Anda di halaman 1dari 2

Peran perawat dalam memberikan tindakan hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik

1. Pemberi Perawatan
Sebagai pemberi asuhan keperawatan, perawat membantu klien mendapatkan kembali
kesehatannya melalui proses penyembuhan. Proses penyembuhan lebih dari sekedar
sembuh dari penyakit tertentu . Perawat memfokuskan asuhan pada kebutuhan
kesehatan klien secara holistik, meliputi upaya mengembalikan kesehatan emosi,
spiritual dan sosial. Pemberi asuhan memberikan bantuan bagi klien dan keluarga
dalam menetapkan tujuan dan mencapai tujuan tersebut dengan menggunakan energi
dan waktu yang minimal (Potter dan Perry, 2005 hal:286)
2.
Pembuat Keputusan Klinis
Untuk memberikan perawatan yang efektif, perawat menggunakan keahliannya berpikir
kritis melalui proses keperawatan. Sebelum mengambil tindakan keperawatan, baik
dalam pengkajian kondisi pasien, pemberian perawatan dan mengevaluasi hasil,
perawat menyusun rencana tindakan dengan menetapkan pendekatan terbaik bagi tiap
klien. Perawat membuat keputusan itu sendiri atau berkolaborasi dengan klien, keluarga
dan berkonsultasi dengan profesi kesehatan yang lainnya (Potter dan Perry, 2005
hal:286)
3. Pelindung dan Advokat Klien
Sebagai pelindung, perawat membantu mempertahankan lingkungan yang aman bagi
klien dan mengambil tindakan untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan melindungi
klien dari kemungkinan efek yang tidak diinginkan dari suatu tindakan.
Sebagai advokat, perawat melindungi hak klien sebagai manusia dan secara hukum,
serta membantu klien dalam menyatakan haknya bila dibutuhkan. Membela hak klien
yang menolak suatu tindakan (Potter dan Perry, 2005 hal:286)
4. Manejer Kasus
Perawat berperan mengkoordinasi aktivitas anggota tim kesehatan. Serta mengatur
waktu kerja dan sumber yang tersedia di tempat kerjanya. Sebagai manejer, perawat
mengkoordinasikan dan mendelegasikan tanggung jawab asuhan dan juga mengawasi
tenaga kesehatan lainnya (Potter dan Perry, 2005 hal: 287)
5. Rehabilitator
Perawat berperan sebagai rehabilitator, dimana rehabilitasi merupakan proses dimana
individu kembali ke tingkat fungsi maksimal setelah sakit, kecelakaan, atau kejadian
yang menimbulkan ketidakberdayaan klien. Mengembalikan peran dan fungsi klien
terhadap lingkungannya dengan memberi motivasi agar klien dapat beradaptasi dengan
keterbatasannya (Potter dan Perry, 2005 hal:287)
6. Komunikator
Peran sebagai komunikator merupakan pusat dari seluruh peran perawat yang lain.
Keperawatan mencakup komunikasi dengan klien, keluarga klien, antara sesama
perawat dan profesi kesehatan lainnya, sumber informasi dan komunitas. Kualitas
komunikasi merupakan faktor yang penting dalam memenuhi kebutuhan individu
keluarga dan komunitas (Potter dan Perry, 2005 hal:287)
7. Penyuluh
Sebagai penyuluh, perawat menjelaskan kepada klien konsep dan data-data tentang
kesehatan, mendemonstrasikan prosedur, menilai apakah klien mengerti dengan
penjelasan perawat dan mengevaluasi kemajuan dalam pembelajaran. Perawat
menggunakan metode pengajaran yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan
klien serta melibatkan keluarga (Potter dan Perry, 2005 hal:287)
8. Pendidik
Peran perawat pendidik bekerja terutama di sekolah keperawatan, departemen
pengembangan staf dan departemen pendidikan klien. Perawat pendidik mempunyai
latar belakang pengalaman klinis yang memberikan mereka keahlian klinis dan
pengetahuan teoritis. Perawat pendidik di sekolah keperawatan menyiapkan peserta
didiknya untuk berfungsi sebagai perawat, dan secara umum memiliki spesialisasi klinis
dibidang tertentu dan pengalaman klinis.
Perawat pendidik di departemen pengembangan staf memberikan program pendidikan
bagi perawat yang bekerja di institusinya. Program ini meliputi orientasi karyawan baru,
kursus asuhan perawatan kritis, pengenalan alat-alat baru dan prosedur
penggunaannya. Untuk departemen pendidikan klien, perawat berfokus pada
mengajarkan klien yang sakit atau yang tidak mampu, juga pada keluarga untuk
perawatan dirumah (Potter dan Perry, 2005 hal:287)
9. Administrator
Perawat sebagai administrator berfungsi untuk pengaturan dana, tenaga kerja, program
perencanaan strategi dan pelayanan, evaluasi pegawai dan pengembangan pegawai
(Potter dan Perry, 2005 hal:287)
10.
Peneliti
Perawat peneliti menggali masalah untuk meningkatkan asuhan keperawatan dan untuk
mendefenisikan lebih jauh dan memperluas cakupan praktek keperawatan. Perawat
peneliti dapat bekerja dilingkungan akademik, rumah sakit, dan komunitas (Potter dan
Perry, 2005 hal:287)
11. Kolaborator
Peran perawat sebagai kolaborator melakukan kolaborasi dengan yang lain untuk
mencapai tujuan yang sama. ini adalah suatu proses dalamsebuah lingkungan yang
saling menghargai dan kooperatif. Kolaborasi seharusnya selalu menjadi suatu gaya
dalam berinteraksi antara perawat kesehatan komunitas dengan klien dan sama
pentingnya peran operawat ketika perawat berfungsi sebagai bagian dari sebuah tim.
Meskipun berkolaborasi dengan seorang individu, sebuah keluarga, sebuah agensi,
atau sebagai bagian dari sebuah tim, perawat kesehatan komunitas terlibat dalam
sebuah pembuatan keputusan bersama berhubungan dengan aksi yang paling tepat
untuk dilakukan untuk memecahkan masalah (Hitchcock, 2003)
12.
Konselor
Konseling pada levelpaling dasarnya adalah sebuah proses menolong klien untuk
memilih solusi yang tepat untuk masalah mereka. Klien pada umumna mencari
konseling ketika mereka tidak mampu untuk membuat keputusan mengenai kesehatan
atau masalah pribadi. Konseling melibatkan eksplorasi perasaan dan perilaku pada
bagian klien dan langsung kepada menolong pemahaman klien mengenai pemahaman
dirinya sendiri. Perawat kesehatan komunitas memiliki peran penting sebagai konselor
(Hitchcock, 2003)
Ns. Liana Sriulina Br S, S.Kep