Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH PENGAUDITAN INTERNAL

Sampling

OLEH :

Arfandi NIM : 16043126

Arif Four Nanda NIM : 16043128

Atikah Juliani Putri NIM : 16043129

Azhari Pratama NIM : 16043130

Cakra Eka Putra NIM : 16043132

PRODI S1 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2017
BAB I
PENDAHULUAN
Sampling adalah proses menerapkan prosedur-prosedur audit pada sampel
yang merupakan bagian dari keseluruhan populasi guna mengambil
kesimpulan mengenai total populasi. Teori sampling mengasumsikan
bahwa kualitas yang dimiliki sampel yang representatif bisa
diperhitungkan ke populasi.
Sampling, pada hakikatnya, adalah proses mempelajari keseluruhan
dengan menelaah hanya sedikit. Pada saat yang sama, dengan sampling
auditor harus menerima risiko bahwa sampel yang dipilih tidak benar-
benar mencerminkan populasi; yakni, bahwa karakteristik yang
diproyeksikan dari sampel tidak sama dengan yang akan ditentukan jika
keseluruhan populasi atau sampel dalam jumlah yang lebih besar diaudit.
Pemilihan Sampel

Saat auditor memilih sampel, mereka bisa mengambil paling tidak dua
jalur, Jalur pertama mengarah ke sampel terarah (directed sample); yang
kedua merupakan sampel acak (random sample).

Sampel terarah atau sampel bertujuan digunakan bila auditor


mencurigai adanya kesalahan serius atau manipulasi dan ingin
mendapatkan bukti untuk mendukung kecurigaan mereka atau menemukan
sebanyak mungkin hal yang mencurigakan. Proses ini tidak ada kaitannya
dengan sampling statistik, jadi murni merupakan pekerjaan mendeteksi.

Sampel acak berupaya mencerminkan populasi, tempat diambilnya


sedekat mungkin. Bila auditor mengambil sampel acak, mereka mencoba
mengambil gambar, berupa miniatur, dari catatan atau data dalam jumlah
sangat besar yang membentuk populasi tempat sampel dipilih.
BAB II
PEMBAHASAN
Sampling statistik memungkinkan auditor internal mengukur risiko
pengambilan sampel yaitu risiko bahwa suatu sampel tidak mencerminkan
populasi. Untuk mengukur risiko tersebut secara statistik maka pemilihan sampel
haruslah acak.
Sampling nonstatistik tidak memungkinkan auditor untuk mengukur risiko
pengambilan sampel secara objektif, karena setiap unit populasi tidak memiliki
peluang yang sama atau terpilih. Namun, sampling nonstatistik bisa bernilai untuk
rancangan sampling terarah (bertujuan) atau bentuk lain dari sampling
menggunakan pertimbangan.
Penarikan Sampel
Ada beberapa aturan pengambilan sampel representatif. Berikut ini tiga
prinsip dasar pemilihan yang berlaku dalam prosedur sampling :
1. Kenali populasi Anda karena kesimpulan audit bisa didasarkan semata-
mata dari sampel yang diambil dari populasi tersebut.
2. Defenisikan unit sampling sesuai tujuan-tujuan audit.
3. Biarkan setiap unit sampel dalam populasi memiliki peluang yang sama
(atau peluang tertentu) untuk dipilih.
Jika tiga prinsip di atas dilanggar, maka pengujian tersebut dipertanyakan dasar-
dasar teknisnya, dan kesimpulan dibuat tanpa dukungan yang objektif.
Sampling Nomor Acak
Sampling nomor acak (random number sampling) umumnya dianggap
paling tepat menghasilkan sampel yang representatif. Sampling dengan
cara ini menggunakan algoritma komputer atau tabel angka yang secara
ilmiah telah diacak. Algoritma atau tabel tersebut memberikan
keyakinan penuh bahwa setiap unit dalam populasi memiliki kesempatan
yang sama untuk dipilih. Banyak tabel seperti ini telah dikompilasi.

