Anda di halaman 1dari 6

Sementara ini, undang-undang yang digunakan sebagai landasan pelaksanaan pilgub 2018 adalah UU

Nomor 10 Tahun 2016. UU ini merupakan perubahan kedua atas undang-undang nomor 1 tahun 2015
tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang Nomor 1 tahun 2014 tentang
pemilihan gubernur, bupati, dan walikota menjadi undang-undang.

Mari kita pahami dahulu pengertian, tugas dan wewenang Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Bawaslu
Kabupaten dan Panwaslu Kecamatan berdasarkan UU nomor 1 tahun 2015 dan UU nomor 10 Tahun
2016.

DOWNLOAD KALENDER 2018

Kepanjangan Bawaslu, Bawasluprov, Bawaslukab dan Panwaslu Kecamatan

Bawaslu adalah Badan Pengawas Pemilihan Umum yang selanjutnya disebut Bawaslu adalah lembaga
penyelenggara pemilihan umum yang bertugas mengawasi penyelenggaraan pemilihan umum di
seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bawaslu Provinsi adalah Badan Pengawas Pemilu Provinsi yang yang bertugas untuk mengawasi
penyelenggaraan Pemilihan Gubernur di wilayah Provinsi.

Bawaslu Kabupaten adalah Badan Pengawas Pemilu Kabupaten yang bertugas untuk mengawasi
penyelenggaraan Pemilihan Gubernur di wilayah kabupaten.

Panwaslu Kecamatan adalah Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan yang bertugas untuk mengawasi
penyelenggaran pemilihan gubernur di wilayah kabupaten

Ingat: Saat ini pengawas pemilu tingkat kabupaten sudah menjadi "Badan", jadi bukan lagi disebut
Panwas kabupaten tapi Bawaslu kabupaten. Ba = Badan / Pa= Panitia

Kisi-Kisi Tes Panwaslu Kecamatan Tahun 2018

Kisi-kisi ini merupakan hasil analisis berdasarkan kemungkinan-kemungkinan yang akan diujikan
dalam tes tulis maupun tes wawancara oleh panitia. Jadi bukan merupakan kisi-kisi baku yang
dikeluarkan oleh Bawaslu Kabupaten.

Akan tetapi berdasarkan pengalaman atas artikel sebelumnya, banyak yang mengaku mendapat manfaat
dari kisi-kisi yang saya buat, karena dianalisis berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku.

Kisi-kisi ini merupakan hasil analisis berdasarkan kemungkinan-kemungkinan yang akan diujikan
dalam tes tulis maupun tes wawancara oleh panitia

Ada beberapa yang perlu diketahui oleh calon pendaftar Panwaslu Kecamatan, yaitu mengetahui:

1. Struktur Organisasi Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten.


(1) Dasril Elyanto, SE, (2) M. Taufik, SE (3) Rida Rubiani, SH

Cobalah untuk mengetahui siapa nama ketua dari masing-masing organisasi, baik dari tingkat pusat
sampai tingkat bawah. Biasanya ini dijadikan pertanyaan saat tes tulis. "Siapa nama ketua Bawaslu saat
ini?

2. Apa Tugas dan Wewenang Panwaslu Kecamatan?

Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 33 (klik untuk download) Tugas dan wewenang Panwas
Kecamatan dalam Pemilihan meliputi:

a. mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilihan di wilayah Kecamatan yang meliputi:


