Anda di halaman 1dari 54

BAB I

PENDAHULUAN

Introduksi

Dalam dunia pendidikan sekarang ini sangatlah dibutuhkan calon guru


sebagai penerus generasi pendidik dan pengajar yang professional dan berkualitas.
Oleh karena itu, sebelum para calon guru memasuki dunia pendidikan yang
sesungguhnya maka para calon guru harus memiliki pengalaman yang cukup
untuk mendidik dan mengajar. Untuk itu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
(FKIP) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta mengadakan program tahunan
yang wajib diikuti oleh para mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta yaitu Program Pengalaman Lapangan (PPL) sebagai perwujudan
nyata dari teori-teori yang telah diperoleh mahasiswa selama mengikuti kuliah.
Pada kesempatan ini melalui PPL mahasiswa dapat mengalami langsung baik
dalam aspek maupun keterampilan mengajar yang dimiliki sebagai bekal pendidik
di masa yang akan datang.

A. Hakikat, Tujuan, dan Status Program Pengalaman Lapangan (PPL)


1. Hakikat Program Pengalaman Lapangan
Program Pengalaman Lapangan (PPL) adalah suatu program yang
dirancang untuk melatih para calon guru agar memiliki kecakapan
keguruan secara lengkap dan terintegrasi. Program ini meliputi latihan
pembelajaran dan latihan melaksanakan tugas-tugas kependidikan selain
pembelajaran.

Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan muara dari


seluruh program pendidikan pra-jabatan guru. Oleh karena itu,
pelaksanaan PPL dilakukan sesudah mahasiswa memperoleh bekal yang
memadai dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan tugasnya sebagai
guru, seperti penguasaan landasan kependidikan, penguasaan mata
pelajaran dan pengelolaan proses pembelajaran.

1
Kecakapan keguruan mempunyai banyak aspek yang berkaitan, yang
harus dilatihkan secara bertahap dan terintegrasi. Keseluruhan kecakapan
keguruan di atas perlu dilandasi dengan nilai serta sikap keguruan yang
positif.

2. Tujuan Program Pengalaman Lapangan


Tujuan dari Program Pengalaman Lapangan ini adalah agar praktikan
memiliki kompetensi sebagai berikut :

a. Mengenal lingkungan sosial sekolah secara cermat dan menyeluruh,


meliputi aspek fisik, tata administratif, serta tata kurikuler dan
kegiatan kependidikan.
b. Menerapkan berbagai kecakapan keguruan secara menyeluruh dan
terintegrasi dalam situasi nyata di bawah bimbingan Guru Pamong
dan Dosen Pembimbing PPL.
c. Mengambil manfaat dari pengalaman menjalani program pengalaman
lapangan agar semakin memiliki kecakapan keguruan secara
profesional.
d. Melatih para calon guru agar menguasai kecakapan keguruan secara
lengkap dan terintegrasi.
e. Memperluas pemahaman tentang pelaksanaan pendidikan di sekolah
dan seluk beluk pelaksanaan program pembelajaran Biologi di
sekolah.
3. Status Program Pengalaman Lapangan (Kegiatan Pembelajaran)
PPL merupakan mata kuliah Wajib Lulus (WL) dengan bobot 3 SKS dan
nilai minimal C.

2
B. Tempat dan Waktu Program Pengalaman Lapangan
1. Tempat Program Pengalaman Lapangan
Program Pengalaman Lapangan yang dilaksanakan di SMA/SMK
baik negeri maupun swasta diizinkan oleh Depdikbud DIY, Pengurus
Yayasan, dan Kepala Sekolah yang bersangkutan. Berdasarkan pembagian
tempat pelaksanaan PPL yang ditentukan oleh koordinator PPL, maka
praktikan melaksanakan Program Pengalaman Lapangan di:

1. Nama sekolah : SMA BOPKRI 2 YOGYAKARTA


2. Alamat sekolah : Jln. Jendral Sudirman 87 Yogyakarta
3. Alamat website : www.smabopkri2yogya.sch.id
4. Email : smabopkri2@yahoo.com
5. Kode Pos : 55223
6. Telepon : (0274) 513433, 540789
7. Fax : (0274) 552335
8. Terakreditasi : A
9. Bentuk sekolah : Biasa/Konvensional
10. Status Sekolah : Swasta
11. Waktu KBM : Pagi
2. Waktu Pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL)
Waktu pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan pada periode
2015. PPL yang dilaksanakan di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta ini
menggunakan sistem blok dan sistem persebaran. Yang dimana sistem
blok dilaksanakan mulai dari tanggal 10 Juli 2015 sampai bulan September
2015 sedangkan sistem persebaran dilaksanakan mulai dari tanggal 10 Juli
2015 sampai bulan Oktober 2015.

C. Prasyarat Program Pengalaman Lapangan


Sebelum para mahasiswa diterjunkan ke sekolah-sekolah untuk
memulai praktik sebagai calon guru, para mahasiswa sebelumnya mendapat
pembekalan ditingkat Prodi dan tingkat Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan (FKIP). Selain itu, para mahasiswa praktikan diwajibkan untuk

3
menempuh dan lulus beberapa mata kuliah yang merupakan syarat PPL
dengan nilai minimal C, kecuali untuk mata kuliah Pengajaran Mikro (Micro
Teaching) yang nilai minimal harus B.

1. Telah mengikuti mata kuliah keahlian dan keterampilan di tingkat Fakultas


berikut ini dengan nilai minimal C.
a. Pengantar Pendidikan
b. Psikologi Belajar dan Pembelajaran
c. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling
d. Psikologi Remaja
e. Manajemen Sekolah
2. Sudah mengikuti mata kuliah Proses Belajar Mengajar (PBM) berikut ini
dengan nilai minimal C
a. Perencanaan Pengajaran
b. Metodologi Pengajaran
c. Evaluasi Pengajaran
d. Pengajaran Mikro (Micro Teaching)
3. Telah mengikuti matakuliah Sejarah, yang ditentukan oleh Program Studi
berikut ini dengan nilai minimal D.
a) Sejarah Indonesia
1) Sejarah Indonesia Masa Prasejarah
2) Sejarah Indonesia Kuno
3) Sejarah Indonesia Madya I
4) Sejarah Indonesia Madya II
5) Sejarah Indonesia Baru I
6) Sejarah Indonesia Baru II
b) Sejarah Asia
1) Sejarah Asia Timur I
2) Sejarah Asia Timur II
3) Sejarah Jepang
4) Sejarah Asia Barat Kuno

4
5) Sejarah Asia Barat Madya
6) Sejarah Asia Barat Baru
7) Sejarah Asia Selatan I: Masa Hindu-Buddha sampai Moghul
8) Sejarah Asia Selatan II: Masa Kolonial
9) Sejarah Asia Selatan Pasca Kolonial
10) Sejarah Asia Tenggara Kuno
11) Sejarah Asia Tenggara Madya
12) Sejarah Asia Tenggara Baru
c) Sejarah Eropa
1) Sejarah Eropa Klasik
2) Sejarah Eropa Abad Pertengahan
3) Sejarah Eropa Baru I
4) Sejarah Eropa Baru II

D. Persiapan Program Kegiatan


1. Persiapan di Kampus
a. Pembekalan Tingkat Prodi
Sebelum PPL dilaksanakan kami sebagai praktikan diberi
pembekalan di tingkat program studi. Pembekalan pertama, dari
Program Studi Pendidikan Ekonomi yang dilaksanakan pada tanggal 12
Juni 2015 bertempat di ruang I/K16, Kampus II Mrican Universitas
Sanata Dharma Yogyakarta. Pembekalan dilakukan oleh koordinator
PPL Program Studi Pendidikan Sejarah yaitu Bapak Drs. A. Kardiyat
Wiharyanto, M.M, Ibu Dra. Theresia Sumini, M.Pd dan Bapak Drs.
YR. Subakti, M.Pd. Dalam pembekalan di tingkat Program Studi
disampaikan juga beberapa materi, antara lain:

1) Tinjauan pedoman PPL dan pengerahan yang disampaikan oleh


Bapak Drs. A. Kardiyat Wiharyanto, M.M
2) Kurikulum 2013 yang disampaikan oleh Ibu Dra. Theresia Sumini,
M.Pd.

5
3) Analisis sosial dan interaksi sosial yang disampaikan oleh Bapak
YR. Subakti, M.Pd
b. Pembekalan Tingkat Fakultas
Pembekalan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Sanata Dharma Yogyakarta juga memberikan pembekalan yang
dilaksanakan hari Senin tanggal 17 Juni 2015 bertempat di Ruang
Kunjono lantai IV Kampus I Mrican Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta.Yang dihadiri oleh mahasiswa dari 8 Program Studi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta. Pada pembekalan PPL tingkat Fakultas banyak diberikan
gambaran kepada para mahasiswa tentang tugas, kewajiban, dan hak-
hak guru maupun praktikan sebagai calon guru. Pada kesempatan
tersebut oleh Ibu Christina Kristiyani, S.Pd., M.Pd. selaku koordinator
PPL tingkat Fakultas memberikan gambaran-gambaran kepada
mahasiswa mengenai tugas, kewajiban, tanggung jawab seorang guru
profesional, dan hak-hak guru. Hadir pula Bapak Rohandi, Ph.D.
Selaku Dekan FKIP, beliau juga menekankan pentingnya membangun
komunikasi dan kerja sama yang baik antar sesama mahasiswa
praktikan dan juga dengan pihak sekolah tempat praktikan menimba
pengalaman PPL bapak Rohandi menekankan bahwa kehadiran
praktikan di sekolah bukan hanya membawa nama pribadi masing-
masing, tetapi lebih dari itu membawa nama Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Oleh karena
itu, setiap mahasiswa peserta PPL diharapakan untuk tetap menjaga
nama baik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Sanata
Dharma Yogyakarta yang telah dikenal unggul secara akademik dan
humanis. Pada kesempatan ini, mahasiswa dari 8 Program Studi yang
mendapat tugas PPL di sekolah yang sama, dipertemukan mahasiswa
satu dengan mahasiswa lainnya, untuk merencanakan berbagai hal yang
berkaitan dengan kegiatan PPL.

