Anda di halaman 1dari 46

MATA KULIAH

PERMUKIMAN PESISIR & KEPULAUAN

LAPORAN HASIL SURVEY


PENGARUH VEGETASI TERHADAP TATA LETAK RUMAH
DI PESISIR PANTAI BAHARI, JENEPONTO

Disusun Oleh:
ANDI ARNITA DWI DESTRINA

D51114030

JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2017
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Vegetasi merupakan salah satu aspek dari elemen Nature (Alam) dalam
suatu permukiman. Vegetasi diartikan sebagai bagian hidup yang tersusun dari
tetumbuhan yang menempati suatu ekosistem. Wilayah permukiman Pantai Bahari
terdiri atas area permukiman segmen daratan dan juga segmen perairan/pesisir
pantai. Vegetasi pantai di kawasan pesisir Pantai Bahari, Jeneponto memiliki
populasi yang menyebar di dua segmen tersebut. Adapun kondisi vegetasi tersebut
cukup mempengaruhi keberadaan bangunan yang ada disekitarnya. Konsep
vegetasi dapat memberikan manfaat untuk kenyamanan termal ataupun sebagai
pelindung bagi bangunan disekitarnya, pengarah jalan ataupun pagar.
Olehnya itu dengan menganalisa pengaruh dari vegetasi tersebut diharapkan
peran vegetasi dapat bermanfaat bagi keberlangsungan permukiman masyarakat
lokal di kawasan pesisir Pantai Bahari tersebut. Selain itu, dibutuhkan rehabilitasi
dan rekonstruksi/perbaikan terkait penataan pola vegetasi yang berkonsep sesuai
tata letak rumah di kawasan tersebut. Dengan adanya penerapan konsep vegetasi
tersebut maka proses pemilihan jenis/macam vegetasi yang ada harus sesuai
kriteria dan fungsinya. Selanjutnya didapatkan hasil prosentasi jenis vegetasi di
beberapa lokasi yang cocok di kawasan pesisir Pantai Bahari.

1.2 RUMUSAN MASALAH

a. Bagaimana tata letak rumah dan pengaruhnya terhadap jenis/macam


vegetasi yang terdapat di kawasan pesisir Pantai Bahari?
b. Apakah terdapat perbedaan fungsi dari tiap vegetasi yang berada di kawasan
segmen daratan dan perairan Pantai Bahari?
c. Apakah dari jenis vegetasi sudah sesuai dengan fungsinya serta dapat
memberikan manfaat tersendiri bagi kelangsungan hidup masyarakat peisisir
di kawasan Pantai Bahari?

1
1.3 TUJUAN

a. Untuk mengetahui pengaruh dari jenis/macam vegetasi terhadap tata letak


rumah di kawasan pesisir Pantai Bahari
b. Untuk mengetahui perbedaan fungsi dari jenis/macam vegetasi yang berada
di kawasan segmen daratan dan perairan Pantai Bahari
c. Untuk mengetahui jenis vegetasi yang sesuai dengan fungsinya serta
memiliki manfaat tersendiri bagi kelangsungan hidup masyarakat pesisir di
kawasan Pantai Bahari

1.4 MANFAAT/URGENSI

a. Bagi penulis: meningkatkan pengetahuan mengenai pengaruh dari vegetasi


terhadap tata letak rumah di kawasan pesisir Pantai Bahari, Jeneponto.
b. Bagi masyarakat pesisir: meningkatkan derajat kesejahteraan dan kualitas
lingkungan sekitar sebagai pendukung keberlangsungan permukiman
masyarakat pesisir Pantai Bahari.
c. Bagi arsitek dan pemerintah: meningkatkan peran arsitek dan pemerintah
serta kepekaan dalam memperbaiki taraf kehidupan masyarakat kawasan
pesisir.

1.5 METODE PENULISAN

Metode yang digunakan dalam penulisan laporan ini ialah data kualitatif
berupa analisis-deskriptif. Analisis merupakan sebuah aktivitas berfikir untuk
menguraikan suatu permasalahan secara menyeruluh dari data-data yang telah di
kumpulkan sehingga dapat ditarik menjadi sebuah informasi baru (berupa
kesimpulan analisis).

2
Sedangkan deskriptif merupakan salah satu kaidah upaya pengolahan data
menjadi sesuatu yang dapat di utarakan secara jelas dan tepat dengan tujuan agar
dapat di mengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri. Jadi
metode penelitian analisis-deskriptif adalah sebuah metode penelitian yang
dilakukan dengan cara menguraikan dan menganalisa data dan fakta yang telah di
kumpulkan dan menerangkannya menjadi sebuah paragraf deskripsi agar mudah
dipahami dan di mengerti oleh orang lain.

Adapun data kualitatif yang diperoleh yakni berasal dari data primer yaitu
observasi dan wawancara yang dilakukan di lokasi survey yang bertempat di
Kelurahan Pantai Bahari, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto. Adapun
pengumpulan data sekunder berupa literatur dari studi pustaka, baik buku maupun
internet yang berkaitan dengan vegetasi dan pengaruhnya terhadap tata letak
rumah di kawasan pesisir Pantai Bahari.

3
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 TINJAUAN TENTANG PERMUKIMAN PESISIR

2.1.1 Pengertian Permukiman

Pengertian dasar permukiman dalam Undang-Undang No.1 tahun 2011


adalah bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan
perumahan yang mempunyai prasarana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai
penunjang kegiatan fungsi lain dikawasan perkotaan atau kawasan perdesaan.
Permukiman merupakan satuan ruang yang dibentuk oleh 5 elemen: nature, shells,
network, dan melibatkan adanya jalinan ekonomi, sosial, politik dan budaya yang
terkait dengan perikehidupan dan penghidupan (man and society) di dalamnya.

2.1.2 Pengertian Pesisir

Adapun pengertian mengenai kawasan pesisir, Menurut Suprihayono (2007)


wilayah pesisir adalah wilayah pertemuan antara daratan dan laut ke arah darat
wilayah pesisir meliputi bagian daratan, baik kering, maupun terendam air, yang
masih dipengaruhi oleh sifat-sifat laut seperti pasang surut, angin laut, dan
perembesan air asin. Sedangkan ke arah laut wilayah pesisir mencakup bagian laut
yang masih dipengaruhi oleh proses alami yang terjadi di darat seperti sedimentasi
dan aliran air tawar, maupun yang disebabkan karena kegiatan manusia di darat
seperti penggundulan hutan dan pencemaran.

Untuk batasan wilayah pesisir itu sendiri, menurut UU No. 27 Tahun 2007
batasan wilayah pesisir, kearah daratan mencakup wilayah administrasi daratan
dan kearah perairan laut sejauh 12 (dua belas) mil laut diukur dari garis pantai ke
arah laut lepas dan/atau kearah perairan kepulauan.

Dari kedua pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan permukiman


pesisir adalah suatu lingkungan hunian yang letak wilayahnya berada di wilayah
peralihan antara ekosistem darat dan laut yang saling berinteraksi, dan dapat
menjadi lingkungan bahari yang paling produktif dengan sumber daya maritim

4
utamanya seperti hutan bakau (mangrove), terumbu karang (coral reefs), padang
lamun (sea grass beds), estuaria, daerah pasang surut dan laut lepas serta sumber
daya yang tak dapat diperbaharui lainnya seperti minyak bumi dan gas alam.
2.1.3 Ciri-Ciri Atau Karakteristik Permukiman Pesisir

Adapun ciri-ciri atau karakteristik permukiman wilayah pesisir yaitu:

a. Wilayah yang sangat dinamis dengan perubahan-perubahan biologis,


kimiawi dan geologis yang sangat cepat.
b. Tempat dimana terdapat ekosistem yang produktif dan beragam dan
merupakan tempat bertelur, tempat asuhan dan berlindung berbagai jenis
spesies organisme perairan.
c. Ekosistemnya yang terdiri dari terumbu karang, hutan bakau, pantai dan
pasir, muara sungai, lamun dan sebagainya yang merupakan pelindung alam
yang penting dari erosi, banjir dan badai serta dapat berperan dalam
mengurangi dampak polusi dari daratan ke laut.
d. Sebagai tempat tinggal manusia, untuk sarana transportasi, dan tempat
berlibur atau rekreasi.

2.2 TINJAUAN TENTANG JENIS VEGETASI DI PESISIR PANTAI

Ekosistem kawasan pesisir pantai merupakan suatu ekosisitem lingkungan


yang unik dan cenderung mengalami perubahan. Karena merupakan tempat
pencampuran pengaruh antara darat, laut, dan udara (iklim). Wilayah pesisir
khususnya perairan Eustraria yakni Indonesia memiliki potensi tingkat kesuburan
yang tinggi, kaya akan unsur hara dan menjadi sumber zat organik yang penting
dalam rantai makanan di laut.

