Anda di halaman 1dari 11

HUBUNGAN SPIRITUAL TERHADAP KLIEN

KONSEP SEHAT-SAKIT
AGAMA

Oleh :
Made Ayu Puspa Dewi
1702521016

ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS UDAYANA
TAHUN 2017
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .....ii


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang ......3
1.2 Tujuan ...5
1.3 Manfaat .........5

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Sehat Sakit .......6
2.2 Pengertian Agama .....7
2.3 Hubungan Agama/Spiritual Terhadap Pandangan Klien Terhadap Konsep Sehat
Sakit...8
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan ..10
3.2 Rekomendasi ...10

DAFTAR PUSTAKA ......11

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sehat dan sakit adalah dua kata yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan
dalam kehidupan kita sehari-hari. Sehat dan sakit adalah suatu kondisi yang seringkali sulit
untuk kita artikan meskipun keadaan ini adalah suatu kondisi yang sering kita rasakan dan
kita amati dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sejarah kehidupan manusia pun istilah sehat
dan sakit sudah dikenal di semua kebudayaan. Pada zaman dahulu penyakit yang diderita
oleh manusia sering dikaitkan dengan gangguan spiritual. Banyak dari mereka beranggapan
bahwa ketika mereka menderita suatu penyakit sering dikaitkan karena adanya gangguan dari
makhluk halus. Alternatf pengobatan yang dilakukan biasanya menggunakan jasa orang
pintar (dukun). Kebanyakan dari mereka percaya bahwa dukun dapat berinteraksi dengan
makhluk lain dan berharap dapat menyembuhkan penyakit yang dideritanya.
Namun seiring dengan perkembangan zaman, kondisi seperti itu sudah mulai jarang
terjadi. Masyarakat saat ini sudah mulai berpikir rasional, mempertimbangkan segala sesuatu
dengan pikiran yang masuk akal sebelum bertindak. Masyarakat saat ini lebih memilih
menggunakan bantuan tenaga medis dalam pengobatan penyakitnya. Hal ini terbukti dari
pasien/klien yang sembuh setelah ditangani oleh tenaga ahli medis. Meski pun demikian,
beberapa dari masyarakat masih ada yang memiliki pola pikir primitif yang mengaitkan
setiap penyakit disebabkan oleh makhluk halus. Hal ini tak lepas dari kepercayaan yang
dianut dalam diri klien. Kepercayaan setiap individu tentunya berbeda-beda, dan tentu
terdapat alasan yang melatarbelakanginya. Misalnya saja pada kasus seorang anak pasangan
suami istri yang masih balita telah divonis penyakit yang sangat serius. Berbagai macam
pengobatan medis telah dilakukan namun hasilnya nihil. Hingga akhirnya terdapat seseorang
yang memberitahukannya untuk mengunjungi orang pintar terkait dengan penyakit yang
diderita anaknya tersebut. Karena saking putus asanya, pasangan suami istri itu pun akhirnya
