Anda di halaman 1dari 22

PERADABAN MESOPOTAMIA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kuliah Kajian Sejarah Kawasan

Dosen Pengampu :
Dr. Drs. Sardiman AM. M.Pd.
Saefur Rochmat, S.Pd., M.IR. Ph.D

Disusun oleh :

Paulinus Yanto 17718251002

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH


FAKULTAS PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2017

i
KATA PENGANTAR

Dengan kerendahan hati Penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas


rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Tugas
Makalah ini untuk memenuhi dalam bidang penilaian mata kuliah Kajian Sejarah
Kawasan yang berjudul Peradaban Mesopotamia.
Mungkin dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan baik itu
dari segi penulisan, isi dan lain sebagainya, maka penulis sangat mengharapkan
kritikan dan saran guna perbaikan untuk pembuatan makalah untuk hari yang akan
datang.
Demikianlah sebagai pengantar kata, dengan iringan serta harapan semoga
tulisan sederhana ini dapat diterima dan bermanfaat bagi pembaca. Atas semua
ini, penulis mengucapkan terima kasih, semoga segala bantuan dari semua pihak
mudah-mudahan mendapat amal baik yang diberikan oleh Allah SWT.

Yogyakarta, 29 September 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................i


DAFTAR ISI .................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................ 1
1.3 Tujuan Masalah ............................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Kondisi Geografis ........................................................................ 3
B. Bangsa-bangsa yang pernah berkuasa di Mesopotamia ............... 4
1. Bangsa Sumeria ........................................................................ 4
2. Bangsa Akkadia ........................................................................ 5
3. Bangsa Babilonia Lama ........................................................... 6
4. Bangsa Assyia .......................................................................... 7
5. Bangsa Babilonia Baru ............................................................ 11
C. Perkembangan Peradaban Mesopotamia dalam
berbagai bidang ........................................................................... 13
D. Sosok Terkenal dalam Mitos Mesopotamia ................................ 16

BAB III PENUTUP .................................................................................. 18


A. Kesimpulan ...................................................................................... 18
B. Saran ................................................................................................. 18
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 19

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Peradaban berasal dari kata adab, yang bermakna tata krama,
perilaku atau sopan santun secara istilah peradaban merupakan segenap
perilaku sopan santun dan tata krama yang diwujudkan oleh umat manusia
dari waktu ke waktu. Pengertian yang lain mengatakan peradaban adalah
kumpulan hasil budi daya manusia yang mencangkup seluruh aspek
kehidupan manusia baik fisik maupun nonfisik.1
Dalam bahasa Indonesia peradaban dan kebudayaan sering kali disama
artikan. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Sejatinya,
antara peradaban dan kebudayaan memiliki garis perbedaan yang jelas, namun
keberadaan keduanya tidak bisa saling dipisahkan. Peradaban muncul akibat
dari tenaga kebudayaan sehingga ketika suatu peradaban telah mencapai fase
puncak validitasnya, ia cenderung kehilangan tenaga kebudayaan dan
kemudian runtuh. Peradaban tidak akan muncul tanpa pengaruh kuat suatu
kebudayaan, namun suatu kebudayaan belum tentu hadir sebagai sebuah
peradaban.2
Peradaban adalah identik dengan gagasan tentang kemajuan sosial,
baik dalam bentuk kemenangan akal dan rasionalitas teradap dogma maupun
doktrin agama, ada yang menyebut bahwa jantung semua peradaban adalah
agama.3 Sebuah peradaban tinggi harusnya bisa menjaga keagungan
manusianya, memberi kepuasan terhadap fisik, estetika psikis dan kreativitas
manusianya. Oleh karena itu, ia meniscayakan adanya fleksibilitas yang saling
menunjang antara manusia dan peradabannya. Sebenarnya, peradaban sudah
ada dari zaman dulu kala, yang disebut dengan peradaban dunia kuno.

1
Rizem, Aizid, Kitab Sejarah Terlengkap Peradaban-peradaban Besar Dunia Dari Sebelum
Masehi Hingga Modern, Jakarta : Laksana, 2014, hal 5
2
Muhammad Sholikhin, Filsafat dan Metafisika dalam Islam, Yogyakarta: Narasi, 2008, hlm 5 6
3
Komaruddin Hidayat dan Putut Widjanarko, Reinventing Indonesia; Menemukan Kembali Masa
Depan Bangsa, Bandung : Mizan, 2008, hlm 337

1
Peradaban Firaun dan Sumeria adalah dua peradaban paling awal yang ada
dalam sejarah manusia. Makalah ini akan menyajikan pembahasan tentang
peradaban Mesopotamia.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana kondisi geografis peradaban Mesopotamia?
2. Bangsa apa saja yang pernah menguasai Mesopotamia?
3. Bagaimana perkembangan peradaban Mesopotamia dalam berbagai
bidang?

