Anda di halaman 1dari 28

PERDAGANGAN BUDAK

Disusun sebagai salah satu tugas kuliah Sejarah Amerika Latin


Dosen Pengampu : Dra. Theresia Sumini. M.Pd.

Disusun Oleh :
Paulinus Yanto 121314013

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH


JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2015
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah memberikan rahmat dan berkat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan
tugas makalah Amerika Serikat dengan judul PERDAGANGAN BUDAK
tujuan dari pembuatan tugas makalah ini untuk memenuhi tugas yang telah
diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah Sejarah Amerika Latin, Ibu Dra.
Theresia Sumini M.Pd.
Kami juga mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang ikut
terlibat dalam pembuatan makalah ini yang tidak dapat kami sebutkan satu-
persatu yang telah membantu kami, sehingga tugas makalah ini dapat
terselesaikan tepat waktu.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maka dari
itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca
sekalian, sehingga pembuatan makalah berikutnya lebih mendekati sempurna.
Akhirnya kami berharap, agar tugas makalah yang kami buat ini dapat
bermanfaat dan menambah wawasan serta pengetahuan mengenai
PERDAGANGAN BUDAK. Atas perhatian dari anda kami mengucapkan
terimakasih kepada para pembaca yang telah meluangkan sedikit waktu untuk
membaca makalah yang kami buat ini.

Yogyakarta, 28 September 2015

Penyusun

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ......................................................................................... i
DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1
A. Latar Belakang ................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................................... 2
C. Tujuan Makalah .............................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................... 3


A. Latar Belakang Perbudakan di Amerika Latin ................................................ 3
B. Segitiga Emas Perdagangan Budak ................................................................. 6
1. Pusat-pusat Perdagangan Budak .............................................................. 7
2. Jalur Segitiga Emas Perdagangan Budak ................................................... 8
3. Pelaksanaan Segitiga Emas Perdagangan Budak ...................................... 8
C. Siapakah para budak itu .................................................................................. 9
D. Usaha yang Dilakukan Untuk Memperjuangkan Kebebasan Para Budak ..... 9
E. Dampak Positif dan Negatif Dari Perdagangan Budak di Amerika Latin ..... 12

BAB III PENUTUP ............................................................................................. 15


Lampiran ............................................................................................................. 20
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 25

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Amerika latin merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam,
daerah ini juga menjadi salah satu tujuan bangsa barat untuk dijadikan sebagai
tanah jajahannya. Hal ini menjadi wajar sebab bila daerah ini dapat dikuasai
maka kekayaan alamnya juga akan dapat dikuasai. Selain karena kekayaan
alamnya daerah ini juga memiliki tanah yang sangat subur.
Berkaitan dengan itu maka seperti di derah lainnya di dunia ini maka di
Amerika Latin juga tidak dapat dilepaskan dari apa yang kita kenal dengan
perbudakan. Perbudakan ini merupakan keuntungan yang sangat penting bagi
negara penjajah atau negara kolonial. Sebab dengan tenaga budak itu lah
kegiatan perekonomian dijalankan, baik itu di perkebunan maupun di pabrik-
pabrik milik pemerintahan kolonial.
Para budak yang dipekerjakan di Amerika Latin kebanyakan atau
bahkan semuanya berasal dari Afrika. Orang-orang Negro-lah yang
kebanyakan menjadi tenaga budak, yang memang mereka lah mampu
beradaptasi dengan iklim yang tidak menentu, dan tenaganya yang sangat kuat.
Para budak yang berasal dari Afrika ini memang dibawa secara khusus dari
Afrika, yang nantinya terkenal dengan sebutan Segi Tiga Emas Perdagangan
Budak.
Pada perkembangannya budak juga mengalami perubahan, mereka
mulai memahami arti kebebasan. Memang kebebasan itu tidak mereka
dapatkan secara Cuma-Cuma, tetapi murni mereka sendiri yang
mengusahakannya. Dalam memperjuangkan kebebasannya para budak
menempuhnya dengan melakukan perlawanan, misalnya dengan pemogokkan
maupun dengan perlawanan bersenjata.

1
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan
permasalahan yang akan dibahas dengan lebih lanjut dalam makalah ini, yaitu
sebagai berikut ini:
1) Bagaimana latar belakang munculnya perbudakan di Amerika Latin?
2) Bagaimana jalur segi tiga emas perdagangan budak?
3) Bagaimana usaha yang dilakukan untuk memperjuangkan kebebasan para
budak?
4) Apa dampak positif dan negatif dari perdangangan budak bagi Amerika
Latin?

C. Tujuan Makalah
Tujuan penulisan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui latar belakang munculnya perbudakan di Amerika
Latin.
2. Untuk mengetahui jalur segi tiga emas perdagangan budak
3. Untuk mengetahui usaha apa saja yang dilakukan untuk memperjuangkan
kebebasan para budak.
4. Untuk mengetahui dampak positif dan negatif dari perdangangan budak
bagi Amerika Latin.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Latar Belakang Munculnya Perbudakan di Amerika Latin

