Anda di halaman 1dari 12

BUKTI ANALISIS KEBUTUHAN PENDIRIAN

UPTD PUSKESMAS KECAMATAN SANANWETAN

UPTD PUSKESMAS KECAMATAN SANANWETAN


Alamat: Jl. Jawa No. 7
Kota Blitar, Jawa Timur 66137
Telepon: (0342) 801581
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
limpahan karunia Nya lah sehingga Penyusunan analisis pendirian puskesmas
dapat tersusun.
Analisis pendirian Puskesmas ini merupakan hal yang perlu dilaksanakan
oleh Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki
peranan penting dalam system kesehatan nasional.
Penyelenggaraan Puskesmas perlu diatata ulang untuk meningkatkan
aksesibilitas, keterjangkauan dan kualitas pelayanan dalam rangka meningkatkan
derajat masyarakat sehingga perlu dilakukan analisis untuk pendirian Puskesmas.
Semoga analis pendirian Puskesmas ini dapat berguna sebagai pedoman
ke depan untuk Puskesmas sendiri, pembaca, maupun pengguna.

Kepala UPTD Puskesmas Kec Sananwetan

Drg. M. Agus Sabtoni


NIP. 19740831 200604 1 004
BAB I

PENDAHULUAN

a. Latar Belakang
Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas
adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya
kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat
pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif,untuk
mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah
kerjanya (Permenkes RI No.75 Tentang Puskesmas).
Paradigma baru dibidang kesehatan merespon berbagai perubahan
dan tantangan, maka ditetapkan visi Kementerian Kesehatan yaitu
masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat dan berkeadilan dengan salah
satu misinya mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan
masyarakat di wilayah kerjanya. Strategi yang diambil antara lain dengan
meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang
berkualitas, bermutu, merata, terjangkau dan berkesinambungan (Buku
Standar Puskesmas Dinkesprov Jatim 2013).
Untuk mewujudkan hal tersebut maka pendirian puskesmas perlu
memperhatikan persyaratan lokasi: dibangun di setiap
kecamatan,memperhatikan kebutuhan pelayanan sesuai rasio ketersediaan
pelayanan kesehatan dengan jumlah penduduk,mudah diakses, dan
mematuhi persyaratan kesehatan lingkungan. Hal ini tidak terlepas dari
pemilihan lokasi pendirian Puskesmas.

b. Tujuan
1. Tujuan Umum
Adanya analisis pendirian puskesmas dapat mewujudkan tempat
pelayanan kesehatan yang berkualitas, bermutu, merata, terjangkau
dan berkesinambungan.

2. Tujuan Khusus
a. Pendirian Puskesmas mempertimbangkan tata ruang daerah;
b. Pendirian Puskesmas mempertimbangkan rasio jumlah penduduk;
c. Pendirian Puskesmas mempertimbangkan ketersediaan pelayanan
kesehatan.
3. Ruang Lingkup
Analisis pendirian puskesmas ini hanya meliputi analisis kebutuhan
pendirian puskesmas mempertimbangan tata ruang daerah, rasio
jumlah penduduk dan ketersediaan pelayanan kesehatan.
BAB II

PERSYARATAN PENDIRIAN PUSKESMAS

Berdasarkan Permenkes RI No.75 Tentang Puskesmas, Puskesmas harus


didirikan pada setiap kecamatan, dalam kondisi tertentu, pada 1 (satu) kecamatan
dapat didirikan lebih dari 1 (Satu) puskesmas; yang mana kondisi tertentu
dimaksud ditetapkan berdasarkan pertimbangan kebutuhan pelayanan, jumlah
penduduk dan aksesibilitas.
Pendirian Puskesmas harus memenuhi persyaratan lokasi, bangunan,
prasarana, peralatan kesehatan, ketenagaan, kefarmasian dan laboratorium.
Lokasi pendirian puskesmas harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. geografis;
b. aksesibilitas untuk jalur transportasi;
c. kontur tanah;
d. fasilitas parkir;
e. fasilitas keamanan;
f. ketersediaan utilitas publik;
g. pengelolaan kesehatan lingkungan; dan
h. kondisi lainnya.

