Anda di halaman 1dari 5

BIOLOGI

LAPORAN PRAKTIKUM OSMOSIS PADA KENTANG

disusun untuk memenuhi tugas Pelajaran Biologi semester ganjil 2017/2018

Disusun oleh kelas XI-MIPA 3

Nama kelompok

Joda Maula Aghitsna S.

Dhavid Ardha W.

Wahyu Nur Arifin

SMA NEGERI 1 TANJUNGANOM

TAHUN 2017
LAPORAN PRAKTIKUM OSMOSIS PADA KENTANG

1. TUJUAN PRAKTIKUM
Mendeskripsikan peristiwa osmosis pada kentang

2. PENDAHULUAN
Peristiwa osmosis adalah pergerakan air dari suatu larutan yang mempunyai potensial air yang
tinggi ke potensial air yang lebih rendah, melalui selaput permeabel diferensial yang memisahkan
kedua larutan tersebut. Selaput permeabel diferensial mempunyai permeabilitas yang berbeda bagi
senyawa yang berbeda, dapat meneruskan molekul air tetapi menghambat masuknya senyawa yang
terlarut.

3. ALAT DAN BAHAN

ALAT BAHAN
Neraca Air Biasa
Gelas ukur 3 buah Larutan gula 10%
Pelubang gabus Larutan gula 50%
Umbi kentang
Pisau
Sendok
4. CARA KERJA

1. Bersihkan kentang mentah dari kulitnya.

2. Potong kentang sebanyak 3 potong. Usahakan potongan kentang tersebut memiliki


berat yang sama. Saat mengupas kentang dan memotongnya upayakan jangan sampai
terkena air atau cairan apa pun.

3. Siapkan larutan gula 10 % dan 50 % masing-masing dalam gelas

4. Masukkan potongan kentang secara bersamaan ke masing-masing gelas ukur yang telah
diberi tanda A (Air Biasa), gelas ukur B (larutan glukosa 10%), dan gelas ukur C (larutan
glukosa 50%)

5. Biarkan potongan kentang tersebut terendam

6. angkatlah kemudian simpan di atas tissue. Dan periksa keadaan kentang tersebut,
kemudian timbang ulang kentang tersebut dan catat hasilnya.
5. HASIL PENGAMATAN

Berdasarkan percobaan diatas didapatkan massa kentang sebagai berikut :

TABEL PENGAMATAN

No JENIS MEDIA Berat silinder umbi Kentang Tekstur


Sebelum percobaan Setelah percobaan Keras lembek

1 AIR
2 Larutan gula 10%
3 Larutan gula 50%

6. PEMBAHASAN

Perhatikan berat kentang semula sebelum direndam, semua sama 0,7 gr, 2 gr, 1,7 gr. Setelah
perendaman pada larutan gula 10% tekstur kentang agak lembek, sedangkan perendaman pada
larutan gula 50% kondisinya lebih lembek. Tetapi keduanya menunjukkan penambahan berat.
Sedangkan perendaman pada air biasa , tekstur kentang menjadi keras dan beratnya bertambah.

Bagaimana penjelasannya?

osmosis adalah perpindahan air, dari larutan hipotonis ke larutan hipertonis melalui membran
semipermeabel.

Saat kentang direndam dalam larutan gula 30% dan 5% akan terjadi perpindahan air secara osmosis
dari sel-sel kentang keluar menuju ke larutan. Perpindahan air ini terjadi karena sel-sel kentang
hipotonis terhadap larutan gula yang hipertonis.

Untuk kentang yang direndam dalam aquades, peristiwa yang berkebalikan terjadi. Air dari larutan
masuk ke dalam sel-sel kentang, karena sel-sel kentang hipertonis dibandingkan air. Akibat masuknya
air ini menyebabkan isi sel bertambah, dan sel dalam keadaan turgid (tekanan turgor tinggi). Inilah
yang menyebabkan kentang menjadi keras dan beratnya bertambah.

Peristiwa yang terjadi pada sel-sel umbi kentang berakibat dua hal :

1. Sel-sel kentang kekurangan air (isi sel), akibatnya terjadi plasmolisis yang mengakibatkan
penurununan tekanan turgor. Jika tekanan turgor menurun akibatnya kentang menjadi
empuk dan lembek
2. Terjadi penurunan berat kentang akibat perpindahan air dari sel-sel kentang ke larutan.

3. Kelunakan kentang dan pengurangan berat bergantung pada konsentrasi larutan. Semakin
hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin banyak
pengurangan beratnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat osmosis antara lain :

Konsentrasi air dan zat yang terlarut


Ketebalan membran
Suhu dan cahaya matahari
Waktu

Berdasarkan hasil percobaan diatas terdapat macam-macam variabel yang ditemukan pada
percobaan tersebut!

Jawab :

1. Variabel tak bebas : Berat akhir silinder umbi kentang


2. Variabel bebas : Perlakuan perendaman
Air (Aquades)
Larutan gula 5%
C. Larutan gula 30%
3. Variabel terkontrol : Jenis silinder umbi kentang, volume larutan, waktu perendaman,
ukuran silinder umbi kentang, berat awal silinder umbi kentang, stopwatch, kertas isap,
timbangan.
4. Variabel terikat : kentang
7. PERMASALAHAN DAN SOLUSI
Sulit untuk menyamakan dan berat masing-masing silinder umbi kentang tersebut.
Solusi :
Membentuk kentang tersebut menjadi silinder dengan pelubang gabus dan diukur
ketebalan atau ketinggiannya sehingga setiap umbi silinder sama.
Keterlambatan dalam mengukur kentang setelah di rendam
Solusi :
Menggunkan stopwatch atau jam tangan agar tidak terlambat
pengambilan kentang dari rendaman larutan yang sulit karena tekstur lembek dan bau
solusi :
menggukan japit untuk mengambil kentang dan menggunakan masker agar tidak bau

XIV. KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum tersebut diatas maka dapat disimpulkan Hipotesis satu (H1) diterima yang
berbunyi, Terdapat perubahan berat silinder umbi kentang sebelum dan sesudah praktikum.

Jadi, peristiwa osmosis yang terjadi pada percobaan di atas adalah perpindahan zat cair dari yang
konsentrasinya rendah ke yang konsentrasinya tinggi. Seperti pada kentang dan air, air yang memiliki
konsentrasi rendah berpindah ke kentang yang memiliki konsentrasi tinggi sehingga berat kentang
bertambah. Sedangkan, pada larutan gula dan kentang peristiwa osmosis yang terjadi adalah zat cair
pada kentang yang memiliki knsentrasi rendah berpindah ke larutan gula yang memiliki konsentrasi
tinggi sehingga berat kentang berkurang.

Nama kelompok :

Joda Maula Aghitsna S.


Dhavid Ardha W.
Wahyu Nur Arifin