memutuskan untuk mengikuti saran dari orang tersebut, dan hasilnya anak tesebut memang
terkena gangguan makhluk halus. Persepsi tersebut diperkuat oleh kesembuhan anaknya
setelah dilakukan pengobatan kepada orang pintar. Hal ini tentu akan menjadi pedoman bagi
kepercayaan yang dianut oleh pasangan suami istri tersebut. Sehingga akan muncul persepsi
3
bahwa apabila terdapat anggota keluarga yang jatuh sakit, langkah pertama yang akan
diambil yaitu mengunjungi orang pintar. Konsep sehat dan sakit sangat berkaitan dengan
yang namanya agama/spiritual. Hal ini kemudian mempengaruhi pemahaman seseorang
terhadap konsep sehat dan sakit. Sehingga terdapat beberapa dari masyarakat yang kurang
percaya terhadap pengobatan medis.
Kasus lain misalnya, seperti yang sering terjadi di sekitar kita orang yang tidak
memiliki keluhan-keluhan fisik dipandang sebagai orang yang sehat. Sebagian masyarakat
juga beranggapan bahwa anak yang gemuk adalah anak yang sehat meskipun kondisinya
berada dalam status gizi lebih atau overweight. Hal ini menunjukkan bahwa pandangan setiap
individu dalam masyarakat mengenai kesehatan dan pelayanan kesehatan masih rendah.
Kurangnya pelayanan kesehatan dari tenaga medis terutama dalam hal edukasi mengenai
konsep sehat-sakit menjadi salah satu penyebab kelirunya pemahaman di masyarakat
mengenai konsep sehat-sakit. Sebagian besar masyarakat belum mendapatkan pelayanan
kesehatan yang tepat dari tenaga medis karena pelayanan kesehatan medis yang tidak merata
terutama pada daerah-daerah terpencil yang belum dapat dijangkau oleh tenaga kesehatan.
Selain itu masalah biaya juga menjadi alasan bagi masyarakat untuk tidak mencari pelayanan
kesehatan medis. Walaupun ada beberapa individu yang memiliki pandangan bahwa
kesehatan merupakan hal yang sangat penting. Untuk itu, beberapa orang rela mengeluarkan
biaya yang tidak sedikit untuk memperoleh kesehatan dalam diri mereka. Pemahaman yang
berbeda menyebabkan berbedanya perilaku sehat-sakit dari setiap individu. Dari kedua
contoh kasus tersebut, seorang perawat harus mampu memahami tentang pandangan klien
terhadap sehat sakit terkait dengan kepercayaan yang dianut klien tersebut sehingga perawat
dapat memberikan asuhan keperawatan yang optimal dan tetap memandang klien sebagai
seorang manusia secara holistik baik biopsikososio kultural dan juga spiritual.
Konsep sehat dan sakit sesungguhnya tidak terlalu mutlak dan universal karena ada
faktor-faktor lain di luar kenyataan klinis yang mempengaruhinya terutama faktor sosial dan
budaya. Kedua pengertian ini saling mempengaruhi dan pengertian yang satu hanya akan
dapat dipahami dalam konteks pengertian yang lain.