C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui kondisi geografis peradaban Mesopotamia.
2. Untuk mengetahui bangsa mana saja yang pernah menguasai
Mesopotamia.
3. Untuk mengetahui perkembangan peradaban Mesopotamia dalam berbagai
bidang.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Kondisi Geografis
Mesopotamia dalam pengertian geografis adalah wilayah yang terletak
antara sungai Tigris dan Eufrat, terbentang dari kaki bukit Taurus-Armenia di
utara sampai ke Teluk Persia.4 Hulu kedua sungai tersebut berasal dari dataran
tinggi yang bergunung-gunung kecil yang mengalir ke arah tenggara.5
Wilayah ini di bagian barat dibatasi oleh padang pasir Syria, dan di bagian
timur dibatasi oleh pegunungan Zagros. Wilayah Mesopotamia secara alami
dibagi ke dalam dua bagian, yaitu Mesopotamia Atas dan Mesopotamia
Bawah atau Babilonia (dataran endapan tanah subur yang ada di selatan
Bagdad modern). Pada masa itu Mesopotamia Atas memiliki dua pusat
peradaban utama, satu berada di wilayah Eufrat Atas yang meliputi kota kota-
kota tua, seperti Carchemish, Harran, Gozan, Khabur, dan Mari. Di wilayah
ini berdiri kerajaan Hurrian di Mittani (abad 15 SM) dan kerajaan Amorite di
Mari (abad 18 SM). Pusat-pusat yang lain adalah Tiggris Atas dekat kuala
(tempat pertemuan air sungai Zab). Wilayah ini merupakan kerajaan Assyria
dengan kotakota utamanya, Assur, Ninevah, Calah, dan Dur Sharrukin.
Mesopotamia Bawah, yang merupakan situs Bangsa Sumeria dan Akkadia
kuno, secara alami juga terbagi menjadi bagian utara dan selatan. Bagian utara
terpusat di sekitar Babilonia, yang meliputi kota-kota, seperti Eshnunna di
Diyala, Sippar, Kutha, Kis, Borsippa, dan Isin di Eufrat. Di bagian selatan
dalam terdapat kota-kota Sumeria lama, yaitu Eridu dan UR, yang memiliki
akses ke Teluk Persia. Jauh ke utara terdapat kota-kota seperti Larsa, Uruk,
Lagash, dan Umma. Nippur, yang berada di pusat negeri adalah sebagai pusat
keagamaan Sumeria dan Akkadia. Tanah bagian selatan ini keadaannya

4
N. daldjoeni, Geografis Kesejarahan I Peradaban Dunia, Bandung : Alumni, 1982, hal 66
5
Rizem, Aizid, Kitab Sejarah Terlengkap Peradaban-peradaban Besar Dunia Dari Sebelum
Masehi Hingga Modern, Jakarta : Laksana, 2014, hal 16

3
berawa-rawa. Bangsa ini hidup 4000 SM dan dapat bertahan dengan
melakukan drainase dan instalasi irigasi.6

B. Bangsa-bangsa yang Pernah Berkuasa di Mesopotamia


1. Bangsa Sumeria
Bangsa Sumeria merupakan bangsa yang ada setelah Bangsa Ubaid
punah. Bangsa ini bermata pencarian sebagai petani, yaitu dengan cara
melanjutkan pertanian yang dilakukan oleh Bangsa Ubaid. Namun berbeda
halnya dengan pendahulunya, Bangsa Sumeria memperbaharui sistem
irigasi dengan membuat waduk-waduk agar ketika musim kemarau mereka
tetap bisa melakukan pengairan ke ladang-ladang mereka. Secara resmi
Bangsa Sumeria adalah bangsa yang pertama kali mendiami Mesopotamia.
Mula-mula daerah tersebut berupa rawa-rawa. Setelah dikeringkan daerah
ini menjadi pemukiman yang dihuni oleh kelompok masyarakat yang
teratur. Kota yang tertua dihuni adalah Ur kemudian Sumeria.
Sebagai bangsa pertama yang secara resmi mendiami
Mesopotamia, Bangsa Sumeria disebut juga sebagai bangsa yang merintis
peradaban Mesopotamia. Bangsa ini berkuasa sekitar tahun 3500 SM.
Mereka berasal dari daerah di sekitar Teluk Persia. Bangsa inilah yang
memulai peradaban pertama, membangun kota-kota pertama, dan
menciptakan tulisan sekitar tahun 3500 SM.7 Bangsa Sumeria menemukan
salah satu penulisan tertua di dunia. Cara hidup Bangsa Sumeria diketahui
melalui lempengan tanah liat berupa pahatan gambar yang melambangkan
kata. Sistem penulisan ini berkembang dari gambar menjadi garis dan
simbol yang lebih mudah dipahat.8
Peradaban Bangsa Sumeria merupakan representasi dari peradaban
Mesopotamia secara total. Karena itu, dalam bidang religi, Bangsa

6
Ajad Sudrajad dan Miftahuddin, Pengantar Sejarah Asia Barat. Yogyakarta: Universitas Negeri
Yogyakarta, 2008, hlm 1
7
Pamela Espelan, Buku Pintar Remaja Gaul ; Penuntun agar Sukses Belajar, Bergaul dan Tetap
Fun, Bandung : Kaifah, 2005, hlm 15
8
Anonim, Atlas alkitab, Jakarta: Erlangga, 2007, hlm 7

4
Sumeria menganut kepercayaan politeisme atau mempercayai banyak
dewa. Dewa-dewa tersebut antara lain Uruk (dewa langit), Neppur (dewa
bumi) dan Eridu (dewa air). Tempat untuk memuja para dewa tersebut
adalah ziggurat.9 Ziggurat merupakan bangunan tinggi yang
mencerminkan hubungan langit dan bumi. Bangunann ini merupakan kuil
suci tempat mereka beribadah. Bangsa Sumeria juga sudah mengenal
tulisan, yaitu tulisan paku10. Peradaban Sumeria berakhir setelah pada
tahun 2350 SM diserang oleh bangsa Akkad dibawah pimpinan Sargon.
Bangsa Akkad adalah rumpun bangsa Semit.11

