Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat

Cakra (A31115027)
Stenly Putra Salu (A31115323)
Nuraeny (A31115030)
Rabiyatul Adwiya Junaedi (A31115006)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS HASANUDDIN
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat
dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Penyususnan makalah ini
semata-mata sebagai perancang dalam menyadari akan kekurangan-kekuragan yang kami miliki. Oleh
karena itu, tidak mustahil apabila makalah ini jauh dari kata sempurna. Hal ini disebabkan karena
sangat terbatasnya kemampuan dan pengalaman yang kami miliki. Makalah ini juga kami susun untuk
memenuhi salah satu tugas demi pencapaian dan tambahan nilai materi tugas akuntansi sektor publik.

Mudah mudahan makalah ini dapat memberikan mamfaat yang besar, khususnya bagi
kammi dan umumnya bagi pembaca. Serta dapat menambah pengetahuan dan wawasan yang sangat
bermamfaat bagi semuanya.

Kami menyadari bahwa tanpa kerjasama yang terjalin dengan baik antara kami, kami tidak
dapat menyelesaikan makalah ini dengan baikk serta tepat pada waktunya. Dan atas segala
kekurangan serta kesalahan apabila ada yang tertera dalam makalah ini, kami mohon maaf yang
sebesar-besarnya. Tidak terlepas juga atas saran dan kritik yag dapat membangun makalah ini supaya
menjadi lebih sempurna.

Makassar, Oktober 2017

Penulis
DAFTAR ISI
Daftar Isi .................................................................................................................... ii

Bab I Pendahuluan ..................................................................................................... 1

Bab II Pembahasan

o Dasar hukum penyelenggaraan system akuntansi pemerintah pusat ........................ 2

o Ruang lingkup system akuntansi pemerintah pusat ............................................... 3

o Tujuan system akuntansi pemerintah pusat.... ....................................................... 3

o Ciri-ciri pokok system akuntansi pemerintah pusat................................................ 4

o Kerangka umum system akuntansi pemerintah pusat 4-5

Bab III Penutup .......................................................................................................

- Kesimpulan ... ................................................................................................... 6

- Daftar Pustaka... ................................................................................................ iii


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam era sekarang ini, informasi mempunyai peranan yang sangat penting bagi kita
semua. Informasi merupakan sarana komunikasi efektif antara anggota masyarakat dan
aanggota masyarakat lainnya atau antara suatu entitas tertenu dan masyarakat di sekitarnya.
Dalam kondisi seperti ini, penyajian informasi yang utuh akan menciptakan transparansi dan
pada gilirannya akan mewujudkan akuntabilitas publik.

Sebagai organisasi yang mengelola dana masyarakat. Pemerintah pusat harus juga
memiliki pencatatan atau system pengakuntansian yang sesuai dengan standard an kebutuhan
didalamnya. System Akuntansi Pemerintah Pusat (SAAP). Berlaku untuk seluruh unit
organisasi Pemerintah Pusat dan unit akuntansi pada Pemerintah Daerah dalam rangka
pelaksanaan Dekonsentrasi dan/atau Tugas Pembantuan serta pelaksanaanAnggran
Pembiyayaan dan Perhitungan.

B. Rumusan Masalah

1. Apa saja dasar hukum penyelenggaraan system akuntansi pemerintah pusat?


2. Apa saja ruang lingkup system akuntansi pemerintah pusat?
3. Apa saja tujuan system akuntansi pemerintah pusat?
4. Apa saja ciri-ciri pokok system akuntansi pemerintah pusat?
5. Bagaimana kerangka umum system akuntansi pemerintah pusat?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahui dasar-dasar hukum yang ada dalam penyelenggaraan system akuntansi
pemerintah pusat.
2. Untuk mengetahui ruang lingkup system akuntansi pemerintah pusat.
3. Untuk mengetahui tujuan adanya system akuntansi pemerintah pusat.
4. Untuk mengetahui ciri-ciri pokok system akuntansi pemerintah pusat.
5. Mengetahui kerangka umum dalam system akuntansi pemerintah pusat.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Dasar Hukum Penyelenggaraan Sistem Akuntansi Pemerintah
Pusat.