Menurut fungsinya, wilayah pesisir merupakan zone penyangga (buffer


zone) bagi hewan-hewan migrasi. Klasifikasi wilayah pesisir menurut komunitas
hayati adalah ekosistem litoral (pantai pasir dangkal, pantai batu, pantai karang,
dan pantai lumpur), hutan payau, vegetasi terna rawa payau, hutan rawa air tawar
dan hutan rawa gambut (Henny, 2003).

Vegetasi di kawasan pesisir pantai umumnya disebut juga dengan vegetasi


hutan pantai. Adapun pengertian vegetasi hutan pantai yaitu kelompok
tetumbuhan yang menempati daerah interdal mulai dari daerah di bagian dalam

5
pulau atau daratan, dimana masih terdapat pengaruh laut. Fungsi dari vegetasi
hutan pantai itu sendiri, yaitu: menjaga stabilitas ekosistem pesisir, seperti
melindungi pantai atau untuk meredam hempasan gelombang tsunami, mencegah
terjadinya abrasi pantai, melindungi ekosistem darat dari terpaan angin dan badai,
mencegah intrusi air laut, pengendali erosi, serta sebagai habitat berbagai satwa
atau flora dan fauna. Selain itu, hutan pantai juga sebagai pengendali pemanasan
global, penghasil bahan baku industry kosmetik, biodiesel dan obat-obatan serta
penghasil bioenergi (Tuheteru dan Mahfudz, 2012).

Dalam suatu permukiman umumnya ditiap kawasan dibutuhkan ruang


terbuka hijau (RTH) sebagai pembatas pertumbuhan permukiman atau aktivitas
lainnya agar tidak mengganggu kelestarian pantai. Pemilihan vegetasi
mengutamakan vegetasi yang berasal dari daerah setempat. Berikut ialah beberapa
kriteria jenis vegetasi yang sesuai ditanam di kawasan pesisir pantai yaitu:

a. Merupakan tanaman lokal yang sudah teruji ketahanan dan kesesuaiannya


tehadap kondisi pantai tersebut;
b. Sistem perakaran yang kuat sehingga mampu mencegah abrasi pantai,
tiupan angin dan hempasan gelombang air pasang;
c. Batang dan sistem percabangan yang kuat;
d. Toleransi terhadap kondisi air payau;
e. Tahan terhadap hama dan penyakit tanaman;
f. Bakau merupakan tanaman yang khas sebagai pelindung pantai.

Formasi Hutan Mangrove sangat baik sebagai peredam ombak dan dapat
membantu proses pengendapan lumpur. Beberapa jenis tumbuhan di ekosistem
mangrove antara lain: Avicenia spp, Sonneratia spp, Rhizophora spp, Bruguiera
spp, Lumnitzera spp, Excoecaria spp, Xylocarpus spp, Aegiceras sp, dan Nypa sp.

Secara umum, vegetasi atau kelompok tumbuhan yang tumbuh di daerah


interdal atau daerah dekat laut yang memiliki salinitas cukup tinggi, dapa dibagi 3
(Noor et al, 1999), antara lain yaitu:

a. Mangrove Sejati : adalah merupakan kelompok tumbuhan yang secara


morfologis, anatomis dan fisiologis telah menyesuaikan diri untuk hidup di
daerah sekitar pantai. Mangrove tumbuh pada substrat berpasir, berbatu dan

6
terutama berlumpur. Ciri khas dari kelompok tumbuhan ini adalah adanya
modifikasi akar yang sangat spesifik untuk mengatasi kekurangan oksigen,
sebagai penopang pada substrat yang labil, memiliki kelenjar khusus untuk
mengeluarkan kelebihan garam serta memiliki daun berkutikula tebal untuk
mengurangi penguapan. Jenis tumbuhan ini didominasi oleh generasi
Rhizophora, Avicenia, Brugueira, Sonneratia.

Gambar 1 | Jenis Mangrove Sejati tipe Bakau (Rhizophora sp.)


(Sumber: http://ferrytheexplorer.blogspot.co.id/2012/07/hutan-bakau-atau-hutan-mangrove.html
diakses 05/04/2017)

Gambar 2 | Jenis Mangrove Sejati tipe Nypa Fruticans


(Sumber: http://mangrovejogjakarta.com/mengenal-lebih-dekat-ekosistem-mangrove-baros-bantul/
diakses 05/04/2017)

b. Mangrove Ikutan (Associated Mangrove) : adalah kelompok tumbuhan yang


ditemukan tumbuh bersama-sama dengan komunitas mangrove, tetapi tidak
termasuk mangrove karena tumbuhan ini bersifat lebih kosmopolit dan
memiliki kisaran toleransi yang besar terhadap perubahan faktor fisik

7
lingkungan seperti suhu, salinitas dan substrat . Jenis tumbuhan yang
tergolong mangrove ikutan misalnya : waru laut, pandan, ketapang, jeruju
dan lain-lain.

Gambar 3 | Jenis Mangrove Ikutan tipe Pandan dan Waru


(Sumber: http://mangrovejogjakarta.com/mengenal-lebih-dekat-ekosistem-mangrove-baros-bantul/
diakses 05/04/2017)
c. Vegetasi pantai Non Mangrove : vegetasi pantai non mangrove umumnya
banyak ditemukan pada daerah pantai dengan substrat yang didominasi oleh
pasir. Kelompok tumbuhan ini dicirikan oleh adanya zonasi bentuk
pertumbuhan (habitus) secara horizontal dari daerah intertidal ke arah darat
yang terdiri dari : tumbuhan menjalar, semak, perdu dan pohon. Semakin ke
darat, keragaman jenis dan habitus pohon akan semakin besar. Jenis vegetasi
ini umumnya terdiri dari : tapak kambing, rumput angin, santigi, ketapang,
cemara laut dan kelapa. Tumbuhan ini membentuk zonasi yang khas.

Gambar 4 | Jenis Vegetasi Non Mangrove yang umumnya ditemukan rumput angin, pohon kelapa,
ketapang, dan sebagainya
(Sumber: http://ilonghe-jupriadi.blogspot.co.id/2011/02/jenis-jenis-vegetasi.html diakses
05/04/2017)

8
Adapun secara khusus, vegetasi atau kelompok tumbuhan yang hidup di
area pesisir baik wilayah daratan maupun perairan, antara lain yaitu:

a. POHON KAYU CINA


Pohon kayu cina juga dikenal dengan nama
pohon kudo, Banyak nama yang dipakai untuk
menyebut pohon ini , seperti di daerah Sulawesi
Selatan ada yang menyebut dengan nama
"Tamatte", "Kayu Cina", dan "Kayu Jawa. Selain
itu, pohon ini juga umumnya disebut dengan
pohon jaran. Tanaman ini sering dimanfaatkan
sebagai pagar hidup yaitu dengan memotong
sekitar 1,5 meter sampai 2 meter batang/cabang
pohon kayu jaran, bersihkan daunnya dan tinggal
tanam atau tancapkan ditempat yang diinginkan.
Kayu jaran ini umumnya hanya
dimanfaatkan sebagai kayu bakar karena sifat
kayunya yang tidak keras. Tanaman yang punya
nama ilmiah Lannea coromandelica ini masuk
dalam famili Anacardiaceae yang artinya satu keluarga dengan pohon mangga.
Nama internasionalnya adalah Indian Ash Tree, dan diperkirakan berasal dari
daerah india kemudian menyebar luas sampai indonesia.

[Manfaat Pohon Kayu Cina :

Manfaat untuk lingkungan : sebagai pohon penghijauan yang sangat bagus


dan cepat pertumbuhannya sehingga dapat mengurangi polusi.
Manfaat untuk Kuliner : dengan memanfaatkan daun pohon jaranan untuk
mengurangi rasa pahit saat anda memasak daun pepaya.
Manfaat untuk kesehatan : pucuk daun dari pohon ini ampuh untuk penawar
bisa (racun) binatang berbisa, seperti ular atau gigitan serangga. Selain itu
untuk obat mata alami.
Manfaat Kulit Batang : untuk obat alami luka sayat. selain itu juga untuk obat
sakit gigi dengan memanfaatkan kambium dari batang kayu jaran.

9
b. POHON MANGGA
Mangga atau mempelam adalah nama
sejenis buah, demikian pula nama pohonnya.
Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera, yang
terdiri dari 35-40 anggota dan suku Anacardiaceae.
Nama ilmiahnya adalah Mangifera indica.

Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat


tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk
kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang
mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga
bisa mencapai tinggi 1040 m. Berasal dari sekitar
perbatasan India dengan Burma, mangga telah menyebar ke Asia Tenggara
sekurangnya semenjak 1500 tahun yang silam. Buah ini dikenal pula dalam
berbagai bahasa daerah, seperti pelem atau poh.