6
2. Persiapan di Sekolah
a. Penyerahan Program Pengalaman Lapangan (PPL)
Sebelum praktikan melaksanakan praktik mengajar di kelas, ketua
kordinator pratikan menghubungi pihak sekolah kunjungan awal untuk
mengetahui situasi awal di sekolah dan mengantarkan surat dari
Fakultas (Dekan) ke kordinator Mahasiswa PPL di SMA BOPKRI 2
Yogyakarta, untuk menetapkan tanggal serah terima PPL. Setelah
berkordinasi antara ketua kordinator praktikan dan pihak sekolah maka
disepakati tanggal 10 Juli 2015 merupakan waktu resmi penerimaan dan
pelaksanaan PPL di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta diadakan penyerahan
praktikan dari pihak Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta kepada sekolah SMA BOPKRI
2 Yogyakarta.
Penyerahan mahasiswa PPL Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dilakukan tanggal
10 Juli 2015 pukul 12:00 WIB bertempat di ruang tamu kepala sekolah
SMA BOPKRI 2 Yogyakarta. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa
dosen pembimbing PPL dari berbagai bidang studi sebagai wakil dari
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta yaitu: Dr. R. Kunjana Rahardi, M. Hum, Drs. Sukarjono,
M.Pd, Christina Kristiyani, S. Pd., M.Pd, dan kepala sekolah SMA
BOPKRI 2 Yogyakarta yaitu Ibu Sri Sulastri, M. Pd.
Pada kesempatan ini, beberapa guru-guru SMA BOPKRI 2
Yogyakarta juga turut hadir dalam acara serah terima tersebut.
Kemudian, mahasiswa PPL dan pihak sekolah saling berkenalan lalu
dilanjutkan dengan pengarahan mengenai tugas dan tata tertib oleh Ibu
Dra. J. Ambarningrum selaku Koordiantor PPL SMA BOPKRI 2
Yogyakarta. Setelah acara penyerahan, praktikan bertemu dengan guru
pembimbing PPL masing-masing guna untuk berkoordinasi mengenai
pembuatan minggu afektif, program semester, dan program tahunan
serta berkonsultasi tentang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),

7
silabus dan Kompetensi Dasar (KD) yang berkaitan dengan pengajaran,
seperti jadwal observasi dan hal-hal lain yang berhubungan dengan
kegiatan belajar mengajar di sekolah.

b. Observasi
Sebagai suatu kegiatan awal setelah penyerahan, selanjutnya
praktikan melakukan agenda observasi. Kegiatan ini merupakan
langkah awal mahasiswa sebelum mengajar di SMA BOPKRI 2
Yogyakarta. Dalam kegiatan observasi praktikan memiliki 3 bagian
yang harus di observasi yakni meliputi: observasi lingkungan fisik
sekolah, sarana dan prasarana sekolah, dan aktivitas siswa di kelas.
Kegiatan observasi mengajar dilakukan praktikan sebanyak lima (5)
kali, yaitu di kelas X IIS I, X IIS II, X MIA I, X MIA II, dan X IBBu.

8
BAB II

HASIL OBSERVASI

A. Tujuan Satuan Pendidikan SMA BOPKRI 2 YOGYAKARTA


1. MANDAT, VISI, DAN MISI
a) MANDAT:
Menyelenggarakan pendidikan menengah secara professional untuk
membangun manusia Indonesia yang cerdas dan berkarakter Kristiani.
b) VISI:
Menjadi sekolah menengah atas yang berkualitas di bidang pengetahuan,
ketrampilan, sikap serta mampu berkompetisi secara global berdasarkan
kasih.
c) INDIKASI VISI:
a. Berkualiatas dalam kelulusan
b. Trampil dalam kegiatan yang mendukung bakat.
c. Memiliki sikap yang santun
d. Mampu berkompetisi dalam lomba-lomba Iptek
e. Dapat menjalankan ajaran kasih dalam kehidupannya.
d) MISI:
Menyelenggarakan pendidikan menengah atas dengan menumbuh
kembangkan budi pekerti, meningkatkan kompetensi di bidang akademik
maupun non akademik serta mewujudkan ajaran kasih di lingkungan
sekolah.

9
NILAI, MOTTO DAN TUJUAN PENDIDIKAN
NILAI:
a. KASIH
b. INTEGRITAS
c. PELAYANAN YANG TULUS
MOTTO:
BERSEMANGAT UNTUK SELALU BERPRESTASI
TUJUAN SMA BOPKRI 2 YOGYAKARTA:
a. Menjadi sekolah yang unggul dalam pengetahuan dan teknologi.
b. Menghasilkan lulusan yang cerdas, intelektual, dan budi pekerti luhur.
c. Menghasilkan lulusan yang memiliki wawasan kebangsaan, kepekaan
sosial dan mampu berkompetisi secara global.
d. Menghasilakn lulusan yang memiliki ketrampilan dan kemandirian.

B. Sistem Pendidikan Satuan Pendidikan SMA BOPKRI 2 Yogyakarta


Sesuai dengan bunyi pasal 15 PP No. 29 tahun 1990, lama pendidikan
sekolah menengah umum adalah 3 tahun. Sistem semester telah diterapkan
kembali pada tahun ajaran 2002/2003 sampai sekarang. Dalam sistem
semester ini, 1 tahun ajaran terdiri dari 2 penggalan yaitu: semester ganjil
(Juli-Desember) dan semester genap (Januari-Juli). SMA BOPKRI 2
Yogyakarta menggunakan kurikulum 2013 dan KTSP. Kurikulum 2013 untuk
kelas X, XI menggunakan sistem semester 1 dan 2 sedangkan KTSP untuk
kelas XII menggunakan semester gasal dan genap.

C. Kurikulum Satuan Pendidikan SMA BOPKRI 2 Yogyakarta


SMA BOPKRI 2 Yogyakarta pada tahun pelajaran 2015-2016
menerapkan Kurikulum 2006.

10
1. Prinsip-prinsip kurikulum:
a. Kurikulum 2006 memiliki prinsip-prinsip:
1) Proses pembelajaran intra-kurikuler adalah proses pembelajaran
yang berkenaan dengan pelajaran dalam struktur kurikulum
dilakukan di kelas, sekolah, dan masyarakat.
2) Proses pembelajaran berdasarkan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran yang dikembangkan guru.
3) Proses Pembelajaran didasarkan atas prinsip pembelajaran siswa
aktif untuk menguasai suatu Kompetensi Dasar dan Kompetensi
Inti pada tingkat yang memuaskan.
4) Proses pembelajaran dikembangkan atas dasar karakteristik konten
kompetensi yaitu pengetahuan yang merupakan konten yang
bersifat Mastery dan diajarkan secara langsung (Direct teaching),
Keterampilan kognitif dan psikomotorik adalah konten yang
bersifat developmental yang dapat dilatih dan diajarkan secara
langsung (Direct teaching). Sedangkan sikap adalah konten
deveplopmental dan dikembangkan melalui proses pendidikan
yang tidak langsung (Indirect teaching).
5) Pembelajaran kompetensi untuk konten yang bersifat
developmental dilaksanakan berkesinambungan anatara satu
pertemuan dengan pertemuan lainnya dan saling memperkuat
antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya.
6) Proses pembelajaran tidak langsung (Indirect) terjadi pada setiap
kegiatan belajar yang terjadi di kelas, sekolah rumah dan
masyarakat.
7) Proses pembelajaran dikembangkan atas prinsip pembelajaran
siswa aktif melalui kegiatan mengamati (melihat, membaca,
mendengar, menyimak), menanya (lisan, tulis), menganalis
(menghubungkan, menentukan keterkaitan, membangun
cerita/konsep), mengkomunikasikan (lisan, tulis, gambar, grafik,
tabel, chart, dan lain-lain).

11
8) Pembelajaran remidial dilaksanakan untuk membantu peserta didik
menguasai kompetisi yang masih kurang. Pembelajaran remidial
dirancang dan dilaksanakan berdasarkan kelemahan yang
ditemukan berdasarkan analisis hasil tes, ulangan, dan tugas setiap
peserta didik. Pembelajaran remidial dirancang untuk individu,
kelompok atau kelas sesuai dengan analisis jawaban peserta didik.
9) Penilaian hasil belajar mencakup seluruh aspek kompetensi,
bersifat formatif dan hasilnya segera diikuti dengan pembelajaran
remidial untuk memastikan penguasaan kompetensi pada tingkat
memuaskan.
b. Kurikulum KTSP memiliki prinsip-prinsip
1) Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan
peserta didik serta lingkungannya.
2) Beragam dan terpadu
3) Tangggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi
dan seni.
4) Relevan dengan kebutuhan kehidupan
5) Menyeluruh dan berkesinambungan
6) Belajar sepanjang hayat.
7) Seimbang antara kepentingan Nasional dan kepentingan daerah.

12
D. Organisasi Sekolah Satuan Pendidikan SMA BOPKRI 2 Yogyakarta
1. Struktur Organisasi Sekolah SMA BOPKRI 2 Yogyakarta
SMA BOPKRI 2 Yogyakarta bernaung di bawah Yayasan BOPKRI
(Badan Oesaha Pendidikan Kristen Republik Indonesia). SMA BOPKRI 2
Yogyakarta memiliki personil yang mendukung, seperti karyawan dan
guru yang profesional dalam bidangnya. Dari segi organisasi yang
bernaung di bawah Yayasan BOPKRI secara struktur tampak: satu orang
kepala sekolah, kepala tata usaha, dan empat orang wakil kepala sekolah.
Selain itu, guru-guru turut berperan aktif sehingga semua aturan sekolah
dapat terwujud dengan baik. Saat ini, SMA BOPKRI 2 Yogyakarta
dipimpin oleh Ibu Sri Sulastri, M.Pd. Adapun bagan struktur organisasi
sekolah terlampir.

