Anda di halaman 1dari 5

May 13, '08 12:20 AM

ARTIKEL KESELAMATAN DARI ARUS LISTRIK


for everyone

EFEK SENGATAN LISTRIK

Akibat fatal dari sengatan listrik adalah kematian atau biasa disebut electrocution. Namun
efek tidak fatal dari senggatan listrik (electric shock) juga cukup bervariasi.

Beberapa indikasi sengatan listrik

1. Efek pada jantung (Cardiac)

Arus AC 30-200mA dapat menyebabkan VF. Sementara arus diatas 5A dapat


menyebabkan asystole. Efek lainnya adalah rusaknya pembuluh jantung (myocardial).

2. Efek pada otot tulang

Arus listrik lebih dari 15 -20 mA memunculkan gejala kontraksi yang hebat (tetanic
contraction) yang menyebabkan tubuh sulit melepaskan diri darri sumber listrik
mengakibatkan sindrome pelepasan lengan dan tulang belakang jika sengatan listrik
mengenai lengan.

3. cedera otot

Thrombosis dan occlusion yang menghasilkan ischaemia dan necrosis

Yang terjadi pada lengan mengakibatkan kerusakan otot dan memerlukan


amputasi.<O:P>

4. Cedera susunan syaraf (Neurological injuries)

Dapat terjadi kerusakan terpusat atau sebagian dan seketika maupun jangka panjang.
Jika sengatan listrik melewati kedua bahu, maka kerusakaan sumsum tulang belakang
dapat teerjadi. Sementara sengatan listrik pada bagian kepala menyebabkan gangguan
pada sistem pernafasan, dan pengaruh jangka panjangnya seperti epilepsy,
encephalopathy, dan Parkinsonism. Efek lain dari sengatan listrik juga mengakibatkan
gagal ginjal, pecahnya gendang telinga (tegangan tinggi), katarak.

Keywords :

ECG, echo, CT, EEG, X-ray tulang belakang, Hb, elektrolit, CK and urine myoglobin,
arteriograms, trauma, prophylactic treatment untuk mencegah rhabdomyolysis termasuk
gagal ginjal, paraplegia, quadriplegia, subtle mental changes, Pregnancy, electrical
pathway if often from hands to feet and therefore passes through the uterus, high
prevalence of fetal death. Other fetal complications include oligohydramnios and
intrauterine growth retardation, management includes cardiotocography, ultrasound and
obstetric consultation
STATISTIK SENGATAN LISTRIK

Dari hasil penelitian tahun 2001 di amerika yang notabene memiliki standard
keselamatan yang lebih tinggi dibandingkan kebanyakan negara berkembang ternyata
memiliki cukup banyak kasus kematian yang disebabkan oleh sengatan listrik.

Dari kasus yang ada tersebut ternyata modus tertinggi disebabkan oleh penggunaan alat-
alat rumah tangga yang sangat umum seperti AC, fan, bor listrik, kulkas, dst.

Dari data yang diambil dari National Center for Health Statistics, Consumer Product
Safety Commission / EHHA diperoleh fakta sebagai berikut :

Tabel populasi kematian karena arus listrik

Tahun Total Kasus Kasus kematian karena Produk Tingkat kematian


Kematian Angka<o:p> Persentase per satu juta
o:p=""><></o:p>> penduduk
1995 560 230 41 0.9
1994 560 230 41 0.9
1993 550 210 38 0.8
1992 530 200 38 0.8
1991 630 250 40 1
1990 670 270 40 1.1

Dalam penelitian yang dilakukan oleh National Center for Health Statistics, Consumer
Product Safety Commission/EHHA ternyata installasi kabel menduduki urutan pertama,
yaitu 23% total kasus kematian, sementara penggunaan peralatan rumah tangga
menyumbang 17% kasus kematian. Berikut tabel lengkap hasil survey EHHA :

Tabel Produk penyebab kematian karena arus listrik

Tipe Produk Estimate Percent


Total jumlah kematian 230 100%
Instalasi Kabel 53 23%
Peralatan rumah tangga 40 17%
Kipas angin 10
Microwave 10
Stop kontak 9
Lainnya 5
Peralatan kesehatan 4
Radio, televisi, dan tape 3
Perlengkapan Besar 33 14%
AC 16
Pompa/generator 8
Pemanas Listrik/Water heater 6
Kulkas/freezer 3
Antenna 24 10%
Lampu 20 9%
Tangga 15 7%
Perkakas Listrik 13 6%
Gergaji Listrik 5
Bor Listrik 3
Lainnya 5
Alat Berkebun 14 6%

Dari tabel diatas, didapati bahwa angka perkapita kasus kematian karena sengatan listrik
semakin berkurang, hal ini dapat dimengerti karena kemajuan teknologi yang semakin
aman dan pemahaman masyarakat yang tentu saja semakin tinggi.