Undang- undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Pasal 8 menyatakan
bahwa dalam rangka pelaksanaan kekuasaan atas pengolahan fiscal, Menteri Keuangan
mempunyai tugas antara lain menyusun laporan keuangan yang merupakan pertangguung
jawaban pelakasanaan APBN.
Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Pasal 9 menyatakan
bahwa Menteri/Pempinan Lembaga sebagai pengguna anggaran. /penggunabarang
Kementrian Negara/Lembaga yang dipimpinnya mempunyai tugas antara lain menyusun
dan menyampaikan laporann keuangan Kementrian Negara/ Lembaga yang dipiminnya.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Pasal 30 ayat (2)
menyatakan bahwa Presiden menyampaikann rancangan undang-undang tentang
pertangguung jawaban pelaaksanaan APBN kepada DPR berupa laporan keuangan yang
meliputi laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan perusahaan Negara dan badan
lainnya.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang pembendarahan Negara pasal 7 ayat
(20) menyatakan bahwa Menteri Keuangan selaku Bendahaara Umum Negara
berwenang menetapkan system akuntansi dan pelaporan keuangan Negara.
Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang pembendaharaan Negara Pasal 51 ayat
(1) menyatakan bahwa MenteriKeuangan/ Pejabat Pengelola Keuangan Daerah selaku
Bendahara Umuum Negara/daerah menyelenggarakan akuntansi atas transaksi keuangan,
asset, utang, dan ekuitas dana, termasuk ktransaksi pembiyayaan dan perhitungannya.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tantang Pembendarahaann Negara Pasal 51
ayat (2) menyatakan bahhwa Menteri/pimpinan lemabga/kepala satuan kerja perangkat
daerah selaku pengguna annggaran menyelenggarkan akuntansi atas transaksi keuangan,
asset,utang, ekuitas dana, termasukk transaksi pendapatan dan belanja yang berada dalam
tanggguung jawabnya.
Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tantang gpembendarahan Negara Pasal 55 ayat
(1) menyatakan bahwa Menteri Keuangan selakuu pengelola fiskkal menyusun Laporan
Pusat untuk disampaikan kepada Presiden dalam rangka memenuhi pertanggung jawaban
pelaksanaan APBN.
Undang-undaangNomor 1 Tahun 2004 tantang pembendarahan Negara Pasal 55 ayat
(2) menyatakanbahwa dalam menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat
sebagaimana dimaksud padaayat (1), menteri/pimpinan lemabga selaku Pengguna
Anggaran/PenggunaBarang Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan yang
meliputiLaporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan catatan atas Laporan keuangan Badan
layanan Umum pada kementrian Negara/Lembaga masing-masing.
Penjelasan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tantang
Perbendaharaan Negara, menyatakan bahwa agar informasi yang disampaikan dalam
laporan keuangan pemerintah dapat memenuhi prinsip transparansi dana akuntabilitas,
perlu diselanggrakan Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP) yang terdiridari system
AkuntansiPusat (SiAP) yang dilaksanakan oleh Kementrian Keuangan dari Sistem
Akuntansi Instansi (SAI) yang dilaksanakan oleh kementrian Negara/lembaga.
Undang-undang Nomor 36 Tahun 2004 tentang Angggaran Pendapatan dan Belanja
Tahun Anggaran 2005 Pasal 17 ayat (1) menyatakan bahhwa setelah tahun Anggaran
2005 berakhir, Pemerintah Menyusun Pertanggung jawaban atas Pelaksanaan
Angganggaran Pendapatan dan belanja Negara tahun Anggran 2005 berupa Laporan
Keuangan.
Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang pedoman pelaksanaan anggaran
pendapatan dan belanja Negara pada pasal 60 ayat (1) menyatakan bahwa Menteri
/Pimpinan Lembaga Wajib menyelengarakan pertanggung jawaban penggunaan dana
bagian anggaran yang dikuasainya berupa laporan realisasi annggaran dan neraca
Kementrian Negara/Lembaga bersangkutan kepada presiden melalui Menteri Keuangan.
Keputusan presiden tersebut telah diubah dengan keputusan Presiden No. 72 tahun
2004 tentang Pedomman Pelaksanaan Anggaran pendapatan dan belanja Negara.

B. Ruang Lingkup Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat


Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAAP) adalah sserangkaian prosedur
manual maupun yang terkomputerarisasi mulai dari pengumppulan data, pecatatan,
pengihtisaran sampai dengan pelapporan posisi keuangan dan operasi keuangan Pemerintah
Pusat.

System Akuntansi PemerintahPusat (SAAP) berlaku untuk seluruh unit organisasi


PemerintahPusatdan unit akuntansi pada Pemerintah Daerah dalam rangka pelaksanaan
Dekonsentrasi dan/atauTugas Pembantuan serta pelaksanaan Anggran Pembiyayan dan
Perhitungan. Dan yang tidak termasuk dalam ruang lingkup SAPP adalah :

a. Pemerintah Daerah (Sumberdananyaberasaldari APBD)


b. Badan Usaha Milik Negara/ badan Usaha Milik daerah terdiiridari :
Perusahaan perseroan
Perusahaan umum
Bank Pemerintahh danLemabaga Keuangan Milik Pemerintah.

