Anda di halaman 1dari 8

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

A. Identitas
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Palembang
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : XI / Ganjil
Materi Pokok : Termokimia (Praktikum)
Submateri Pokok : Reaksi Eksoterm dan Endoterm
Alokasi Waktu : 2 JP ( 2 x 45 menit)

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian
Kompetensi
4.4 Merancang, melakukan, 4.4.1 Merancang percobaan reaksi
menyimpulkan serta eksoterm dan reaksi
menyajikan hasil percobaan endoterm
reaksi eksoterm dan reaksi 4.4.2 Melakukan percobaan reaksi
endoterm. eksoterm dan reaksi
endoterm
4.4.3 Menganalisis data hasil
percobaan dari perubahan
suhu yang terjadi
4.4.4 Menyimpulkan hasil percobaan
reaksi eksoterm dan
endoterm.
4.4.5 Menyajikan hasil percobaan
reaksi eksoterm dan
endoterm.
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran, diharapkan siswa :
1. Dapat merancang percobaan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm dengan
benar.
2. Dapat melakukan percobaan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm dengan
benar.
3. Dapat Menganalisis data hasil percobaan dari perubahan suhu yang terjadi.
4. Melalui diskusi kelompok siswa dapat menunjukkan sikap kerjasama
sesama anggota kelompok dengan baik
5. Melalui pembelajaran di dalam kelas siswa dapat menunjukkan perilaku
responsif dan pro-aktif dengan baik
D. Materi Pembelajaran
Termokimia
1.1. Sistem dan Lingkungan
1.2. Energi dan entalpi
1.3. Perubahan entalpi
1.4. Reaksi eksoterm dan endoterm

Sistem & Lingkungan


Untuk mengerti termokimia, perlu dipahami konsep sistem dan
lingkungan. Pertama, kita akan membahas mengenai sistem. Sistem adalah reaksi
atau tempat yang dijadikan titik pusat perhatian. Lingkungan adalah semua hal
yang menunjang sistem, atau dengan kata lain, semua hal di luar sistem.
Contohnya, bila anda melihat segelas air, maka segelas air adalah sistem,
sementara ruangan dan semua lainnya adalah lingkungan.

Ada 3 jenis sistem, berdasarkan transformasi materi dan energinya, yaitu:


1. Sistem terbuka, yaitu sistem dimana pertukaran materi dan energi keluar
masuk sistem dapat dilakukan. Contohnya, air dalam gelas terbuka.
2. Sistem tertutup, dimana hanya ada pertukaran energi atau materi satu
arah. Contohnya, air panas dalam gelas tertutup, dimana hanya panas
(energi) dari dalam gelas yang bergerak ke arah lingkungan.
3. Sistem terisolasi, yaitu dimana tidak terjadi pertukaran materi dan energi
sama sekali. Contohnya, air dalam termos.

Entalpi
Entalpi, seperti asal kata Yunaninya, berarti kandungan energi pada suatu
benda. Jika kita bayangkan kita melihat sebuah ember yang kita tidak tahu
volumenya dan berisi air. Seperti banyak air yang tidak kita tahu, besar entalpi
juga tidak kita ketahui. Namun, jika dari ambil atau beri air sebanyak satu
gayung dari/pada ember tersebut, kita tahu perubahan isinya. Begitulah kita tahu
perubahan entalpi. Entalpi dilambangkan dengan huruf H (terkadang dengan h).
Kita dapat mengetahui perubahan entalpi pada suatu reaksi dengan:
H = Hproduk - Hreaktan

Dimana semuanya terdapat dalam satuan J atau kal.


Jika kita hubungkan entalpi dengan hukum termodinamika yang pertama, kita
akan tahu bahwa entalpi secara global tidak pernah berubah. Energi hanya
bergerak, namun tidak bertambah atau berkurang. Lebih jauh akan dibahas dalam
tulisan Pengayaan Termokimia.

Reaksi Eksoterm dan Endoterm


Reaksi dibagi menjadi dua jenis, sesuai dengan arah perpindahan energi. Mereka
adalah : (a) reaksi eksoterm dan (b) reaksi endoterm. Kita akan membahas yang
pertama dahulu.

