Anda di halaman 1dari 36

Laporan Kasus Rawat Inap

EFUSI PLEURA

Elisabeth Patty
Pembimbing

dr. Frans Taolin, Sp. A


dr. Regina Maya Manubulu, Sp. A

1
PENDAHULUAN

Efusi pleura
akumulasi cairan transudat atau
eksudat, dalam rongga pleura, bisa
terjadi unilateral atau bilateral, serta
dapat disebabkkan oleh penyakit infeksi
dan penyakit non-infeksi.
EPIDEMIOLOGI

Etiologi Insiden
Parapneumonia 50%
TB paru 2-38%
Gagal jantung kongestif 17%
Keganasan 10%
Penyakit ginjal 9%
Trauma 7%
Penyebab lain 6%
LAPORAN KASUS

IDENTITAS
Nama : An. JB
JK : Laki2
Tgl Lahir : 17 Juni 2012
Usia : 4 tahun 7 bulan
Agama : Kristen protestan
Alamat : Mantasi
No. MR : 361540

4
ANAMNESIS (alloanamnesis)

Keluhan Utama : Demam


Riwayat Penyakit Sekarang
Demam sejak 3 minggu SMRS. Demam terjadi tiba-tiba dan terus-menerus.
Demam berkurang setelah diberi obat parasetamol yang didapat dari puskesmas.
Disertai batuk berdahak warna kuning, pilek (-), sesak napas (-) sejak 3 minggu.
BB menurun 3kg (+), keringat malam (+). Nafsu makan berkurang, pasien makan
3x sehari, namun hanya mampu makan 6 sdm. Minum baik, BAK BAB baik.

5
ANAMNESIS (2)
Riwayat Penyakit Dahulu
Tidak pernah mengalami hal serupa sebelumnya, hanya demam batu pilek yang
sembuh dalam 3 hari. Pernah dirawat di RS karena muntaber.
Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada. Riwayat asma (-). Kontak TB (+)
Riwayat Pengobatan
Mendapat terapi amoxicillin, GG, CTM, dan paracetamol dari puskesmas
namun keluhan tidak membaik.

6
ANAMNESIS (3)
Riwayat Imunisasi
Pasien telah mendapat imunisasi dasar lengkap berupa Hep. B, BCG, Polio, DPT,
Hib, dan Campak.
Riwayat ASI
Mendapat ASI saja sejak lahir sampai berusia 6 bulan, lalu dilanjutkan sampai
usia 3 tahun.

7
ANAMNESIS (4)
Riwayat Kehamilan
Pasien anak kedua dari dua bersaudara. Selama sakit ibu rutin periksa
kehamilan di Puskesmas Manutapen sebanyak empat kali. Penyakit berat
selama kehamilan tidak ada. Kenaikan berat badan saat hamil 14kg.
Riwayat Persalinan
Ibu melahirkan secara normal di klinik bidan, cukup bulan, bayi segera
menangis, BBL 2800gram.

8
PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
Keadaan Umum : Tampak sakit berat
Kesadaran : Compos mentis
Tanda Vital
TD : 90/60
HR : 80x/menit
RR : 59x/menit
Suhu : 36.6C

9
PEMERIKSAAN FISIK(2)

ANTROPOMETRI WHO (Z-SCORE)

BB : 13 kg BB/U : antara -3SD


TB : 101 cm sampai -2SD : kurus
LK : 49.5 cm (normochepal) TB/U : antara -2SD
LILA : 14 cm sampai 2SD : normal
BB/TB : antara -3SD
sampai -2SD : gizi kurang

