Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH SISTEM KARDIOVASKULER

TENSIMETER

Dosen Pembimbing : Virgianti Nur Farida, M.Kep

KELOMPOK 1 :
1. Abdullah Safi (12.02.01.0995)
2. Dimas Rizki P.P (12.02.01.1001)
3. Erni Ayu Lestari (12.02.01.1007)
4. Jenria Latifa Yuli (12.02.01.1014)
5. Luluk Nur Sholihah (12.02.01.1020)
6. M. Ulil Amri (12.02.01.1026)
7. Nur Indria Larasati (12.02.01.1033)
8. Riza Fajar Umami (12.02.01.1040)
9. Wiwit Endang S (12.02.01.1046)

PRODI S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


MUHAMMADIYAH LAMONGAN
2012-2013
LEMBAR PENGESAHAN

Telah diperiksa dan disetujui untuk Dipresentasikan Kepada Teman-


Teman Mahasiswa Program S1 Keperawatan Semester 2A Stikes Muhammadiyah
Lamongan, dengan judul TENSIMETER

Lamongan, Mei 2013

Mengetahui
Dosen Pembimbing

Virgianti Nur Farida, M.Kep

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Alah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayahnya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan
baik. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Sistem
Kardiovaskuler. Dalam makalah ini kami membahas tentang TENSIMETER .
Dalam menyusun makalah ini penulis banyak mendapat bimbingan serta motivasi
dari beberapa pihak, oleh karenanya kami mengucapkan Alhamdulillah dan terima
kasih kepada:
1. Bapak Drs.H.Budi Utomo, Amd,Kep,M.Kes, selaku ketua STIKES
MuhammadiyahLamongan.
2. Bapak Arifal Aris S.Kep, Ns, M.Mkes, selaku Kaprodi S-1 Keperawatan.
3. Ibu Virgianti Nur Farida, M.Kep,selaku dosen pembimbing.
4. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis
membuka diri untuk menerima berbagai masukan dan kritikan dari semua pihak.
Penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis dan bagi pembaca
khususnya.

Lamongan, Mei 2013

Penyusun

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i


LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................... ii
KATA PENGANTAR ................................................................................... iii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan ............................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Tekanan Darah......................................................................... 3
2.2 Faktor yang mempengaruhi Tekanan Darah. ........................................ 3
2.3 Cara mengukur Tekanan Darah. ............................................................ 4
2.4 Tempat tempat pengukuran tekanan darah. ........................................ 5
2.5 Menghindari Kesalahan Dalam Pengukuran Tekanan Darah. .............. 5
2.6 Prosedur mengukur Tekanan Darah. ..................................................... 5
2.7 Macam macam Tensimeter ................................................................ 8

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan..................................................................................... 9
3.2 Saran ............................................................................................... 10

DAFTAR PUSAKA

iv
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tekanan darah merupakan faktor yang amat penting pada system
sirkulasi. Peningkatan atau penurunan tekanan darah akan mempengaruhi
homeostatsis di dalam tubuh. Tekanan darah selalu diperlukan untuk daya
dorong mengalirnya darah di dalam arteri, arteriola, kapiler dan sistem vena,
sehingga terbentuklah suatu aliran darah yang menetap. Jika sirkulasi darah
menjadi tidak memadai lagi, maka terjadilah gangguan pada system
transportasi oksigen, karbondioksida, dan hasil-hasil metabolisme lainnya. Di
lain pihak fungsi organ-organ tubuh akan mengalami ganguan seperti
gangguan pada proses pembentukan air seni di dalam ginjal ataupun
pembentukan cairan cerebrospinalis dan lainnya. Terdapat dua macam
kelainan tekanan darah darah, antara lain yang dikenal sebagai hipertensi atau
tekanan darah tinggi dan hipotensi atau tekanan darah rendah.Hipertensi telah
menjadi penyakit yang menjadi perhatian di banyak Negara di dunia, karena
hipertensi seringkali menjadi penyakit tidak menular nomor satu di banyak
negara.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari Tekanan Darah?
2. Apa saja faktor faktor yang mempengaruhi Tekanan Darah?
3. Bagaimana cara mengukur Tekanan Darah?
4. Dimana tempat pengukuran tekanan darah?
5. Adakah hal hal yang perlu diperhatikan dalam mengukur Tekanan
Darah?
6. Bagaimana prosedur mengukur Tekanan Darah?
7. Ada barapa macam jenis Tensimeter?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dari Tekanan Darah.
2. Untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi Tekanan Darah.
3. Untuk mengetahui cara mengukur Tekanan Darah.