Orang-orang Eropa datang ke Amerika Latin karena adanya semangat


penjelajahan samudra dan keinginan untuk membuktikan bahwa bumi ini bulat
serta adanya semboyan 3 G (Glory,Giospel, Gold ), tetapi setelah mengetahui
bahwa Amerika Latin merupakan wilayah yang subur dan kaya akan kekayaan
alam maka orang-orang Eropa ingin menguasai Amerika Latin dan
menjadikannya koloni, karena tanahnya yang subur dapat dijadikan
perkebunan-perkebunan dengan tanaman eksport yang menjadi kebutuhan
terpenting mereka dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mencapai tujuan yaitu
menguasai wilayah Amerika Latin maka orang-orang Eropa memperbudak
penduduk asli (Indian) khususnya di daerah-daerah yang strategis dan tanahnya
subur yang dapat memberikan banyak keuntungan bagi orang-orang Eropa.
Daerah yang dijadikan daerah koloni misalnya Kepulauan Karibia dimana
terdiri dari banyak negara antara lain: Haiti, Kuba, Republik Dominika,
Jamaika. Bahamas, Barbados, dan Trinidad Tobago.
Sebelum ada perdagangan budak, yang datang pertama kali ke Amerika
adalah para penjelajah Portugis yang mendarat di Pantai Gading yang sekarang
dikenal dengan wilayah Ghana pada tahun 1471. Para penjelajah Portugis ini
veronika mulai berniaga dengan penduduk di sepanjang pesisir pantai Gading
atau Pantai Guinca. Pada mulanya barang dagangan mereka yang utama adalah
gading, lada, dan serbuk emas, dari perniagaan Portugis itu banyak
mendatangkan keuntungan yang besar. Keberhasilan perniagaan Portugis di
Afrika yaitu di Pantai Gading terdengar oleh orang-orang Eropa yang lain
seperti Belanda, Inggris, dan Perancis, sehingga merekapun datang menyusul
Portugis di Afrika untuk menguasai dan mengambil kekayaannya. Dan
menjelang abad ke-18 serangkaian benteng Eropa berdiri di sepanjang Pantai
Emas atau Pesisir Guinea. Pada akhirnya perdagangan emas menjadi kegiatan

3
kedua sesudah lalu lintas manusia. Perdagangan manusia itu untuk dijadikan
budak pada daerah perkebunan, apalagi perkebunan, pabrik dan pertambangan
di daerah koloni mereka di Amerika khususnya di Amerika Latin yang
membutuhkan tenaga kerja yang murah dalam jumlah besar, maka perbudakan
menjadi sangat penting sebab perdagangan budak merupakan keuntungan
komoditas eksport yang utama bagi Eropa.
Orang-orang Spanyol mulai menduduki Amerika Latin pada tahun
1500. Orang-orang Spanyol yang datang ke Amerika Latin mulai mendirikan
perkebunan-perkebunan, pabrik-pabrik dan pertambangan, dimana semua
kegiatan memerlukan banyak sekali tenaga kerja untuk dipekerjakan di tempat-
tempat tersebut dan dipekerjakan di rumah tangga mereka (pembantu rumah
tangga). Maka orang-orang Spanyol mulai memperbudak penduduk asli yaitu
Indian untuk memenuhi kepentingan mereka. Orang-orang Indian (penduduk
pribumi yang dijadikan budak di perkebunan-perkebunan, pabrik-pabrik,
pertambangan, dan menjadi pekerja rumah tangga untuk orang-orang Spanyol.
Karena perbudakan ini menimbulkan penderitaan bagi orang Indian mereka
kehilangan hak dan kebebasan di negerinya sendiri. Perlakuan orang-orang
Spanyol terhadap budaknya semakin kejam sehingga orang-orang Indian yang
bekerja sebagai budak pada orang Eropa semakin lama semakin berkurang dan
mendekati kepunahan. Hal itu yang menyebabkan perkebunan, pabrik, dan
pertambangan menjadi terbengkalai karena kekurangan tenaga kerja.
Sedangkan hanya sedikit penduduk kulit pulih yang mau bekerja sebagai buruh
atau bahkan sebagai budak di perkebunan, pabrik, dan pertambangan, karena
mereka menganggap bahwa pekerjaan itu hina atau kasar dan tidak layak bagi
orang kulit merah. Maka untuk mencukupi jumlah tenaga kerja itu orang orang
Eropa mendatangkan budak dari benua Afrika.
Orang Spanyol mendatangkan budak dari Afrika untuk pertama kali
pada tahun 1510 untuk dipekerjakan pada daerah perkebunan, pabrik, dan
pertambangan. Khusus pada perkebunan tebu saat itu mengalami kesulitan
untuk memproduksi gula, padahal tebu merupakan komoditi eksport yang
paling besar dan paling banyak dibutuhkan dalam kehidupun sehari-hari baik di

4
Amerika Latin maupun di Eropa. Kesulitan itu disebabkan karena peduduk
pribumi hampir punah. Untuk meningkatkan produksi tebu maka Orang
Spanyol mendatangkan budak dari Afrika dan menjelang abad ke-16
perdagangan budak telah menjadi kegiatan yang terpenting. Bahkan lebih
penting dari perdagangan emas (Grolier International Inc, jilid 8 : 233).
Perdagangan budak bangsa Eropa sebenarnya telah dimulai ketika
Bangsa Portugis pertama kali membawa budak-budak dari Afrika ke Portugis
pada tahun 1446. Tetapi meskipun perdagangan budak sudah dimulai oleh
Bangsa Portugis namun yang menjadi pencetus utama dari kegiatan keji itu
(perdagangan budak) adalah seorang marinir Inggris di zaman Ratu Elizabeth
yaitu John Hawkins yang telah memulai pelayaran pertamanya pada tahun
1562. Kemudian John Hawkins mengadakan kontrak mensuplai budak ke
Spanyol dan mengangkut beberapa ratus budak kulit hitam ke Karibia dari
Pesisir Guinea, Afrika. Perdagangan budak semakin meningkat pada abad ke
17 dan mencapai puncaknya pada abad ke-8 dimana perdagangan budak
menjadi semakin kompetitif (Grolier International Inc, jilid 8; 233 ).
Pada abad ke 16 dan 17, orang menganggap perbudakan itu salah masih
sangat sedikit, khususnya bagi orang Eropa. Sedangkan Inggris pada tahun
1631 mendirikan benteng Karmatin di pesisir Guinea dan bahkan pada tahun
1663 atas perintah Raja Charles di keluarkan uang logam yang khusus
digunakan dalam perdagangan budak di daerah Pesisir Guinea yang dikenal
dengan uang Guinea (Grolier International Inc, jilid 8; 233 ). Pada tahun 1672
Inggris juga memberikan hak kepada Royaf African Company yaitu hak carter
untuk mengambil alih perdagangan budak dari tangan Belanda dan untuk
mengapalkan budak ke berbagai perkebunan tebu di Hindia Barat. Hal tersebut
membuat orang Eropa saling bertikai untuk memperoleh bagian dalam pasar
budak, tetapi Belanda tetap menjual kepentingan-kepentingannya kepada
Inggris (Negara dan Bangsa Jilid 8:204). Sedangkan orang Spanyol pada
umumnya tidak banyak terlibat dalam perdagangan budak karena sebagian dan
mereka tidak memiliki daerah jajahan di pesisir pantai Guinea. Tetapi orang
Spanyol ini selalu siap untuk memanfaatkan perilaku buruk para pesaingnya

