Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM OPERASI TEKNIK KIMIA I

ALIRAN FLUIDA MELALUI BENDA PADAT

Oleh:

Kelas B

KELOMPOK IV

RAHMAT ADE AGUSTIAS 1507036341

MAHMUD ROMADHAN ALFITRAH 1507037278

ALDONY ARMANSYAH 1507037844

KHAIRUNISAK 1507037679

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU

PEKANBARU

2016
Abstrak

Fluida yang mengalir akan menimbulkan suatu gaya terhadap benda.


Fluida yang diisi kedalam tabung berupa zeolit, arang aktif, dan pasir dengan
tinggi kenaikan unggun bervariasi dan diameter kolom berbeda sehingga
menimbulkan laju alir, preassure drop, Nre, CD dan F yang berbeda pula. Laju
alir fluida dan tinggi unggun bahan pasir maupun karbon aktif berbanding lurus
dengan pressure drop yang dialami fluida. Sedangkan bilangan reynold
berbanding terbalik dengan hambatan gesek. Tujuan percobaan adalah mencari
hambatan gesek (CD) fluida dalam kolom berisi benda padat (unggun), dan
menjelaskan persamaan stokes. Percobaan ini dilakukan dengan cara
memasukkan salah satu bahan pada kolom, lalu mengalirkan udara dari
kompresor dengan beberapa variasi tinggi unggunnya. Pada tinggi unggun pasir
1 cm diperoleh V=0,100503775 m/s, F=1,11834 x10-6 N, Nre=503265,4785, dan
CD=4,76885 x10-5. Pada unggun karbon aktif 1 cm diproleh V=0,301477238 m/s,
F=3,35408 x10-6 N, Nre=2444919,013, dan CD=9,81628 x10-6.
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Tinjauan pustaka

Dalam teknik sering dijumpai keadaan, dimana suatu fluida mengalir


meliputi sebuah atau banyak benda.Benda itu dapat berupa benda padat, tetesan
cairan ataupun gelembung. Pendekatan analisa terhadap ketiga jenis benda itu
sama, sepanjang bentuknya tetap dan permukaan antar fasa tidak bergerak. Benda-
benda itu merupakan hambatan terhadap aliran, yang diatasi oleh fluida yang
mengalir itu dengan menimbulkan suatu gaya terhadap benda itu.

Hambatan itu bersumber pada dua peristiwa.Tahanan pertama ditimbulkan


oleh gesekan fluida pada permukaan benda; yang kedua disebabkan oleh bentuk
geometri benda itu.Yang pertama disebut hambatan gesekan, yang kedua
hambatan bentuk.Keduanya bersama-sama menimbulkan hambatan keseluruhan.

Adanya hambatan itu dinyatakan dengan sebuah koefisien hambatan, yang


dicari batasan sebagai berikut :

F CD A 1 V 2 ........................................................... ( 1 )
2

Batasan ini serupa dengan batasan faktor gesekan dan menganggap gaya itu
terdiri dari hasil kali energi kinetis, luas benda A dan suatu koefisien hambatan
CD. Sebagai luas A biasanya diambil luas penampang terbesar benda itu, tegak
lurus pada arah alir, dan V adalah kecepatan nisbi antara benda dan aliran.

Jika benda itu sendiri bergerak oleh adanya gaya dari luar sistem ( gaya
gravitasi, gaya sentrifugal, gaya magnet, gaya listrik atau gaya apung ), maka
hambatan itu akan menentukan kecepatan akhir yang akan dicapai benda.

Analisa untuk benda yang berbentuk bola akan diturunkan dibawah ini.
Benda diandaikan berbentuk bola dengan permukaan yang tidak bergerak dan
dengan bentuk yang tetap, tanpa menyebut apakah benda itu padat, cair atau
berupa gas. Gambaran tentang aliran sekitar benda itu tergantung pada besarnya
bilangan Reynolds, yang dalam hal ini didefenisikan sebagai :
V d
Re ............................................................................ ( 2 )

