Anda di halaman 1dari 3

DAFTAR PUSTAKA

1. Juwono R. Penyakit tropik dan menular : Demam tifoid. Dalam: Noer MS, Waspadji
S, Rachman AM, et al, penyunting. Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid I. Edisi ke-3.
Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 1996. h. 435-442.

2. Kaspan MF, Soejoso DA, Soegijanto S, et al. Penyakit tropik dan menular: Demam
tifoid. Dalam: Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, penunting. Pedoman
diagnosis dan terapi lab/UPF ilmu kesehatan anak. Surabaya: Rumah Sakit Umum
Daerah Dokter Soetomo. 1994. h. 187-189.

3. Sumarno, Nathin MA, Ismael S. Tumbelaka WAFJ. Masalah Demam Tifoid pada
Anak. Medika 1980; 20.

4. Rampenan TH, Laurentz. Demam tifoid. Dalam: Rampenan TH, penyunting. Infeksi
tropik pada anak:. Jakarta: EGC. 1995. h. 53-71.

5. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Tifus
abdominalis. Dalam: Hasan R, Alatas H, Latief A, et al, penyunting. Buku kuliah ilmu
kesehatan anak jilid 2. Jakarta: Infomedika. 1985. h. 593-598.

6. Gunawan G. Infeksi: Demam tifoid. Dalam: Yunanto A, Gunawan G dan Muhyi R,


penyunting. Pedoman diagnosis dan terapi bagian/SMF ilmu kesehatan anak. Edisi I.
Banjarmasin: Rumah Sakit Umum Daerah Ulin. 2000. h. 16-17

7. Wheeler DT. typhoid fever. Department of ophthalmology, Oregon health scienses


university; 2001 (online). Available from: URL:
http://www.emedicine.com/med/topic2331.htm.

8. Corales R. Typhoid fever. Department of infectious disease and tropical medicine,


Birmingham heartlands hospital; 2004 (online). Available from: URL:
http://www.emedicine.com/med/topic2331.htm

9. Jonggu MCH. Demam Tifoid dengan Renjatan Septik. MKUH volume 7. 1986: 16-18.

10. Alatas H. Demam tifoid. Dalam : Sunoto, Tambunan T, Madiyono B, Alatas H, penyunting.
Buku panduan tata laksana prosedur baku pediatrik UPF anak rumah sakit cipto
mangunkusumo fakultas kedokteran universitas indonesia. Jakarta: UPF Anak Rumah
Sakit Cipto Mangunkusumo Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 1990. h. 278-280.

11. Suharso D. Neurologi: Meningitis. Dalam: Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga,


penunting. Pedoman diagnosis dan terapi lab/UPF ilmu kesehatan anak. Surabaya: Rumah
Sakit Umum Daerah Dokter Soetomo. 1994. h. 154-158.

12. Santosa G dan Makmun MS. Pulmologi: Tuberkulosis paru. Dalam: Fakultas Kedokteran
Universitas Airlangga, penunting. Pedoman diagnosis dan terapi lab/UPF ilmu kesehatan
anak. Surabaya: Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soetomo. 1994. h. 238-240.
13. Zulkarnain, Iskandar. Malaria berat (malaria pernisiosa). Dalam: Noer MS, Waspadji S,
Rachman AM, et al, penyunting. Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid I. Edisi ke-3. Jakarta:
Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Indonesia. 1996. h. 504-507.

14. Noer MS. Nefrologi: Infeksi saluran kemih. Dalam: Fakultas Kedokteran Universitas
Airlangga, penunting. Pedoman diagnosis dan terapi lab/UPF ilmu kesehatan anak.
Surabaya: Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soetomo. 1994. h. 191-121.

15. Cammie, F.L. & Samuel, I.M. 2005. Salmonellosis: Principles of Internal Medicine:
Harrison 16th Ed. 897-900.

16. Brusch, J.L. 2010. Typhoid Fever. www.emedicine.medscape.com.

17. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2008. Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis 2nd Ed.
Jakarta: Badan Penerbit IDAI.
DAFTAR PUSTAKA

1. Soedarmo, Sumarmo S., dkk. Demam tifoid. Dalam : Buku ajar infeksi & pediatri
tropis. Ed. 2. Jakarta : Badan Penerbit IDAI ; 2008. h. 338-45.
2. Rezeki, Sri. Demam tifoid. 2008. Diunduh dari
http://medicastore.com/artikel/238/Demam_Tifoid_pada_Anak_Apa_yang_Perlu_Diketa
hui.html. 22 Januari 2012.
3. Pawitro UE, Noorvitry M, Darmowandowo W. Demam Tifoid. Dalam : Soegijanto S,
Ed. Ilmu Penyakit Anak : Diagnosa dan Penatalaksanaan, edisi 1. Jakarta : Salemba
Medika, 2002:1-43.
4. Richard E. Behrman, Robert M. Kliegman, Ann M. Arvin; edisi bahasa Indonesia:
A Samik Wahab; Ilmu Kesehatan Anak Nelson, ed.15. Jakarta: EGC ; 2000.
5. Alan R. Tumbelaka. Diagnosis dan Tata laksana Demam Tifoid. Dalam Pediatrics
Update. Cetakan pertama; Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jakarta : 2003. h. 2-20.
6. Prasetyo, Risky V. dan Ismoedijanto. Metode diagnostik demam tifoid pada anak.
Surabaya : FK UNAIR ; 2010. h. 1-10.
7. Mohamad, Fatmawati. Efektifitas kompres hangat dalam menurunkan demam pada
pasien Thypoid Abdominalis di ruang G1 Lt.2 RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota
Gorontalo. 2012. Diunduh dari
http://journal.ung.ac.id/filejurnal/JHSVol05No01_08_2012/7_Fatwaty_JHSVol05N
o01_08_2012.pdf. 22 Januari 2012.
8. Widoyono, 2011. Penyakit Tropis. Epidemiologi, Penularan, Pencegahan, dan
Pemberantasannya. Edisi kedua. Erlangga : Jakarta
MEDIKAMENTOSA
1. Bhan MK, Bahl R, Bhatnagar S. Typhoid fever and paratyphoid fever. Lancet
2005; 366: 749-62.

11. Background document: the diagnosis, treatment, and prevention of typhoid fever
[Internet]. 2003 [cited 2010 Nov 25]. Available from: www.who-int/vaccines-documents/
12. Nelwan RHH, Lie KC, Hadisaputro S, Suwandoyo E, Suharto, Nasronudin, et al. A
single-blind randomized multicentre comparative study of efficacy and safety of levofl
oxacin vs ciprofl oxacin in the treatment of uncomplicated typhoid fever. Paper
presented at: 55 Annual Meeting ASTMH; 2006 Nov; Atlanta, USA
13. Nelwan RHH, Chen K, Nafrialdi, Paramita D. Open study on efficacy and safety of
levofl oxacin in treatment of uncomplicated typhoid fever. Southeast Asian J Trop Med
Public Health 2006; 37(1): 126-30.
14. Thaver D, Zaidi AKM, Critchley J, Azmatullah A, Madni SA, Bhutta ZA. A
comparison of fl uoroquinolones versus other antibiotics for treating enteric fever:
meta-analysis. BMJ 2009; 338: 1-11.