2. Personalia dan Kepegawaian


a. Kepala Sekolah
Struktur organisasi disusun bertujuan supaya tata kerja dan pengelolaan
sekolah menjadi jelas dan bisa berjalan dengan baik, sehingga sekolah
dapat melakukan tugasnya secara terencana, terarah, teratur dan
sistematis. Dalam hal ini SMA BOPKRI 2 Yogyakarta dipimpin oleh
Ibu Sri Sulastri, M.Pd yang dibantu oleh beberapa Wakil Kepala
Sekolah dan beberapa Koordinator.
Kepala Sekolah adalah pimpinan tertinggi di sekolah dan di
dalam melaksanakan tugasnya harus bertanggung jawab kepada
Yayasan BOPKRI. Adapun tugas dari Kepala Sekolah terlampir.
b. Wakil Kepala Sekolah
Di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, Kepala Sekolah dibantu oleh
beberapa Wakil Kepala Sekolah dan beberapa Koordinator, yaitu
Wakasek Urusan Sarana Prasarana, Wakasek Urusan Kurikulum,
Wakasek Urusan Hubkermas, Wakasek Urusan Kesiswaan, Bendahara
Sekolah, Koordinator BP/BK, Kepala Urusan Tata Usaha.
c. Guru

13
SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, mempunyai 39 guru, yang terdiri
dari guru Yayasan BOPKRI, guru tidak tetap dan PNS. Selain bertugas
sebagai pengajar, ada beberapa guru yang menjadi wali kelas dan secara
bergantian bertugas piket. Wali kelas dapat membantu TU dalam
mengatur administrasi kelas, membantu BP dalam mengelola siswa dan
terutama mempersiapkan siswa dalam proses kenaikan kelas dan
penjurusan program.
Sebagai bentuk perwujudan visi yang telah diemban oleh SMA
BOPKRI 2 Yogyakarta, terutama untuk menjadikan guru-guru sebagai
tenaga pendidik yang mampu mendidik siswa secara lahir dan bathin
dalam pendewasaan diri mereka, setiap pagi hari diadakan renungan
bagi segenap guru-guru dan segenap karyawan SMA BOPKRI 2
Yogyakarta bertempat di kantor guru. Selain sebagai perwujudan visi,
renungan ini sebagai sarana komunikasi dan untuk mempererat
hubungan antara guru dan karyawan.

d. Wali kelas
Wali Kelas bertugas menyusun laporan keadaan kelas pada akhir
tahun ajaran, menyusun jadwal pelajaran siswa, mencatatan jumlah
kehadiran siswa mingguan dan bulanan, mengisi daftar nilai siswa,
mendata alamat siswa, dan membuat catatan khusus mengenai siswa.
Wali kelas juga dapat membantu TU dalam mengatur administrasi
kelas, membantu BP dalam mengelola siswa dan terutama
mempersiapkan siswa dalam proses kenaikan kelas.
e. Bimbingan dan Konseling
Tugas-tugas bimbingan dan konseling yaitu merencanakan
program bimbingan bersama kepala sekolah, melaksanakan program-
program bimbingan sesuai dengan kebijaksanaan sekolah, bekerjasama
dengan guru dan staff sekolah dalam melaksanakan program pendidikan
di sekolah, melaksanakan program bimbingan dan konseling disamping
tugas sebagai guru, membantu konselor dalam melaksanakan tugas.

14
f. Kepala Tata Usaha (TU)
Kepala tata usaha memiliki tugas mengkoordinir tugas masing-
masing staf TU sesuai bagiannya, menandatangani surat-surat sebatas
kewenangannya, membuat daftar gaji guru dan karyawan, memonitor
dan mengadakan koordinasi keperluan sekolah ke masing-masing
bagian, menangani administrasi keuangan.

E. Sumber Daya Manusia Satuan Pendidikan SMA BOPKRI 2 Yogyakarta

SMA BOPKRI 2 Yogyakarta pada tahun ajaran 2015/2016 memiliki


sumber daya manusia yang unggul yang memiliki jabatan dan tugas masing-
masing. Namun, personil SMA BOPKRI 2 Yogyakarta dapat bekerjasama
dengan baik sebagai keluarga SMA BOPKRI 2 Yogyakarta.

Jumlah seluruh personil di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta sebanyak 37


orang yang terdiri atas Kepala Sekolah 1 orang, Guru Tetap Yayasan (GTY)
15 orang, Guru Tidak Tetap (GTT) 11 orang, PNS 10 orang. Daftar terlampir
sebagai lampiran.

F. Siswa Satuan Pendidikan SMA BOPKRI 2 Yogyakarta

1. Keadaan Peserta Didik

Jumlah peserta didik pada tahun pelajaran 2015/2016 seluruhnya


berjumlah 347 orang. Persebaran jumlah peserta didik antar kelas merata.
Peserta didik di kelas X dibagi menjadi 5 kelas. Peserta didik di kelas XI
dibagi menjadi 3 program, yaitu program BAHASA, MIA dan IIS. Untuk
kelas XI BAHASA dibagi menjadi 1 kelas saja, pada kelas XI MIA dibagi
menjadi 2 kelas, dan pada kelas XI IIS dibagi menjadi 2 kelas.

15
Jumlah Peserta Didik Tahun Pelajaran 2015/2016

JUMLAH

KELAS LAKI- JUMLAH


PEREMPUAN
LAKI

X 70 64 134

XI 62 51 113

XII 55 45 100

Jumlah 187 160 345

G. Kondisi Fisik dan Lingkungan Sekolah Satuan Pendidikan SMA


BOPKRI 2 Yogyakarta
Sebelum melaksanakan kegiatan PPL di sekolah, terutama di dalam
melaksanakan proses belajar mengajar, mahasiswa terlebih dahulu melakukan
observasi, dimana salah satunya observasi lingkungan sekolah. Tujuan dari
observasi ini adalah untuk mengenal dan mengetahui hal-hal apa saja yang
mendukung serta menghambat dalam penyelenggaraan kegiatan belajar
mengajar.

SMA BOPKRI 2 Yogyakarta berlokasi di Jalan Jendral Sudirman 87,


Yogyakarta. SMA BOPKRI 2 Yogyakarta memiliki luas bangunan 3.211,5
meter persegi. Kondisi gedungnya sudah permanen dan secara umum sudah
baik. Terdapat 2 gedung yaitu gedung sebelah utara dan gedung sebelah
selatan. Gedung sebelah utara terdiri dari 3 lantai dan gedung sebelah selatan
terdiri dari 2 lantai. Seluruh bangunan sudah terbuat dari tembok seluruh atap
menggunakan genteng merah, dan untuk langit-langitnya terbuat dari tembok
untuk lantai 1 dan 2. Untuk lantai paling atas, langit-langitnya terbuat dari
eternit.

16
Ukuran halaman SMA BOPKRI 2 Yogyakarta cukup luas. Meskipun
letak sekolah berdekatan dengan jalan raya, tetapi suara bising kendaraan
cukup tidak mengganggu proses belajar mengajar, karena penempatan kelas-
kelas tidak terlalu dekat dengan pintu utama sekolah, sehingga proses belajar
mengajar siswa dan guru di kelas bisa berjalan dengan baik.

SMA BOPKRI 2 Yogyakarta memiliki beberapa unit ruang yang terdiri


dari ruang teori/kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, laboratorium,
perpustakaan, dan lain-lain.

1. Ruang Teori/Kelas
Jumlah ruang kelas untuk kelas X ada 6 kelas, kelas XI ada 5 kelas
(Bahasa, MIA 1/2 IIS 1/2) dan XII ada 5 kelas (Bahasa, MIA 1/2 dan IIS
1/2). Jumlah seluruhnya ada 16 kelas dengan fasilitas :

a. Luas per ruang 56 m2


b. Meja dan kursi terpisah
c. Penerangan cukup
d. Sebagian ruangan dilengkapai CCTV
e. Papan tulis dan papan pengumuman cukup
f. Viewer terpasang di setiap kelas
2. Kantor
Ruang kantor terdiri dari :
a. Kantor Kepala Sekolah
b. Kantor Wakil Kepala Sekolah
c. Kantor Guru
d. Kantor Tata Usaha
e. Kantor Yayasan BOPKRI
f. Ruang Tamu atau Loby

17
3. Ruang dan Alat Penunjang Pendidikan
Alat penunjang pendidikan meliputi :
a. Foto copy dan pengganda
b. Ruang data
c. Studio Musik
d. Ruang OSIS
e. Gudang
f. Km/WC putra dan putri
g. Peta
h. Jadwal Pelajaran
i. Gambar Pahlawan
j. Papan Pengumuman
k. Papan Presensi
l. Ruang Pembimbing Konseling
m. Ruang Kecantikan
4. Laboratorium
SMA BOPKRI 2 memiliki 7 laboratorium, yaitu :
a. Laboratorium Bahasa
b. Laboratorium Fisika
c. Laboratorium Kimia
d. Laboratorium Biologi
e. Laboratorium Audio Visual
f. Laboratorium TI dan K
g. Laboratorium Internet
5. Perpustakaan
Perpustakaan terletak di lantai satu, buku-buku yang tersedia juga
cukup lengkap dan terbaru serta pelayanan di perpustakaan sudah cukup
baik. Dalam pelayanan sirkulasi buku terdapat empat orang petugas
perpustakaan yang melayani setiap pengunjung perpustakaan, didalam
perpustakaan terdapat ruang alpha, yaitu ruangan yang bisa digunakan
sebagai ruang pembelajaran multimedia.

18
6. Usaha Kesehatan Sekolah
Melayani siswa yang kesehatannya terganggu pada saat kegiatan
belajar di sekolah. Pelayanan dilakukan setiap hari dan dijaga oleh
seorang petugas kesehatan. Tersedia obat-obatan sebagai pertolongan
pertama, di ruangan juga tersedia 4 tempat tidur yang bisa digunakan
oleh siswa yang membutuhkan istirahat untuk pemulihan sementara,
namun bila sakit yang diderita cukup mengkhawatirkan maka pihak
sekolah segera memberitahu orang tua/wali siswa untuk segera
mengambil tindakan selanjutnya.
7. Kantin dan Koperasi Sekolah
Koperasi dan Kantin sekolah menyediakan kebutuhan siswa seperti
alat tulis, makanan, minuman, dan lain-lain. Adanya fasilitas tersebut
akan mempermudah siswa dan guru dalam memenuhi kebutuhannya.
8. Lapangan Olah Raga
Lapangan ini biasa digunakan untuk berbagai kegiatan. Misalnya:
untuk olah raga, upacara, pramuka atau acara-acara intern lainnya yang
menyangkut kegiatan sekolah.
9. Parkir Kendaraan
Area parkir kendaraan terletak disisi halaman sekolah, sebagian
telah menggunakan atap, penataan kendaraan juga sudah cukup rapi
berkat pengaturan petugas. Seluruh guru, siswa serta karyawan SMA
BOPKRI 2 Yogyakarta dapat menggunakan tempat parkir tersebut
karena areanya yang cukup memadai.
10. AULA
Aula sekolah terletak di lantai 2 gedung selatan berukuran cukup
luas. Aula indoor ini biasa digunakan sebagai tempat pertemuan
kegiatan-kegiatan tertentu yang di selenggarakan sekolah.

