Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

Ilmu Ukur Tanah 1

Di susun untuk memenuhi salah satu tugas

Mata Kuliah Ilmu Ukur Tanah pada Semester 1

JUDUL PRAKTIKUM

1. Membuat Garis Lurus


2. Membuat Garis Tegak
3. Membuat Garis perpotongan
4. Membuat Garis Lurus dengan Rintangan Bangunan

Disusun oleh :

Nama/Nim :

Devi Kurniati / 3201524023

Dina Aprianti / 3201524024

Isnaini / 3201524027

Misti Ismia. A / 3201524008

Muhamad Hendri Yanto / 3201524015

Yovanka Alqabi / 3201524006

Kelompok 4

D3 Teknik Sipil

Kelas A

JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK PDD DI


KABUPATEN KAPUAS HULU 2015

1
1. LATAR BELAKANG

Definisi ilmu ukur tanah ilmu ukur tanah disebut juga plan surveying yaitu ilmu
yang mempelajari cara menyajikan bentuk permukaan bumi baik unsur alam
maupun unsur manuia (mencakup seni dan teknologi) diatas permukaan yang
dianggap datar.

Prinsip dasar pengukuran yaitu :


Perlu adanya pengecekan yang terpisah tidak cukup hanya satu kali
pengukuran.
Tidak ada kesalahan-kesalahan dalam pengukuran.

Secara umum tujuan pekerjaan survey adalah untuk :


a. Menentukan posisi sembarang bentuk yang berbeda diatas permukaan
bumi
b. Menentukan letak ketinggian (elevasi) segala sesuatu yang berbeda diatas
atau dibawah suatu bidang yang berpedoman pada bidang permukaan air
laut tenang
c. Menentukan bentuk atau relief permukaan tanah beserta luasnya
d. Menentukan panjang, arah dan posisi dari suatu garisyang terdapat diatas
permukaan bumi yang merupakan batas dari suatu areal tertentu.

Kegunaan Pekerjaan Ukur Tanah (Survey)


a. Pengukuran untuk mencari luas tanah
b. Pengukuran untuk mengetahui beda tinggi tanah
c. Pengukuran untuk pembuatan peta
d. Pengukuran untuk merencanakan bangunan

2. TUJUAN PRAKTIKUM
2.1 Membuat Garis Lurus Di Lapangan
a. Mahasiswa mengetahui apa yang dimaksud suatu garis di
lapangan.

2
Mahasiswa dapat membuat garis lurus anatara dua titik di
lapangan.
Mahasiswa dapat memperpanjang garis lurus di lapangan.
Mahasiswa dapat membuat garis lurus dengan bidikan tidak
langsung.
Mahasiswa dapat membuat titik potong antara dua garis lurus
di lapangan.
b. Mahasiswa mengenal dan dapat menggunakan alat-alat untuk
membuat garis di lapangan
c. Mahasiswa terampil membidik (mengincar)lurus dalam
menancapkan yalon-yalon atau patok-patok di lapangan.
d. Mahasiswa mengetahui dan dapat mengatasi adanya kesukaran-
kesukaran dalam pembuatan garis di lapangan.
e. Mahasiswa menjadi teliti dan kreatif di lapangan.
2.2 Membuat Garis Lurus di Lapangan dengan Rintangan
a. Mahasiswa dapat memahami arti dari garis sejajar dan tegak lurus di
lapangan.
b. Mahasiswa dapat mengetahui dan dapat mengatasi adanya kesukaran-
kesukaran dalam melaksanakan pembuatan garis dilapangan.
c. Mahasiswa menjadi teliti,hati-hati kepda alat-alat maupun
pekerjaannya.
d. Mahasiswa dapat membuat garis lurus yang terhalang oleh bangunan

3
3.PERALATAN

Adapun peralatan yang digunakan yaitu :

