Anda di halaman 1dari 2

AFIFUDDIN

417071
ETIKA BISNIS
BAB 9
Good Corporate Governance
Menurut IFC, Good Corporate Governance (GCG) adalah struktur dan proses untuk
mengarahkan dan mengendalikan suatu perusahaan. Di Indonesia penerapan GCG dimulai
sejak terjadinya krisis pada tahun 1998, baik pada pemerintahan maupun swasta. Pada tahun
1999, Indonesia sudah membentuk komite nasional GCG di bawah pengawasan kementerian
perekonomian dan mengeluarkan program GCG pertama pada tahun 2001 yang kemudian
direvisi pada tahun 2006.
Setiap instansi harus memastikan bahwa asas GCG diterapkan pada setiap aspek bisnis
dan di semua jajaran instansi. Asas GCG yaitu transparansi, akuntanbilitas, responsibilitas,
independensi serta kewajaran dan kesetaraan diperlukan untuk mencapai kesinambungan usaha
instansi dengan memperhatikan pemangku kepentingan.
Corporate governance fokus pada struktur dan proses perusahaan untuk memastikan
perilaku perusahaan adil, bertanggung jawab, transparan, dan akuntabel. Sedangkan corporate
management fokus pada hal-hal yang dibutuhkan untuk mengoperasikan bisnis. GCG sangat
penting bagi perusahaan karena perusahaan akan memiliki akses modal yang lebih baik.
Perusahaan yang menerapkan GCG akan mengurangi risiko investasi, sehingga dapat menarik
lebih banyak investor.
Biaya yang dibutuhkan untuk menerapkan GCG diantaranya biaya untuk mempekerjakan
staf yang berdedikasi seperti sekretaris, dewan direksi dan dewan komisaris; auditor internal;
penasehat eksternal; auditor eksternal; dan konsultan. Berikut ini adalah karakteristik sektor
korporasi di Indonesia, yakni peran BUMN, kepemilikan konsentrat, sedikit pemisahan
kepemilikan dan pengendalian, struktur pegangan yang tidak baik, dan badan perusahaan yang
tidak berpengalaman dan memadai. Sekarang ini ada banyak institusi di indonesia yang
menerapkan GCG, diantaranya KPK, Mahkamah Agung, OJK, KSEI, BI, peradi, dll.

Kasus American Therapeutics Inc.

1. Stakeholder dalam kasus ini adalah CEO American Therapeutics, FDA sebagai regulator,
karyawan American Therapeutics, konsumen American Therapeutics.
2. Menurut saya, dari beberapa stakeholder yang ada dalam kasus ini dan yang menjadi
prioritas adalah konsumen. Prioritas yang kedua adalah para karyawan ATI, investor, dan
pemerintah yang telah dilanggar hak mereka untuk mendapatkan informasi-informasi yang
benar.
3. Dalam kasus ini setidaknya terdapat tiga pelanggaran yang dilakukan oleh Vegesna,
Chang, dan Strurm yakni memberi dan menerima suap, memalsukan informasi keuangan,
dan membocorkan informasi internal perusahaan. Pelanggaran tersebut melanggar hak dan
keadilan yang dimiliki oleh masyarakat sebagai konsumen dan melanggar hak bagi para
investor.
4. Menurut saya dalam kasus ini ATI merupakan pihak yang menang. Hal tersebut
dikarenakan mereka melakukan kecurangan, mendapatkan keuntungan yang besar, tetapi
hanya mendapat hukuman ringan. Sedangkan pihak yang dirugikan adalah masyarakat
sebagai konsumen karena mereka bisa jadi mengkonsumsi obat-obatan yang tidak melalui
proses dan tahap pengujian.
5. Dalam pengembangan obat Trazodone Hydrochloride, Vegesna sebagai CEO memiliki
tujuan pribadi yakni ingin mendapatkan keuntungan atas kepemilikan lisensi obat generik
yang tidak dimiliki oleh pesaingnya, serta keuntungan atas penjualan dan memonopoli
obat anti depresi.
6. Pelanggaran yang terjadi pada kasus tersebut menyebabkan turunnya kepercayaan
masyarakat terhadap obat-obatan genererik. Masyarakat sebagai konsumen akan
berpikiran bahwa obat generik tidak lagi aman untuk dikonsumsi karena para produsen
dapat melakukan upaya ilegal agar produknya cepat disetujui sehingga tidak melalui tahap
pengujian yang seharusnya.
7. Akibat tindakan yang dilakukannya, Vegesna berkewajiban untuk menarik seluruh obat
Trazodone Hydrochloride yang telah beredar dan memberi konpensasi kepada konsumen
dan stakeholder lainnya.
8. Tindakan alternatif lainnya yang dapat dilakukan oleh Vegesna untuk mendapat
persetujuan dari FDA terkait obat generiknya, yakni melalui cara mengajukan sampel obat
yang sudah memenuhi standar dan keamanan sehingga pengujian obat tersebut tidak
memakan waktu yang lama.
9. Untuk mencegah terjadinya kasus penyuapan adalah dengan cara menerapkan etika dalam
berbisnis, selain itu menerapkan komitmen, independensi dan integritas pada semua
individu di dalam perusahaan agar melaksanakan tugas dan fungsinya dengan penuh
tanggungjawab. Selain itu, dapat juga dengan pengendalian dan pengawasan secara
sistematis agar dapat mencegah kecurangan.