1
4. Untuk mengetahui tempat mengukur tekanan darah?
5. Untuk mengetahui hal hal yang perlu diperhatikan dalam mengukur
Tekanan Darah.
6. Untuk mengetahui prosedur mengukur Tekanan Darah.
7. Untuk mengetahui jenis jenis tensimeter.

2
BAB 2

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Tekanan Darah

Tekanan darah adalah suatu kekuatan yang dihasilkan darah terhadap


setiap satuan luas dinding pembuluh darah. Nilai tekanan darah merupakan
indicator untuk menilai system kardiovaskuler bersamaan dengan pemeriksaan
nadi dan tujuan mengetahui nilai tekanan darah.Tekanan darah maksimal
(sistole) adalah tekanan pada dinding arteri saat ventrikel memompa darah
melalui katub aorta. Pada saat ventrikel rileks, darah yang tetap dalam arteri
menimbulkan tekanan minimum ( Diastolik ). Tekanan diastolik adalah
tekanan minimal yang mendesak dinding arteri setiap waktu.

Menurut Hayens (2003), tekanan darah timbul ketika bersikulasi di


dalam pembuluh darah. Organ jantung dan pembuluh darah berperan penting
dalam proses ini dimana jantung sebagai pompa muskular yang menyuplai
tekanan untuk menggerakkan darah, dan pembuluh darah yang memiliki
dinding yang elastis dan ketahanan yang kuat. Sementara itu Palmer (2007)
menyatakan bahwa tekanan darah diukur dalam satuan milimeter air raksa
(mmHg).

Tekanan diastolik adalah tekanan terendah yang terjadi saat jantung


beristirahat. Tekanan darah biasanya digambarkan sebagai rasio tekanan
sistolik terhadap diastolik dengan nilai dewasa normalnya berkisar 100/60
140/90 mmHg. Rata-rata tekanan darah normal biasanya 120/80 mmHg (
smeltzer dan bare, 2001 ).

2.2 Faktor Yang Mempengaruhi Tekanan Darah


1. USIA
Dapat mempengaruhi tekanan darah karena tingkat normal tekanan darah
bervariasi sepanjang kehidupan. Tingkat tekanan darah anak-anak atau
remaja dikaji dengan memperhitungkan ukuran tubuh dan usia (task porce
on blood pressure control in children 1987). Anak-anak yang lebih besar

3
(lebih berat atau lebih tinggi) tekanan darahnya lebih tinggi dari pada
anak-anak yang lebih kecil dari usia yang sama. Tekanan darah dewasa
cenderung meningkat seiring dengan pertambahan usia. Lansia tekanan
sistoliknya meningkat sehubungan dengan penurunan elastisitas pembuluh.
2. STRES
Takut, nyeri dan stress emosi mengakibatkan stimulasi simpatik, yang
meningkatkan frekuensi darah, curah jantung dan tahanan vascular perifer.
Efek stimulasi simpatik meningkatkan tekanan darah
3. MEDIKASI
Banyak medikasi yang secara langsung maupun tidak langsung,
mempengaruhi tekanan darah. Golongan medikasi lain yang
mempengaruhi tekanan darah adalah analgesic narkotik, yang dapat
menurunkan tekanan darah.
4. VARIASI DIURNAL
Tingkat tekanan darah berubah-ubah sepanjang hari. Tekanan darah
biasanya rendah pada pagi-pagi sekali, secara berangsur-angsur naik pagi
menjelang siang dan sore, dan puncaknya pada senja hari atau malam.
Tidak ada orang yang pola dan derajat variasinya sama.
5. JENIS KELAMIN
Secara klinis tidak ada perbedaan yang signifikan dari tekanan darah pada
anak laki-laki atau perempuan. Setelah pubertas, pria cenderung memiliki
bacaan tekanan darah yang lebih tinggi. Setelah menopause, wanita
cenderung memiliki tekanan darah yang lebih tinggi daripada pria pada
usia tersebut.