5
sehingga mereka dengan leluasa membeli budak dari para pedagang
Belanda, Inggris dan Perancis.

B. Segi Tiga Emas Perdagangan Budak

Keadaan Eropa yang maju pesat dalam berbagai bidang kehidupan


mendorong mereka untuk mencari tenaga kerja yang sangat banyak untuk
dipekerjakan dalam bidang-bidang seperti pertanian, pertambangan, peternakan
dan perindustrian. Maka tenaga kerja tersebut diperoleh di Afrika, terutama
Afrika bagian Barat berupa budak-budak negro.
Para budak ini merupakan barang dagangan terpenting yang
diperebutkan oleh pedagang-pedagang Eropa. Mereka mendirikan pangkalan-
pangkalan ditepi pantai, fungsinya untuk menampung budak-budak yang
dibawa dari pedalaman, yang dilakukan oleh pemburu-pemburu budak. Tempat
ini juga sekaligus digunakan menjadi benteng-benteng untuk mempertahankan
diri terhadap pesaing misalnya Belanda dengan posnya Elmina di Tanjung
Harapan merupakan sebuah pos perdagangan budak di Afrika. ( Polak, 1975:
13-14 )
Di Guinea terdapat 40 benteng Eropa dan pos perdagangan budak yang
dikenal sebagai pabrik budak. Di tempat itu para pedagang Eropa melakukan
tawar menawar dengan kepala suku Afrika setempat untuk memperoleh budak
dan seringkali dalam memperoleh budak orang Eropa menghasut serangan
antar suku sehingga narapidana yang tertangkap dapat diangkut ke barak
pesisir kemudian diperdagangkan pada orang-orang Eropa lain yang
membutuhkan tenaga kerja. Keempat puluh benteng itu terbagi atas milik
orang Belanda, Inggris, Perancis, Portugis dan Denmark. Inggris sebagai
pemilik terbesar pabrik budak sekaligus bandar perdagangan budak untuk
transaksi budak tersebut setiap tahunnya mencapai sekitar 75.000 budak yang
diperdagangkan. Para budak ini dari pesisir dunia diangkut ke Karibia yang
terkenal dengan kepulauan gula. Mereka dipekerjakan di pekerbunan tebu dan
di pabrik-pabrik tebu untuk mengolah tebu menjadi gula dan dari Karibia

6
disebarkan ke berbagai negara di Amerika Latin antara lain : Chili, Brazilia,
Argentina, Suriname, Guyana, dan beberapa negara lainya. Selain diangkut ke
Karibia para budak diangkut ke Amerika Utara yaitu Virginia yang terkenal
sebagai perkebunan tembakau.

1. Pusat-Pusat Perdagangan Budak

Ketiga tempat itu Pantai Gading yaitu sepanjang pesisir Guinea


(Afrika), kepulauan Karibia (Amerika Latin), dan Virginia (Amerika
Utara). Ketiga tempat itu dipilih sebagai pusat-pusat perdagangan budak
karena:
1. Pantai Gading (Pesisir pantai Guinea, Afrika).
a. Pantai Gading merupakan daerah atau wilayah yang strategis
karena dekat dengan alam terbuka yaitu pesisir pantai, sehingga
dekat dengan transportasi laut yang menghubungkan ke berbagai
benua, khususnya ke benua Amerika.
b. Pantai Gading merupakan daerah yang kaya akan kekayaan alam,
seperti gading dan emas.
c. Orang Eropa memandang bahwa orang Negro adalah orang yang
kuat dan tahan panas karena pesisir pantai Guinea terdapat di
Afrika, sehingga dengan mudah mereka mencari budak sebanyak
banyaknya dengan harga yang murah.
2. Kepulauan Karibia (Amerika Latin).
a) Kepulauan Karibia merupakan wilayah kepulauan yang sangat
strategis dekat dengan perairan yang dapat dijadikan jalur
pelayaran untuk memperdagangkan budak.
b) Kepulauan Karibia daerahnya sangat subur dan kaya yang penuh
dengan perkebunan tebu dan pabrik gula sehingga membutuhkan
banyak tenaga kerja yang dapat bekerja keras. Kepulauan Karibia
juga terkenal dengan sebutan kepulauan gula.

7
3. Virginia (Amerika Utara).
a) Letaknya strategis dekat dengan perairan.
b) Virginia merupakan wilayah yang subur dan kaya. Hasil utama
Virginia adalah tembakau sehingga banyak membutuhkan banyak
tenaga kerja yang mau bekerja keras dan harganya murah.

