Anda di halaman 1dari 7

Pengaruh Temperatur dan Katalis Lempung Aktif Pada Pengolahan Sampah

Plastik Jenis Polypropylene dengan Metode Pirolisis

Idries Hamidi Shaleh1), Syarfi Daud2), Bahruddin3)


1)
Mahasiswa Teknik Lingkungan 2)Dosen Teknik Lingkungan 3)Dosen Teknik Kimia
Fakultas Teknik Universitas Riau
Kampus BinaWidya, Jl. HR Soebrantas, Km.12,5, Pekanbaru
Email : idrieshamidi@gmail.com

ABSTRACT

The increasing amounts of plastic wastes generate enormous environmental problems


because its nonbiodegradable properties. Various attempts have been done to reduce
plastic waste. One of the way to reuse the plastic waste is converted to the liquid fuel
by pyrolisis process. Pyrolysis, while can decomposed plastic safely, its product can
be alternative source of fuel. The purpose of this study is to observe the effect of process
variable (process temperature and active clay catalyst) for yield form polypropylene
plastic and generated pyrolysis liquid fuel characterization. The pyrolysis process was
carried out at 300 oC, 350 oC, 400 oC and variation of active clay catalyst to 0.5%, 1%,
1.5% and non-catalyst for polypropylene plastic and with reaction time of 120 min.
The results of this study resulted in the highest yield of 65.86% at 400oC and 1.5%
active clay catalyst. Characterization of pyrolysis liquid fuel of density 0,784 gram /
ml, kinematic viscosity 2,956 cSt, flash point 49 oC and caloric value 46,815 MJ/ kg.
Keyword : pyrolysis, active clay, polypropylena, pyrolysis liquid fuel

PENDAHULUAN
Plastik sudah menjadi bagian bentuknya yang fleksibel, berbobot
penting dalam kehidupan manusia. ringan, tidak mudah pecah, bersifat
Ketergantungan terhadap plastik transparan, mudah diberi label dan
didalam kehidupan sehari-hari, baik dibuat dalam aneka warna. Plastik jenis
dalam kebutuhan rumah tangga maupun Polypropylene adalah jenis plastik yang
industri dapat menimbulkan paling banyak digunakan dalam
permasalahan yaitu semakin kehidupan sehari-hari karena memiliki
meningkatnya jumlah sampah plastik. sifat mekanis yang baik dengan massa
jenis yang rendah, ketahanan panas dan
Plastik dilihat sebagai masalah
kelembaban, serta memiliki kestabilan
lingkungan dan kesehatan yang serius,
dimensi yang baik (Maryudi dan
khususnya pemanfaatan plastik sekali
Setyawan, 2014).
pakai. Penggunaan plastik memiliki
keunggulannya dibanding dengan Berbagai usaha untuk menekan
memakai bahan lainnya yaitu dalam hal pertumbuhan sampah plastik telah