1. pemutakhiran data Pemilih berdasarkan data kependudukan dan penetapan Daftar
Pemilih Sementara dan Daftar Pemilih Tetap;
2. pelaksanaan Kampanye;
3. perlengkapan Pemilihan danpendistribusiannya;
4. pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara hasil Pemilihan;
5. penyampaian surat suara dari TPS sampai ke PPK;
6. proses rekapitulasi suara yang dilakukan oleh PPK dari seluruh TPS; dan
7. pelaksanaan penghitungan dan pemungutan suara ulang, Pemilihan lanjutan, dan
Pemilihan susulan.
b. mengawasi penyerahan kotak suara tersegel dari PPK kepada KPU Kabupaten/Kota;
c. menerima laporan dugaan pelanggaran terhadap-tahapan penyelenggaraan Pemilihan yang
dilakukan
d. oleh penyelenggara Pemilihan sebagaimana dimaksud pada huruf a;
e. menyampaikan temuan dan laporan kepada PPK untuk ditindaklanjuti;
f. meneruskan temuan dan laporan yang bukan menjadi kewenangannya kepada instansi yang
berwenang;
g. mengawasi pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan Pemilihan;
h. memberikan rekomendasi kepada yang berwenang atas temuan dan laporan mengenai tindakan
yang mengandung unsur tindak pidana Pemilihan; dan
i. melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan.

3. Apa Kewajiban Panwaslu Kecamatan?

Dalam UU Nomor 1 Tahun 2015 Pasal 34 (klik untuk download) berbunyi, dalam Pemilihan Panwaslu
Kecamatan wajib:

1. bersikap tidak diskriminatif dalam menjalankan tugas dan wewenangnya;


2. menyampaikan laporan kepada Panwas Kabupaten/Kota berkaitan dengan adanya dugaan
tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilihan di tingkat
Kecamatan;
3. menyampaikan laporan pengawasan atas tahapan penyelenggaraan Pemilihan di wilayah
kerjanya kepada Panwas Kabupaten/Kota;
4. menyampaikan temuan dan laporan kepada Panwas Kabupaten/Kota berkaitan dengan adanya
dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PPK yang mengakibatkan terganggunya
penyelenggaraan tahapan Pemilihan di tingkat Kecamatan; dan
5. melaksanakan kewajiban lain yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan

4. Berapa Jumlah Kecamatan dan Jumlah Desa/Kelurahan di Kabupaten?

Pada dasarnya, tugas yang akan diemban oleh panwaslu kecamatan adalah mengorganisisr panitia
pengawas ditingkat bawahnya dan juga menjalin kerjasama antar panwaslu kecamatan. Oleh karena itu,
bagi pendaftar wajib mengetahui jumlah kecamatan dan juga jumlah desa/kelurahan di masing-masing
kabupaten.

5. Apa Tugas, Kewajiban dan Wewenang PPK?

Karena tugas pokok dari pengawas adalah mengawasi, baik mengawasi penyelenggara pilgub maupun
mengawasi kampanye, maka pengetahuan tentang tugas, kewajiban dan wewenang yang akan diawasi
harus diketahui. Karena tidak mungkin bisa mengawasi jika tidak tahu apa yang dilakukan oleh yang
diawasi.

6. Bagaimana Teknis Pemungutan suara?

7. Bagaimana Perhitungan Perolehan Suara?

8. Bagaimana Rekapitulasi Perhitungan Perolehan Suara?

9. dan Pengetahuan Kewilayaahan.


Panduan Teknis Pelaksanaan Pemungutan Suara

PELAKSANAAN RAPAT PEMUNGUTAN SUARA

A. PERSIAPAN RAPAT PEMUNGUTAN SUARA

Selambat-lambatnya pukul 06.00 waktu setempat anggota KPPS harus berada di TPS
dengan tugas :
1. Memeriksa TPS dan perlengkapannya bersama saksi dan petugas keamanan TPS.
2. Memasang Daftar Pasangan Calon di tempat yang sudah ditentukan.
3. Menempatkan kotak suara yang berisi surat suara beserta kelengkapan
administrasinya di depan meja Ketua KPPS.
4. Mempersilahkan pemilih dan saksi untuk memasuki TPS secara tertib pada jam 6.50.
5. Memeriksa keabsahan pemilih (tinta, kartu pemilih dan surat pemberitahuan) dan
mempersilahkan menempati tempat duduk yang telah disediakan.