2. Bangsa Akkadia
Setelah Bangsa Sumeria berhasil ditundukkan, maka Bangsa
Akkadia tampil sebagai bangsa yang berkuasa di Mesopotamia. Mereka
bergerak diwilayah sebelah utara. Mula-mula mereka selalu kalah perang
terhadap orang-orang Sumeria.12 Sargon mengalami kekalahan awal di
Babilonia di tangan tentara sekutu Merodach-baladan, kepala suku Kasdim
dari Seal di tepi Teluk Persia, dan raja ambisius dari Elam. Ini tentu saja
merupakan sinyal bagi kebangkitan kembali negara-negara barat, yang
dipimpin oleh orang Samaria.13 Memasuki tahun 2800 SM, Mesopotamia
dikuasai oleh Bangsa Akkadia yang dipimpin oleh raja Sargon. Sargon I
adalah seorang raja besar yang berasal dari Bangsa Semitik. Dialah yang
kemudian mendirikan Kerajaan Akkadia-Sumeria. Bangsa didalam
kerajaan ini mempunyai standar hidup tinggi dan kebudayaan yang sudah
maju. Mereka juga memiliki perangkat yang hebat untuk
mentrasformasikan peradaban Asiatik dan perekonomian agrikultur ke

9
Rizem, Aizid, Kitab Sejarah Terlengkap Peradaban-peradaban Besar Dunia Dari Sebelum
Masehi Hingga Modern, Jakarta: Laksana, 2014, hlm 76
10
N. daldjoeni, Geografis Kesejarahan I Peradaban Dunia,Bandung: Alumni, 1982, hal 70
11
Philp K. Hitti, History of the Arabs, Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2007, hlm 13
12
Sutrisno Kuntoyo dan Sutiyoso, Sejarah Dunia SMA, Jakarta: Wijaya, 1976, hlm 24
13
Seton, Lloyd, Twin Rivers; A brief history of Iraq from the earliest times to the present day,
Oxford Universsity, 1961, hlm 62

5
perekonomian perniagaan dan industri.14 Bangsa Akkadia memilih Agade
menjadi ibu kotanya. Dari segi kebudayaan, Bangsa Akkadia meniru
kebudayaan Sumeria yang sudah maju, sehingga berkembanglah budaya
baru yang disebut Bangsa Sumer-Akkad berbahasa Semit. Bangsa ini
memiliki banyak dewa dan dongeng-dongeng kepahlawanan, misalnya
cerita-cerita tentang Etana dan Gilgames.
Sementara itu, kekaisaran Akkadia adalah kekaisaran yang
berpusat di kota Akkad dan daerah sekitarnya di Mesopotamia Kuno.
Daerah tersebut menyatukan semua orang yang asli Akkad penutur bahasa
Semit dan bahasa Sumeria di bawah satu kekuasaan. Kekaiasarn Akkadia
mencapai puncak kejayaan antara abad ke-24 sampai ke-22 SM, menyusul
penaklukan-penaklukan oleh pendirinya, Sargon dari Akkad. Di bawah
Sargon dan para penerusnya, bahasa Akkadia secara singkat disebarkan ke
negara-negara taklukan seperti Elam. Beberapa pihak menganggap
Akkadia sebagai kekaisaran pertama dalam sejarah.15
Pada sekitar 2230 SM, dinasti Sargon digulingkan oleh orang-
orang gunung Gutaean yang barbar dari timur laut, dan sejak sekitar tahun
2130 sampai 2120 SM, baik Sumeria maupun Akkadia berada di bawah
kekuasaan Gutaean. Selama periode kekuasaan Gutaean ini, orang-orang
Amoriah yang berbahasa Semitik masuk ke Akkadia dari arah barat daya
dan kemudian mendirikan Kerajaan Babilonia. Orang-orang pada akhirnya
diusir dan dibunuh.16

3. Bangsa Babilonia Lama


Setelah Bangsa Akkad atau kekaisaran Akkadia runtuh, bangsa
berikutnya yang berkuasa di Mesopotamia adalah bangsa Amori. Kotanya
disebut Kerajaan Babilonia Lama. Kota Babilonia dibangun oleh Bangsa

14
Komarudin Hidayat dan Muhammad Wahyuni Nafis, Agama Masa Depan Persfektif Filsafat
Perennial, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2003, hlm 89
15
Rizem, Aizid, Kitab Sejarah Terlengkap Peradaban-peradaban Besar Dunia Dari Sebelum
Masehi Hingga Modern, Jakarta: Laksana, 2014, hlm 62
16
Toynbee, Arnold, Sejarah Umat Manusia; Uraian Analisis, Kronologis, Naratif dan Komparatif,
Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005, hlm 94

