 16 14
Desember 2016 2744 548 176 171 20 14
Januari 2017 2744 548 190 180 16 19
Febuari 2017 2744 548 194 183 16 24
Maret 2017 2744 548 185 165 24 12
April 2017 2744 548 188 179 27 16
Mei 2017 2744 548 193 173 22 13
Juni 2017 2744 548 181 178 19 11
Juli 2017 2744 548 190 176 29 17
Agustus 2017 2744 548 183 175 25 16
September 2017 2744 548 180 174 18 15

2744 548 2237 2113 248 193


Sumber : Data Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak Kecamatan Klari
Oktober 2016-Ag September2017
Lampiran IV

Tabel Pembahasan

I.Masukan

No. Variabel Tolok Ukur Variabel Cakupan Masalah


I A. Tenaga
Dokter umum 2 orang 4 orang
Dokter Gigi 1 orang 1 orang (-)
Bidan Poned 6 orang 17 orang
Bidan Desa 8 orang 8 orang
Bidan Sukwan - -
Asisten Apoteker - -
Petugas Apotek 1 orang 1 orang
Petugas Administrasi 1 orang 2 orang
Petugas Laboratorium 1 orang 1 orang
Sopir ambulans 2 orang 2 orang

B. Dana
APBD Ada Ada
BOK Ada Ada (-)

C. Sarana
1. Medis
Antenatal Kit 1 buah 1 buah
Stetoskop 2 buah 2 buah
Tensimeter 2 buah 2 buah
Timbangan dewasa 1 buah 1 buah
Pengukur tinggi badan 1 buah 1 buah
Dopler 2 set 2 set
Tablet zat besi Ada, jumlah cukup Ada, jumlah cukup
Vaksin TT Ada, jumlah cukup Ada, jumlah cukup (-)
Perlengkapan imunisasi Ada, jumlah cukup Ada, jumlah cukup
Alat dan Bahan (Kapas, alkohol dan alat (Kapas, alkohol dan alat
suntik) suntik)
Laboratorium Ada (mesin hitung Hb 1 Ada (mesin hitung Hb 1
buah, stick protein urin buah, stick protein urin
jumlah cukup, strip jumlah cukup, strip
HCG jumlah cukup) HCG jumlah cukup)