4
1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui mengenai konsep sehat sakit.
2. Untuk mengetahui apa yang dimaksud agama.
3. Untuk mengetahui hubungan spiritual terhadap pandangan klien terhadap konsep sehat
sakit
1.3 Manfaat
1. Bagi masyarakat
Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai konsep sehat sakit, pengertian agama
secara umum dan pandangan terhadap sehat sakit terkait kepercayaan mereka sehingga
masyarakat tahu dan tetap bersyukur serta tetap beribadah kepada Tuhan baik dalam
keadaan sehat maupun sakit.
2. Bagi Mahasiswa Ilmu Keperawatan
Mahasiswa dapat memperoleh informasi mengenai konsep sehat sakit, pengertian agama
secara umum dan pandangan terhadap sehat sakit terkait kepercayaan masyarakat.
Sehingga mahasiswa tahu dan tetap bersyukur serta taat beribadah kepada Tuhan baik
dalam keadaan sehat maupun sakit. Hal ini juga berguna dalam kegiatan praktik
mahasiswa nanti di dunia kerja dalam meluruskan pandangan klien terhadap sehat sakit
dalam kaitannya dengan agama.

5
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sehat dan Sakit
Sehat adalah keadaan di mana sesorang mendefinisikanya sesuai dengan nilai
yang ada pada dirinya, dan tidak hanya berarti terbebas dari penyakit fisik akan tetapi
juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek emosi social, dan
spiritual. Adapun definisi sehat dari beberapa ahli yaitu sebagai berikut.
1. WHO ( 1947 ) sehat adalah suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental
maupun sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.
Mengandung tiga karakteristik :
a. merefleksikan perhatian pada individu sebagai manusia
b. memandang sehat dalam konteks lingkungan internal ataupun eksternal
c. sehat diartikan sebagai hidup yang kreatif dan produktif
2. Presidents Communision On Health Need Of Nation Stated ( 1953 )
Sehat bukan merupakan suatu kondisi, tetapi merupakan penyesuaian, bukan merupakan
suatu keadaan tapi merupakan suatu proses adaptasi individu yang tidak hanya terhadap
fisik mereka, tetapi terhadap lingkungan sosialnya.
3. WHO 1974
Kesehatan adalah keadaan sempurna baik fisik, mental, sosial bukan hanya bebas dari
penyakit, cacat dan kelemahan.
4. UU N0. 23/1992 tentang kesehatan
Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera dari badan (jasmani), jiwa (rohani) dan sosial
yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomis.
5. Kesehatan mental menurut UU No.3/1961
Adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, emosional
yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan
orang lain.
Sedangkan sakit adalah suatu keadaan di mana fungsi fisik, emosional,
intelektual, sosial, perkembangan, atau spiritual seseorang berkurang atau terganggu bila
dibandingkan dengan kondisi sebelumnya. Perilaku sakit dapat di interprestasikan dan

6
dijelaskan menurut pengalaman dan harapan pribadi. Adapun beberapa definisi sakit
oleh beberapa ahli yaitu sebagai berikut.
1. Parson
Sakit adalah ketidakseimbangan fungsi normal tubuh manusia, termasuk sejumlah fungsi
biologis dan kondisi penyesuaian.
2. Bauman
Seseorang menggunakan tiga kriteria untuk menentukan apakah mereka sakit :
a. Adanya gejala : naiknya temperatur, nyeri
b. Persepsi tentang bagaimana mereka mersakan baik, buruk, sakit
c. Kemampuan untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari, bekerja ataupun sekolah
3. Perkins
Sakit adalah suatu keadaan tidak menyenangkan yang menimpa seseorang
sehingga menimbulkan gangguan pada aktivitas sehari-hari, baik aktivitas jasmani
maupun sosial.

2.2 Pengertian Agama

1. Pengertian Agama Menurut KBBI: Agama adalah sistem yang mengatur tata
keimanan/kepercayaan dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha kuasa serta kaidah
yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia lainnya.
2. Emile Durkheim mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri
atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kita sebagai umat
beragama semaksimal mungkin berusaha untuk terus meningkatkan keimanan kita
melalui rutinitas beribadah, mencapai rohani yang sempurna kesuciannya.
3. Pengertian Agama Menurut Anthony F.C. Wallace: Agama sebagai seperangkat upacara
yang diberi rasionalisasi lewat mitos dan menggerakkan kekuatan supernatural dengan
maksud untuk mencapai terjadinya perubahan keadaan pada manusia dan semesta.
4. Menurut prof Dr.m. Drikarya definisi Agama adalah kenyakinan adanya suatu kekuatan
supranatural yang mengatur dan menciptakan alam beserta isinya.

7
2.3 Hubungan Agama / Spiritual terhadap Pandangan Klien terhadap Konsep Sehat
Sakit

Agama sangat berperan dalam pencegahan dan penanganan terhadap penyakit.