Jom FTEKNIK Volume 4 No.2 Oktober 2017 1


dilakukan. Namun usaha itu tidak Meningkatnya timbulan sampah
sepenuhnya berhasil, oleh sebab itu plastik dan melihat besarnya potensi
dibutuhkan suatu cara lain dalam daerah yang kaya akan mineral
mereduksi sampah plastik. Teknologi lempung, maka perlu dilakukan suatu
daur ulang sampah plastik saat ini inovasi yang dapat mengurangi dan
memiliki beberapa alternatif selanjutnya mengolah timbulan sampah
diantaranya adalah dengan teknologi plastik menjadi salah satu energi
daur ulang thermochemical atau biasa alternatif dengan menggunakan proses
dikenal dengan pirolisis. Pirolisis pirolisis, sehingga sampah plastik tidak
merupakan dekomposisi bahan organik akan mengakibatkan pencemaran
secara termokimia pada temperatur dilingkungan.
tinggi tanpa menggunakan oksigen serta
menyebabkan perubahan pada METODOLOGI
komposisi baik fisik maupun kimiawi. Bahan utama yang digunakan dalam
Teknologi pirolisis ini berbeda dengan penelitian ini adalah sampah plastik
proses pembakaran, terutama pada gas jenis Polypropylane (PP), katalis
buang yang dihasilkan. Gas buang yang lempung yang telah diaktivasi dan
dipancarkan akan menghasilkan produk aquades.
berupa minyak, yang dapat digunakan
sebagai bahan bakar atau bahan yang A. Variabel Penelitian
baku diindustri (Achilias, dkk., 2008). Variabel Tetap
Proses pirolisis dapat dilakukan Variabel tetap yang digunakan yaitu
penambahan katalis. Katalis memegang Ukuran plastik polypropylene, Berat
peranan penting dalam kualitas plastik 200 gram, Ukuran partikel
hidrokarbon yang dihasilkan. Katalis lempung -100+200 mesh dan Waktu
digunakan untuk menurunkan energi reaksi 120 menit.
yang terjadi pada proses pembakaran,
katalis juga berperan untuk menurunkan Variabel Berubah
konsentrasi klorida (Cl) yang ada pada a. Temperatur reaksi : 300 oC ,350 oC
cairan yang terbentuk sebagai hasil dan 400 oC.
produk pembakaran (Ermawati, 2011).
Katalis yang ditambahkan adalah b. Rasio katalis/plastik : 0,5 ; 1 ; 1,5 (%
lempung. Lempung merupakan salah berat) dan tanpa katalis (sebagai
satu kekayaan Indonesia yang berlimpah kontrol).
dan belum dimanfaatkan secara optimal.
B. Prosedur Penelitian
Pemilihan lempung sebagai katalis
dikarenakan struktur lempung yang Persiapan Bahan Baku Plastik
mempunyai pori lebih besar Pada tahap ini bahan baku plastik
dibandingkan zeolit, stabilitas termal jenis Polypropylane (PP) didapat dari
tinggi, luas permukaan lebih luas, dan pengumpulan sampah yang dibuang
aktivitas katalitik yang baik (Samosir, oleh masyarakat. Plastik yang telah
dkk., 2012). terkumpul, lalu dibersihkan terlebih

Jom FTEKNIK Volume 4 No.2 Oktober 2017 2


dahulu, dicuci, dan dikeringkan dengan didinginkan dengan kondensor agar
bantuan sinar matahari, setelah kering, berubah menjadi cairan dan cairan
selanjutnya ukuran plastik tersebut tersebut ditampung dalam gelas ukur.
dipotong atau diperkecil ukurannya
sebesar 1 x 1 cm. HASIL DAN PEMBAHASAN
Aktivasi Katalis Lempung A. Karakteristik Katalis Lempung
Aktif
Tahap pertama lempung digerus
untuk memperkecil ukuran, kemudian Tabel 1. Hasil Analisa Luas Permukaan
diayak dengan ukuran -100+200 mesh. Katalis Lempung aktif
Proses aktivasi lempung dengan cara Luas permukaan
Katalis
mencampur lempung sebanyak 150 gr (m2/gr)
dalam larutan H2SO4 1,2 m sebanyak Lempung yang
500 ml selama 6 jam pada suhu 60 oC 1,739
belum teraktivasi
sambil diaduk dengan motor pengaduk
Lempung yang
dengan kecepatan 60 rpm pada reaktor 2,377
teraktivasi H2So4
alas datar volume 1 liter, kemudian
sampel tersebut didiamkan selama 16 Lempung
3,479
jam yang selanjutnya disaring dan dicuci Kalsinasi
berulang kali dengan menggunakan Sumber : Hardi, 2016
aquades sampai tidak ada ion SO4-2
Luas permukaan lempung
yang terdeteksi BaCl2. Jika lempung
meningkat setelah diaktivasi. Hal ini
cucian masih berwarna putih keruh
disebabkan oleh asam yang melarutkan
ketika dicuci dengan aquades berarti
pengotor-pengotor yang menutupi pori-
lempung masih terdapat ion SO4-2.
pori lempung sehingga menjadi lebih
Hasil cucian berupa cake dikeringkan
terbuka. Luas permukaan pada lempung
pada suhu 120 oC selam 4 jam dalam
ini akan berakibat pada situs aktif yang
oven. Tahap aktivasi selanjutnya
semakin banyak dan aktivitas katalis
meliputi kalsinasi. proses kalsinasi
menjadi meningkat. Selain itu, ion-ion
dilakukan didalam furnace pada suhu
seperti Ca, Mg dan Na juga diikat oleh
500 oC selama 5 jam.
ion SO4-. Ion-ion yang berasal dari
Penelitian Utama logam alkali harus dihilangkan karena
dapat menyebabkan terjadinya dektivasi
Proses pirolisis dimulai dari pada katalis dan racun pada katalis
mengatur temperatur pada suhu 300oC, (Setyawan dan Handoko, 2002 dalam
lalu masukan sebanyak 200gr plastik Febrian, 2016).
Polypropylane (PP) dan katalis lempung
aktif yang telah dipersiapkan, sesuai Proses aktivasi pada lempung
variasi perbandingannya selama 120 setelah aktivasi secara kimia adalah
menit. Pada proses pirolisis, plastik yang dengan proses kalsinasi. Kalsinasi pada
dipanaskan akan meleleh dan akan katalis juga akan meningkatkan luas
menghasilkan uap dan uap tersebut akan permukaan. Katalis yang dikalsinasi

