Anda di halaman 1dari 26

POTRET SEKOLAH MODEL

SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL


(SPMI)
SD NEGERI CITUNGGUL KAB. BANDUNG
TAHUN 2017

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BANDUNG


SEKOLAH DASAR NEGERI CITUNGGUL
KEC. MARGAASIH KAB. BANDUNG
Kata Pengantar

Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan
Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kami, sehingga potret sekolah model SD Negeri Citunggul ini
dapat diselesaikan.
Penyusunan potret sekolah model ini merupakan gambaran sekolah model SD Negeri
Citunggul dalam mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) mulai dari
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Secara rinci, potret sekolah model ini menyajikan
deskripsi tentang pertama: Pendahuluan yang berisi (1) visi, misi, tujuan dan strategi, (2) profil
TPMPS, dan (3) komitmen mutu. Kedua: Implementasi SPMI yang berisi (1) pemetaan mutu,
(2) perencanaan pemenuhan mutu, (3) pelaksanaan pemenuhan mutu (4) monitoring dan evaluasi
(5) penyusunan strategi peningkatan mutu. Ketiga: Pengembangan Budaya Mutu Sekolah yang
berisi (1) perencanaan budaya mutu, (2) penerapan budaya mutu.
Kami menyadari bahwa potret sekolah model ini masih jauh dari kesempurnaan. Hal ini
disebabkan keterbatasan pengetahuan, pengalaman dan sumberdaya kami. Oleh karenanya kritik
dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk perbaikan potret sekolah model ini.
Akhirnya, dengan segala kerendahan hati, kami berharap semoga tesis ini dapat memberikan
manfaat bagi penulis khususnya dan para pembaca pada umumnya.

Bandung, 25 Oktober 2017


Ketua TPMPS
SDN Citunggul

DADANG JAELANI, M.MPd.


NIP. 19590817 198412 1 003
Daftar isi

A. PENDAHULUAN Hal
1. Visi, Misi, Tujuan dan Strategi 1
2. Profil TPMPS 2
3. Komitmen Mutu 4
B. IMPLEMENTASI SPMI
1. Pemetaan Mutu 5
2. Perencanaan Pemenuhan Mutu 9
3. Pelaksanaan Pemenuhan Mutu 11
4. Monitoring dan Evaluasi 15
5. Penyusunan Strategi Peningkatan Mutu 25
C. PENGEMBANGAN BUDAYA MUTU SEKOLAH
1. Perencanaan Budaya Mutu 25
2. Penerapan Budaya Mutu 25
D. PENUTUP
1. Kesimpulan 26
2. Saran 26
A. Pendahuluan
1. Visi, Misi, Tujuan dan Strategi SDN Citunggul
a. Visi Sekolah
Terwujudnya Peserta Didik Berakhlak Mulia, Berprestasi, dan Berwawasan Global
dengan Dilandasi nilai-nilai Budaya Luhur Sesuai dengan Ajaran Agama.
b. Misi Sekolah
1) Menanamkan keyakinan/akidah melalui pengamalan ajaran agama.
2) Mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan yang bermutu.
3) Mengembangkan pengetahuan di bidang IPTEK, bahasa, olahraga dan seni
budaya dengan bakat dan potensi peserta didik.
4) Menjalin kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan
c. Tujuan Sekolah
Mengacu pada visi dan misi sekolah, serta tujuan umum pendidikan dasar, tujuan
sekolah dalam mengembangkan pendidikan ini adalah sebagai berikut ini.
1) Dapat mengamalkan ajaran agama hasil proses pembelajaran dan
kegiatan pembiasaan.
2) Meraih prestasi akademik maupun non akademik minimal tingkat
kabupaten
3) Menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bekal
untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi
4) Menjadi sekolah pelopor dan penggerak di lingkungan masyarakat
sekitar
5) Menjadi sekolah berbudaya mutu
6) Terciptanya lingkungan hidup yang sesuai dengan 7 K (keamanan,
ketertiban, kebersihan, keindahan, kekeluargaan, kenyamanan dan
kerindangan).
d. Sasaran dan Kebutuhan
1) Aspek peningkatan Organisasi sekolah dan Komite sekolah.
2) Aspek pengembangan Kurikulum dan sistem pengujian.
3) Aspek pembinaan lingkungan hidup dan anti korupsi.
4) Aspek Pembinaan Pembelajaran PAIKEM dan Penggunanaan Multi Media.
5) Aspek peningkatan kesejahteraan.
6) Aspek pengembangan kemudahan/sarana prasarana.
7) Aspek perkembangan ketenagaan/personaliti.
8) Aspek pengembangan Sekolah sehat dan green school.