Keterangan : dan = Sifat fluida yang mengalir

V = Kecepatan Nisbi

d = Diameter Bola

Re < 0.1 hambatan gesekan 103< Re < 105 hambatan bentuk

Gambar 1.1 Aliran meliputi Bola

Jika kecepatan alir fluida rendah sekali ( Re< 0,1 ), fluida mengalir sejajar
dengan permukaan bola dan bertemu lagi disebelah belakang bola ( gambar a ).
Dalam daerah bilangan Reynolds sangat rendah ini hanya ada hambatan gesekan
dan kecepatan menjadi tetap. Dalam daerah ini berlaku Hukum Stokes :

F 3 d V .... ( 3 )

Jika Hukum Stokes ditulis dalam bentuk persamaan (1 ) maka diperoleh :

24 d2 1 2
F . . V ................................................... ( 4 )
V d 4 2

atau :
24
C ........... ( 5 )
D Re

Jika bilangan Reynolds bertambah besar, maka baik hambatan gesekan


maupun hambatan bentuk berpengaruh, akan tetapi pengaruh hambatan gesekan
makin kecil kalau Re makin besar.

Hambatan bentuk terutama disebabkan karena lapisan fluida melepaskan diri


dari permukaan benda, dan mulai terbentuk gejolak.Tempat dimana pelepasan
fluida itu terjadi menetapkan besarnya hambatan bentuk.

Kecepatan akhir benda-benda, yang bergerak dalam fluida, dapat ditentukan


dengan membuat suatu neraca gaya pada benda itu, yaitu gaya hambatan
dipersamakan dengan gaya dorong gerakan ( berat semu benda atau gaya apung ).

Berat Semu Benda 6 dp3 p f g


Hukum Stokes :

F d Va hambatan bentuk 2 d Va hambatan gesekan ........( 5)

F 3 d Va

Sehingga didapat :

6 dp3 p f g 3 d Va ................................... ( 6 )

Jika ruas kanan diganti dengan bentuk yang memuat CD ,maka untuk
daerah berlakunya Hukum Stokes diperoleh :

6 dp3 p f g CD 4 dp2. 12 V 2a ( 7 )

Va
p g d2p
f Re 0.1 ...................................( 8 )
18

Untuk daerah 103< Re < 105 dimana CD tetap = 0,43 dapat dipakai rumus
praktek
Va 1.76
p f g dp 103 Re 105 ................... ( 9 )

f

Untuk daerah 0,1< Re < 105 dapat digunakan :

Re
Va .................................................................... ( 10 )
dp
f

Dalam mana nilai Re dapat diperoleh dari neraca gaya :

C Re 2

4 d3 p p g
f
( 11 )
D 2
3

Phenomena fluidisasi

Jika suatu fluida melewati partikel unggun yang ada dalam tabung,maka
aliran tersebut memberikan gaya seret(drag force)pada parttikel dan menimbulkan
pressure drop sepanjang unggun. Pressure drop akan naik jika kesepatan
superficial naik.minimum fluidization adalah kondisi dimana gaya seret tersebut
cukup untuk mendukung gaya berat partikel unggun saat mulai
bergerak.kecepatan superficial terendah yang dibutuhkan untuk terjadinya
fluidisasi disebut minimum fluidization velocity(Vmf),sedangkan porositas dari
unggun ketika fluidisasi benar-benar terjadi dinamakan minimum fluidization
porosity(mf).

Pengukuran Pressure drop pada Fixed Bed

Untuk menentukan pressure drop yang melauli fixed bed dapat dinyatakan
dengan persamaan:

150... (1)2 1,75.()2 . 1


= x + x 2 .......(12)
2 2

Dengan: Dp=diameter partikel

=Viskositas fluida

=Tinggi unggun

=Voidage unggun
=Kecepatan superficial

Jika flowrate Q diukur dalam liter/ detil dan adalah kecepatan


superficial dalam m/detik,maka:

.103
V= ...(13)

Penentuan Pressure drop dan kecepatan pada fluidisasi minimum

Dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:



=(1- )( - )..(14)

Dengan : =tinggi unggun saat mulai fluidisasi

=porositas unggun

=densitas partikel

=densitas fluida

Untuk memprediksikan kecepatan fluidisasi minimum dapat menggunakan


persamaan :

1,75(,2 ) 150(1 )( ) 3 . ( ).
+ - =0.(15)
3 3

. .
Dengan : =

Dp=diameter partikel

=kecepatan fluidisasi minimum

=densitas fluida

= Viskiositas fluida

= Faktor bentuk

Persamaan manometer:

1 +1 1 =2 +2 2 + ....(16)
Jika fluida 1 dan 2 sama maka 1= 2= ,sehingga dapat dirumuskan;

1 -2 ( ) .........................(17)

Jika kedua fluida adalag gas, maka:



1 2 ==() ........................(18)

Pengukuran kecepatan fluidisasi minimum diperoleh dari grafik pressure


drop versus superficial velocity,yaitu merupakan titik potong antara bagian kurva
yang naik dan bagian kurva yang datar.