2. Non Medis
Ruangan pemeriksaan ANC Ada Ada
Ruang USG Ada Ada
Meja tulis 2 buah 2 buah
Kursi lipat 2 buah 2 buah
Tempat tidur ibu hamil 1 buah 1 buah
Tempat penyimpanan vaksin Ada Ada (-)
Buku KIA Ada, Jumlah cukup Ada, Jumlah cukup
Alat peraga penyuluhan Ada (Papan tulis, poster, Ada (Papan tulis, poster,
spidol, dan brosur) spidol, dan brosur)
Mobil Ambulans 1 Buah 1 Buah
D. Metode Dikumpulkan informasi Dikumpulkan informasi
mengenai ibu hamil yaitu mengenai ibu hamil yaitu
menanyakan identitas menanyakan identitas
seperti nama, umur seperti nama, umur
(untuk menentukan (untuk menentukan
resiko kehamilan, bila resiko kehamilan, bila
usia ibu kurang dari 20 usia ibu kurang dari 20
tahun atau lebih dari 35 tahun atau lebih dari 35 (-)
tahun), pendidikan tahun), pendidikan
(makin rendah (makin rendah
pendidikan ibu kematian pendidikan ibu kematian
bayi makin tinggi), dan bayi makin tinggi), dan
pekerjaan (pekerjaan ibu pekerjaan (pekerjaan ibu
yang berat baik fisik dan yang berat baik fisik dan
tekanan mental tekanan mental
membahayakan membahayakan
kehamilannya) Pasien kehamilannya) Pasien
kemudian ditanyakan kemudian ditanyakan
tentang riwayat tentang riwayat
kehamilan dan persalinan kehamilan dan persalinan
terdahulu. Antaranya terdahulu. Antaranya
ditanyakan berat bayi, ditanyakan berat bayi,
penolong persalinan, cara penolong persalinan, cara
persalinan, keadaan bayi persalinan, keadaan bayi
dan komplikasi yang dan komplikasi yang
dihadapi. Kehamilan dihadapi. Kehamilan
terdahulu merupakan terdahulu merupakan
informasi yang penting informasi yang penting
karena kondisi yang karena kondisi yang
trerdahulu dapat terulang trerdahulu dapat terulang
lagi (misalnya lagi (misalnya
perdarahan, hipertensi, perdarahan, hipertensi,
partus preterm dan partus preterm dan
sebagainya). Kemudian sebagainya). Kemudian
ditanyakan riwayat ditanyakan riwayat
kehamilan sekarang yaitu kehamilan sekarang yaitu
keluhan utama ( ialah keluhan utama ( ialah
pernyataan pasien pernyataan pasien
mengenai gangguan atau mengenai gangguan atau
penyakit yang diderita penyakit yang diderita
atau yang menyebabkan atau yang menyebabkan
ia datang), hari pertama ia datang), hari pertama
haid terakhir (HPHT, haid terakhir (HPHT,
untuk menentukan usi untuk menentukan usi
kehamilan dan perkiraan kehamilan dan perkiraan
partus.) Selain itu perlu partus.) Selain itu perlu
ditanyakan masalah- ditanyakan masalah-
masalah penting lain masalah penting lain
seperti nafsu makan seperti nafsu makan
berkurang, muntah, berkurang, muntah,
pergerakan janin yang pergerakan janin yang
dirasakan oleh ibu dirasakan oleh ibu
(gerakan janin yang aktif (gerakan janin yang aktif
setelah 20 minggu setelah 20 minggu
kehamilan merupakan kehamilan merupakan
petanda janin yang petanda janin yang
sehat), ada atau tidaknya sehat), ada atau tidaknya
nyeri perut (dapat nyeri perut (dapat
disebabkan oleh disebabkan oleh
kehamilan ektopik, kista kehamilan ektopik, kista
ovary, apendisitis) atau ovary, apendisitis) atau
adanya oedem (bila adanya oedem (bila
hanya oedem tibia hanya oedem tibia
merupakan gejala biasa merupakan gejala biasa
tetapi oedem disertai tetapi oedem disertai
hypertensi dan proteinuri hypertensi dan proteinuri
merupakan preeklamsi). merupakan preeklamsi).
Penyakit-penyakit yang Penyakit-penyakit yang
diderita pada kehamilan diderita pada kehamilan
sekarang turut sekarang turut
ditanyakan seperti ditanyakan seperti
penyakit paru penyakit paru
(tuberculosis, asma), (tuberculosis, asma),
jantung, hati (hepatitis, jantung, hati (hepatitis,
sirosis), malaria, sirosis), malaria,
diabetes, penyakit ginjal diabetes, penyakit ginjal
(batu ginjal, sistitis), (batu ginjal, sistitis),
gangguan jiwa atau gangguan jiwa atau
epilepsy (ayan). Selain epilepsy (ayan). Selain
itu turut ditanyakan itu turut ditanyakan
riwayat kesehatan riwayat kesehatan
keluarga terutama keluarga terutama
penyakit yang diderita penyakit yang diderita
keluarga, dan juga keluarga, dan juga
kebiasaan-kebiasaan kebiasaan-kebiasaan
yang berpengaruh buruk yang berpengaruh buruk
terhadap kehamilan terhadap kehamilan
seperti merokok, minum seperti merokok, minum
minuman keras (alcohol), minuman keras (alcohol),
minum obat penenang minum obat penenang
atau analgetik, dan atau analgetik, dan
pengguna narkotik, pengguna narkotik,
morfin atau ganja.Pada morfin atau ganja.Pada
kunjungan berikutnya kunjungan berikutnya
dikumpulkan informasi dikumpulkan informasi
mengenai kehamilan mengenai kehamilan
seperti keluhan utama seperti keluhan utama
untuk mendeteksi untuk mendeteksi
komplikasi dan komplikasi dan
melanjutkan pelayanan melanjutkan pelayanan
yang diperlukan yang diperlukan
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan umum
Pucat Observasi dari Observasi dari
konjungtiva, telapak konjungtiva, telapak
tangan dan lidah dapat tangan dan lidah dapat
menduga adanya anemia. menduga adanya anemia.
Kesadaran Compos mentis Compos mentis
(kesadaran baik), (kesadaran baik),
gangguan kesadaran gangguan kesadaran (-)
(apatis, somnolen, sopor, (apatis, somnolen, sopor,
koma) koma)
Tinggi badan Diukur tanpa alas kaki, Diukur tanpa alas kaki,
satuan cm satuan cm
Berat badan Ditimbang tanpa alas Ditimbang tanpa alas
kaki dan pakaian kaki dan pakaian
seringan mungkin, satuan seringan mungkin, satuan
kg kg
Bentuk tubuh Cara berdiri dan berjalan Cara berdiri dan berjalan
diperhatikan. Bila diperhatikan. Bila
tampak kelainan tulang tampak kelainan tulang
belakang dan pinggul belakang dan pinggul
maupun tungkai harus maupun tungkai harus
dicurigai kemungkinan dicurigai kemungkinan
kelainan tulang panggul kelainan tulang panggul
yang dapat menyebabkan yang dapat menyebabkan
kesulitan persalinan. kesulitan persalinan.
Tekanan darah Menggunakan Menggunakan
sfigmomanometer, sfigmomanometer,
satuan mmHg satuan mmHg
Nadi Dihitung. (Normal 60- Dihitung. (Normal 60-
100 kali/menit) bila 100 kali/menit) bila
abnormal mungkin abnormal mungkin
terdapat kelainan jantung terdapat kelainan jantung
atau paru. atau paru.
Pernafasan Dihitung. (Normal 20-24 Dihitung. (Normal 20-24
kali/menit) bila abnormal kali/menit) bila abnormal
mungkin terdapat mungkin terdapat
kelainan paru atau kelainan paru atau
jantung. jantung.
Pemeriksaan obstetri Mengukur TFU dengan Mengukur TFU dengan
palpasi Leopold I-IV palpasi Leopold I-IV