e. Strategi SD Negeri Citunggul


1) Meningkatkan kemampuan manajerial Kepala Sekolah serta guru-guru melalui
pembinaan dan menghikuti pelatihan.
2) Meningkatkan motivasi KBM dengan kedisiplinan guru dan peserta didik
dalam belajar.
3) Mengoptomalkan fasilitas yang tersedia dan menambah alat-alat peraga untuk
pembelajaran.
4) Memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi
5) Mengefektifkan peranan fungsi organisasi sekolah
6) Membina hubungan kemitraan dengan orang tua peserta didik.
.
2. Profil TPMPS
a. Visi
Terimplentasinya Pelaksanaan Penjaminan Mutu Sekolah Dalam Mewujudkan
Sekolah Yang Berbudaya Mutu
b. Misi
1) Melakukan kegiatan pemetaan mutu dan menyusun pemenuhan mutu melalui
evaluasi diri sekolah sebagaimana mestinya;
2) Menumbuhkembangkan sikap mental disiplin, kerjasama & motivasi
3) dalam melaksanakan pemenuhan mutu secara optimal;
4) Melakukan kegiatan pemenuhan mutu secara terencana, terukur &
berkelanjutan;
5) Melakukan monev & pelaporan keberhasilan pemenuhan mutu secara
melekat, bertahap & berkelanjutan.
c. Motto
Sekali berkomitmen pantang untuk mengeluh & terus menempa diri hingga
standar mutu pendidikan tergapai
d. Tujuan TPMPS
1) Menyediakan wadah dalam melakukan penjaminan mutu internal sekolah
sebagai upaya mengembangkan mutu sekolah;
2) Menyelenggarakan pemenuhan mutu delapan satandar pendidikan nasional
di sekolah;
3) Berupaya mengelola sekolah agar menjadi sekolah yang berbudaya mutu;
4) Melakukan pemenuhan mutu di SDN Citunggul secara terencana, terukur &
berkelanjutan.
e. Uraian Tugas
1) Melakukan Koordinasi pelaksanaan penjaminan mutu di satuan pendidikan;
2) Melakukan evaluasi untuk pemetaan mutu pada program selanjutnya
3) Melakukan pembinaan dan pendampingan pada seluruh warga sekolah dalam
pemenuhan mutu di sekolah
4) Menyusun pemetaan berbasis SNP
5) Menyususn rekomendasi pemenuhan mutu berdasarkan hasil pemetaan;
6) Berupaya mengelola pelaksanaan pemenuhan mutu;
7) Melakukan pemenuhan mutu di SDN Citunggul secara terencana, terukur &
berkelanjutan.
f. Susunan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah SDN Citunggul 2017
Ketua Tim : Dadang Jaelani, M.M.Pd
Bendahara : Urip Rahmat, A.Ma.Pd
Penjaminan Mutu Bidang :
1. Standar Isi : Aisyah, S.Pd
2. Standar Proses : Agus Ekada, M.Pd
3. Standar Kompetensi Lulusan : Yani, S.Pd.I
4. Standar PTK : Itang Supriatna, S.Pd
5. Standar Sarana Dan Prasarana : Supriyadi, S.Pd
6. Standar Pengelolaan : Rudi Pikia Ginanjar
7. Standar Pembiayaan : Renny Handiani, S.Pd
8. Standar Penilaian : Siti Rostini
Auditor Internal :
1) Agus Ekada, M.Pd
2) Aisyah, S.Pd
3) H. Udin Samsudin
Dalam melaksanakan tugasnya TPMPS berupaya melakukan pemetaan mutu
secara objektif sehingga indikator mutu yang belum terpenuhi dapat terlihat
dengan jelas, untuk itu agar lebih efektif tim dibentuk menjadi delapan standar
sehingga anggota tim dapat lebih fokus dalam bidang yang koordinirnya.

3. Komitmen Mutu Sekolah


a. SDN Citunggul merupakan sekolah yang berada di tengah lokasi padat penduduk
yang langsung berinteraksi dengan masyarakat, komitmen dalam pemenuhan
mutu sangat diperlukan untuk membentuk suatu penjaminan mutu secara internal
di sekolah agar standar nasional pendidikan dapat tercapai. Komitmen Warga
sekolah dapat tercapai atas kesadaran sendiri tanpa adanya paksaan dari pihak
lain. Karena warga sekolah menyadari pentingnya pemenuhan mutu di sekolah
komitmen di SDN Citungul dibangun melalui cara memperbaiki komunikasi antar
warga sekolah sehingga tidak menimbulkan efek saling curiga atau saling
mengandalkan adanya kelemahan dalam membangun komitmen dapat diatasi
dengan komunikasi yang baik antara kepala sekolah, guru dan siswa, serta
masyarakat di sekitar sekolah.
b. Untuk itu kami warga SDN Citunggul dengan sadar berkomitmen
1) Melaksanakan Tugas Sebagai anggota Tim Pemnjaminan Mutu Pendidikan
Sekolah (TPMPS)
2) Melaksanakan Kegiatan Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dengan konsisten
dan Berkelanjutan
3) Mengimplementasikan Rencana kegiatan pemenuhan mutu untuk memenuhi
delapan standar Nasional Pendidikan
4) Mengembangkan sekolah menjadi sekolah berbudaya mutu
B. Implementasi SPMI
1. Pemetaan Mutu
Pemetaan mutu diawali dengan menganalisis rapot mutu sekolah pada tahun
2016. Adapun capaian standar rapot mutu secara umum ditampilkan pada radar
berikut.
Berdasarkan rapot mutu di atas, secara keseluruhan SNP bidang akademis SDN
Citunggul menunjukkan nilai rata-rata sebesar 5.73, artinya kategori capaian sekolah
berada pada menuju SNP 4. Untuk lebih objektif, TPMPS mencoba mengurai rapot
mutu di atas dengan menganalisis evaluasi diri sekolah.
Dari hasil evaluasi diri sekolah, tim memilih satu indikator dari satu SNP bidang
akademik untuk menjadi materi perencanaan pemenuhan mutu. Empat indikator
tersebut diantaranya:
No Standar Indikator
1 Isi Perangkat pembelajaran memuat karakteristik
kompetensi sikap.
2 Proses Melakukan penilaian otentik secara komprehensif.
3 Penilaian Instrumen penilaian aspek sikap.
4 Kompetensi Kelulusan Memiliki pengetahuan faktual, prosedural,
konseptual, metakognitif.