Selain itu ternyata kasus kecelakaan karena listrik dapat terjadi dimana saja, bahkan
sebagian besar berada di rumah/menggunakan perabot rumah tangga. Peralatan-
peralatan yang tampak sangat sederhana dan sangat familiar, ternyata juga memiliki
andil dalam membunuh manusia melalui arus listrik, seperti kipas angin, AC, kulkas, dan
seterusnya.

Dengan demikian pemasangan pengaman tambahan pada instalasi rumah, kantor, dan
seterusnya adalah mutlak untuk dapat meredam angka kematian.

Angka-angka yang tercatat di atas adalah angka kematian, sementara jumlah kecelakaan
yang tidak berakibat kematian mungkin jauh lebih besar. Dan efek dari kecelakaan listrik
juga cukup berat seperti dalam artikel sebelumnya.

ARUS LISTRIK SERTA KEAMANAN DAN KESELAMATAN MANUSIA

Keamanan adalah kebutuhan dasar manusia prioritas kedua berdasarkan kebutuhan


fisiologis dalam hirarki Maslow yang harus terpenuhi selama hidupnya, sebab dengan
terpenuhinya rasa aman setiap individu dapat berkarya dengan optimal dalam hidupnya.
Mencari lingkungan yang betul-betul aman memang sulit, maka konsekuensinya promosi
keamanan berupa kesadaran dan penjagaan adalah hal yang penting.

Dalam rangka usaha menyadarkan pentingnya menjaga keamanan dan menyediakan


keamanan bagi anggota keluarga, komunitas dan masyarakat, sangat relevan membahas
keamanan dari arus listrik karena arus listrik termasuk penyebab kecelakaan yang cukup
dominan yang menyebabkan kebakaran maupun kematian (electrocution) , terjadi baik
pada perumahan maupun industri.

Beberapa penyebab yang berpotensi menyebabkan kecelakaan listrik pada lingkungan


kerja maupun rumah tangga :
1. Buruknya kondisi installasi listrik. antara lain disebabkan oleh :

pemasangan kabel yang serampangan. Banyak sekali dijumpai kasus instalasi


listrik yang serampangan dengan kurang mempertimbangkan kemampuan kabel
untuk menyalurkan daya. Demikian juga dengan banyaknya sambungan listrik
yang memperbesar impedansi kabel. Kedua hal tersebut dapat meningkatkan
suhu kabel sehingga menyebabkan rusaknya isolasi kabel. Rusaknya isolasi kabel
berpotensi terjadinya hubung singkat atau kontak dengan manusia.
rusaknya isolasi kabel karena usia. Seiring dengan bertambahnya usia kabel,
kualitas isolasi kabel juga semakin berkurang. Kondisi ini tidak hanya ditemui di
rumah tangga, tetapi juga di industri. Tidak mengherankan jika kita sering
menjumpai kabel yang sudah berumur lebih dari 10 tahun masih digunakan
dalam instalasi rumah.

Rusaknya isolasi kabel berpotensi menimbulkan kebakaran, dan melalui media lain
seperti air atau kayu yang lapuk/basah kontak tidak langsung dengan manusia
(kesetrum/electric shock).

2. Kurangnya pemahaman terhadap lingkungan/object kerja.

Bekerja dengan alat-alat baru atau alat yang sudah tua, memerlukan perhatian khusus.
analisa yang mendalam (job safety analisys/JSA) perlu dibuat untuk menggantisipasi hal-
hal yang tidak lazim tetapi berpotensi terjadi,semisal asumsi rusaknya isolasi.

3. Pengggunaan pemanas listrik. Bahaya rusaknya isolasi pada alat pemanas listrik
sangat besar, terutama jika isolasi berhubungan langsung dengan manusia atau media
penghantar listrik yang berpotensi kontak dengan manusia.

Sebagai contoh water heater. Air mengalir melalui rangkaian pemanas listrik berisolasi.
Jika terjadi kebocoran isolasi maka aliran listrik juga akan mengalir melalui air yang
dilewatkan. Bisa dibayangkan bahaya yang mengancam jika air tersebut sedang
digunakan untuk mandi ?

PERLINDUNGAN TENAGA KERJA

Pasal 3 Ayat 1 UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja mengatur tentang
syarat-syarat dan sanksi yang diberlakukan bagi perusahaan untuk
mengimplementasikan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) menyatakan dengan jelas
keharusan untuk memberikan jaminan keselamatan pekerja dalam bentuk pencegahan
terkena aliran listrik yang berbahaya.

Tindakan pencegahan ini tentunya dapat mengurangi biaya jaminan sosial tenaga kerja
(Jamsostek) yang nantinya harus diberikan kepada korban jika terjadi kecelakaan.
Pencegahan kecelakaan oleh arus listrik, selain melalui pelatihan, training, informasi,
instruksi, safety induction, manual, handbook, maupun buku saku, juga perlu
diimplementasikan juga berbagai peralatan pencegahnya, sepe ti alat yang dapat
mencegah terjadinya kecelakaan listrik, baik kesetrum atau kebakaran.