19
H. Proses Belajar Mengajar Satuan Pendidikan SMA BOPKRI 2
Yogyakarta

Sebelum melakukan praktik mengajar, praktikan melakukan observasi


kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas X IIS I, X IIS II, X MIA I, X MIA
II dan X IBBu. Observasi dilakukan beberapa kali untuk mengamati aktivitas
guru, aktivitas siswa, serta kegiatan pembelajaran. Observasi dilakukan di
kelas pada saat pembelajaran berlangsung.

Observasi ini bertujuan agar praktikan dapat mengetahui kegiatan


pembelajaran di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, situasi kelas, cara guru dan
peserta didik berkomunikasi, serta cara penyampaian dan penerimaan materi
pembelajaran guru dan peserta didik. Dengan observasi ini, praktikan
diharapkan dapat mengetahui situasi kelas sehingga menerapkan metode
pembelajaran yang sesuai dan lebih dapat menguasai kelas.

1. Kegiatan guru secara umum


Kegiatan guru secara umum adalah mengajar di dalam kelas
dimulai pada jam pelajaran pertama sampai berakhir jam pelajaran, pada
hari Senin sampai Sabtu jam pelajaran dimulai pukul 07.00 dan berakhir
pukul 13.45. Selain mengajar ada beberapa guru yang ditugaskan untuk
piket secara bergantian setiap hari. Kegiatan yang dilakukan oleh petugas
piket yaitu mempresensi seluruh guru yang telah hadir, guru yang belum
hadir dan yang tidak dapat hadir. Bila ada guru yang tidak dapat hadir,
guru piket bertugas mencari informasi mengenai ketidak hadiran guru
dan mencari pengganti guru bila guru harus mengajar saat itu atau dapat
juga mengisi kelas dengan menyerahkan tugas yang diberikan oleh guru
yang bersangkutan kepada siswa/kelas.

Guru piket juga bertugas untuk mengawasi ketertiban siswa. Bila


ada siswa yang terlambat masuk sekolah maka harus melapor pada guru
piket sebelum diizinkan masuk kelas. Selain itu bila ada siswa yang izin
pulang atau keluar dari lingkungan sekolah untuk suatu alasan maka

20
harus melapor pada guru piket. Dan setiap istirahat guru piket ke kelas
untuk mencatat nama- nama siswa yang tidak hadir di kelas dan meng-
input ke komputer nama-nama siswa yang tidak hadir dengan alasan
alpha untuk didata point pelanggarannya.

2. Kegiatan guru mata pelajaran


Kegiatan guru mata pelajaran adalah mengajar sesuai dengan
bidangnya masing-masing. Praktikan mengobservasi guru pembimbing
secara langsung di kelas X IIS I, X IIS II, X MIA I, X MIA II dan X
IBBu. Tujuan observasi ini adalah:

a. Untuk mengetahui suasana kelas pada saat proses pembelajaran


berlangsung dan mengetahui reaksi siswa sewaktu menerima materi
yang disampaikan oleh guru sehingga membantu praktikan untuk
membuat metode atau strategi yang tepat dalam proses pembelajaran
yang akan dilaksanakan.
b. Untuk melihat dan mengamati metode atau strategi yang dipilih oleh
guru dalam menyampaikan materi kepada siswa sehingga siswa dapat
memahami materi yang disampaikan.
c. Untuk mengetahui relasi antara guru dan siswa maupun siswa dengan
siswa dalam proses pembelajaran.
d. Untuk mengetahui seberapa besar minat siswa untuk belajar
Adapun hasil observasi pada guru mata pelajaran sebagai berikut :
1) Guru memperkenalkan kepada siswa mengenai cara dan kebiasaan
guru selama mengajar.
2) Guru melakukan kegiatan pra pembelajaran dengan memeriksa
kesiapan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran.
3) Guru menyampaikan materi dengan suara yang keras dan jelas.
4) Penjelasan guru mudah diterima peserta didik.
5) Guru memberikan soal latihan, dan pekerjaan rumah yang sesuai
dengan materi yang diajarkan.

21
Selama PPL, praktikan didampingi oleh Ibu Dra. Maria Gorreti SN.
M,Pd. selaku guru sejarah kelas X dan kelas XII SMA BOPKRI 2 Yogyakarta.

3. Kegiatan siswa
Kegiatan siswa secara umum adalah mengikuti kegiatan
pembelajaran akademik dan non-akademik (ekstrakurikuler) di sekolah
setiap harinya.
Praktikan mengobservasi satu kelas, dengan tujuan agar praktikan
mengenal dan mengetahui secara langsung aktivitas-aktivitas siswa
selama guru melakukan proses pembelajaran. Kegiatan yang dilakukan
praktikan adalah sebagai berikut :

a. Mengetahui aksi dan reaksi siswa selama pembelajaran berlangsung


b. Mengetahui tingkat keaktifan siswa di kelas
c. Mengetahui sejauh mana keterlibatan siswa dalam mengikuti
pembelajaran.
d. Mengetahui dan mengenal tingkah laku siswa selama pembelajaran
berlangsung.
e. Mengetahui seberapa besar minat siswa terhadap pelajaran
Akuntansi
Adapun hasil observasi terhadap siswa ini menunjukkan :

a. Siswa kurang aktif menanggapi apa yang di tanyakan guru dalam


pembelajaran.
b. Siswa cenderung ramai saat pembelajaran berlangsung.
c. Beberapa siswa tidak memperhatikan guru saat menjelaskan di kelas.
d. Siswa kurang berkonsentrasi terhadap apa yang di jelaskan guru.
e. Siswa sering bermain handphone.
f. Siswa sering mengganggu teman lainnya yang sedang
memperhatikan pelajaran.

22
I. Fasilitas Pendidikan dan Latihan
Untuk menunjang proses pembelajaran di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta,
maka sekolah dilengkapi fasilitas-fasilitas pendidikan yang mendukung
pembelajaran antara lain :

1. Perpustakaan
Ruang perpustakaan dilengkapi dengan;

a. Almari dan rak buku,


b. Meja dan kursi petugas perpustakaan,
c. Meja dan kursi pembaca,
d. Almari kotak katalog,
e. Koleksi buku-buku bacaan,
f. Buku pelajaran,
g. Koran,
h. Majalah,
i. Kliping,
j. Papan struktur organisasi perpustakaan,
k. Tempat koran,
l. VCD pembelajaran,
m. Media televisi,
n. Komputer untuk kebutuhan perpustakaan,
o. VCD player, dan
p. Pendingin ruangan.
2. Laboratorium
Laboratorium terdiri dari :

a. Laboratorium Pengetahuan Alam (Fisika, Kimia, dan Biologi)


Laboratorium IPA dilengkapi dengan alat peraga, bahan kimia, meja
dsn kursi untuk berkelompok, papan tulis, almari untuk menyimpan
bahan-bahan praktek, LCD, komputer, dan sebagainya.

23
b. Laboratorium Komputer TI dan K
Laboratorium ini dilengkapi dengan 40 unit komputer untuk siswa, 2
unit komputer untuk operator, LCD, papan tulis, almari arsip, dan
sebagainya.
c. Laboratorium Bahasa
Laboratorium ini dilengkapi oleh multimedia yang mendukung
proses pembelajaran. Seperti misalnya, setiap meja terdapat headset
untuk listening, komputer, dvd player, tape dan sebagainya.
3. Fasilitas ruang
Fasilitas ruang-ruang di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta meliputi;

a. Ruang kelas
b. Studio musik
c. Ruang ketrampilan
d. Ruang audio visual
e. Ruang kantor
f. Kamar mandi
g. Ruang fotokopi
h. Ruang pramuka
i. Ruang OSIS
j. Ruang UKS
k. Ruang koperasi
l. Kantin
4. Fasilitas dalam ruang kelas
Setiap ruang kelas dilengkapi dengan papan tulis, meja dan kursi untuk
siswa dan guru, LCD Viewer, almari, papan pengumuman, jadwal piket
kelas, hiasan dinding, gambar presiden, wakil presiden, dan burung
garuda.

24
5. Alat penunjang pendidikan
Alat penunjang pendidikan di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta antara lain
gambar pahlawan, peta, papan pengumuman, papan presensi, alat-alat
musik, alat-alat praktek di laboratorium dan alat-alat olahraga.

6. Fasilitas olahraga
Fasilitas olahraga yang dimiliki SMA BOPKRI 2 Yogyakarta adalah
lapangan basket, lapangan volly, lapangan futsal dalam 1 tempat,
gawang, ring basket, dan alat olahraga lainnya.

J. Majelis Sekolah / Dewan Sekolah / Komite Sekolah


Majelis/Dewan SMA BOPKRI 2 Yogyakarta dipegang langsung oleh
Yayasan BOPKRI yang membawahi kepala sekolah dan tim meliputi Waka.
kurikulum, Waka. kesiswaan, Waka. hukermas, dan Waka. sarana prasarana.
Sedangkan komite sekolah terdiri dari orang tua siswa SMA BOPKRI 2
Yogyakarta, beberapa Universitas di Yogyakarta, dan lembaga lainnya yang
ikut ambil bagian dalam perkembangan SMA BOPKRI 2 Yogyakarta.

K. Hubungan antara Satuan Pendidikan dengan Instansi Lain


Dalam meningkatkan mutu pendidikan, SMA BOPKRI 2 Yogyakarta
menjalin hubungan kerjasama dengan instansi lain. SMA BOPKRI 2
Yogyakarta merupakan lembaga pendidikan sehingga tidak lepas dari
lingkungan masyarakat dan dari sanalah muncul suatu hubungan sekolah
dengan pihak eksternal.