Faktor luas wilayah, kondisi dan jumlah penduduk, merupakan dasar


pertimbangan untuk membangun dan menentukan wilayah kerja Puskesmas.
Menurut standar Kementerian Kesehatan RI, rasio kecukupan jumlah Puskesmas
adalah 1 : 30.000 penduduk ( Buku Standar Puskesmas Dinkesprov 2013).
Fasilitas pelayanan kesehatan adalah suatu tempat yang digunakan untuk
menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan , baik promotif, preventif, kuratif
maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah dan /
atau masyarakat.
BAB III
GAMBARAN UMUM KECAMATAN SANANWETAN

Keadaan daerah / wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan


Sananwetan Kota Blitar terletak di Dukuh Karanglo Desa Sananwetan
Kecamatan Sananwetan dengan luas wilayah 12.16 km yang merupakan
kecamatan terluas dibandingkan 2 kecamatan yang lain di Kota Blitar.
Jumlah penduduk di kecamatan Sananwetan.
Luas gedung puskesmas induk pada lahan seluas 3.778 M2 kondisi
bagunan terus melakukan perbaikan perbaikan , di dalam gedung
puskesmas tersedia gedung Unit Rawat Jalan, Unit Gawat Darurat, Unit
Rawat Inap dan PONED (Pelayanan Obstetry Neunatus Emergency
Dasar). Selain gedung induk juga terdapat gedung pustu (Puskesmas
Pembantu) di masing-masing kelurahan yang berjumlah 6 buah seperti
pada tabel berikut ini :

Tabel 2.1 Pustu dan Jumlah Penduduk di Kelurahan se Kec. Sananwetan


Puskesmas dan
No Penduduk Kelurahan
Wilayah Pustu
1 Pustu Plosokerep 4566
2 Pustu Rembang 2908
3 Pustu Bendogerit 9986
4 Pustu Klampok 4325
5 Pustu Gedog 10256
6 Kel. Karangtengah 6940
7 Puskesmas 51950

Pustu Plosokerep masuk wilayah kelurahan plosokerep dengan luas


wilayah nya 1.25 Km2 , Pustu Gedog masuk wilayah kelurahan Gedog
dengan luas wilayah 2.65 Km2 .Pustu Karangtengah terletak di puskesmas
induk dengan luwas wilayah nya adalah 5.836.hal ini di karenakan wilayah
kelurahan Karangtengah sangat dekat dengan puskesmas induk. Secara
geografis lokasi UPTD Puskesmas Kec. Sananwetan Kota Blitar sangat
strategis karena untuk akses jalur trasportasinya sangat mendukung.
Adapun batas wilayah kerja UPTD Puskesmas Kec. Sananwetan Kota
Blitar adaah sebagai berikut:
Sebelah Utara :Kec. kepanjen kidul dan Kec. Garum Kab. Blitar
Sebelah Timur : Kec. Garum dan Kec. Kanigoro Kab. Blitar
Sebelah Selatan: Kec. Kanigoro dan Kec. Sanankulon Kab. Blitar
Sebelah Barat :Kec. Sukorejo dan Kec.Kepanjenkidul

2.1 Gambar peta wilayah kerja puskesmas Kec.sananwetan


Adapun perincian luas wilayah di masing-masing kelurahan adalah
sebagai berikut:

Tabel 2.2 Jumlah RT/RW dan Luas Wilayah Kelurahan di kec.sananwetan


Luas Wilayah
No Kecamatan Kelurahan RT RW
Km2
1 SANANWETAN Sananwetan 60 17 2.13
2 Bendogerit 45 11 1.96
3 Gedog 55 15 2.65
4 Karangtengah 34 11 1.80
5 Plosokerep 22 8 1.25
6 Klampok 24 8 1.53
7 Rembang 17 4 0.84
Jumlah 7 kelurahan 257 74 12.16
Sumber: BPS Kec sananwetan Kota Blitar Tahun 2016
BAB IV

