Anda di halaman 1dari 1

JAMUR PENYEBAB MIKOSIS

(Blastomyces dermatitidis)

Blastomyces dermatitidis merupakan jamur dimorfik sesuai suhu yang tumbuh sebagai kapang di
dalam kultur, menghasilkan hifa hialin bersepta dan bercabang serta konida. Jamur ini menyebabkan
blastomikosis, suatu penyakit infeksi kronis disertai lesi granulomatosa dan supuratif yang bermula
di dalam paru, dari paru penyebaran dapat terjadi ke organ manapun tetapi lebih sering ke kulit dan
tulang.

PATOGENESIS

Infeksi pada manusia dimulai di paru. Telah tercatat ada kasus yang ringan dan sembuh
sendiri, tetapi frekuensinya tidak diketahui karena tidak ada uji kulit atau serologi yang cukup untuk
menilai infeksi subklinis atau infeksi primer yang sudah sembuh. Manifestasi klinis yang paling
umum adalah infiltrate paru disertai berbagai gejala yang tidak dapat dibedakan dengan infeksi
saluran nafas yang lain (demam, malaise, keringat malam, batuk dan myalgia). Pasien juga dapat
mnderita pneumonia kronis. Pemeriksaan histologis mengungkapkan adanya reaksi
piogranulomatosa kronis dengan neutrophil dan granuloma non nonkaseosa. Jika penyebaran terjadi,
yang paling sering terjadi adalah lesi kulit di permukaan ang terpapar. Lesi ini dapat berevolusi
menjadi granuloma verukosa yang membentuk ulkus dengan tepi yang senantiasa melebar dan parut
sentral. Tepinya terisi oleh mikro abses dan memiliki tepi yang jelas dan melengkung. Dijumpai pula
lesi pada tulang, genitalia (prostat,epididymis dan testis), serta system saraf pusat. Meski pasien yang
lulus imun, termasuk penderita AIDS, dapat menderita blastomikosis, penyakit ini tidak menyerang
kelompok pasien ini sesering mikosis sistemik yang lainnya.