B. PROSEDUR RAPAT PEMUNGUTAN SUARA

Pukul 07.00 Ketua KPPS membuka Rapat Pemungutan Suara

LANGKAH KE 1 MEMANDU SUMPAH/JANJI ANGGOTA KPPS


Ketua KPPS memandu pengucapan sumpah/janji Anggota KPPS dengan membaca
sumpah/janji yang naskahnya disediakan oleh KPUK, dan diikuti seluruh anggota
KPPS.

LANGKAH KE 2 MEMERIKSA DAN MEMPERLIHATKAN PERALATAN PEMILU


Ketua KPPS melakukan kegiatan :
1. Membuka kotak suara, mengeluarkan semua isinya, dan meletakkannya di atas
meja. Selanjutnya mengidentifikasi dan menghitung jumlah setiap jenis dokumen dan
kelengkapan administrasi dan dicatat dalam formulir Model C4-KWK.KPU.
2. Memperlihatkan kepada pemilih dan saksi bahwa kotak suara benar-benar kosong.
3. Menutup kotak kembali, mengunci dan meletakkannya di tempat yang telah
ditentukan.

LANGKAH KE 3 MENGHITUNG SURAT SUARA YANG DITERIMA UNTUK TPS


Ketua KPPS melakukan kegiatan :
1. Memperlihatkan kepada pemilih dan saksi yang hadir bahwa sampul yang berisi
surat suara masih tersegel.
2. Dibantu oleh anggota KPPS menghitung seluruh jumlah surat suara yang ada di
TPSnya termasuk surat suara cadangan sebanyak 2,5% dari jumlah pemilih yang
tercantum dalam DPT dan mengumumkannya, serta mencatat dalam berita acara.
3. Mengumumkan jumlah pemilih yang namanya tercantum dalam daftar pemilih
tetap untuk TPS yang bersangkutan.

LANGKAH KE 4 MENANDATANGANI BERITA ACARA PEMBUKAAN KOTAK


Ketua KPPS mengisi dan menandatangani berita acara sesuai dengan jenis dan
jumlah barang yang ada.

LANGKAH KE 5 MEMBERIKAN PENJELASAN KEPADA PEMILIH DAN SAKSI


Ketua KPPS memberikan penjelasan tentang tatacara pemungutan dan
penghitungan suara di TPS. Saat memberikan penjelasan, Ketua KPPS membuka dan
memperlihatkan contoh surat suara. Penjelasan ini hanya dilakukan 1 (satu) kali.
Cara memberikan suara dilaksanakan dalam bilik pemberian suara dengan cara :
1. Surat suara sebanyak 1 lembar dibuka dan diperiksa oleh pemilih untuk meyakinkan
bahwa surat suara tersebut dalam keadaan baik. Apabila rusak, pemilih dapat
meminta gantinya. Pergantian hanya dapat dilakukan 1 kali.
2. Pemilih yang telah menerima surat suara dari Ketua KPPS langsung menuju bilik suara
untuk memberikan suara (nyoblos).
3. Sebelum mencoblos, surat suara diletakkan dalam keadaan terbuka di atas alas
pencoblosan selanjutnya dicoblos dengan alat pencoblos.

Tatacara mencoblos agar surat suara yang dicoblos dinyatakan sah adalah sebagai
berikut :
1. Surat suara ditanda tangani oleh Ketua KPPS dan
2. Tanda coblos hanya terdapat pada 1 (satu) kolom yang memuat satu pasang
calon, atau
3. Tanda coblos terdapat dalam salah satu kolom yang memuat nomor, foto, dan
nama pasangan calon yang telah ditentukan, atau
4. Tanda coblos lebih dari satu, tetapi masih dalam salah satu kolom yang memuat
nomor, foto dan nama pasangan calon, atau
5. Tanda coblos terdapat pada salah satu garis kolom yang memuat nomor, foto dan
nama pasangan calon, serta
6. Surat suara yang dicoblos adalah surat suara yang ditetapkan KPUK.
7. Menggunakan alat pencoblos surat suara yang telah disediakan,
8. Lubang hasil pencoblosan terdapat pada surat suara yang tidak rusak, dan
9. Pada surat suara tidak terdapat tulisan atau catatan.
10. Tanda coblos tembus secara garis lurus (simetris) sehingga mengakibatkan surat
suara terdapat dua hasil pencoblosan tetapi tidak mengenai kolom pasangan calon
lain.
Setelah pemilih mencoblos, surat suara dilipat kembali seperti semula sehingga
tandatangan ketua KPPS tetap dalam keadaan terlihat dan hasil pencoblosan tidak
dapat dilihat.