10
PEMERIKSAAN FISIK(3)

Kulit Bibir
Anemia (-), sianosis (-), ikterik (-) Bibir lembab, anemis (-), sianosis (-)
Kepala Mulut
Normochepal, UUB datar, sudah Mukosa lidah dan mulut lembab, T1/T1
menutup hiperemis (-)
Rambut Telinga
Rambut hitam tersebar merata, tidak sekret (-/-), deformitas (-)
mudah dicabut Leher
Mata Pembesaran KGB submandibula (-/+)
Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik
(-/-), edema palpebra (-/-)
Hidung
Rinore (-/-), deformitas (-), pernapasan
cuping hidung (-/-)
11
PEMERIKSAAN FISIK(4)
Pulmo P: Batas jantung kanan : ICS 4
I : Pengembangan dinding dada tidak parasternal dextra Batas jantung
simetris saat dinamis, retraksi (-) kiri : ICS 5 midclavicula sinistra
P : Tactil fremitus D<S, nyeri tekan (-), Pinggang jantung : ICS 3
massa (-) parasternal sinistra
P : Sonor +/+, redup pada paru dextra A : Bunyi jantung I-II tunggal, regular, gallop
setinggi ICS 4 (-), murmur (-)
A :Vesikuler +/+, Suara napas vesikuler Abdomen :
menurun pada basal paru dextra, ronchi I : Tampak datar
basah kasar (+/-), wheezing (-/-) A : Bising usus (+) 9x/menit
Jantung P : Distensi (-), nyeri tekan (-), hepar dan
I: Ictus cordis terlihat lien tidak teraba
P : Iktus cordis teraba pada ICS 5 linea P : shiffting dullness (-)
midclavicula sinistra Anggota gerak :
Akral hangat, CRT <3detik, edema (-)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Xray Thoraks

Perselubungan homogen pada


lapangan paru tengah dan bawah
kanan.
Cor dbn
Sinus costophrenikus dextra tumpul
Pelebaran sela iga paru dextra
Kesimpulan : Efusi Pleura dextra
RESUME

Pasien anak laki-laki 4 tahun 7 bulan datang dengan keluhan demam sejak 3
minggu SMRS, batuk berdahak warna kuning, pilek (-), sesak napas (-) . BB menurun
3kg (+), keringat malam (+). Nafsu makan berkurang.
Riwayat asma pada keluarga (-). Sudah mendapat terapi amoxicillin, GG, CTM, dan
paracetamol dari puskesmas namun keluhan tidak membaik. Riwayat kontak dengan
orang yang batuk darah (+)

Nadi 120x/menit takikardi


Respirasi 52x/menit takipneu
Suhu 38 0C febris

15
RESUME
Pembesaran kelenjar getah bening submandibula sinistra diameter 1cm,
pengembangan dinding dada tidak simetris saat dinamis, tactil fremitus
D>S, redup pada paru dextra setinggi ICS 4, suara napas vesikuler
menurun pada basal paru dextra, ronchi basah kasar (+/-)

Leukosit 23.25 x 10^3 (H), neutrofil 83.3% (H), monosit 9.1% (H),
thoraks x-ray : efusi pleura dextra.
SKORING TB
Parameter Kontak TB
Kontak TB 2
Tes Mantoux tidak dilakukan
Status gizi 1
Demam 2 minggu 1
Batuk 2 minggu 1
Pembesaran KGB colli 1
diameter 1cm
Pembengkakan tulang 0
Foto infiltrat 1
DIAGNOSIS KERJA
Efusi pleura ec TB paru

18
TERAPI
1. D5 NS 1000cc/24jam
2. FDC 1x3 tab
3. Prednison 3x5mg
4. Pulvis batuk 3x1
5. Paracetamol 3x3/4 cth
FOLLOW UP
Tgl Subjektive Objektive Assesment Planning treatment
23/1 Demam (+), N: 140x/m, RR 56x/m, T: 39.2 C Pneumonia IVFD D5 NS 1000cc/24j
batuk Pembesaran KGB submandibula sinistra Cefotaxim 2x750mg
berdahak (+) Pengembangan dinding dada tidak simetris saat Pulvis batuk 3x1
warna kuning, dinamis simetris, tactil fremitus D>S, redup pada PCT 3x3/4 cth
BB (+), paru dextra setinggi ICS 4, Suara napas vesikuler
keringat menurun pada basal paru dextra, ronchi basah
malam (+), kasar (+/-)
nafsu makan
Leukosit 23.25 x 10^3, neutrofil 83.3%, monosit
9.1%

25/1 Demam (-), N: 100x/m, RR 48x/m, T: 37.1 C Efusi Pleura dextra ec D5 NS 1000cc/24jam
batuk Pembesaran KGB submandibula sinistra diameter TB Cefotaxime 2x750mg
berdahak (+) 1cm Streptomicin 1x300mg iv
Pengembangan dinding dada tidak simetris saat FDC 1x3 tab
warna kuning,
dinamis simetris, tactil fremitus D>S, redup pada Prednison 3x5mg
BB (+), nafsu paru dextra setinggi ICS 4, Suara napas vesikuler Pulvis batuk 3x1
makan menurun pada basal paru dextra, ronchi basah Paracetamol 3x3/4 cth
kasar (+/-) B6 1x1