Sampling nomor acak kadang-kadang bisa sulit digunakan. Dokumen


mungkin tidak bernomor atau tidak bisa segera diidentifikasi, atau nomor
identifikasi yang diberikan mungkin agak panjang; sehingga hampir tidak
mungkin untuk memasang digit acak dengan nomor identifikasi.
Sampling Interval

Beberapa auditor menggunakan sampling interval kadang-kadang disebut


sebagai sampling sistematis.

Sampling interval (interval sampling) berarti memilih sampel pada interval.


Metode ini relatif sederhana tetapi dalam menggunakannya auditor harus
mengingat prinsip-prinsip pemilihan dasar: Karena opini audit bisa hanya
didasarkan dari populasi yang diambil sampelnya, jangan sampai populasinya
tidak lengkap.

Sampling interval merupakan teknik pemilihan paling sederhana untuk digunakan


dan jika digunakan secara cermat, dapat memberikan keyakinan yang memadai
bahwa sampel telah dipilih secara acak.

Sampling Acak Terstratifikasi

Sampling terstratifikasi (stratified sampling) menyusun populasi sehingga


memberikan efisiensi sampling yang lebih besar. Jika digunakan dengan tepat,
sampling terstratifikasi akan menghasilkan varians yang lebih kecil dalam sampel
tersebut dibandingkan sampling acak sederhana.

Dalam sampling terstratifikasi kita memisahkan populasi ke dalam dua atau lebih
tingkatan dan kemudian mengambil sampel dari masing-masing tingkatan.

Bila populasi telah distratifikasi, unit sampel bisa dipilih melalui sampling nomor
acak atau sampling interval tergantung keadaan.

Sampling Kelompok

Sampling kelompok (cluster sampling), juga disebut sampling terkotak-kotak


(block sampling), mengakui ketidaksempurnaan dalam hidup. Kadang kala
dokumen atau catatan yang akan disampel terlalu menyebar atau terpencar
sehingga memakan waktu dan biaya untuk menggunakan sampling nomor acak
sederhana.

Seperti namanya, sampling kelompok dilakukan dengan memilih acak unit-unit


dalam kelompok, lalu kelompok itu sendiri diperiksa secara keseluruhan atau
diambil sampel. Bila diambil sampel lagi maka disebut sampling bertahap
(multistage sampling). Selama pemilihan dalam tiap tahap dilakukan secara acak
pertama kelompoknya lalu, jika perlu, unit-unit dalam kelompok tidak ada aturan
yang dilanggar, setiap unit telah diberikan kesempatan yang sama untuk terpilih.

Sampling Sembarangan

Sampling sembarangan (haphazard sampling) merupakan pemilihan sampel


tanpa memerhatikan bias atas karakteristik unit sampel. Misalnya, dalam
sampling sembarangan atas faktur-faktur, auditor akan mengambil dokumen apa
pun yang tersedia dan mengabaikan informasi seperti nomor faktur, pelanggan,
lokasi penjualan, jumlah unit yang dijual, dan lain-lain. Sampling sembarangan
merupakan pendekatan yang mudah, bukan yang beralasan.

Sampling Menggunakan Pertimbangan


Sampling menggunakan pertimbangan (judgment sampling) merupakan
pemilihan unit sampel berdasarkan alasan pribadi atau kecurigaan auditor.
Misalnya, seorang auditor bisa saja hanya memeriksa faktur-faktur yang
diperiksa oleh staf bagian utang usaha yang baru bekerja. Atau auditor
mungkin berkonsentrasi pada faktur-faktur barang dan jasa yang dikirimkan
langsung ke departemen pengguna tanpa melalui proses pemeriksaan normal.
Ukuran Sampel

Ukuran sampel bisa ditentukan menggunakan pertimbangan atau model statistik,


tergantung tujuan audit. Dalam banyak situasi audit, sampel audit yang besar atau
ukuran sampel yang ditentukan secara statistik tidak diperlukan. Sering kali,
setelah survei pendahuluan, auditor mungkin sangat terkesan dengan sistem
kontrol dan pengelolaan aktivitas sehingga mereka merasa puas dengan
pemeriksaan unit-unit yang dipilih untuk meyakinkan diri mereka sendiri bahwa
sistem tersebut memang beroperasi.