LANGKAH KE 6 MEMASUKI TPS


Anggota KPPS ke 4 mengambil posisi dekat pintu masuk dan melakukan :
1. Memeriksa jari tangan pemilih apakah ada bekas tinta khusus atau tidak.
Bila ada, tidak diijinkan masuk TPS.
2. Memeriksa pemilih apakah membawa kartu pemilih dan undangan untuk
memberikan suara atau tidak. Apabila pemilih yang terdaftar dalam DPT tidak
membawa kartu pemilih, pemilih yang bersangkutan menyerahkan surat undangan
(pemberitahuan) serta memperlihatkan kartu identitas yang sah kepada Ketua KPPS.
3. Mencatat nama pemilih di kertas yang dibuat sendiri, dan menuliskan nomor urut
kehadiran pada surat undangan pemilih dan mempersilahkan duduk di tempat yang
sudah disiapkan.
4. Mencatat jenis kelamin pemilih.
5. Meminta kartu pemilih atau surat keterangan pindah memilih bagi pemilih dari TPS
lain.

LANGKAH KE 7 MENANDAI SALINAN DAFTAR PEMILIH TETAP DAN MEMBERIKAN SURAT


SUARA
A. Ketua KPPS memanggil pemilih dengan menyebutkan nomor urut kehadirannya.
B. Pemilih mendatangi meja Ketua KPPS dan memperlihatkan kartu pemilih dan surat
undangan/pemberitahuan untuk memberikan suara.
C. Anggota KPPS ke 2 melakukan kegiatan :
1. Mencari nama dan nomor pemilih pada salinan DPT.
2. Memberi tanda centang (V) di sebelah nama pemilih sebagai tanda bahwa
pemilih tersebut telah memilih.
3. Memeriksa Kartu Pemilih dan undangan untuk memberikan suara untuk memastikan
keabsahannya.
4. Mengembalikan Kartu Pemilih kepada pemilih.
5. Mencatat nama pemilih, nomor pemilih, dan asal TPS terhadap pemilih dari TPS lain
dalam formulir Model C8-KWK.KPU.
D. KPPS dalam kegiatan pemungutan suara di TPS, wajib mendahulukan
melayani terhadap pemilih yang namanya tercantum dalam DPT untuk TPS.
E. Pemilih dari TPS lain dapat dilayani dengan ketentuan:
a. Apabila surat suara di TPS yang bersangkutan masih tersedia.
b. Apabila surat suara di TPS yang bersangkutan tidak tersedia, pemilih yang
bersangkutan dapat memberikan suara di TPS terdekat yang masih tersedia.

LANGKAH KE 8 PEMILIH MENERIMA SURAT SUARA


A. Anggota KPPS ke 3 memberikan surat suara kepada Ketua KPPS.
B. Ketua KPPS membubuhkan tanda tangannya dibagian yang disediakan dalam surat
suara, dan memberikannya kepada pemilih.
Jika ternyata surat suara rusak (berlubang, robek, ada tulisan/coretan cetakan
kurang sempurna), atau pemilih melakukan kesalahan dalam mencoblos, maka
pemilih mengembalikan surat suara kepada Ketua KPPS untuk menerima surat suara
baru. Dan penggantian hanya dapat dilakukan 1 (satu) kali. Kemudian Ketua KPPS
menulis kata Rusak pada surat suara tersebut dan dimasukkan dalam sampul
khusus.