2. Jalur Segitiga Emas Perdagangan Budak


a. Pantai Gading yaitu pesisir Guinea
b. Kepulauan Karibia (Amerika Tengah)
c. Virginia (Amerika Serikat)

3. Pelaksanaan Segitiga Emas Perdagangan Budak

Dalam pelaksanaan segitiga emas perdagangan budak mulai dari


pesisir Pantai Greenland, dimana orang Eropa yaitu Inggris sebagai
pencetusnya sekaligus bandar dari perdagangan budak. Orang memperoleh
budak dengan cara melakukan tawar-menawar dengan kepala suku Afrika
baik di wilayah Guinea, Camertin, Nigeria, Gabon, Congo, Sudan dan
wilayah Afrika lainnya. Dari pesisir pantai China kemudian mereka di
angkut ke Karibia dengan kapal setelah tiba di Karibia dipekerjakan di
perkebunan tebu dan pabrik gula, mereka juga diangkut ke Amerika Utara,
yaitu Virginia untuk dipekerjakan di perkebunan tebu. Selain di Virginia
juga diangkut ke beberapa negara antara lain : Carolina, Missisippi,
Philadelphia, Chicago.
Para budak ini diangkut dari Afrika menuju Karibia dan Virginia
karena di wilayah tersebut penduduk pribuminya hampir punah, sehingga
memerlukan banyak tenaga kerja dan biaya yang sangat murah serta rajin
bekerja keras, maka orang Eropa memalingkan perhatian kepada orang
Afrika untuk memenuhi kepentingan mereka. Tetapi mereka (budak) tidak
diperlakukan dengan baik, mereka selalu mendapatkan siksaan apalagi
ketika para budak sudah tidak dapat bekerja dengan baik. Mereka dapat

8
dibunuh. Selama perdagangan budak berlangsung terus. Jumlah budak
yang diperdagangkan mencapai 20.000.000 budak (Grolier International
Inc, jilid 8). Karena perlakuan yang tidak wajar, maka mereka
mengadakan perlawanan kepada tuan tanah perkebunan, apalagi setelah
meletus Revolusi Perancis 1789, dimana dihapuskannya hak istimewa
kaum bangsawan termasuk raja. Sehingga tidak ada perbedaan hak dan
kewajiban di antara rakyat Perancis.

C. Siapakah Para Budak Itu ?


Para budak yang didatangkan dari Afrika oleh para bangsa Spanyol dan
Portugal dibeli malalui pelangan bahkan juga ada yang melalui bartter.
Dan sebenarnya meraka adalah orang-orang yang statusnya sebagai:
1) Penduduk Pribumi
Awalnya para bangsa Eropa ini menggunakan penduduk pribumi,
namun penduduk pribumi ini kurang tahan banting sehingga tenaga
yang diperlukan tidak memenuhi yang dibutuhkan
2) Orang-orang yang Kalah Perang
Para budak juga diperoleh dari penaklukkan, orang yang kalah
perang kemudian dijadikan budak. Bukan hanya prajurit yang
dijadikan budak bangsawan juga yang kalah perang dijadikan
budak juga.
3) Para Kriminal
Para budak juga merupakan para kriminal yang ditangkap
kemudian dikumpulkan dan dijual sebagai budak.
D. Usaha yang Dilakukan Untuk Memperjuangkan Kebebasan Para
Budak

Selama berlangsungnya perdagangan budak, para budak


diperlakukan secara semena-mena oleh para majikannya. Dari penindasan
tersebut mendorong ingin bebas yang ditunjukan dengan melakukan
perlawanan. Perlawanan itu secara umum sebenarnya cukup banyak,

9
namun kami hanya akan menampilkan tiga perlawanan antara lain:
1. Ketika para pemukim Spanyol tengah melancarkan perang gerilya
melawan para penyusup Inggris, mereka mempersenjatai budak Afrika
dengan bedil (senjata api) dan menjadikan mereka sebagai sekutu.
Budak yang telah dimerdekakan itu kemudian melarikan diri dan
bergabung dengan budak yang telah terlebih dahulu melarikan diri.
Kemudian budak yang berasal dari pemukim Inggris pun ikut
bergabung dengan budak lainnya. Kelompok budak yang melarikan
diri itu kemudian mendirikan pemukiman ditempat-tempat yang tidak
terjangkau di pegunungan. Mereka ini disebut kelompok Maroon, yang
berasal dari bahasa Spanyol, Cimarron, yang artinya liar atau sukar
dikendalikan. Tidak beberapa lama kemudian mereka melakukan
perang gerilya untuk menyerang perkebunan. Berbagai upaya
dilakukan untuk menaklukkan kelompok Maroon mengalami
kegagalan. Akhirnya, tahun 1738 Inggris mendandatangani sebuah
perjanjian dengan kelompok Maroon, dan menghibahkan lahan atau
tanah dan termasuk hak untuk menjatuhkan hukuman kepada kaumnya
sendiri atas kejahatan yang dilakukannya. (Grolier International Inc
Jilid 9: 25).
2. Pierre Dominique Toussaint Louverture, pemimpin berkulit hitam juga
bekas budak, seorang revolusioner yang memperjuangkan hak budak
untuk menumbungkan kekuatan revolusioner di Haiti. Tokoh ini
menggunakan taktik adu domba antara orang-orang kulit putih.
Sehingga banyak orang kulit putih memihak kelompok kulit hitam di
Haiti. Hal ini seirama adanya pro dan kontra terhadap revolusi
Perancis. Ini nampak jelas dengan adanya kesatuan antara Inggris dan
Spanyol yang menentang Perancis di Haiti pada tahun 1793. Toussaint
akhirnya menghadapi musuh yang tangguh. Akhirnya Toussaint
berhasil ditangkap dan ditawan di Perancis sampai kematiannya.
Sedangkan hilangnya kekuasaan Perancis di Haiti karena berjangkit