1.2Tujuanpercobaan
1. Mencarikoefisienhambatanfluidadalamkolomberisibendapadat
2. Menjelaskanpersamaan stokes
3. Membandingkan Cd perhitungandengan Cd yang ada di grafik
4. MenentukanPreasure drop
BAB II

METODOLOGI PERCOBAAN

2.1 Alat-alat

Alat yang dipakai adalah tabung yang dialiri fluida dilengkapi dengan
flowmeter,Manometer dan valve untuk mengatur aliran.

Gambar Rangkaian Alat:

2.2 Bahan-bahan

Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah:

1. Karbonaktif
2. Pasir
2.3 Prosedurpercobaan
1. Salah satu bahan dimasukkan kedalam kolom dengan valve untuk aliran udara
dalam keadaan tertutup.
2. Isian pada kolom diisi dengan variasi yang berbeda-beda, yaitu 1 cm, 2 cm, 3
cm, dan 4 cm.
3. Valve aliran udaradibuka perlahan hingga unggun didalam kolom mulai
terangkat.
4. Valve diatur untuk beberapa variasi debit aliran udara.
5. Dilakukan untuk setiap variasi tinggi unggun dalam kolom.
6. Pressure drop yang ada dicatat sebagai data penting.
7. Setelah selesai, kompresor dimatikan dan valve aliran udara ke kolom ditutup.
8. Semua langkah kerja ini dilakukan kembali untuk jenis bahan unggun yang
berbeda.
BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Percobaan pada Bahan Pasir

3.1.1 Hubungan Flowrate dengan Pressure Drop pada Unggun Pasir

Dari tabel 1 pada lampiran, didapatkan hubungan antara flowrate fluida


dengan pressure drop yang terjadi ketika bahan unggun adalah pasir, seperti
gambar 3.1.

Kurva Hubungan Flowrate dengan Pressure Drop


12
Pressure Drop (mmH2O)

10

0
0 0.0005 0.001 0.0015 0.002 0.0025
Flowrate (m/s)
Unggun 1 cm Unggun 2 cm Unggun 3 cm Unggun 4 cm

Gambar 3.1 Kurva hubungan antara flowrate fluida dengan pressure drop

Berdasarkan gambar 3.1 dapat dilihat hubungan berbanding lurus antara


flowrate fluida dengan pressure drop yang terjadi. Terjadi pressure drop paling
besar pada unggun 1 cm dengan flowrate 0,686698154 m/s yaitu sebesar 10,8
mmH2O. Pressure drop paling besar pada tinggi unggun 2 cm dengan flowrate
0,502462064 m/s adalah 7,1 mmH2O. Pressure drop paling besar pada tinggi
unggun 3 cm dengan flowrate 0,301477238 m/s adalah 8 mmH2O. Kemudian
pressure drop paling besar pada tinggi unggun 4 cm dengan flowrate 0,5192108
m/s adalah 8 mmH2O. Apabila semakin besar kecepatan aliran atau flowrate
fluida, maka penurunan tekanan atau pressure drop akan semakin besar, begitu
pula sebaliknya. Dalam praktikum ini hubungan tersebut telah tercapai sesuai
dengan literatur yang ada.

3.1.2 Hubungan Tinggi Unggun dengan Pressure Drop pada Unggun Pasir

Dari tabel 1 pada lampiran, dapat diambil hubungan antara tinggi unggun
dengan pressure drop yang terlihat pada gambar 3.2.

Kurva Hubungan Tinggi Unggun dengan


Pressure Drop
5
Pressure Drop (mmH2O)

4.5

3.5

2.5
1 1.5 2 2.5 3 3.5 4
Tinggi Unggun (cm)

Gambar 3.2 Kurva hubungan tinggi unggun dengan pressure drop.

