Anda di halaman 1dari 5

1. Sebutkan dan Jelaskan mengenai kewajiban pajak atas sewa yang saudara ketahui?

Jawab :
pajak atas sewa menyewa property
a) PPh (Pajak Penghasilan)
- Dasar hukum: Pasal 2 ayat 1 dan 2 serta Pasal 3 Peraturan Pemerintah No. 29/1996 yang
diubah menjadi Peraturan Pemerintah No. 5/2002 tentang Pembayaran PPh atas Penghasilan
dari Persewaan Tanah dan atau Bangunan, yang isinya:
Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dari penyewa yang bertindak atau
ditunjuk sebagai pemotong pajak wajib dipotong PPh
Bila penyewa bukan sebagai pemotong pajak, maka PPh yang terutang wajib dibayar
sendiri oleh orang pribadi atau badan yang menerima/ memperoleh penghasilan.
Besarnya PPh yang wajib dipotong atau dibayar sendiri adalah 10% dari jumlah
bruto nilai sewa tanah maupun bangunan, dan bersifat final.
- Implikasi: Jika penyewa bukan pemotong pajak, maka PPh harus disetorkan oleh pemilik ke
bank memakai Surat Setoran Pajak (SSP) persepsi paling lambat tanggal 10 bulan setelah
transaksi.
- Aplikasi: SSP di atas harus dilaporkan ke kantor pelayanan pajak tempat anda terdaftar.
- Mengenai pelaporan SPT tahunan, dengan menggunakan SPT 1770 S bukti pemotongan PPh
dari perusahaan (1721 A1) dilampirkan pada SPT Tahunan pemilik dan penghasilan dari sewa
dimasukkan dalam kolom penghasilan yang telah dikenai pajak final (tidak perlu lagi
digabungkan untuk menghitung PPh pada akhir tahun).
b) PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
- Dasar hukum: UU No. 18 Tahun 2000 tentang PPN Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas
Barang Mewah menyebutkan bahwa jasa persewaan tanah dan atau bangunan merupakan jasa
yang tidak dikecualikan dari pengenaan PPN.
- Implikasi: Jika nilai sewa mencapai Rp 600 juta atau lebih dalam satu tahun buku, pemilik
harus dikukuhkan menjadi pengusaha kena pajak pada kantor pelayanan pajak yang wilayah
kerjanya meliputi lokasi tanah dan atau bangunan itu (sesuai dengan Keputusan Menteri
Keuangan No.571/KMK.03/2003 tanggal 29 Desember 2003 tentang Perubahan atas
Keputusan Menteri Keuangan No.552/KMK.04/2000 tentang Batasan Pengusahan Kecil
PPN).
- Aplikasi: Setelah dikukuhkan menjadi pengusaha kena pajak, pemilik harus memungut PPN
sebesar 10% dari nilai sewa. Atas PPN yang dipungut, pemilik harus menyetor ke bank
persepsi atau kantor pos, paling lambat tanggal 15 bulan setelah terjadinya transaksi dan harus
menyampaikan SPT Masa PPN paling lambat tanggal 20 bulan setelah transaksi.
2. Meyga masih lajang, bekerja sebagai karyawan tetap di Pt. Lestari sejak tahun 2014. Tiap bulanya
selama tahun 2016 dia memperoleh penghasilan dari perusaahaan berupa gaji Rp. 1.600.000
tunjangan transport Rp 200.000 dan tunjangan konsumsi Rp 100.000. (catatan apabila total
penghasilan bruto per bulan yang diterima oleh orang pribadi/karyawan kurang dari Rp 2.000.000
maka terdapat adanya PPh yang ditanggung pemerintah)
Buatlah jurnal untuk mencatat:
A. Transaksi pembayaran gaji dan tunjangan
B. Transaksi penyetoran PPh 21 yang telah dipotong ke kas negara
Jawab :
Gaji : 1.600.000
T.transport : 200.000
T. Konsumsi : 100.000
Ph Bruto 1.900.000
Biaya jabatan : 1.900.000* 5% = 95.000
Pendapatan Neto =1.900.000 95.000 = 1.805.000 perbulan
21.660.000 pertahun
PTKP : 54.000.000
PHKP : 54.000.000- 21.660.000 = - 32.340.000

