Anda di halaman 1dari 8

PAPER

ALAT DAN MESIN PERTANIAN II


(Pengeringan Matahari (sun dryer))

Disusun Oleh :
Kelompok 1
1.Lambok Sinaga 240110150001
2.Muhammad Ilham K. 240110150003
3.Alisha 24011015

DEPARTEMEN TEKNIK PERTANIAN DAN BIOSISTEM


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2017
PENDAHULUAN

Proses pengeringan merupakan proses yang sudah dikenal sejak zaman purbakala.
Orang terdahulu menggunakan proses pengeringan untuk mengawetkanmakanan
seperti ikan, buah-buahan dan lain-lain. Proses pengeringan dapatmengurangi resiko
pembusukan makanan akibat aktivias mikroba. Secara definisi pengeringan adalah
proses pengeluaran air dari suatu bahan dengan menggunakanenergy panas sehingga
kadar air dalam bahan menurun. Dalam proses pengeringan biasanya disertai dengan
penguapan air yang terdapat di dalam bahan, sehingga panaslaten akan diperlukan.
Dengan demikian terdapat dua proses penting dalam proses pengeringan yaitu proses
pindah panas yang mengakibatkan penguapan air serta proses pindah massa yang
menyebabkan pergerakan air maupun uap air melalui bahan terjadi secara difusi karena
perbedaan tekanan antara bagian dalam bahan dan permukaan bahan. Perpindahan
energy di dalam bahan berlangsung secara konduksisedangkan perpindahan energy di
permukaan bahan terjadi secara konveksi. Selainmencegah kebusukan bahan makanan,
pengeringan juga berfungsi untuk memperkecil volume bahan, mnegefisienkan
penyimpanan, pengemasan, dandistribusi bahan.

1. Metode Pengeringan
Pengeringan adalah proses pemindahan panas dan uap air secara simultan, yang
memerlukan energi untuk menguapkan kandungan air yang dipindahkan dari
permukaan bahan (Nay, 2007). Pengeringan juga disebut dengan penghidratan atau
penghilangan sebagian atau keseluruhan uap air dari suatu bahan (Hasibuan, 2005).
Prinsip pengeringan melibatkan dua hal yaitu panas yang diberikan pada bahan dan air
yang harus dikeluarkan dari bahan (Supriyono, 2003). Tujuan utama pengeringan
komoditas pertanian adalah untuk pengawetan. Selain itu, tujuan dari pengeringan juga
untuk meningkatkan daya tahan, mengurangi biaya pengemasan, mengurangi bobot
pengangkutan, memperbaiki cita rasa bahan, dan mempertahankan kandungan nutrisi
bahan (Achanta dan Okos, 2000). Bahan pangan yang dihasilkan dari produk-produk
pertanian pada umumnya mengandung kadar air. Kadar air jika tidak dihilangkan dapat
mempengaruhi kondisi fisik bahan pangan. Sebagian bahan pakan segar mengandung
air 70% atau lebih. Makanan maupun pakan mengandung dua jenis air yaitu air bebas
dan air terikat. Air bebas adalah air yang mudah dikeluakan melalui penguapan,
sedangkan air terikat adalah air yang sulit dikeluarkan meskipun dengan cara
pengeringan (Winarno et al., 1980). Proses pengeringan akan mengakibatkan produk
yang dikeringkan mengalami perubahan warna, tekstur, flavor, dan aroma. Panas dari
proses pengeringan tidak hanya menguapkan air selama pengeringan, akan tetapi juga
menyebabkan hilangnya komponen volatile dari bahan pangan. Faktor-faktor yang
mempengaruhi pengeringan terdiri dari faktor udara pengering dan sifat bahan. Faktor
yang berhubungan dengan udara pengering adalah suhu, kecepatan volumetrik aliran
udara pengering, dan kelembaban udara, sedangkan faktor yang berhubungan dengan
sifat bahan yaitu ukuran bahan, kadar air awal, dan tekanan parsial dalam bahan
(Fellow, 2001).

2. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pengeringan


1. Luas Permukaan
Makin luas permukaan bahan makin cepat bahan menjadi kering Air menguap
melalui permukaan bahan, sedangkan air yang ada di bagian tengah akan merembes ke
bagian permukaan dan kemudian menguap. Untuk mempercepat pengeringan
umumnya bahan pangan yang akan dikeringkan dipotong-potong atau di iris-iris
terlebih dulu. Hal ini terjadi karena:
a. pemotongan atau pengirisan tersebut akan memperluas permukaan bahan dan
permukaan yang luas dapat berhubungan dengan medium pemanasan sehingga
air mudah keluar.
b. potongan-potongan kecil atau lapisan yang tipis mengurangi jarak dimana
panas harus bergerak sampai ke pusat bahan pangan. Potongan kecil juga akan
mengurangi jarak melalui massa air dari pusat bahan yang harus keluar ke
permukaan bahan dan kemudian keluar dari bahan tersebut.
2. Perbedaan Suhu dan Udara Sekitarnya
Semakin besar perbedaan suhu antara medium pemanas dengan bahan pangan
makin cepat pemindahan panas ke dalam bahan dan makin cepat pula penghilangan air
dari bahan. Air yang keluar dari bahan yang dikeringkan akan menjenuhkan udara
sehingga kemampuannya untuk menyingkirkan air berkurang. Jadi dengan semakin
tinggi suhu pengeringan maka proses pengeringan akan semakin cepat. Akan tetapi bila
tidak sesuai dengan bahan yang dikeringkan, akibatnya akan terjadi suatu peristiwa
yang disebut "Case Hardening", yaitu suatu keadaan dimana bagian luar bahan sudah
kering sedangkan bagian dalamnya masih basah.
3. Kecepatan Aliran Udara
Makin tinggi kecepatan udara, makin banyak penghilangan uap air dari permukaan
bahan sehinngga dapat mencegah terjadinya udara jenuh di permukaan bahan. Udara
yang bergerak dan mempunyai gerakan yang tinggi selain dapat mengambil uap air
juga akan menghilangkan uap air tersebut dari permukaan bahan pangan, sehingga
akan mencegah terjadinya atmosfir jenuh yang akan memperlambat penghilangan air.
Apabila aliran udara disekitar tempat pengeringan berjalan dengan baik, proses
pengeringan akan semakin cepat, yaitu semakin mudah dan semakin cepat uap air
terbawa dan teruapkan.
4. Tekanan Udara
Semakin kecil tekanan udara akan semakin besar kemampuan udara untuk
mengangkut air selama pengeringan, karena dengan semakin kecilnya tekanan berarti
kerapatan udara makin berkurang sehingga uap air dapat lebih banyak tetampung dan
disingkirkan dari bahan pangan. Sebaliknya jika tekanan udara semakin besar maka
udara disekitar pengeringan akan lembab, sehingga kemampuan menampung uap air
terbatas dan menghambat proses atau laju pengeringan.
5. Kelembapan Udara
Makin lembab udara maka Makin lama kering sedangkan Makin kering udara maka
makin cepat pengeringan. Karena udara kering dapat mengabsobsi dan menahan uap
air Setiap bahan mempunyai keseimbangan kelembaban nisbi masing-masing.
kelembaban pada suhu tertentu dimana bahan tidak akan kehilangan air (pindah) ke
atmosfir atau tidak akan mengambil uap air dari atmosfir.

3. Prinsip Dasar Pengeringan


Proses pengeringan pada prinsipnya menyangkut proses pindah panas dan pindah
massa yang terjadi secara bersamaan (simultan). Pertama panas harus di transfer dari
medium pemanas ke bahan. Selanjutnya setelah terjadi penguapan air, uap air yang
terbentuk harus dipindahkan melalui struktur bahan ke medium sekitarnya. Proses ini
akan menyangkut aliran fluida di mana cairan harus di transfer melalui struktur bahan
selama proses pengeringan berlangsung. Jadi panas harus di sediakan untuk
menguapkan air dan air harus mendifusi melalui berbagai macam tahanan agar supaya
dapat lepas dari bahan dan berbentuk uap air yang bebas. Lama proses pengeringan
tergantung pada bahan yang di keringkan dan cara pemanasan yang digunakan. Makin
tinggi suhu dan kecepatan aliran udara pengeringan makin cepat pula proses
pengeringan berlangsung. Makin tinggi suhu udara pengering, makin besar energi
panas yang di bawa udara sehingga makin banyak jumlah massa cairan yang di uapkan
dari permukaan bahan yang dikeringkan. Jika kecepatan aliran udara pengering makin
tinggi maka makin cepat massa uap air yang dipindahkan dari bahan ke atmosfer.
Kelembaban udara berpengaruh terhadap proses pemindahan uap air. Pada kelembaban
udara tinggi, perbedaan tekanan uap air didalam dan diluar bahan kecil, sehingga
pemindahan uap air dari dalam bahan keluar menjadi terhambat. Pada pengeringan
dengan menggunakan alat umumnya terdiri dari tenaga penggerak dan kipas, unit
pemanas (heater) serta alat-alat kontrol. Sebagai sumber tenaga untuk mengalirkan
udara dapat digunakan blower. Sumber energi yang dapat digunakan pada unit
pemanas adalah tungku, gas, minyak bumi, dan elemen pemanas listrik.
Proses utama dalam pengeringan adalah proses penguapan air maka perlu terlebih
dahulu diketahui karakteristik hidratasi bahan pangan yaitu sifat-sifat bahan yang
meliputi interaksi antara bahan pangan dengan molekul air yang dikandungnya dan
molekul air di udara sekitarnya. Peranan air dalam bahan pangan dinyatakan dengan
kadar air dan aktivitas air, sedangkan peranan air di udara dinyatakan dengan
kelembaban relatif dan kelembaban mutlak.