6
Amori di bawah pimpinan Sumuabum. Letak kota Babilonia dekat dengan
kota Kish. Bangsa Amori tampil sebagai penguasa baru di Mesopotamia.
Raja yang terkenal dari Kerajaan Babilonia Lama adalah Hammurabi. Raja
Hamurabi terkenal dengan hukumnya yaitu Hukum Hammurabi. Pada
masa pemerintahan Hamurabi, Kerajaan Babilonia terbentang dari teluk
Persia sampai seberang wilayah Turki sekarang, dan dari penguasaan
Zagros di timur sampai Sungai Khabur di Syria.
Sistem kepercayaan Bangsa Amori tidak jauh berbeda dengan
Sumeria. Mereka percaya bahwa beragam peristiwa alam dan nasib
manusia telah digariskan oleh para dewi. Oleh karena itu kepercayaan
Bangsa Amori adalah politeisme. Meskipin demikian, kepercayaan Bangsa
Amori memiliki kekhasan tersendiri. Kepercayaan itu merupakan paduan
pengamatan ilmiah terhadap alam semesta serta cuaca, tata cara pemujaan
dewa dewi yang dianggap pelindung dan sihir. Kepercayaan seperti itu
menjadi batu loncatan Bangsa Amori untuk mengenal astrologi.
Dewa-dewi yang disembah Bangsa Amori serupa dengan dewa-
dewi orang Sumeria. Hanya namanya yang berbeda. Dewa tertinggi
Bangsa Amori adalah Marduk. Mula-mula, Marduk hanya dewa kota
Babilonia. Bersamaan dengan pentingnya kedudukan kota Babilonia di
kawasan Mesopotamia, kedudukan Marduk pun semakin penting. Orang
Amori percaya bahwa Marduk adalah dewa yang bijaksana. Ia akan
melindungi orang baik dan menghukum orang jahat.

4. Bangsa Assyria
a. Sistem Sosial
Munculnya Bangsa Assyria merupakan kisah baru dalam sejarah
Iraq. Jadi bangsa Semit lainnya yang kekuasaannya mendominasi bagian
utara wilayah Mesopotamia adalah Bangsa Assyria. Negara kota baru yang
tumbuh dan disuplai air dari sungai Tigris meliputi Ashur, Arbela,
Nimrud (atau Calah), dan Nineveh. Sejarah Assyria pada dasarnya
merupakan kisah raja-raja. Melalui pertumpahan darah, mereka

7
menaklukkan negara demi negara, dan akhirnya mereka berhasil
mendirikan Kerajaan Assyria yang kuat. Lantaran kekejaman mereka
dalam medan peperangan, membuat mereka sering dijuluki sebagai
momok atau hantu. Dalam setiap peperangan, mereka selain menjarah juga
membantai kehidupan, dan dengan cara demikian ini mereka merasakan
kepuasan.
Diketahui, Assyria muncul pada abad ke-14 SM sebagai sebuah
kekuasaan militer. Sekitar tahun 932-745, Assyria mulai melancarkan
agresinya terhadap tetangga-tetangganya. Selama tahun 932-859 SM,
Assyria menaklukkan komunitas-komunitas Aramaen yang telah hidup
mapan di sebelah timur sungai Eufrat, persis di ambang pintu barat
wilayah Assyria. Pada tahun 858-856 SM, Shalmaneser III membawa
tentara Assyria memasuki Syria dengan menaklukkan Bit Adini, sebuah
negara Aramaen yang mengangkangi tonjolan barat sungai Eufrat.
Pada tahun 853 SM, Shalmaneser III menderita kekalahan dari
koalisi di Qarqar di sungai Orontes sebelah utara Hamath (Hamah). Dia
kembali menginvansi Syria pada tahun 849, 848, dan 845 SM. Karena
lemahnya koalisi anti-Assyria, maka pada 841 SM dapat memukul
Damaskus dan memaksa bekas sekutu Damaskus untuk mengakui
kekuasaan Assyria. Namun demikian, Shalmaneser III menderita
kekalahan di Urartu, dan pada tahun 831 SM dia digulingkan oleh sebuah
pemberontakan dalam negeri, dan akhirnya meninggal pada tahun 824 SM.
Demikian pula, pemberontakan ini melumpuhkan penerusnya. Shamshi-
Adad V, sampai tahun 822 SM. Orang-orang Urartu yang telah bersatu
dalam sebuah negara yang kuat berhasil menyaingi Assyria selama
kekuasaan Raja Argistis I (785-753 SM) yang memerintah Syria utara dan
Sisilia timur. Pada tahun 745 SM, daerah-daerah penting dan strategis ini
berada di bawah kendali orang-orang Urartu, bukan Assyria.
Dalam proses sejarah diceritakan bahwa pada pergolakan tersebut,
penguasa kota Assyria, Nineveh dan Arbela memberontak bersama dengan
beberapa propinsi. Pada 746 SM, ibukota Kalkhu bergolak yang

8
mengakibatkan Raja Asshurnirari V terbunuh, dan tahta ditempati pada
tahun 745 oleh seorang pria yang tak dikenal asal-usulnya dan berpura-
pura bernama Tiglath-Pileser III. Selanjutnya, Shalmaneser V, pengganti
Tiglath-Pileser II, telah digantikan oleh seorang raja dari keluarga yang
berbeda, yang dikenal dengan nama Sargon II. Pada masa Sargon II inilah
kerajaan Assyria mendapatkan pencerahan kembali.
Sargon II (722-705 SM) merupakan salah seorang raja yang kejam.
Pada tahun 722 SM, dia menaklukkan Samaria, ibukota Kerajaan Israel,
dan menahan pembesar-pembesar dari sepuluh Bangsa Israel. Para tahanan
ini dikenal sebagai sepuluh tahanan yang hilang, karena keadaan nasib
mereka tidak pernah diketahui lagi. Sennacherib, putra Sargon II,
merupakan raja penakluk ulung. Ia berhasil menaklukkan Babylonia,
menguasai Mesir dan Syria. Asshurbanipal (668-626 SM), sebagai cucu
Sargon II, merupakan raja Assyria yang terbesar. Hampir seluruh Asia
Barat tunduk pada kekuasaannya. Setelah kematiannya Kerajaan Assyria
menurun secara drastis.
Bangsa Assyria asli musnah disebabkan oleh perang yang terjadi
terus menerus dan karena wajib militer bagi tenaga laki-laki sebagai
pekerja di koloni Bangsa Assyria dan menjadi pasukan yang ditempatkan
di dalam suatu negara yang telah ditaklukkan. Kekosongan di wilayah
tempat tinggal penduduk Assyria dipenuhi oleh pengungsian orang asing
yang masuk, sampai jumlah penduduk dari Assyria menjadi semi orang-
orang Armenia. Selain itu, ketegangan sosial yang terjadi memaksakan
penduduk Assyria untuk terus menerus berpindah untuk meningkatkan
jarak yang akan memancing ketidak teraturan politik dalam negeri. Pada
akhirnya di tahun 612 SM Nineveh, ibu kota kerajaan Assyria diserbu dan
ditaklukkan oleh Aryan Medes dari Persia. Dengan peristiwa ini
berakhirlah kekuasaan kerajaan Assyria.
b. Sistem Mata Pencarian
Pencaharian Basis ekonomi Assyria adalah sabuk tanah
agrikultural yang kaya di wilayahnya sendiri antara tepi kiri sungai Tigris