Manfaat Pohon Mangga:

Manfaat Biji : Biji mangga ternyata juga bagus untuk pengobatan diare. Hasil
riset Christina Engels, peneliti dari Universitas Alberta di Kanada
menunjukkan biji mangga dapat disulap jadi pengawet makanan alami.
Manfaat Daun: Daun mangga muda, untuk mengatasi asam urat.
Selain itu, juga sebagai obat diabetes.
Manfaat Kulit : sebagai obat cacing bagi anak-anak serta juga untuk
membantu melancarkan peredaran darah manusia, mencerahkan kulit wajah
dan mengusir jerawat plus meremajakan. Selain itu juga sebagai pupuk
kompos dengan meletakkannya di bagian dasar tanah tempat tanaman.
Manfaat Buah : sebagai Antioksidan Tubuh; untuk menjaga kesehatan Gigi
dan Gusi; mengandung Kalium menurunkan resiko stroke; menumpas
Kanker; serta baik untuk pencernaaan, kesehatan mata, mulut, dan
tenggorokan; menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya radang
kulit, influenza, asma, gangguan pengelihatan, gusi berdarah, radang
tenggorokan, dan sebagainya.

10
c. POHON SIRSAK
Sirsak atau nangka belanda, atau durian belanda
(Annona muricata L.) adalah tumbuhan yang berasal
dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan.
Penyebutan "belanda" dan variasinya menunjukkan
bahwa sirsak (dari bahasa Belanda: zuurzak, berarti
"kantung asam") didatangkan oleh pemerintah
kolonial Hindia Belanda ke Nusantara, yaitu pada
abad ke-19, meskipun bukan berasal dari Eropa.

Tanaman ini ditanam secara komersial untuk


diambil daging buahnya.Tumbuhan ini dapat tumbuh
di sembarang tempat, paling baik ditanam di daerah
yang cukup berair. Pohon sirsak bisa mencapai tinggi 9 meter. Di Indonesia sirsak
dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 1000 m dari permukaan laut.

Manfaat Pohon Sirsak :

Daun sirsak bermanfaat untuk kecantikan dan kesehatan, menguatkan saraf,


mengatasi diabetes, melawan kanker, mengobati wasir, asam urat,
menurunkan kolestrol, menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi),
menghambat virus, obat luka luar, sakit punggung, meredakan nyeri otot, obat
demam, membunuh cacing parasit, serta mengatasi rematik.
Buah sirsak sering dimanfaatkan untuk bahan baku jus minuman serta es
krim.
Biji sirsak beracun, namun dapat digunakan sebagai insektisida alami
sebagaimana biji srikaya.

d. POHON SRIKAYA
Srikaya (Annona squamosa), adalah tanaman yang tergolong ke dalam
genus Annona yang berasal dari daerah tropis. Buah srikaya berbentuk bulat
dengan kulit bermata banyak (serupa sirsak). Daging buahnya berwarna putih.
Termasuk semak semi-hijau abadi atau pohon yang meranggas mencapai 8 m
tingginya. Daunnya berselang, sederhana, lembing membujur, 7-12 cm
panjangnya, dan berlebar 34 cm. Bunganya muncul dalam tandan sebanyak 3-4,

11
tiap bunga berlebar 23 cm, dengan enam daun bunga/kelopak, kuning-hijau
berbintik ungu di dasarnya. Buahnya biasanya bundar atau mirip kerucut cemara,
berdiameter 610 cm, dengan kulit berbenjol dan bersisik. Daging buahnya putih,
menyerupai dan memiliki rasa seperti podeng.
Manfaat Pohon Srikaya :

Manfaat Buah : Kandungan vitamin B6 dalam


buah srikaya dapat mencegah terjadinya
penumpukan hemosistein untuk penyakit
jantung. Selain kaya akan vitamin B dan
vitamin C, juga kaya kandungan niasin untuk
menurunkan kadar kolestrol dalam tubuh.
Selain itu, juga mengandung tinggi serat,
sehingga baik dikonsumsi bagi penderita
konstipasi dan dapat memperlambat laju
penyerapan gula darah sehingga dapat
mencegah diabetes. Serta memiliki kandungan
asam folat sehingga ibu hamil dapat mengkonsumsi buah berbiji ini.
Manfaat biji: untuk mengatasi pencernaan lemah, cacingan, dan mematikan
kutu kepala dan serangga. Buah sirsak yang masih muda digunakan untuk
mengobati diare, disentri akut, dan gangguan pencernaan (atonik dispepsia);
membasmi kutu anjing; mematikan kutu kepala; serta mematangkan bisul.
Manfaat akar dan kulit kayu : akarnya untuk mengobati sembelit, diare,
disentri akut, depresi mental, dan nyeri tulang punggung. Kulit kayu
digunakan untuk mengatasi diare, disentri, dan luka berdarah.
Manfaat Daun : sebagai obat antiradang; mengobati penyakit batuk ringan;
menyembuhkan demam, meredakan nyeri reumatik, membantu menurunkan
kadar asam urat; mengobati diare, disentri dan flu; serta membantu
melancarkan pencernaan.

12
e. POHON DELIMA
Delima (punica granatum) adalah tanaman
buah- buahan yang dapat tumbuh hingga 58 m.
Delima berasal dari Timur Tengah, tersebar di daerah
subtropik sampai tropik, dari dataran rendah sampai
di bawah 1.000 m dpl. Tumbuhan ini menyukai tanah
gembur yang tidak terendam air, dengan air tanah
yang tidak dalam. Delima sering ditanam di kebun
kebun sebagai tanaman hias, tanaman obat, atau
karena buahnya yang dapat dimakan.
Bentuk pohon perdu atau pohon kecil dengan tinggi 25 m. Batang berkayu,
ranting bersegi, percabangan banyak, lemah, berduri pada ketiak daunnya, cokelat
ketika masih muda, dan hijau kotor setelah tua. Daun tunggal, bertangkai pendek,
letaknya berkelompok. Helaian daun bentuknya lonjong sampai lanset, pangkal
lancip, ujung tumpul, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan mengkilap, dan
warnanya hijau.

Bunga tunggal bertangkai pendek, keluar di ujung ranting atau di ketiak


daun yang paling atas. Biasanya, terdapat satu sampai lima bunga, warnanya
merah, putih, atau ungu. Berbunga sepanjang tahun. Buahnya buah buni,
bentuknya bulat dengan diameter 512 cm, warna kulitnya beragam, seperti hijau
keunguan, putih, cokelat kemerahan, atau ungu kehitaman. Kadang, terdapat
bercak-bercak yang agak menonjol berwarna tebih tua.

Manfaat Pohon Delima :

Manfaat Buah : Daging buah delima digunakan untuk menurunkan berat


badan, mengobati cacingan, sariawan, tenggorokan sakit, suara parau, tekanan
darah tinggi (hipertensi), sering kencing dan perut kembung.
Manfaat Kulit : untuk mengobati sakit perut karena cacing, buang air besar
mengandung darah dan lendir (disentri amuba), diare kronis, perdarahan
seperti wasir berdarah, muntah darah, batuk darah, perdarahan rahim,
perdarahan rektum, prolaps rektum, radang tenggorokan, radang telinga,
keputihan (leukorea) dan nyeri lambung.

13
Manfaat Akar dan Kulit Kayu : untuk mengatasi cacingan terutama cacing
pita (taeniasis), batuk, diare dan keputihan.
Manfaat Bunga : untuk pengobatan radang gusi, perdarahan, bronkhitis, luka.
Manfaat Biji : untuk menurunkan demam, batuk, mengatasi keracunan dan
mengobati cacingan. Buah delima merupakan salah satu buah yang eksotis.
Manfaat Daun : mengatasi susah tidur (insomnia); mengobati sakit perut;
disentri, penyakit kuning, Eksim, batuk, rektum prolap, sariawan, gangguan
pada telinga, gangguan mata seperti konjungtivitis, mengatasi keriput, serta
menurunkan obesitas.

f. POHON SIWALAN
Siwalan (juga dikenal dengan nama pohon
lon tar atau tala) adalah sejenis palma yang
tumbuh di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Pohon
palma yang kokoh kuat, berbatang tunggal dengan
tinggi 15-30 m dan diameter batang sekitar 60 cm.
Sendiri atau kebanyakan berkelompok, berdekat-
dekatan.
Daun-daun besar, terkumpul di ujung batang
membentuk tajuk yang membulat. Helaian daun
serupa kipas bundar, berdiameter hingga 1,5 m,
bercangap sampai berbagi menjari; dengan taju
anak daun selebar 57 cm, sisi bawahnya
keputihan oleh karena lapisan lilin. Tangkai daun mencapai panjang 1 m, dengan
pelepah yang lebar dan hitam di bagian atasnya; sisi tangkai dengan deretan duri
yang berujung dua. Karangan bunga dalam tongkol, 2030 cm dengan tangkai
sekitar 50 cm. Buah-buah bergerombol dalam tandan, hingga sekitar 20 butir,
bulat peluru berdiameter 720 cm, hitam kecoklatan kulitnya dan kuning daging
buahnya bila tua. Berbiji tiga butir dengan tempurung yang tebal dan keras.

