Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH PERBAIKAN TANAH

PERKUATAN TANAH DENGAN METODE PVD

DOSEN PENGAMPUH : AHCMAD ZULTAN, S.T,M.T.

HARI/TANGGAL: SELASA/ 02 MEI 2017

DI SUSUN OLEH :

FEBRIANTO TOLLA P 14301010016

ARDY FAJAR SAPUTRO 14301010024

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
2017

PERKUATAN TANAH DENGAN METODE PVD Page 1


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat dan karunianya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat
waktunya yang berjudul :

Perkuatan Tanah Dengan Metode PVD

Dengan selesainya makalah ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak yang telah
memberikan masukan-masukan kepada kami. Untuk itu kami mengucapkan banyak
terima kasih.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari makalah ini, baik dari materi
maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengelaman yang
kami miliki. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan
demi tercapainya kesempurnaan dari makalah ini.

Tarakan, 01 Mei 2017

Penyusun

PERKUATAN TANAH DENGAN METODE PVD Page 2


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................... ........................................2

DAFTAR ISI..................................................................................................................... 3

BAB I PENDAHULUAN ......................................................... ..........................................4

1.1 LATAR BELAKANG ............................................................. .................................. ..4


1.2 RUMUSAN MASALAH .... .........................................................................................4
1.3 TUJUAN.....................................................................................................................5

BAB II PEMBAHASAN....... ...............................................................................................6

2.1 PENGERTIAN PVD.......................................................................................................6

2.2 METODE DAN PRINSIP VERTICAL DRAIN...................................................................7

2.2.1 JENIS VERTICAL DRAIN......................................................................................10

2.3 MATERIAL DAN BAHAN ............................................................................................ 12

BAB III PENUTUP..............................................................................................................14

3.1 KESIMPULAN..............................................................................................................14

3.2 SARAN........................................................................................................................14

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................15

PERKUATAN TANAH DENGAN METODE PVD Page 3


BAB I

PEDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, urbanisasi, dan pembangunan,


banyak kegiatan konstruksi yang semakin fokus terhadap perilaku tanah. Apalagi dengan
kondisi tanah yang beragam dan tidak selalu sama pada masing-masing areal konstruksi
sehingga mengharuskan ketelitian dalam perencanaan dan pelaksanaan konstruksi itu
sendiri. Untuk mengatasi kondisi tanah yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka
ada beberapa teknik yang digunakan dalam rangka meningkatkan mutu tanah tertentu,
diantaranya yaitu teknik preloading dan vertical drain.
Preloading dan vertical drain pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan
kekuatan geser pada tanah, mengurangi kompresibilitas/kemampumampatan tanah,
dan mencegah penurunan (settlement) yang besar serta kemungkinan kerusakan pada
struktur bangunan. Preloading dan vertical drain umumnya digunakan pada tanah
dengan daya dukung yang rendah seperti pada tanah lempung lembek dan tanah
organik. Jenis tanah tersebut biasanya memiliki ciri seperti berikut : kadar air yang
ekstrim, kompresibilitas yang besar, dan koefisien permeabilitas yang kecil. Pada
prinsipnya teknik preloading menggunakan vertical drains merupakan metode
perkuatan tanah dengan cara mengurangi kadar air dalam tanah (dewatering). Biasanya
waktu konsolidasi yang dibutuhkan untuk jenis tanah seperti ini memakan waktu yang
lama meski dengan menggunakan beban tambahan yang besar, sehingga teknik
preloading mungkin kurang cocok untuk jadwal kontruksi yang mepet.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan PVD&PREELOADING ?
2. Mengenal Apa saja type-type vertical drine ?
3. Apa saja Metode yang digunakan pada vertival drain?

PERKUATAN TANAH DENGAN METODE PVD Page 4


1.3 Tujuan
perbaikan terhadap tanah yang bersangkutan dengan melakukan berbagai
perlakuan yang bisa memperbaiki kualitasnya misalanya dengan melakukan
pembebanan untuk mempercepat proses konsolidasi tanah tersebut ataupun
dengan memanfaatkan teknologi PVD ( prefabricated Vertical Drain) yang juga bisa
mempercepat proses konsolidasi dan meningkatkan daya dukung dari tanah
tersebut.