Pemeriksaan laboratorium
Hemoglobin Dengan mesin hitung Hb Dengan mesin hitung Hb
Protein urin Dengan stick protein urin Dengan stick protein urin
Tes kehamilan Tes HCG Tes HCG
(-)

1. Kunjungan ibu hamil K1 K1 adalah kunjungan ibu K1 adalah kunjungan ibu


dan K4 hamil yang pertama kali hamil yang pertama kali
untuk mendapatkan untuk mendapatkan
pelayanan antenatal pelayanan antenatal
sesuai dengan standar sesuai dengan standar (+)
oleh tenaga kesehatan di oleh tenaga kesehatan di
suatu wilayah kerja pada suatu wilayah kerja pada
kurun waktu tertentu. kurun waktu tertentu.
K4 adalah kunjungan ibu K4 adalah kunjungan ibu
hamil yang telah hamil yang telah
memperoleh pelayanan memperoleh pelayanan
antenatal sesuai dengan antenatal sesuai dengan
standar, paling sedikit standar, paling sedikit
empat kali dengan empat kali dengan
distribusi waktu 1 kali distribusi waktu 1 kali
pada trimester I, 1 kali pada trimester I, 1 kali
pada trimester II, dan 2 pada trimester II, dan 2
kali pada trimester III di kali pada trimester III di
suatu wilayah kerja pada suatu wilayah kerja pada
kurun waktu tertentu. kurun waktu tertentu.

2. Penyuluhan

Perorangan Setiap kali kunjungan, Setiap kali kunjungan,


dengan wawancara dengan wawancara
(+)
Kelompok Setiap kali kelas ibu Setiap kali kelas ibu
hamil dengan ceramah hamil dengan ceramah
(+)
3.Deteksi risiko ibu hamil Faktor risiko tinggi pada Faktor risiko tinggi pada
ibu hamil antara lain : ibu hamil antara lain :
Perdarahan antepartum Perdarahan antepartum
Hipertensi lebih dari Hipertensi lebih dari
160/95 mmHg 160/95 mmHg
Preeklampsia berat Preeklampsia berat
Eklampsia Eklampsia
Letak lintang pada usia Letak lintang pada usia
kehamilan lebih dari 38 kehamilan lebih dari 38
minggu minggu
Letak sungsang pada Letak sungsang pada (+)
primigravida primigravida
Berat janin lebih dari 4 Berat janin lebih dari 4
Kg Kg
Penyakit jantung Penyakit jantung
Ketuban pecah dini Ketuban pecah dini
Infeksi berat/sepsis Infeksi berat/sepsis
Partus preterm Partus preterm
Gemelli Gemelli
Riwayat obstetri buruk Riwayat obstetri buruk
: HPP, riwayat SC dan : HPP, riwayat SC dan
sebagainya.3 sebagainya.3