1. Hubungan Sekolah dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta


Seperti halnya dengan sekolah lainnya, SMA BOPKRI 2
Yogyakarta juga berada dalam lindungan Dinas Pendidikan Kota
Yogyakarta. Dinas Pendidikan setempat mempunyai wewenang membina
dan mengawasi pelaksanaan kurikulum. Untuk mengawasi atau

25
mengetahui sejauh mana proses belajar mengajar sesuai kurikulum maka
pihak Dinas Pendidikan mengirimkan petugas untuk memeriksa kegiatan
akademik maupun kegiatan administratif dan apabila sekolah
menyimpang dari apa yang sudah diterapkan, maka Kepala Sekolah akan
mendapatkan teguran/sanksi dari Dinas.
2. Hubungan Sekolah dengan Orang Tua Siswa
Kerjasama dengan orangtua peserta didik dilaksanakan melalui
komite sekolah, alumni, perguruan tinggi dan instansi terkait. Ada lima
peran orangtua dalam pengembangan sekolah yaitu sebagai:
a. Donatur dalam menunjang kegiatan dan sarana sekolah.
b. Mitra sekolah dalam pembinaan
c. Mitra dalam membimbing kegiatan peserta didik.
d. Mitra dialog dalam peningkatan kualitas pendidikan.
e. Sumber belajar.
3. Hubungan Sekolah dengan Sekolah Lain
Dalam hubungan ini lebih berfokus pada hubungan siswa dengan
guru dari SMA BOPKRI 2 Yogyakarta maupun dengan sekolah lain dan
hubungan ini bisa dalam bentuk olah raga maupun pertandingan
persahabatan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dapat bermanfaat untuk
menggalang kebersamaan antar sekolah agar terbina kerukunan dan
kekompakan.
4. Hubungan Sekolah dengan Alumni
Kerjasama antar sekolah dan alumni dapat berjalan dengan baik,
terutama dalam pengembangan program keterampilan. Misalnya untuk
kegiatan ekstrakurikuler TONTI, pihak sekolah menjalin kerjasama
dengan alumni dalam melakukan pendampingan proses ekstra kurikuler
dengan tujuan agar terjadinya transfer dalam bidang pengetahuan yang
lebih kreatif dan berbobot sehingga siswa lebih senang dalam melakukan
kegiatan.

26
L. Usaha-Usaha Peningkatan Kualitas Lulusan
Usaha yang dilakukan oleh SMA BOPKRI 2 Yogyakarta untuk dapat
meningkatkan kualitas lulusan antara lain dilakukan dengan:

1. Pengembangan bidang intelektual


a. Remidial dan Pengayaan
Apabila hasil ulangan dirasa belum mencapai kompetensi yang ada,
maka guru mengadakan ulangan perbaikan atau remedial.

b. Bimbingan penjurusan
Hal ini dialakukan mulai siswa baru saat daftar ulang untuk memulai
menentukan penjurusan kelas penjurusan MIA, IIS, dan BAHASA.
Peserta didik diberikan bimbingan penjurusan ini agar peserta didik
tidak merasa salah jurusan dan dapat memilih jurusan sesuai dengan
keinginannya.

c. Bimbingan persiapan UN
Hal ini dilakukan khusus untuk siswa/i kelas XII untuk
mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional maupun ujian masuk
perguruan tinggi. Sekolah mengadakan pelajaran tambahan dan tryout
secara berkala sebulan sekali yang dimulai dari bulan September
sampai dengan menjelang Ujian Nasional.

2. Pengembangan bidang kerohanian


Setiap harinya diadakan renungan pagi di setiap kelas yang dipimpin
oleh guru yang bertugas. Untuk program dari sekolah, sekolah
mengadakan retret bagi siswa. Setiap Jumat ada pendalaman alkitab untuk
para peserta didik yang beragama kristiani. Pendalaman alkitab dibimbing
oleh Yemima S.,S.Th. dan Raksita , S.Pak.
3. Pengembangan bidang sosial
Bakti sosial dan bakti masyarakat. Untuk bakti masyarakat
dimaksudkan agar peserta didik selama liburan mengisi liburan dengan
melakukan kegiatan di dalam lingkungan masyarakat. Kegiatan yang

27
dilakukan dapat berbagai macam tergantung dari niat peserta didik. Setelah
itu, peserta didik diminta untuk membuat laporan yang nantinya akan
menjadi nilai bagi peserta didik.
4. Pengembangan bidang kepribadian
Di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, BP masuk ke dalam jam pelajaran.
Guru BP di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta ada 3 orang yaitu Bapak Dwi
Winarto, M.Th, Bapak Drs. Edi Sutrisna, dan Bapak Drs. Risman
Purwanto. Di dalam kelas mereka mengajarkan tentang bagaimana
mengenal kepribadiann diri sendiri. Selain itu BP bekerjasama dengan
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan sekolah SMA BOPKRI 2
Yogyakarta untuk mengadakan dialog atau penyuluhan mengenai
kepribadian, seksualitas, narkoba, tata tertib berlalu lintas dan sebagainya
dengan mengundang tamu atau tokoh dari luar sekolah.
5. Pengembangan bidang bakat minat
a. OSIS
Kegiatan OSIS SMA BOPKRI 2 Yogyakarta dibawah tanggung jawab
Bapak Drs. Fx. Catur Setya dan Ibu Dra. Purwantini selaku Pembina
OSIS. Di dalam OSIS terdapat banyak kegiatan termasuk latihan dasar
kepemimpinan bagi para calon OSIS yang baru dan untuk kegiatan-
kegiatan intra sekolah yang melibatkan siswa, di sini OSIS berperan
membantu guru dalam mempersiapkan kegiatan-kegiatan tersebut.

b. Ekstrakurikuler
Di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta terdapat 11 ekstrakurikuler yang
meliputi tonti, pramuka, modern dance, basket, futsal/sepak bola,
karate, KIR, teater, jurnalistik, batik, dan paduan suara. Penanggung
jawab ekstrakurikuler di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta adalah Ibu Dra.
J. Ambarningrum.

28
BAB III

PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN

A. Kegiatan Pembelajaran
1. Mengenal Proses pembelajaran dan aktivitas siswa-siswi

Praktikan melakukan kegiatan obesrvasi sebagai salah satu


langkah dalam mempersiapkan proses belajar di sekolah. Oleh karena
itu praktikan melakukan observasi pada saat proses belajar mengajar
bidang studi Sejarah. Observasi tersebut antara lain:

a. Observasi guru bidang studi sejarah

Praktikan melakukan observasi pada guru pamong pada


saat guru pamong sedang mengajar, sehingga praktikan
memperoleh gambaran mengenai kondisi lingkungan kelas yang
bersangkutan sebagai bekal prakitikan untuk mengajar.

Hasil observasi yang telah dilakukan oleh praktikan yaitu


siswa-siswi kurang aktif dalam merespon penjelasan maupun
pernyataan guru. Siswa-siswi akan aktif apabila guru melontarkan
pertanyaan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh
praktikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum
mengajar, yaitu:

1) Guru harus mempersiapkan Rencana Pelaksanaan


Pembelajaran (RPP) yang akan dilaksanakan agar dalam
pelaksanaan kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan
yang telah dipersiapkan dalam Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP).
2) Guru harus mempersiapkan materi yang akan disampaikan
dan dengan metode apa materi tersebut disampaikan agar
siswa dapat menerimanya dengan baik.

29
3) Guru harus menguasai setiap karakteristik setiap kelas
dikelas agar ketika mengajar dikelas dapat mengatasi
perbedaan setiap karakteristik kelas tersebut.
4) Seorang guru harus mengetahui situasi dan kondisi kelas
yang ramai, sehingga membutuhkan keahlian yang khusus
untuk mengelolanya. Apakah kelas tersebut heterogen,
maksudnya adalah ada yang pandai dan ada yang kurang
pandai sehingga perlu perhatian khusus. Dengan
mengetahui keadaan kelas guru bisa melakukantindakan
tertentu agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik.
5) Mengetahui tingkat kecepatan pemahaman siswa terhadap
materi yang disampaikan sehingga guru dapat memilih
metode yang tepat dalam memberikan materi agar tujuan
pembelajaran dapat tercapai.
6) Guru harus dapat menguasai dan mengelola kelas, dalam
arti seorang guru dapat mengambil tindakan apabila ada
sesuatu yang menghambat proses belajar mengajar. Dalam
hal ini seorang guru bijaksana dalam mengambil setiap
keputusan dan harus dipertanggungjawabkan.
b. Observasi sesama praktikan pendidikan sejarah

Observasi sesama praktikan bertujuan untuk menambah


pengalaman dan pengetahuan, sehingga praktikan melihat dan
menilai hal- hal yang bermanfaat dan perlu dilakukan dalam
praktik mengajar. Dari hasil observasi, praktikan dapat menemukan
beberapa hal yang penting dan harus diperhatikan yaitu:

1) Kesiapan mental yang baik adalah modal paling utama dalam


praktik mengajar, karena mental yang siap akan menumbuhkan
rasa percaya diri. Hal ini bertujuan untuk mengurangi perasaan
grogi pada saat mengajar di depan kelas, sehingga materi
pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik dan lancar.

30
2) Mempersiapkan materi dengan sebaik-baiknya dan memilih
metode yang tepat dengan kondisi lingkungan, sehingga materi
dan tujuan pemebalajarn dapat tercapai.
3) Dalam penyampaian materi yang paling penting adalah suara,
maka suara harus jelas dan dapat didengar oleh siswa yang
duduk dibelakang. Pada artikulasi juga perlu diperhatikan agar
siswa-siswi dapat mendengarkan dengan jelas.
4) Seorang guru harus bisa mengelola kelas dengan baik sehingga
siswa-siswi menjadi berminat untuk mendengarkan dan belajar.
c. Observasi peserta didik di kelas
Praktikan melakukan observasi di kelas tempat praktikan
mengajar, yaitu kelas X MIA I. X MIA II, X IIS I, X IIS II, dan X
IBBu. Observasi dilakukan pada saat guru pamong yakni Ibu Dra.
Maria Gorreti SN. M, Pd. mengajar maupun pada saat praktikan
mengajar. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru/praktikan
dan aktif dalam proses pembelajaran. Apabila guru/praktikan
sedang tidak di kelas, peserta didik cenderung ramai dan ribut
tetapi bila guru/praktikan sudah masuk ke kelas mereka, mereka
bisa mengendalikan diri dan mulai serius untuk mengikuti kegiatan
pembelajaran. Ada beberapa anak di satu kelas yang kurang bisa
serius dalam mengikuti kegiatan pembelajaran karena mereka
cenderung untuk melakukan aktifitas lainnya seperti mengganggu
teman sebangkunya ataupun mengajak teman yang lain berbicara
mengenai hal-hal diluar materi yang diberikan. Selain itu terkadang
siswa-siswi bermain Hp (HandPhone) ketika proses pembelajaran
berlangsung.