14
Manfaat Pohon Siwalan

Daunnya digunakan sebagai bahan kerajinan dan media penulisan


naskah lontar.
Sejenis serat yang baik dapat dihasilkan dengan mengolah tangkai dan
pelepah daun. Serat ini pada masa silam cukup banyak digunakan di Sulawesi
Selatan untuk menganyam tali atau membuat songkok, semacam tutup kepala
setempat.
Kayu dari batang lontar bagian luar bermutu baik, berat, keras dan berwarna
kehitaman untuk digunakan sebagai bahan bangunan atau untuk membuat
perkakas dan barang kerajinan.
Dari karangan bunganya (terutama tongkol bunga betina) disadap sebagai
nira lontar yang dapat dimasak menjadi gula atau difermentasi menjadi legen
atau tuak.
Buahnya juga dikonsumsi, terutama yang muda. Daging buah yang tua, yang
kekuningan dan berserat, dapat dimakan segar ataupun dimasak terlebih
dahulu. Cairan kekuningan darinya diambil pula untuk dijadikan campuran
penganan atau kue-kue; atau untuk dibuat menjadi selai.
Selain itu, manfaat bagi kesehatan antara lain mengatasi dehidrasi, membuat
tubuh terasa lebih sejuk, bagus bagi kesehatan pencernaan, untuk mengatasi
diabetes, antibiotik dalam tubuh, bagus untuk ginjal, serta dapat mengatasi
stres.

g. POHON PISANG
Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa
berdaun besar memanjang dari suku Musac eae. Beberapa jenisnya (Musa
acuminata, M. balbisiana, dan M.paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi
yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-
kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang
memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang
berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam.

15
Tumbuhan ini menyukai iklim tropis panas dan
lembap, terutama di dataran rendah.Di daerah dengan
hujan merata sepanjang tahun, produksi pisang dapat
berlangsung tanpa mengenal musim. Indonesia,
Kepulauan Pasifik, negara-negara Amerika Tengah,
dan Brasil dikenal sebagai negara utama pengekspor
pisang. Masyarakat di negara negara Afrika dan
Amerika Latin dikenal sangat tinggi mengonsumsi
pisang setiap tahunnya.

Manfaat Pohon Pisang:

Manfaat Buah Pisang : sebagai bahan olahan pada makanan; kaya akan zat
gizi dan juga mineral; dapat membantu menahan rasa lapar; makanan balita,
bagi orang yang sedang sakit dan ibu hamil; baik untuk menjaga kesehatan
tubuh.
Manfaat Jantung Pisang : seringkali dimanfaatkan sebagai salah satu bahan
utama dalam pembuatan makanan. Salah satunya adalah tumis jantung
piasng.
Manfaat Daun pisang : sebagai pembungkus makanan; bahan tambahan pada
pembuatan masakan; pengganti payung untuk melindungi diri dari hujan dan
panas matahari; serta untuk sarana bermain anak.
Manfaat Batang / gedebong pisang: sebagai rakit ataupun sebagai bahan
makanan.

h. POHON PEPAYA
Pepaya (Carica papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal
dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini
menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil
buahnya. Papaya adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya
dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada
gilirannya juga mengambil dari nama bahasa Arawak, "papaya".
Pohon pepaya umumnya tidak bercabang atau bercabang sedikit, tumbuh
hingga setinggi 510 m dengan daun-daunan yang membentuk serupa spiral pada

16
batang pohon bagian atas. Daunnya menyirip lima dengan tangkai yang panjang
dan berlubang di bagian tengah. Bentuknya dapat bercangap ataupun tidak.
Bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung biasanya meruncing.Warna
buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning.

Manfaat Pohon Pepaya :

Buah pepaya dimakan dagingnya, baik ketika


muda maupun masak.daging buah muda dimasak
sebagai sayuran. daging buah masak dimakan
segar atau sebagai campuran koktail buah.
Manfaat Daun Pepaya : melunakkan daging;
menambah nafsu makan; mencegah kanker;
menghilangkan jerawat; mengontrol tekanan
darah; mengobati nyeri haid; mengobati demam
berdarah; serta melancarkan pencernaan.
Manfaat Biji Buah Pepaya : sebagai antibakteri;
melindungi ginjal; menghilangkan parasit di usus; menetralisir racun dalam
hati; serta mengobati cacingan.
Manfaat Akar Pepaya : untuk kesehatan ginjal; mengobati cacingan;
mengatasi gangguan saluran kencing; serta untuk mengobati rematik.

i. BUNGA SRI REJEKI


Sri Rezeki atau juga disebut Aglaonema
atau chine se evergreen merupakan tanaman hias
populer dari suku talas-talasan atau Araceae.
Genus Aglaonema memiliki sekitar 30 spesies.
Habitat asli tanaman ini adalah di bawah hutan
hujan tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas
penyinaran rendah dan kelembaban tinggi. Tanaman
ini memiliki akar serabut serta batang yang tidak
berkambium (Berkayu). Daun Menyirip serta memiliki
pembuluh pengangkut berupa xilem dan floem yang
tersusun secara acak. Kini berbagai macam

17
Aglaonema hibrida telah dikembangkan dengan penampilan tanaman yang sangat
menarik dengan bermacam-macam warna, bentuk, dan ukuran daun sehingga jauh
berbeda dari spesies alami.

Manfaat Bunga Sri Rezeki :

Sebagai Tanaman untuk Kontes Tanaman : Ketertarikan masyarakat


Indonesia dengan corak warna daun yang cantik dan beragam membuat
sebagian masyarakat terinspirasi untuk mengadakan kontes tanaman ini serta
dapat dihargai dengan nominal yang sangat tinggi.
Sri Rejeki untuk bisnis : Banyaknya corak dan warna tanaman yang berbeda
membuat masrarakat tertarik untuk memelihara bahkan mengoleksi bahkan
memanfaatkan Sri Rejeki sebagai peluang bisnis.
Mengatasai polutan : Menurut penelitian yang telah dilakukan, dengan
mengkombinasikan tanaman Sri Rejeki dan tanaman Lidah Mertua yang
sudah dewasa dapat menggantikan AC. Kombinasi kedua tanaman ini dapat
digunakan untuk menetralisir polusi udara (asap rokok dan mikroorganisme)
yang ada dalam ruangan Anda.
Selain itu, tanaman ini memiliki efek anti-bakteri yang dapat menekan jumlah
populasi spora jamur dan bakteri yang merugikan hingga 50%.

j. POHON BAKAU
Bakau adalah nama sekelompok tumb uhan dari
marga Rhizophora, suku Rhizophoraceae. Tumbuhan
ini berciri-ciri yang menyolok berupa akar
tunjang yang besar, berkayu, dan bercabang-cabang.
Pucuk yang tertutup daun penumpu yang meruncing,
serta buah yang berkecambah serta berakar ketika
masih di pohon (vivipar). Tinggi total 4-30 m, dengan
tinggi akar mencapai 0.52 m atau lebih di atas
lumpur, dan diameter batang mencapai 50 cm.
Bentuk daun tunggal, terletak berhadapan
terkumpul di ujung ranting, dengan kuncup tertutup
daun penumpu yang menggulung runcing. Helai daun

18
eliptis, tebal licin serupa kulit, hijau atau hijau muda kekuningan, berujung
runcing, dan bertangkai. Bunga berkelompok dalam payung tambahan yang
bertangkai dan menggarpu di ketiak. Tabung kelopak bertaju sekitar 1,5 cm,
kuning kecoklatan atau kehijauan, melengkung. Daun mahkota putih berambut
atau gundul agak kekuningan, bergantung jenisnya. Perbungaan terjadi sepanjang
tahun. Adapun buah berbentuk telur memanjang sampai mirip buah pir yang kecil,
hijau coklat kotor.