3. Rujukan kasus risiko Pelayanan kepada ibu Pelayanan kepada ibu


tinggi ibu hamil hamil dengan komplikasi hamil dengan komplikasi
kebidanan untuk kebidanan untuk
mendapat penanganan mendapat penanganan
definitif sesuai standar definitif sesuai standar
oleh tenaga kesehatan oleh tenaga kesehatan
kompeten pada tingkat kompeten pada tingkat
pelayanan dasar dan pelayanan dasar dan (+)
rujukan. Ibu hamil yang rujukan. Ibu hamil yang
tidak dapat dilakukan di tidak dapat dilakukan di
Puskesmas mampu Puskesmas mampu
PONED dirujuk ke PONED dirujuk ke
rumah sakit PONEK. rumah sakit PONEK.

4. Kunjungan rumah ibu Mengunjungi rumah Mengunjungi rumah


hamil minimal 1x/bulan, untuk minimal 1x/bulan, untuk
memeriksakan keadaan memeriksakan keadaan
kesehatan ibu hamil dan kesehatan ibu hamil dan
janinnya dengan janinnya dengan
menghitung DJJ (Denyut menghitung DJJ (Denyut
Jantung Janin) terutama Jantung Janin) terutama
pada kasus ibu hamil pada kasus ibu hamil (+)
dengan risiko tinggi dan dengan risiko tinggi dan
sedang serta memberikan sedang serta memberikan
nasihat-nasihat tentang nasihat-nasihat tentang
menjaga kehamilannya . menjaga kehamilannya .

5. Pencatatan dan Menggunakan SP2TP Menggunakan SP2TP


pelaporan - Register ibu hamil : - Register ibu hamil :
buku register untuk buku register untuk
mencatat setiap ibu mencatat setiap ibu
hamil yang hamil yang
diperiksa. diperiksa. (+)
- Buku KIA : buku - Buku KIA : buku
untuk memantau untuk memantau
perkembangan perkembangan
kesehatan ibu hamil kesehatan ibu hamil
setiap kali setiap kali
pemeriksaan pemeriksaan
kehamilan, kehamilan,
dipegang oleh ibu dipegang oleh ibu
hamil. hamil.
- Kohort ibu hamil : - Kohort ibu hamil :
buku pencatatan buku pencatatan
perkembangan perkembangan
kesehatan ibu kesehatan ibu
hamil. hamil.
- Pencatatan PWS - Pencatatan PWS
KIA (Pemantauan KIA (Pemantauan
Wilayah Setempat Wilayah Setempat
Kesehatan Ibu dan Kesehatan Ibu dan
Anak) : Setiap Anak) : Setiap
bulannya, bulannya,
Puskesmas Puskesmas
melakukan melakukan
pencatatan PWS pencatatan PWS
KIA berdasarkan KIA berdasarkan
pencatatan di pencatatan di
Puskesmas, laporan Puskesmas, laporan
mengenai mengenai
pemeriksaan KIA pemeriksaan KIA
yang dilaksanakan yang dilaksanakan
di Posyandu dan di Posyandu dan
Bidan Praktek Bidan Praktek
Swasta. Swasta.
Proses

No. Variabel Tolok Ukur Variabel Cakupan Masalah


II A. Perencanaan
Perawatan kehamilan Akan dilakukan oleh Akan dilakukan oleh
bidan setiap hari bidan setiap hari (-)
pada pkl 08.00- 14.00 pada pkl 08.00-
WIB 14.00 WIB

Kunjungan ibu hamil K1 dan Akan dilakukan oleh Akan dilakukan oleh
K4 bidan setiap hari bidan setiap hari (-)
pada pkl 08.00- 14.00 pada pkl 08.00-
WIB 14.00 WIB

Penyuluhan Setiap kali Akan dilakukan oleh


Perorangan kunjungan, dengan bidan setiap kali
Kelompok wawancara kunjungan (-)
(wawancara) s

Deteksi risiko ibu hamil Setiap kali kelas ibu Setiap kali kelas ibu
hamil dengan hamil dengan (+)
ceramah. Dilakukan ceramah. Dilakukan
oleh bidan setiap hari oleh bidan setiap
pada pkl 08.00-14.00 hari pada pkl 08.00-
WIB 14.00 WIB

