Anda di halaman 1dari 11

TUGAS POLIMER

(BAKELIT)

Disusun Oleh :

Kelompok 3

Anggota :

Rini anjani (A1C113011)

Maya eka nawati (A1C115012)

Anisa puspa zulida (A1C115038)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2017
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas kimia
polimer tentang bakelit.

Tugas mata kuliah kimia polimer tentang bakelit ini telah kami susun dengan
maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar
pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan tugas ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat
memperbaiki tugas ini.

Akhir kata kami berharap semoga tugas tentang bakelit ini dapat memberikan
manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Jambi, Oktober 2017

Penyusun

i
DAFTAR PUSTKA
Halaman

KATA PENGANTAR ........................................................................................ i

DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii

A. Latar belakang .......................................................................................... 1


B. Sifat Sifat Bakelit ..................................................................................... 1
C. Monomer dan polimerisasi Bakelit .......................................................... 2
D. Kegunaan Bakelit ..................................................................................... 4
E. Kesimpulan .............................................................................................. 6

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 7

LAMPIRAN ........................................................................................................ 8

ii
A. Latar Belakang
Suatu molekul raksaksa (makromolekul) yang terbentuk dari susunan ulang molekul
kecil yang terikat melalui ikatan kimia disebut polimer (poli = banyak, mer = bagian).
Suatu polimer akan terbentuk bila seratus atau seribu unit molekul yang kecil yang disebut
monomer, saling berikatan dalam satu rantai. Jenis jenis monomer yang saling beriktan
membentuk polimer terkadang sama ataupun berbeda.
Salah satu contoh dari polimer adalah bakelit yang berwujud padat. Bakelit
merupakan salah satu contoh dari polimer sintetis. Polimer sintetis adalah polimer yang
dibuat dari molekul sederhana (monomer) dalam pabrik. Polimer sintetis yang pertama
kali dikenal yaitu bakelit, yang merupakan haasil dari kondensasi fenol dengan
formaldehida, yang ditemukan oleh kmiawan kelahiran belgia leo baekeland pada tahun
1907.
Proses pembentukan bakelit adalah polimer kondensasi. Kondensasi merupakan
reaksi penggabungan monomer monomer dengan melepas molekul kecil, seperti H2O.
Reaksi kondensasi berlangsung lebih lambat, tahap demi tahap sehingga sering disebut
sebagai reaksi pertumbuhan tahap demi tahap. Produk utama dari reaksi ini, terbentuk dari
fenol dan formaldehida. Fenol dan formaldehida bergabung (dimer) kemudian mengalami
polimerisasi kendensasi. Bakelit merupakan polimer termoset yang mempunyai sifat
tidak dapat melunak jika dipanaskan. Bakelit digunakan untuk instalasi listrik dan alat-
alat yang tahan suhu tinggi, misalnya asbak dan fiting lampu listrik.

B. Sifat Sifat Bakelit


(Azizah. 2004) Bakelit tergolong dalam polimer termosetting dimana sifat sifatnya
adalah sebagai berikut :
1. Tidak larut dalam pelarut apapun
2. Tahan terhadap asam maupun basa
3. Keras karena mereka mempunyai ikatan silang antar rantai
4. Menjadi lebih keras ketika dipanaskan karena pemanasan akan menyebabkan ikatan-
ikatan silang menjadi mudah terbentuk
5. Tidak dapat kembali kebentuk semula

1
Polimer yang mempunyai sifat tahan terhadap panas. Jika polimer ini dipanaskan,
maka tidak dapat meleleh. Sehingga tidak dapat dibentuk ulang kembali. Susunan polimer
ini bersifat permanen pada bentuk cetak pertama kali (pada saat pembuatan). Bila polimer
ini rusak/pecah, maka tidak dapat disambung atau diperbaiki lagi.
Polimer termoseting memiliki ikatan ikatan silang yang mudah dibentuk pada
waktu dipanaskan. Hal ini membuat polimer menjadi kaku dan keras. Semakin banyak
ikatan silang pada polimer ini, maka semakin kaku dan mudah patah. Bila polimer ini
dipanaskan untuk kedua kalinya, maka akan menyebabkan rusak atau lepasnya ikatan
silang antar rantai polimer(Tondi.2016).

C. Monomer dan polimerisasi bakelit


a. Monomer monomer bakelit
Fenol

Formaldehida

b. Polimerisasi bakelit

Polimerisasi kondensasi ikat silang dengan kombinasi monomer fenol dan


formaldehida membentuk resin fenol formaldehida.

Fenol Formaldehida Orto Para

2
Bakelit

(ppku.ipb.ac.id/materi-kuliah/category/13-kimia-umum?download=169%3Apolimer)

Resin fenol-formaldehida biasanya dipreparasi melalui dua metode yang berbeda.