Manfaat Pohon Bakau :

Kayu bakau memiliki kegunaan yang baik sebagai bahan bangunan, kayu
bakar, dan terutama sebagai bahan pembuat arang. Kulit kayu
menghasilkan tanin yang digunakan sebagai bahan penyamak.
Kayu bakau juga digunakan untuk bahan kertas. Kayu bakau biasa dicincang
dengan mesin potong menghasilkan serpihan kayu/wood chips.
Selain itu, manfaat lainnya yaitu menumbuhkan pulau dan menstabilkan
pantai; menjernihkan air; mengawali rantai makanan; melindungi dan
memberi nutrisi; tempat menambat kapal; bahan pembuat obat-obatan;
perlindungan terhadap bencana alam; pengendapan lumpur; penambahan
unsur hara; serta penambatan racun.

k. POHON KELAPA
Kelapa (Cocos nucifera) adalah anggota tu
nggal dalam marga Cocos dari suku aren-arenan atau
Arecaceae. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir
semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap
sebagai tumbuhan serbaguna, terutama bagi
masyarakat pesisir. Tumbuhan ini diperkirakan
berasal dari pesisir Samudera Hindia di sisi Asia,
namun kini telah menyebar luas di seluruh
pantai tropika dunia. Kelapa secara alami tumbuh
di pantai dan pohonnya mencapai ketinggian 30 m.
Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga ketinggian 1.000

19
m dari permukaan laut, namun seiring dengan meningkatnya ketinggian, ia akan
mengalami pelambatan pertumbuhan.
Pohon dengan batang tunggal atau kadang-kadang bercabang. Akar
serabut, tebal dan berkayu, berkerumun membentuk bonggol, adaptif pada lahan
berpasir pantai. Batang beruas-ruas namun bila sudah tua tidak terlalu tampak,
khas tipe monokotil dengan pembuluh menyebar (tidak konsentrik), berkayu.
Daun merupakan daun tunggal dengan pertulangan menyirip, daun bertoreh
sangat dalam sehingga nampak seperti daun majemuk. Buah besar, diameter 10-
20 cm atau bahkan lebih, berwarna kuning, hijau, atau coklat; buah tersusun
dari mesokarp berupa serat yang berlignin, disebut sabut, melindungi
bagian endokarp yang keras (disebut batok) dan kedap air;

Manfaat Pohon Kelapa :

Manfaat akar : dapat dimanfaatkan sebagai pewarna, bahan dasar pembuatan


sikat gigi, dan bahan dasar untuk alat pencuci mulut, mengobati berbagai
macam gangguan pencernaan; sebagai bahan konstruksi bangunan, penangkal
banjir serta sebagai bahan kerajinan tangan yang bernilai ekonomis.
Manfaat Batang : Sebagai bahan desain struktur dan interior sesuai dengan
kualitas kepadatannya; sebagai bahan desain eksterior, seperti pintu masuk
atau gerbang, layar, dan pintu; serta sebagai bahan dasar pembuatan
kertas. batang kelapa dapat juga diekstrak untuk pembuatan bubur kertas.
Manfaat Daun : daun kelapa yang masih muda atau biasa disebut dengan
janur, bahan anyaman untuk dekorasi sebuah upacara adat, pembungkus
makanan, seperti ketupat, dan lemet; daun kelapa yang sudah kering
dimanfaatkan sebagai bahan anyaman untuk pembuatan tikar, topi, tas, dan
aneka jenis kerajinan tangan lainnya; serta sebagai bahan dasar pembuat
kertas setelah diekstrak menjadi bubur; batang daun atau biasa disebut lidi;
ataupun sebagai bahan pakan ternak.
Manfaat Buah : daging yang masih muda dapat dikonsumsi langsung atau
dijadikan campuran dalam berbagai jenis minuman, seperti es buah.
sedangkan daging yang sudah tua dimanfaatkan sebagai santan dalam
berbagai jenis olahan makanan; dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar
pembuatan minyak kelapa; cangkang atau tempurung kelapa dimanfaatkan

20
sebagai: arang untuk memasak, bahan kerajinan. Serta manfaat sabut kelapa
sebagai scrubber yang dapat digunakan sebagai pembersih alami, sebagai
bahan kerajinan; serta sebagai pupuk organik cair dan media tanam organik.
Manfaat Bunga : Hasil fermentasi dari getah bunga kelapa dapat
dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan alkohol dan cuka; sebagai bahan
obat-obatan tradisional; dan bahan kerajinan.

l. PALEM KIPAS
Nama latin atau nama ilmiah dari tumbuhan
dengan nama Palem Kipas adalah Livistona chinensis.
Palem kipas memiliki daun b erbentuk setengah
lingkaran mirip kipas terbuka. Ga ris tengah daun 30-
50 cm. Di habitatnya, tinggi palem kipas dapat
mencapai 10m. Namun keindahannya justru terlihat
saat tingginya baru mencapai dua meter.
Pada umumnya jenis ini merupakan palem
rendah sampai sedang, jarang yang tinggi. Sebagian
besar jenis-jenisnya tumbuh di hutan dataran
rendah tropis.. Marga ini tumbuh dalam strata bawah,
kadang-kadang mendominasi hingga membentuk
semacam belukar palem, biasanya tumbuh ditempat-tempat yang ternaung rapat
(terlindung) dan jarang ditemukan ditempat yang terbuka.

Manfaat Palem Kipas :

Palem dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, antara lain sebagai


tanaman hias baik untuk di dalam maupun di luar ruangan. Batangnya untuk
bahan bangunan dan tongkat. Daunnya untuk atap rumah, bahan kerajinan
seperti topi dan tas, serta bahan dekorasi untuk acara-acara khusus.

21
m. POHON KETAPANG
Ketapang atau katapang (Terminalia catappa)
adalah nama sejenis pohon tepi pantai yang rindang.
Lekas tumbuh dan membentuk tajuk indah
bertingkat-tingkat, ketapang kerap dijadikan pohon
peneduh di taman-taman dan tepi jalan. Pohon besar,
tingginya mencapai 40 m dan gemang batang sampai
1,5 m. Bertajuk rindang dengan cabang-cabang yang
tumbuh mendatar dan bertingkat-tingkat; pohon
yang muda sering nampak seperti pagoda. Pohon-
pohon yang tua dan besar sering kali berbanir (akar
papan), tingginya bisa hingga 3 m.
Daun-daun tersebar, sebagian besarnya berjejalan di ujung ranting,
bertangkai pendek atau hampir duduk. Bunga-bunga berukuran kecil, terkumpul
dalam bulir dekat ujung ranting, panjang 825 cm, hijau kuning. Buah batu bulat
telur gepeng, bersegi atau bersayap sempit, hijau-kuning-merah, atau ungu
kemerahan jika masak. Pohon ini cocok dengan iklim pesisir dan dataran rendah
hingga ketinggian sekitar 400 m dpl.

Manfaat Pohon Ketapang :

Pepagannya dan daun-daunnya dimanfaatkan orang untuk menyamak kulit,


sebagai bahan pewarna hitam, dan untuk membuat tinta.
Kayu kerasnya merah bata pucat hingga kecoklat-coklatan, ringan sampai
sedang, cukup keras dan ulet, namun tidak begitu awet. Dalam perdagangan
dikenal sebagai red-brown terminalia, dan digunakan sebagai penutup lantai
atau venir. Serta digunakan dalam pembuatan perahu dan ramuan rumah.
Daunnya digunakan untuk rematik pada sendi.
Biji ketapang bisa dimakan dan mengandung minyak (mirip minyak almond)
yang berkhasiat meredakan radang rongga perut. Daging buahnya dapat
dimakan, tetapi berserat dan tidak enak walaupun harum. Serta dari hasil
penelitian menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi buah dan biji
Ketapang bisa menurunkan kadar kolesterolnya hingga lebih dari 30% karena
mengandung banyak vitamin E.

22
BAB III

ISI/PEMBAHASAN

3.1 EXISTING CONDITION

Lokasi pengambilan data primer berupa observasi atau pengamatan dan


wawancara dilakukan di wilayah pesisir Kelurahan Pantai Bahari, Kecamatan
Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi-Selatan.

Berikut ialah peta lokasi objek observasi terkait permukiman yang akan
dianalisis pengaruh vegetasi terhadap tata letak rumah :

Gambar 5 | Peta lokasi Kelurahan Pantai Bahari, Kecamatan Bangkala, Kecamatan Jeneponto
(Sumber: google earth diakses 15/03/2017)

Kelurahan Pantai Bahari merupakan salah satu dari 14 kelurahan yang ada
di Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Wilayah kelurahan ini merupakan
wilayah yang letaknya berada disepanjang kawasan pesisir pantai Bahari. Letak
geografisnya terbagi atas 2 daratan yang dipisahkan oleh sungai yang terhubung
ke laut. Adapun objek surveinya itu wilayah pesisir sebelah kiri pada peta.
Kelurahan dapat diakses dari Kota Makassar melalui jalan poros Takalar-
Jeneponto yaitu Jalan Mallombasang dan menerus ke jalan lingkungan yaitu Jalan
Jalante menuju ke permukiman dengan jarak 2 km.

23
Tapak perumahan pesisir yang disurvei memiliki luasan 176.408 m2 atau
17,6 ha. Adapun dari peta dapat dilihat terdapat beberapa rumah dengan tipe
berbeda-beda, yakni ada permanen, semi permanen, dan darurat. Untuk tata letak
rumah di segmen peralihan daratan dan perairan di kawasan pesisir pantai terlihat
seperti pola linier atau memanjang disepanjang garis pantai dan posisi rumah
mengikuti pola akses jalan utama.