a. Perangkat Pembelajaran Memuat Karakteristik Kompetensi Sikap


1) Bukti fisik yang dianalisis
Dokumen yang digunakan untuk menganalisis indikator capaian pada
standar isi diantaranya adalah silabus dan RPP.
2) Aktualisasi
Hanya sebagian guru yang mengembangkan perangkat pembelajaran
dengan memuat karakteristik kompetensi sikap.
3) Kelemahan
Guru kurang memahami cara pengembangan RPP yang memuat
karakteristik kompetensi sikap.
4) Masalah
Guru kurang berlatih dan memahami teori pengembangan perangkat
pembelajaran yang memuat karakteristik kompetensi sikap.
5) Akar masalah
Kurangnya pelatihan dan kegiatan pengembangan perangkat pembelajaran.
6) Rekomendasi
Mengadakan kegiatan pengembangan perangkat pembelajaran.
b. Melakukan Penilaian Otentik Secara Komprehensif
1) Bukti fisik yang dianalisis
Dokumen yang digunakan untuk menganalisis indikator capaian pada
standar proses diantaranya adalah silabus, RPP, dan program evaluasi.
2) Aktualisasi
Sebagian besar guru melaksanakan penilaian yang terfokus hanya pada
aspek pengetahuan.
3) Kelemahan
Guru belum menggunakan penilaian otentik secara komperhensif.
4) Masalah
Keterbatasan kemampuan guru dalam menggunakan penilaiann otentik.
5) Akar Masalah
Kurangnya pelatihan guru dalam menggunakan penilaian otentik.
6) Rekomendasi
Mengadakan pelatihan penggunaan penilaian otentik dengan mengundang
narasumber.
c. Instrumen Penilaian Aspek Sikap
1) Bukti fisik yang dianalisis
Dokumen yang digunakan untuk menganalisis indikator capaian pada
standar penilaian diantaranya adalah RPP dan instrumen penilaian.
2) Aktualisasi
Sebagian besar guru melaksanakan penilaian yang terfokus hanya pada
aspek pengetahuan.
3) Kelemahan
Belum semua guru memahami, membuat dan menerapkan Instrumen
penilaian aspek sikap.
4) Masalah
Guru belum seluruhnya membuat instrumen dan melaksanakan penilaian
aspek sikap.
5) Akar Masalah
Kurangnya pendampingan guru dalam melaksanakan penilaian aspek
sikap.
6) Rekomendasi
Mengadakan pelatihan tentang penilaian aspek sikap.
d. Memiliki pengetahuan faktual, prosedural, konseptual, metakognitif
1) Bukti fisik yang dianalisis
Dokumen yang digunakan untuk menganalisis indikator capaian pada
standar kompetensi lulusan diantaranya adalah dokumen hasil belajar (nilai
rapor dan daftar nilai harian).
2) Aktualisasi
Sebagian siswa memiliki nilai pengetahuan faktual rendah.
3) Kelemahan
Kemungkinan kurangnya minat baca.
4) Masalah
Kurangnya minat baca, kurangnya pembiasaan yang dilakukan siswa,
kurangnya daya dukung orang tua.
5) Akar Masalah
Kurangnya pembiasaan dan pemanfaatan bahan ajar, sarana dan prasarana
sekolah yang tidak dimaksimalkan
6) Rekomendasi
Melaksanakan pengembangan budaya literasi.

Kendala dan Solusi Pemetaan Mutu


Ketika melaksanakan pemetaan mutu, TPMPS menganalisis rapot mutu dan
menyimpulkan bahwa secara keseluruhan nilai standar berada pada kategori baik.
Sehingga untuk menentukan kelamahan indikator mutu mengalami sedikit
perdebatan. Untuk itu, ketua TPMPS mengambil kebijakan bahwa kelemahan
indikator mutu dipilih melalui evaluasi diri sekolah dengan menganalisis dokumen-
dokumen terkait indikator. Setiap standar dikerjakan oleh seorang guru yang
sebelumnya telah ditentukan tugasnya dalam susunan TPMPS. Pada awalnya tugas
tersebut pesimistis dikerjakan karena banyaknya indikator dan analisis dokumen
yang harus digarap. Ditambah dengan kondisi SDM di sekolah yang diantaranya
kurang produktif karena faktor menjelang pensiun.
Solusi yang dilaksanakan dalam menghadapi kendala di atas diantaranya adalah
dengan membuat komitmen pelaksanaan jadwal analisis dokumen EDS dan
melaksanakannya dengan motode diskusi terfokus.

2. Perencanaan Pemenuhan Mutu


Berdasarkan rekomendasi pemetaan mutu, TPMPS menyusun rencana pemenuhan
mutu dengan menentukan program sebagai berikut:
a. Pengembangan KKG di Satuan Pendidikan
Program pengembangan KKG di satuan pendidikan disusun untuk memenuhi
indikator mutu: perangkat pembelajaran memuat karakteristik kompetensi sikap
pada standar isi. Progam ini diprioritaskan pada tahun 2017 dengan volume
kegiatan setiap tiga bulan sekali. Sumber daya yang terlibat diantaranya guru,
pengawas, dan kepala sekolah. Adapun kegiatan pertama pada program ini adalah
kerja kelompok guru per bidang mata pelajaran yang diampu.
b. Peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan penilaian otentik
Program peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan penilaian otentik
disusun untuk memenuhi indikator: Melakukan penilaian otentik secara
komprehensif pada standar proses. Program ini diprioritaskan pada tahun 2017
dan 2018 dengan volume kegiatan dua kali dalam satu tahun. Sumber daya yang
terlibat diantaranya adalah narasumber, guru, pengawas dan kepala sekolah.
Adapun kegiatan ditahun 2017 adalah pelatihan melaksanakan penilaian otentik.
c. Pengembangan kemampuan guru dalam melaksanakan penilaian aspek
sikap
Program pengembangan kemampuan guru dalam melaksanakan penilaian
aspek sikap disusun untuk memenuhi indikator: instrumen penilaian aspek sikap
pada standar penilaian. Program ini diprioritaskan pada tahun 2017 dan 2018
dengan volume kegiatan dua kali dalam satu tahun. Sumber daya yang terlibat
diantaranya adalah guru pemandu, guru dan kepala sekolah. Untuk kegiatan
pertama, TPMPS memilih kegiatan kelompok diskusi terfokus dalam menyusun
interumen aspek sikap.
d. Pengembangan kegiatan siswa dalam meningkatkan pengetahuan faktual,
prosedural, konseptual, dan metakognitif.
Program ini disusun untuk memenuhi indikator: Lulusan memiliki
kompetensi pada dimensi pengetahuan, dengan sub-indikator Memiliki
pengetahuan faktual, prosedural, konseptual, metakognitif. Program ini
dilaksanakan secara berkelanjutan dengan memulai pelaksanaannya pada tahun
2017. Sumber daya yang terlibat diantaranya adalah siswa, tenaga perpustakaan
dan walikelas. Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan adalah membuat pojok
baca di tiap kelas dan pembiasaan literasi.
Untuk jadwal dan program kerja rencana pemenuhan mutu pada tahun 2017
disusun sebagai berikut:

Jadwal Kegiatan Pemenuhan Mutu SDN Citunggul 2017


Koordinato
No Program Kegiatan Tanggal Waktu Tempat
r
1 Pengembangan Kerja kelompok 15 Agustus 13.00 Ruang Aisyah,
KKG di Tingkat guru per bidang 2017 17.00 Kelas V S.Pd.
Satuan mata pelajaran WIB SDN
Pendidikan yang diampu. Citunggul
.
2 Peningkatan Pelatihan 24 Agustus 13.00 Ruang Agus Ekada
kemampuan melaksanakan 2017 17.00 Kelas V
guru dalam penilaian WIB SDN
menggunakan otentik. Citunggul
penilaian .
otentik.
3 Pengembangan Kelompok 26 Agustus 13.00 Ruang Siti Rostini
kemampuan diskusi terfokus 2017 17.00 Kelas V
guru dalam guru dalam WIB SDN
melaksanakan mengembangka Citunggul
penilaian aspek n kemampuan
sikap. penilaian aspek
sikap.
4 Pengembangan Menyediakan 28 Agustus 13.00 Ruang Yani, S.Pd.I
kegiatan siswa pojok baca dan 2017 Selesai. Kelas I
dalam pembiasaan VI
meningkatkan literasi. SDN
pengetahuan Citunggul
faktual,
prosedural,
konseptual, dan
metakognitif.

Kendala dan Solusi


Masalah yang TPMPS hadapi pada siklus rencana pemenuhan mutu diantaranya
adalah terkait rencana pemenuhan anggaran kegiatan yang harus disesuaikan dengan
RKAS BOS. Adapun solusi yang dilaksanakan Tim adalah dengan membuat RKAS
perubahan.

3. Pelaksanaan Pemenuhan Mutu


Pelaksanaan pemenuhan mutu di SDN Citunggul berpedoman pada program
pemenuhan mutu yang telah disusun. Adapun gambaran pelaksanaannya adalah
sebagai berikut:
a. Kerja Kelompok Guru Per Bidang Mata Pelajaran yang Diampu
Program pengembangan KKG di Gugus Satuan Pendidikan sebagai
pemenuhan mutu standar isi dengan indikator perangkat pembelajaran sesuai
rumusan kompetensi lulusan melalui kegiatan kerja kelompok guru per bidang
mata pelajaran yang diampu bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran
yang memuat karakteristik kompetensi sikap.
1) Waktu dan Tempat Kegiatan
Kegitan ini telah dilaksanakan pada:
a) Hari : Selasa
b) Tanggal : 15 Agustus 2017
c) Waktu : 13.00 s.d 17.00
d) Tempat : Ruang Kelas V SDN Citunggul
2) Peserta
Undangan : 12 Orang
Hadir : 10 Orang
Tidak Hadir : 2 Orang
3) Deskripsi Kegiatan
No Waktu Kegiatan
1 13.00 - 13.15 Pembukaan acara oleh Ketua TPMPS.
2 13.15 14.00 Penyampaian materi pembembangan perangkat
pembelajaran yang memuat karakteristik kompetensi
sikap oleh guru pendamping.
3 14.00 15.00 Peserta melakukan diskusi, tanya jawab dan
merancang RPP.
4 15.00 15.30 Istirahat
5 15.30 16.00 Peserta berdiskusi menyusun perangkat pembelajaran
yang memuat karakteristik kompetensi sikap.
6 16.00 16.30 Peserta mempresentasikan hasil diskusi.
7 16.30 16.45 Acara ditutup oleh ketua TPMPS.

b. Pelatihan Penilaian Otentik


Program peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan penilaian
otentik disusun untuk memenuhi mutu standar proses dengan indikator
pengawasan dan penilaian otentik dilakukan dalam proses pembelajaran.
Tujuan kegiatan pelatihan penilaian otentik di antaranya adalah meningkatkan
kemampuan guru dalam menggunakan penilaian otentik.