Thoraks x-ray : efusi pleura dextra


20
Skoring TB : 6
FOLLOW UP
Tgl Subjektive Objektive Assesment Planning treatment
27/1 Demam (-), batuk N: 96x/m, RR 42x/m, T: 36.9 C Efusi Pleura dextra D5 NS 1000cc/24jam
berdahak (+) Pembesaran kelenjar getah bening ec TB Cefotaxime 2x750mg
warna kuning, submandibula sinistra diameter 1cm Streptomicin 1x300mg iv
Pengembangan dinding dada tidak simetris FDC 1x3 tab
keringat malam
saat dinamis simetris, tactil fremitus D>S, Prednison 3x5mg
(+), nafsu redup pada paru dextra setinggi ICS 4, Pulvis batuk 3x1
makan Suara napas vesikuler menurun pada basal Paracetamol 3x3/4 cth
paru dextra, ronchi basah kasar (+/-) B6 1x1

29/1 Demam (-), batuk N: 94x/m, RR 41x/m, T: 36.6 C Efusi Pleura dextra D5 NS 1000cc/24jam
berdahak (+) Pembesaran kelenjar getah bening ec TB Cefotaxime 2x750mg
warna kuning, BB submandibula sinistra diameter 1cm Streptomicin 1x300mg iv
Pengembangan dinding dada tidak simetris FDC 1x3 tab
(+), nafsu makan
saat dinamis simetris, tactil fremitus D>S, Prednison 3x5mg
redup pada paru dextra setinggi ICS 4, Pulvis batuk 3x1
Suara napas vesikuler menurun pada basal Paracetamol 3x3/4 cth
paru dextra, ronchi basah kasar (+/-) B6 1x1

21
FOLLOW UP
Tgl Subjektive Objektive Assesment Planning treatment
31/1 Demam (-), batuk N: 92x/m, RR38x/m, T: 37 C Efusi Pleura dextra Streptomicin 1x300mg iv
berdahak (+) Pembesaran kelenjar getah bening ec TB FDC 1x3 tab
warna kuning, submandibula sinistra diameter 1cm Prednison 3x5mg
Pengembangan dinding dada tidak simetris Pulvis batuk 3x1
BB (+), nafsu
saat dinamis simetris, tactil fremitus D>S, Paracetamol 3x3/4 cth
makan redup pada paru dextra setinggi ICS 4, B6 1x1
Suara napas vesikuler menurun pada basal BPL
paru dextra, ronchi basah kasar (+/-)

22
DISKUSI
Kasus Teori
Gejala klinis Demam 3 minggu Jika penyebab efusi adalah pneumonia
batuk berdahak warna kuning, batuk, demam, sesak nafas
BB menurun Jika penyebab bukan pneumonia : TB
Keringat malam paru batuk, demam, berat badan
Nafsu makan berkurang. menurun, BB menurun, keringat malam,
Riw. Pengobatan : amoxicillin, GG, CTM, dan lesu, dan tidak aktif.
paracetamol dari puskesmas Gejala menetap meskipun sudah
Riwayat kontak dengan orang yang batuk darah (+) diterapi adekuat.
Riwayat kontak TB (+).

Pemeriksaan RR 48x/menit takipneu Bagian yang sakit akan tertinggal saat


Fisik suhu 38C febris. inspirasi
Pembesaran KGB submandibula sinistra diameter 1cm Fremitus melemah
Pengembangan dinding dada tidak simetris saat dinamis Perkusi didapati daerah redup
Tactil fremitus D>S Suara nafas yang menurun bahkan
Redup pada paru dextra setinggi ICS 4 menghilang.
Suara napas vesikuler menurun pada basal paru dextra,
23 ronchi basah kasar (+/-)
DISKUSI
Kasus Teori
Pemeriksaan Leukosit 23.25 x 10^3 Rontgen dada
Penunjang neutrofil 83.3% menghilangnya sudut
monosit 9.1% kostofrenik. Bila cairan lebih
Menunjukan terdapat infeksi bakteri, 300ml, akan tampak cairan
thoraks x-ray : efusi pleura dextra (penyebab terseringnya dengan permukaan
adalah pneumonia dan TB paru) melengkung. Mungkin terdapat
Pada kasus didapatkan skoring TB 6 pergeseran di mediastinum.
Tanda infeksi primer TB :
kalsifikasi atau pembesaran
kelenjar dihilus paru
Pada anak biasanya tidak khas
Diagnosis TB pada anak
menggunakan sistem skoring
TB

