Anda di halaman 1dari 6

Material Safety Data Sheet (MSDS)

Benzena

BAGIAN 1: KIMIA IDENTIFIKASI PRODUK DAN PERUSAHAAN

Nama produk : Benzene Kontak Informasi:


Kode di katalog : SLB1564 , SLB3055 , Sciencelab.com, Inc
SLB2881 14025 Smith Rd. Houston, Texas 77396
CAS # :71 - 43-2 Perdagangan US: 1-800-901-7247
RTECS : CY1400000 Perdagangan Internasional: 1-281-441-4400
TSCA : TSCA 8 ( b ) persediaan : Benzene Web: SciebceLab.com
CI # : Tidak tersedia .
Sinonim : bensol ; Benzine
Nama Kimia: Benzene
Kimia Formula : C6 - H6

BAGIAN 2 : KOMPOSISI DAN INFORMASI BAHAN

komposisi :

Nama : Benzene

CAS # : 118-96-7

Berdasarkan berat: tak tersedia

BAGIAN 3: IDENTIFIKASI BAHAYA

Benzena meruapakan cairan yang tak berwarna, baunya yang khas, mudah menguap, larut
dalam pelarut yang sedikit polar dan nonpolar seperti eter dan tetraklorometana dan tidak
larut dalam pelarut polar seperti air tapi. Bersifat karsinogenik, mutagenik, mudah terbakar,
iritan, dan toksik.

BAGIAN: 4 SIFAT-SIFAT BAHAYA KESEHATAN


Efek terhadap kesehatan : Bila terkena bisa menimbulkan iritasi pada mata, dan kulit.
Dapat mengakibatkan kanker, dapat menyebabkan kerusakan gen yang diturunkan, bila
tertelan maka akan menyababkan kerusakan paru-paru.
Nilai ambang batas : 10 ppm (32 mg/m2)
Toksisitas : LDLO : 50 mg/kg (IUCLID)
BAGIAN: 5 BAHAYA KEBAKARAN

Bahan ini termasuk dalam kategori mudah terbakar (flammable). Titik nyala (flash point) : -
11 oC. Membentuk campuran yang dapat meledak dengan udara pada suhu kamar, uap lebih
berat daripada udara dan bisa merebak diatas lantai.

BAGIAN: 6 REAKTIVITAS DAN STABILITAS

Uap panas dapat membuat bahan mudah terbakar, uap tersebut dapat membentuk campuran
yang mudah meledak bila bereaksi dengan udara. Secara kimia stabil pada kondisi dibawah
suhu kamar. Lebih mudah mengalami reaksi subsitusi daripada adisi.

BAGIAN: 7. SIFAT-SIFAT FISIKA

Wujud zat : cairan


Berat jenis uap relatif: 2,7 g/cm3 pada 20 oC
o
Titik leleh : 5,5 C
Berat jenis relatif : 0,88 g/cm3 pada 20 oC
Titik didih : 80,1 oC
Kelarutan dalam air : 1,8 g/I pada 20 oC
o
Tekanan uap : 101 hPa pada 20 C

BAGIAN: 8. PENANGANAN DAN PENYIMPANAN

Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang kering dan berventilasi. Jauhkan dari
panas dan sumber api. Bekerja diruang asam. Jangan menghirup bahan. Hindari
penguap/aerosol. Simpan pada suhu 15-25 oC.

BAGIAN: 9. TUMPAHAN DAN KEBOCORAN

Tumpahan yang dapat menimbulkan api dan bahaya ledakan harus segera dibersihkan
sebelum melanjutkan kegiatan. Hapus semua hal yang dapat menimbulkan pengapian

BAGIAN: 10 ALAT PELINDUNG DIRI

Pernafasan : menggunakan filter A-(P2) ketika uap/aerosol dihasilkan.


Mata/muka: Kacamata, goggles dan perisai muka.
Kulit: pakain kerja, gloves (PVA), sepatu dan apron
BAGIAN: 11. PERTOLONGAN PERTAMA
Terkena mata : lepaskan lensa kontak, segera cuci dengan air, alirkan terus air dan bawa ke
dokter.

Penghirupan : Segera ke tempat terbuka dengan udara segar, beri pertolongan pernafasan bila
perlu.

Terkena kulit : Segera lepaskan pakaian yang ter-kontaminasi, cuci dengan air yang
mengalir, oleskan polyethylene glycol 400.

Tertelan : Usahakan agar tidak dimuntahkan, jika muntah jaga agar aliran udara tetap bebas.
Kerusakan paru-paru mungkin terjadi setelah pemuntahan. Segera bawa korban ke dokter.

BAB 12. PEMADAMAN API

Kebakaran bahan dapat dipadamkan dengan bubuk kimia kering, gas CO2 dan busa
semprotan.

BAGIAN 13. INFORMASI EKOLOGI

Ekotoksisitas : Tidak tersedia .

BOD5 dan COD : Tidak tersedia .

Produk Biodegradasi :

Mungkin akan berbahaya jika produk degradasi ini digunakan jangka pendek. Namun,
memungkinkan juga apabila digunakan pada jangka panjang mungkin timbul .

Toksisitas dari Produk Biodegradasi : Produk degradasi kurang beracun dari produk itu
sendiri .

Keterangan Khusus tentang Produk Biodegradasi : Tidak tersedia .