1. Reaksi Eksoterm
Reaksi eksoterm, adalah kejadian dimana panas mengalir dari sistem ke
lingkungan. Maka, H < O dan suhu produk akan lebih kecil dari reaktan. Ciri
lain, suhu sekitarnya akan lebih tinggi dari suhu awal.
Contoh
C(s)+O2 CO2 (g) H=-393.4 kJ mol-1

2. Reaksi Endoterm
Reaksi endoterm adalah kejadian dimana panas diserap oleh sistem dari
lingkungan. Maka, H > 0 dan suhu sekitarnya turun.
Contoh :
H2(g) + I2(g) 2HI(g) H=51.9 kJ mol-1
Ba(OH)2(s) + 2NH4Cl (s) BaCl2(l) + 2NH3(g) + 2H2O(l)

Kondisi Standar & Persamaan Termokimia


Semua persamaan termokimia akan dituliskan dengan kondisi standar
(STP) sebagai acuannya, yaitu 1 atm (101.3 kPa) dan 25oC (298 K). Ini digunakan
karena unsur pada kondisi ini berada dalam tingkat paling stabil.
Persamaan termokimia akan menyatakan jumlah mol reaktan dan produk,
serta menyatakan jumlah energi yang terlibat. SI untuk H adalah kJ mol-1. 'mol-
1
' tidak menyatakan jumlah penyusun senyawa, namun jumlah per mol dalam
persamaan tersebut, biasanya dengan acuan mol produk adalah 1.

Contoh :
CO(g) + 1/2 O2(g) CO2(g) H= -283 kJ mol-1
2CO(g) + O2(g) 2CO2(g) H= -566 kJ mol-1
Catatan:
1. Terkadang mol-1 hanya dituliskan jika mol reaktan adalah 1, atau tidak
dituliskan sama sekali
2. Persamaan termokimia juga harus memasukkan kondisi fisis senyawanya
E. Pendekatan/Metode Pembelajaran
Pendekatan : Scientific
Model : Inkuiri Terbimbing
Metode : Praktikum

F. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran


1. Media
LKPD,percobaan sederhana

2. Alat
a. LCD
b. Laptop
c. Papan Tulis
d. Spidol

3. Sumber
Buku :
Buku Kimia Bilingual Untuk SMA/MA Kelas XI terbitan Yrama
Widya
Buku Seri Pendalaman Materi (SPM) Kimia untuk SMA/MA terbitan
ESIS
Buku Kimia Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam
Internet :
Sumber-sumber yang berkaitan dengan orde reaksi

G. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Langkah Pembelajaran Alokasi
Pembelajaran Waktu

Kegiatan Pendahuluan
Awal o Siswa menjawab salam dan berdoa. 10 menit
o Siswa diperiksa kehadirannya oleh guru.
o Siswa dikondisikan untuk berkelompok
sesuai dengan pembagian kelompok yang
telah diatur guru.
Apersepsi
o Siswa meninjau kembali materi pada
pertemuan sebelumnya mengenai reaksi
eksoterm dan endoterm.
o Motivasi
o Siswa disuguhkan pertanyaan apa
bagaimana membedakan terjadinya reaksi
ekosterm atau reaksi endoterm?
o
Kegiatan Inti Mengamati
Peserta didik diminta untuk
mengamati, mendengarkan dan
memahami penjelasan mengenai
reaksi eksoterm dan endoterm
Peserta didik mendengarkan
penjelasan fungsi alat praktikum yang
digunakan.

Menanya
Peserta didik menanyakan hal yang
belum dipahami
70 menit
Mengumpulkan data
Peserta didik diorganisasi untuk
membentuk kelompok kooperatif
yang terdiri dari 4-6 orang untuk
melakukan praktikum mengenai
reaksi eksoterm dan reaksi endoterm.

Menalar
Peserta didik menganalisis perubahan
suhu yang terjadi.
Peserta didik mencatat hasil
percobaan yang dilakukan

Mengomunikasikan
Salah satu wakil kelompok
mempresentasikan hasil praktikum
yang dilakukan
Diskusi kelas untuk mengambil
kesimpulan
Bersama guru, siswa mendiskusikan
hasil praktikum
Kegiatan Penutup
Akhir Bersama guru, peserta didik 10 menit
menyimpulkan isi pembelajaran
Siswa berdoa.
Siswa menjawab salam penutup.

H. Penilaian Kognitif
1. Prosedur Penilaian
A. Penilaian proses
B. Penilaian hasil belajar
2. Bentuk Instrumen
A. Penilaian Proses
1. Sikap
Nama Perubahan Tingkah Laku
Siswa Disiplin Bertanggung Jawab Bekerja Sama
BT MT ST BT MT ST BT MT ST

Keterangan :
BT : Belum tampak
MT : Mulai tampak
ST : Sudah tampak

B. Penilaian Hasil Belajar


Lembar Kerja Praktikum (terlampir)

Palembang, Oktober
2017
Mengetahui,
Guru Pamong Mahasiswa P4,

Putri Nilam Sejati Rabeka Yulina Fitri


NIP 197309042006202005 NIM 06101281419028