C. Tujuan Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat


System Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP) bertujuan untuk :

1. Menjaga asset Pemerintah Pusat dan instansi-instansinya melalui pencatatan,


pemprosesan dan pelaporan transaksi keuangan yang konsisten sesuai dengan standar
dan praktek akuntansi yang diterima.
2. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu tentang anggaran dan kegiatan
keuangan Pemerintah Pusat, baik secara nasional maupun instansi yang berguna sebagai
dasar penilaian kinerja, untuk menentukan ketaatan terhadap otorisasi angggaran dan
untuk tujuan akuntabilitas.
3. Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang posisi keuangan suatu instansi dan
Pemerintah Pusat secara keseluruhan
4. Menyediakan informasi keuangan yang berguna untuk perencanaann, pengelolaan dan
pengendalian kegiatan dan keuangan pemerintaah secara efisien.
D. Ciri-Ciri Pokok Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat
Ciri-ciri pokok system akuntansi pemerintah pusat antara lain:
1) Basis Akuntansi Cash toward accrual.
Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintah adalah basis kas
untuk pengakuan pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi
Anggaran dan basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas dalam neraca.
Basis Kas adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa
lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.Basis akrual adalah basis
akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi
atau peristiwa itu terjadi, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau
dibayar.
2) Sistem Pembukuan Berpasangan
Sistem Pembukuan Berpasangan didasarkan atas persamaan dasar akuntasi yaitu
:Aset = Kewajiban + Ekuitas Dana. Setiap transaksi dibukukan dengan mendebet sebuah
perkiraan dan mengkredit perkiraan yang terkait.
3) Dana Tunggal
Kegiatan akuntansi yang mengacu kepada UU-APBN sebagai landasan operasional.
Dana tunggal ini merupakan tempat dimana Pendapatan dan Belanja Pemerintah
dipertanggung jawaban sebagai kesatuan tunggal Desentralisasi Pelaksanaan Akuntansik.
Kegiatan akuntansi dan pelaporan keuangan di instansi dilaksanakan secara berjenjang
oleh unit-unit akuntansi baik di kantor pusat instansi maupun di daerah.
4) Bagan Perkiraan Standar
SAPP menggunakan perkiraan standar yang ditetapkan oleh Menter Keuangan yang
berlaku untuk tujuan penganggaran maupun akuntansi.
5) Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)
SAPP mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) dalam melakukan
pengakuan, penilaian, pencatatan, penyajian, dan pengungkapan terhadap transaksi
keuangan dalam rangka penyusunan laporan keuangan.

E. Kerangka Umum Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat


Laporan Keuangan Pemerintah Pusat disampaikan kepada DPR sebagai pertanggung
jawaban atas pelaksanaan APBN.Sebelum disampaikan kepada DPR, laporan keuangan
pemerintah pusat tersebut diaudit terlebih dahulu oleh pihak BPK.
Laporan keuangan pemerintah pusat terdiri dari:
1. Laporan Realisasi Anggaran
Konsolidasi Laporan Realisasi Anggaran dari seluruh Kementerian Negara/Lembaga
yang telah direkonsiliasi. Laporan ini menyajikan informasi realisasi pendapatan, belanja,
transfer, surplus/deficit dan pembiayaan, sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran yang
masing-masing diperbandingkan dengan anggaran dalam satu periode.
2. Neraca Pemerintah
NeracaPemerintahPusatmerupakankonsolidasiNeraca SAI danNeraca SAKUN
(Sistem Akuntansi Kas Umum Negara). Laporan ini menyajikan informasi posisi
keuangan pemerintah pusat berkaitan dengan aset, utang dan ekuitas dana pada
tanggal/tahun anggaran tertentu.
3. Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas Pemerintah Pusat merupakan konsolidasi Laporan Arus Kas dari
seluruh Kanwil Ditjen PBN. Laporan ini menyajikan informasi arus masuk dan keluar kas
selama periode tertentu yang diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi aset
non keuangan, pembiayaan dan non anggaran.
4. Catatan Atas Laporan Keuangan
Merupakan penjelasan atau perincian atau analisis atas nilai suatu pos yang tersaji di
dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca Pemerintah, dan laporan arus kas.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAAP) adalah serangkaian prosedur
manual maupun yang terkomputerarisasimulaidaripengumppullan data, pecatatan,
pengihtisaran sampai dengan pelapporan posisi keuangan dan operasi keuangan
Pemerintah Pusat. System Akuntansi Pemerintah Pusat (SAAP) berlaku untuk
seluruh unit organisasi Pemerintah Pusat dan unit akuntansi pada Pemerintah Daerah
dalam rangka pelaksanaan Dekonsentrasi dan/atauTugas Pembantuan serta
pelaksanaan Anggran Pembiyayan dan Perhitungan.
Ada beberapa laporan yang dibuat dalam system pemerintah akuntansi pusat
diantaranya yaitu laporan realisasi anggaran, neraca pemerintah, laporan arus kas, dan
catatan atas laporan keuangan.
Daftar Pustaka

http://www.google.co.id/amp/s/abusyadza.wordpress.com/2008/05/07/gambaran-umum-
sistem-akuntansi-pemerintah-pusat/amp/