GAMBARAN UMUM UPTD PUSKESMAS KECAMATAN SANANWETAN

Gambaran umum wilayah UPTD Puskesmas Kecamatan Sananwetan


Kota Blitar merupakan sebuah data dasar yang digunakan sebagai acuan
dalam penyusunan perencanaan pembangunan kesehatan yang evidence
based, sehingga perencanaan program maupun kegiatan bidang
kesehatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi faktual di
wilayah kec sananwetan . Gambaran umum ini menguraikan tentang letak
geografis, administratif dan beberapa informasi umum lainnya. Selain itu
juga mengulas beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan dan
faktor-faktor lainnya misalnya kependudukan, ekonomi dan sosial budaya.
Keadaan daerah / wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan
Sananwetan Kota Blitar terletak di Dukuh Karanglo Desa Sananwetan
Kecamatan Sananwetan dengan luas wilayah 12.16 km yang merupakan
kecamatan terluas dibandingkan 2 kecamatan yang lain di Kota Blitar. Luas
gedung puskesmas induk pada lahan seluas 3.778 M 2 kondisi bagunan
terus melakukan perbaikan perbaikan , di dalam gedung puskesmas
tersedia gedung Unit Rawat Jalan, Unit Gawat Darurat, Unit Rawat Inap
dan PONED (Pelayanan Obstetry Neunatus Emergency Dasar). Struktur
Organisasi Puskesmas menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia no : 128/MENKES/SK/III/2004 tergantung dari kegiatan dan
beban tugas masing-masing Puskesmas.
Pola struktur organisasi Puskesmas adalah sebagai berikut :
1. Kepala Puskesmas
2. Kepala Sub bagian Tata Usaha
3. Unit Tata Usaha
a. Sistem Informasi Puskesmas
b. Kepegawaian
c. Rumah tangga
d. Keuangan
4. Upaya Kesehatan Masyarakat dan Perorangan
A. Upaya Kesehatan Masyarakat Essensial dan Keperawatan
Kesehatan Masyarakat, meliputi :
1) Pelayanan Promosi Kesehatan termasuk UKS
2) Pelayanan Kesehatan lingkungan
3) Pelayanan KIA KB yang bersifat UKM
4) Pelayanan Gizi yang bersifat UKM
5) Pelayanan Keperawatan Kesehatn Masyarakat
B. Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan
1) Pelayanan Kesehatan Jiwa
2) Pelayana Kesehatan Gigi Masyarakat
3) Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer
4) Pelayanan Kesehatan Olah Raga
5) Pelayanan Kesehatan Indera
6) Pelayanan Kesehatan Lansia
7) Pelayanan kesehatan Kerja
C. Upaya Kesehatan Perorangan, Kefarmasian dan
Laboratorium
1) Pelayanan Pemeriksaan Umum
2) Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut
3) Pelayanan KIA KB yang Bersifat UKP
4) Pelayanan Gawat Darurat
5) Pelayanan Rawat Inap
6) Pelayanan Persalinan / Poned
7) Pelayanan Kefarmasian
D. Jaringan Pelayanan Puskesmas dan Jejaring Fasilitas
Kesehatan
1) Puskesmas Pembantu
2) Jejaring Fasilitas Pelayanan Kesehatan
BAB V

KESIMPULAN

Dari berbagai data yang ada tentang puskesmas kecamatan Sananwetan,


keberadaannya telah mempertimbangkan tata ruang daerah yaitu didirikan di
lahan yang merupakan aset pemerintah dan peruntukannya memang ditujukan
akan dikembangkan menjadi pusat perumahan, pendididkan, kesehatan,
peribadatan, olah raga, industri kecil, perdagangan, dan jasa, terminal, konservasi.
Pendirian puskesmas Sananwetan ini juga mempertimbangkan jumlah
penduduk yang berada di wilayah kerjanya. Jumlah penduduk di kecamatn
sananwetan sejumlah 51.950. Sedangkan berdasarkan standar kementerian
kesehatan RI rasio kecukupan jumlah puskesmas dan jumlah penduduk yang 1 :
30.000. Jadi dari segi jumlah penduduk, pendirian puskesmas sudah layak,
jumlah penduduk dapat dikatakan bahwa pendirian puskesmas Sananwetan
masih kurang ideal karena rasio jumlah puskesmas dan jumlah penduduknya
terlalu banyak. Namun untuk mengatasi permasalahan tersebut terdapat pustu di
tiap kelurahan yang berada di wilayah kecamatan Sananwetan.
Dengan keberadaan banyaknya fasilitas kesehatan di wilayah kecamatan
Sananwetan yang mayoritas memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat
kuratif dan rehabilitatif maka keberadaan puskesmas Sananwetan sangat tepat
karena pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat lebih menitik
beratkan pada upaya kesehatan promotif dan preventif dengan melibatkan
masyarakat tanpa meninggalkan upaya kesehatan yang bersifat kuratif maupun
rehabilitative.

Dengan adanya analisis pendirian UPTD Puskesmas Kecamatan


Sananwetan ini diharapkan dapat mewujudkan tempat pelayanan kesehatan yang
berkualitas, bermutu, merata, terjangkau dan berkesinambungan.