Teori Sampling Statistik


Auditor harus memahami bahwa saat mereka melakukan sampling, yang
mereka cari adalah estimasi yang andal, bukan jawaban yang pasti. Hal ini
membawa kita ke dua konsep penting untuk memahami sampling secara
ilmiah: tingkat keyakinan dan ketepatan.
Tingkat keyakinan (confidence level), disebut juga tingkat keandalan
(reliability level), adalah tingkat keyakinan kita bahwa estimasi
berdasarkan sampel yang diambil secara acak akan berada pada kisaran
tertentu. Suatu tingkat keyakinan biasanya dinyatakan dalan persentase.
Ketepatan (precision), disebut juga interval keyakinan (confidence
interval), adalah kisaran estimasi karakteristik populasi akan berada pada
tingkat keyakinan tertentu.

Satu faktor lain yang memengaruhi ukuran sampel adalah tujuan audit
apa yang ingin dicari oleh auditor melalui pengujiannya. Tujuan tersebut
mungkin membutuhkan salah satu rancangan berikut:

Sampling atribut (sampling for attributes). Menentukan seberapa


banyak.

Sampling berhenti-dan-lanjut (stop-and-go sampling). Merupakan


pendekatan sampling yang ekonomis.

Sampling penemuan (discovery sampling). Mencari suatu hal yang


mencurigakan.

Sampling variabel (variable sampling). Menentukan seberapa banyak.

Sampling satuan dolar (dollar-unit sampling). Merupakan gabungan dari


sampling atribut dan sampling variabel.

Pertimbangan (judgment). Jika hasil sampel dikaitkan dengan


keseluruhan populasi.

Teknik-teknik Sampling Variabel

Ada tiga rancangan sampling variabel klasik yang digunakan untuk


menghitung estimasi populasi:

1. Rata-rata per unit. Dengan metode ini, auditor menghitung nilai audit
rata-rata dan mengalikan nilai rata-rata per unit populasi untuk
mengestimasi saldo piutang usaha yang benar. Metode ini disebut juga
perluasan sederhana (simple extension).
2. Estimasi perbedaan. estimasi perbedaan bisa sesuai untuk kondisi-kondisi
berikut ini:
Terdapat cukup banyak kesalahan dalam populasi untuk menghasilkan
estimasi sampel yang andal dan perbedaan tersebut tidak proporsional
terhadap nilai buku tercatat.
3. Estimasi Rasio. Estimasi rasio serupa dengan estimasi perbedaan dan tepat
digunakan bila perbedaan tersebut hampir proporsional terhadap nilai
buku.
Sampling Variabel Rumus & Sampling Satuan Dolar (Sampling
Satuan Uang)

Sampling variabel rumus, seperti halnya sampling atribut, rumus yang cukup
sederhana bisa digunakan untuk menentukan ukuran sampel dan ketepatan
(kesalahan sampling).

Sampling Satuan Dolar (Sampling Satuan Uang)

Auditor internal memiliki banyak model sampling statistik. Sampling


atribut dan sampling variabel sering disebut model sampling statistik yang
bersifat klasik.
Metode ini disebut probabilitas proporsional terhadap ukuran (probability
proportional to size PPS), pada hakikatnya merupakan prosedur pemilihan
sampel. Prosedur ini disebut juga sampling satuan dolar (dollar-unit sampling
DUS), yang merupakan pendekatan statistik yang uni berdasarkan proses
pemilihan PPS.

Istilah lain untuk metode ini adalah sampling satuan uang (monetary unit
sampling MUS), sampling jumlah uang kumulatif (cumulative monetary
amount CMA), sampling variabel atribut gabungan (combined attributes
variables CAV), dan sampling yang proporsional terhadap ukuran
(sampling proportionate to size SPS).

Kelebihan
Bisa diterapkan ke sek elompok akun, karena unit-unit sampling (dolar)
besifat homogen.
Merupakan model yang efisien untuk menetapkan bahwa populasi dengan
tingkat kesalahan yang rendah tidak mengandung salah saji material.
Kekurangan
Mensyaratkan populasi untuk ditotal secara kumulatif guna
mengidentifikasi gunu mengidentifikasi jumlah dolar acak yang dipilih.
Kelemahan ini biasanya bisa diatasi oleh paket peranti lunak komputer.
Sampling Menggunakan Pertimbangan

Sampling menggunakan pertimbangan biasanya kurang diperhatikan saat para ahli


statistik membicarakannya tetapi auditor telah menggunakannya sejak dulu kala
dan tetap merasa bahwa metode ini memberi tanda-tanda tidak diperlukan atau
diinginkannya sampling statistik.

