Anda di halaman 1dari 2

4.2.

Pembahasan

Penentuan berat untuk 1000 butir benih dilakukan karena karakter ini merupakan salah satu ciri
dari suatu jenis benih yang juga tercantum dalam deskripsi varietas. Tujuanya yaitu untuk
menentukan berat per 1000 butir benih dari suatu contoh kirim

Penetapan bobot 1000 butir merupakan salah satu pengujian khusus yang mempengaruhi mutu
fisik benih. Benih yang diuji berasal dari benih murni. Cara pengukuran yang telah kami lakukan
yaitu dengan metode menghitung dalam ulangan yang dilakukan dengan mengambil secara acak
100 butir benih dengan 8 ulangan , dan setiap ulangan ditimbang bobotnya. Selanjutnya dihitung
ragam, standar deviasi, dan koefisien variasinya tidak boleh lebih besar dari 6% untuk benih-
benih bersekam /berbulu dan tidak boleh lebih dari 4% untuk benih tidak bersekam. Jika
koefisien variasi lebih dari 4% untuk benih yang bersekam dan lebih dari 6% untuk benih
tidak bersekam maka penghitungan dilakukan dengan menambah 8 ulangan lainnya dan
menghitung koefisien variasi dari 16 ulangan, jika masih lebih besar, maka dua ulangan
yang nilainya lebih dari 2 kali standar deviasi dihilangkan (Dede 2007)

Bobot 1.000 biji merupakan berat nisbah dari 1.000 butir benihyang dihasilkan oleh suatu
jenis tanaman atau varietas. Salah satu aplikasi penggunaan bobot 1.000 biji adalah untuk
menentukan kebutuhan benih dalam satu hektar. Penentuan benih dapat dilakukan dengan
menetukan bobot 1000 biji. Dengan mengetahui biji yang besar atau berat berarti menandakan
biji tersebut pada saat dipanen sudah dalam keadaan yang benar-benar masak, karena biji yang
baik untuk ditanam atau dijadikan benih adalah biji yang benar-benar masak.

Penggunaan bobot 1000 biji adalah untuk mencari bobot rata-rata yang dapat
menyebabkan ukuran benih yang konstan dalam beberapa spesies karena penggunaan
contohnya terlalu banyak, hal ini dapat menutupi variasi dalam tiap nindividu
tumbuhan. Pada banyak spesies bobot benih merupakan salah satu ciri fenotip yang paling
kurang fleksibel.Pengujian kemurnian benih adalah pengujian yang dilakukan dengan
memisahkan empat komponen yaitu benih murni, benih tanaman lain, biji herba, dan benda mati
atau kotoran yang bercampur yang selanjutnya dihitung presentase dari keempat
komponen benih tersebut. Penggunaan bobot 1000 biji adalah untuk mencari bobot rata-rata
yang dapat menyebabkan ukuran benih yang konstan dalam beberapa spesies karena
penggunaan contohnya terlalu banyak, hal ini dapat menutupi variasi dalam tiap individu
tumbuhan.

Kemurnian benih dapat dilakukan secara manual dengan menyeleksi dari bahan atau
varietas selain benih murni sehingga akan diperoleh kemurnian benih dari suatu varietas.
Standar Deviasi biasanya digunakan sebagai alat uji statistik. Standar deviasi ini merupakan
fungsi langsung dari varian (pola variasi yang ada di dalam sample). Standar deviasi berfungsi
memperlihatkan pola sebaran data, dan variasi sebaran antar data. Standard deviasai dapat
digunakan dalam menentukan berat maksimum dan minimum benih. Pada praktikum acara 1
tentang pengujian berat 1000 benih dan kemurnian benih, sampel kedua yang digunakan oleh
kelompok kami adalah menggunakan benih padi untuk mengetahui berat 1000 benihnya. Pada
benih padi, berat 1000 benihnya rata-rata memiliki berat 26,55 gr. Pada praktikum ini, juga
dihitung standart devisiasi. Standar devisiasi berguna sebagai alat uji statistik. Standar deviasi ini
merupakan fungsi langsung dari varian (pola variasi yang ada di dalam sample). Standar deviasi
berfungsi memperlihatkan pola sebaran data, dan variasi sebaran antar data. Standard deviasai
dapat digunakan dalam menentukan berat maksimum dan minimum benih. Dalam praktikum
pengmatan 1000 benih, kami menggunakan benih Zea mays .L dan Oryza sativa L. Dari sini,
bisa didapat jumlah Standard deviasinya adalah 1,59% untuk jagung dan 3.64% . Standard
deviasi dapat digunakan dalam menentukan berat maksimum dan minimum benih.

Pengujian benih di laboratorium bertujuan untuk mendapatkan keterangan tentang multi


suatu benih digunakan untuk keperluan penanaman. Dalam rangka sertifikasi benih, pengujian
itu diperlukan guna pengisian label. Tujuan dari kemurnian adalah untuk mengetahui komposisi
dari contoh yang diuji yang akan mencerminkan komposisi kelompok benih dari mana contoh
tersebut diambil dengan cara-cara yang sudah ditetapkan, dan juga menganalisa macam-macam
jenis/ kultivar/ varietas dan kotoran benih pada contoh tersebut dengan identitas yang telah
ditetapkan.

https://dokumen.tips/documents/acara-1-pengujian-berat-1000-benih-dan-kemurnian-benih.html