Jom FTEKNIK Volume 4 No.2 Oktober 2017 3


pada temperatur tinggi dapat produk yang dihasilkan. Yield tertinggi
merenggangkan pori-pori sehingga gas yang diperoleh pada temperatur 300oC
nitrogen dapat menembus pori-pori adalah 35,95%; pada temperatur 350oC
kecil yang ditempati oleh pengotor- dengan yield 54,08% dan pada
pengotor organik dan dapat temperatur 400oC dengan yield 65,86%.
mendesaknya keluar dari bahan Peningkatan yield yang signifikan
lempung (Surono, dkk., 2011 dalam ini disebabkan oleh semakin
Febrian, 2016). meningkatnya temperatur dan
pemberian katalis yang digunakan,
B. Pengaruh Variasi Temperatur dan
peningkatan temperatur reaksi akan
Persentase Katalis Lempung Aktif
mempercepat proses perengkahan
Terhadap Persen Yield
hidrokarbon dengan rantai karbon
panjang menjadi hidrokarbon dengan
70
rantai panjang. Hal ini sesuai dengan
60 peryataan Housmand, dkk (2013) yang
50
menjelaskan bahwa dengan
meningkatnya temperatur yang
Yield (%)

40 digunakan pada proses pirolisis, maka


30 akan semakin banyak ikatan (rantai
20
hidrokarbon) yang terputus sehingga
yield juga semakin banyak. Kenaikan
10 yield produk ini dapat diartikan sebagai
0 meningkatnya reaksi perengkahan
300 350 400 (dekomposisi) yang terjadi. Suatu reaksi
Temperatur (C) perengkahan adalah reaksi endotermis
dimana reaksi ini melibatkan proses
0 % Lempung Aktif 0.5 % Lempung Aktif pemutusan rantai hidrokarbon, sehingga
1 % Lempung Aktif 1.5 % Lempung Aktif proses untuk memutuskan suatu ikatan
diperlukan suatu energi panas yang
Gambar 1 Pengaruh Temperatur Terhadap besar (Harefa, 2013).
Yield (%) Liquid
Berdasarkan hasil penelitian, yield
Pengaruh terperatur Terhadap persen tertinggi yang dihasilkan yaitu pada
yield pada Gambar 1 menunjukan yield pemberian persen katalis 1,5% katalis
yang dihasilkan semakin meningkat lempung aktif. Hal ini disebabkan
seiring dengan meningkatnya karena katalis lempung aktif
temperatur. Pengaruh temperatur dari memberikan pengaruh yang baik dalam
masing-masing berat katalis lempung mempercepat reaksi, ini sesuai dengan
aktif/plastik PP memiliki perbandingan Cleetus (2013), yang menyatakan
kurva hubungan yang sama, yaitu pirolisis plastik dengan katalis secara
semakin meningkat temperatur reaksi, signifikan akan mengurangi temperatur
maka semakin meningkat juga yield pirolisis dan mempercepat reaksi dari

