Anda di halaman 1dari 19

ANALISIS LINGKUNGAN ORGANISASI

Makalah
Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Teori Organisasi dan Administrasi

Oleh:

1. Laili Fitria Nurfadillah 155030200111006


2. Devica Nuranda Sari 155030201111002
3. Tikahari Dianingtyas 155030201111004

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
Ilmu Administrasi Bisnis
September 2016
BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Organisasi adalah sekumpulan orang atau kelompok yang saling berhubungan satu
sama lain guna mencapai suatu tujuan tertentu. Bentuk organisasi sangat beragam, mulai
dari yang terkecil dalam lingkungan keluarga, seperti organisasi keluarga, hingga organisasi
yang lingkupnya lebih luas seperti organisasi masyarakat, organisasi ekonomi, organisasi
politik, organisasi internasional dan lain sebagainya. Setiap bentuk dari organisasi tersebut
memunyai tujuan yang berbeda satu sama lain.

Organisasi sangat erat kaitannya dengan pengaruh lingkungan sekitar, Perbedaan


dan kondisi lingkungan akan berpengaruh terhadap konsep dan teknik serta keputusan yang
akan diambil oleh manajer. Setiap organisasi, baik yang berskala besar, menengah, maupun
kecil, semuanya akan berinteraksi dengan lingkungan. Organisasi yang bisa bertahan adalah
organisasi yang bisa menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungannya kerena
lingkungan merupakan kekuatan yang mempengaruhi, baik secara langsung maupun tidak
terhadap kinerja organisasi. Sebaliknya, organisi akan mati atau hancur apabila tidak peka
menyikapi perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam lingkungan.

Dalam makalah ini akan dibahas mengenai definisi lingkungan, perbedaan analisis
lingkungan organisasi dengan lingkungan umum, hubungan lingkungan dengan organisasi
serta peran administrasi untuk menganalisis lingkungan.

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang diatas, maka akan di rumuskan beberapa permasalahan yang di
tuangkan dalam bentuk pertanyaan yaitu:
1. Apakah lingkungan organisasi Itu?
2. Bagaimana cara mengelola organisasi?
3. Bagaimana hubungan organisasi dengan lingkungan organisasi?
TUJUAN PENULISAN

Penulisan ini dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :


1. Untuk mengetahui lingkungan organisasi.
2. Untuk mengetahui cara mengelola organisasi.
3. Untuk mengetahui hubungan organisasi dengan lingkungan organisasi.

MANFAAT PENULISAN

Penulisan ini memberi manfaat antara lain :

1. Bagi penulis :

a) Memberikan wawasan dan pengalaman dalam menyusun makalah.


b) Mampu memahami hubungan antara organisasi dengan lingkungan organisasi.
2. Bagi pembaca :
a) Memberi informasi mengenai hubungan antara organisasi dengan lingkungan
organisasi.
b) Memberikan wawasan mengenai cara mengelola organisasi dalam masyarakat.
BAB II

PEMBAHASAN

LINGKUNGAN ORGANISASI

Lingkungan biasa dikaitkan dengan faktor di luar organisasi itu sendiri. Definisi
yang populer mengidentifikasi lingkungan sebagai segala sesuatu yang berada di luar batas
organisasi. Lingkungan menurut Robbins dan Coulter (1999) adalah lembaga-lembaga atau
kekuatan-kekuatan yang berada di luar organisasi dan secara potensial mempengaruhi
kinerja organisasi. Lingkungan merupakan kekuatan yang mempengaruhi baik secara
langsung maupun tidak terhadap kinerja organisasi.

Secara luas, lingkungan mencakup semua factor ekstern yang mempengaruhi


individu, perusahaan, dan masyarakat. Lingkungan organisasi tidaklah statis namun bersifat
dinamis dan kompleks. Selanjutnya Stoner dan Freeman (1996) memberikan pengertian
lingkungan organisasi sebagai lingkungan eksternal dan internal yang mempengaruhi baik
langsung maupun tidak langsung terhadap organisasi

ANALISIS JARINGAN ANTAR ORGANISASI

Analisis jaringan antar organisasi atau interorganizational network, yakni hubungan


suatu organisasi dengan organisasi-organisasi lainnya. Analisis jaringan biasanya bersifat
fungsional, artinya dapat digunakan oleh siapapun untuk menetapkan hubungan antara
organisasi dengan pelaku dalam dalam lingkungannya. Biasanya pelaku tersebut diartikan
dalam bentuk organisasi. Melalui analisis ini, organisasi tersebut dapat melihat posisinya
dan menentukan tingkat hubungan yang harus dijaga dengan organisasi-organisasi lain
yang terkait.