10
penyakit kuning yang telah menelan korban Jendral Leelere dan
sebaian anak buahnya (Grolier International Inc jilid, 9: 16).
3. Simon Bolivar, kelahiran Caracas Venezuela tahun 1783, keturunan
Spanyol - Indian, pada usia 20 tahun sudah terpengaruh oleh ide-ide
pembaharu Perancis (J.J. Rousseau, John Locke, Montesquieu). Pada
tahun 1805 tokoh ini bersumpah di bukit Aventim, tidak akan
berpangku tangan sebelum tanah airnya bebas dari kolonial Spunyol.
Walaupun ia keturunan Spanyol, namun lebih banyak memihak pada
para budak. Ia menuntut persamaan hak dan perbaikan nasib para
budak. Dengan kepemimpinan yang tegas dan keras, ia berhasil
menyadarkan para budak untuk memperjuangkan nasibnya. Kemudian
mereka digerakkan untuk melawan penguasa Spanyol di Colombia,
Equador, Peru dan Venezuela. Perjuangan itu membawa hasil terbukti:
Colombia merdeka 1819, Equador merdeka 1822, Peru merdeka 1825,
dan Venezuela merdeka 1821 (Michael 11. Hart, 1983 : 244).

Bila dicermati ternyata usaha untuk menyingkirkan penguasa


kolonial tidak selalu berjalan mulus. Hal ini berkait dengan Spanyol tetap
berambisi untuk mempertahankan tanah koloninya. Sementara itu akan
muncul masalah besar bila para budak meninggalkan perkebunan
berakibat perkebunan terbengkelai. Sedangkan di pihak para budak dan
keluarganya berstatus ekonomi rendah akan mengalami gangguan untuk
mendapatkan pendidikan. Meluasnya wabah penyakit kuning juga.akan
mengancam para budak.
Kalau dahulu Inggris memperkenalkan sistem perbudakan, namun
akhirnya Inggris juga aktif dalam menghapuskan perbudakan. Ide
penghapusan budak oleh Inggris itu dimotivasi beberapa factor yaitu:
Perbudakan melanggar hak azasi manusia.
Perbudakan tidak sesuai dengan demokrasi, tegasnya menghilangkan
kebebasan.

11
Para budak tidak mempunyai ketrampilan (skill), sehingga perbudakan
justru merugikan negara kapitalis. Sementara itu perbudakan hanya
akan menguntungkan para majikan perkebunan.

Penghapusan perbudakan juga telah dirintis oleh beberapa


kelompok. Kelompok, budak sendiri mengadakan perlawanan secara fisik
dengan cara mogok kerja, atau melarikan diri ke hutan. Kelompok
kapitalis berusaha mendesak parlemen untuk mengeluarkan undang-
undang penghapusan perbudakan. Perlu diketahui bahwa kelompok
kapitalis ini besar pengaruhnya pada parlemen. Kelompok Humanis juga
berusaha mendesak parlemen untuk menghormati hak para budak, serta
mendukung dikeluarkannya undang-undang penghapusan perbudakan.
Kemudian tahun 1839 parlemen Inggris mengeluarkan undang-
undang penghapusan perbudakan, sering disebut undang-undang
emansipasi. Namun secara keseluruhan pemberlakuan undang-undang
emansipasi baru diberlakukan di seluruh wilayah koloni Inggris pada
tahun 1838. Sementara itu penghapusan perbudakan tidak hanya
dilakukan oleh Inggris saja. Juga dilakukan oleh Spanyol sejak 1835 dan
Portugis tahun 1842. Setelah berakhirnya perbudakan di Amerika Latin,
kedudukan orang kulit hitam (budak) mulai diakui sebagai warga negara
dan ikut berperan aktif dalam kehidupan sehari-hari. Namun pada masa
awal kehidupan sosial, ekonomi dan politik masih didominasi oleh
golongan kulit putih. Sementara itu nasib orang Negro tetap miskin, dan
kurang berkesempatan menikmati pendidikan. Setelah mendapatkan
pendidikan mulailah berhasil di bidang sosial, ekonomi dan politik.
Perbaikan nasib budak perlu waktu yang lama.
Membanjirnya emigran Eropa sekitar tahun 1880, maka sebagian
orang kulit hitam mulai membaur dengan para pendatang tersebut.
Setelah beberapa generasi keturunannya tidak mungkin dikenal
keasliannya. Hal ini akibat terjadinya perkawinan campur antar mereka.
Namun orang Negro tetap berusaha mempertahankan kebudayaan aslinya,

12
terutama dalam bidang musik, tarian, dan tata cara keagamaan.
Setelah penghapusan perbudakan, perkebunan masih terus
berlangsung di Amerika Latin. Hal ini akibat faktor tanah yang subur. Para
bekas budak ada yang tetap tinggal dan berkarya di perkebunan. Meski
pun perkebunan telah dimekanisasi dan di lingkungan itu telah dilengkapi
dengan pabrik-pabrik. Hasil perkebunan yang tetap dikembangkan, yaitu
teh, kopi, gula, gandum, beras, pisang dan buah-buahan lainnya. Hasilnya
barang komoditi itu tetap membanjiri seluruh pasaran dunia.

E. Dampak Positif dan Negatif Dari Perdagangan Budak di Amerika


Latin

Dampak Positif perdagangan Budak bagi Amerika Latin


khususnya para Budak, yaitu:
Para budak mengenal industri modern.
Para budak kemudian mengenal uang.
Mereka mengenal sistem sistem pertanian modern. Misalnya sistem
Irigasi, pertanian menggunakan alat modern serta pengolahan hasil tani
dengan mesin.
Mereka mengenal tanaman baru (eksport), yang mempunyai nilai jual
tinggi di pasaran internasional.