Keterangna
NoAlat Gambar Dan Spesifikasi

Jalon Sebagai tanda di


1 (10 buah) lapangn

Pen Ukur Sebagai Tanda


2 (10 buah) dilapagan

Penta Prisma Alat untuk melihat


3 (1 buah) Ke sejajaran antara
jalon

Rol Meter Digunakan untuk


4 (1 buah) mengukurSuatu
jarak

4
4. DASAR TEORI

Bagian yang terpenting dari pengukuran tanah adalah membuat garis lurus
di lapangan. Dapat dimengerti bahwa garis lurus ini tidak dapat langsu g di
ukur antara kedua ujung garis, melainkan beberapa titik karena dibeberapa
kasus dilapangan kadang garis tersebuttidak dapat dibidik karena terhalang
suatu bangunan. Maka dari itu dibuat garis-garis pembantu berupa gabungan
titi-titik sebagai pembantu dalam menentukan kelurusan garis. Titik-titik ini
dinyatakan dengan jalon. Bagisan garis lurus terletak antara jalon dianggap
garis. Maka diusahakan semua jalon diletakkan tegak dan untuk menyatakan
ketegakkan jalon itu bisa digunakan bantuan unting-unting. Dalam ilmu
pengukuran tanah ada beberapa macam pengukuran garis lurus dilapangan

o Membuat garis lurus diantara dua titik,dalam pembuatan garis ini harus
diketahui kedua titik ujungnya terlebih dahulu,maka untuk menentukan
garis lurus ini,ditentukan titik di lapangan yang letaknya diantara
kedua titik ujung yang jumlahnya cukup banyak sehingga titik-titik ini
membentuk garis lurus
o Membuat garis lurus dengan cara memperpenjang garis lurus. Cara
membuat garis lurus ini yaitu memperpanjang dua titik dengan cara
membuat titik-titik di depan garis lurus sehingga membentuk garis
lurus.
o Membuat garis persilangan yang saling tegak lurus di lapangan
ditentukan dahulu satu garis yang akan disilangkan. Tentukan
perpotongan atau persilangan yang membentuk garis persilangan.
o Membuat garis lurus diantara dua sudut bangunan. Untuk membuat
garis lurus diantara dua sudut bangunan ini kita tentukan dua titik
sembarang masing-masing berada di sudut bangunan.

5
5. LANGKAH KERJA

A. Membuat Garis Lurus Antara Dua Titik


1) Pekerjaan ini dapat dilakukan oleh dua orang atau lebih
2) Tancapkan jalon di titik A dan B pada titik yang telah
ditentukan.
3) Orang pertama berdiri di belakang salah satu jalon sambil
memberi aba-aba kepada orang kedua.
4) Orang kedua memegang jalon A dan mendirikannya diantara
titik A dan B sambil mengikuti aba-aba dari orang pertama
sehingga jalonnya berada segaris dengan jalon AB kemudian
menancapkan jalon tersebut pada titik yang telah didapat.
5) Orang pertama mengincar kembali posisi jalon apakah jalon
AAB benar-benar telah berimpit.
6) Demikian untuk jalon A1.
7) Pekerjaan selesai , dan bila jalon A,A,A1,B tampak berimpit
maka titik-titik A,A,A1,B terletak pada satu garis lurus.

B. Memperpanjang Garis Lurus Di Lapangan


1) Buat garis lurus AB dengan memasang jalon pada titik A & B
yang telah ditentukan.
2) Orang pertama membidik dari A ke B untuk memberi aba-aba
kepada orang kedua dan orang kedua memasang jalon-jalon B
.... dst
C. Menentukan Titik Potong Antara dua Garis Lurus Di Lapangan
1) Tancapkan jalon dititik E,E,Q,E1 pada titik yang telah
ditentukan.
2) Orang pertama membidik jalon E ke E,Q,E1,dan B.
3) Orang kedua membidik dari titik F ke F,Q,dan F1 dan A.
4) Tempatkan orang ketiga di jalon Q yang sesajar dengan garis
F,FF1dan B dan sejajar dengan garis E,EE1,dan B.

6
5) Orang ketiga harus mengikuti aba-aba dari orang pertama yang
berada di jalon E dan orang kedua yang berada di jalon F
sampai membentuk satu garis lurus.
6) Sehingga dapat disimpulkan bahwa Q merupakan titik potong
tengahnya.
D. MEMBUAT GARIS LURUS DI LAPANGAN DENGAN
RINTANGAN

Langkah Kerja :

1. Misal titik yang yang kita ukur itu titik A dan B.


2. Tancapkan jalon dititik A dan di titik B tersebut.
3. Buatlah garis yang sejajar dengan A dan B.

Cara Membuat Garis Sejajar:


a. Tancapkan jalon sembarang di C sehingga dapat melihat ke A
dan B.
b. Bagi AC menjadi 3 bagian.yaitu titik A,1,2,dan C.Begitu juga
selanjutnya bagi juga BC menjadi 3 bagian yaitu B,4,3,dan
C.untuk membaginya kami menghitung jaraknya terlebih
dahulu.
c. Hubungkan dan perpanjang 2 dan 3,sekarang 2-3/AB.