Bentuk hubungan itu sendiri bermacam-macam. Ada yang bersifat relatif permanen
dan jangka panjang (misalnya hubungan dengan supplier atau partner-partner bisnis), ada
pula yang berubah-ubah, bersifat sementara, atau jangka pendek (seperti hubungan dengan
pelanggan, yang bisa berlangsung satu kali, beberapa kali, atau berulang-ulang secara
kontinu). Ada hubungan yang bersifat kerja sama, ada yang bersifat persaingan atau
perbedaan kepentingan (hubungan dengan pesaing dan serikat buruh) tetapi, ada pula yang
berbentuk regulatif (hubungan dengan badan-badan pemerintah yang menetapkan
peraturan, pajak, yang harus dipatuhi).

Dalam hal ini, organisasi mencoba untuk mendefinisikan dan mengatur hubungannya
dengan pelaku terpenting dalam lingkungannya sedemikian rupa sehingga terlihat
dampaknya terhadap pencapaianberbagai tujuan organisasi. Contoh analisis jaringan antar
organisasi

Dapat dilihat bahwa suatu organisasi dalam keterkaitannya dengan organisasi lain yang
berhubungan dengan organisasi tersebut. Keterkaitan itu diantaranya sebagai berikut

1. Supplier
Hubungan antara supplier dan organisasi bisnis yaitu penyetor bahan mentah
maupun jasa kepada suatu organisasi bisnis guna memenuhi proses produksi
yang dilakukan organisasi tersebut timbal balik yang di terima supplier ialah
pembayaran yang sesuai dan tepat waktu contoh suatu perusahaan karet menyetor
bahan baku sol sepatu pada tanggal 15april untuk perusahaan sepatu selanjutnya
pada tanggal 12 Mei Perusahaan sepatu membayar bahan baku sepatu sesuai dengan
perjanjian awal.
2. Kompetitor
Kompetitor atau pesaing adalah suatu organisasi yang sejenis dan memiliki produk
dengan organisasi sebelumnya, hubungannya adalah apabila suatu organisasi
memiliki pesaing \, maka tiap organisasi akan bersaing dengan meningkatkan mutu
dan kualitas produk mereka, di sisi lain hadirnya kompetitor juga membuat
persaingan menjadi tidak sehat seperti contoh menambahkan bahan bahan
berbahaya ke produk mereka dengan tujuan meningkatkan mutu bahan tersebut.
3. Partner
Partner merupakan organisasi yang memiliki hubungan kerjasama
dengan perusahaan, dengan tujuan saling menguntungkan, membantu untuk
menghindarkan persaingan satu sama lain, memiliki /isi dan misi yang sama contoh
perusahaan A bekerja sama dengan perusahaan B di bidang produksi, yaitu apabila
perusahaan A tidak dapat memenuhi tender produksi percetakan, maka perusahaan
A meminta bantuan kepada perusahaan B untuk menyelesaikan tender tersebut
dengan pembagian profit yang sesuai kontrak.
4. Ormas
Hubungannya dengan organisasi adalah untuk membantu mengatasi jalannya
perusahaan ataupun ikut memantau tingkah laku perusahaan didalam !enjalankan
bisnisnya timbal balik yang diterima oleh ormas ialah terpenuhinya tuntutan
mereka tentang keadilan ataupun kebutuhannya. Contoh yayasan lembaga
konsumer Indonesia, merupakan lembaga konsumen yang melindungi dengan cara
mengawasi produk-produk yang di produksi oleh suatu perusahaan sehingga tidak
merugikan konsumen pemakai produk tersebut.
5. Serikat Pekerja
Hubungannya dengan organisasi ialah sebagai penengah atau penampung aspirasi
dan permintaan buruh untuk disampaikan pada pihak perusahaan yang berwenang
dan timbal balik yang di terima serikat pekerja dari organisasi ialah sebagian
aspirasi atau permintaannya dikabulkan oleh organisasi. Contoh serikat pekerja di
perusahaan menuntut untuk kenaikan upah yang sesuai dengan standart hidup
masyarakat umum, pihak perusahaan tidak secara langsung mengabulkan
permintaan tersebut mereka menunggu keputusan pemerintah yang mempunyai
wewenang untuk menentukan upah minimal buruh.
6. Badan Pemerintahan
Badan pemerintah tersebut berfungsi sebagai pelindung hokum, pengakuan
pendirian perusahaan ataupun sebagai pengatur kebijakan bagi perusahaan
agar perusahaan dapat penjalankan proses produksi denganaman dan nyaman dan
timbal balik yang diterima oleh pemerintah ialah pembayaran pajak yang dilakukan
oleh perusahaan tersebut. Contoh perusahaan A adalah sebuah perusahaan biro jasa
resmi penyalur haji, mereka mengikuti peraturan pemerintah tentang tata cara
penyaluran haji , dan perusahaan tersebut secara resmi telah diakui pendiriannya
oleh pemerintah, sehingga apabila terdaat suatu masalah maka akan dikenakan
sanksi yang di tentukan oleh kementrian agama.
7. Pelanggan
Pelanggan salah satu unsure paling penting dari sebuah jaringan organisasi,
karena pelanggan ialah suatu individu atau kelompok yang membeli,
memakai,mengkonsumsi produk dari sebuah organisasi bisnis sehingga organisasi
tersebut mendapatkan profit yang kemudian digunakan untuk menjalankan
roda produksi dan timbal balik yang diterima pelanggan ialah kebutuhan sehari
harinya terpenuhi dan perasaan puas. Contoh perusahaan A adalah sebuah
perusahaan pembuat minuman ringan, mereka terus mengembangkan jenis dan rasa
minuman mereka, karena selera konsumen semakin banyak dan berbeda beda
sehingga konsumen merasa puas saat mengkonsumsi produk mereka.
ANALISIS LINGKUNGAN UMUM