Gambar 7 | Peta Lokasi Objek Observasi Kawasan Pesisir Pantai Bahari


(Sumber: google earth diakses 15/03/2017)

3.2 ANALISA VEGETASI DI KAWASAN PESISIR PANTAI BAHARI

Vegetasi di kawasan pesisir Pantai Bahari dapat dikategorikan sebagai


Vegetasi Hutan Pantai, dimana dibagi atas dua bagian berdasarkan wilayahnya
yaitu vegetasi wilayah/ segmen daratan dan vegetasi wilayah/segmen perairan.

Berikut ialah macam-macam vegetasi yang terdapat di wilayah pesisir


Pantai Bahari, antara lain yaitu:

3.2.1 Jenis Vegetasi Wilayah/Segmen Daratan

Wilayah pesisir segmen daratan merupakan wilayah pesisir yang didominasi


oleh bangunan yang tidak dilalui oleh pasang-surut air laut. Olehnya itu umumnya
sifat tanah pada wilayah ini bersifat kering bahkan cenderung lembab.

Berikut ialah beberapa jenis vegetasi wilayah/segmen daratan, yaitu:

24
a. POHON KAYU CINA
Hasil Analisis :

Dari peta persebaran vegetasi berikut terlihat bahwa pohon kayu cina
umumnya terdapat di area sepanjang jalan. Dimana letaknya berada di depan
rumah sepanjang jalan sebagai akses permukiman tersebut. Jarak antar satu jenis
pohon kayu cina rata-rata berkisar 1 m untuk pohon berukuran kecil dan 10 m
untuk pohon berukuran besar. Ketinggian pohon berkisar 5-7 m. Adapun dari
letak dan penyebaran populasinya, pohon ini berfungsi sebagai tanaman pengarah
jalan karena letaknya di sepanjang area jalan serta sebagai pagar dan pelindung
seperti pada gambar tersebut karena letaknya berada di area batas rumah satu dan
lainnya. Pohon ini juga sering dijadikan sebagai vegetasi penghijau di area jalan
karena sifatnya yang mudah tumbuh dan diperbanyak hanya dengan menancapkan
potongan batang atau cabang pohon dari tanaman kayu jaran ini. Selain itu, pohon
ini juga berfungsi sebagai vegetasi pelengkap kebutuhan warga karena fungsinya
yang beragam.

Gambar 8 | Lokasi Penyebaran Vegetasi Pohon Kayu Cina


(Sumber: data survey tanggal 11/03/2017)

25
b. POHON MANGGA
Hasil Analisis :
Dari peta persebaran vegetasi tersebut terlihat bahwa pohon mangga pada
umumnya terdapat di sekitar rumah. Dimana letaknya berada di depan atau
belakang rumah. Jarak antar satu jenis pohon mangga tidak menentu (random)
rata-rata penyebarannya berkisar 2 unit rumah terdapat 1 pohon mangga dengan
jarak 12 m. Ketinggian pohon berkisar 4-6 m. Adapun dari letak dan penyebaran
populasinya, pohon ini berfungsi sebagai tanaman pelindung karena ukurannya
yang besar cukup menaungi warga bila ingin beristirahat. Ataupun sebagai
vegetasi pelengkap kebutuhan warga dikarenakan manfaat dari pohon ini yang
sangat banyak.

Gambar 9 | Lokasi Penyebaran Vegetasi Pohon Mangga


(Sumber: data survey tanggal 11/03/2017)

c. POHON SIRSAK
Hasil Analisis :
Dari peta persebaran vegetasi tersebut terlihat bahwa pohon sirsak yang di
data hanya terdapat di beberapa rumah saja. Dimana letaknya berada di depan
rumah. Jarak antar satu jenis pohon sirsak tidak menentu (random) rata-rata jarak
penyebarannya cukup besar dan jarang ditemukan. Ketinggian pohon berkisar 2-3

26
m. Adapun dari letak dan penyebaran populasinya, pohon ini berfungsi sebagai
vegetasi pelengkap kebutuhan warga untuk dikonsumsi dikarenakan manfaat dari
pohon ini terutama pada buahnya

Gambar 10 | Lokasi Penyebaran Vegetasi Pohon Sirsak


(Sumber: data survey tanggal 11/03/2017)

d. POHON SRIKAYA

Hasil Analisis :

Dari peta persebaran vegetasi tersebut terlihat bahwa pohon srikaya yang di
data hanya terdapat di beberapa rumah saja. Dimana letaknya berada di depan dan
belakang rumah. Jarak antar satu jenis pohon srikaya tidak menentu (random)
rata-rata jarak penyebarannya cukup besar dan jarang ditemukan. Ketinggian
pohon berkisar 2 m. Adapun dari letak dan penyebaran populasinya, pohon ini
berfungsi sebagai vegetasi pelengkap kebutuhan warga untuk dikonsumsi
dikarenakan manfaat dari pohon ini terutama pada buahnya.

27
Gambar 11 | Lokasi Penyebaran Vegetasi Pohon Srikaya
(Sumber: data survey tanggal 11/03/2017)

e. POHON DELIMA
Hasil Analisis :
Dari peta persebaran vegetasi tersebut terlihat bahwa pohon delima yang di
data hanya terdapat di beberapa rumah saja. Dimana letaknya berada di depan dan
belakang rumah. Jarak antar satu jenis pohon delima tidak menentu (random) rata-
rata jarak penyebarannya cukup besar dan jarang ditemukan. Ketinggian pohon
berkisar 3 m. Adapun dari letak dan penyebaran populasinya, pohon ini
berfungsi sebagai vegetasi pelengkap kebutuhan warga untuk dikonsumsi
dikarenakan manfaat dari pohon ini terutama pada buahnya serta sebagai vegetasi
penghias karena buah dan bunganya yang terkesan menarik.

28
Gambar 12 | Lokasi Penyebaran Vegetasi Pohon Delima
(Sumber: data survey tanggal 11/03/2017)

f. POHON SIWALAN
Hasil Analisis :
Dari peta persebaran vegetasi tersebut terlihat bahwa pohon siwalan yang di
data juga hanya terdapat di beberapa area saja. Ada beberapa yang di wilayah
pesisir namun sangat jarang dan umumnya berada di area ruang terbuka. Jarak
antar satu jenis pohon siwalan tidak menentu (random) rata-rata jarak
penyebarannya cukup besar dan cukup banyak ditemukan di area sekitar
pertambakan (empang) dan sawah. Ketinggian pohon berkisar 6-10 m. Adapun
dari letak dan penyebaran populasinya, pohon ini berfungsi sebagai vegetasi
pelindung karena ukurannya yang tinggi dan besar serta sebagai vegetasi
pelengkap kebutuhan warga karena beragam manfaat dari pohon ini.

29
Gambar 13 | Lokasi Penyebaran Vegetasi Pohon Siwalan
(Sumber: data survey tanggal 11/03/2017)

g. POHON PISANG
Hasil Analisis :
Dari peta persebaran vegetasi tersebut terlihat bahwa pohon pisang yang di
data cukup tersebar diberbagai wilayah. Umumnya berada di segmen daratan.
Dimana letaknya berada di depan dan belakang rumah. Jarak antar satu jenis
pohon pisang 5-10 m antara 2 unit rumah. Dan juga cukup banyak populasinya
di area ruang terbuka (seperti kebun). Ketinggian pohon berkisar 2-3 m. Adapun
dari letak dan penyebaran populasinya, pohon ini berfungsi sebagai vegetasi
pelengkap kebutuhan warga untuk dikonsumsi karena manfaat dari pohon ini
terutama pada buahnya serta sebagai vegetasi penghias karena tersebar hampir di
tiap rumah.

30
Gambar 14 | Lokasi Penyebaran Vegetasi Pohon Pisang
(Sumber: data survey tanggal 11/03/2017)

h. POHON PEPAYA

Hasil Analisis :

Dari peta persebaran vegetasi tersebut terlihat bahwa pohon pepaya yang di
data hanya terdapat di beberapa rumah saja. Dimana letaknya berada di depan
rumah. Jarak antar satu jenis pohon pepaya tidak menentu (random) rata-rata jarak
penyebarannya cukup besar dan jarang ditemukan. Ketinggian pohon berkisar 2-4
m. Adapun dari letak dan penyebaran populasinya, pohon ini berfungsi sebagai
vegetasi pelengkap kebutuhan warga untuk dikonsumsi dikarenakan manfaat dari
pohon ini terutama pada buahnya serta sebagai vegetasi penghias karena
bentuknya yang menarik.