2.3 Cara Mengukur Tekanan Darah


1. Metode langsung merupakan metode yang menggunakan kanula atau
jarum yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah yang di hubungkan
dengan manometer.Metode ini merupakan cara yang paling tepat untuk
menentukan tekanan darah, tetapi memerlukan persyaratan dan keahlian
khusus.
2. Mertode tak langsung merupakan metode yang menggunakan
sfigmomanometer. Pengukuran tak langsung ini menggunakan dua cara ,

4
yaitu palpasi yang mengukur tekanan sistolik dan auskultasi yang dapat
mengukur tekanan sistolik dan diastolik dan cara ini memerlukan alat
stetoskop.

2.4 Tempat tempat pengukuran tekanan darah


1. Arteri brakial : arteri yang terletak di siku bagian dalam.
2. Arteri popliteal : arteri yang terletak di belakang lutut.
3. Arteri radial : arteri yang terletak pada pergelangan tangan yang
sejajar dengan ibu jari.

2.5 Menghindari Kesalahan Dalam Pengukuran Tekanan Darah


1. Hindari makan, merokok dan semua kegiatan 30 menit sebelum
pengukuran.
2. Stress juga dapat menyebabkan tekanan darah yang tinggi.
3. Hindari penggunaan pakaian yang ketat, terutama pada bagian lengan.
4. Duduk yang nyaman dan letakkan lengan Anda dekat dan sejajar dengan
posisi jantung.
5. Tarik nafas dalam-dalam 5 sampai 6 kali sebelum pengukuran.
6. Jangan bergerak atau bicara selama pengukuran.
7. Istirahatkan 5 sampai 10 menit antara pengukuran pertama dan
selanjutnya.
8. Simpanlah pengukuran tekanan darah Anda untuk selanjutnya silahkan
konsultasikan dengan dokter Anda. Untuk hasil yang baik, cobalah
pengukuran dilakukan pada jam-jam yang sama setiap harinya
(indocoreperkasa, 2006)

2.6 Prosedur Mengukur Tekanan Darah


Alat dan Bahan
1. Sfigmomanometer ( tensimeter ) yang terdiri dari:
Manometer air raksa + klep penutup dan pembuka
Manset udara
Slang karet
Pompa udara dari karet + sekrup pembuka dan penutup

5
2. Stetoskop
3. Buku catatan tanda vital
4. Pena
Pelaksanaan
1. Mencuci tangan
2. Membawa alat- alat ke dekat pasien
3. Menjelaskan tujuan dan prosedur pada pasien
4. Mendesinfeksi gagang stetoskop yang akan di tempelkan di telinga dan
juga mendesinfeksi diafragma stetoskop
5. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin ( duduk / telentang )
6. Meletakkan tensimeter di samping atas lngan klien
7. Meminta / membantu klien menggulung / membuka lengan baju yang
akan diperiksa
8. Memasang manset pada lengan atas kira kira 2,5 cm di atas fossa
antecubiti ( jangan terlalu kuat ) dan tanda panah pada manset sejajar
dengan arteri brakhialis
9. Meraba arteri brakhialis dengan jari tengah dan telunjuk
10. Memakai stetoskop pada telinga, meletakkan bagian diafragma
stetoskop di atas arteri brakhialis dan memegangnya dengan ibu jari /
beberapa jari
11. Menutup klep / skrup pompa balon dengan memutar searah jarum jam
dan membuka kunci air raksa jika menggunakan tensi air raksa
12. Memompa balon udara kira kira 30 mmHg diatas titik palpasi hilang
13. Membuka skrup balon pelan pelan ( air raksa turun kira kira 2-3
mmHg / detik)
14. Mendengarkan dengan seksama sambil membaca skala air raksa
dimana suara denyut arteri terdengar pertama sampai menghilang (
denyut partama adalah tekanan sistolik dan suara denyut terakhir
adalah suara tekanan diastolic )
15. Mengempeskan dengan cepat setelah suara denyutan tidak terdengar
sampai air raksa pada angka nol ( jika ingin mengulana pemeriksa
tunggu kira kira 2 menit