31
2. Persiapan dan Pelaksanaan Mengajar

Praktik mengajar dilaksanakan pada semester pertama diawali pada


awal bulan Agustus dan berakhir pertengahan bulan September tahun
2015. Pada kesempatan itu mendapat kesempatan untuk mengajar di kelas
X IBBu, X MIA I, X MIA II, X IIS I dan X IIS II. Praktikan dibimbing
oleh Ibu Dra. Maria Gorreti SN. M,Pd. Adapun materi yang diajarkan di
kelas X mengenai Hakekat dan pengertian Sejarah Konsep kronologis dan
diakronik, Menelusuri peradaban awal Indonesia. Pertemuan 1 dan 2
praktikan mengajarkan materi yang harus disampaikan. Pada pertemuan ke
3 praktikan melakukan refleksi yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
mana penerapan materi oleh siswa-siswi kelas X. Pada pertemuan ke 4, 5
dan 6 praktikan melanjutkan untuk mengajarkan materi dengan tema yang
baru. Pada pertemuan ke 7 praktikan memberikan evaluasi kepada siswa-
siswi untuk mengukur sejauh mana kemampuan mereka dengan
melakukan tanya jawab di kelas. Pada pertemuan ke 8 praktikan
memberikan Ulangan Harian.

Secara garis besar kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh


praktikan meliputi:

a. Persiapan

Praktikan terlebih dahulu melakukan observasi ke setiap yang


nantinya akan dijadikan tempat untuk praktek mengajar. Hal ini
bertujuan untuk mengetahui situasi kelas dan mencari metode yang
tepat sesuai situasi dan kondisi kelas tersebut, sehingga proses
pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Selanjutnya praktikan membuat perangkat mengajar yaitu:

1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Rencana pembelajaran merupakan pedoman bagi praktikan dalam
mengajar, yang terdiri dari pendahuluan yang berisi kompetensi

32
inti, pengembangan yang berisi pengembangan kompetensi dasar
dan indikator dan penerapan dimana tertulis semua kegiatan yang
akan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar di kelas.
(terlampir)
2) Program tahunan
Program tahunan merupakan kegiatan pembelajaran selam satu
tahun dan disertai waktu yang telah disediakan untuk proses
pembelajaran.(terlampir)
3) Program Semester
Di dalam program semester waktu yang telah disediakan di
program tahunan diperinci lagi untuk tiap sub pokok bahasan
selama satu semester.(terlampir)
4) Perhitungan minggu/jumlah jam efektif
Dalam perhitungan minggu/jam efektif adalah merancang jumlah
minggu efektif dan jam pelajaran untuk proses belajar
mengajar.(terlampir)
5) Evaluasi
Dalam evaluasi ini guru menguji pemahaman siswa terhadap
materi yang telah dijelaskan dengan menggunakan berbagai macam
alat misalnya ulangan harian, yang pada akhirnya memperoleh nilai
sebagai hasil dari pemahaman siswa.(terlampir)
6) Analisis hasil test (tingkat kesukaran)
Dalam analisis hasil tes ini, yang diperhatikan oleh guru adalah
tingkat kesukaran soal yaitu sebagai proporsi jumlah peserta tes
yang menjawab benar yaitu perbandingan jumlah peserta tes yang
menjawab benar dengan jumlah peserta tes seluruhnya.(terlampir)

33
B. Praktek Mengajar

No Hari/Tanggal Jam Kegiatan Keterangan

1 Sabtu, 8 Agustus Jam Mengajar Sejarah di Kegiatan belajar


2015 ke-2- kelas X F dengan mengajar meliputi:
3 memberikan materi
Penjelasan: Praktikan
Pengertian Sejarah
Praktiakan menjelaskan
Menurut Para Ahli
tentang Bapak Ilmu
Sejarah.

Jam Mengumpulkan
Mengajar Sejarah di
ke-6- informasi: Siswa dibagi
kelas X A dengan
7 menjadi 6 kelompok
memberikan materi
untuk berdiskusi,
Pengertian Sejarah
kemudia siswa diberikan
Menurut Para Ahli
kesempatan untuk
mencari informasi
melalui buku dan
internet terkait dengan
tugas yang sudah
diberikan oleh praktikan.

Presentasi: Setelah
berdiskusi
mengumpulkan
informasi dari berbagai
sumber, siswa
mempresentasi hasil
diskusinya secara
berurutan.

Penguatan: Praktikan
memberikan penguatan

34
tentang materi yang
pengertian para ahli,
kemudia memberikan
kesimpulan.

2 Kamis, 13 Agustus Jam Mengajar Sejarah di Kegiatan belajar


2015 ke-2- Kelas X E, X D dan X B mengajar meliputi:
3, 4- dengan memberikan
Penjelasan: Praktikan
5 materi Sejarah Sebagai
menayangkan
dan Peristiwa dan Kisah.
pembacaan teks
7-8
Proklamasi malalui
power point kemudian
menjelaskan sejarah
sebagai peristiwa dan
kisah.
Mengumpulkan
informasi: Siswa dibagi
menjadi 6 kelompok
untuk berdiskusi,
kemudia siswa diberikan
kesempatan untuk
mencari informasi
melalui buku dan
internet terkait dengan
tugas yang sudah
diberikan oleh praktikan.

Presentasi: Setelah
berdiskusi
mengumpulkan
informasi dari berbagai
sumber, siswa
mempresentasi hasil

35
diskusinya secara
berurutan.

Penguatan: Praktikan
memberikan penguatan
tentang materi sejarah
sebagai peristiwa dan
kisah

3 Sabtu, 15 Agustus Jam Mengajar Sejarah di Kegiatan belajar


2015 ke-2- Kelas X F materi mengajar meliputi:
3 Sejarah sebagai
Penjelasan: Praktikan
dan peristiwa dan kisah
menayangkan
6-7
pembacaan teks
Proklamasi malalui
Mengajar Sejarah di
power point kemudian
kelas X C materi
menjelaskan sejarah
pengertian sejarah
sebagai peristiwa dan
menurut para ahli
kisah.
Mengumpulkan
informasi: Siswa dibagi
menjadi 6 kelompok
untuk berdiskusi,
kemudia siswa diberikan
kesempatan untuk
mencari informasi
melalui buku dan
internet terkait dengan
tugas yang sudah
diberikan oleh praktikan.

Presentasi: Setelah
berdiskusi
mengumpulkan

36
informasi dari berbagai
sumber, siswa
mempresentasi hasil
diskusinya secara
berurutan.

Penguatan: Praktikan
memberikan penguatan
tentang materi sejarah
sebagai peristiwa dan
kisah

Kegiatan belajar
mengajar meliputi:

Penjelasan: Praktikan
Praktiakan menjelaskan
tentang Bapak Ilmu
Sejarah.
Mengumpulkan
informasi: Siswa dibagi
menjadi 6 kelompok
untuk berdiskusi,
kemudia siswa diberikan
kesempatan untuk
mencari informasi
melalui buku dan
internet terkait dengan
tugas yang sudah
diberikan oleh praktikan.

Presentasi: Setelah
berdiskusi
mengumpulkan
informasi dari berbagai

37
sumber, siswa
mempresentasi hasil
diskusinya secara
berurutan.

Penguatan: Praktikan
memberikan penguatan
tentang materi yang
pengertian para ahli,
kemudia memberikan
kesimpulan.

4 Kamis 20 Agustus Jam Mengajar Sejarah di


2015 ke-2- Kelas X E, X D, dan X
3, 4- B materi Sejarah
5, sebagai ilmu dan seni
dan
7-7

5 Sabtu, 22 Agustus Jam Mengajar Sejarah di


2015 ke 2- Kelas X F, X Cdan X A
3, 4- dengan memberikan
5 materi sejarah sebagai
dan ilmu dan seni.
6-7

6 Kamis, 27 Agustus Jam Mengajar Sejarah di


2015 ke-2- Kelas X E, XD dan X B
3, 4- dengan memberikan
5 materi Konsep dasar
dan sejarah.
6-7

7 Jumat, 22 Agustus Jam Mengajar Sejarah di


2015 ke-2 Kelas X IIS I dengan

38
memberikan materi
Hakekat dan Pengertian
Sejarah, Konsep
Kronologis dalam Ilmu
Sejarah.

8 Jumat, 22 Agustus Jam Mengajar Sejarah di


2015 ke-3 Kelas X IBBu dengan
dan memberikan materi
ke-4 Hakekat dan Pengertian
Sejarah, Konsep
Kronologis dalam Ilmu
Sejarah.

9 Jumat, 22 Agustus Jam Mengajar Sejarah di


2015 ke-5 Kelas X IIS II dengan
dan memberikan materi
ke-6 Hakekat dan Pengertian
Sejarah, Konsep
Kronologis dalam Ilmu
Sejarah.

10 Senin, 25 Agustus Jam Mengajar Sejarah di


2015 ke-1 Kelas X MIA II dengan
dan memberikan materi
ke-2 Hakekat dan Pengertian
Sejarah, Konsep
Kronologis dalam Ilmu
Sejarah.