31
Gambar 15 | Lokasi Penyebaran Vegetasi Pohon Pepaya
(Sumber: data survey tanggal 11/03/2017)

i. BUNGA SRI REJEKI

Hasil Analisis :

Dari peta persebaran vegetasi tersebut terlihat bahwa bunga sri rejeki yang
di data hanya terdapat di beberapa rumah saja. Dimana letaknya berada area depan
rumah. Jarak antar satu jenis tanaman ini tidak menentu (random) rata-rata jarak
penyebarannya cukup besar dan jarang ditemukan. Ketinggiannya berkisar 1-1,5
m. Adapun dari letak dan penyebaran populasinya, tanaman ini berfungsi sebagai
vegetasi penghias karena letaknya di area pekarangan rumah serta bentuk dan
warnanya yang menarik dan bertindak sebagai unsur penghijau.

32
Gambar 16 | Lokasi Penyebaran Vegetasi Bunga Sri Rejeki
(Sumber: data survey tanggal 11/03/2017)

3.2.2 Jenis Vegetasi Wilayah/Segmen Perairan

Wilayah pesisir segmen perairan merupakan wilayah pesisir yang


didominasi oleh bangunan yang dilalui oleh pasang-surut air laut. Olehnya itu
umumnya sifat tanah pada wilayah ini bersifat lembab bahkan berair. Selain itu
perumahan di wilayah ini umumnya berada sekitar 30-70 m dari GSP (Garis
Sempadan Pantai).

Berikut ialah beberapa jenis vegetasi wilayah/segmen perairan, yaitu:

a. POHON BAKAU
Hasil Analisis :
Dari peta persebaran vegetasi tersebut terlihat bahwa pohon bakau tersebar
di area sekitar pantai dengan pasir tempat pertumbuhannya. Dimana vegetasi ini
masih jarang ditemukan padahal manfaatnya bagi area pesisir sangat penting.
Jarak antar satu jenis pohon bakau tidak menentu (random) rata-rata jarak
penyebarannya cukup besar. Ketinggian pohon berkisar 2-3 m. Adapun dari letak
dan penyebaran populasinya, pohon ini berfungsi sebagai vegetasi pelindung
untuk area pantai dari tekanan ombak dan pasang-surut air laut olehnya lokasinya
berada di area depan rumah pesisir pantai.

33
Gambar 17 | Lokasi Penyebaran Vegetasi Pohon Bakau
(Sumber: data survey tanggal 11/03/2017)

b. POHON KELAPA

Hasil Analisis :

Dari peta persebaran vegetasi tersebut terlihat bahwa pohon kelapa cukup
banyak tersebar di sekitar pantai. Dimana letaknya berada di depan dan belakang
rumah serta sepanjang garis sempadan pantai. Jarak antar satu jenis pohon kelapa
tidak menentu (random) rata-rata penyebarannya berkelompok dengan jarak 5-
20 m. Ketinggian pohon berkisar 8-15 m. Adapun dari letak dan penyebaran
populasinya, pohon ini berfungsi sebagai vegetasi pelengkap kebutuhan warga
untuk dikonsumsi dikarenakan manfaat dari pohon ini terutama pada buahnya
serta sebagai vegetasi pengarah jalan dan pelindung untuk area pesisir karena
ukurannya yang besar dan kuat untuk mencegah terjadinya abrasi pantai.

34
Gambar 18 | Lokasi Penyebaran Vegetasi Pohon Kelapa
(Sumber: data survey tanggal 11/03/2017)

c. PALEM KIPAS

Hasil Analisis :

Dari peta persebaran vegetasi tersebut terlihat bahwa tanaman palem kipas
yang di data hanya terdapat di beberapa rumah saja. Dimana letaknya berada
samping (pekarangan) rumah. Jarak antar satu jenis tanaman ini tidak menentu
(random) rata-rata jarak penyebarannya cukup besar dan hanya ditemukan di area
sekitar perairan (seperti sekitar tambak, sawah, dan genangan air). Ketinggiannya
berkisar 1-2.5 m. Adapun dari letak dan penyebaran populasinya, tanaman ini
berfungsi sebagai vegetasi penghias karena letaknya di sekitar pekarangan rumah.
Serta sebagai tanaman semak atau perdu yang tumbuh liar di sekitaran sawah
ataupun tambak.

35
Gambar 19 | Lokasi Penyebaran Vegetasi Palem Kipas
(Sumber: data survey tanggal 11/03/2017)

d. POHON KETAPANG

Hasil Analisis :

Dari peta persebaran vegetasi tersebut terlihat bahwa pohon ketapang yang
di data hanya terdapat di beberapa wilayah sekitar pantai. Dimana letaknya berada
di sepanjang garis pantai. Jarak antar satu jenis pohon ini tidak menentu (random)
rata-rata jarak penyebarannya cukup besar dan jarang ditemukan. Ketinggian
pohon berkisar 3-5 m. Adapun dari letak dan penyebaran populasinya, pohon ini
berfungsi sebagai vegetasi pelindung dan pengarah jalan di sekitaran pantai
karena ukurannya yang besar dan kuat sebagai pelindung area pantai.

36
Gambar 18 | Lokasi Penyebaran Vegetasi Pohon Ketapang
(Sumber: data survey tanggal 11/03/2017)

3.3 PENGARUH VEGETASI TERHADAP TATA LETAK RUMAH


3.3.1 Analisis Vegetasi dan pengaruhnya terhadap tata letak rumah

Dilihat dari peta persebaran vegetasi di kawasan pesisir Pantai Bahari, dan
hasil analisis dari jenis vegetasi serta manfaatnya, maka untuk mengetahui
pengaruh dari masing-masing vegetasi terhadap tata letak rumah dibuatkan
beberapa sampel untuk memudahkan analisis data vegetasi berdasarkan letak
rumah. Terdapat 3 sampel rumah yang akan dianalisis, antara lain yaitu :

a. Sampel 1
Rumah berikut merupakan tipe permanen karena materialnya dari bata dan
beton serta genteng sebagai atapnya. Lokasi rumah ini berada di segmen daratan
yang rata-rata tipe ini cukup mendominasi karena kestabilan tanahnya. Adapun
vegetasi yang ada pada area tersebut ialah jenis pohon pelindung seperti kayu
cina, siwalan yang berada di depan dan belakang rumah yang fungsinya juga
sebagai tanaman pagar; pohon penghasil buah seperti pisang, mangga, dan sirsak
berada di pekarangan rumah yang dibatasi oleh pagar beton; serta jenis vegetasi
penghias seperti bunga sri rejeki, palem kipas dan bunga lainnya yang letaknya di
pot atau ditanam langsung di depan rumah.

37
Gambar 19 | Letak Rumah tipe Permanen dan Vegetasi di sekitarnya
(Sumber: data survey tanggal 11/03/2017)

b. Sampel 2
Rumah berikut merupakan tipe semi permanen karena materialnya dari kayu
dan seng sebagai atapnya, serta beberapa material seperti beton untuk bagian
kolong dan pondasi rumah. Lokasinya berada di segmen daratan dan lebih
dominan karena pengaruh kebudayaan yang tetap mempertahankan konstruksi
rumah panggung di daerah ini. Selain itu juga terdapat dibeberapa segmen
perairan. Adapun vegetasi yang ada pada area tersebut ialah jenis pohon
pelindung seperti mangga, kayu cina, dan siwalan juga sebagai tanaman pagar;
untuk jenis pohon penghasil buah seperti delima, papaya, dan sirsak; serta
tanaman hias seperti bunga sri rejeki yang di tanam secara langsung dan dibuatkan
pagar pembatas.

38
Gambar 20 | Letak rumah tipe Semi Permanen dan vegetasi disekitarnya
(Sumber: data survey tanggal 11/03/2017)

c. Sampel 3
Rumah tersebut merupakan tipe non-permanen atau darurat karena material
yang sangat minim seperti bambu, kayu dan seng sebagai atapnya dan terkesan
tidak layak huni dengan ukuran yang kecil. Lokasinya berada di segmen perairan
karena umumnya hanya sebagai tempat tinggal untuk para pekerja (nelayan laut,
atau petani tambak) sehingga dekat dengan pantai. Adapun vegetasi yang ada
pada area tersebut ialah jenis tanaman pelindung pantai seperti bakau, ketapang,
siwalan, dan kelapa yang juga sebagai tambatan perahu; untuk jenis pohon
penghasil buah seperti pisang dan kelapa; serta pohon kayu cina yang juga
dimanfaatkan oleh warga sebagai tambatan perahu dan tempat menggantung alat
ikat rumput laut.