Pencegahan dan penanganan penyakit bertumpu pada kepercayaan seseorang terhadap
konsep sehat dan sakit. Di Indonesia, terdapat banyak agama yang menimbulkan banyak
persamaan dan perbedaan dari masing-masing agama tersebut dalam menilai konsep sehat
sakit, dan tergantung dari tingkat spiritual seseorang. Antara perawat dan tokoh agama
diperlukan adanya kolaborasi untuk menangani masalah pasien dari segi medis dan spiritual.
Pengaruh agama dalam mempengaruhi sehat dan sakit seseorang adalah agama dapat
menginisiasi seseorang untuk mencari solusi yang tidak merugikan kesehatan dan tidak
menimbulkan penyakit. Di masyarakat banyak terdapat nilai-nilai dan kepercayaan yang
berbeda-beda, dan disini peran agama sebagai pedoman dan tuntunan serta mengawasi
bahwa masyarakat boleh memiliki kepercayaan atau pandangan yang berbeda-beda yang
berhubungan dengan penyakit namun harus tetap berpedoman pada nilai-nilai yang
terkandung dalam agama dan tidak boleh melenceng dari nilai-nilai agama itu sendiri.
Dengan beragama yang benar, hidup menjadi lebih ikhlas atau pasrah terhadap segala
sesuatu yang diberikan oleh Tuhan, sehingga akan terjadi proses keseimbangan. Semua
pertahanan yang ada didalam tubuh manusia bekerja dengan ketaatan beribadah, lebih
mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan pandai bersyukur sehingga tercipta
suasana keseimbangan dari neuro transmiter yang ada di dalam otak (Sholeh, 2005).

Pandangan klien terhadap konsep sehat sakit terkait hubungannya dengan agama adalah
tergantung dari tingkat keimanan masing-masing klien terhadap agamanya. Pandangan
pasien terhadap sakit adalah sebagian pasien menganggap sakit merupakan hukuman
baginya dari Tuhan atau sebagai penebus dosa-dosanya sehingga ia jatuh sakit dan ia baru
ingat terhadap Tuhannya dan mulai berdoa untuk memohon kesembuhan. Pasien lainnya ada
yang menganggap sakit bukan hukuman dari Tuhan melainkan karena memang tubuhnya
sudah tidak mampu lagi untuk melawan sumber penyakit sehingga ia jatuh sakit. Ada juga
pasien yang sudah bersyukur terdahulu terhadap kesehatannya namun ia menganggap sakit
yang ia dapatkan sekarang adalah cobaan dan membuat dia semakin dekat dengan Tuhan

8
dengan memohon ampun terhadap dosanya dan lebih bersyukur terhadap keadaanya saat ini.
Ada juga pasien yang dahulu merasa sudah cukup rajin beribadah namun sekarang ia sakit
dan menganggap bahwa sakit yang dia peroleh tidak adil bagi dirinya dan menuntut
keadilan kepada Tuhan atas sakit yang ia peroleh. Ada juga pasien yang tidak pernah
mendekatkan diri dengan Tuhan baik saat ia masih sehat ataupun sakit. Dan ada pasien yang
menganggap bahwa sakitnya bukan dari medis tapi berhubungan dengan hal-hal gaib.
Pandangan pasien terhadap sehat adalah ada pasien yang selalu bersyukur terhadap
kesehatan yang diterimanya saat ini dan tetap mendekatkan diri terhadap Tuhan. Ada juga
yang beranggapan bahwa sehat yang ia peroleh adalah hasil dari pola hidup sehat yang ia
jalankan sehingga ia kurang bersyukur terhadap Tuhan. Ada juga yang terlalu sibuk dengan
aktivitas sehari-hari sehingga jarang bersyukur terhadap kesehatan yang ia dapatkan. Ada
juga yang sama sekali tidak bersyukur terhadap sehat yang ia peroleh dan jarang
mendekatkan diri terhadap Tuhan.

Didalam agama diajarkan adanya penyakit atau masalah dalam bidang kesehatan itu
dianggap sebagai sesuatu cobaan dan ujian keimanan seseorang. Oleh karena itu orang harus
bersabar dan tidak boleh berputus asa, berusaha untuk mengobatinya dengan senantiasa
berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bila dikaji secara mendalam,maka sesungguhnya di
dalam agama banyak memberikan tuntunan agar manusia sehat seutuhnya, baik dari segi
fisik, kejiwaan, sosial maupun kerohanian.