11 Jumat, 29 Agustus Jam Mengajar Sejarah di


2015 ke-2 kelas X IIS I dengan
memberikan materi
Menelusuri Peradaban
Awal di Kepulauan

39
Indonesia

12 Jumat, 29 Agustus Jam Mengajar Sejarah di


2015 ke-3 kelas X IBBu dengan
dan memberikan materi
ke-4 Menelusuri Peradaban
Awal di Kepulauan
Indonesia

13 Jumat, 29 Agustus Jam Mengajar Sejarah di


2015 ke-5 kelas X IIS II dengan
dan memberikan materi
ke-6 Menelusuri Peradaban
Awal di Kepulauan
Indonesia

14 Sabtu, 30 Agustus Jam Mengajar Sejarah di


2015 ke-1 kelas X MIA II dengan
dan memberikan materi
ke-2 Menelusuri Peradaban
Awal di Kepulauan
Indonesia

15 Sabtu, 30 Agustus Jam -


2015 ke-4

16 Senin, 1 Jam Mengajar Sejarah di


September 2015 ke-1 kelas X MIA II dengan
dan memberikan materi
ke-3 Menelusuri Peradaban
Awal di Kepulauan
Indonesia

17 Jumat, 5 Jam Praktikan bersama siswa


September 2015 ke-2 mereview kembali

40
materi- materi yang
sudah diajarkan dan
memberikan kisi-kisi
untuk bahan ulangan
minggu depan.

18 Jumat, 5 Jam Ulangan Harian I


September 2015 ke-3
dan
ke-4

19 Jumat, 5 Jam Ulangan Harian I


September 2015 ke-5
dan
ke-6

20 Sabtu, 6 Jam Ulangan Harian I


September 2015 ke-1
dan
ke-2

21 Sabtu, 6 Setember Jam Ulangan Harian I


2015 ke-4

22 Senin, 8 Jam Ulangan Harian I


September 2015 ke-1
dan
ke-2

23 Jumat, 12 Jam Penilaian Praktikan oleh


September 2015 ke-3 Guru Pamong
dan
ke-4

41
Dalam praktek mengajar banyak hal yang perlu diperhatikan yaitu:
1) Apersepsi
Kegiatan belajar mengajar pagi hari diawali dengan berdoa,
kemudian praktikan membuka dengan salam perkenalan.
Seterusnya dilanjutkan dengan presensi siswa. Pelajaran diawali
dengan apersepsi yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas
dan biasanya menanyakan materi yang akan dibahas dan biasanya
menanyakan materi yang telah dipelajari sebelumnya sebagai bukti
pemahaman. Tujuan dari apersepsi adalah untuk menumbuhkan
motivasi, minat atau keterkaitan siswa terhadap materi yang
diajarkan. Apersepsi ini juga berhubungan dengan masalah yang
aktual atau berhubungan dengan kehidupan sehari- hari.
2) Kegiatan Inti
i. Mengamati
Dalam kegiatan mengamati, guru memberikan
kesempatan peserta didik untuk melakukan pengamatan
melalui melihat, menyimak, mendengar, dan membaca. Guru
memfasilitasi peserta didik untuk melakukan pengamatan,
melatih mereka untuk memperhatikan (melihat, membaca,
mendengar) hal yang penting dari suatu objek dan benda.
ii. Menanya
Dalam kegiatan mengamati, guru memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya mengenai
apa yang sudah dilihat, disimak, dibaca atau dilihat. Guru
perlu membimbing peserta didik untuk dapat mengajukan
pertanyaan. Melalui kegiatan bertanya maka rasa ingin tahu
siswa semakin dapat dikembangkan.
iii. Mengumpulkan informasi
Tindak lanjut dari bertanya adalah mengumpulkan
informasi dari berbagai sumber melalui berbagai cara. Untuk
itu peserta didik dapat mencari sumber referensi yang lebih

42
banyak melalui buku dan internet. Dari kegiatan itulah
terkumpul sejumlah informasi.
iv. Menalar
Informasi yang sudah didapat oleh peserta didik
kemudian menjadi dasar bagi kegiatan berikutnya yaitu
memproses infromasi untuk menemukan keterkaitan satu
informasi dengan informasi lainnya, menemukan pola dari
keterkaitan informasi dan bahkan mengambil berbagai
kesimpulan dari pola yang ditemukan.
v. Mengkomunikasikan
Kegiatan berikutnya adalah menuliskan atau
mempresentasikan apa yang ditemukan dalam kegiatan
mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola.
Hasil tersebut disampaikan di depan kelas dan dinilai oleh
guru sebagai hasil belajar peserta didik atau kelompok
peserta didik tersebut.

c. Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru bersama-sama dengan peserta didik


membuat rangkuman atau kesimpulan dari kegiatan pembelajaran hari
tersebut, atau melakukan kegiatan refleksi dari proses pembelajaran yang
baru saja dilaksanakan, memberikan umpan balik terhadap proses dan
hasil pembelajaran dan menyampaikan rencana pembelajaran
pembelajaran pada kegiatan berikutnya.

3. Mendiagnosis Kesulitan Belajar yang Dialami Peserta Didik


Berdasarkan pengamatan hasil observasi dan pengalaman
selama mengajar yang praktikan lakukan, peserta didik mengalami
kesulitan belajar Sejarah dikarenakan minimnya jumlah buku referensi

43
yang mendukung pembelajaran Sejarah. Siswa-siswi lebih banyak
menggunakan sumber internet dalam proses pengumpulan informasi.
Beberapa siswa maupun siswi sering ditemukan bermain HP
(handphone) pada saat kegiatan pembelajaran di dalam kelas dengan
alasan sedang mencari informasi tentang diskusi sehingga beberapa
dari mereka menjadi kurang terfokus, malas mencatat dan rebut
sendiri. Selain itu akibat dari minimnya buku referensi ini, siswa-siswi
menjadi malas untuk mengerjakan tugas karena beralasan tidak
memiliki buku referensi. Praktikan berusaha untuk menanamkan pada
diri siswa bahwa tugas dapat membantu siswa agar lebih memahami
materi.

4. Membuat Alat Peraga Untuk Kepentingan Pembelajaran


Untuk kepentingan pengajaran agar tercapai tujuan yang
diharapkan, praktikan menggunakanalat peraga dalam praktek
mengajar di kelas. Alat peraga yang dibuat disesuaikan dengan materi
atau topik yang akan diberikan. Praktikan membuat power point
(berisi uraian materi, gambar, peta dan video yang menarik yang
sesuai dengan topik/tema pembeajaran) sebagai alat pendukung
dalam proses belajar mengajar. Praktikan juga membuat lembar
refleksi dalam bentuk lembaran yang memuat pendapat dari hasil
umpan balik yang sudah dilakukan oleh praktikan. Alat tersebut dibuat
sendiri oleh praktikan sesuai dengan kreatifitas praktikan.

C. Kegiatan Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh


siswa, sesuai dengan minat dan potensi masing-masing. Kegiatan ini diadakan
pada sore hari sesuai dengan jadwal yang sudah diatur oleh pihak sekolah. Di
SMA BOPKRI 2 Yogyakarta terdapat 11 ekstrakurikuler yang meliputi tonti,
pramuka, modern dance, basket, futsal/sepak bola, karate, KIR, teater, jurnalistik,
batik, dan paduan suara.

44
D. Kegiatan Administrasi

Pada awal penempatan praktikan di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta,


praktikan diminta untuk membantu guru piket dalam merekapitulasi kehadiran
siswa, baik yang hadir maupun yang tidak hadir. Selain itu praktikan diminta
untuk mencatat berapa jumlah guru yang tidak hadir dan jumlh guru yang hadir.
Sedangkan untuk urusan ketatausahaan, praktikan tidak dilibatkan karena jumlah
karyawan yang ada sudah dirasa cukup.

E. Kegiatan Lain-lain
Selain mengajar dan melaksanakan tugas diatas, praktikan juga
melakukan kegiatan lain yaitu :
1. Tugas Piket
Apabila praktikan sedang tidak mengajar, maka praktikan
membantu guru piket. Untuk praktikan sudah ada jadwal piket tersendiri
yang telah disusun oleh koordinator PPL. Kegiatan yang dilakukan oleh
praktikan sebagai berikut :
a. Mencatat guru yang hadir maupun tidak hadir
b. Mencatat siswa yang yang terlambat
c. Mencatat siswa yang tidak hadir
d. Mencatat siswa yang izin meninggalkan pelajaran
e. Mencatat siswa yang izin masuk maupun keluar sekolah
f. Menyampaikan tugas yang diberikan oleh guru ke kelas karena guru
yang bersangkutan tidak dapat hadir
g. Melayani tamu yang datang ke sekolah baik untuk urusan dengan
siswa atau berurusan dengan guru
h. Memanggil siswa ketika ada pihak keluarga yang datang untuk
bertemu

45
i. Menjaga barang milik siswa yang dititipkan ke petugas piket ketika
jam olahraga sedang berlangsung

2. Mengisi Kelas yang Kosong

Praktikan mengisi kelas yang kosong untuk membantu guru, agar


proses pembelajaran tetap terlaksana dan materi yang diberikan dapat
tersampaikan. Kegiatan ini dilaksanakan terutama pada saat piket namun juga
praktikan lakukan pada saat praktikan sedang tidak mempunyai
kegiatan/pekerjaan lainnya.

3. Menghadiri Pertemuan dengan Dosen Pembimbing

Pada pelaksanaan Pengalaman Program Lapangan (PPL), praktikan


melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing secara langsung di kampus
untuk mengkonsultasikan hal-hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran,
cara pengajaran dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) serta
menginformasikan mengenai penyerahan dan penarikan yang akan dilakukan.

4. Menghadiri Pertemuan dengan Guru Pamong

Sebelum dan sesudah mengajar, praktikan selalu mengkonsultasikan


tentang bahan pengajaran dan metode pembelajaran di dalam kelas. Praktikan
juga selalu berkomunikasi dengan guru pamong mengenai cara menghadapi
masalah yang terjadi di kelas.

5. Menghadiri Acara Sekolah

Setiap pagi praktikan mengikuti renungan pagi yang diadakan di


ruang guru dan dipimpin oleh guru secara bergantian. Pada hari jadi SMA
BOPKRI 2 Yogyakarta, praktikan juga mengikuti kegiatan yang diadakan oleh
pihak sekolah yakni Misa Kebaktian di sekolah.

6. Upacara Bendera

46
Pada kegiatan upacara bendera yang dilaksanakan oleh SMA BOPKRI 2
Yogyakarta, praktikan selalu mengikuti kegiatan upacara bendera tersebut.
Baik pada upacara bendera rutin maupun pada saat perayaan HUT Republik
Indonesia yang ke 69 tahun yang jatuh pada hari Minggu, 17 Agustus 2015.