Dampak Negatif perdagangan Budak bagi Amerika Latin


khususnya para Budak, yaitu:
Para budak yang ada di Amerika mereka berpisah dengan keluarga.
Mereka mendapatkan perlakuan yang kasar dilingkungan perkebunan.
Mereka tidak memiliki kebebasan, dalam bidang ekonomi, politik, dan
sosial. Mereka hanya punya tanggung jawab pekerjaan kepada tuan
tanah atau tuan yang telah membeli mereka.
Mereka tidak diakui sebagai warga negara, karena tidak memiliki hak
pilih.
Mereka tidak mendapatkan pendidikan modern.

13
Dengan adanya perbudakan maka ada sumbangan-sumbangan yang
diterima oleh masyarakat Amerika Latin antara lain yaitu:
a. Amerika Latin menjadi pluralisme, dimana menjadi satu kebanggaan
tersendiri.
b. Selain kebudayaan Indian, berkembang pula kebudayaan lain di
Amerika Latin, terutama kebudayaan orang Negro, maupun
kebudayaan orang Eropa.
c. Amerika Latin menjadi maju dengan banyaknya komoditas eksport dan
teknologi.
d. Dengan berlangsungnya perdagangan budak Amerika Latin menjadi
makmur, khususnya bagi orang Eropa sehubungan banyak
mempekerjakan tenaga kerja murah.

14
BAB III
KESIMPULAN

Sama halnya dengan di berbagai bangsa, Amerika Serikat misalnya,


perbudakan merupakan keuntungan tersendiri bagi negara penjajah. Dalam artian
bahwa budak sangat diperlukan tenaganya untuk bekerja di pabrik-pabrik,
perkebunan-perkebunan dan bahkan ada yang bekerja sebagai pembantu rumah
tangga. Dan inilah keuntungan bagi para penjajah, di mana mereka sangat
membutuhkan tenaga budak-budak tersebut tetapi disatu sisi para budak tersebut
tidak mendapatkan perlakuan yang wajar, dalam hal ini mereka tidak menerima
gaji sepeserpun.
Bila dicermati perbudakan dirintis oleh Inggris. Inggris mengambil
keuntungan mendatangkan orang Negro sebagai budak untuk di berbagai daerah
perkebunan, Namun karena perbudakan itu tidak sesuai dengan hak azasi manusia
dan tidak menguntungkan akhirnya Inggris juga aktif untuk menghapuskannya.
Para budak juga aktif melakukan pemogokan, melarikan diri atau melakukan
perlawanan kepada majikannya.
Untuk menghapuskan perbudakan tidak dapat dilepaskan dari usaha Simon
Bolivar yang berhasil memerdekakan Peru, Venezuela, Bolivia dan Equador.
Spanyol terpaksa meninggalkan sebagian wilayah Amerika Latin. Tokoh lain
yang berjasa yaitu Toussaint dengan taktik adu dombanya, meskipun ia terpaksa
harus dipenjara di Perancis sampai kematiannya.
Perbaikan nasib bekas budak memerlukan waktu yang lama. Bahkan ada
bekas budak yang tetap tinggal di wilayah perkebunannya. Hanya dengan
keberhasilan pendidikan, para bekas budak berhasil mengubah status sosial dan
menjadi warga negara penuh.

15
Pertanyaan
1. Nyimas P. Intam: Bagaimana cara membagi post perdagangan ? dan
Bagaimana model perdagangannya ?
Tidak ada pembagian untuk post dan benteng pertahanan tiap negara. Karena
setiap negara yang datang mereka mencari tempat yang strategis kemudian
membangun benteng untuk pertahanan. Disanalah berdirinya post-post
perdagangan budak.
2. Theresia Jabut dan Odon: Apa saja upaya yang dilakukan Spanyol untuk
menertibkan budak yang melarikan diri ?
Ada pula pemilik budak yang menggunakan ancaman hukuman untuk
memaksa budak-budak agar bekerja. Hukuman itu antara lain pemukulan,
menahan pemberian makan dan mengancam akan menjual anggota keluarga
budak itu. Ada sebagian pemilik perkebunan meng-eksekusi budak-budak
yang dicurigai melakukan kejahatan serius dengan menghukum gantung atau
membakarnya hidup-hidup. Jika ada budak yang melarikan diri maka pemililk
budak akan menyuruh mandor untuk menemukan budak tersebut. Jika
ditemukan budak tersebut akan disiksa sehingga budak yang lainnya tahu apa
akibatnya jika melawan dan membuat efek jera dan takut kepada para budak
untuk melarikan diri.
3. Novianti: Bagaimana cara transaksi perbudakan ?
a. Sistem Perekrutan
Untuk langkah awal dalam memperoleh budak di Afrika, para Kolonis
melakukan perekrutan terhadap para calon budak. Perekrutan ini dilakukan
dengan terlebih dahulu memberi janji kesejahteraan kepada para calon
budak dari Afrika. Karena memang kondisi kehidupan penduduk Afrika
yang dapat dikatakan sangat kekurangan dan jauh dari kata layak, maka
dengan adanya kondisi semacam itu mendukung para penduduk untuk
menyetujui ajakan Kolonis. Selain melalui cara ini, Kolonis melakukan
beberapa cara yang lebih berani untuk mendapatkan banyak budak dari
Afrika tersebut.

