Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MATA KULIAH PENGAUDITAN I

RESUME PROFESI AKUNTAN PUBLIK

DISUSUN OLEH :
Nurul Rachmawaty (041411331108)
Rustin (041411331136)
Dilla Saezana Z (041411331081)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS AIRLANGGA
2017
CHAPTER 2

PROFESI AKUNTAN PUBLIK

1. Aktivitas Kantor Akuntan Publik


a. Jasa Atestasi, di mana KAP mengeluarkan laporan tertulis yang menyatakan
kesimpulan atas keandalan pernyataan tertulis yang telah dibuat dan
ditanggungjawabi pihak lain. Terdapat tiga jenis atestasi yaitu : audit laporan
keuangan historis , penelaahan laporan keuangan historis dan jasa atestasi lainnya
b. Jasa Perpajakan berupa SPT PPh, PBB, PPN , perencanaan perpajakan dan jasa
perpajakan lainnya.
c. Konsultasi Manajemen yaitu dalam peningkatan kefektifan pengelolaan bisnis.
d. Jasa Akuntansi dan Pembukuan.
2. Struktur dan hirarki Kantor Akuntan Publik.
a. Struktur KAP
Dapat berbentuk perusahaan perorangan, persekutuan umum, perseroan terbatas
umum, perseroan terbatas professional, perusahaan dengan kewajiban terbatas,
perseketuan dengan kewajiban terbatas.
b. Hirarki KAP
Mencakup para rekanan, manajer, supervisor, senior, serta para asisten/auditor
pemula.
3. AICPA
AICPA atau di Indonesia IAI mempunyai tiga fungsi utama yaitu :

a. Penetapan Standar dan Aturan, beberapa area utama di mana AICPA memiliki
wewenang untuk menyusun standar dan aturan yaitu ; Standar Audit, Standar
Kompilasi dan Penelaahan Laporan Keuangan, Standar Atestasi Lainnya,
Standar konsultasi, dan Kode Etik Profesional.
b. Penelitian dan Publikasi. Kegiatan ini menghasilkan jurnal -jurnal seperti jurnal
berkala, jurnal akuntansi dan lain-lain.
c. Pelaksanaan Ujian Sertifikasi Akuntan Publik/USAP
d. Penyelenggaraan pendidikan berkelanjutan bagi akuntan public agar tetap
mampu mengikuti perkembangan zaman.
4. Standar Profesional Akuntan Publik
a. Standar Umum
1. Audit harus dilaksanakan oleh seseorang atau lebih yang memiliki keahlian
dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor.
2. Dalam semua hal yang berhubungan dengan penugasan, independensi dalam
sikap mental harus dipertahankan oleh auditor.
3. Dalam pelaksaan audit dan pelaporannya, auditor wajib menggunakan
kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.
b. Standar Pekerjaan Lapangan
1. Pekerjaan harus direncanakan dengan sebaik-baiknya dan digunakan asisten
harus disupervisi dengan semestinya.
2. Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh
untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian
yang akan dilakukan.
3. Bahan bukti kompeten yang memadai harus diperoleh melalui inspeksi,
pengamatan, pengajuan pertanyaan, konfirmasi, sebagai dasar yang memadai
untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan hasil audit.
c. Standar Pelaporan:
1. Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai
dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
2. Laporan audit harus menunjukkan keadaan yang di dalamnya prinsip akuntansi
tidak secara konsisten diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan periode
berjalan sesuai dengan prinsip akuntansi yang diterapkan dalam periode
sebelumnya.
3. Pengungkapan informasi dalam laporan keuangan harus dipandang memadai,
kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit.
4. Laporan audit harus memuat pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan
secara keseluruhan atau asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat
diberikan.
5. Pengendalian Kualitas/Quality Control
Pengendalian mutu kualitas terdiri dari metode-metode yang digunakan untuk
memastikan bahwa KAP telah memenuhi tanggugjawab profesionalnya kepada klien
atau pihak tertentu lainnya. Komite Standar Pengendalian Kualitas yang dibentuk
oleh AICPA mengidentifikasi ada 5 elemen pengendalian kualitas, antara lain:

a. Indepensi, integritas, dan objektivitas


b. Manajemen sumber daya manusia
c. Penerimaan serta kelanggengan klien dan penugasannya
d. Kinerja atas penugasan
e. Pemantauan
6. AICPA mendirikan dua kompartemen yaitu SEC Practice Section dan Private
Companies Practice Section. Berikut adalah syarat-syarat untuk menjadi SEC
Practice Section.
a. Ketaatan pada standar pengendalian mutu.
b. Mandatory Peer Review
c. Pendidikan lanjutan
d. Rotasi partner
e. Penelaahan oleh partner lain
f. Larangan pemberian atas jasa tertentu
g. Pelaporan ketidaksepakatan
h. Pelaporan jasa konsultasi manajemen.