Analisis lingkungan umum (general environment), yakni menganalisis lingkungan


organisasi berdasarkan faktor-faktornya, seperti faktor politik, ekonomi, sosial, teknologi,
dan seterusnya. Analisis ini mencakup lebih luas faktor-faktor sosial-budaya yang
membentuk masyarakat/negara. Pada analisis ini, kita memperhatikan faktor-faktor yang
membentuk atau mengkondisikan pola hubungan dalam jaringan tersebut. Faktor-faktor
tersebut antara lain adalah sosial, budaya, poltik, ekonomi, hukum, dan teknologi. Ini
berguna terutama untuk analisis strategi organisasi jangka panjang. Contoh analisis jaringan
antar organisasi

Contoh analisis jaringan dengan lingkungan umum,

Dapat dilihat bahwa sebuah organisasi juga sangat terkait dengan lingkungan politik,
social, budaya, ekonomi, tekonologi, hokum, dan alam. Bentuk keterkaitun tersebut adalah
1. Budaya
Sebuah organisasi harus mematuhi atau mengikuti adat istiadat maupun budaya
yang ada di sekitar organisasi agar tersebut berjalan lancar dan tidak
mengganggu jalannya proses produksi. Contoh Indah akan mendirikan sebuah
pabrik di kota Jogjakarta , agar dapat diterima oleh warga jogja, Indah harus
mengikuti budaya dan peraturan yang di buat oleh sultan, dan menghormati
keputusan yang di putuskan sultan.
2. Sosial
Sebuah organisasi harus menjalin hubungan baik dengan masyarakat yang ada
disekitar organisasi tersebut sebab tanpa adanya hubungan yang harmonis diantara
keduanya, maka organisasi tidak bisa menjalankan kegiatan organisasinya dengan
aman dan nyama. Contoh perusahaan A berada di daerah Madura daerah tersebut
sangat kesulitan air dan tanahnya yang tandus oleh karena itu perusahaan A harus
memfasilitasi atau memberikan bantuan dengan cara membangun penampungan air
hujan dan penyuluhan tentang cara penyuburan tanah kepada penduduk sekitar
perusahaan.
3. Politik
Didalam suatu organisasi bisnis, politik berfungsi sebagai pembentuk
atau perencana kebijakan yang akan dikeluarkan oleh pemerintah tentang peraturan
dan etika menjalankan sebuah organisasi bisnis peraturan tersebut haruslah dipatuhi
oleh setiap organisasi bisnis, agar tidak bertindak sewenang wenang.
4. Ekonomi
Dibidang ekonomi perusahaan dituntut turut aktif dalam
meningkatkan perekonomian penduduk disekitar perusahaan missal memberikan
lapangan kerja bagi penduduk ataupun memfasilitasi penduduk contoh PT. Kalbe
membuka lowongan pekerjaan baru untuk warga disekitar perusahaan dan
mendirikan stand-stand dengan harga sewa yang murah agar penduduk sekitar
bisa berjualan makanan.
5. Teknologi
Dijaman yang serba instan saat ini, sebuah perusahaan bisnis dituntut untuk
mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat karena digunakan untuk
kelancaran jalannya proses produksi suatu produk. Contoh sebuah perusahaan