PPH 21 terutang -32.340.000 *6% = -1.940.400/pertahun

- 161.700/perbulan

A) Transaksi pembayaran gaji dan tunjangan

BEBAN GAJI 1.600.000

TUNJANGAN PASAL 21 300.000

UTANG PPH 21 161.750

KAS 1.738.250

B) Transaksi penyetoran PPh 21 yang telah dipotong ke kas negara


Utang pph 21 161.750
Kas 161.750

3. Pada tanggal 27 Juni 2016 PT.Hoki (PKP) mengadakan rekreasi ke Taman Mini Indonesia Indah.
Perusaahn menggunakan bus yang disewa dari PT. Makmur sebanyak 7 bus dengan membayar sewa
@Rp 1.265.000 diskon Rp 155.000. pembayaran uang muka sebesar 50% pada saat pemesanan (9 juni)
dan sisanya dilakukan setelah ada tagihan dari PT. Makmur (27 juni)
Buatlah Jurnal untuk transaksi di atas yang dilakukan oleh PT.Hoki dan PT.Makmur
Jawab :
1.265.000* 7 = 8.885.000
Diskon = 155.000
Total = 8.700.000
Pembayaran uang muka = 8.700.000 * 50% = 4.350.000
PPh 23 berhubungan dengan sewa menyewa kalau memiliki NPWP 2% tapi kalau Tidak 4% *
penghasilan sewa : Harga sewa 8.700.000 * 2% = 174.000
JURNAL
SEWA DITERIMA DIMUKA 8.700.000
UTANG PPH 23 174.000
UTANG SEWA 4.350.000
KAS 4.176.000
Kas PT.Makmur
KAS 4.176.000
PPH 23 174.000
PIUTANG SEWA 4.350.000
SEWA DITERIMA DIMUKA 8.700.000

4.PT. Bahagia adalah Pengusaha Kena Pajak (PKP), mempunyai data sebagai berikut :
Masa pajak juli 2016 terdapat PPN lebih bayar Rp. 60.000.000 dan belum dikompensasikan dan
diminta restitusinya. Sedangkan untuk masa pajak agustus 2016 terdapat PPN keluaran Rp.
180.000.000 sedangkan PPN Masukan RP 100.000.000. Buatlah ayat Jurnal penutup unuk Pt Bahagia
untuk bulan Agustus 2016
Jawab:
PPN KELUARAN 180.000.000
PPN MASUKAN 100.000.000
PPN LEBIH BAYAR 60.000.000
PPN KURANG BAYAR 20.000.000

PPN YANG MASIH HARUS DIBAYAR 20.000.000


KAS 20.000.000
5.Dibayarkan gaji mingguan sebesar Rp 750.000 kepada Radith seorang pegawai tetap dengan status
kawin dan mempunyai 2 (dua) orang anak . Selain itu, PT. Noor juga membayarkan premi bulanan
kecelakaan kerja dan jaminan kematian masing masing sebesar Rp 25.000 dan Rp 8.000
Hitunglah Berapakah PPh 21 yang harus dipotong setiap minggunya!
Jawab :
Gaji 750.000 *4 = 3.000.000/perbulan
Premi kecelakaan kerja = 25.000
Premi jaminan kematian = 8.000
Penghasilan Bruto = 3.033.000
Biaya jabatan 5%*3.033.000 = 151.650
Penghasilan Neto = 3.033.000 151.650 = 2.881.350
Penghasilan Neto 1 tahun = 34.576.200
PTKP
WP . 54.000.000
STATUS 4.500.000
Tangungan 9.000.000
PTKP 67.500.000
PKP 34.576.200 67.500.000 = - 32.923.800
PPH 21 PER TAHUN = -32.923.800 * 5% = 1.646.190
PER BULAN = 1.646.190/12 = 137.183
PER MINGGU = 137.183/4 = 34.296

6.PT. MU pada tahun 10/2/2016 , PT. Putra mendapatkan pinjaman dari bank kita dengan batas
maksimun sebesar Rp 300.000.000 dan tingkat bunga pinjaman 20%. Jumlah tersebut telat diambil
pada bulan Maret 2016 sebesar RP 225.000.000 pada bulan juli diambil lagi sebesar Rp. 25.000.000
dan sisanya Rp 50.000.000 diambil pada bulan september
Selain itu Wp mempunyai dana yang di tempatkan dalam bentuk deposito denga perincian sebagai
berikut:
Bulan Maret s.d April sebesar : Rp 50.000.000
Bulan Mei s.d September sebesar : Rp 30.000.000
Bulan Oktober s.d Desember sebesar : Rp 20.000.000
Pertayaaan :
1. Berapa jumlah beban bunga yang dibebankan secara fiskal untuk PT. MU tahun 2016
2. Buatah jurnal pada saat pembayaran bunga menurut komersil
Jawab :
1. Jumlah beban bunga
Jangka Waktu
Bulan Jumlan Deposito (RP) (Bulan) Rata-Rata Deposito (RP)

Januari-Febuari 0 2 0

Maret -April 50.000.000 2 100.000.000

Mei -September 30.000.000 5 150.000.000


Oktober-Desember
20.000.000 3 60.000.000

Jumlah 310.000.000

Rata-Rata Deposito per bulan adalah adalah Rp. 310.000.000 : 12 = Rp 25.833.333


Dengan demikian, bunga yang dapat dibebankan sebagai biaya adalah :
Jangka Waktu
Bulan Jumlan Deposito (RP) (Bulan) Rata-Rata Deposito (RP)

Januari-Febuari - 2 -

Maret -Juni 225.000.000 4 900.000.000

Juli-September 25.000.000 3 75.000.000

Oktober-Desember 50.000.000 3 150.000.000

Jumlah 1.125.000.000

Rata-Rata Pinjaman Per Bulan adalah Rp . 1.125.000.000 : 12 = RP 93.750.000


Jadi bunga yang dapat dibebankan sebagai biaya adalah 20% x (Rp 93.750.000 Rp 25.833.333 ) =
Rp 13.853.333
2. Jurnal pada saat pembayaran

BEBAN BUNGA PINJAMAN 13.853.333

KAS 13.853.333