1) Waktu dan Tempat Kegiatan


Kegitan ini telah dilaksanakan pada:
a) Hari : Kamis
b) Tanggal : 24 Agustus 2017
c) Waktu : 13.00 s.d 17.00
d) Tempat: Ruang Kelas V SDN Citunggul
2) Peserta
Undangan : 12 Orang
Hadir : 11 Orang
Tidak Hadir : 1 Orang
3) Deskripsi Kegiatan
No Waktu Kegiatan
1 13.00 - 13.15 Pembukaan acara oleh Ketua TPMPS.
2 13.15 14.00 Penyampaian materi tentang penilaian otentik.
3 14.00 15.00 Peserta melakukan diskusi, tanya jawab dan
merancang RPP.
4 15.00 15.30 Istirahat
5 15.30 16.00 Peserta berdiskusi menyusun instrumen dan rubrik
penilaian otentik.
6 16.00 16.30 Peserta mempresentasikan hasil diskusi.
7 16.30 16.45 Acara ditutup oleh ketua TPMPS.

c. Kelompok Diskusi Terfokus Guru dalam Mengembangkan Kemampuan


Penilaian Aspek Sikap
Program pengembangan kemampuan guru dalam melaksanakan penilaian
aspek sikap disusun untuk memenuhi mutu standar penilaian melalui indikator
instrumen penilaian menyesuaikan aspek dan sub-indikator instrumen penilaian
aspek sikap. Tujuan kegiatan diskusi terfokus guru dalam mengembangkan
kemampuan guru penilaian aspek sikap adalah mengembangkan kemampuan guru
dalam melaksanakan penilaian aspek sikap.
1) Waktu dan Tempat Kegiatan
Kegitan ini telah dilaksanakan pada:
a) Hari : Sabtu
b) Tanggal : 26 Agustus 2017
c) Waktu : 13.00 s.d 17.00
d) Tempat : Ruang Kelas V SDN Citunggul
2) Peserta
Undangan : 10 Orang
Hadir : 9 Orang
Tidak Hadir : 1 Orang
3) Deskripsi Kegiatan
No Waktu Kegiatan
1 13.00 - 13.15 Pembukaan acara oleh Ketua TPMPS.
2 13.15 14.00 Penyampaian materi penilaian aspek sikap oleh guru
pemandu.
3 14.00 15.00 Peserta melakukan diskusi, tanya jawab dan menyusun
perangkat pembelajaran yang memuat penilaian aspek
sikap.
4 15.00 15.30 Istirahat
5 15.30 16.30 Peserta berdiskusi menyusun instrumen penilaian
aspek sikap.
6 16.30 16.45 Acara ditutup oleh ketua TPMPS.

d. Menyediakan Pojok Baca dan Pembiasaan Literasi


Program pengembangan kegiatan siswa dalam meningkatkan pengetahuan
faktual, prosedural, konseptual, dan metakognitif disusun untuk memenuhi mutu
standar kompetensi lulusan dengan indikator lulusan memiliki kompetensi pada
dimensi pengetahuan dan sub-indikator memiliki pengetahuan faktual, prosedural,
konseptual, metakognitif. Kegiatan menyediakan pokok baca dan pembiasaan
literasi bertujuan untuk memembangkan kegiatan siswa dalam meningkatkan
pengetahuan faktual, prosedural, konseptual dan metakognitif.
1) Waktu dan Tempat Kegiatan
Kegitan ini telah dilaksanakan pada:
a) Hari : Senin
b) Tanggal : 28 Agustus 2017
c) Waktu : 13.00 s.d 17.00
d) Tempat : Ruang Kelas I-VI SDN Citunggul
2) Peserta
Guru : 7 Orang
3) Deskripsi Kegiatan
Senin
Pukul 13.00 13.15 : Pembukaan acara oleh Ketua TPMPS.
Pukul 13.15 15.00 : Guru bersama siswa mengkondisikan pojok baca
di masing-masing kelas.
Selasa
Pukul 07.10 07.25 : Guru membimbing siswa melaksanakan
pembiasaan membaca 15 menit sebelum
pembelajaran di mulai.

Kendala dan Solusi


Beberapa kendala yang dihadapi pada siklus pelaksanaan pemenuhan mutu
diantaranya adalah:
1) Kesulitan menentukan waktu pelaksanaan karena kesibukan beberapa guru.
2) Kesulitan menentukan narasumber.
Solusi:
1) Menentukan minggu efektif untuk melaksanakan beberapa kegiatan.
2) Menentukan guru pemandu untuk menyiapkan materi bahan diskusi.

4. Monitoring dan Evaluasi


a. Instrumen Monev
Penyusunan instrumen monitoring dan evaluasi dilakukan oleh auditor
internal yang telah ditentukan dalam susunan TPMPS yang terdiri dari:
1) Agus Ekada
2) Aisyah, S.Pd
3) H. Udin Samsudin.
Matriks dalam instrumen monev terdiri dari (1) waktu pelaksanaan monev,
(2) aspek yang dinilai, (3) indikator (keterangan indikator, (4) catatan temuan, (5)
tindak lanjut rekomendasi, (6) tanggal penyelesaian. Untuk aspek yang diamati
terdiri dari perencanaan kegiatan, pelaksanaan dan hasil yang dicapai.
b. Rencana Monev
Rencana monev ditentukan berdasarkan jadwal kegiatan yang telah disusun, dengan
uraian sebagai berikut:
Petugas Tanggal
No Kegiatan Teknik Monev
Monev Monev
1 Kerja kelompok guru Agus Ekada 15-08-2017 Observasi dan
per bidang mata Studi
pelajaran yang diampu. Dokumentasi
2 Pelatihan Penilaian Aisyah, S.Pd. 24-10-2017 Observasi dan
Otentik Studi
Dokumentasi
3 Kelompok Diskusi Agus Ekada 26-10-2017 Observasi dan
Terfokus Guru dalam Studi
Mengembangkan Dokumentasi
Kemampuan Penilaian
Aspek Sikap
4 Menyediakan Pojok Agus Ekada 28-10-2017 Observasi
Baca dan Pembiasaan 29-10-2017
Literasi