9
dan kaki barat daya dataran Zagros. Jantung Assyria ynag subur ini lebih
luas daripada tanah agrikultur di sekitar Napata yang menjadi basis
ekonomi bagi kekuasaan militer Kush, namun jauh lebih kecil
dibandingkan dengan tanah pertanian di Babylonia. Tidak seperti
Babylonia dan Kush, Assyria sangat bergantung pada bukan irigasi, tetapi
curah hujan untuk tanaman agrikultur.
c. Peradaban Assyria
Peradaban Assyria banyak terpengaruh oleh peradaban Babylonia.
Dengan mengambil peradaban bangsa lain, Bangsa Assyria
mengembangkan peradabannya hingga hampir ke seluruh penjuru dunia.
Sekalipun demikian, mereka tidak sekedar menjiplak peradaban bangsa
lain. Sumbangan peradaban mereka yang asli adalah dalam bidang seni
pahat, arsitektur, dan seni lukis. Sennacherib telah merubah ibukota
Nineveh menghiasinya menjadi kota yang sangat indah, sehingga berkat
keindahannya menjadikan kota ini dijuluki sebagai kota matahari.
Sebagian raja-raja Assyria adalah kaum terpelajar dan sangat mencintai
kepustakaan. Ashurbanibal merupakan seorang raja yang mendirikan
sebuah perpustakaan dengan berbagai kumpulan buku-buku yang luar
biasa. Perpustakaan ini dipandang sebagai satu-satunya peninggalan
Bangsa Semit yang terpenting.
Seringkali Bangsa Assyria dipandang sebagai bangsa
Romawinya-Asia. Lantaran sebagaimana Bangsa Romawi, Assyria juga
berhasil mendirikan kekuasaan yang luas. Jika Bangsa Romawi
mengambil peradaban Yunani yang ditaklukkannya kemudian
mengembangkan dan menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia, demikian
juga Bangsa Assyria. Mereka mengambil alih peradaban Babylonia,
mengembangkannya dan kemudian menyebarkannya ke seluruh wilayah
kekuasaannya. Sebagaimana Bangsa Romawi, Assyria juga
memperkenalkan sistem sentralisai administrasi pemerintahan. Wilayah-
wilayah propinsi dikuasakan kepada seorang kepala wilayah yang bergelar
gubernur yang bertanggung jawab secara langsung kepada raja. Mereka

10
membangun sejumlah jalan raya untuk memperlancar perhubungan
wilayah-wilayah kekuasaannya yang berjauhan.
Warisan Kerajaan Assyria berupa alfabet Phoeic dan bahasa versi
Armenia. Dalam hal ini alfabet Phoeic sebagai sarana bahasa Armenia.
Untuk menulis alfabet dan bahasa armenia labih mudah dan lebih cepat
karena ditulis di atas daun lontar dibanding menuliskan di lembaran tanah
liat versi Sumeria pada masa Akkadia. Sebuah bas-relief dari istana
Sennacherib pada Nineveh melukiskan dua pelajar Assyria berdiri
berdampingan.

5. Bangsa Babilonia Baru


a. Sistem Sosial dan Religi
Kerajaan Neo-Babilonia juga dikenal dengan Era Chaldea atas Era
Kasdim. Setelah kekuasaan Assyria mengalami kehancuran dengan
matinya Raja Asshurbanipal pada tahun 626 SM, Bangsa Babylonia
bangkit kembali di bawah kekuasaan dinasti Chaldean atau dinasti
Babylonia baru (625-538 SM). Pendiri dinasti ini adalah Nabopolassar.
Pada masanya, daerah sampai perbatasan Mesir dapat ditaklukkan,
mengalahkan Raja Yahudi, Hebrew, dan secara bengis menaklukkan kota
Yerusalem pada tahun 586 SM. Raja Babilonia yang terkenal adalah
Nebuchadnezzar, selama kepemimpinannya Kerajaan Neo-Babilonia
mengalami puncak kejayaan. Keberhasilan yang diperloeh
Nebuchadnezzar adalah sebagai berikut; berhasil meruntuhkan Kerajaan
Yerusalem yang dikuasai Bangsa Yahudi yang ditandai hancurnya Bait
Allah yang dibangun oleh Raja Salomo, berhasil menguasai kota besar di
sekitar Kota Yerusalem yaitu Damkus, membuat jalan dan jembatan untuk
memperlancar hubngan lalu lintas antar kota, membangung Taman
Gantung Babel dan Menara Babel (keduanya hancur akibat serangan dari
bangsa Persia), membagi khatulistiwa yang mengelilingi bumi menjadi

