Anda di halaman 1dari 28

Nyeri kronik :

Aspek Central Sensitization

Darma Imran
Departemen Neurologi RSCM - FKUI

PIT PDUI 7 Jakarta, 22 April 2016


Topik
Tim multidisiplin pada nyeri kronik
Beban pasien nyeri dalam layanan
Patofisiologi nyeri akut dan nyeri kronik
Pain neuromatrix
Sentral sensitization
Menjelaskan unexplained chronic pain
disorders pada pasien
Pain multidiciplinary team
Incidence of pain
Pain prevalence
Nyeri akut VS kronik

Nyeri akut : aktifasi signal normal yg


pd sistim saraf yang memberikan
informasi adanya potensi bahaya
Nyeri kronik : sama sekali berbeda
dgn hal diatas
Nyeri kronik : menetap, signal nyeri
dipancarkan oleh sistim saraf
secara terus menenerus, minggu,
bulan , tahun.
Nyeri kronik :
chronic pain as pain without apparent
biological value that has persisted
beyond the normal tissue healing time
(usually taken to be 3 months)

The International Association for the Study of Pain (IASP)


Nyeri menetap
Most critical is the understanding that chronic pain is
a disease of the person, and that a traditional
biomedical approach cannot adequately address all of
the pain-related problems of this patient population
Patofisiologi Nyeri
Perspektif tentang nyeri yg harus disesuaikan
berdasarkan temuan dalam bidang neuroscience
Secara historis nyeri dilihat sebagai suatu
simptom akibat proses patologi.
Berdasarkan perspektif ini
derajat nyeri berbanding lurus dgn beratnya
proses patologi yg terjadi.
Bila proses patologi yg terjadi sudah membaik
maka nyeri juga akan berkurang
Perspektif ini tidak dapat menerangkan nyeri
kronik
Pain Neuromatrix

ACC=anterior cingulate cortex


Pada nyeri kronik ACC, aktif juga aktif secara kronik,
menentukan respon selama proses aktivasi nyeri
Commonly activated brain areas during pain
Perubahan di otak pd Nyeri

ACC: anterior cingulate cortex


IC: insular cortex
PFC: prefrontal cortex
S1: primary somatosensory
cortex
S2: Secondary somatosensory
cortex

Zhuo Molecular Pain 2011 7:54 doi:10.1186/1744-8069-7


Long-term pain

Individuals who suffer from long-term


pain not only process pain differently,
but also present with structural brain
changes
The International Association for the Study of Pain (IASP)
Normal sensation
Sentral sensitization
Central sensitization in OA
Central pain sensitization in OA
Plastisitas saraf
kemampuan SSP utk
melakukan reorganisasi
seiring waktu
berlangsung sepanjang
waktu sbg respon thdp
pengalaman, pikiran,
perilaku dan cedera
terjadi perubahan fungsional
, perubahan intrinsik pd
neuron, perubahan lokasi
dan jumlah synaps
Cental sensitization
Distorsi pada pain process di CNS
Tidak ada jaringan yang cedera (injured
tissue)
Tidak ada ancaman bahaya
Tidak ada true noxious stimuli
Walaupun demikian, ada rasa nyeri yang
nyata. Pasien merasakan nyeri dan dia tdk
berbohong (bukan malingering)
Slide A
Diagnosis dgn komponen sentral sensitisation
Slide B
Simptom central sensitization s

Nijs et al Recognition of central sensitization, Manual Therapy 2010


Slide C

Pemeriksan fisik pd tanda sentral sensitization


Lihat slide A,B dan C
Tatalaksana sentral sensitisation

1. Edukasi fisiologi nyeri


2. Excersise - fisioterapi
3. Medikamentosa : komponen
antidepresan dan antikonvulsan
Kesimpulan - Chronic pain
"Chronic pain really is a disease of the central
nervous system," . "As such, it is a disease
that affects the sensory, emotional,
motivational, cognitive and modulatory
pathways.
The way we approach patients in pain may
need to be revised.
Borsook et al 2011