Anda di halaman 1dari 15

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PENCEGAHAN PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT ULKUS


DEKUBITUS

Disusun Oleh:
KELOMPOK 2 (DUA) / KELAS IIC

1. CICI FRAJUNITA 151211106


2. DINI DIAN PUTRI 151211109
3. FITRIANI 151211114
4. SINGGIH ELVA PUTRA 151211135
5. SRY PUTRI WAHYUNI 151211138
6. WANGI RAHMADHANI 151211141
7. YURI AULIYA ARRAHIM 151211146

PROGRAM STUDI
S1 KEPERAWATAN
STIKES MERCUBAKTIJAYA PADANG
2017
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PENCEGAHAN PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT ULKUS
DEKUBITUS

Pokok Bahasan : Pencegahan pada pasien dengan Penyakit ulkus


Dekubitus
Hari / Tanggal : Jumat/ 13 oktober 2017
Waktu : 10.00 10.30 WIB
Tempat : Di Puskesmas Nanggalo

A. Latar Belakang
Dekubitus merupakan luka yang timbul karena tekanan terutama
pada bagian tulang-tulang yang menonjol akibat tirah baring yang lama di
tempat tidur. Kasus dekubitus dapat terjadi pada semua umur terutama
pada lanjut usia dengan frekuensi kejadiannya sama pada pria dan wanita
(Siregar,2005).
Faktor risiko seseorang terkena dekubitus salah satunya adalah
penyakit stroke. Menurut Muttaqin (2008), stroke merupakan penyakit
yang paling sering menyebabkan kecacatan terutama kelumpuhan anggota
gerak sebagai akibat gangguan fungsi otak. Kecacatan akibat stroke
berpengaruh terhadap lamanya pasien di rawat di rumah sakit dan menurut
Bain (2003), kemungkinan timbulnya dekubitus.
Menurut Muttaqin (2008) dan Smeltzer&Bare (2005), pada fase
akut serangan stroke timbul keluhan kesulitan menelan, nafsu makan
menurun, mual, dan muntah. Defisiensi nutrisi, anemia, dan gangguan
metabolik pada pasien stroke mendukung terjadinya luka dekubitus.
B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah dilakukan penyuluhan, audiens mengetahui, memahami
dan melaksanakan Pencegahan Penyakit Ulkus Dekubitus.
2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
a. Mengetahui dan memahami Pengertian Ulkus Dekubitus.
b. Mengetahui dan memahami Penyebab Ulkus Dekubitus.
c. Mengetahui dan memahami Tanda dan Gejala Ulkus Dekubitus.
d. Mengetahui, memahami dan melaksanakan Pencegahan,
Pengobatan serta Pemulihan Penyakit Ulkus Dekubitus.
3. Manfaat
a. Bagi Mahasiswa
Menerapkan pendidikan dan teori sebagai wahana dalam
menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa tentang
Pencegahan Penyakit Ulkus Dekubitus.
b. Bagi Puskesmas
Penyuluhan ini dapat dijadikan sebagai sebagai bahan
informasi dan masukan serta sumbangan pemikiran bagi tenaga
kesehatan di Puskesmas, dalam memberikan perawatan dan
pendidikan kesehatan pada klien tentang Pencegahan Penyakit
Ulkus Dekubitus.
c. Bagi Audiens
Penyuluhan ini dapat menjadi informasi untuk menambah
pengetahuanaudiens dan dapat melaksanakan tentang Pencegahan
Penyakit Ulkus Dekubitus.

C. Pelaksanaan Kegiatan
1. Topik
Pencegahan pada pasien dengan Penyakit Ulkus Dekubitus.
2. Sasaran dan target
Masyarakat umum pengunjung puskesmas.
3. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab
c. demonstrasi
4. Media dan alat
a. Alat
1) LCD
2) Leaflet
5. Waktu dan tempat
Hari / Tanggal : jumat / 13 oktober 2017
Jam : 10.00 10.30 Wib
Waktu Pertemuan : 30 Menit
Tempat : Di Puskesmas Nanggalo

D. Materi (terlampir)

E. Pengorganisasian
1. Moderator : Cici Frajunita
2. Presenter : Dini dian putri
3. Fasilitator : Singgih elva putra
Sry putri wahyuni
Fitriani
4. Obsevator : Wangi rahmadhani
5. Notulen : Yuri auliya arrahim