6
16. Membuka manset ,digulung / dilipat yang rapi kemudian manset dan
balon ditempatkan pada tempatnya, air raksa dikunci, tensimeter
ditutup
17. Mengatur kembali posisi klien yang nyaman
18. Menginformasikan hasil pemeriksaan ke klien dan memberitahu
bahwa tindakan sudah selesai
19. Mencuci tangan
20. Mencatat hasil pengukuran suhu pada buku catatan

Nilai normal tekanan darah ( Fundamental of nursing )

Bayi : 65 115/42 80 mmHg


7 tahun : 87 117/48 64 mmHg
10 19 tahun : 124 136/77 84 mmHg ( laki laki ) 124 127 / 63
74 mmHg (wanita
Dewasa : 120/80 mmHg
Usila : 140 160 / 80 90 mmHg

7
2.7 Macam macam Tensimeter

Tensimeter Digital

Tensimeter Air Raksa

Tensimeter Pegas

8
BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Tekanan darah adalah suatu kekuatan yang dihasilkan darah terhadap
setiap satuan luas dinding pembuluh darah. Tekanan darah maksimal
(sistole) adalah tekanan pada dinding arteri saat ventrikel memompa darah
melalui katub aorta. Pada saat ventrikel rileks, darah yang tetap dalam
arteri menimbulkan tekanan minimum ( Diastolik ). Tekanan diastolik
adalah tekanan minimal yang mendesak dinding arteri setiap waktu.
Faktor Yang Mempengaruhi Tekanan Darah,yaitu :
Usia
Stress
Medikasi
Variasi diurnal
Jenis kelamin
Cara mengukur tekanan darah yaitu mrlalui metode langsung dan metode
tak langsung.
Ada banyak tempat untuk mengukur tekanan darah, antara lain:
Arteri brakial
Arteri popliteal
Arteri Radial
Nilai normal tekanan darah ( Fundamental of nursing )
Bayi : 65 115/42 80 mmHg
7 tahun : 87 117/48 64 mmHg
10 19 tahun : 124 136/77 84 mmHg ( laki laki ) 124 127
/ 63 74 mmHg (wanita)
Dewasa : 120/80 mmHg
Usila : 140 160 / 80 90 mmHg

9
Macam macam Tensimeter
Tensimeter Digital
Tensimeter air raksa
Tensimeter Pegas

3.2 Saran

Dalam pembuatan makalah ini penulis sadar bahwa makalah ini masih
banyak kekurang-kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, kritik dan saran dari pembaca sangatlah kami perlukan agar dalam
pembuatan makalah selanjutnya akan lebih baik dari sekarang,dan kami juga
berharap:
Setelah membaca makalah ini,kami berharap kita menjadi lebih tahu dan
lebih faham tentang proses keperawatan sistem pencernaan.
Dan yang paling penting kita bisa mengaplikasikan ilmu ini dalam
kahidupan pekerjaan kelak.

10
DAFTAR PUSTAKA

A.Aziz Alimun Hidayat. 2004. Buku Saku Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia.
Jakarta : EGC

Anderson, Paul D. 1996. Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia. Jakarta : EGC.

Muttaqin, Arif. 2009. Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem


Kardiovaskular. Jakarta : Salemba Medika.

Potter,Patricia A. 2005. Buku ajar pundamental keperawatan.Jakarta: EGC.

11