c. Pelaksanaan Monev
Monitoring dan evaluasi dilakukan pada saat kegiatan dilaksanakan melalui
teknik pengamatan atau observasi dan studi dokumentasi untuk menilai beberapa
dokumen misalnya program kegiatan, daftar hadir peserta, dan produk hasil
kegiatan. Adapun langkah-langkah pelaksanaan monev diuraikan sebagai berikut:
1) Mempersiapkan instrumen monev yang telah disusun sebelumnya.
2) Mengamati dan menilai dokumen pada indikator aspek perencanaan.
3) Mengamati jalannya kegiatan pada indikator aspek pelaksanaan.
4) Mencatat temuan.
5) Memberi tidak lanjut.
6) Menentukan tanggal penyelesaian tindak lanjut.
Instrumen yang digunakan oleh auditor internal pada setiap kegiatan
diuraikan dalam matriks sebagai berikut:
Program : Pengembangan KKG di Satuan Pendidikan
Kegiatan : Kerja Kelompok Per-Mata Pelajaran yang di ampu
Waktu : 15 Agustus 2017
Petugas : Agus Ekada

CEKLIS,
ASPEK YANG DI ADA/TDK, CATATAN TINDAK LANJUT/ TANGGAL
NO INDIKATOR
MONEV SESUAI/ TEMUAN REKOMENDASI PENYELESAIAN
TDK, KET
1. Perencanaan - Program kegiatan
- Penjadwalan
- Pembagian tugas
- Meteri Pembahasan

Pelaksanaan - Ketepatan jadwal


- Kehadiran Peserta
- Penyampaian materi
oleh narasumber
Hasil - Laporan kegiatan
- Hasil Diskusi
Kelompok
- Perangkat
pembelajaran

Program : Peningkatan Kemampuan Guru dalam Menggunakan Penilaian Otentik


Kegiatan : Pelatihan Penilaian Otentik
Waktu : 24 Agustus 2017
Petugas : Aisyah, S.Pd.
CEKLIS,
ASPEK YANG DI ADA/TDK, CATATAN TINDAK LANJUT/ TANGGAL
NO INDIKATOR
MONEV SESUAI/ TEMUAN REKOMENDASI PENYELESAIAN
TDK, KET
1. Perencanaan - Program Pelatihan
- Penjadwalan
- Daftar peserta
- Materi Pembahasan

Pelaksanaan - Ketepatan jadwal


- Kehadiran Peserta
- Penyampaian materi
oleh narasumber

Hasil - Laporan hasil


kegiatan Pelatihan
- Produk Pelatihan dari
peserta

Program : Pengembangan Kemampuan Guru dalam Melaksanakan Penilaian Sikap


Kegiatan : Kelompok Diskusi Terfokus
Waktu : 26 Agustus 2017
Petugas : Agus Ekada
CEKLIS,
ASPEK YANG DI ADA/TDK, CATATAN TINDAK LANJUT/ TANGGAL
NO INDIKATOR
MONEV SESUAI/ TEMUAN REKOMENDASI PENYELESAIAN
TDK, KET
1. Perencanaan - Program Diskusi
- Penjadwalan
- Daftar peserta
- Materi Pembahasan

Pelaksanaan - Ketepatan jadwal


- Kehadiran Peserta
- Penyampaian materi
oleh narasumber

Hasil - Laporan hasil


kegiatan Diskusi
- Produk Diskusi dari
peserta

Program : Pengembangan Siswa dalam Meningkatkan pengetahuan Faktual, Prosedural. Konseptual dan Metakognitif
Kegiatan : Menyediakan Pojok Baca dan Pembiasaan Kegiatan Literasi
Waktu : 28 Agustus 2017
Petugas : Agus Ekada
CEKLIS,
ASPEK YANG DI ADA/TDK, CATATAN TINDAK LANJUT/ TANGGAL
NO INDIKATOR
MONEV SESUAI/ TEMUAN REKOMENDASI PENYELESAIAN
TDK, KET
1. Perencanaan - Program Kegiatan
- Penjadwalan
- Daftar Penanggung
jawab kelas

Pelaksanaan - Ketepatan jadwal.


- Kehadiran
penanggung
jawab

Hasil - Tersedianya pojok


baca
- Jadwal pembiasaan
kegiatan literasi oleh
penanggung jawab
kelas
d. Hasil Monev
Hasil pelaksanaan monev diuraikan sebagai berikut:
1) Kerja Kelompok Guru Per-Mata Pelajaran yang Diampu
a) Input
Program kegiatan yang disusun telah sesuai dengan tujuan yaitu
mengembangkan perangkat pembelajaran yang memuat karakteristik
kompetensi sikap.
Jadwal pelaksanaan tersedia dan diketahui oleh setiap peserta.
Daftar hadir peserta tersedia dan diisi oleh peserta.
Pembagian tugas peserta dilakukan menjadi dua kelompok, masing-
masing kelompok membagi bidang studi.
Materi yang disiapkan oleh guru pemandu sesuai yaitu tentang
perangkat pembelajaran yang memuat aspek sikap.
b) Proses
Kegiatan secara umum berjalan sesuai jadwal yaitu dimulai pada
pukul 13.00 sampai dengan 17.00 WIB.
Peserta tidak seluruhnya hadir, yaitu dari 12 undangan hanya 10
yang hadir. Dua orang peserta yang tidak hadir adalah guru dan
narasumber.
Materi yang disampaikan oleh guru pemandu pada umumnya sesuai,
yaitu tentang RPP yang memuat karakteristik kompetensi sikap
siswa. Materi disampaikan dengan metode ceramah dan tanya jawab.
c) Output
Produk dari kegiatan kerja kelompok guru per-mata pelajaran yang diampu
adalah perangkat pembelajaran (RPP) diantaranya tematik untuk kelas
rendah dan RPP bidang studi IPS dan IPA untuk kelas tinggi. RPP yang
telah disusun pada dasarnya telah mencoba memasukkan karakteristik
aspek sikap pada KBM, namun secara keseluruhan RPP yang dihasilkan
belum dinilai kualitasnya oleh ahli (pengawas).
d) Outcome
Dampak yang dihasilkan dari kegiatan kerja kelompok guru per-mata
pelajaran yang diampu diantaranya adalah guru dapat membuat perangkat
pembelajaran yang memuat karakteristik kompetensi aspek sikap.