24
DISKUSI
Kasus Teori
Penatalaksanaan Terapi efusi pleura ec TB : menggunakan terapi TB Terapi efusi pleura ec TB :
Mengunakan terapi Streptomicin 1x300mg iv menggunakan terapi TB
Prednisone 1-2mg/kgBB/hari Hanya menggunakan KDT
Terapi simtomatik Prednisone 1-2mg/kgBB/hari
Diberikan piridoksin 1x sehari. Terapi simtomatik
Pasien diberi antibiotik sejak awal karena pada mulanya Piridoksin : mencegah efek
dicurigai menderita efusi pleura karena pneumonia. samping INH berupa neuritis
perifer yang timbul akibat
inhibisi kompetitif pada
metabolisme piridoksin.
Namun terapi piridoksin
kurang tepat piridoksin
harusnya diberikan jika
mendapat terapi INH lebih
dari 200mg/hari.

25
ALUR DIAGNOSIS TB
1. Bakteriologis
2. Gejala klinis yang khas
3. Bukti infeksi TB
4. Xray sugestif TB
SISTEM SKORING TB
ALUR DIAGNOSIS TB
Berdasarkan penelitian, anak
TB pada anak biasanya didapat
yang berisiko tertular TB adalah
dari orang dewasa disekitarnya Pada umumnya TB anak tidak
anak yang memiliki kontak erat
yang menderita TB terlebih menular seperti halnya TB
dengan penderita TB dewasa
dahulu yang mempunyai BTA dewasa.
dengan durasi kontak lebih dari
(+)
8 jam per minggu.7,8

Ini disebabkan karena TB anak


Sekalipun TB paru, TB anak
kebanyakan adalah TB ekstra
tidak menular karena kurang
paru, sehingga tak dapat infeksius dibandingkan TB
menular melalui droplet. dewasa.9
PEMERIKSAAN PENUNJANG EFUSI PLEURA TB
Analisis cairan pleura
Tes adenosin deaminase (ADA)
Periksa jaringan pleura
kultur cairan pleura
TERAPI EFUSI PLEURA
Jika merupakan efusi parapneumonik antibiotik
Empyema (efusi parapneumonik yang telah mengalami komplikasi) pada anak
dimulai dengan terapi konservatif. Pemberian awal terapi antibiotik didasari
pada infeksi penyebab yang mendasarinya atau dengan pengeluaran cairan yang
terinfeksi dengan torakosentesis atau torakostomi tertutup.
Drainage jika efusi masif
KESIMPULAN
Telah dilaporkan satu laporan kasus anak laki-laki berusia 4 tahun 7 bulan dengan diagnosis
efusi pleura dextra ec TB paru. Pada anamnesis ditemukan demam, batuk berdahak warna
kuning, BB menurun 3kg, keringat malam, nafsu makan berkurang, dan kontak TB (+).

Pada pemeriksaan fisik ditemukan takikardi, takipneu,


febris, pembesaran kelenjar getah bening submandibula
sinistra diameter 1cm, pengembangan dinding dada tidak
simetris saat dinamis, tactil fremitus D>S, redup pada paru
dextra setinggi ICS 4, suara napas vesikuler menurun pada
basal paru dextra, dan ronchi basah kasar paru dekstra.

Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan


Diterapi D5 NS 1000cc/24jam, FDC 1x3
leukosit 23.25 x 10^3, neutrofil 83.3%, dan
tab, prednison 3x5mg, pulvis batuk 3x1, dan
monosit 9.1%, sedangkan thoraks x-ray
paracetamol 3x3/4 cth.
ditemukan efusi pleura dextra
DAFTAR PUSTAKA
1. Efrati O, Barak A. Pleural effusions in the pediatric population. Pediatr Rev
2002;23:417-425.
2. Obando I et al. Pediatric parapneumonic empyema, Spain. Emerging infectious
Disease 2008;14:1390-1396.
3. Demirhan R, Kosar A, Sancakli I, Kiral H, Orki A, Arman B. Management of
postpneumonic empyemas in children. Acta Chir Belg 2008;108:208-211.
4. Chih-Ta Y et al. Treatment of complicated parapneumonic pleural effusion
with intrapleural streptokinase in children. Chest 2004;125:566-571.
5. Sylvia A, Lorraine M, Patofisiologi konsep Klinis Proses-proses Penyakit.ECG
2005: 739
6. Hood Alsagaff ,H. Abdul Mukty.Dasar-dasar ilmu Penyakit Paru. Airlangga
University Press.2010: 786)
TERIMA KASIH