F. Uraian Tugas
1. Tugas Moderator
a. Memperkenalkan diri, anggota kelompok, dan pembimbing.
b. Mengkoordinasikan semua kegiatan.
c. Membuka dan menutup kegiatan.
d. Menjelaskan topik, kontrak waktu dan tujuan kegiatan.
e. Mengarahkan jalannya kegiataan.
f. Memberi kesempatan audience untuk bertanya dan
mengemukakan pendapat.
g. Menyimpulkan kegiatan
2. Tugas Presenter
a. Menyusun rencana kegiatan SAP.
b. Mengarahkan kelompok dalam mencapai tujuan.
c. Menjelaskan dan mendemostrasikan kegiatan yang dilakukan
kepada audience.
d. Memotivasi anggota mengemukakan pendapat dan memberikan
umpan balik.
3. Tugas Fasilitator
a. Memotivasi audience agar berperan aktif selama kegiatan.
b. Memfasilitasi dalam kegiatan.
c. Membuat dan menjalankan absensi kegiatan.
4. Tugas Observasi
a. Mengamati jalannya kegiatan.
b. Mencatat perilaku verbal dan non verbal selama kegiatan
berlangsung.
c. Membuat laporan hasil kegiatan yang telah dilakukan.
5. Tugas notulen
a. Mencatat pertanyaan dari audience.
b. Menyimpulkan semua hasil diskusi.
G. Pengaturan Tempat
M Media P N

F F
/
K K K K

K K K K

K K K K

F F
/ O /

Keterangan

M : Moderator
P : Presenter
K : Klien / Peserta

F : Fasilitator
/ : Observer
O

Media : Media / Model

H. Kegiatan Penyuluhan
Tahap Kegiatan
dan Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Audiens
Pendahuluan Mengucapkan salam Menjawab salam
( 5 menit ) Memperkenalkan diri, Mendengarkan dan
anggota kelompok dan memperhatikan
pembimbing Mendengarkan dan
Menjelaskan topik memperhatikan
penyuluhan Mendengarkan dan
memperhatikan
Menjelaskan tujuan kegiatan Menyetujui kontrak
waktu
Membuat kontrak waktu dan
bahasa
Pelaksanaan Menggali pengetahuan Mengemukakan
( 15 menit ) audiens tentang Pengertian pendapat
Ulkus Dekubitus
Memberi reinforcemen Mendengarkan dan
positif pada audiens atas memperhatikan
pendapat audiens
Menjelaskan materi tentang Mendengarkan dan
Pengertian Ulkus Dekubitus memperhatikan
Menggali pengetahuan Mengemukakan
audiens tentang Penyebab pendapat
Ulkus Dekubitus
Memberi reinforcemen Mendengarkan dan
positif pada audiens atas memperhatikan
pendapat audiens
Menjelaskan materi Mendengarkan dan
penyuluhan tentang memperhatikan
Penyebab Ulkus Dekubitus
Menggali pengetahuan Mengemukakan
audiens tentang Tanda dan pendapat
Gejala Ulkus Dekubitus.
Memberi reinforcemen
positif pada audiens atas Mendengarkan dan
pendapat audiens memperhatikan
Menjelaskan materi
penyuluhan Tanda dan Mendengarkan dan
Gejala Ulkus Dekubitus. memperhatikan
Menggali pengetahuan
audiens tentang Pencegahan, Mengemukakan
Pengobatan serta Pemulihan pendapat
Penyakit Ulkus Dekubitus.
Memberi reinforcemen
positif pada audiens atas
pendapat audiens Mendengarkan dan
Menjelaskan materi memperhatikan
penyuluhan tentang
Pencegahan, Pengobatan Mendengarkan dan
serta Pemulihan Penyakit memperhatikan
Ulkus Dekubitus.

Penutup Memberikan kesempatan Memberikan


( 10 menit ) pada audien untuk bertanya pertanyaan
Memberi reinforcement pada
audiens atas pertanyaan Mendengarkan dan
audiens memperhatikan
Memberikan kesemspatan
audiens lain untuk memberi Mengemukakan
pendapat pendapat
Melengkapi atau
memberikan penjelasan atas
pertanyaan audiens Mendengarkan dan
Mengevaluasi dan memperhatikan
menyimpulkan materi
penyuluhan yang telah Mendengarkan dan
disampaikan memperhatikan serta
Salam penutup ikut menyimpulkan

Menjawab salam
I. Evaluasi/ Laporan Hasil
1. Evaluasi Struktur
a. Struktur pengorganisasian sesuai dengan yang direncanakan.
b. Setting tempat kurang sesuai dengan yang direncanakan.
c. Tempat dan media sesuai dengan yang direncanakan.
2. Evaluasi Proses
a. Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan perencanaan.
b. Waktu sesuai dengan yang direncanakan.
c. Selama proses berlangsung diharapkan audience dapat mengikuti
seluruh kegiatan penyuluhan/tidak ada yang meninggalkan
ruangan.
d. Selama kegiatan berlangsung diharapkan audience berperan aktif.