minuman kaleng, menggunakan mesin pengemasan dan pengisian minuman dapat
memroduksi 10.000 kaleng minuman perjam, lebih efisien dan efektif namun
kekurangannya ada pada SDM karena perusahaan otomatisakan mengurangi
pegawainya karena tidak efisien.
6. Alam
Alam merupakan anugerah pemberian dari tuhan, oleh sebab itu
jika suatu perusahaan akan mendirikan usahanya di suatuwilayah tertentu, maka
perusahaan harus menyeimbangkan antara kebutuhan dan SDA yang akan
digunakan untuk produksisehingga tidak terlalu mengeksploitasi secara besar--
besaran. Contoh PT Serat merupakan perusahaan yang bergerak di bidang furniture
kayu, mereka memiliki wilayah hutan produksi yang digunakan untuk mencari
bahan baku kayu jati, mereka menggunakan system tebang pilih , dimana hanya
pohon jati yang tua yang akan ditebang dan setelah menebang mereka mereboisasi
kembali , sehingga hutan tetap lestari.
7. Hukum
Dalam sebuah organisasi bisnis, hukum berfungsi sebagai pengatur etika
dalam berbisnis juga sebagai pelindung perusahaan di mata hokum. Agar dapat
menjalankan bisnis dengan nyaman, aman dan sesuai dengan etika dan moral yang
berlaku contoh : YLKI adalah sebuah lembaga hukum yang mengatur tentang
perlindungan konsumen ,setiap perusahaan yang akan membuat suatu produk harus
mematuhi peraturan yang dibuat oleh YLKI.

LINGKUNGAN EKSTERNAL

Lingkungan eksternal adalah faktor-faktor diluar kendali perusahaan yang dapat


mempengaruhi pilihan arah dan tindakan, struktur organisasi, dan proses internal
perusahaan.
Lingkungan eksternal dapat dibagi menjadi lingkungan jauh, lingkungan industri dan
lingkungan operasi.

1. Lingkungan Jauh
Lingkungan atas faktor-faktor yang berasal dari luar biasanya tidak terkait
dengan situasi operasi suatu perusahaan. Lingkungan Jauh terdiri dari factor
ekonomi, hukum, politik, sosial budaya, dan demografi
Faktor Ekonomi berkaitan dengan sifat dan arah perekonomian dimana
suatu perusahaan beroperasi.
Faktor Hukum. Lingkungan hukum dan pemerintah tidak dapat
dipungkiri memberikan iklim yang kondusif bagi perkembangan bisnis
karena peraturan-peraturan berlaku akan sangat berpengaruh dalam
operasional perusahaan.
Faktor Politik. Arah dan stabilitas politik merupakan pertimbangan
utama dari manajer dalam merumuskan strategi perusahaan.
Faktor Sosial Budaya. Lingkungan sosial merupakan interaksi antar
manusia . lingkungan sosial mempunyai pengaruh penting bagi jalannya
suatu bisnis. Perubahan lingkungan sosial dapat berpengaruh keputusan
investasi atau tidak disuatu lokasi.
Lingkungan Demografi. Lingkungan demografi merupakan faktor yang
sangat penting bagi pebisnis. Karateristik populasi dan perubahannya
setiap waktu dapat memberikan gambaran umum tentang potensi pasar .