11
360o. Pada pertengahan abad ke-6 SM, kekuasaan Babylonia-Chaldean ini
dikalahkan oleh Bangsa Persia.17
Bangsa Babylonia menyembah banyak Tuhan, yakni dewa-dewa
alam. Marduk merupakan dewa mereka yang terbesar, sedangkan Isthar
diyakini sebagai dewa kasih sayang. Bentuk utama keyakinan mereka
adalah kepercayaan terhadap roh-roh jahat. Mereka juga mempercayai
ramalan dari langit dan bintang-bintang mengenai suatu peristiwa yang
terjadi. Para ahli nujum Chaldean mahir dalam bidang perbintangan,
sehingga mereka tersohor ke penjuru dunia.
b. Peradaban Babylonia Baru
Sejarah peradaban dunia mencatat, bahwa Bangsa Babylonia
sangat besar peranannya. Bangsa ini melahirkan banyak pakar dan tenaga
ahli dalam bidang pertanian. Mereka menggali sejumlah sungai untuk
keperluan pengairan pertanian di musim kemarau. Selain itu, mereka juga
membuat bendungan untuk melindungi pertanian mereka dari ancaman
banjir di musim hujan. Dalam bidang industri dan perdagangan, bangsa ini
telah mencapai kemajuan. Para pedagang ini menciptakan sistem
timbangan dan takaran. Lebih kurang selama dua ribu tahun, negeri
Babylonia menjadi pusat perdagangan dan perniagaan wilayah lembah
sungai Tigris-Eufrat.
Pada saat itu Bangsa Babylonia telah mengenal ragam tulisan yang
dinamakan cuneiform. Sistem ini dipandang lebih maju daripada tulisan
bangsa Mesir Kuno. Bangsa Babylonia menggunakan 400-500 simbol
suku kata. Tidak diketahui apakah mereka telah menggunakan kertas,
tetapi biasanya menggunakan lempenganlempengan sebagai media tulis.
Dalam bidang ilmu pengetahuan, Bangsa Babylonia telah banyak
mencapai kemajuan. Kemajuan mereka dalam ilmu astronomi
mengungguli kemajuan Bangsa Mesir. Pengetahuan mereka dalam bidang
astronomi berawal dari hasrat mereka dalam bidang astrologi. Mereka

17
Rizem, Aizid, Kitab Sejarah Terlengkap Peradaban-peradaban Besar Dunia Dari Sebelum
Masehi Hingga Modern, Jakarta: Laksana, 2014, hal 70 - 71

12
membagi zodiak ke dalam dua belas simbol dan menyebutkan kedudukan
masing-masing. Mereka mampu meramalkan terjadinya gerhana matahari
dan juga bulan. Demikian pula mereka menggunakan sistem kalender yang
lebih maju dibanding bangsa Mesir. Mereka membagi bilangan tahun
menjadi dua belas bulan, membagi malam dan siang menjadi bilangan
jam, dan membagi tujuh bilangan hari dalam satu minggu. Dalam bidang
matematika peran mereka juga sangat besar. Hitungan inilah yang pada
akhirnya dijadikan sebagai rujukan sistem hitungan modern.18

C. Perkembangan Peradaban Mesopotamia dalam Berbagai Bidang


1. Bidang Ekonomi
Mesopotamia terbentuk sejumlah negara kecil yang mandiri dalam
bentuk kota, yang saling berperang memerebutkan dataran yang subur.
Akibatnya perkembangan ekonomi selalu terganggu, kecuali bila ada
penguasa kuat seperti Raja Sargon dari Akkadia, yang kemudian
digantikan oleh Kerajaan Ur sebelum akhirnya ditundukan oleh
Hammurabi dari Babilonia.
Jika mengacu pada perekonomian peradaban Sumeria maka dapat
diketahui bahwa pola ekonomi Bangsa Sumeria cukup sederhana.
Aktivitas ekonomi Sumeria sebagian besar bertumpu pada pertanian.
2. Bidang Sosial
Dalam bidang sosial masyarakat Mesopotamia terbagi menjadi beberapa
kelas sosial. Golongan pemerintah terdiri dari raja, ketua pendeta, ketua
tentara, dan orang-orang bangsawan. Golongan rakyat terdiri dari atas
rakyar bebas, petani, astisan, pedagang. Hamba tawanan perang.
3. Bidang Budaya
Orang Sumeria sudah mengenal abjad yang berupa huruf paku. Huruf paku
itu antara lain ditemukan pada sebuh prasasti yang berisi tentang hukum
dan undang-undang yang berlaku mengatur kerajaan, seperti undang-