Berdasarkan gambar 3.2 tinggi unggun mempengaruhi pressure drop.


Apabila tinggi unggun meningkat, maka pressure drop juga akan meningkat. Hal
ini berarti bahwa semakin meningkatnya tinggi unggun menyebabkan hambatan
tekan fluida saat melewati unggun pasir semakin besar yang dikarenakan berat
dari unggun juga bertambah. Sehingga tekanan yang diperlukan untuk unggun
mulai bergerak semakin besar. Namun sebelum unggun mulai bergerak, tekanan
dari fluida akan turun saat fluida melewati unggun. Hal inilah yang menyebabkan
terjadinya pressure drop.
3.1.3 Hubungan Bilangan Reynold dengan Hambatan Gesekan pada Unggun
Pasir

Dari tabel 1 pada lampiran, dapat ditemukan hubungan antara bilangan


reynold dengan hambatan gesekan seperti pada gambar 3.3.

Kurva Hubungan Bilangan Reynold dengan


Hambatan Gesek
0.008
Hambatan Gesek (Cd)

0.007
0.006
0.005
0.004
0.003
0.002
0.001
0
0 5000 10000 15000 20000 25000
Bilangan Reynold (Nre)

Unggun 1 cm Unggun 2 cm Unggun 3 cm Unggun 4 cm

Gambar 3.3 Kurva hubungan bilangan reynold dengan hambatan gesekan.

Berdasarkan gambar 3.3 dapat ditemukan hubungan antara bilangan


reynold dengan hambatan gesekan adalah hubungan yang berbanding terbalik.
Artinya, semakin besar angka bilangan reynold, maka hambatan gesekan dari
partikel pasir akan semakin kecil. Hal ini telah sesuai dengan literatur yang
menyatakan pengaruh hambatan gesekan semakin kecil apabila bilangan reynold
semakin besar. Hambatan gesek paling besar pada tinggi unggun 1 cm yaitu
0,007293543 terjadi saat bilangan reynold paling kecil yaitu sebesar 3290,581975.
Hambatan gesek paling besar pada tinggi unggun 2 cm yaitu 0,004606969 terjadi
saat bilangan reynold paling kecil yaitu sebesar 5209,499106. Hambatan gesek
paling besar pada tinggi unggun 3 cm yaitu 0,005835494 terjadi saat bilangan
reynold paling kecil yaitu sebesar 4112,762452. Hambatan gesek paling besar
pada tinggi unggun 4 cm yaitu 0,004862912 terjadi saat bilangan reynold paling
kecil yaitu sebesar 4935,314942.
3.2 Percobaan pada Bahan Karbon Aktif

3.2.1 Hubungan Flowrate dengan Pressure Drop pada Unggun Karbon Aktif

Dari tabel 2 pada lampiran, didapatkan hubungan antara flowrate fluida


dengan pressure drop yang terjadi ketika bahan unggun adalah karbon aktif,
seperti 3.4.

Kurva Hubungan Flowrate dengan Pressure Drop


7.5
7
Presssure Drop (mmH2O)

6.5
6
5.5
5
4.5
4
3.5
0.25 0.35 0.45 0.55 0.65 0.75
Flowrate (m/s)
Unggun 1 cm Unggun 2 cm Unggun 3 cm Unggun 4 cm

Gambar 3.4 Kurva hubungan antara flowrate fluida dengan pressure drop

Berdasarkan gambar 3.4 dapat dilihat hubungan berbanding lurus antara


flowrate fluida dengan pressure drop yang terjadi. Terjadi pressure drop paling
besar pada unggun 1 cm dengan flowrate 0,686698154 m/s yaitu sebesar 5,6
mmH2O. Pressure drop paling besar pada tinggi unggun 2 cm dengan flowrate
0,70344689 m/s adalah 5,7 mmH2O. Pressure drop paling besar pada tinggi
unggun 3 cm dengan flowrate 0,753693096 m/s adalah 6,6 mmH2O. Kemudian
pressure drop paling besar pada tinggi unggun 4 cm dengan flowrate
0,711821257 m/s adalah 7 mmH2O. Apabila semakin besar kecepatan aliran atau
flowrate fluida, maka penurunan tekanan atau pressure drop akan semakin besar,
begitu pula sebaliknya. Dalam percobaan menggunakan karbon aktif sebagai
unggun ini, hubungan tersebut telah tercapai sesuai dengan literatur yang ada.
Pada tinggi unggun 4 cm, pressure drop saat unggun mulai bergerak lebih tinggi
dibandingkan pada tinggi unggun 1 cm, 2 cm, dan 3 cm yaitu sebesar 6 mmH2O.
Hal ini sesuai dengan literatur yang menyatakan tinggi unggun pada kolom
berbanding lurus dengan pressure drop.