Jom FTEKNIK Volume 4 No.2 Oktober 2017 4


pemecahan rantai polimer dibandingkan minyak pirolisis. Bahan penyusun
tanpa menggunakan katalis. utama dari minyak pirolisis adalah
senyawa olefin (Sibarani, 2012).
Peningkatan jumlah katalis akan
meningkatkan yield sampai batas C. Karakterisasi Pyrolysis Liquid
tertentu, dimana peningkatan jumlah Fuel
katalis lebih lanjut tidak memberikan
peningkatan berarti terhadap konversi. Pyrolysis liquid fuel yang diperoleh
Berasarkan teori Arrhenius, yang dari hasil pirolisis plastik polypropylene
menyatakan bahwa katalis dapat menggunakan katalis lempung aktif
mempercepat laju reaksi dengan cara selanjutnya dilakukan analisa antara lain
menurunkan energi aktivasi, hal ini penentuan densitas, viskositas, titik
disebabkan karena energi aktivasi nyala, dan nilai kalor. Perbandingan
berbanding terbalik dengan konstanta antara hasil karakterisasi pyrolysis
laju reaksi dan nilai konstanta laju liquid fuel dari plastik polypropylene
reaksi berbanding lurus dengan menggunakan katalis lempung aktif
kecepatan suatu reaksi, jadi semakin dengan persen pemberian katalis
besar kecepatan reaksi maka semakin sebanyak 1,5% terhadap berat plastik
meningkat pula produk yang dihasilkan. yang dihasilkan dapat disesuaikan
Akan tetapi pada temperatur 300oC, dengan standar mutu bahan bakar
katalis yang diberikan tidak menunjukan Indonesia (SNI 7390:2008) dapat dilihat
efekifitas yang baik dikarenakan yield pada Tabel 2
yang dihasilkan tidak terlalu
berpengaruh, hal ini disebabkan karena Tabel 2. Perbandingan karakterisasi
katalis lempung aktif pada temperatur pyrolysis liquid fuel
tersebut, situs-situs aktif pada katalis Karakteristik SNI PLF
tidak aktif. 7390:2008
Min Maks
Kadar katalis yang digunakan erat Densitas 0,82 0,85 0,784
kaitannya dengan jumlah situs aktif
(gr/ml)
suatu katalis. Situs aktif adalah tempat
terjadinya reaksi pada katalis. Semakin Viskositas 2 4,5 2,956
banyak jumlah katalis yang digunakan kinematik
maka semakin banyak dan luas situs (cSt)
aktifnya. Sehingga kemungkinan Titik Nyala 55 - 49
reaktan untuk bereaksi dengan katalis O
( C)
akan lebih besar dan dapat
Nilai Kalor - 24,418 46,815
meningkatkan yield yang dihasilkan. Xu
(2012) menjelaskan bahwa dengan (MJ/kg)
adanya katalis dapat mengdekomposisi
makromolekul menjadi molekul atau Nilai densitas dan nilai titik nyala
komponen yang lebih kecil, sehingga PLF (pyrolysis liquid fuel) yang didapat
akan membentuk berbagai jenis berada dibawah standar mutu bahan
senyawa sebagai bahan penyusun bakar Indonesia (SNI 7390:2008),