39
Gambar 21 | Letak rumah tipe Semi Permanen dan vegetasi disekitarnya
(Sumber: data survey tanggal 11/03/2017)

3.3.2 Prosentasi Jenis Vegetasi berdasarkan letaknya di wilayah pesisir

Dari beberapa sampel yang telah dianalisis pengaruh tata letak rumahnya
berdasarkan jenis vegetasi di kawasan pesisir, maka berikut ialah :

Tabel Klasifikasi dari Hasil Analisis Pengaruh Vegetasi terhadap Tata Letak
Rumah Kawasan Pesisir Pantai Bahari :

WILAYAH/ JUMLAH
JENIS JENIS VEGETASI
SEGMEN FUNGSI VEGETASI POPULASI
RUMAH YANG ADA
VEGETASI (PROSENTASE)
Mangga 3%
Sirsak 1%
Srikaya Penghasil Buah 1%
Delima 1%
DARATAN PERMANEN Pisang 1%
Kayu Cina Pelindung 4%
Siwalan Pengarah Jalan 3%
Sri Rejeki 1%
Penghias
Palem Kipas 1%

40
Delima 1%
Pisang Penghasil Buah 2%
Pepaya 2%
SEMI
Mangga 3%
PERMANEN Pelindung
Kayu Cina 4%
Pengarah Jalan
Siwalan 5%
Sri Rejeki Penghias 1%
Mangga 5%
Penghasil Buah
Pisang 2%
Kayu Cina 7%
Pelindung
RUANG Kelapa 5%
Pagar (Kebun)
TERBUKA Ketapang 1%
Palem Kipas 1%
Semak & Perdu Pelengkap
3%
(Tanaman Liar)
Mangga 1%
Penghasil Buah
Pisang 1%
SEMI Kayu Cina Pelindung 3%
PERMANEN Pagar &
Kelapa Tempat Gantungan Alat Ikat 3%
Rumput Laut
Pisang Penghasil Buah 1%
Kayu Cina Pelindung 3%
DARURAT Kelapa Pagar & 2%
PERAIRAN
Ketapang Tempat Gantungan Alat Ikat 1%
Bakau Rumput Laut 2%
Kayu Cina 4%
Pelindung (Area Pantai)
Kelapa 10%
Pagar (Tambak & Sawah)
Ketapang 3%
RUANG Pencegah Abrasi
Bakau 3%
TERBUKA Tempat Tambatan Perahu
Siwalan 2%
Semak & Perdu
Pelengkap 2%
(Tanaman Liar)

TOTAL PROSENTASE VEGETASI 99%

Dari tabel tersebut maka dibuatkan diagram prosentase populasi vegetasi sesuai
tata letak rumah yang terdapat di kawasan tersebut seperti berikut:

41
DIAGRAM PROSENTASE POPULASI VEGETASI
DI WILAYAH DARATAN
MANGGA
5% SIRSAK
3%
3% 19% SRIKAYA
2% DELIMA
9% PISANG
2% PEPAYA
2%
3% KAYU CINA
SIWALAN
14% 9% KELAPA
KETAPANG
3%
SRI REJEKI
PALEM KIPAS
26% TANAMAN LAIN

DIAGRAM PROSENTASE POPULASI VEGETASI


DI WILAYAH PERAIRAN
5% 2% 5%
5% MANGGA
PISANG
12%
KAYU CINA
24%
KELAPA
10% KETAPANG
BAKAU
SIWALAN
TANAMAN LAIN
37%

Dari diagram prosentase tersebut menunjukkan bahwa jenis vegetasi yang


paling dominan di wilayah daratan yakni pohon kayu cina, sedangkan vegetasi
yang paling dominan di wilayah perairan yakni pohon kelapa. Baik yang letaknya
berada di sekeliling rumah tipe permanen, semi permanen, non-permanen/darurat,
maupun ruang terbuka. Dan lebih dominan penyebaran populasi vegetasi lebih
banyak di ruang terbuka. Adapun total prosentase yakni 99% karena tidak semua
jenis vegetasi di wilayah yang di survei dapat diketahui jenisnya maka 1%
merupakan jenis vegetasi lainnya.

42
BAB IV

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Dari hasil analisis mengenai pengaruh vegetasi terhadap tata letak rumah
yang terdapat di kawasan pesisir Pantai Bahari dan tabel serta diagram
prosentasinya, maka dapat disimpulkan bahwa keadaan vegetasi ditiap jenis
rumah dan ruang terbuka cukup bervariasi. Dimana, pada rumah permanen yang
dominan tata letaknya di segmen daratan, jenis vegetasi yang ada seperti pohon
sirsak, delima, srikaya, dan bunga sri rejeki. Untuk rumah semi permanen yang
tata letaknya cukup tersebar baik di segmen daratan maupun perairan, jenis
vegetasi yang ada seperti mangga, kayu cina, siwalan, kelapa, pisang, pepaya, dan
palem kipas. Adapun untuk rumah darurat yang dominan tata letaknya berada di
segmen perairan, jenis vegetasi yang ada seperti kayu cina, kelapa, ketapang dan
bakau. Sedangkan untuk area ruang terbuka atau lahan kosong umumnya
ditempati oleh beberapa vegetasi yang sesuai dengan peruntukannya seperti
vegetasi sekitaran tambak/empang, vegetasi sekitaran persawahan, serta vegetasi
area rawa-rawa dan kebun.
Keberadaan vegetasi jenis pohon yang letaknya di segmen pesisir umumnya
lebih duluan ada sebelum dibangun perumahan. Hal ini dapat dilihat dari populasi
pepohonan yang cukup menurun disebabkan lahan-lahan vegetasi yang dijadikan
hunian. Olehnya itu sisa-sisa dari lahan vegetasi tersebut kemudian dijadikan
sebagai lahan terbuka dengan jenis vegetasi yang memang sudah ada ataupun baru
dikembangkan untuk tujuan lahan produktif (seperti tambak, sawah, dan kebun).
Kecuali pada beberapa vegetasi jenis pohon penghasil buah yang letaknya di
segmen daratan umumnya baru ditanam atau keberadaan rumah lebih duluan ada
dibandingkan vegetasi. Karena fungsi vegetasi lebih banyak sebagai pelengkap
kebutuhan. Olehnya itu banyak warga yang baru mulai menanam tanaman
penghasil buah untuk dikonsumsi. Begitu juga dengan vegetasi penghias
keberadaan rumah lebih duluan ada dikarenakan fungsinya yang mengikuti
keinginan pemilik rumah.

43
Dari beberapa jenis vegetasi tersebut berkaitan dengan fungsinya masing-
masing telah sesuai. Seperti jenis pohon ketapang, kayu cina, kelapa, dan siwalan
sebagai tanaman pengarah jalan; untuk jenis pohon mangga, srikaya, pepaya,
kelapa, pisang, delima dan sirsak sebagai tanaman penghasil buah (untuk
dikonsumsi); untuk jenis pohon bakau, ketapang, juga kelapa dan siwalan sebagai
tanaman pelindung dari abrasi pantai ataupun angin kencang dan peneduh dari
sinar matahari; serta vegetasi seperti sri rejeki, palem kipas, delima, dan jenis
bunga lainnya sebagai tanaman penghias untuk landscape rumah agar lebih
menarik.
Olehnya itu dari beberapa penjelasan tersebut pengaruh vegetasi terhadap
tata letak rumah yang di segmen darat maupun perairan (sekitar pantai) sangat
mendominasi baik dari segi klasifikasi (pengelompokan) vegetasinya maupun
berdasarkan fungsinya yang sangat beragam.

4.2 DAFTAR PUSTAKA

Amri Nurmaida, Idawarni. 2014. Laporan Penulisan Buku Ajar Mata Kuliah
Permukiman Pesisir. Prodi Arsitektur, Universitas Hasanuddin.
Desai, K. N. 2000. Dune vegetation : need for reappraisal. Coastin. A Coastal Policy
Research Newsletter. No. 3 September : 2000.
Noor, Y. R., M. Khazali dan I. N. N. Suryadiputra. 1999. Panduan Pengenalan
Mangrove di Indonesia. Ditjen PKA dan Wetlands International. Indonesia
Programme.
Samin, dkk. 2016. Jurnal Biocelebes Vol.10 No.2 (hlm.32-42). ISSN 1978-6417
Sumber internet:
https://eckoeffendi.wordpress.com/2012/05/29/vegetasi-pantai-2/
http://www.sakadoci.com/2016/01/pohon-kayu-jaran-pohon-penghijauan-yang.html
http://ferrytheexplorer.blogspot.co.id/2012/07/hu1tan-bakau-atau-hutan-
mangrove.html
http://mangrovejogjakarta.com/mengenal-lebih-dekat-ekosistem-mangrove-baros-
bantul/
http://www.kompasiana.com/su.he/manfaat-pohon-
kudo_54f76562a333119e348b4744
https://id.wikipedia.org/wiki/
http://tatikbahar.blogspot.com/2011/02/tinjauan-wilayah-pesisir.html

44
LAMPIRAN

45