PERKUATAN TANAH DENGAN METODE PVD Page 5


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN PVD&PREELODING
PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) adalah drainase vertikal
menggunakan lembaran plastik yang panjang dan berkantung yang merupakan
kombinasi antara bahan inti (core) polypropylene berkekuatan mekanik tinggi
dan lapisan pembungkus dari bahan geotekstil. Bagian inti produk ini tersedia dalam tiga
jenis kontur yang berbedabeda, sesuai dengan kecepatan aliran drainase yang
diinginkan.

(preloading dengan vertical drains)

PVD berfungsi untuk mempercepat proses konsolidasi tanah, terutama pada jenis tanah
lempung (clay) atau lanau (silty clay). PVD ditanam secara vertikal ke dalam tanah untuk
mengalirkan air dari lapisan tanah lunak ke permukaan.
Perkembangan vertical drains sendiri sudah dimulai sejak tahun 1925, dimana
D.J.Moran seorang insinyur berkebangsaan Amerika memperkenalkan pemakaian
drainase dari kolom-kolom pasir untuk stabilitas tanah pada kedalaman yang besar.
Kemudian untuk pertama kalinya instalasi drainase ini digunakan di California dan
seiring dengan berjalannya waktu, tipe drainase ini dikenal dengan istilah drainase
vertikal (vertical drain). Pada tahun 1936, diperkenalkan sistem drainase menggunakan
bahan sintetis oleh Kjellman di Swedia. Setelah di tes di beberapa tempat pada tahun
1937 dengan bahan cardboard, lantas mendapat sambutan yang hangat oleh para
ilmuwan. Sejak saat itu, pengembangan vertical drain dilanjutkan dengan berbagai
macambahan.

PERKUATAN TANAH DENGAN METODE PVD Page 6


Dengan digunakannya prefabricated vertical drains, waktu yang dibutuhkan untuk
konsolidasi melalui teknik preloading pun menjadi semakin singkat dan
penurunan/settlement yang terjadi juga dapat direduksi. Bahkan proses installasi nya
pun saat ini sudah semakin berkembang dimana prefabricated vertical drain dapat
mencapai kedalaman 60 m dengan laju 1 m/dt.

2.2 METODE ATAU PRINSIP VERTICAL DRAIN

Tampak Vertical drains Di Lapangan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa tanah lempung lunak memiliki
permeabilitas yang rendah, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk

PERKUATAN TANAH DENGAN METODE PVD Page 7


menyelesaikan konsolidasi. Untuk mempersingkat waktu konsolidasi tersebut, drainase
vertikal (vertical drains) dikombinasikan dengan teknik preloading. Vertical drain
tersebut sebenarnya merupakan jalur drainase buatan yang dimasukkan kedalam
lapisan lempung. Dengan kombinasi preloading, air pori diperas keluar selama
konsolidasi dan mengalir lebih cepat pada arah horizontal daripada arah vertikal.
Selanjutnya, air pori tersebut mengalir sepanjang jalur drainase vertikal yang telah
diinstalasi. Oleh karena itu, vertical drain berfungsi untuk memperpendek jalur drainase
dan sekaligus mempercepat proses konsolidasi.

Hasil dari vertikal drain tanpa preeloading

Metode tradisional yang digunakan dalam pemasangan vertical drains ini yaitu
dengan membut lobang bor pada lapisan lempung dan mengisi kembali dengan pasir
yang bergradasi sesuai titik. Ukuran diameternya sekitar 200 - 600 mm dengan panjang
saluran sedalam lebih dari 5 meter. Karena tujuannya untuk memperpendek panjang
lintasan pengaliran, maka jarak antar drainase merupakan hal yang terpenting.
Berikut adalah berbagai tipe vertical drains dengan masing-masing metode instalasinya :

PERKUATAN TANAH DENGAN METODE PVD Page 8


1. Sand drain, metode penginstalan dengan cara penumbukan (driven or vibratory
displacement type). Pembuatan drainase pasir dengan metode ini digunakan
secara luas karena biayanya relatif murah, hanya saja metode seperti ini dapat
merusak struktur tanah atau bahkan mengurangi kuat geser tanah.

2. Sand drain, metode penginstalan dengan cara hollow stem continious-flight


auger (low displacement). Pembuatan drainase pasir dengan metode ini
memakai auger melayang menerus dengan diameter 30 - 50 cm berjarak 2-5 m.
Gangguan yang dihadapi biasanya lebih ke arah rancangan drainase itu sendiri,
bagaimana caranya agar drainase yang dibuat memiliki kapasitas penyaluran air
yang baik. Untuk itu, gradasi pasir harus sesuai dengan keperluan.