e) Kesimpulan Hasil Monev


Kegiatan Kerja Kelompok Guru Per-Mata Pelajaran yang Diampu secara
keseluruhan berjalan sesuai dengan program, namun agar lebih
memperoleh kualias materi dan produk yang dihasilkan, maka untuk
kegiatan selanjutnya diharapkan dapat menghadirkan narasumber yang
kompeten.
2) Pelatihan Penilaian Otentik
a) Input
Program kegiatan yang disusun telah sesuai dengan tujuan yaitu
meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan penilaian
otentik.
Jadwal pelaksanaan tersedia dan diketahui oleh setiap peserta.
Daftar hadir peserta tersedia dan diisi oleh peserta.
Materi yang disiapkan oleh narasumber sesuai yaitu tentang
penilaian otentik.
b) Proses
Kegiatan secara umum berjalan sesuai jadwal yaitu dimulai pada
pukul 13.00 sampai dengan 16.45 WIB.
Peserta tidak seluruhnya hadir, yaitu dari 12 undangan hanya 11
yang hadir. Satu orang peserta yang tidak hadir adalah guru.
Materi yang disampaikan oleh narasumber pada umumnya sesuai,
yaitu tentang penilaian otentik yang disampaikan dengan metode
ceramah dan tanya jawab, namun waktu yang tersedia tidak cukup
untuk menyampaikan semua materi.
c) Output
Produk dari pelatihan penilaian otentik adalah instrumen dan rubrik
penilaian otentik khususnya untuk pembelajaran tematik bagi kelas yang
menggunakan kurikulum 2013, namun beberapa RPP masih perlu
memerlukan pengembangan pada aspek aktivitas siswanya.
d) Outcome
Dampak yang dihasilkan dari kegiatan kerja kelompok guru per-mata
pelajaran yang diampu diantaranya adalah guru dapat melaksanakan
penilaian otentik.
e) Kesimpulan Hasil Monev
Kegiatan pelatihan penilaian otentik secara keseluruhan berjalan sesuai
dengan program, namun agar materi dapat disampaikan secara utuh maka
durasi penyampaian materi perlu ditambahkan.
3) Pengembangan Kemampuan Guru dalam Melaksanakan Penilaian
Aspek Sikap
a) Input
Program kegiatan yang disusun telah sesuai dengan tujuan yaitu
mengembangkan kemampuan guru dalam melaksanakan penilaian
aspek sikap.
Jadwal pelaksanaan tersedia dan diketahui oleh setiap peserta.
Daftar hadir peserta tersedia dan diisi oleh peserta.
Materi yang disiapkan oleh guru pemandu sesuai yaitu tentang
penilaian aspek sikap.
b) Proses
Kegiatan berjalan tidak sesuai jadwal yaitu dimulai pada pukul 13.00
sampai dengan 15.30 WIB.
Peserta tidak seluruhnya hadir, yaitu dari 10 undangan hanya 9 yang
hadir. Satu orang peserta yang tidak hadir adalah guru.
Materi yang disampaikan oleh guru pemandu pada umumnya sesuai,
yaitu tentang penilaian otentik yang disampaikan dengan metode
ceramah dan tanya jawab, namun materi kegiatan banyak yang telah
dibahas pada kegiatan lain.
c) Output
Produk dari kegiatan pengembangan kemampuan guru dalam
melaksanakan penilaian aspek sikap adalah RPP yang memuat
karakteristik aspek sikap dan instrumen penilaian aspek sikap baik di
kelas rendah maupun kelas tinggi. Produk dari kegiatan ini belum
dianalisis oleh ahli yang berkompeten.

d) Outcome
Dampak yang dihasilkan dari kegiatan pengembangan kemampuan guru
dalam melaksanakan penilaian aspek sikap diantaranya adalah guru dapat
menggunakan instrumen untuk menilai aspek sikap dalam KBM.
e) Kesimpulan Hasil Monev
Kegiatan pelatihan penilaian otentik secara keseluruhan berjalan sesuai
dengan program, namun agar lebih efektif kegiatan-kegiatan dengan topik
sejenis dapat dilaksanakan dalam satu kegiatan.
4) Pengembangan Siswa dalam Meningkatkan pengetahuan Faktual,
Prosedural. Konseptual dan Metakognitif
a) Input
Program kegiatan yang disusun telah sesuai dengan tujuan yaitu
untuk memembangkan kegiatan siswa dalam meningkatkan
pengetahuan faktual, prosedural, konseptual dan metakognitif.
Jadwal pelaksanaan tersedia dan diketahui oleh setiap peserta.
b) Proses
Kegiatan berjalan sesuai program yaitu tanggal 28 Agustus 2017
mengkondisikan pojok baca di masing-masing kelas dan 29 Agustus
2017 hari pertama melaksanakan pembiasaan literasi 15 menit
sebelum KBM di masing-masing kelas.
c) Output
Produk dari kegiatan pengadaan pojok baca dan pembiasaan literasi adalah
tersedianya pojok baca. Kondisi pojok baca pada umumnya telah cukup
layak digunakan oleh siswa.
d) Outcome
Dampak yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah siswa mulai terlihat
minat baca dengan digunakannya pojok baca pada jam diluar KBM.
e) Kesimpulan Hasil Monev
Kegiatan pengadaan pojok baca dan pembiasaan literasi secara
keseluruhan berjalan sesuai dengan program, namun untuk lebih menarik
minat siswa, buku koleksi dalam setiap pojok baca ditambah jumlahnya.