BAGIAN 14: PERTIMBANGAN PEMBUANGAN

Limbah Pembuangan :

Limbah harus dibuang sesuai dengan federal , peraturan pengendalian lingkungan negara
bagian dan lokal .

BAGIAN 15: IINFORMASI TRANSPORTASI

DOT Klasifikasi : KELAS 3 : Cairan mudah terbakar .


Identifikasi :: Benzene Unna: 1114 PG : II

Ketentuan Khusus untuk Transportasi : Tidak tersedia .

BAB 16. INFORMASI TOKSIKOLOGI


Jalur masuk : Terserap melalui kulit . Kontak dengan kulit . Kontak mata . Terhirup .

Keracunan untuk Hewan :

PERINGATAN ! LC50 NILAI YANG DIBAWAH PERKIRAAN BERDASARKAN A


SAMBUNGAN 4 - JAM . Akan mengalami oral akut. Toksisitas ( LD50 ) : 930 mg / kg [ Rat
] . Toksisitas kulit akut ( LD50 ) : > 9400 mg / kg [ Kelinci ] . Toksisitas akut dari uap ( LC50
) : 10000 7 jam [tikus] .

Efek kronis pada Manusia :

Efek karsinogenik: Baris A1 ( Dikonfirmasi untuk manusia . ) Oleh ACGIH , 1 ( Terbukti


untuk manusia . ) IARC . mutagenik

EFEK : Pengelompokan ini MEMUNGKINKAN untuk manusia. Mutagenik untuk sel


somatik mamalia . Mutagenik untuk bakteri dan / atau ragi .

PEMBANGUNAN TOKSISITAS : Sistem reproduksi Baris / toksin / wanita


[MEMUNGKINKAN ] . Menyebabkan kerusakan organ berikut: darah , sumsum tulang ,
sistem saraf pusat ( SSP ) . Dapat menyebabkan kerusakan pada organ berikut : hati, Sistem
urin .

Efek beracun lainnya pada Manusia :

Sangat berbahaya dalam kasus inhalasi . Berbahaya dalam kasus kontak kulit (iritan ,
permeator ), menelan .

Keterangan Khusus tentang Keracunan untuk Hewan : Tidak tersedia .

Keterangan khusus pada Efek kronis pada Manusia :

Dapat menyebabkan efek yang merugikan reproduksi ( kesuburan wanita , Embriotoksik dan
/ atau foetotoxic pada hewan ) dan cacat lahir juga dapat mempengaruhi. Bahan genetik (
mutagenik ) . Dapat menyebabkan kanker ( tumorigenik , leukemia ) ) Manusia : melewati
sawar plasenta , terdeteksi dalam susu ibu .

Keterangan khusus pada Efek toksik lainnya pada Manusia :


Efek Kesehatan Akut Potensi : Kulit: Menyebabkan gangguan pada kulit . Hal ini dapat
diserap melalui kulit utuh dan mempengaruhi hati, darah ,metabolisme, dan sistem kemih.
Mata : Penyebab iritasi mata . Inhalasi : Penyebab saluran pernapasan dan selaput lender
iritasi . Dapat diserap melalui paru-paru . Dapat mempengaruhi perilaku / sistem saraf pusat
dan perifer ( mengantuk , kelemahan otot , anestesi umum , dan gejala lain yang serupa
dengan konsumsi ) , saluran pencernaan ( mual ) , metabolism darah , sistem kemih.
Tertelan: Mungkin berbahaya jika tertelan . Dapat menyebabkan iritasi saluran pencernaan
termasuk muntah . Dapat mempengaruhi perilaku / sistem saraf pusat dan perifer ( kejang-
kejang , kejang , tremor , iritabilitas , awal. Stimulasi SSP diikuti oleh depresi , hilangnya
koordinasi , pusing , sakit kepala, lemah , pucat , flushing ) , respirasi (sesak napas dan
penyempitan dada ) , sistem kardiovaskular , ( dangkal / cepat pulsa ) , dan darah.

Note:

Wir, sebelum masuk ke MSDS tlg cantumin ini yaa

B3 adalah bahan yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara
langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan atau merusak lingkungan hidup,
dan atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta
makhluk hidup lainnya (PP No. 74 Tahun 2001).

Klasifikasi B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bersifat:


a. mudah meledak (explosive);
b. pengoksidasi (oxidizing);
c. sangat mudah sekali menyala (extremely flammable);
d. sangat mudah menyala (highly flammable);
e. mudah menyala (flammable);
f. amat sangat beracun (extremely toxic);
g. sangat beracun ( highly toxic);
h. beracun (toxic);
i. berbahaya (harmful);
j. iritasi (irritant);
k. korosif (corrosive);
l. berbahaya bagi lingkungan (dangerous to environment);
m. karsinogenik (carcinogenic);
n. teratogenik (teratogenic);

MSDS merupakan lembaran yang ditujukan untuk membantu para pengguna laboratorium
kimia untuk mengenal akan potensi bahaya yang mungkin timbul terhadap penggunaan bahan
kimia. MSDS berisikan sifat-sifat fisika dan kimia dari bahan seperti titik leleh, titik didih,
reaktivitas dan lain-lain. MSDS juga berisikan tata cara dalam menangani jika sewaktu-waktu
terjadi kecelakaan dalam keadaan darurat.

Setelah itu baru masuk ke MSDS benzene yaa wir, makasi :3