3. Evaluasi Hasil
a. Sebanyak 80% peserta yang hadir mampu menyebutkan pengertian
kesehatan perawatan gigi dan mulut.
b. Sebanyak 80% peserta yang hadir mampu menyebutkan macam-
macam gigi dan fungsinya.
c. Sebanyak 80% peserta yang hadir mampu menyebutkan penyakit-
penyakit yang terdapat pada gigi.
d. Sebanyak 80% peserta yang hadir mampu menyebutkan cara
merawat gigi yang baik dan benar
4. Daftar Pertanyaan dan Jawaban dari Peserta/Audiens
LAMPIRAN MATERI

A. PENGERTIAN DEKUBITUS
Dekubitus adalah kerusakan/kematian kulit sampai jaringan
dibawah kulit, bahkan menembus otot sampai mengenai tulang akibat
adanya penekanan pada suatu area secara terus menerus sehingga
mengakibatkan gangguan sirkulasi darah setempat.
Walaupun semua bagian tubuh mengalami dekubitus, bagian
bawah dari tubuhlah yang terutama beresiko tinggi dan membutuhkan
perhatian khsus. Area yang biasa terjadi dekubitus adalah tempat diatas
tonjolan tulang dan tidak dilindungi oleh cukup dengan lemak sub kutan,
misalnya daerah sakrum, daerah trokanter mayor dan spina ischiadica
superior anterior, daerah tumit dan siku.
Dekubitus merupakan suatu hal yang serius, dengan angka
morbiditas dan mortalitas yang tinggi pada penderita lanjut usia. Dinegara-
negara maju, prosentase terjadinya dekubitus mencapai sekitar 11% dan
terjadi dalam dua minggu pertama dalam perawatan.

B. PENYEBAB DEKUBITUS
Tekanan daerah pada kapiler berkisar antara 16 mmHg-33 mmHg.
Kulit akan tetap utuh karena sirkulasi darah terjaga, bila tekanan padanya
masih berkisar pada batas-batas tersebut. Tetapi sebagai contoh bila
seorang penderita immobil/terpancang pada tempat tidurnya secara pasif
dan berbaring diatas kasur busa maka tekanan daerah sakrum akan
mencapai 60-70 mmHg dan daerah tumit mencapai 30-45 mmHg.
Tekanan akan menimbulkan daerah iskemik dan bila berlanjut
terjadi nokrosis jaringan kulit. Percobaan pada binatang didapatkan bahwa
sumbatan total pada kapiler masih bersifat reversibel bila kurang dari 2
jam. Seorang yang terpaksa berbaring berminggu-minggu tidak akan
mengalami dakubitus selama dapat mengganti posisi beberapa kali
perjammnya.
Selain faktor tekanan, ada beberapa faktor mekanik tambahan yang dapat
memudahkan terjadinya dekubitus:
a. Faktor teregangnya kulit misalnya gerakan meluncur ke bawah pada
penderita dengan posisi dengan setengah berbaring.
b. Faktor terlipatnya kulit akiab gesekan badan yang sangat kurus dengan
alas tempat tidur, sehingga seakan-akan kulit tertinggal dari area
tubuh lainnya.
c. Faktor teragannya kulit akibat daya luncur antara tubuh dengan alas
tempatnya berbaring akan menyebabkan terjadinya iskemia jaringan
setempat.
d. Faktor tubuh sendiri (faktor intrinsik) juga berperan untuk terjadinya
dekubitus antara lain:
1. Faktor Intrinsik
a) Selama penuaan, regenerasi sel pada kulit menjadi lebih lambat
sehingga kulit akan tipis (tortora & anagnostakos, 1990).
b) Kandungan kolagen pada kulit yang berubah menyebabkan
elastisitas kulit berkurang sehingga rentan mengalami deformasi
dan kerusakan.
c) Kemampuan sistem kardiovaskuler yang menurun dan sistem
arteriovenosus yang kurang kompeten menyebabkan penurunan
perfusi kulit secara progresif.
d) Sejumlah penyakit yang menimbulkan seperti DM yang
menunjukkan insufisiensi kardiovaskuler perifer dan penurunan
fungsi kardiovaskuler seperti pada sistem pernapasan
menyebabkan tingkat oksigenisasi darah pada kulit menurun.
e) Status gizi, underweight atau kebalikannya overweight.
f) Anemia.
g) Hipoalbuminemia yang mempermudah terjadinya dekubitus dan
memperjelek penyembuhan dekubitus, sebaliknya bila ada
dekubitus akam menyebabkan kadar albumin darah menurun.
h) Penyakit-penyakit neurologik, penyakit-penyakit yang merusak
pembuluh darah, juga mempermudah dan meperjelek dekubitus.
i) Keadaan hidrasi/cairan tubuh perlu dinilai dengan cermat.
2. Faktor Ekstrinsik
a) Kebersihan tempat tidur.
b) Alat-alat tenun yang kusut dan kotor, atau peralatan medik yang
menyebabkan penderita terfiksasi pada suatu sikap tertentu juga
memudahkan terjadinya dekubitus.
c) Duduk yang buruk.
d) Posisi yang tidak tepat.
e) Perubahan posisi yang kurang.