18
Ajad Sudrajad dan Miftahuddin, Pengantar Sejarah Asia Barat. Yogyakarta: Universitas Negeri
Yogyakarta, 2008, hlm 19

13
undang Hammurabi. Perkembangan budaya juga nampak dalam tradisi
kesusastraan Epik Gilgamesh, kisah falsafah tentang kepahlawanan
Gilgamesh, ada sifat dua pertiga tuhan, satu pertiga manusia. Wajah
tampan, kekuatan dan keberanian. Telah memerintah dan memberikan
perlindungan kepada kota Uruk. Menceritakan juga kehidupan kekal dan
kesaktian. Orang sumeria juga sudah mengenal sistem kalender yang
dimaksud untuk mengenal perputaran waktu dan musim. Pengetahaun
mengenai perputaran waktu bergunakan untuk melaksanakan aktivitas
kehidupan.
4. Bidang Religi
Kepercayaan mulai berkembang sejak Bangsa Sumeria. Kepercayaan
Sumeria ini terus berkembang dan dianut oleh masyarakat yang tinggal di
daerah Mesopotamia. Tetapi ketika Bangsa Persia menguasai
Mesopotamia, berkembanglah ajaran agama Persia. Aspek keagamaan
Mesopotamia bercirikan; mengamalkan kepercayaan banyak tuhan atau
politeisme, raja sebagai wakil tuhan, pendeta ketua upacara agama di
Ziggurat, tidak percaya kehidupan selepas mati, tetapi hanya jatuh pada
goa yang penuh debu, pemerintahan oleh tuhan atau wakil tuhan
berdasarkan hukum agama dan bersifat ketuhanan/teokrasi.
5. Bidang Kesenian
Dalam bidang kesenian, peninggalan Bangsa Sumeria antara lain berupa
lukisan-lukisan para penguasa yang terlukis dalam peta, kuil-kuil maupun
dalam gundukan-gundukan tanah. Istana para raja dibangun berdasarkan
perencanaan yang rumit. Seni pahat yang terdiri dari relief-relief untuk
dekorasi dan isinya berupa cerita bentuk badan manusia ataupun binatang.
6. Bidang IPTEK
Dalam bidang IPTEK, Mesopotamia merupakan peradaban yang maju.
Peradaban mesopotamia telah memperlihatkan keunggulan dibidang
IPTEK sejak didiami bangsa Sumeria. Keungulan tersebut nampak dalam
bidang-bidan berikut

14
Bidang arsitektur. Orang sumeria membangun kotanya menurut tata
aturan kota yang terencana. Bangunan umumnya terbuat dari batu bata
dan tanah liat.
Kemampuan mengolah logam. Dari pengolahan logam dihasilkan
cermin, tongkat-tongkat, kapak, dan perlengkapan senjata lainnya serta
perhiasan dari emas.
Bidang pengetahuan. Ashurbanipal memimpin Assyria membangun
perpustakaan tertua di dunia.
Mesopotamia pada zaman Babilonia (baru) terkenal dengan taman
gantung.
Kewujudan sistem tulisan. Epik Galgamesh merupakan hasil
kesusastraan tertua di dunia serta mengandung falsafah dan cara hidup
orang Mesopotamia.
Perkembangan ilmu astronomi. Perkembangan ilmu matematika dan
geometri. Menggunakan jalan laut, menciptakan kalender berdasarkan
sistem solar yang terdiri dari 12 bulan dalam setahun.
Perkembangan ilmu perobatan. Kerajaan Assyria mementingkan
kesehatan anggota tentaranya 500 jenis obat-obatan termasuk herbal
dan ramuan perobatan, serta cara mengobati. Bangsa Sumeria juga
sudah menuliskan resep pengobatan.
7. Bidang Aksara dan Bahasa
Aksara paku merupakan aksara tertua di dunia yang berasal dari daerah
Mesopotamia di lembah Sungai Tigris dan Sungai Eufrat. Aksara paku
berbentuk seperti paku, ditulis di atas tanah liat. Pada awalnya aksara ini
berbentuk gambar, kemudia berubah seperti paku. Aksara ini digunakan
oleh bangsa Sumeria, Akkadia, Babilonia, Assyria, Elamit, Hungaria,
Persia Tua, dan Hittite.

15
D. Sosok Terkenal dalam Mitos Mesopotamia
1. Tiamat
Tiamat (perempuan) adalah naga raksasa dalam mitologi Babilonia dan
Sumeria, mewakili Chaos dan air laut asin. Dalam persatuan dengan Apsu
(laki-laki), air tawar, ia menjadi ibu para dewa dan eksistensi. Ia adalah
tokoh utama dalam penciptaan Enamu Alish.19 Timat memiliki tubuh yang
menyerupai seekor naga besar dan berkepala lima.
2. Galgamesh
Galgamesh adalah panglima perang pertama dalam sejarah.20 Galgamesh
disebut sebagai pahlawan legendaris Persia Kuno sekkitar 2000 SM.
Dalam legenda tersebut, diceritakan bahwa Galgamesh adalah raja yang
menempuh perjalanan panjang dalam usahanya menemukan makna
kehidupan. Galgamesh merupakan raja pejuang Uruk terkenal dari zaman
sekitar 2500 SM.21
3. Ereshkigal
Menurut kepercayaan Bangsa Sumeria, Ereshkigal merupakan dewa
perempuan yang menguasai maut dan bertahta dibawah tanah. Mitos lain
bercerita tentang bagaiman ia mengambil suami kedua, Nergal dewa
perang dan wabah.
4. Ishtar
Ishtar adalah dewi kesuburan, cinta, perang dan hubungan seksual. Ishtar
terutama dihubungkan dengan seksualitas sebagai wujud kesuburan. Ishtar
merupakan anak dewa sin, dewi ini dipuja di kota Nineveh dan Arbela.
Simbol dewi Ishar adalah binatang bersudut delapan.
5. Enki
Enki merupakan dewa air, tetapi lebih dikenal sebagai dewa pengetahuan
dan kebijaksanaan, karena dewa enki mengajari manusia pengetahuan.

