Anda di halaman 1dari 3

TUGAS

MANAJEMEN INDUSTRI PANGAN


Review

Dosen pengampu :

Ir. Iriana, MM

Disusun oleh :

Desita Isna Nuramy 1633010055

Annisa Septianing Putri H 1633010058

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN

FAKULTAS TEKNIK

UNVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR

ANGKATAN 2016/2017
Indomie, Sang Market Leader Mie Instan di Indonesia

Contoh Produk Mie Indomie Kari Ayam

Informasi Nilai Gizi Dari Indomie Kari Ayam

Ukuran Porsi: 1 (72gr)


Energi Total 320 kkal
Energi dan lemak 110 kkal
Lemak 12 g
Lemak Trans 6g
Kolesterol 0 mg
Protein 7g
Karbohidrat 46 g
Serat 2g
I Gula 4g

Berdasarkan kandungan gizi dari makanan kemasan indomie kari ayam ini, didapatkan sumber
karbohidrat sebesar 46 gram. Dalam karbohidrat itu sendiri, rata-rata 1 gramnya mengandung 4
kalori sedangkan kebutuhan karbohidrat setiap orang untuk menjalankan aktivitasnya
membutuhkan kalori sebanyak kurang lebih 1200-2000 kalori dalam sehari.

Pada sumber protein sebesar 7 gram. Dalam tubuh seseorang berat protein berkisar 1/6 dari berat
badan seseorang, sedangkan kebutuhan energi atau kalori seseorang bekisar 1 gram untuk setiap
1 kilogram berat badan. Jadi tiap 1 gram protein menghasilkan kurang lebih 4 kalori.
Pada sumber lemak didapat sebesar 12 gram. Dalam tubuh seseorang pada 1 gram lemak
menghasilkan 90 kalori. Lemak harus dipenuhi sekitar 20-30 % dari total kebutuhan kalori.

Mie instan tidak dianjurkan untuk dimakan secara berlebihan apalagi sampai setiap hari atau setiap
waktu makan karena mie instan tidak bisa menggantikan makan penuh dan hanya bisa di jadikan
makanan bantu sementara. Sebungkus mie instan 72 gram menyumbang energi total sebesar 320 kkal,
yaitu sekitar 20% dari total kebutuhan energi harian (2.000 kkal). Walapun tinggi karbohidrat tapi tidak
dapat memenuhi kebutuhan zat gizi yang lain, jadi bukan gizi seimbang. Selain itu lemak adalah zat
terbesar kedua yang paling banyak terdapat di mie instan setelah karbohidrat. Lemak ini meningkatkan
risiko penyakit degenaratif menjadi lebih besar.Lemak yang ada di dalam mie instan adalah lemak jahat
(Lemak jenuh) yang bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kalau dikonsumsi terlalu sering,
lemak yang dikonsumsi akan bertambah banyak, kemudian akan berisiko hipertensi, stroke, penyakit
jantung koroner, diabetes melitus tipe 2, kerusakan ginjal, dan penyakit degeratif lainnya. Selain itu
ingat, mie instan sangat rendah vitamin, mineral, serat yang pada akhirnya akan menyebabkan berbagai
defisiensi zat gizi