Rujukan kasus risiko tinggi Akan dilakukan oleh Akan dilakukan oleh
ibu hamil bidan setiap hari bidan setiap hari
pada pkl 08.00- 14.00 pada pkl 08.00-14.00 (-)
WIB dan bidan jaga WIB dan bidan jaga
PONED 24 jam PONED 24 jam

Kunjungan rumah Dilakukan 1 bulan Dilakukan 1 bulan


sekali sekali
(-)

Kelas Ibu Hamil Dilakukan 3 kali per Dilakukan 3 kali per


desa selama setahun desa selama setahun (+)

Pencatatan dan pelaporan Akan dilakukan Akan dilakukan


Pencatatan setiap hari kerja pada setiap hari kerja pada (-)
Pelaporan pkl 08.00-14.00 WIB pkl 08.00-14.00 WIB (-)
Akan dilakukan Akan dilakukan
setiap awal bulan setiap awal bulan

B. Pengorganisasian Terdapat struktur Terdapat struktur


organisasi tertulis dan organisasi tertulis (-)
pembagian tugas dan pembagian tugas
yang jelas dalam yang jelas dalam
melaksanakan tugas melaksanakan tugas

C. Pelaksanaan Dilakukan setiap hari Dilakukan setiap hari


Perawatan kehamilan kerja pkl 08.00-14.00 kerja pkl 08.00- (-)
WIB. 14.00 WIB.
Kunjungan ibu hamil K1 dan Dilakukan setiap hari Dilakukan setiap hari
K4 kerja pkl 08.00-14.00 kerja pkl 08.00- (+)
WIB. 14.00 WIB.

Penyuluhan
Perorangan Dilakukan setiap kali Dilakukan setiap kali
kunjungan kunjungan
(+)
(wawancara) setiap (wawancara) setiap
hari kerja pada pkl hari kerja pada pkl
08.00-14.00 WIB. 08.00-14.00 WIB.

Kelompok Setiap kelas ibu Tidak ada data (-)


hamil

Deteksi risiko ibu hamil Dilakukan setiap hari Dilakukan setiap hari
kerja pkl 08.00-14.00 kerja pkl 08.00- (+)
WIB. 14.00 WIB.

Rujukan kasus risiko tinggi


ibu hamil Dilakukan setiap hari Dilakukan setiap hari (+)
24 jam 24 jam

Kunjungan rumah Dilakukan 1 bulan Tidak ada data


(+)
sekali

Kelas Ibu Hamil Dilakukan 3 kali per Tidak rutin


desa selama setahun dilakukan oleh
fasilitator dan ibu (+)
hamil tidak datang

Pencatatan dan pelaporan Dilakukan setiap hari Tidak Lengkap


Pencatatan kerja pada pkl 08.00-
14.00 WIB. (+)
Dilakukan setiap
Pelaporan awal bulan

D. Pengawasan
Pengawasan kepala puskesmas Tiap bulan Tiap bulan
rapat bulanan
Pencatatan dan pelaporan 1 x/bulan 1 x/bulan (+)
bulanan
II.Keluaran

No. Variabel Tolok Ukur Cakupan Masalah


1. Cakupan kunjungan ibu hamil 100% 91.7% 8.3%(+)
K1
2. Cakupan kunjungan ibu hamil 100% 87.1% 12.9%(+)
K4

3. Cakupan deteksi ibu hamil 100% 89.8% 10.2%(+)


resiko tinggi
4. Cakupan rujukan maternal 100% 93.3% 6.7%(+)
risiko tinggi
5. Cakupan kunjungan rumah 100% Tidak ada data (+)
ibu hamil
6. Cakupan pencatatan dan 100%
pelaporan (lengkap) Kurang lengkap (+)

I. Lingkungan

No. Variabel Tolok Ukur Variabel Cakupan Masalah


A. Fisik
Lokasi Mudah dicapai Mudah dicapai, (-)
namun jauh ke
rumah sakit rujukan
Transportasi Tersedia sarana Tersedia sarana (-)
transportasi umum transportasi umum
Fasilitas kesehatan Ada dan dapat terjalin Ada dan dapat (-)
kerjasama yang baik terjalin kerjasama
yang baik
B. Non Fisik
Pendidikan, sosial, agama, Bukan merupakan Tidak ada hambatan (-)
adat istiadat hambatan dalam
pelaksanaan pelayanan
kesehatan ibu hamil.
Lampiran V

Gambar 5.1. Peta Wilayah Kecamatan Kabupaten Karawang

Sumber: www.karawanginfo.com