2. Lingkungan Industri. Lingkungan Industri adalah kondisi umum persaingan


yang mempengaruhi seluruh bisnis yang menyediakan produk atau jasa serupa.
Kekuatan-kekuatan yang membentuk persaingan industri:
a) Ancaman pendatang. Pendatang baru dalam industri biasanya membawa
kapasitas baru,sebagai usaha untuk mendapatkan keuntungan dari pasar
saham, dan sumber daya penting. Beberapa faktor yang mempengaruhi
mudah dan sulitnya memasuki suatu industri:
o Skala Ekonomi ( economies of scala )
o Differensiasi Produk ( proprietary product difference )
o Identitas Merek ( brand identity)
o Kebutuhan Modal ( capital requirement)
b) Ancaman barang substitusi. Produk pengganti muncul dalam bentuk
berbeda, tetapi dapat memuaskan kebutuhan yang sama dari produk lain,
dengan kata lain barang subsitusi dapat menggantikan produk sejenis.
Ancaman barang subsitusi dapat dijelaskan oleh faktor-faktor berikut
o Harga relatif dalam kinerja barang substitusi ( relative price
performance of substitutes)
o Biaya pengalihan ke produk lain ( swithing cost )
o Kecendrungan pembeli untuk mensubtitusikan ( buyer prospensity to
substitusi )
c) Daya Tawar Pembeli/konsumen. Pembeli mempengaruhi industri
melalui kemampuan mereka untuk menekan turunnya harga. Faktor-
faktor yang meningkatkan kekuatan tawar pembeli
o Pangsa pembeli yang besar
o Biaya pengalihan ke produk lain yang relatif kecil
o Tidak atau minimnya differensiasi produk.
o Banyaknya produk subsitusi.
d) Daya Tawar pemasok. Pemasok dapat mempengaruhi industri dengan
kemampuan mereka untuk menaikkan harga atau menurunkan kualitas
barang atau jasa yang dibeli. Faktor yang mempengaruhi kuat tidaknya
daya tawar pemasok
o Industri pemasok didominasi hanya sedikit perusahaan
o Produk pemasok hanya memiliki sedikit pengganti barang subsitusi
o Pembeli bukan merupakan pelanggan yang penting bagi pemasok
o Produk pemasok didiferensiasi.
3. Lingkungan Operasi
Lingkungan operasi adalah faktor-faktor dalam situasi kompetitif langsung yang
mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan dalam memperoleh sumber daya
yang dibutuhkan. Lingkungan Operasi biasanya lebih dipengaruhi oleh
pengaruh atau pengendalian perusahaan dibandingkan dengan lingkungan jauh.
Dengan demikian perusahaan dapat lebih proaktif dalam menangani lingkungan
operasi dibandingkan dengan menangani lingkungan yang jauh. Lingkungan
operasi di pengaruhi beberapa faktor :
Posisi Kompetitif. Penilaian atas posisi kompetitif suatu perusahaan
memperbaiki peluang perusahaan untuk mendesain strategi yang
mengoptimalkan peluang lingkungannya.
Profil Pelanggan. Mengembangkan profil pelanggan dan calon
pelanggan perusahaan memperbaiki kemampuan manajer perusahaan
untuk merencanakan operasi strategis, mengantisipasi perubahan dalam
ukuran pasar dan alokasi sumber daya.
Pemasok.
Suatu perusahaan mengandalkan secara teratur pemasok untuk
mendapatkan dukungan keuangan, jasa, bahkan bahan baku karena
sangat penting perusahaan untuk memiliki hubungan yang berkelanjutan
dengan pemasok.
Kreditor
Penilaian atas pemasok dan kreditor adalah sangat penting bagi evaluasi
yang akurat atas lingkungan operasi perusahaan.

TEORI HUBUNGAN ORGANISASI DENGAN LINGKUNGAN

Menurut Robbins dan Coulter (1999) bahwa lingkungan merujuk pada lembaga-
lembaga atau kekuatan-kekuatan yang berada diluar organisasi tersebut dan secara potensial
mempengaruhi kinerja organisasi itu. Dari penjabaran tersebut lingkungan organisasi
dikelompokan kedalam tiga jenis. Yaitu lingkungan internal organisasi, lingkungan
eksternal langsung (direct) dan eksternal tidak langsung (indirect/general).