19
Surip Stanislaus, OFMCap, Harmoni Kehidupan Asal Usul Alam Semesta Menggembalakan
Ciptaan, Yogyakarta: Kanisisus, hlm 24-25
20
Thom Hartmann, Terapi Jalan Kaki, Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2008, hlm 50
21
Anonim, Perjuangan Perompak, Jakarta: Erlangga, 2009, hlm 30

16
Enki dikenal sebagai dewa kehidupan dan pelestarian dan dilambangkan
mengalirkan air dari bahunya.
6. Marduk
Marduk adalah nama bahasa Babilonia bagi dewa dari Mesopotamia
Kunodan dewa pelindung Babilonia. Ketika Babilonia menjadi pusat
politik di Lembah Sungai Eufrat pada masa Hammurabi ia menjadi dewa
utama Babilonia.
7. Absu
Absu juga disebut engur yaitu nama dewa untuk air tawar dari air bawah
tanah yang diberi kuallitas agama dalam mitologi Sumeria dan Akkadia.
8. Anu
Anu adalah dewa langit, penguasa rasi bintang, raja dewa, roh-roh dan
setan serta tinggal di daerah surgawi tertinggi
9. Humbaba
Humbaba merupakan nama dalam mitologo Mesopotamia. Ia dikenal
sebagai penjaga suatu hutan di sebelah barat yang sekarang adalah
Lebanon.
10. Inanna
Inanna merupakan dewi yang paling menonjol di Mesopotamia Kuno.
Inanna dikaitkan dengan kota Uruk. 22

22
Rizem, Aizid, Kitab Sejarah Terlengkap Peradaban-peradaban Besar Dunia Dari Sebelum
Masehi Hingga Modern, Jakarta: Laksana, 2014, hal 53 - 58

17
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Mesopotamia dalam pengertian geografis adalah wilayah yang terletak
antara sungai Tigris dan Eufrat, terbentang dari kaki bukit Taurus-Armenia di
utara sampai ke Teluk Persia. Hulu kedua sungai tersebut berasal dari dataran
tinggi yang bergunung-gunung kecil yang mengalir ke arah tenggara. Wilayah
ini di bagian barat dibatasi oleh padang pasir Syria, dan di bagian timur
dibatasi oleh pegunungan Zagros. Wilayah Mesopotamia secara alami dibagi
ke dalam dua bagian, yaitu Mesopotamia Atas dan Mesopotamia Bawah atau
Babilonia (dataran endapan tanah subur yang ada di selatan Bagdad modern).
Bangsa-bangsa yang pernah berkuasa di Mesopotamia antara lain: Bangsa
Sumeria, Bangsa Akkadia, Bangsa Babilonia Lama, Bangsa Assyia, dan
Bangsa Babilonia Baru.
Perkembangan Peradaban Mesopotamia dalam Berbagai Bidang
meliputi bidang ekonomi, sosial, budaya, reliqi, kesenian, IPTEK, bahasa dan
aksara. Sosok terkenal dalam Mitos Mesopotamia antara lain Tiama,t
Galgamesh, Ereshkigal, Ishtar, Enki, Marduk, Absu, Anu, Humbaba , dan
Inanna.

B. Saran
Ketika kita membuat sebuah makalah tentang Peradaban Mesopotamia,
sebaiknya kita membaca beberapa referensi dalam beberapa buku. Hal ini
bertujuan agar makalah yang kita buat terhindar dari kesalahan dengan
pembaca. Bisa saja pembaca sudah mengetahui hal tentang identitas dari
makalah yang akan kita buat, sehingga tidak membuat pembaca bingung
dengan makalah yang kita buat ini. Mudah-mudahan makalah ini dapat
bermanfaat bagi semua kalangan yang membaca.

18
DAFTAR PUSTAKA

Ajad Sudrajad dan Miftahuddin. 2008. Pengantar Sejarah Asia Barat.


Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Anonim. 2007. Atlas alkitab.Jakarta: Erlangga.
Komarudin Hidayat dan Muhammad Wahyuni Nafis. 2003. Agama Masa Depan
Persfektif Filsafat Perennial. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Komaruddin Hidayat dan Putut Widjanarko. 2008.Reinventing Indonesia;
Menemukan Kembali Masa Depan Bangsa, Bandung: Mizan.
Lloyd, Seton. 2961. Twin Rivers: A Brief History of Iraq from the Earliest Times
to the Present Day. Oxford University Press.
Muhammad Sholikhin, 2008. Filsafat dan Metafisika dalam Islam. Yogyakarta:
Narasi.
N. Daldjoeni 1982. Geografis Kesejarahan I Peradaban Dunia. Bandung:
Alumni.
Pamela Espelan. 2005. Buku Pintar Remaja Gaul; Penuntun agar Sukses Belajar,
Bergaul dan Tetap Fun. Bandung: Kaifah.
Philp K. Hitti. 2007. History of the Arabs. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.
Rizem, Aizid. 2014. Kitab Sejarah Terlengkap Peradaban-peradaban Besar
Dunia Dari Sebelum Masehi Hingga Modern. Jakarta: Laksana.
Sutrisno Kuntoyo dan Sutiyoso. 1976. Sejarah Dunia SMA. Jakarta: Wijaya.
Toynbee, Arnold. 2005. Sejarah Umat Manusia; Uraian Analisis, Kronologis,
Naratif dan Komparatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

19