3. Sand drain, metode penginstalan dengan cara jetted (non-displacement).


Metode dengan semprotan air (jetted) akan memakan waktu yang cukup lama
khususnya untuk menembus lapisan berbutir kasar. Kedalam untuk drainase tipe
ini umumnya kecil dari 30 m.

4. Prefabricated sand drain, metode penginstalan dengan cara tumbukan,


getaran, auger melayang, pengeboran. Yang membedakan penggunaan drainase
pasir prefabricated yaitu penggunaan bahan kain berisi material filter, lalu
dimasukkan kedalam lubang drainase yang dibuat sebelumnya apakah itu
dengan pengeboran atau caralainnya.

PERKUATAN TANAH DENGAN METODE PVD Page 9


5. Prefabricated band shaped drains, metode penginstalan dengan driven atau
vibratory closed-end mandrel
Istilah lain yang biasanya digunakan untuk tipe ini yaitu prefabricated vertical
drain (PVD), umumnya berbentuk pita (band-shaped) dengan sebuah inti plastik
beralur yang dibungkus dengan selubung filterterbuat dari kertas atau atau
susunan platik tak beranyam (non woven plastic fabric). Ukuran yang biasa
digunakan yaitu lebar 10 cm dan tebal 0.4 cm. Biasanya gangguan yang
disebabkan oleh penggunaan sistem drainase dengan PVD ini lebih kecil
dibanding dengan sistem drainase pasir konvensional.

2.2.1 Jenis Vertical Drain


Pada prinsipnya drainase ini dapat dikatakan menjamin aliran air tanpa hambatan
atau dapat dikatakan kecil ke arah vertikal yaitu ke arah lapisa porus yang berada di atas
muka tanah atau bahkan dua lapisan porus di atas dan di bawah lapisan lunak (berada
dalam tanah) dan juga tidak menimbulkan masalah pada bidang kontak antara tanah
dan drain.

PERKUATAN TANAH DENGAN METODE PVD Page 10


Tipe vertikal drain bergantung pada material yang digunakan dan dibagi menjadi
dua bagian besar, yaitu:
a. Vertikal drain konvensional.
b. Vertikal drain sintesis.
a. Vertikal Drain Konvensional
Tipe ini klasik yang sudah banyak digunakan. Bahan yang digunakan adalah
bahan bergradasi atau pasir (sand drain).
Umumnya terdiri dari pasir atau kerikil yang mempunyai permeabiitas tinggi.
Metode tradisional dalam membuat vertikal drain adalah dengan membuat
lubang bor pada lapisan lempung dan mengurung kembali dengan pasir yang
bergradasi sesuai diameternya sekitar 200 400 mm dan saluran drainasi
tersebut dibuat sedalam lebih dari 30 m. Pasir harus dapat dialiri air secara
efisien tanpa membawa partikel-partikel tanah yang halus.
Drainasi cetakan juga banyak digunakan dan biasanya Iebih murah daripada
drainasi urugan untuk suatu daerah tertentu. Salah satu jenisnya adalah drainasi
prapaket (prepackage drain) yang terdiri dari sebuah selubung filter, biasanya
dibuat dari polypropylene, yang diisi pasir dengan diameter 65 mm. Jenis ini
sangat fleksibel dan biasanya tidak terpengaruh oleh adanya gerakan-gerakan
tanah lateral.

PERKUATAN TANAH DENGAN METODE PVD Page 11


b. Vertikal Drain Sintetik

Ada beberapa macam dari vertikal drain sintetik dan dapat


dikategorikan dalam beberapa kategori (Magnan, 1983) :
a. Vertikal drain sintesis dari bahan karton.
b. Vertikal drain dari bahan plastik.
c. Vertikal drain dari bahan pasir yang dibungkus dengan material sintetik.
d. Vertikal drain dari bahan serabut kelapa.