E. Buatlah garis tegak lurus pada perpanjangan garis 2-3.

Cara Membuat Garis Tegak Lurus :

A. Membuat garis tegak lurus dengan menggunakan segi tiga sama


kaki.
1) sama kaki dengan B sebagai puncaknya.

7
2) Buatlah B-a=B-b sedemikian rupa sehingga jalon a dan b
terletak pada garis lurus perpanjangan 2-3. Dari titik B yang telah
kita tancapkan jalon sebelumnya,kita buat segitiga
3) Bagi dua jarak a-b maka terdapatlah titik B.
4) Sehingga B-B merupakan garis tegak lurus pada perpanjangan 2-
3.

B. Membuat Garis Tegak Lurus Dengan Penta Prisma

1) Pisma dipegang tepat diatas jalon di titik 3.


2) melalui lubang pembidik prisma , cari bayangan jalon 2 dan B
kemudian himpitkan.
3) Dengan menggeser prisma sepanjang 2-3,dibidik yalon 3 yag telah
kita tentukan semula dan himpitkan dengan yalon 2-3.

8
6. DATA DAN SKETSA LOKASI

6.1 Data
Data steep 1 :
Pada pengukuran steep 1,diperoleh data sbb:

Titik/jalon Jarak
(m)

A-A1
12,70

A1-A2
10,70

A2-B
9,95

Data steep 2 :
Pada pengukuran steep 2,diperoleh data sbb :

Titik/jalon Jarak
(m)

A-B
12,70

B-C
10,70

C-D
9,95

9
Data steep 3:

Titik / Jalon Jarak


(m)
A-B 12,5
B-C 10,6
C-D 9,8
A-A 9
D-D 9
A-E 17,5
E-D 16,5
D-E 17,1
E-A 17,3
A-D 32,9
A-D 33

10
Data steep 4 :

Pada data steep 4,dalam menentukan garis lurus dengan rintangan


diperoleh data sbb:

Jarak
Titik/Jalon
(m)
a-A 3,4
A-b 3,4
A-B 10,4
B-C 10,6
C-D 10,7
c-D 2
D-d 2
A-A 8,2
D-D 8,2
A-B 13,3
B-E 6,7
E-C 6,7
C-D 13,3
B-Q1 1,4
Q1-Q2 7,5
Q2-C 17

11
6.2 Sketsa lokasi

12
8. PENGGAMBARAN DAN SKALA

13
7. PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA DATA

Steep 1: Membuat Garis Lurus


Drai hasil pengukuran diperoleh data jarak dari A-A=8,57m, jarak dari
A-A1=8,20m, jarak dari A1-B=14,54m.
Dari hasil pengukuran juga telah diketahui bahwa jalon A-A-A1-Badalah
satu garis lurus.

Steep 2: Membuat Garis Tegak


Dari hasil pengukuran diperoleh data;
o Jarak dari A-b=4m, A-a=3m, a-b=5m. Dari perbandingan yang
telah dibuat menggunakn persamaan segitiga siku-siku(phytagoras)
maka ditemukanlah garis tegak dari A-a dan satu garis dengan titik
E dimana jarak dari A-F=9,98m dari a-F=5,98m
o Jarak dari B-B1=B-B=2m, B-B2=4,6m. Dengan menggunaan
persamaan segitiga sama kaki maka di temukanlah garis tegak dari
B-B2 dan satu garis tegak dengan titik F dimana jarak B-F=8m dan
dari B2-F=3,4m.
Karena penarikan bebas pita ukur dari titk A-E dan dari B-F, maka
diperoleh data bahwa titik E-F=31,59m yang mana lebih panjang
dari titik A-B yang panjangnya 31,3m.
Steep 3: Membuat Garis Perpotongan
Dari hasil pengukuran diperoleh data jarak dari A-G=18,24m, E-
G=18,89m, B-G=14,11m dan F-G=13,91m.
Hasil diatas merupakan jarak dari titik-titik tersebut ke titik potongnya
yang mana titik potong tersebut di simbolkan dengan G.
Setelah dibuat sketsa ternyata gambar pada steep bukanlah persegi panjang
karena pada saat melakukan pengukuran di titik A-F ukurannya bebas
begitu pula di titik B-F ukurannya juga bebas sehingga di dapat bahwa sisi
A-E lebih panjang daripada sisi B-F.
Steep 4: Membuat Garis Lurus Dengan Rintangan