Yang satu melibatkan katalis basa dengan formaldehida yang berlebih terhadap fenol.
Produk yang mula-mula terbentuk (yang disebut resol) dengan mudah bisa dimatangkan
menjadi polimer termoset melalui pemanasan, dengan demikian ia mengkonsitusi suatu
sistem satu komponen. Metode lain menggunakan fenol yang berlebih terhadap
formaldehida dalam hadirnya suatu katalis asam. Dalam hal ini, produk awalnya, yang
disebut novolak, membutuhkan penambahan lebih banyak formaldehida untuk
mengefektifkan proses pematangan(sopyan.2007).

3
D. Manfaat bakelit dalam kehidupan sehari hari
Radio Bakeit

Bakelit, atau resin Fenol, digunakan untuk barang-barang rumah tangga, seperti arloji
dan alat-alat listrik. Bakelit ini tahan panas dan memiliki sifat-sifat pelindung yang baik.
Resin fenol, selalu berwarna gelap. Bakelit mudh dibentuk dan semakin kuat jika
menggunakan pengisi seperti tekstil.

Film Plastik

Film yang terbuat dari selulosa nitrat diperkenalkan untuk film layar pada tahun 1887
dan untuk film bisu pada tahun berikutnya. Selulosa nitrat sangat5 mudah terbakar
sehingga film-film modern sudah dibuat dari plastik yang lebih aman, yaitu selulosa
triasetat.

4
Kotak Rokok

Pada tahun 1920-an pencarian plastik berwarna terang yang memiliki sifat-sifat yang
sama dengan bakelit, yang selalu berwarna hitam atau coklat kemerah-merahan,
menghasilkan plastik-plastik ureaformaldehida. Dengan menggunakan pengisi selulosa
dan bahan warna yang sesuai, barang-barang, baik putih maupun berwarna, dapat dibuat.

Serat Sintesis

Sebagian plastik dapat ditarik membentuk serat. Tekstil biasanya dibuat dari serat-
serat alam. Selulosa yang dihasilkan dari larutan kental diperkenalkan pada tahun 1892.
Bahan plastik ini dapat dipompakan melalui sebuah lubang yang halus kedalam asam
untuk menghaslkan benang atau serat untuk tekstil. Produksi dalam ukuran besar sudah
dimungkinkan dengan diperkenalkannya kotak pemintal pada tahun 1900. Kotak pemintal
ini menggulung benang tanpa menimbulkan kekusustan pada benang.

http://lms.aau.ac.id/library/ebook/R_1931_03_PB/files/res/downloads/download_0055.pdf

5
E. Kesimpulan
Dari penjabaran materi diatas maka yang dapat kita simpulkan adalah sebagai berikut:
a. Bakelit merupakan salah satu contoh dari polimer sintetis. Polimer sintetis adalah
polimer yang dibuat dari molekul sederhana (monomer) dalam pabrik.
b. Bakelit merupakan salah satu jenis kopolimer karena tersusun dari dua jenis monomer
yang berbeda yaitu fenol dan formaldehida.
c. Polimerisasi bakelit dengan cara kondensasi kondensasi ikat silang dengan kombinasi
monomer fenol dan formaldehida membentuk resin fenol formaldehida.
d. Sifat dari bakelit yaitu : Tidak larut dalam pelarut apapun; Tahan terhadap asam
maupun basa; Keras karena mereka mempunyai ikatan silang antar rantai; Menjadi
lebih keras ketika dipanaskan karena pemanasan akan menyebabkan ikatan-ikatan
silang menjadi mudah terbentuk; Tidak dapat kembali kebentuk semula
e. Bakelit digunakan untuk instalasi listrik dan alat-alat yang tahan suhu tinggi,
misalnya asbak dan fiting lampu listrik.

6
DAFTAR PUSTAKA

Azizah, U,. 2004. Polimer. jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.

http://lms.aau.ac.id/library/ebook/R_1931_03_PB/files/res/downloads/download_0055.pdf.

http://ppku.ipb.ac.id/materi-kuliah/category/13kimiaumum?download=169%3Apolimer.

Sopyan, I,.2007. kimia polimer. Jakarta : PT. Perca.

Tondi. 2016. polimer. https://hunterind.blogspot.co.id/2016/12/polimer.html.


Diakses pada 1 Oktober 2017.
Ritawanti, A., Muljadi., Febrianto, E.Y., Setiadi, E.A. pengaruh butir (garin size) pada
pembuatan bonded magnet NdFeB. Medan : Jurnal Ikatan Alumni Fisika
Universitas Negeri Medan. Vol.2. No.1.

7
LAMPIRAN

Foto Anggota Kelompok 3 (Bakelit)

Anisa Puspa Zulida A1C115038

Maya Eka Nawati A1C115012

Rini Anajani A1C113011