C. TANDA DAN GEJALA ULKUS DEKIBITUS


Karakteristik penampilan klinis dari dekubitus dapat dibagi sebagai
berikut:
1. Derajat I
Reaksi peradangan masih terbatas pada epidermis, tampak sebagai
daerah kemerahan/eritema indurasi atau lecet.
2. Derajat II
Reaksi yang lebih dalam lagi sampai mencapai seluruh dermis
hingga lapisan lemah subkutan, tampak sebagai ulkus yang dangkal,
degan tepi yang jelas dan perubahan warna pigmen kulit.
3. Derajat III
Ulkus menjadi lebih dalam, meliputi jaringan lemak subkutan dan
menggaung, berbatasan dengan fascia dari otot-otot. Sudah mulai
didapat infeksi dengan jaringan nekrotik yang berbau.
4. Derajat IV
Perluasan ulkus menembus otot, hingga tampak tulang di dasar
ulkus yang dapat mengakibatkan infeksi pada tulang atau sendi.
D. PENCEGAHAN
1. Pencegahan secara primer
a. Anjurkan pasien masukan cairan dan nutrisi yang tepat dan
adekuat. Karena kerusakan kulit lebih mudah terjadi dan
lambat untuk sembuh jika nutrisi pasien buruk.
b. Segera membersihkan feses atau urin dari kulit karena bersifat
iritatif terhadap kulit.
c. Menjaga kebersihan kulit dan mengusahakan agar kulit tetap
kering.
d. Jaga agar kulit tetap bebas dari kerutan.
e. Beri perhatian khusus pada daerah daerah yang beresiko
terjadi dekubitus.
2. Pencegahan secara sekunder
a. Inspeksi daerah dekubitus umum terjadi, laporkan adanya area
kemerahan dengan segera.
b. Masase sekitar daerah kemerahan dengan sering menggunakan
lotion.
c. Merubah posisi pasien yang tidak dapat bergerak sendiri,
minimal setiap 2 jam sekali untuk mengurangi tekanan.
d. Beri sedikit bedak tabur pada area pergesekan tapi jangan
biarkan menumpuk.menggumpal.
e. Lakukan latihan gerak minimal 2x sehari untuk mencegah
kontraktur.
f. Ulkus biasanya membaik dengan sendirinya setelah tekanan
dihilangkan. Menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi protein
dan kalori tambahan bisa mempercepat penyembuhan.
3. Pencegahan secara tersier
a. Jika kulit terluka sebaiknya ditutup dengan perban. Agar tidak
melekat pada luka, gunakan perban yang dilapisi teflon atau
mengandung jeli minyak.
b. Untuk ulkus yang lebih dalam, digunakan perban yang
mengandung bahan yang menyerupai gelatin, yang bisa
membantu pertumbuhan kulit yang baru.
c. Jika luka mengalami infeksi atau mengeluarkan nanah,
sebaiknya dibersihkan dengan sabun atau gunakan cairan
desinfektan (misalnya povidon-iodin).
d. Jika terjadi infeksi, diberikan antibiotik. Jika tulang
dibawahnya terinfeksi (osteomielitis) diberikan antibiotik
jangkan panjang karena osteomielitis sulit disembuhkan dan
bisa menyebar melalui aliran darah.
DAFTAR PUSTAKA

Doenges, Marilynn E. 2000. Rencana Keperawatan : Pedoman


Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta : EGC.
Nurachman, Elly. 2001. Pencegahan dan Perawatan Dekubittus.
Jakarta : Sagung Seto