Kendala dan Solusi


Kendala yang dihadapi pada siklus monitoring dan evaluasi adalah selain sebagai
auditor internal, petugas monev termasuk kedalam peserta kegiatan sehingga terbagi
konsentrasi ketika mengamati aspek yang dimonev dengan mengikuti materi
kegiatan SPMI.
Solusi
Catatan monev dibantu oleh hasil diskusi dengan peserta setelah kegiatan selesai
dilaksanakan.

5. Penyusunan Strategi Peningkatan Mutu


Aktivitas penyusunan strategi peningkatan mutu dilakukan malalui rapat TPMPS
berdasarkan analisis monitoring dan evaluasi. Strategi peningkatan mutu tersebut
adalah sebagai berikut:
a. Melanjutkan program pengembangan KKG di satuan pendidikan melalui
kegiatan pengembangan perangkat pembelajaran dengan mengundang
narasumber yang kompeten di tahun berikutnya.
b. Melanjutkan program peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan
penilaian otentik melalui kegiatan pelatihan-pelatihan penilaian otentik dengan
menambah durasi waktu kegiatan dan menghadirkan pemateri yang kompeten.
c. Meningkatkan program kegiatan pengembangan siswa dalam meningkatkan
pengetahuan faktual, prosedural, konseptual dan metakognitif melalui kegiatan
pembiasaan literasi dengan menambah koleksi buku bacaan disetiap pojok baca
pada masing-masing kelas.

C. PENGEMBANGAN BUDAYA MUTU SEKOLAH


Pelaksanaan SPMI di SDN Citunggul memberikan beberapa perubahan-perubahan
yang berorientasi pada terbentuknya budaya mutu diantaranya:
a. Kebijakan
Dengan dibangunnya komitmen untuk melaksanakan SPMI, maka jam kerja
guru bertambah menjadi 8 jam perhari.
b. Budaya Sekolah
Terbentuknya kelompok fokus diskusi kelas tinggi dan kelas rendah.
Guru terbiasa menyelesaikan masalah-masalah akademik dalam fokus diskusi.
Hadirnya pojok baca di tiap-tiap kelas memberikan aktivitas kegiatan membaca
siswa semakin meningkat.
Pembiasaan literasi setiap 15 menit sebelum pelajaran dimulai.

D. PENUTUP
1. Kesimpulan
Pelaksanaan SPMI di SDN Citunggul secara keseluruhan berjalan sesuai agenda.
Program pemenuhan mutu yang disiapkan meliputi pengembangan KKG di satuan
pendidikan, peningkatan kemampuan guru dalam penilaian otentik, pengembangan
kemampuan guru dalam melaksanakan penilaian aspek sikap dan pengembangan
siswa dalam meningkatkan pengetahuan faktual, prosedural, konseptual dan
metakognitif. Untuk kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan diantaranya adalah
kerja kelompok guru per-mata pelajaran yang diampu, pelatihan penilaian otentik,
kelompok diskusi terfokus dalam menyusun instrumen aspek sikap.
Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS) SDN Citunggul
merupakan asset utama terlaksananya penjaminan mutu di sekolah. Komitmen yang
telah disepakati dapat dipegang teguh dan dilaksanakan dengan baik oleh setiap
anggota TPMPS sehingga tumbuh budaya mutu, terbentuknya kelompok fokus
diskusi, budaya menyelesaikan masalah-masalah akademik dalam fokus diskusi, dan
hadirnya pojok baca di tiap-tiap kelas memberikan aktivitas kegiatan membaca siswa
semakin meningkat.
Penjaminan mutu internal di SDN Citunggul diharapkan dapat dilaksanakan
secara berkelanjutan. Karena itu TPMPS menyusun strategi peningkatan mutu untuk
dilaksanakan pada tahun berikutnya yang diantaranya melanjutkan program
pengembangan KKG di satuan pendidikan melalui kegiatan pengembangan
perangkat pembelajaran dengan mengundang narasumber yang kompeten di tahun
berikutnya, melanjutkan program peningkatan kemampuan guru dalam
menggunakan penilaian otentik melalui kegiatan pelatihan-pelatihan penilaian
otentik dengan menambah durasi waktu kegiatan dan menghadirkan pemateri yang
kompeten, dan meningkatkan program kegiatan pengembangan siswa dalam
meningkatkan pengetahuan faktual, prosedural, konseptual dan metakognitif melalui
kegiatan pembiasaan literasi dengan menambah koleksi buku bacaan disetiap pojok
baca pada masing-masing kelas.
2. Saran
Dari hasil monitoring dan evaluasi yang telah dilaksanakan melalu observasi,
studi dokumentasi dan wawancara, maka sebagai saran sekolah perlu peningkatan
melalui proses perbaikan yang berkelanjutan dalam penjaminan mutu internal
khususnya pada standar nasional pendidikan bidang akademik yang terdiri dari
standar isi, standar proses, standar penilaian dan standar kompetensi lulusan.
Program dan kegiatan yang telah dilaksanakan agar kembali menjadi prioritas
di tahun berikutnya untuk melaksanakan Continuous development.