9
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa konsep sehat dan sakit tidak dapat
lepas dari konsep agama/spiritual, di mana istilah agama merupakan suatu kepercayaan yang
dianut oleh setiap individu yang dipercaya mendatangkan kehidupan yang teratur serta
mendatangkan kesejahteraan hidup manusia. Di dalam agama diajarkan bahwa penyakit atau
masalah kesehatan merupakan suatu cobaan dan ujian keimanan seseorang. Oleh karena itu
orang harus bersabar dan bukannya berputus asa, namun berusaha untuk mengobatinya dan
senantiasa berdoa kepada Tuhan. Peran agama adalah sebagai pedoman dan tuntunan dalam
berprilaku. Masyarakat boleh memiliki kepercayaan yang berbeda-beda terkait sehat-sakit
namun harus tetap berpedoman pada nilai-nilai yang terkandung dalam agama. Semua ini
kembali kepada diri masing-masing klien, sekuat apa iman yang ia miliki dalam
memandang kaitan agama dengan sehat-sakit. Iman sangat berpengaruh terhadap pandangan
seseorang terhadap konsep sehat-sakit, sehingga ada klien yang semakin dekat dengan
Tuhan dalam keadaan yang dialaminya dan ada yang justru semakin jauh dengan Tuhan dan
tidak terima terhadap keadaan yang ia alami.

3.2 Rekomendasi
Kita boleh percaya terhadap kepercayaan atau nilai-nilai yang ada di lingkungan sekitar kita
terkait dengan sehat sakit, namun kita harus tetap memilah dan memilih apakah kepercayaan
itu sesuai dengan agama yang kita anut dan jangan terlalu percaya terhadap suatu
kepercayaan yang belum terbukti kebenarannya. Kita harus selalu bersyukur baik dalam
keadaan sehat maupun sakit kepada Tuhan. Tetaplah rajin beribadah karena segala yang kita
peroleh di dunia ini bersumber dari Tuhan. Jangan jadikan alasan kesibukan sebagai
penghalang untuk beribadah kepada Tuhan. Sebagai seorang perawat, kita dituntut mampu
memberikan pemenuhan yang lebih pada saat pasien akan dioperasi, pasien kritis atau
menjelang ajal. Dengan demikian, terdapat keterkaitan antara keyakinan dengan pelayanan
kesehatan dimana kebutuhan dasar manusia yang diberikan melalui pelayanan kesehatan
tidak hanya berupa aspek biologis, tetapi juga aspek spiritual.

10
DAFTAR PUSTAKA
1. Sunanti Z. Soejoeti. (2016). Konsep Sehat, Sakit dan Penyakit dalam Konteks Sosial
Budaya. http://www.yuniawan.blog.unair.ac.id/files/2008/03/sehatsakit.pdf. Diakses pada
tangal 15 Oktober 2017.
2. Nadya. (04 Januari 2013). Konsep Sehat Dan Sakit. http://www.uin-
alauddin.ac.id/artikel-79-konsep-sehat-dan-sakit.html. Diakses pada tangal 15 Oktober
2017.
3. POTTER & PERY. Fundamental Keperawatan, Edisi 4 Volume 1. Jakarta : EGC
4. Anonim. 2016. Pengertian Agama dan Definisi Agama Menurut Para Ahli di Bidangnya.
Diambil dari: http://www.definisi-pengertian.com/2016/02/pengertian-agama-definisi-
menurut-ahli.html Diakses pada tanggal 17 Oktober 2017
5. Wibawantara, Mades. 2015. Konsep Sehat Sakit. Diambil dari:
http://documents.tips/documents/konsep-sehat-sakit-56290e665280e.html. Diakses pada
tanggal 17 Oktober 2017
6. Parwati. 2015. Makalah Hubungan Agama dengan Kesehatan. Diambil dari:
http://dokumen.tips/documents/makalah-hubungan-agama-dengan-kesehatan.html.
Diakses pada tanggal 17 Oktober 2017.

11