14
Dari hasil pengukuran diperoleh data jarak dari A-C=22,65m, A-B=20m.
Untuk membuat garis lurus tersebut titik A maupun B sama- sama
di bagi menjadi 3 bagian, sehingga diperoleh data selanjutnya A-1=1-2=2-
C=7,55m dan B-4=4-3=3-C=6,66m.
Telah diperiksa ternyata jalon 4 menabrak beton selokan, akhirnya kami
memutuskan untuk memakai titik 2-3 untuk membuat garis lurus yang
sejajar dengan A-B.
Untuk membuat garis tegak, kami menggunakan persamaan
segitiga sama kaki dengan cara menarik sembarang B dari titik
3.kemudian membuat persamaan segitiga sama kakinya yaitu B-a=2m
dan B-b=2m. Maka ditemukanlah garis tegak dari B-B dengan panjang
10,23m.
Kemudian untuk menentukan apakah garis 3-B sejajar dengan
garis B maka pada titik 3 untuk menentukannya kami menggunakan
prisma untuk mensejajarkan titik 3,B,dan tititk di depannya yang kami
simbolkan dengan 3.
Setelah dilakukan penelitian ternyata garis 3-3 sejajar dengan 3-B
yang mempunyai panjang yang sama yaitu 8,64m, begitu juga dengan
garis 3-3 sejajar dengan garis B-B yang mempunyai panjang yang sama
yaitu=10,23m.
Pada itik A kami tidak melakukan pengukuran karena pada saat
akan menarik titik 2-2 ternyata menabarak ke gedung atau rintangan
tersebut.
Sehingga yang kami peroleh disini hanya data di B, dan merupakan
setengah dari job 4 ini.

15
9. KESIMPULAN DAN SARAN

9.1 Kesimpulan:
Dari pengukuruan yang telah kami lakukan di lapangan,kami menyimpulkan
bahwa ;
Pada steep 1 ternyata sketsa yang kami peroleh bukanlah berbentuk persegi
panjang.
Pada steep 2 tidak terjadi kesalahan yang fatal.
Pada steep 3,setelah dibuat titik potong ternyata titik potong ternyata tidak
tepat berada di tengah karena lebar sisi A-E lebih panjang dari sisi B-F
sehingga sketsa dari hasil pengukuran tidak berbentuk persegi panjang.
Kami hanya melakukan pengukuran dititik B dengan titik pembagian dari B
yaitu 3.
Pada saat akan melakukan pengukuran pertama pada yalon 1-4,ternyata yalon
4 menabrak beton selokan dan pada pengukuran kedua dengan menggunakan
titik 2-3,ternyata yalon 2 menabrak gedung sehingga kami tidak dapat
melakukan pengukuran lanjutan dititik A.

9.2 Saran :

Pada saat melakukan pengukuran di lapangan seharusnya pengukuran


dilakukan dengan pulang-pergi agar mendapatkan tingkat
ketelitiannya,sehingga kita dapat melakukan perbandingan antara pengukuran
yang pertama dan yang selanjutnya.
Pada pengukuran dijob 4,jika terjadi kesalahan seperti data kami yang mana
yalon 2 menabrak gedung dan yalon 4 menabrak beton selokan,seharusnya
titik C harus ditarik mundur lebih panjang agar tidak ada titik yang menabrak
apapun.
Pada saat pembacaan prisma seharusnya posisi yalon kiri dan kanan serta di
depannya harus benar-benar tegak agar pengukuran yang didapatpun sesuai
dengan ketentuan yang ada.

16