3.2.2 Hubungan Tinggi Unggun dengan Pressure Drop pada Unggun Karbon
Aktif

Dari tabel 2 pada lampiran, dapat diambil hubungan antara tinggi unggun
dengan pressure drop yang terlihat pada gambar 3.5.

Kurva Hubungan Tinggi Unggun dengan Pressure


Drop
6.5
Pressure Drop (mmH2O)

5.5

4.5

3.5
1 1.5 2 2.5 3 3.5 4
Tinggi Unggun (cm)

Gambar 3.5 Kurva hubungan antara tinggi unggun dengan pressure drop

Berdasarkan gambar 3.5 tinggi unggun mempengaruhi pressure drop.


Apabila tinggi unggun meningkat, maka pressure drop juga akan meningkat. Hal
ini berarti bahwa semakin meningkatnya tinggi unggun menyebabkan hambatan
tekan fluida saat melewati unggun pasir semakin besar yang dikarenakan berat
dari unggun juga bertambah. Sehingga tekanan yang diperlukan untuk unggun
mulai bergerak semakin besar. Namun sebelum unggun mulai bergerak, tekanan
dari fluida akan turun saat fluida melewati unggun. Hal inilah yang menyebabkan
terjadinya pressure drop.
3.1.3 Hubungan Bilangan Reynold dengan Hambatan Gesekan pada Unggun
Karbon Aktif

Dari tabel 2 pada lampiran, dapat ditemukan hubungan antara bilangan


reynold dengan hambatan gesekan seperti pada gambar 3.6.

Kurva Hubungan Bilangan Reynold dengan


Hambatan Gesek (Cd)
0.0003
Hambatan Gesek (Cd)

0.00025

0.0002

0.00015

0.0001
80000 100000 120000 140000 160000 180000 200000 220000
Bilangan Reynold (Nre)

Unggun 1 cm Unggun 2 cm Unggun 3 cm Unggun 4 cm

Gambar 3.6 Kurva hubungan antara bilangan reynold dengan hambatan


gesekan (CD)

Berdasarkan gambar 3.3 dapat ditemukan hubungan antara bilangan


reynold dengan hambatan gesekan adalah hubungan yang berbanding terbalik.
Artinya, semakin besar angka bilangan reynold, maka hambatan gesekan dari
partikel pasir akan semakin kecil. Hal ini telah sesuai dengan literatur yang
menyatakan pengaruh hambatan gesekan semakin kecil apabila bilangan reynold
semakin besar. Hambatan gesek paling besar pada tinggi unggun 1 cm yaitu
0,000283581 terjadi saat bilangan reynold paling kecil yaitu sebesar 84631,812.
Hambatan gesek paling besar pada tinggi unggun 2 cm yaitu 0,000196326 terjadi
saat bilangan reynold paling kecil yaitu sebesar 122245,9507. Hambatan gesek
paling besar pada tinggi unggun 3 cm yaitu 0,000212686 terjadi saat bilangan
reynold paling kecil yaitu sebesar 112842,416. Hambatan gesek paling besar pada
tinggi unggun 4 cm yaitu 0,000212686 terjadi saat bilangan reynold paling kecil
yaitu sebesar 112842,416.
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

1. Dari percobaan ini didapatkan hubungan berbanding lurus antara flowrate dan
tinggi unggun, dengan pressure drop.

2. Pressure drop sebesar 3 mmH2O terjadi pada tinggi unggun pasir 1 cm


dengan flowrate 0,000333333 m3/s. Pressure drop 3,6 mmH2O dengan
flowrate 0,001444444 m3/s pada unggun 2 cm. Pressure drop 4 mmH2O
dengan flowrate 0,000416667 m3/s pada unggun 3 cm. Pressure drop 4,9
mmH2O dengan flowrate 0,0005 m3/s pada unggun 4 cm.