Sampling menggunakan pertimbangan memiliki tempat tersendiri, namun auditor


harus mengetahui keterbatasannya. Bila tujuan audit telah dipenuhi dengan
sampling menggunakan pertimbangan, maka tidak ada alasan yang valid untuk
memaksakan diri menambahkan pengujian statistik.

Sampling Statistik dan Sampling Nonstatistik

Auditor internal yang memilih menggunakan penggunaan sampel audit bisa


memilih sampling statistik, sampling nonstatistik, atau gabungan keduanya.
Proses pemilihan pada intinya merupakan hasil dari pertimbangan biaya manfaat
dan tidak memengaruhi prosedur audit yang dilakukan.

Dibutuhkan dua kriteria untuk menggolongkan pendekatan sampling sebagai


pendekatan yang bersifat statistik: (1) Unit-unit sampling harus dipilih secara
acak; (2) Unit-unit tersebut harus dievaluasi secara kuantitatif melalui penerapan
teori probabilitas.

Sampling Statistik
Kelebihan
Memberikan kesempatan untuk memilih ukuran sampel minimum yang
diperlukan untuk memenuhi tujuan-tujuan pengujian audit.
Memberikan pernyataan kuantitatif atas hasil-hasil sampel
Memberikan ukuran kuantitatif atas risiko sampling
Memberikan ukuran kecukupan bukti yang diperoleh
Kekurangan
Memerlukan pemilihan sampel acak yang mungkin lebih menghabiskan
biaya dan waktu
Bisa menimbulkan masalah dalam penetapan korelasi antara angka-angka
acak yang dipilih dan unit dalam populasi jika tidak dikelola dengan baik
Sampling Nonstatistik
Kelebihan

Memungkinkan auditor menggunakan pertimbangan subjektif dalam


menentukan ukuran sampel dan proses pemilihan unit-unit bernilai dan
berisiko tinggi

Bisa dirancang untuk seefektif dan seefisien sampling statistik tetapi biayanya
lebih rendah

Kekurangan

Tidak bisa diambil rujukan statistik yang valid atas hasil-hasil sampel
Tidak bisa mengukur dan menyatakan risiko sampling secara kuantitatif

Memiliki risiko melakukan audit secara berlebihan bahkan kekurangan

Mengevaluasi Hasil-hasil Sampel

Auditor internal tidak bisa hanya memberikan hasil-hasil matematis dari sampel
yang mereka ambil. Memang, hasil-hasil seperti ini akan memberikan keyakinan
terukur bahwa sampel yang diambil merupakan miniatur dari populasi yang
diaudit. Hasil hasil tersebut akan memberi mereka estimasi yang objektif
mengenai jumlah kesalahan dalam populasi atau nilai sebenarnya dari populasi.
Tetapi sebenarnya bukan ini yang diperlukan manajemen.

Proporsi Populasi
Auditor mungkin memiliki waktu untuk mengestimasi proporsi populasi
yang memiliki sifat-sifat tertentu. Rumus deviasi standar distribusi binominal
bisa langsung digunakan auditor untuk menentukan batas keyakinan dengan
tingkat akurasi yang secara wajar diterima, dan dua rumus yang digunakan
adalah ukuran populasi diketahui, dan ukuran populasi yang tidak diketahui.
Populasi yang diketahui
Mencerminkan proporsi yang relatif tinggi terhadap sampel
Populasi yang tidak diketahui
Sangat sulit untuk menentukan apakah sampel yang diambil handal atau
tidak, dan dapat digunakan untuk menentukan apakah sampel memadai
atau tidak

DAFTAR PUSTAKA

Sawyer, Lawrence B, Dittenhofer Mortimer A, Scheiner James H, 2005, Internal


Auditing, Buku 2 Diterjemahkan oleh : Desi Adhariani, Jilid 1, Edisi 5, Salemba Empat :
Jakarta