16
b. Sistem Barter
Selain dengan cara merekrut, orang-orang Amerika dan Eropa
memperoleh para budak dengan cara barter. Cara ini merupakan cara
memperoleh budak dari Afrika dengan menukarkan sejumlah uang, barang
atau yang lainnya seperti minuman keras, perhiasan, pedang, dan bedil.
Barter ini dilakukan antara orang-orang Afrika dengan para penguasa lokal
Afrika maupun antara orang-orang Afrika dengan Bangsa Barat. Apalagi
Orang Afrika sering menjadikan sesama orang Afrika sebagai barang
dagangan untuk barter. Barang yang paling laku adalah bedil, karena
adanya perang antar suku. Pada waktu itu, ada banyak sekali tawanan
perang antar suku yang dijadikan budak, sehingga perang dijadikan ladang
bisnis yang menggiurkan bagi para pemenang perang dan saudagar budak
yang tamak. Sehingga pada dasarnya orang-orang Eropa sendiri telah
cukup mengenal perbudakan.
c. Sistem Penculikan/ Penangkapan
Untuk menambah jumlah budak yang dibutuhkan dari Afrika, maka
selanjutnya pemburuan budak dilakukan dengan cara penculikan dan
penangkapan di daerah pedesaan pada Benua Afrika. Karena kurangnya
persenjataan, maka orang-orang Afrika berhasil ditangkap dan diculik oleh
para Kolonis Eropa. Selain itu orang Eropa juga melakukan politik adu
domba untuk menambah budak. Berbagai upaya dilakukan orang Eropa
untuk terus menambah jumlah budak. Setelah budak berhasil didapatkan
kemudian budak dibawa menuju Benua Amerika untuk dipekerjakan, para
budak dipekerjakan demi keuntungan pihak tuannya. Perburuan dan
perdagangan budak ini dilakukan untuk mendapatkan tenaga buruh yang
murah. Perbudakan ini dilakuakan antara tahun 1562 dan 1807. Kolonial
memaksa 11 juta orang Afrika untuk dibawa ke pantai Barat Afrika, yang
kemudian mereka dibawa ke Amerika. Mereka dimasukan ke dalam kapal-
kapal Kolonis Eropa.

17
4. Odon: Bagaimana cara orang Eropa membuat para budak menuruti perintah ?
Pemilik budak yang menggunakan ancaman hukuman untuk memaksa budak-
budak agar bekerja. Hukuman itu antara lain pemukulan, menahan pemberian
makan dan mengancam akan menjual anggota keluarga budak itu. Ada
sebagian pemilik perkebunan meng-eksekusi budak-budak yang dicurigai
melakukan kejahatan serius dengan menghukum gantung atau membakarnya
hidup-hidup.
5. Lius: Siapa pemilik tanah ?
Orang-orang Eropa yang berhasil menakhlukkan dan membangun koloni di
daerah Amerika Latin. Orang Eropa berhasil merampas tanah milik orang-
orang pribumi, sehingga yang menjadi pemilik tanah adalah orang kulit putih.
6. Cristison Togito: Apakah ada pertentangan/pemberontakan yang dilakukan
para budak ?
Ada.
Selama berlangsungnya perdagangan budak, para budak diperlakukan secara
semena-mena oleh para majikannya. Dari penindasan tersebut mendorong
ingin bebas yang ditunjukan dengan melakukan perlawanan.
Contoh: Simon Bolivar, kelahiran Caracas Venezuela tahun 1783, keturunan
Spanyol - Indian, pada usia 20 tahun sudah terpengaruh oleh ide-ide
pembaharu Perancis (J.J. Rousseau, John Locke, Montesquieu). Pada tahun
1805 tokoh ini bersumpah di bukit Aventim, tidak akan berpangku tangan
sebelum tanah airnya bebas dari kolonial Spanyol. Walaupun ia keturunan
Spanyol, namun lebih banyak memihak pada para budak. Ia menuntut
persamaan hak dan perbaikan nasib para budak. Dengan kepemimpinan yang
tegas dan keras, ia berhasil menyadarkan para budak untuk memperjuangkan
nasibnya. Kemudian mereka digerakkan untuk melawan penguasa Spanyol di
Colombia, Equador, Peru dan Venezuela. Perjuangan itu membawa hasil
terbukti: Colombia merdeka 1819, Equador merdeka 1822, Peru merdeka
1825, dan Venezuela merdeka 1821 (Michael 11. Hart, 1983 : 244).
7. Pengaruh Revolusi Inggris terhadap perbudakan di Amerika Latin dalam
pemanfaat teknologi ?

18
Para budak mengenal industri modern. Contohnya: mereka mengenal
pabrik gula, pabrik rokok
Para budak kemudian mengenal uang.
Mereka mengenal sistem sistem pertanian modern. Misalnya sistem
Irigasi, pertanian menggunakan alat modern serta pengolahan hasil tani
dengan mesin.
Mereka mengenal tanaman baru (eksport), yang mempunyai nilai jual
tinggi di pasaran internasional.
8. Alfons: Apa alasan utama orang Spanyol mengambil budak di Afrika ?
a. Murah
b. Kuat (Strong)
c. Pendidikan rendah sehingga bisa ditipu
d. Cepat beradaptasi dengan lingkungan
9. Bu Sumini: Siapa para budak tersebut ?
Awalnya budak yang digunakan adalah para penduduk peribumi di Amerika
Latin.
a. Para orang-orang yang kalah perang (bangsawan maupun rakyat biasa)
b. Orang-orang yang dianggap kriminal.

19
Lampiran
Pilihan Ganda
1. Perbudakan yang terjadi di Amerika Latin tidak hanya melibatkan penduduk
lokal, tapi juga melibatkan orang-orang dari benua lain. Bangsa benua lain
yang banyak dijadikan budak adalah .
A. Eropa
B. Asia
C. Afrika
D. Australia
E. Amerika
2. Perhatikan data di bawah ini!
(1) Harganya murah
(2) Kuat
(3) Mudah beradaptasi dengan lingkungan
(4) Berpendidikan tinggi
(5) Hidupnya sudah mapan
Berdasarkan data di atas, yang menjadi alasan mengapa orang-orang Afrika
yang dijadikan budak ditunjukkan pada nomor .
A. (1), (2), (3)
B. (2), (3), (4)
C. (3), (4), (5)
D. (4), (5), (1)
E. (5), (1), (2)
3. Orang Spanyol mendatangkan budak dari Afrika untuk pertama kali pada
tanggal .
A. 1506
B. 1507
C. 1508
D. 1509
E. 1510