1. Lingkungan Internal yang berpengaruh langsung terhadap Organisasi (Direct


Internal Environment Organization).
Lingkungan internal organisasi adalah segala sesuatu yang berada di dalam
organisasi yang berpengaruh atau mempengaruhi organisasi secara langsung.
Contoh : Karyawan atau pegawai organisasi yang bersangkutan dan manajer.
2. Lingkungan Eksternal yang berpengaruh langsung terhadap Organisasi (Direct
External Environment Organization/Task environment).
Lingkungan eksternal organisasi adalah segala sesuatu yang berada di luar
organisasi namun mempengaruhi atau berpengaruh secara langsung terhadap
organisasi.
Contoh: pemasok, komunitas lokal, customers dll.
3. Lingkungan Eksternal yang tidak berpengaruh langsung terhadap Organization
( Indirect External Environment Organization/General Environment)
Yakni lingkungan di luar organisasi namun dirasakan tidak berpengaruh secara
langsung terhadap organisasi. Lingkungan ini biasanya digambarkan sebagai
lingkungan makro organisasi Contoh : Kondisi politik, ekonomi, dan sosial budaya,
lemahnya nilai tukar mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing/dollar,
terorisme dsb.

Ketiga komponen lingkungan yang telah diuraikan sangat berpengaruh satu sama
lain dalam proses kinerja organisasi. Dengan begitu keberhasilan sebuah organisasi dapat
dilihat melalui dua hal, pertama ketahanan dan kemampuan untuk menyesuaikan terhadap
tuntutan perubahan lingkungan. Kedua penyesuaian terhadap tuntutan perubahan tersebut
dengan siklus total input sampai output sebagai fokus bagi seorang manajer. Hal yang dapat
membantu kedua alternatif tersebut adalah melalui pemantauan perubahan lingkungan dan
kempuan untuk bernegosiasi, berunding, ataupun bekerjasama dengan pihak-pihak yang
terkait.
Untuk mampu menjalankan fungsi dan interaksi organisasi dengan baik, maka
sangat dibutuhkan keterampilan seorang manajer atau pemimpin yang baik pula. Seorang
manajer atau pemimpin dituntut memiliki keahlian untuk mampu mengelola organisasi atau
institusi dengan baik. Ada tiga keahlian yang harus dimiliki seorang pemimpin; pertama,
technical skill yang meliputi kemampuan untuk memahami bab administrasi, prosedur,
tekhnis, dan sebagainya. Kedua, conceptual skill yaitu kemampuan untuk mengelola
organisasi serta berkoordianasi dengan mitra dan anggota bidang lainya. Ketiga, human
skill adalah kemampuan untuk bekerjasama dan memberi motivasi bagi seluruh elemen
organisasi.

Dari bagan tersebut menunjukan tingkatan job description dalam sebuah organisasi.
Pada posisi teratas ditempati oleh Top Manajer yang berkedudukan sebagai pemimpin.
Manajer adalah individu yang bertanggung jawab secara langsung untuk memastikan
kegiatan dalam sebuah organisasi dijalankan bersama para anggota dari organisasi. Sebagai
pemimpin tertinggi keterampilan yang harus dimiliki adalah konseptual human, kemudian
technical skil. Artinya seorang pemimpin tidak harus mengetahui semua technical skill.
Intinya adalah yang lebih dibutuhkan pemimpin adalah konseptual skill, human skill,
kemudian technical skill. Hal ini karena pemimpin lebih berperan untuk mengelola
organisasi dengan baik dan membuat hubungan dengan lingkungan internal dengan baik
pula.
Dibawah peran top manajer ada midle dan fist line manajer. Kebalikan dari top
manajer, peran dan keahlian yang harus dimiliki oleh midle dan fist line adalah mengenai
tekhnikal skill, artinya posisi ini harus diisi oleh orang-orang yang memahami bagaimana
prosedur dan tekhnis manajemen organisasi. Sebelum memahami bagaimana technical skill
dan human skill.