3. Pressure drop sebesar 4 mmH2O terjadi pada tinggi unggun karbon aktif 1 cm
dengan flowrate 0,001 m3/s. Pressure drop 4,6 mmH2O dengan flowrate
0,001444444 m3/s pada unggun 2 cm. Pressure drop 5,3 mmH2O dengan
flowrate 0,001333333 m3/s pada unggun 3 cm. Pressure drop 6 mmH2O
dengan flowrate 0,001333333 m3/s pada unggun 4 cm.

4. Hambatan gesekan (CD) berbanding terbalik dengan angka bilangan reynold


(Nre).
5. Hambatan gesek untuk unggun pasir 1 cm dengan bilangan reynold
503265,4785 adalah 4,76885 x10-5. Hambatan gesek untuk unggun 2 cm
dengan bilangan reynold 796746,922 adalah 3,01225 x10-5. Hambatan gesek
untuk unggun 3 cm dengan bilangan reynold 629010,7279 adalah 3,81552
x10-5. Hambatan gesek untuk unggun 4 cm dengan bilangan reynold
754812,8735 adalah 3,1796 x10-5.

6. Hambatan gesek untuk unggun karbon aktif 1 cm dengan bilangan reynold


2444919,013 adalah 9,81628 x10-6. Hambatan gesek untuk unggun 2 cm
dengan bilangan reynold3531549,686 adalah 6,79588 x10-6. Hambatan gesek
untuk unggun 3 cm dengan bilangan reynold 3259892,018 adalah 7,36221
x10-6. Hambatan gesek untuk unggun 4 cm dengan bilangan
reynold3259892,018 adalah 7,36221 x10-6.
4.2 Saran

Pada Percobaan ini sebaikanya lebih teliti dan benar-benar melihat dengan
baik proses kenaikan bahan yang tidak terlihat jelas,seperti Karbon aktif yang silit
untuk melihat seberapa tinggi karbon aktif itu naik,dan semakinn besar laju aliran
fluida (flowrate)maka bahan semakin cepat naik dan susah terlihat dan hati-hati
jangan sampai bahan keluar dari kolom.
LAMPIRAN

1. Perhitungan untuk unggun dengan bahan pasir pada setiap flowrate.


Diameter pasir =0,425mm =0,000425 m
Diameter kolom = 65 mm = 0,065 m
A = () ()2 =1/4(3,14)x(0,065)2
=3,316625x103 2
=1400 kg/3
=1,845x105kg/m.s

Penyelesaian:
Flowrate(Q) yang didapat adalah 1200 L/hr dikonversikan dalam 3 / adalah :
1200 0.001 3 1
= ( 3 ) (3600 )

1

=0.0003333 /

Hitung kecepatan aliran dalam m/s:



V=
0.0003333 /
=3.316625103 2

=0.100503775 m/s

Hitung bilangan reynold:

..
Re=

1400/3 0,100503775 / 0,000425


= 1,845 x 105 /.

= 3290,581975

Hitung hambatan gesek:

24
=
24
=3290,581975

=0,007293543
Hitung pengaruh Hukum Stokes:

F=3.. . .

=3(3,14)(0,000425m)(1,845 x 105 /. )( 0.100503775 m/s)