20
4. Para budak-budak dipekerjakan diberbagai tempat seperti di bawah ini,
kecuali .
A. Perkebunan
B. Pabrik
C. Pantai
D. Pertambangan
E. Rumah tangga
5. Jalur perdagangan budak dikenal dengan Jalur Segitiga Emas Pedagangan
Budak. Tiga daerah yang menjadi pusat adalah .
A. Guinea, Kepulauan Karibia, California
B. Guinea, Kepulauan Hawai, Virginia
C. Kepulauan Karibia, Kepulauan Hawai, California
D. Guinea, Kepulauan Karibia, Virgina
E. Virginia, Kepulauan Hawai, California
6. Berikut ini adalah upaya-upaya yang dilakukan oleh pemilik budak untuk
menertibkan para budak yang melawan adalah, kecuali .
A. Memberikan hukuman cambuk
B. Memberikan hukuman mati terhadap budak
C. Memberikan siksaan kapada budak
D. Tidak memberikan upah kepada budak
E. Memberikan bonus uang kepada para budak
7. Perhatikan data di bawah ini!
(1) Pelelangan (4) Perekrutan
(2) Barter (5) Suka rela
(3) Penculikan

Berdasarkan data di atas, yang bukan merupakan cara memperoleh budak


ditunjukkan oleh nomer .
A. (1)
B. (2)
C. (3)

21
D. (4)
E. (5)
8. Tokoh lokal dari Amerika Latin yang memperjuangkan kebebasan budak
adalah .
A. Pierre Dominique Toussaint Louverture
B. Napoleon
C. Caracas
D. Eduardo
E. Juan Carlos
9. Undang-undang penghapusan budak dikeluarkan oleh Inggris pada tahun .
A. 1835
B. 1836
C. 1837
D. 1838
E. 1839
10. Berikut ini dampak negatif dari perbudakan di Amerika Latin adalah, kecuali

A. Para budak yang ada di Amerika mereka berpisah dengan keluarga
B. Mereka mendapatkan perlakuan yang kasar dilingkungan perkebunan.
C. Mereka tidak diakui sebagai warga negara, karena tidak memiliki hak
D. Mereka mengenal tanaman baru (eksport), yang mempunyai nilai jual
tinggi di pasaran internasional.
E. Mereka tidak mendapatkan pendidikan modern

22
Soal Essay
1. Jelaskan alasan bangsa barat datang ke Amerika Latin!
2. Apa yang mendorong bangsa Eropa mencari tenaga kerja yang sangat
banyak?
3. Bagaimana upaya para budak dalam memperjuangkan kebebasannya tanpa
melakukan peperangan?
4. Sebutkan alasan Inggris ikut aktif dalam penghapusan perbudakan!
5. Apakah usaha dalam menyingkirkan penguasa kolonial selalu berjalan mulus?
Jika iya apa alasannya, dan jika tidak alasannya apa?

Jawaban
1. Salah satu alasan bangsa barat datang ke Amerika Latin karena Amerika Latin
merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam, dan memiliki tanah
yang subur.
2. Faktor yang mendorong bangsa Eropa untuk mencari tenaga kerja yang sangat
banyak karena keadaan Eropa pada saat itu mengalami kemajuan yang sangat
pesat dalam berbagai bidang kehidupan sehingga mendorong mereka untuk
menambah tenaga kerja untuk dipekerjakan di lahan-lahan pertanian,
pertambangan, peternakan dan perindustrian.
3. Upaya para budak dalam memperjuangkan kebebasannya adalah dengan cara
memperjuangkan haknya tersebut melalui parlemen. Hal ini dapat kita lihat di
kelompok kapitalis yang berusaha mendesak parlemen untuk mengeluarkan
undang-undang penghapusan perbudakan, selain itu kelompok humanis juga
berusaha mendesak parlemen untuk menghormati hak para budak, serta
mendukung dikeluarkannya undang-undang penghapusan perbudakan.
4. Alasan Inggris akhirnya aktif dalam penghapusan perbudakan ini dimotivasi
oleh beberapa faktor, diantaranya adalah:
Inggris menganggap bahwa perbudakan ternyata melanggar hak asasi
manusia.

23
Perbudakan tidak sesuai dengan demokrasi (maksudnya adalah dengan
adanya perbudakan dapat menghilangkan kebebasan para budak
tersebut).
Para budak tidak mempunyai keterampilan, sehingga perbudakan
justru merugikan negara kapitalis. Tidak hanya itu perbudakan juga
hanya akan menguntungkan para majikan perkebunan bukan
menguntungkan pihak negara kapitalis.
5. Dalam menyingkirkan penguasa kolonial tidak selalu berjalan mulus, hal ini
erat kaitannya dengan sikap Spanyol yang tidak mau melepaskan daerah
jajahannya (mempertahankan tanah koloninya). Selain itu akan timbul
masalah jika para budak meninggalkan perkebunan karena jika hal iu terjadi
maka perkebunan akan terbengkalai karena tidak ada yang mengurus. Hal ini
malah merugikan para budak karena keluarga budak yang berstatus ekonomi
rendah akan kesulitan dalam mendapatkan pendidikan dan bahan makanan.

24
DAFTAR PUSTAKA

Grolier International Inc, 1989, Negara dan Bangsa, Amerika Utara. jilid 8.
Jakarta : Widya Dara
------------------------------, 1989. Negara dan Bangsa, Amerika Tengah dan
Amerika Selatan. jilid 9. Jakarta: Widya Dara
------------------------------, 1989. Negara dan Bangsa, Amerika Utara, Amerika
Tengah dan Amerika Selatan. jilid 10. Jakarta: Widya
Dara
Polak, Mayor J.B.A.F. 1975. Sejarah Dunia Moderen. Malang. Gunung Agung
Bali.

25