Manajer memiliki tiga peran yang didalamnya terdapat lagi penjabaran peran, yaitu:
1. Peranan hubungan antar perorangan
Peranan simbolik (Figure head)
Pemimpin (Leader)
Penghubung (Liason)
2. Peranan informasional
Monitor
Juru bicara
3. Peran pengambil keputusan
Pihak yg melakukan perundingan
Entrepeneur
Pihak yg menyelesaikan masalah/kekacauan
Pihak yg mengalokasi sumber daya
Apabila peran tersebut dapat dijalani dengan baik oleh manajer dengan ditambah
kemampuan untuk menyesuaikan perubahan dalam lingkungan, maka ketahanan suatu
organisasi akan semakin lama. Karena pada dasarnya tak ada satupun makhluk atau
organisasi yang mampu bertahan tanpa menjaga hubungan timbal balik secara baik dengan
lingkungan dan organisasi diluar lingkungan internal organisasi itu sendiri. Dan kegagalan
berbagai organisasi adalah karena kurang keterbukaan dalam memahami setiap perubahan
demi perubahan yang terjadi dalam lingkungan
PERAN ADMINISTRASI DALAM ANALISIS LINGKUNGAN

Lingkungan tidak semata-mata menjadi faktor yang tidak mudah untuk diprediksi
dan disesuaikan oleh suatu organisasi. Analisis lingkungan ini juga bermanfaat terhadap
hidup matinya organisasi yang bersangkutan tersebut.

Analisis lingkungan adalah semacam outward looking. Dimana administrator


melihat posisi organisasinya berada di tengah-tengah masyarakat. Analisis lingkungan
adalah masalah strategi dan kebijakan bagi seorang administrator.

Bagi seorang administrator organisasi, ada kecendrungan teori-teori lingkungan


yang bersifat pasif dimana organisasi dapat mempengaruhi, mengontrol, bahkan mengubah
lingkungannya. Akan tetapi, di sisi lain organisasi tidak boleh mengabaikan teori-teori
lingkungan yang juga menganggap organisasi berada di bawah kekuatan lingkungan.

Dalam hal ini organisasi harus bisa menyesuaikan diri dalam lingkungannya atau
organisasi tersebut harus bisa mengambil langkah-langkah strategis untuk memberikan
identitas tersendiri bagi organisasinya.

Kesimpulannya, dalam menganalisis lingkungan seorang administrator harus bisa


menyeimbangkan sudut pandangnya terhadap terori-teori yang ada sedemikian rupa,
sehingga organisasi dapat menempatkan dirinya pada posisi yang strategis di tengah-tengah
lingkungannya.
BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Lingkungan organisasi adalah semua elemen didalam maupun di luar


organisasi yang dapat mempengaruhi sebagian atau keseluruhan suatu organisasi.
Terdapat dua jenis klasifikasi lingkungan yakni lingkungan internal dan lingkungan
eksternal.
Lingkungan internal yang berpengaruh langsung dalam organisasi meliputi
karyawan/pegawai organsasi dalam, serta pimpinan manajer. Lingkungan eksternal
dibagi dua yaitu yang berpengaruh langsung dan tidak langsung.
Lingkungan eksternal langsung adalah unsur-unsur yang berpengaruh
langsung terhadap organisasi, yang terdiri dari pesaing (competitor), penyedia
(suppliers), langganan (customers), lembaga keuangan (financial institutions), pasar
tenaga kerja (labour supply), dan perwakilan-perwakilan pemerintah. Sedangkan
lingkungan eksternal tidak langsung meliputi berbagai faktor, antara lain kondisi
ekonomi, politik dan hukum, sosial budaya, demogrfi, teknologi, dan kondisi global
yang mungkin mempengaruhi organisasi.
Lingkungan internal perusahaan merupakan kekuatan-kekuatan yang ada
dalam organisasi itu sendiri dan memiliki sifat yang dapat dikontrol oleh
manajemen. Lingkungan internal meliputi pekerja/karyawan, dewan komisaris, dan
pemegang saham.
DAFTAR PUSTAKA

Fahmi Irham, 2012. Manajemen Teori, Kasus, dan Solusi. Bandung: Alfabeta,cv

Amirullah, Haris Budiyono, 2004. Pengantar Manajemen. Malang : Graha Ilmu

Torrido Aryan, 2015. Kuliah ke empat, Manajemen Organisasi Pelayanan Kemanusiaan

https://www.academia.edu/6856269/LINGKUNGAN_ORGANISASI diakses pada 14


September 2016 pukul 13.00 WIB.

https://www.scribd.com/doc/114336480 diakses pada 14 September 2016 pukul 14.20 WIB.

http://abar-cule.blogspot.com/2010/11/teori-dan-prilaku-organisasi.html diakses pada 14
September 2016 pukul 16.00 WIB.

http://catatankecik.blogspot.com/2013/04/lingkungan-organisasi.html diakses pada 14
September 2016 pukul 16.10 WIB.