Jom FTEKNIK Volume 4 No.2 Oktober 2017 5


karena temperatur yang digunakan efektivitas katalis dalam proses
semakin tinggi yang disebabkan pirolisis plastik polypropylene.
semakin ringgannya berat molekul 3. Perlu dilakukannya penelitian lebih
komponen penyusun pyrolysis liquid lanjut dengan bahan baku lainnya
fuel tersebut. Sedangkan viskositas dan dengan tipe reaktor yang
kinematik dan nilai kalor yang berbeda.
didapatkan berada direntang dari
standar yang telah ditetapkan. DAFTAR PUSTAKA
SIMPULAN DAN SARAN Achilias, D.S., Antonakou, E.,
Roupakias, C., Megalokonomos, P.,
A. Simpulan dan Lappas, A. 2008. Recycling
1. Yield cair tertinggi yang dihasilkan Techniques of Polyolefins from
adalah 65,86%, dengan temperatur Plastic Wastes. Global Nest Journal,
400oC dan pemberian katalis 1,5%. 10, 114-122.
Yield cair terendah yang dihasilkan Cleetus, C., Thomas, S., Varghese, S.
adalah 35,42%. dengan temperatur 2013. Synthesis of Petroleum- Based
300oC dan pemberian katalis 0,5%. Fuel from Waste Plastics and
2. Yield cair yang diperoleh semakin Performance Analysis in a CI Engine.
meningkat karena meningkatnya Journal of Energy, 1-10
temperatur reaksi dan penambahan Ermawati, Rahyani. 2011. Konversi
jumlah katalis pada proses pirolisis.
Limbah Plastik Sebagai Sumber
3. Karakteristik pyrolysis liquid fuel Energi Alternatif. Jurnal Riset
memiliki densitas 0,784 gr/ml, Industri, 3, 257-263.
spesifik gravity 0,7901, dan titik Febrian, Ramadhoni. 2016. Pirolisis
nyala 49oC yang berada dibawah Kulit Kayu Pinus Merkusi Menjadi
standar mutu bahan bakar Indonesia Bio-Oil Menggunakan Katalis
(SNI 7390:2008) dan viskositas Cr/Lempung. Skripsi, Jurusan Teknik
kinematik dengan nilai 2,956 cSt Kimia, Fakultas Teknik, Universitas
dan nilai kalor 46,815 MJ/Kg berada Riau, Pekanbaru.
sesuai standar SNI 7390:2008.
Hardi, Riska. 2016. Konversi Termal
B. Simpulan Kayu Akasia (Acacia Mangium)
1. Perlu dilakukannya penelitian lebih Menjadi Bio-Oil dengan Proses
lanjut terhadap plastik Pirolisis Menggunkan Katalis
polypropylene dengan variasi Ni/Lempung. Skripsi, Jurusan Teknik
temperatur yang lebih tinggi agar Kimia, Fakultas Teknik, Universitas
diketahui batas tertinggi yield yang Riau, Pekanbaru.
dapat dihasilkan. Harefa, Handra. 2013. Perengkahan
2. Perlu dilakukannya penelitian lebih Palm Fatty Acid Distillate (PFAD)
lanjut pada variasi pemberian katalis Menjadi Alkane Cair Menggunakan
lempung aktif guna untuk melihat Katalis Ni/ Zeolit dengan Variasi

Jom FTEKNIK Volume 4 No.2 Oktober 2017 6


Temperatur Reaksi dan Nisbah
Berat Katalis/PFAD. Skripsi,
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas
Teknik, Universitas Riau,
Pekanbaru.
Maryudi., dan Setyawan, M. 2014.
Karakterisasi Sampah Plastik
Pembungkus Terseleksi Untuk
Proses Pirolisis. Prosiding
Simposium Nasional Teknologi
Terapan (SNTT) 2. K39-K43.
Samosir, A, Bahri, S, dan Aman. 2012.
Pirolisis Limbah Pelepah Sawit
Menjadi Bio Oil Menggunakan
Ni.Mo/Lempung Cengar. Skripsi,
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas
Teknik, Universitas Riau, Pekanbaru.
Sibarani, Kezia. 2012. Preparasi,
Karakterisasi, dan Uji Aktifitas
Katalis Ni-Cr/Zeolit Alam Pada
Proses Perengkahan Lembah Plastik
Menjadi Fraksi Bensin, Skripsi.
Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas
Indonesia, Depok.
Standar Mutu Bahan Bakar Indonesia.
SNI 7390:2008. Badan Standardisasi
Nasional. Jakarta.

Jom FTEKNIK Volume 4 No.2 Oktober 2017 7