=7,31221 x10-9N

Selanjutnya perhitungan sama untuk setiap unggun dengan flowrate yang


berbeda-beda sehingga diperoleh data seperti pada tabel berikut :
Tabel 1 Data-data untuk bahan pasir.
Tinggi Flowrate/Q P V Nre CD F(N)
Unggun (3 /s) (mmH2O) (m/s)
(cm)
1 0,000333333 3 0,100503775 3290,581975 0,007293543 7,31221 x10-9
0,000555556 4,5 0,167506292 5484,303291 0,004376126 1,2187 x10-8
0,000777778 6 0,234508809 7678,024608 0,003125804 1,70618 x10-8
0,001111111 7,3 0,335012584 10968,60658 0,002188063 2,4374 x10-8
0,001888889 9 0,569521393 18646,63119 0,001287096 4,14359 x10-8
0,002277778 10,8 0,686698154 22483,1014 0,001067468 4,99611 x10-8
2 0,000527778 3,6 0,159112987 5209,499106 0,004606969 1,15764 x10-8
0,000861111 4,9 0,2596054 8499,709067 0,002823626 1,88877 x10-8
0,001083333 6 0,326600342 10693,18237 0,002244421 2,3762 x10-8
0,001666667 7,1 0,502462064 16451,04981 0,001458873 3,65569 x10-8
3 0,000416667 4 0,125615516 4112,762452 0,005835494 9,13923 x10-9
0,000638889 5,5 0,192610458 6306,235759 0,003805757 1,40135 x10-8
0,000888889 6,8 0,267979768 8773,893231 0,002735388 1,9497 x10-8
0,001 8 0,301477238 9870,629884 0,002431456 2,19342 x10-8
4 0,0005 4,9 0,150738619 4935,314942 0,004862912 1,09671 x10-8
0,000833333 6 0,251231032 8225,524904 0,002917747 1,82785 x10-8
0,001305556 7,2 0,393595284 12886,65568 0,001862392 2,86363 x10-8
0,001722222 8 0,5192108 16999,41813 0,001411813 3,77755 x10-8
2. Perhitungan untuk unggun dengan bahan karbon aktif pada setiap
flowrate.
Diameter kolom =65mm =0,065 m
Diameter karbon = 2,25 mm = 0,00225 m
A = () ()2 =1/4(3,14)x(0,065)2
=3,316625x103 2
=2267 kg/3
=1,845 x 105kg.m/s

Penyelesaian:
Fowrate(Q) yang didapat adalah 3600 L/hr dikonversikan dalam 3 / adalah :
3600 0.001 3 1
= ( 3 ) (3600 )

1

=0,0013 /
Hitung kecepatan aliran dalam m/s:

V=
0,001 3 /
=
3.316625103 2

=0,301477238 m/s
Hitung bilangan reynold:
..
Re=
kg m
2267 3 0,301477238 0,00225 m
s
= 1,845 x 105 N.S/3

= 84631,812
Hitung hambatan gesek:
24
=
24
=84631,812

=0,000283581

Hitung pengaruh Hukum Stokes:

F=3.. . .

=3(3,14)(0,00225 m)( 1,845 x 105 kg.m/s)(0,301477238 m/s)


=1,16122 x10-7 N

Selanjutnya perhitungan sama untuk setiap unggun dengan flowrate yang


berbeda-beda sehingga diperoleh data seperti pada tabel berikut :
Tabel 2 Data-data untuk bahan karbon aktif.

Tinggi Flowrate/Q P V Nre CD F(N)


Unggun (m3/s) (mmH2O) (m/s)
(cm)

1 0,001 4 0,301477238 84631,812 0,000283581 1,16122 x10-7


0,001777778 4,8 0,535959535 150456,5547 0,000159514 2,06439 x10-7
0,002277778 5,6 0,686698154 192772,4607 0,000124499 2,645 x10-7
2 0,001444444 4,6 0,435467122 122245,9507 0,000196326 1,67732 x10-7
0,001888889 5 0,569457006 159860,0893 0,000150131 2,19342 x10-7
0,002333333 5,7 0,70344689 197474,228 0,000121535 2,70951 x10-7
3 0,001333333 5,3 0,401969651 112842,416 0,000212686 1,54829 x10-7
0,002222222 5,8 0,669949419 188070,6933 0,000127612 2,58049 x10-7
0,0025 6,6 0,753693096 211579,53 0,000113433 2,90305 x10-7
4 0,001333333 6 0,401969651 112842,416 0,000212686 1,54829 x10-7
0,002083333 6,4 0,62807758 176316,275 0,000136119 2,41921 x10-7
0,002361111 7 0,711821257 199825,1117 0,000120105 2,74177 x10-7
DAFTAR PUSTAKA

McCabe, Warren L., Smith, Julian C., dan Harriot, Peter. 1999.Operasi Teknik
Kimia Jilid I Edisi Keempat. Jakarta : Erlangga.

Tim Penyusun. 2016. Penuntun Praktikum Operasi Teknik Kimia I Edisi 1.


Pekanbaru :Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas
Riau.