Vertikal drain sintetik umunya berbentuk strip dan terdiri dari dua
komponen utama yaitu inti plastik yang dibungkus dengan material
geosintesis. Inti plastik berfungsi sebagai penyalur air dan pembungkus
sebagai filter bagi partikel tanah halus. Dibanding dengan vertikal drain dari
bahan pasir (sand drain).

vertikal drain sintesis mempunyai beberapa keuntungan menurut Young


(1997), diantaranya :
1. Gangguan tanah akibat pemasangan lebih kecil.
2. Alat-alat pemasangan lebih ringan.
3. Meniadakan kontrol kualitas pasir dilapangan.
4. Kualitas vertikal drain sintesis lebih seragam.
5. Menjamin jalur drainase yang kontinyu.
6. Kontaminasi partikel halus jauh lebih kecil.
7. Menahan deformasi yag besar tanpa menghilangkan fungsinya.
8. Lebih cepat pemasangannya.
9. Lebih ekonomis.
Karena alasan-alasan tersebut metode sand drain semakin jarang digunakan
dan banyak yang memilih menggunakan vertikal drain jenis sintesis.

2.3 MATERIAL DAN BAHAN


Prefabricated Vertical Drain (PVD) adalah material geokomposit yang terdiri dari
lapisan inti yang terbuat dari polypropylene / polyethylene dan lapisan filter yang terbuat
dari bahan geotekstil spunbond.

PERKUATAN TANAH DENGAN METODE PVD Page 12


Material plastik vertikal drain

Biasa digunakan geotextile non woven


Geo textile (Geotekstil) Non Woven, atau disebut Filter Fabric (Pabrik) adalah
sebuah jenis Geo textile yang tidak teranyam, berbentuk seperti karpet kain. Dan pada
umumnya bahan dasarnya terbuat dari bahan polimer Polyesther (PET) atau
Polypropylene (PP). Cara kerja Geo textile Woven hanya mengandalkan tensil strength,

PERKUATAN TANAH DENGAN METODE PVD Page 13


sehingga tidak mereduksi terjadinya penurunan setempat (differensial settlement)
akibat tanah dasar yang lunak.
Fungsi selanjutnya dari geotextile non woven pada vertical drain berfungsi untuk
mencegah terbawanya partikel-partikel tanah yang ada pada aliran air. Salah satu
kelebihan geo textile non woven adalah dapat membuat air melewati gotextile tetapi
partikel tanah tertahan, hal ini dikarena geotextile non woven memiliki sifat permeable (
tembus air ). Aplikasi sebagai filter biasanya digunakan pada proyek-proyek subdrain
(drainase bawah tanah).

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Preloading dan vertical drain pada dasarnya bertujuan untuk
meningkatkan kekuatan geser pada tanah, mengurangi
kompresibilitas/kemampumampatan tanah, dan mencegah penurunan
(settlement) yang besar serta kemungkinan kerusakan pada struktur bangunan.
Preloading dan vertical drain umumnya digunakan pada tanah dengan daya
dukung yang rendah seperti pada tanah lempung lembek dan tanah organik.
PVD berfungsi untuk mempercepat proses konsolidasi tanah, terutama
pada jenis tanah lempung (clay) atau lanau (silty clay). PVD ditanam secara
vertikal ke dalam tanah untuk mengalirkan air dari lapisan tanah lunak
ke permukaan.
3.2 SARAN
Dalam penulisan tugas ini tidak lepas dari kekurangan dan
ketidaksempurnaan.Oleh karena itu saran yang mendukung sangat penulis harapkan
untuk kesempurnaan penulisan selanjutnya.

PERKUATAN TANAH DENGAN METODE PVD Page 14


DAFTAR PUSTAKA

Das, B.M. 1993. Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis). Erlangga: Jakarta.

http://www.tpks.co.id/about_us

http://rachmadony.blogspot.com/2012/09/teknik-preloading-dan-penggunaan.html

http://prezi.com/bm6iz3f5_wvf/vertikal-drain/

http://www.docstoc.com/docs/21320876/KOMBINASI-PRELOADING-DAN-
PENGGUNAAN-PRE-FABRICATED-VERTICAL-DRAINS

http://fabrimetricsphils.com/main/page_products_prefabricated_vertical_drain_pvd.ht
ml

http://www.americanwick.com/products/product_cat_detail.cfm?prod_cat_id=8

http://www.hbwickdrains.com/WhatWeDo/WickDrains/default.aspx

http://www.civilmastergroup.com/ge_PVD.html

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0266114411001233

http://thesis.binus.ac.id/Doc/Bab2HTML/2010200448SPbab2/page41.html

http://geosyntheticsindonesia.blogspot.com/

http://www.ptgsi.com/id_description.php?id=pvd

PERKUATAN TANAH DENGAN METODE PVD Page 15