Anda di halaman 1dari 2

Adanya endapan parafin menjadi suatu problem terhadap laju produksi.

Parafin terbentuk
karena adanya perubahan keseimbangan dari fluida reservoir, yaitu menurunnya solubility
wax dalam crude oil. Tempat dan saat pengendapan dari sumur produksi sangat dipengaruhi
oleh solubility saturation dari crude oil dan banyaknya kandungan wax-nya. Namun demikian
terbentuknya endapan parafin tidak disebebkan oleh menurunnya solubility wax-nya saja.
Kristal-kristal wax biasanya terbentuk seperti jarum-jarum yang runcing dan apabila dapat
berbentuk kristal-kristal tunggal maka akan cenderung manghambur ke dalam oil.

Parafin atau asphaltin adalah unsur-unsur pokok yang banyak terkandung dalam minyak
mentah. Endapan pada umumnya sebagian besar terdiri dari endapan parafin sendiri dan
endapan lain, seperti pasir, lempung, silt, resin dan garam-garam mineral serta material hasil
korosi. Secara umum rumus parafin adalah CnH2n+2.

Endapan parafin yang terbentuk merupakan suatu persenyawaan hidrokarbon dengan rantai
karbon dan hidrogen antara C18H38 sampai C38H78, yang bercampur dengan sejumlah
rantai kecil serta benda padat yang terbawa oleh aliran fluida reservoir kedalam lubang
sumur. Sifat endapan parafin sebagian besar dipengaruhi oleh besar kecilnya kadar minyak
yang dikandungnya. Kadar minyak yang besarnya dikandung oleh parafin menyebabkan
endapan tersebut bersifat lunak, setengah cair dan mudah dicairkan jika dipanaskan. Apabila
kadar minyak yang dikandung parafin kecil, maka endapan parafin bersifat keras, kurang
plastis dan penambahan suhu tidak berpengaruh terhadap sifat plastisnya.

Resin dan gum biasanya berwarna coklat, yang merupakan campuran yang bersifat tidak
jenuh dalam minyak. Adanya resin dan gum kemungkinan karena penyerapan daya larut
minyak yang disebabkan oleh perubahan suhu dan hilangnya fraksi-fraksi ringan.

Titik leleh dari endapan parafin berkisar antara 150 200 F. Titik leleh dari endapan
parafin yang dijumpai pada sumur-sumur tidak akan sama, ini karena perbedaan
kondisi serta karakteristiknya.

Secara umum, penurunan temperatur adalah penyebab utama terbentuknya endapan parafin,
karena wax (parafin) solubility di dalam crude oil akan berkurang jika temperatur mengalami
penurunan. Pendinginan atau penurunan temperatur dari crude oil akan terjadi pada banyak
tempat di dalam sistem sumur produksi. Penurunan temperatur lebih lanjut akan terjadi ketika
crude oil bergerak ke atas melalui tubing, surcafe choke, flow line maupun ketika masuk ke
dalam separator. Pada beberapa tempat di dalam sistem tersebut, temperatur mengalami
penurunan sampai di bawah kondisi titik cair parafin dan pada saat itu akan mulai
terjadi pengendapan parafin pada peralatan produksi.

Dengan demikian penurunan produksi pada sumur-sumur minyak yang parafinis


kemungkinan besar disebabkan oleh endapan-endapan parafin.

Adapun metode penanggulangan dari terbentuknya endapan parafin dapat dilakukan dengan
cara :
1. Mekanis, untuk membersihkan parafin dari tubing sering digunakan scapper atau cutter.
2. Solvent removal of wax, Solvent parafin yang sangat baik, yaitu seperti carbon
tetrachloride.
3. Heat for removal of wax, pemanasan minyak adalah salah satu metode terbaik untuk
melarutkan atau mencairkan parafin.

Penyebab terjadinya paraffin:

a.Turunnya tekanan,

b.Turunnya temperature,

c.Hilangnya fraksi ringan oil,

d.Aliran yg tdk tetap dan merata,

e.Permukaan dalam pipa yg tdk merata