LANGKAH KE 9 PEMILIH MENCOBLOS SURAT SUARA DI DALAM BILIK SUARA


Anggota KPPS ke 5 melakukan kegiatan :
1. Mempersilahkan pemilih untuk memasuki bilik suara yang sudah kosong.
2. Membantu pemilih penyandang cacat atau tunanetra bila diminta oleh pemilih
dengan ketentuan:
a. Dibantu oleh anggota KPPS ke 6.
b. Pemilih yang tidak dapat berjalan, Anggota KPPS ke 5 dan ke 6 membantu pemilih
menuju bilik pemberian suara, dan pencoblosan surat suara dilakukan pemilih sendiri.
c. Pemilih yang tidak mempunyai keduabelah tangan dan pemilih tunanetra, anggota
KPPS ke 5 membantu melakukan pencoblosan surat suara sesuai kehendak pemilih
dengan disaksikan oleh anggota KPPS ke 6.
d. Pemilih tunanetra, tunadaksa, atau yang memiliki halangan fisik lain dapat meminta
bantuan orang lain (selain anggota KPPS ke 5 dan ke 6) dengan ketentuan
pencoblosan dilakukan oleh pemilih sendiri dengan bantuan orang lain tersebut.
e. Anggota KPPS atau orang lain yang membantu pemilih tunanetra, tunadaksa, atau
yang memiliki halangan fisik lain, wajib merahasiakan pilihan pemilih yang
bersangkutan, dengan menandatangani surat pernyataan dengan menggunakan
formulir Model C7-KWK.KPU.

LANGKAH KE 10 MEMASUKKAN SURAT SUARA KE KOTAK SUARA


A. Pemilih : Setelah mencoblos surat suara, pemilih melipat kembali surat suara seperti
semula sehingga tanda tangan Ketua KPPS tetap terlihat dan tanda coblosnya tidak
dapat dilihat.
Pemilih menuju ke tempat kotak suara dan memperlihatkan kepada Ketua KPPS
bahwa surat suara dalam keadaan terlipat, kemudian surat suara dimasukkan ke
dalam kotak suara.
B. Anggota KPPS ke 6 : Wajib senantiasa mengawasi dan memastikan pemilih
memasukkan surat suaranya ke dalam kotak suara tanpa menyentuhnya.

LANGKAH KE 11 MENCELUPKAN SALAH SATU JARI TANGAN KE TINTA


Anggota KPPS ke 7 :
Menandai pemilih dengan tinta khusus dengan cara memberi tanda atau
mencelupkan salah satu jari tangan ke botol tinta khusus yang tersedia.
Dengan dibantu oleh petugas keamanan, mempersilahkan pemilih meninggalkan
lingkungan yang dibatasi di dalam TPS.

LANGKAH KE 12 PENUTUPAN PEMUNGUTAN SUARA


Ketua KPPS :
1. Menjelang pukul 13.00 waktu setempat, Ketua KPPS mengumumkan bahwa rapat
pemungutan suara akan ditutup.
2. Seluruh pemilih yang berada di sekitar TPS yang belum mendaftar, diminta
mendaftarkan diri. Siapapun tidak diperbolehkan memberikan suara setelah
penutupan pukul 13.00 kecuali :
a. Pemilih yang telah menunggu giliran dan sudah mendapat nomor urut.
b. Anggota KPPS
c. Saksi dan petugas keamanan TPS yang membawa surat pemberitahuan untuk
memberikan suara di TPS yang bersangkutan.
d. Pemilih dari TPS lain.
3. Setelah pemilih memberikan suara, Ketua KPPS mengumumkan bahwa pemungutan
suara telah selesai dan akan dilanjutkan dengan Rapat Penghitungan Suara.
4. Memberitahukan bahwa pemilih, saksi, pemantau, wartawan dan lain-lain diundang
untuk menyaksikan penghitungan suara (tanpa mengganggu proses
pelaksanaannya).

LANGKAH KE 13 MENGAMANKAN SURAT SUARA YANG TIDAK TERPAKAI DAN RUSAK


Anggota KPPS ke 3 : mengamankan surat suara yang tidak digunakan dan surat
suara yang rusak/keliru coblos.

Anda mungkin juga menyukai