7. Menyusun Program Pembelajaran

Praktikan juga berkesempatan untuk belajar menyusun perangkat


pengajaran seperti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
program tahunan tahun pelajaran 2015/2016, program semester (semester
ganjil dan genap 2015/2016) serta analisa butir soal.

8. Menyusun Laporan

Menyusun laporan merupakan tugas wajib yang harus diselesaikan


setelah masa PPL disekolah berakhir. Sebagai bentuk pertanggungjawaban
dalam melaksanakan kegiatan PPL serta tugas akhir dari pelaksanaan PPL.
Laporan ini terdiri dari 5 bab yang strukturnya diambil dari buku pedoman
PPL yang diterbitkan oleh Universitas Sanata Dharma tahun 2013 dan laporan
ini harus selesai sebelum penarikan dilaksanakan.

47
48
BAB IV

REFLEKSI

A. Manfaat Pengalaman Program Lapangan bagi Praktikan

Setelah melaksanakan kegiatan PPL yang berlangsung selama dua


bulan di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, banyak pengalaman yang
bermanfaat bagi praktikan. Pengalaman tersebut dapat menjadi
pengalaman yang paling berharga untuk praktikan. Pengalaman-
pengalaman tersebut antara lain:

1. Praktikan menyadari bahwa untuk menjadi seorang pendidik tidaklah


mudah karena banyak tanggung jawab dan tugas yang harus
diupayakan. Guru bertanggung jawab atas materi yang diajarkannya.
Oleh karena itu, seorang guru harus mempersiapkan dan menguasai
materi yang akan diajarkan dengan sebaik-baiknya.
2. Praktikan menyadari bahwa betapa sulitnya menghadapi peserta didik
yang beranekaragam karakteristiknya. Dengan demikian seorang guru
dituntut untuk memahami kondisi peserta didik agar dapat
menemukan metode yang tepat yang dapat diterapkan dalam kegiatan
pembelajaran.
3. Keberhasilan seorang guru tidak hanya ditentukan oleh
keberhasilannya menguasai materi pengajran tetapi juga bagaimana
seorang guru berhasil mengelola kelasnya. Pembelajaran pengelolaan
kelas sangat penting agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan
efektif dengan suasana yang kondusif.
4. Praktikan juga belajar untuk bersikap dan berpenampilan sebagaimana
layaknya seorang pendidik, termasuk bagaiaman cara bersosialisasi
dengan lingkungan sekolah, berinteraksi dengan staf pengajar (guru),
karyawan, peserta didik maupun dengan sesama praktikan.

49
5. Praktikan juga belajar bagaimana menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP), minggu efektif, program semester dan program
tahunan yang harus dikuasai.
6. Praktikan juga diajak untuk semakin menyadari pentingnya mengikuti
perkembangan teknologi, agar semakin maju dan tidak tertinggal.
7. Praktikan juga belajar bagaimana cara mengatasi permasalahan di
dalam kelas, termasuk siswa yang mempunyai permasalahan pribadi.
8. Praktikan juga dapat memberikan teori-teori yang mereka dapat di
kuliah serta juga dapat mereka kembangkan dalam kehidupan sehari-
hari sehingga dapat memberikan ilmu tambahan bagi para siswa.
9. Praktikan dapat mengetahui menjadi seorang guru yang selalu dapat
dingat oleh siswa bukan hanya dari cara berpakaian atau seberapa
besar ilmu yang mereka miliki akan tetapi dari bagaimana seorang
guru dalam membawakan pelajaran dengan cara yang menyenangkan
sehingga semua siswa dapat merasa senang dan nyawan, sehingga
apabila guru tersebut tidak masuk maka akan menjadi kerinduan
tersendiri bagi para siswa.
10. Praktikan mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa dimana
biasanya proses pembelajaran hanya dialami diruang kuliah, kini
praktikan dapat benar-benar mempraktikan dikehidupan yang nyata
yaitu menjadi seorang guru dan pengalaman ini tak akan pernah
terlupakan karena ini adalah pengalaman pertama mereka dapat
langsung berhadapan dengan para siswa.

B. Hambatan yang dihadapi


Selain manfaat yang dapat diperoleh, praktikan juga megalami
banyak hambatan dalam PPL. Adapun hambatan-hambatan yang dihadapi
adalah sebagai berikut:
1. Muncul perasaan gugup dn kurang percaya diri. Hal ini disebabkan
karena praktikan belum terbiasa mengajar.

50
2. Masih banyak siswa yang kurang bisa diajak serius, inginnya hanya
bermain dan bercanda saja. Selain itu banyak siswa yang suka
mengobrol dan bermain hp (handphone) sehingga pembelajaran
menjadi kurang efektif.
3. Siswa-siswi belum memiliki buku referensi sendiri, sehingga harus
meminjam ke perpustakaan dan jumlahnya pun sedikit sehingga
banyak siswa yang menggunakan internet.

C. Kelebihan dan Kekuatan Praktikan sebagai Calon Guru


1. Walaupun banyak siswa yang jahil dan sikapnya yang kurang
menyenangkan, namun praktikan dapat bersikap sabar dalam
menghadapi siswa.
2. Praktikan dapat membimbing siswa satu persatu apabila mereka
mendapatkan kesulitan dalam memahami materi.
3. Praktikan selalu bersikap lapang dada mereka memberikan
kesempatan bagi siswa apabila kurang jelas tentang materi yang
disampaikan dikelas mereka dapat menanyakannya diruang PPL.
4. Praktikan selalu bersikap ramah kepada siswa maupun kepada guru
serta rekan-rekan PPL lainnya.
5. Praktikan dapat mengajar dengan cukup baik dan menyenangkan
sehingga banyak siswa yang tidak tegang dan dapat menanggapi
pelajaran dengan baik.
6. Praktikan mampu bergaul dengan siswa sehingga ada kedekatan
dengan siswa dan hal tersebut tentunya mempunyai dampak yang
positif karena tidak ada lagi rasa canggung antara praktikan dengan
siswa dan proses pembelajaran dapat berjalan dengan menyenangkan.

D. Kelemahan sebagai Calon Guru


1. Praktikan kurang bisa tegas dalam menghadapi siswa-siswa yang suka
ribut dikelas atau pun siswa yang tidak mau mengerjakan tugas.

51
2. Praktikan kurang bisa tegas dalam menanggapi siswa yang menyontek
ketika ulangan harian berlangsung.
3. Praktikan terkadang perhatiannya hanya tertuju pada siswa-siswa yang
duduk didepan.
4. Metode-metode yang dipakai praktikan hanya itu-itu saja terkadang
dapat menimbulkan kejenuhan bagi siswa.

E. Usaha-usaha yang dilakukan untuk Mengatasinya


1. Praktikan berkonsultasi dengan guru pamong dan kemudian
dilanjutkan berkonsultasi dengan dosen pembimbing tentang
bagaimana cara menghadapi siswa yang memiliki karakteristik
berbeda-beda dan bagaimana bertindak bijaksana untuk menghadapi
siswa-siswi yang susah diatur demi membentuk pendidikan karakter
yang baik.
2. Praktikan harus bisa mengendalikan siswa dan harus bisa membawa
siswa kedalam dunia praktikan sehingga dengan demikian proses
pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
3. Praktikan berusaha untuk menggunakan metode pembelajaran yang
tentunya dapat menyenangkan siswa, sehingga dengan demikian siswa
dapat berperan aktif dalam proses pembelajaran.

52
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan
Kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilaksanakan
oleh praktikan di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta yang dimulai dari tanggal
10 Juli hingga 27 September ini merupakan pengalaman yang berharga
dan memiliki makna yang mendalam bagi praktikan. Pada kegiatan PPL
ini praktikan menjadi terlatih untuk mempersiapkan diri sebagai seorang
pendidik, selain itu praktikan juga menerapkan berbagai ilmu pengetahuan
yang didapat diperkuliahan yang terkit dengan tugas-tugas sebagai seorang
guru.
Dalam melakukan observasi di beberapa kelas, praktikan
memperoleh pengalaman mengenai karakteristik atau sifat yang berbeda-
beda pada setiap diri siswa. Oleh karena itu kegiatan observasi ini dapat
menambah wawasan praktikan tentang cara mengatasi perbedaan
karakteristik tersebut. Praktikan menyadari bahwa menjadi seorang
pendidik tidaklah mudah karena selama praktikan mengajar, banyak
hambatan yang timbul dalam proses pembelajaran. Namun hambatan-
hambatan itu pada akhirnya dapat teratasi karena praktikan selalu berusha
berkonsulatsi dengan guru pamong dan dosen pembimbing agar
mendpatkan solusi atas hambatan tersebut.
Dari pengalaman yang praktikan rasakan selama kegiatan ini baik
pengalaman manis maupun pengalaman pahit, terdapat banyak manfaat
yang bisa dijadikan bekal untuk menjadi calon guru yang professional di
masa yang akan datang.

53
B. Saran-saran

1. Kepada Pihak Sekolah

a. Ketegasan dalam menegakkan kedisiplinan yang diterapkan pihak


Sekolah kepada siswa tetap dipertahankan karena pentingnya
sebuah pendidikan karakter di era globalisasi ini.
b. Ketegasan dalam menghadapi siswa atau siswi yang berkata kasar
ataupun bersikap kurang sopan kepada orang yan lebih tua.
c. Pemanfaatan sarana seperti perpustakaan dan laboratorium juga
perlu untuk dipertahankan karena kegiatan pembelajaran dengan
pemanfaatan sarana tersebut sangat menunjang kegiatan
pembelajaran.

2. Kepada Calon Guru

a. Seorang guru harus dapat menciptakan situasi pembelajaran yang


kondusif.
b. Seorang guru harus dapat memberikan teladan sikap dan budi
pekerti yang baik bagi siswa.
c. Seorang guru harus dapat bersikap tegas kepada siswa yang
melakukan kegaduhan di dalam kelas.

3. Kepada Universitas Sanata Dharma

Sebaiknya pelaksanaan kegiatan Program Pengalaman


Lapangan (PPL) diadakan setelah mahasiswa tidak ada mata kuliah
lagi, agar segala kegiatan dapat dilaksanakan dengan ringan tanpa
harus membagi-bagi waktu yang begitu padatnya dengan
perkuliahan hingga petang, penugasan tugas kuliah dan tugas
sebagai praktikan.

54