4. Mekanisme Pengeringan
Mekanisme keluarnya air dari dalam bahan selama pengeringan adalah sebagai
berikut:
1. Air bergerak melalui tekanan kapiler.
2. Penarikan air disebabkan oleh perbedaan konsentrasi larutan disetiap bagian
bahan.
3. Penarikan air ke permukaan bahan disebabkan oleh absorpsi dari lapisan-
lapisan permukaan komponen padatan dari bahan.
4. Perpindahan air dari bahan ke udara disebabkan oleh perbedaan tekanan uap.

3. Pengeringan matahari (sun dryer)


Pengeringan matahari (sun drying) merupakan salah satu metode pengeringan yang
paling murah dan mudah karena menggunakan panas langsung dari matahari dan
pergerakan udara lingkungan. Pengeringan ini mempunyai laju pengeringan yang
lambat, memerlukan perhatian lebih dan sangat rentan terhadap resiko terhadap
kontaminasi lingkungan (Toftruben, 1977). Pengeringan matahari sangat tergantung
pada iklim yang panas dan udara atmosfer yang kering (Frazier dan Westhoff, 1978).

Gambar 1. metode pengeringan matahari.


Pemanfaatan radiasi matahari untuk pengeringan hasil pertanian dilakukan dengan
tiga cara yaitu secara langsung, tidak langsung dan kombinasi antara keduanya.
Pengeringan cara langsung dilakukan dengan cara mengeringkan bahan secara
langsung pada radiasi matahari, sedangkan cara tidak langsung dilakukan dengan cara
mengeringkan bahan, tetapi melalui permukaan fluida (udara atau air). Metode
kombinasi antara pengeringan tidak langsung dan pengeringan langsung dilakukan
dengan menggunakan bangunan tembus cahaya yang dilengkapi dengan absorder
(Witarsa, 2004).
Pengeringan dengan menggunakan sinar matahari sebaiknya dilakukan di tempat
yang udaranya kering dan suhunya lebih dari 100 Fahrenheit. Pengeringan dengan
metode ini memerlukan waktu 3-4 hari. Untuk kualitas yang lebih baik, setelah
pengeringan, panaskan bahan di oven dengan suhu 17Fahrenheit selama 10-15 menit
untuk menghilangkan telur serangga dan kotoran lainnya. Sun drying memerlukan
sinar matahari sebagai sumber energi, sumber panas dansinar ultraviolet. Pengeringan
ini dilakukan secara terbuka, membutuhkan hembusanangin yang besar dari udara
sehingga pengeringan berlangsung lambat. Umur simpandengan pengeringan ini juga
tidak lama. Hal ini disebabkan kadar air yang tinggal didalam bahan mencapai 15%
sehingga aktivitas mikroba masih memungkinkan.
Kelebihan Pengeringan Alami adalah tidak memerlukan keahlian dan peralatan
khusus, serta biayanya lebih murah, energy panas berlimpah. Kelemahan Pengeringan
Alami adalah membutuhkan lahan yang luas, sangat tergantung pada cuaca, sanitasi
hygiene sulit dikendalikan, energi panas tidak stabil atau tidak bisa ditetapkan, Waktu
pengeringan sulit untuk diperkirakan, Mutu bahan tidak terjamin

5. Metode Sun Dryer


1.Penjemuran
Metode dengan menngunakan radiasi sinar matahari. Penjemuran merupakan
proses pengeringan yang lambat dan tidak cocok untuk produk dengan mutu baik.
Paparan terhadap sinar matahari dan panas menyebabkan penurunan nilai gizi dan
komponen penting lainnya.
Pengeringan secara alami atau penjemuran yaitu pengeringan dengan
memanfaatkan panas matahari. Bahan dibentangkan untuk menerima sinar matahari.
Macam macam penjemuran :
1. Penjemuran langsung.
2. Penjemuran langsung dengan kaca, plastik.
3. Penjemuran tidak langsung dengan aliran udara konveksi alami.
4. Penjemuran murah sumber energinya.
5. Tergantung alam pada iklim. Banyak produk saat panen raya justru pada
nusim hujan.
6. Suhu tidak terkendali sehingga sering menurunkan kualitas.
7. Beberapa komoditi tetap dilakukan dengan penjemuran (buah anggur untuk
kismis).
8. Dikombinasi dengan pengeringan buatan bersumber panas pembakaran.